Anda di halaman 1dari 38

RESUME MODUL 10

METODE PENGEMBANGAN SENI

INDAH YUSTIARI, NIM : 821016463


KHOIRUL LI’UMAH, NIM : 822670424
SITI MUTHOHAROH, NIM : 820485847
NURUL QOMARIYAH, NIM : 821352703
KAMELIA FIRDIYA, NIM : 821352728

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI S1 PAUD
UPBJJ MALANG

PERENCANAAN SENI RUPA DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)


Sebagai guru TK sudah seharusnya memperhatikan bahwa bagi anak TK bukan hasil
karya yang diutamakan melainkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kaya
eksplorasi yang dibutuhkan, serta pengalaman anak bereksplorasi seni denagan berbagai media
(cat, kapur, lukis dll). Dan itu akan menimbulkan kesan yang mendalam dan memberikan
kesenangan, kepuasan dan kenyamanan. Hal ini dimungkinkan karena program seni bersifat
fleksibel. Apalagi saat ini anak-anak lebih cenderung tertarik kepada aktivitas yang bersifat
pasif seperti nonton TV, film, dan mendengarkan radio. Dan keadaan ini akan berdampak
negatif apabila hiburan tersebut menggantikan permainan yang imajinatif.
Suatu kegiatan seni rupa bisa dikatakan efektif apabila materinya cocok untuk
pembelajaran individual/group yang berbeda, dimana anak bisa bebas berekspresi secara
spontan dan tidak terikat. Dan pilihan jenis kegiatan tema dan teknik yang sifatnya personal
membuat karya seni dari tiap anak lebih jujur, nyata, dan unik. Dan para ahli menunjukkan
bahwa implikasi dari kematangan perkembangan anak terlihat nyata dalam pendidikan seni.
Berbagai stimulus yang dapat diberikan untuk anak TK agar mereka termotivasi untuk
berkreasi seni antara lain : menyediakan material seni yang mudah dikuasai, menyediakan
ruang yang nyaman untuk berkarya dan memberi kebebasan anak untuk bereksplorasi materi
seni sesuai dengan keinginannya.
A. METODE PEMBINAAN SENI RUPA DI TK
1. Pembinaan Ekspresi
Merupakan pembinaan proses pengungkapan perasaan termasuk ungkapan jiwa,
Lowenfeld mengatakan bahwa Self Expression dalam arti yang tepat adalah pernyataan tentang
isi jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) dengan cara sendiri-sendiri dan ekspresi itu bukan
apa yang dinyatakan tetapi bagaimana dinyatakan. Pembinaan ekspresi meliputi dua hal yaitu:
a. Memberikan rangsangan kepada anak untuk mengaktifkan kemampuan jiwa dengan cara:

- Pendekatan langsung pada alam dan peristiwa-peristiwa di luar kelas misalkan mengenai
proporsi, mengamati cahaya dan bayangan, mengenal bermacam-macam aroma dan tekstur.
- Membangkitkan minat berasarkan pengalaman anak.
b. Melatih keberanian, spontanitas dan keterampilan menggunakan bermacam media
ungkapsebagai sarana mengekspresikan perasaan atau jiwa dengan cara:
- Eksplorasi: kegiatan menjelajah, mencoba dan memanipulasi ide atau material lain misalnya
dengan memberikan bermacam-macam kertas maka anak akan meremas, merobek,
menggunting dll. Dengan kegiatan itumaka anak mengenali bahwa beberapa tipe kertas lebih
merespon untuk mudah digunting dll.
- Eksperimen: kegiatan menemukan hal-hal baru yang didapat dalam proses mencoba berbagai
media ungkap.

2. Pembinaan Kreatifitas
Bisa diartikan dengan kemampuan mencipta, menanggapi persoalan, mudah
menyesuaikan diri dalam setiap situasi, memiliki keaslian serta memiliki kemampuan berpikir
secara menyeluruh. Adapun kreatifitas sangat erat hubungannya dengan daya khayal yang
diperlukan dalam penciptaan karya seni. Oleh karena itu, daya khayal anak perlu diaktifkan
melalui pengamatan dan pengalamannya sendiri.
3. Pembinaan Sensitifitas
Sensitifas berarti kepekaan menerima stimulus (rangsangan) dari luar yang diseap
melalui panca indera. Dan tingkat kepekaan anak berbeda-beda ada yang tajam dan ada yang
tumpul. Pada saat anak dapat mengasimilasi dan mengenal perbedaan-perbedaan mereka akan
menambahkan detail lebih banyak pada kreasi seni mereka. Cara membina sensitifitas dapat
ditempuh melalui:
a. Latihan melihat/mengamati sesuatu, misalnya mengamati bentuk warna, tekstur dengan
susunan yang berbeda kemudian diserap oleh anak sehingga menimbulkan berbagai tanggapan
dan perasaan.
b. Latihan merespon pengalaman sensori, misalnya mengenali karakter macam-macam
teksturdengan meraba permukaan suatu benda.
c. Mempelajari dan menganalisis susunan suatu benda atau karya seni, misalnya anak diajak
mengamati benda (objek) kemudian menganalisis kondisi dan karakter objek tersebut
kemudian selanjutnya dicoba mengungkapkan hasil pengamatan itu.

4. Pembinaan Keterampilan
Keterampilan disini meliputi segala macam teknik penggunaan serta pengenalan
alat/media ungkap seni rupa. Menggunakan media dan alat-alat ungkap adalah sangat penting
dan sangat dibutuhkan karena dapat mempermudah anak dalam mengungkapkan perasaan dan
jiwanya. Apresiasi seni adalah kesadaran akan nilai-nilai seni, kesadaran ini meliputi
pemahaman, penghayatan, dan kemampuan untuk menghargai karya seni.
B. JENIS KEGIATAN SENI RUPA DI TK
Kegiatan seni rupa pada dasarnya bersifat fleksibel dan terfokus pada pengalaman
personal. Oleh sebab itu, setiap anak dapat mengembangkan kemampuan seninya dengan
caranya sendiri. Ekspresi anak bersifat continue dan interpretasi spontan dari apa ynag
dirasakan, dipirkan, dilakukan dan dilihatnya. Gagasan anak dirangsang oleh pengalaman
berinteraksi dengan lingkungannya.
Material seni harus lunak dan mudah digunakan dalam pembelajaran seni, misalnya:
Menggambar dengan crayon, melukis dengan jari (cat air) dan masih banyak lagi contoh yang
lainnya. Sedangkan peralatan praktek yang dibutuhkan untuk proses berkarya antara lain:
- kuas cat berujung rata dan runcing dengan ukuran medium dan cukup panjang agar mudah
diggunakan.
- Gunting dengan ukuran sedang untuk menggunting dll.

C. PEMILIHAN TEMA
Tema yang disenangi anak TK dalam berkarya seni rupa biasanya bersumber kepada
realitas dunia anak, misalnya anggota keluarga, lingkungan bernain, alat permainan, hewan
peliharaan (kesayangan), dongeng yang diceritakan guru, sirkus, kebun binatang, kolam
renang, taman bermain dan lain sebagainya. Suatu pengkajian terhadap gambar anak
menunjukkan hasil bahwa gambar anak dapat diklasifikasikan dalam empat kategori.
a. Gambar spontan, yaitu gambar yang dibuat atas inisiatif anak sendiri sebagai suatu kegiatan
bermain.
b. Gambar bebas/sukarela, yaitu gambar yang dibuat atas permintaan guru atau orang tua atau
bisa juga teman. Namun dalam hal ini tema dan objek gambar dipilih sendiri oleh anak.
c. Gambar terarah, yaitu gambar yang tema/topiknya sudah diarahkan.
d. Menyalin gambar/melengkapi gambar, yaitu gambar yang telah disiapkan contohnya dalam
format lembar kerja siswa.
Dari klasifikasi gambar di atas, jenis gambar spontan dinilai paling sesuai dengan
kebutuhan anak TK.
1. Subyek dari karya seni rupa anak TK.
Pengkajian dari isi ganbar anak TK menunjukkan bahwa kebanyakan dari mereka senang
menggambar subyek manusia, hewan dan tumbuhan.
2. Perkembangan representasi objek tunggal dalam karya seni rupa anak TK.
Representasi (ungkapan visual) objek tunggal dalam karya seni rupa anak TK menjadi
fenomena (kecenderungan) yang umum terjadi karena kemampuan dan pemahaman konseptual
anak tentang dunia sekitarnya masih terbatas karena koordinasi tangan dan mata belum
sempurna.
Berikut adalah representasi karya gambar dan modelling versi anak.
1. Makhluk hidup
a. Manusia
Karakteristik manusia pada gambar anak awalnya dalam bentuk pra bagan sederhana berupa
bentuk bundar/oval lengkap dengan mata, hidung, mulut dan telinga. Tangan dan kaki
digambar berupa garis yang melekat pada badan yang sekaligus berfungsi sebagai kepala.
Gambar ini disebut Head Man (manusia kepala), kemudian berubah menjadi bentuk
bagan/skematik dimana gambar kepala digambar dalam bentuk ukuran kecil dengan kaki
panjang atau disebut Leg-Man.
b. Binatang
Merupakan objek yang seringkali muncul pada gambar anak. Bentuk hewan digambar dalam
skema/bagan yang menyerupai manusia. Kepala dan badan digambar oval dengan kaki yang
panjang. Beberapa anak terlihat lebih tertarik mengamati badan hewan dari pada badan
manusia dikarenakan anak lebih suka mengamati gerak hewan dari pada dirinya (manusia).
c. Tumbuhan
Pada gambar jenis spontan sering kita jumpai berbagai macam bentuk pohon dan bunga yang
kering digambarkan berikut figur manusi dan hewan. Minat gambar anak terus berkembang
sejalan dengan bertambahnya usia anak, sedang gambar objek manusia cenderung menurun
sementara minat terhadap objek gedung lebih meningkat.
Anak menggambar bunga dengan berbagai variasi bentuk/skema yang unik dan ekspresif. Ada
tiga jenis karakter skema gambar bunga pada anak.
a. Skema kancing: bunga digambar berupa ligkar kecil dan garis vertikal pendek di bawahnya.
b. Skema daisy: bunga digambar menyerupai bunga daisy berbentuk lingkaran besar dengan garis
lengkung mengelilinginya dan garis vertikal pendek di bawahnya.
c. Skema tulip: bunga digambar menyerupai bunga tulip berbentuk bulan sabit.
2. Benda buatan manusia
Banyak benda buatan manusia menarik perhatian anak, misalnya rumah, mobil, pesawat,
jembatan, hotel dan lain sebagainya.
a. Rumah dan tata ruang dalam
Sepanjang masa rumah menjadi ungkapan visual yang bersifat universal dalam gambar anak.
Kecintaan pada subjek ini menunjukkan bahwa rumah adalah simbol keamanan yang berkaitan
dengan kehidupan keluarga. Representasi skema bentuk rumah biasanya menampilkan satu
atau tiga sisi rumah dengan atap berbentuk segi tiga dan bagian terpenting adalah pintu dan
jendela. Anak TK jarang menampilkan tata ruang dalam (interior) karena anak menghadapi
problematik visualisasi ruang.
b. Transportasi
Anak-anak khususnya anak laki-laki senang menggambar berbagai sarana transportasi seperti
mobil, pesawat, kereta api dll. Dan ini menjadi daya tarik utama, pada masa pra bagan anak
menggambar kereta api biasanya berupa kotak berjajar yang merepresentasikan gerbong.
PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA DI TK
Proses kreatif yang terjadi dalam diri anak melibatkan hal berikut:
1. Kegiatan mengamati (seeing)
Proses awal penciptaan karya yang dimulai dengan memberi stimulus pada anak untuk
mengaktifkan fungsi inderawinya, khususnya penglihatan untuk mengobservasi berbagai
gejala lingkungan, alam atau hal-hal lain yang menarik perhatian anak yang akan memicu
munculnya gagasan, ide-ide yang segar dan kreatif.
2. Kegiatan merasakan (feeling)
Selanjutnya pengalaman inderawi beralih kepada proses pembentukan sensitifitas visual
perseptual melalui pengalaman apresiatif dalam merasakan, menikmati berbagai stimulus dari
luar (misalnya nilai keindahan dari bunga, nilai humor dari badut/kartun), sesuai pemahaman
dan pengalaman subyektif anak.
3. Kegiatan berpikir (thinking)
Proses perseptual yang terjadi dalam diri anak tidak hanya melibatkan pengalaman inderawi
dan perseptual saja, tetapi juga kemampuan kognitif seperti kemampuan berpikir kritis,
menganalisis, menanggapi/merespon secara verbal dan visual. Hal ini juga akan mempengaruhi
pembentukan logika artistik yang unik dan berbeda pada tiap anak.
4. Kegiatan berkarya (doing)
Proses berkarya merupakan proses memvisualisasikan (mewujudkan) gagasan/ide ke dalam
wujud karya dwi matra atau tri matra melalui kecakapan praktis dalam memanfaatkan media.
Learning by Doing merupakan cara yang efektif untuk melatih keterampilan berkarya seni
rupa.

A. PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA DWI MATRA


1. Menggambar ekspresi
Menggambar ekspresi atau disebut gambar bebas adalah media ekspresi dwi matra yang paling
ekspresif yang dapat digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan ide dalam diri anak secara
bebas. Aktivitas kreatif yang lebih mengutamakan Self Expression ini yang dipentingkan
adalah “bagaimana” anak mengekspresikan atau menuangkan gagasan , perasaannya bukan
sekedar “apa” yang digambar anak. Unsur visual yang menonjol adalah kualitas goresan atau
tarikan garis atau sapuan kuas dan kulitas warna, misalnya menggambar dengan crayon/cat
cair.
2. Finger Painting
Melukis untuk anak pada dasarnya sama dengan menggambar bebas atau ekspresi yaitu media
ekspresi seni rupa dwi matra. Dan dalam Finger Painting hal yang paling utama yang perlu
diperhatikan adalah penggunaan cat khusus yang dapat dibeli atau dibuat sendiri. Seperti
halnya menggambar ekspresi karya Finger Painting juga mengutamakan Self Expression yang
lebih mementingkan bagaimana anak mengekspresikan gagasan, bukan “apa” yang dilukis
anak dan unsur visual yang menonjol adalah kualitas goresan/tarikan garis/sapuan tangan dan
permainan warna. Media ini memberi pengalaman sensasi, rabaan yang mengasyikkan dan
memberi kejutan yang inspiratif.
3. Melukis dengan sedotan
Hal utama ynag perlu diperhatikan adalah penggunaan sedotan limun yang cukup kuat besar
dan tidak sobek. Dan kegiatan ini sarat dengan nuansa bermain yang mengutamakan ekspresi
tiupan yang spontan dan tak terduga. Unsur visual yang paling menonjol adalah efek semburan
cat dan komposisi warna cat serta teknik tiup.
4. Mencetak
Prinsip dari mencetak adalah memindahkan gambar ke atas kertas atau bahan lain dengan
menggunakan acuan cetak yang terbuat dari berbagai jenis bahan misalnya mencetak dengan
anggota tubuh, bahan alam atau dengan bahan temuan. Yang lebih diutamakan kepekaan
estetik dari unsur visual yang ditonjolkan adalah keserasian keindahan penataan bentuk dan
warna serta keterampilan teknik cetak.

B. PROSES PENCIPTAAN SENI RUPA TRI MATRA


1. Merakit konstruksi
Pengertian merakit adalah menyusun dan menggabungkan bagian-bagian atau komponen
terpisah sehingga menghasilkan wujud tertentu dengan struktur bentuk yang utuh. Hal ini yang
perlu diperhatikan dalah kecermatan merakit, keseimbangan, dan keharmonisan bentuk.
Prosesnya dikerjakan dengan cara merekat mengikat dan menusuk. Aktifitas kreatif ini
mengutamakan kepekaan estetik dan keterampilan motorik. Dalam prosesnya yang lebih
diutamakan adalah “bagaimana” anak mengekspresikan/menuangkan penataan yang artistik
secara lustingtip, bukan sekedar “apa” yang dirakit. Unsur visual yang paling menonjol adalah
keindahan penataan bentuk dan warna serta keterampilan teknik merakit.
DIKTAT MATA KULIAH

METODE PENGEMBANGAN SENI

BAB I
WAWASAN SENI DAN PENDIDIKAN KESENIAN DI AUD

Sejumlah riset membuktikan bahwa perkembangan kecerdasan anak pada masa usia dini
mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Hal ini menunjukan pentingnya upaya
pengembangan seluruh potensi anak di usia dini. Karena pada usia tersebut anak mengalami
usia peka, yaitu masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psihis yang siap merespons
stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa peka meupakan masa untuk meletakan dasar
pertama dalam mengembangkan seluruh potensi anak termasuk pula minat dan bakat dalam
bidang seni.
Keberhasilan pembelajaran kesenian dapat terwujud apabila kegiatan belajar mengajar
dapat membangkitkan motivasi belajar dan makna bagi anak. Factor pembangkit motivasi
belajar yang efektif adalah keingintahuan dan keyakinan akan kemampuan diri. Setiap anak
memiliki rasa ingin tahu. Sebagai guru yang baik, anda perlu menyalurkan rasa ingin tahunya
melalui cara belajar aktif dan kreatif yang menyenangkan sesuai minat dan kemampuan anak.
Kebermaknaan kegiatan dan materi belajar lazimnya terkait dengan bakat, minat pengetahuan
yang dimiliki anak, kebermaknaan belajar pengetahuan, apresiasi dan keterampilan kesenian
tidak dapat terlepas dari usaha-usaha guru dalam menumbuhkan dan mengebangkan
sensitivitas persepsi dan indrawi serta berbagai pengalaman kreatif yang mencakup
emosional, intelektual, estetik dan perceptual melalui bahasa ungkap yang berbeda, seperti
bahasa rupa, bahasa bunyi dan gerak sesuai karakter perkembangan seni anak pada masa pra-
sekolah.

A. Konsep Seni
1. Pengertian Seni
Dalam bukunya Tinjauan seni Sudarso sp (1988), menjelaskan bahwa kata “seni” berasal dari
kata sani dalam bahasa Sansekerta yang berarti pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan atau
pencaharian dengan hormat dan jujur. Dari persi yang lain, seni disebut cilpa yang berarti
berwarna (kata sifat) atau pewarna (kata benda), kemudian berkembang menjadi cilpacastra
yang berarti segala macam kekriyaan (hasil keterampilan tangan) yang artistic.
Perkembangan selanjutnya muncul pengertian seni, yaitu seni sebagai karya seni, seni sebagai
kemahiran, dan seni sebagai kegiatan manusia.
a. Seni sebagai karya seni (work of art) Joganatha, bahwa seni atau keindahan adalah sesuatu
yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekadar rasa gembira karena
mempunyai unsure transedental atau spriritual. Seperti lukisan prasejarah yang ada di dinding
leang-leang yang memiliki religis-magis yang membangkitkan spirit dan sugesti terhadap
binatang buruan.
b. Seni sebagai kemahiran, Aristoteles bahwa seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam
hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh rasio/logika atau
gagasan tertentu. Pematung Bali, pemahat Jepara, Ki Manteb Sudarsono, Odris Sardi, Pojok Si
Cepot.
c. Seni sebagai kegiatan manusia. Leo Tolstoy bahwa seni merupakan kegiatan sadar manusia
dengan perantaraan tanda-tanda lahirian tertentu untuk menyampaikan perasaan-perasaan yang
telah dihayatinya kepada orang lain, sehingga meraka kejangkitan perasaan yang sama dan juga
mengalaminya. Misalnya ekspresi wajah dan gerakan yang lucu dari para Komedian OVJ bisa
mengundang tawa.
Dari berbagai pengertian dapat dipahami seni secara sempit adalah kegiatan manusia
dalam mengekspresikan pengalaman hidup dan artistiknya yang melibatkan kemampuan
intuisi, kepekaan indrawi dan rasa, kemampuan intelektual, kreativitas serta keterampilan
teknik untuk menciptakan karya yang memiliki fungsi personal atau social dan vocal yang
dominan
Peran seni dalam kehidupan manusia yang semula menyatu dengan nilai-nilai
kepercayaan dan agama kemudian berkembang menjadi kebutuhan pragmatis dan ekspresi
individual. Dalam kaitannya dengan fungsi individual dipahami sebagai ungkapan pikiran dan
pengalaman jiwa terdalam yang diekspresikan dan dikomunikasikan melalui medium tertentu
serta di dalamnya terkandung nilai estetis, etis dan kemanusiaan. Aktivitas seni dalam al ini
bersifat subjektif, individual, spiritual dan kreatif yang diungkapkan dalam wujud lukisan,
patung, tari, music, wayang, teater, drama, opera, puisi, prosa dll.
Dalam kontek fungsi individual seni, ada karakteristik yang membedakan antara seni
untuk anak-anak dan orang dewasa. Seni bagi anak-anak merupakan kegiatan bermain,
berekspresi dan kreatif yang menyenangkan. Tanpa disadari anak belajar melalui kegiatan seni.
Hal ini penting diperhatikan guru khususnya dalam melakukan penilaian kreasi seni, supaya
hasilnya tidak dinilai dengan standar kemampuan orang dewasa. Fungsi seni dalam
pendidikanpun berbeda dengan fungsi seni dalam kerja professional. Fungsi seni dalam
pendidikan sebagai media untuk memenuhi fungsi perkembangan anak, baik fisik maupun
mental, sedangkan dalam kerja professional difungsikan untuk meningkatkan kemampuan
dalam bidang keahlian secara professional.
Dalam kaitannya dengan fungsi social, seni dipahami sebagai aktivitas berkesenian
yang berakar kuat dalam kehidipan kolektif atau masyarakat. Seni selalu hadir dan menyertai
masyarakat seperti seni tari dan music menyertai upacara kelahiran, pernikahan, ruwatan,
khitanan dsb.

2. Sifat Dasar Seni


Gie (1976) membagi menjadi 5 ciri/sifat dasar seni :
1. Sifat kreatif dari seni. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta
realitas baru yang tadinya belum ada/muncul dalam gagasan seseorang.
2. Sifat individualitas dari seni. Karya seni yang diciptakan seseorang merupakan karya yang
berciri personalsubjektif dan individual.
3. Memiliki nilai ekspresi atau perasaan
4. Keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa
5. Universal atau semesta

3. Unsur Karya Seni


1. Struktur seni, merupakan perpaduan sejumlah unsure dan media yang membentuk suatu
kesatuan
2. Tema, ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni
3. Medium, sarana yang digunakan untuk mewujudkan gagasan menjadi karya seni melalui
pemanfaatan material (bahan dan alat) dan keterampilan teknik.
4. Style, gaya personal yang khas dari si seniman.

4. Ragam Seni/Klasifikasi Seni


Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat digolongkan menjadi 3 yaitu seni rupa, seni
pertunjukan dan seni sastra.
1. Seni rupa, suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan fungsi
ekspresi dan fungsi terapan (fungsi pakai dan fungsi hias) melalui berbagai mediun dan bentuk
dua dimensi atau tida dimensi yang dapat direspon secara indrawi oleh public seni. Seperti
karya seni murni (karya lukis, grafis) dan karya seni terapan (desain tektil, desain grafis dan
desain perhiasan)
2. Seni pertunjukan. Suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan oleh seorang seniman dan
dipentaskan dihadapan penonton di panggung yang didukung oleh wahana intrinsic (busana,
make up, property, instrument pengiring) dan wahana eksternal (berupa bakat dan
keterampilan). Seni pertunjukan mencakup seni tari, seni music, seni drama dan film.
3. Seni sastra. Suatu konsep atau bentuk seni yang merupakan ekspresi penghayatan dan
pengalaman batin si penutur dalam situasi dan waktu tertentu.

B. Konsep Pendidikan Seni


1. Seni dalam Pendidikan
Dalam kegiatan seni untuk anak ditemukan nilai-nilai edukasi (education trough art).
Herbert Read : art should be the basis of education
Dasar pemikiran seni dimasukan dalam kurikulum :
1. Sesuai dengan sifat dan hakekat seni itu sendiri
2. Seni dapat membentuk pribadi yang harmonis
3. berperan mengaktifkan fungsi otak kiri dan kanan agar seimbang sehingga berbagai
kecerdasan dapat berkembang.

2. Tujuan Pembelajaran Seni


a. Mengembangkan sensitivitas persepsi indrawi melalui pengalaman kreatif, berkesenian
sesuai karakter dan tahap perkembangan kemampuan seni anak di tiap jenjang pendidikan
b. Menstimulis pertumbuhan ide-ide imajinatif dan kemampuan menemukan berbagai gagasan
kreatif dalam memecahkan masalah artisti atau estetik melalui proses ekplorasi ,kreasi,
prosentasi dan apresiasi sesuai minat dan potensi anak didk di tiap jenjang pendidikan.
c. Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan berkesenian dengan di siplin ilmu lain yang
serumpun atau tak serumpun melalui berbagai pendekatan keterpaduan yang sesuai dengan
karakter keilmuannya .
d. Mengembangkan kemampuan aprisiasi seni dalam konteks sejarah dan budaya untuk
menumbuhkan pemahaman ,kesadaran dan kemampuan menghargai keanekaragaman
budaya lokal ,juga global sebagai sarana pembentukan sikap saling toleran dan demokratis
dalam masyarakat yang pluralistik < majemuk >.

3. Fungsi Pembelajaran Seni


a. Media ekspresi
b. Media bermain
c. Media komunikasi
d. Media pengembangan bakat
4. Aspek Pendidikan Seni
Jika diamati kita sering melihat kenyataan bahwa praktek pembelajaran seni di AUD hanya
sebatas melatih keterampilan motorik saja. Dengan model pembelajaran seni semacam ini
maka tujuan pendidikan seni belum sepenuhnya dapat tercapai. Bertolak dari sini lalu
seyogyanya bagaimana pembelajaran seni di AUD. Victor Lowenfeld (1982) mengutarakan
pentingnya fungsi dan peran pendidikan seni sebagai sarana ekspresi diri dan pengembangan
kreativitas yang terwujud dalam proses dan hasil pembelajaran seni. Lebih lanjut Elot Eisner
menambahkan bahwa menanamkan kepercayaan diri dan mengembangkan kreativitas tidak
dapat tercapai secara optimal tanpa keterampilan-keterampilan menguasai alat dan media
ungkap. Eisner menekankan pentingnya bekal keterampilan yang memadai yang akan
mempengaruhi hasil pembelajaran seni. Misalnya seseorang harus mampu menguasai alat
music dengan baik sebelum mampu menengarkan sebuah lagu. Tanpa bekal keterampilan yang
memadai pendidikan seni terkesan sekadar main-main dan tidak menuntut keseriusan.
Anda sebagai calon guru penting memperhatikan jenis-jenis dan model pembelajaran seni
yang tidak menghambat kreativitas dan ekspresi anak didik. Tugas anada adalah membimbing
anak didik sebagai pembelajar dengan gaya belajarnya sendiri. Proses belajar adalah proses
yang kompleks karena itu tidak ada satu jenis dan model pembelajaran seni yang baik dan tepat.
Anda dapat mengkombinasikannya untuk menumbuhkan minat terhadap pembelajaran seni
dan bakat seni serta mengoptimalkan selutuh potensi dalam diri anak didik.
Dalam konteks pembelajaran seni pendekatan teori Behavior berppandangan bahwa
perilaku anak didik dapat diubah melalui pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan :
belajar mencipta seni (pembelajaran berkarya); belajar memersepsi, melihat dan menghayati
seni, belajar memahami seni (pembelajaran apresiasi).
Tujuan pembelajaran berkarya seni adalah melatih dua kompetensi yaitu keterampilan dan
kreativitaas. Kompetensi Keterampilan termasuk ranah psikomotorik, di AUD difokuskan
untuk melatih kemampuan sensorikdan motorik. Sedangkan kreativitas meliputi ranah kognitif,
afektif dan psikomotor yang terlihat dari produk atau hasil karya dan proses dalam bersibuk
diri secara kreatif. (Semiawan, Munandar (1990:10).
Adapun pembelajaran apresiasi disampaikan tidak sebatas pengetahuan saja, namun
melibatkan pengalaman mengamati, mengalami, menghayati, menikmati dan menghargai
secara langsung aktivitas berolah seni. Pembelajara apresiasi dapat dimulai dari yang terdekat
misalnya karya teman-temannya di kelas.
Donald Jack Devis merangkum beberapa perilaku yang relevan dengan pendidikan seni
diantaranya :
perceptual : melihat, mengamati, mengenali lingkungan;
dang) melihat, mengamati dan mengenali karya seni;
mengembangkan kepekaan
angan
pemahaman : memahami bahasa/ungkapan seni; memahami si Seniman dan dunia seninya
Responsif : belajar mengalami; belajar menghayati;
analitik : mengklasifikasi; mendeskripsi; menjelaskan; dan
mengintepretasikan; mencari solusi
mengevaluasi : mengkritisi; memprediksi
ksekusi : mengembangkan kreativitas, mensistesis (percobaan); belajar
menggunakan alat dan media ungkap; membuat dan menyajikan karya seni
menilai : mencakup berbagai perilaku menilai.

C. Konsep Pendidikan Seni di AUD


1. Konsep Pendidikan di AUD
Untuk memahami konsep pendidikan seni AUD sebaiknya megingat kembali tujuan
pendidikan AUD yaitu : mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, social, emosional, moral
dan nilai agama, kognitif dan seni. Kemampuan ini tercakup dalam 3 kemampuan umum
yaitu rumpun : moral dan niali agama; social emosional; dan kemampuan dasar yang meliputi
kemampuan bahasa, kognitif dan pra-akademik.

2. Fokus Pendidikan Seni di AUD


- Belajar melalui bermain
- Belajar melalui observasi
- Belajar melalui eksplorasi
- Belajar melalui imitasi
- Belajar melalui seni
- Belajar melalui gerak anak untuk mengenal jarak, waktu, arah serta tubuhnya.

3. Fungsi Pendidikan Seni


- Fungasi ekspresi
- Fungsi komunikasi
- Fungsi pengembangan bakat
- Fungsi kreatifitas

BAB 2
PENGETAHUAN DASAR DAN KETERAMPILAN MUSIK

A. Pengertian Musik
Musik adalah salah satu cabang seni. Music dapat terwujud dengan adanya bunyi, dengan kata
lain media musik atau bahan untuk terwujudnya musik adalah bunyi dan diam. Ketika angin
bertiup menggerakkan batang pohon bambu terdengarlah bunyi batang serta daun yang saling
bersentuhan. Persentuhan dan pergesekan itu menimbulkan bunyi, namun disela pula dengan
tanpa bunyi atau diam. Pada saat lain terdengar burung-burung berkicau membuat suara yang
indah seolah burung-burung sedang bernyanyi. Apakah musik terjadi hanya dari bunyi dan
diam saja ?menurut Remer (dalam buku : Elliot,1995) musik dibangun oleh unsur-unsur ritme,
melodi, harmoni, tekstur, bentuk yang dibungkus oleh kualitas musik yaitu unsur warna bunyi
atau warna nada dan kekuatan (volume atau intensitas) atau dinamika bunyi.
Sulit membuat definisi yang tepat dan lengkap tentang pengertian music karena music dapat
ditinjau dari berbagai sudut pandang. Seorang ahli psikologi music yang bernama Karl
Seashore berpendapat bahwa music adalah pesona jiwa merupakan alat yang dapat membuat
kita gembira, sedih, bersemangat patriotic, sesal, dan penuh pengharapan. Bahkan dapat
membawa kita seolah-olah mengangkat pikiran serta ingatan kita melambung tinggi, sehingga
emosi kita melampaui diri kita sendiri, seolah-olah gelombang-gelombang di laut lepas
(Seashore, 1987).
Bunyi-bunyi dalam music mengandung tiga hal atau tiga factor yaitu waktu, ruang dan tenaga.

B. Jenis Musik
1. Sumber bunyi
a. Music vocal
Music vocal berasal dari kata voce (Italia) atau voice (Inggris) yang berarti suara dihasilkan
oleh organ tubuh makhluk hidup yakni manusia dan binatang. Kita tidak mengatakan bunyi
burung tetapi suara burung. Music vocal adalah music yang menggunakan suara manusia
sebagai media/alat ekspresi yang pada umumnya dalam bentuk nyanyian. Music dengan media
suara manusia ini dapat dinyanyikan perorangan maupun oleh lebih dari satu orang.
Kita dapat menyaksikan di televise atau gedung pertunjukan drama music yang disebut opera.
Opera ialah pertunjukan yang hampir seluruhnya dalam bentuk nyanyi. Bentuk opera yang
lebih kecil dan ringkas disebut operttelopereta, kalo di Indonesia disebut langendrian. Dari
jumlah penyanyi dapat digolongkan sebagai berikut : Bernyanyi tunggal (solo), duet, trio,
kuartet, kuintet, sektet, octet atau kuartet ganda. Paduan suara dinyanyikan oleh lebih dari 14
orang dan biasanya oleh banyak suara. Kelompok vocal atau vocal grup berarti sekelompok
orang yang bergabung menyanyikan nyanyian bersama-sama dan berupa nyanyian satu suara
atau beberapa suara.
b. Music instrumental
Music instrumental adalah music yang sumber suaranya bukan berasal dari makhluk hidup,
tetapi berasla dari alat music yang menghasilkan “bunyi”, contoh rampak gendang dari Jawa
Barat dan Sonata Piano karya komponis Mozart dari Austria. Sedangkan Ansambel music
adalah pagelaran yang terdiri dari sejumlah orang memainkan seperangkat alat music yang
menghasilkan berbagai macam bunyi.

2. Proses penciptaan
a. Music seni
Adalah music yang diciptakan untuk keindahan music itu sendiri, contohnya uyon-uyon (jawa
tengah) yang diantaranya memainkan lagu-lagu atau gending-gending. Langen Gito dan Sri
Narendro. Juga karya besar komponis berupa simfoni (symphony) karya W.A. Mozart,
komponis Trisuci Kamal, dan Manusia Nainggolan dari Indonesia.
b. Music programatis
Memiliki rancangan yang programatis, contohnya music untuk tari balet, drama nyanyi dan
drama music. Biasanya music programatis beranjak dari cerita atau ide tertentu tentang laut,
dunia binatang dan ide lainnya. Music programatis amat menarik bagi anak maupun orang
dewasa karena mudah diingat serta memiliki alur cerita dan terkadang fantastic.

3. Menurut lahirnya berdasarkan tatanan masyarakat :


a. Music klasik (classical), adalah music yang muncul pada zaman klasik di Eropa. Toohnya
antara lain Wolfgang Amadeus Mozart, Josep Hayden dan Beetoven yang mempunyai cirri
tertentu. Music klasik juga diartian sebagai music yang serius dan memiliki nilai keindahan
tinggi; Biasanya dimainkan pada tempat khusus (istana/keratin).
b. Music tradisional, biasanya dimiliki atau tumbuh pada masyarakat tertentu dan sampai turun-
temurun seperti pada masyarakat betawi adalah Sirih Kuning.

4. Menurut fungsinya:
a. Music sacral atau music religi
b. Music sekuler (duniawi)

5. Menurut kegunaannya:
a. Hiburan
b. Upacara kenaikan bendera, kelahiran kematian, pernikahan, panen dll
c. Tontonan (performance)
d. Penyambutan
e. Pengaruh music terhadap makhluk hidup (padi tumbuh diiringi music lebih cepat)
f. Merangsang semangat kerja
g. Dalam dunia pendidikan

6. Nilai pendidikan music:


a. meningkatkan kemampuan gerak (merangsang gerak, derak menghasilkan bunyi)
b. meningkatkan kemampuan mengingat dan menghasilkan bunyi
c. meningkatkan berbagai kecerdasar
d. meningkatkan kreativitas
e. meningkatkan kecerdaasan emosional
f. meningkatkan kemampuan hubungan dengan orang lain.
g. meningkatkan kemampuan spiritual
h. meningkatkan kecerdasan alam (naturalistic), Howard Garner.

C. Musik Bunyi dan Eleemen-elemennya


Banyak devinisi music yang dikemukan para ahli salah satunya Joseph Muchlis (1963)
menyebut sebagai bahasa emosi. Menurutnya music merupakan media komunikasi. Music
seperti hanya bahasa memiliki tata bahasa , ilmu kalimat dan retorik. Namun demikian music
berbeda dengan bahasa. Elemen “kata” dalam bahasa adalah materi yang konkret yang
memiliki makna yang tetap, sedangkan “bunyi” atau “nada” pada music bersifat abstrak dan
hanya bermakna ketika ia berada diantara nada-nada yang lainnya yang tereusun indah dan
harmonis. Untuk memahami lebih lanjut tentang music mari kita lihat apa saja fungsi yang
dimilikinya. Pada sebuah film music berfungsi sebagai latar atau ilustrasi dari sebuah adegan,
music dapat memberikan nuansa atmosfir yang diinginkan sutradara untuk mendukung
visualisasi/penggambaran suatu adegan. Misalnya untuk memperkuat adegan yang
menegangkan diperdengarkan music melode yang misterius. Upacara keagamaan biasanya
diiringi dengan lagu-lagu pujian kepada sang pencipta.
Pernahkan anda mendengar seorang dokter gigi di US selalu memperdengarkan music
pavorit pasiennya untuk menghilangkan rasa sakit saat giginya dicabut atau beberapa penulis
buku modern menyatakan bahwa music yang selalu diperdengarkan kepada bayi dalam
kandungan ibunya akan merangsang pertumbuhan otak dan fungsi otak termasuk kecerdasan
sang bayi. Bila demikian bukan hal yang tidak mungkin jika music dimanfaatkan dalam proses
pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat kober sampai tingkat tinggi.
Unsur-unsur bunyi : pitch (ketinggian nada), durasi (panjang nada), intensitas
(kuat/keras, lemah/lembutnya nada yang terdengar), timbre (warna nada atau kualitas nada).

D. Ritmik dan Elemen-elemennya


Ritmik atau ritme adalah suatu elemen music yang berkaitan erat dengan gerak dan
waktu, gerak tubuh kita dan gerak alam . seperti bulan yang awalnya pipih berubah purnama
dan kemali pipih, siklus manusia mulai dari lahir dewasa dan mati. Elemen ritmik :
1. Beat
2. Metter/birama

E. Unsur Melodi dan Elemen-elemennya


Melodi merupakan serangkaian nada-nada yang bervariasi pitch dan durasinya yang
membentuk suatu ide musical yang terdengar menyenangkan. Nada-nada tersebut disusun
dengan suatu pola yakni ada permulaan dan ada pengakhiran yang mengandung suatu rasa dari
arah, bentuk, dan kesinambungan. Serangkaian kata tidak akan membentuk sebuah kalimat jika
tidak disusun sedemikian rupa, demikian juga yang terjadi pada melodi. Melodi memiliki
property antara lain : gerak maju (ketika menyanyikan sebuah lagu maka akan dimulai dari
nada pertama dan berhenti pada nada terakhir), wilayah nada, ukuran, tempo dan ritmik, kontur
(naik turun).

F. Unsur Harmoni dan Elemen-elemennya


Harmoni adalah elemen music yang diwujudkan dari 2 atau 3 suara yang dibunyikan
secara bersama-sama dengan cara yang beragam dari kombinasi keterhubungan nada-nada
pada sebuah lagu.
1. Tangga nada
Tangga nada adalah serangkaian nada-nada yang memiliki interval tertentu sehingga terdengan
do re mifa sol la si do atau sebaliknya.
2. Interval
Interval adalah istilah untuk menyatakan jarak antara dua nada misalnya interval not c ke not
g atau nada do ke nada sol
Jenis interval Solmisasi Nama interval
c-c do – do Prim
c–d do – re Sekon
c–e do – mi Tert
c–f do – fa Kuart
c–g do – sol Kuin
c–a do – la Sekt
c–b do – si Septim
c – c’ do – do’ Oktaf

3. Akor
Akor adalah gabungan dari 2 nada atau lebih yang mempunyai karakter tertentu dan yang bila
nada-nada tersebut dibunyikan akan menghasilkan bunyi yang harmonis

4. Unsur ekspresi dan elemennya


Yang termasuk dalam unsur ini adalah tempo, dinamik dan warna suara.

G. Bernyanyi pada AUD


Bernyanyi adalah istilah lain dari music vocal. Seorang composer memerlukan suatu
media untuk menuangkan gagasan musikalnya. Pertama ia akan menuangkannya dalam notasi
dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk bunyi. Pilihan untuk mewujudkan bunyi musical
sangat beragam medianya dapat berupa suara manusia/music vocal atau instrument music
dengan segala jenisnya. Suara manusia merupakan medium music yang mendasari medium
music lainnya. Vocal berasal dari tubuh penyanyinya sendiri dan bernyanyi merupakan
gabungan dari kata-kata dan music. Jadi dapat dikatakan bahwa music vocal memiliki ekspresi
natural, komunikasi langsung, dan merupakan kehalusan dari gambaran perasaan/emosi dan
music serta kualitas kemanusiaan secra umum.
Bernyanyi sebagai bagian dari music merupakan salah satu komponen yang dianggap
mampu mnegmbangkan otak kanan manusia. Otak kanan bertugas mengkoordinaskan tugas
yang bersifat emosional; artistic, intuitif, maupun berpikir secara holistic sehingga anak berani
mengemukakan tanggapannya.
Sebagai guru AUD harus mengarahkan anak didiknya bukan sebagai penyanyi, tetapi lebih
pada bagaimana membuat anak-anak menjadi antusias dalam bernyanyi, karena dalam
bernyanyi anak-anak akan dapat mengekspresikan apa yang dirasakannya, dipikirkan,
diimpikan secara pribadi dan melalui bernyanyilah mereka akan bersentuhan dengan sesuatu
yang indah. Dengan demikian ada 2 hal yang perlu menjadi perhatian guru, yakni bagaimana
memperkenalkan bernyanyi pada anak-anak, ada apa serta kapan mereka bernyanyi. Guru perlu
mengetahui bagaimana karakteristik suara mereka , dan bagaimana dapat membenatu anak
mengembangkan kegiatan bernyanyi mereka menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.
Karenanya anada perlu mengetahui dalam siatuasi apa anak suka bernyanyi dan jenis lagu apa
yang mudah dinyanyikan oleh anak-anak. Untu itu guru perlu memiliki kumpulan lagu yang
banyak dengan tema yang beragam pula.
Perlu diingat bahwa anak memiliki kepekaan pitch. Untuk membantu anak agar dapat
membedakan pitch nada dapat dilakukan hal berikut :
1. Membedakan pitch yang beragam. Anak diminta memukul dua media yang bila dipukul akan
menghasilkan perbedaan ketinggian suara yang mencolok misalnya benda yang terbuat dari
logam dan bambu.
2. Menirukan model, anak diminta menirukan suara anda lalu serukan panggilan nama temannya
misalnya “Imay kemari”.
3. Bernyanyi bersahutan. Misalnya Iis menyanyikan melodi pertama, Rina melodi kedua, Susi
melodi ketiga begitu selanjutnya.
4. Memanfaatkan alat musik. Misalnya anak diminta mendengarkan anda memainkan melodi
lagu secara utuh dengan alat musik yang anda kuasai, ulagi dan anak diminta menyanyikan
syairnya.
5. Wilayah suara AUD antara not e hingga d, atau fa (4) sampai sol (5) nada di sekitar f atau g.

Lagu anak-anak tentunya berbeda dengan lagu orang dewasa, mereka memiliki karakteristik
sebagai berikut :
1. Memiliki keutuhan dan kelengkapan sehingga membuat lagu tersebut terasa enak dinyanyikan
2. Memiliki pola-pola melodi yang sederhana
3. Wilayah melodinya udah dinyanyikan anak
4. Memiliki pola ritmik yang menarik namun tidak sulit untuk dinyanyikan
5. Biasanya judul lagu sederhana, menarik seperti “balonku”
Lagu yang diberikan kepada anak sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Melodi nyanyian mudah diingat dan cukup menarik untuk dinyanyikan tanpa teks lagu
2. Ritmi lagu mampu membangkitkan suau respon ritmis anak
3. Teks lagu sesuai dengan pola ritmik dan garis musiknya, dan dunia anak
4. Teks lagu mungkin bisa saja hambar, pengulagan, halus, atau kepahlawanan, tetapi bukan
merupakan nasiat atau ditulis untuk tujuan mendidik.
5. Melodinya dapat dinyanyikan oleh anak-anak dalam wilayah suara mereka.

H. Kelas Bernyanyi di AUD


Kegiatan bernyanyi anak di PAUD tidaklah sama waktunya. Hal ini disebabkan karena
pada pendidikan ini tidak ada pelajaran khusus tentang musik dan biasanya kegiatan bernyanyi
bersama selalu dikaitkan dengan atau digunakan untuk mendukung tema pembelajaran yang
telah ditentukan sebelumnya.
Hal yang perlu diperhatikan guru dalam bernyanyi bagi anak adalah waktu dan durasi,
posisi dan format bernyanyi, ekspresi

I. Bernyanyi bagi Anda, Guru AUD


Bernyanyi adalah aktivitas yang pengekspresiannya sangat pribadi karena
menggunakan alat musik yang ada pada tubuh mansia dan bersifat langsung. Bernyanyi adalah
ekspresi natural yang artistik karena musik adalah bahasa emosi yang mampu memberikan
kesenangan dan kepuasan, untuk dapat bernyanyi dengan benar anda perlu melalui suau proses
musikalitas, intelektual, emosi, fisik dan psikis.
Bernyanyi yang benar tidaklah sesederhana yang diperkirakan. Dalam bernyanyi ada
teknik-teknik yang harus dikuasai yaitu pembentukan dan olah suara, pernapasan, pengucapan,
penguatan resonansi, vokalitas dan pengjiwaan. Pemaparan materi tersebut tidak dimaksudkan
untuk menjadikan anak sebagai seorang penyanyi profesional atau mengajarkannya kepada
anak didik anda, tetapi lebih dimaksudkan sebagai memperluas pengetahuan dan keterampilan
yang dapat dimanfaatkan ketika anda berhadapan dengan anak didik anda.
- Sikap bernyanyi :
Ada dua siap tubuh yang dapat dipilih saat bernyanyi yakni sikap berdiri dan sikap duduk.
Sikap berdiri paling dianjurkan. Anda berdiri dengan kepala tegak lurus, punggung egak namun
tidak kaku, rileks, kadua tangan tergantung lemas pada bahu datar tidak terangkat, renggangkan
kaki kira-kira 10 cm dengan salah satu kaki agak maju ke depan, usahakan lutut tidak terkunci
kaku. Berat badan tertumpu pada tumit.
Sementara sikap bernyanyi duduk memerlukan bangku/kursi yang tidak terlalu tinggi atau
terlalu rendah agar kedua kaki dapat menekuk 900. Duduklah tegak dan tidak bersandar serta
agak maju ke depan, letakan kedua kaki merapat, janga disilangkan atau bertumpang.
- Pembentuksn dan olah suara
1. Pita suara
2. Resonan (penguat dan pembesar getaran suara)
3. Alat bicara ( lidah, bibir, langit-langit keras dan lembut serta gigi)
4. Pernapasan
5. penjiwaan

J. Instrumen Musik dan Imitasinya


Dalam merencanakan dan memilih instrumen untuk AUD ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan antara lain :
1. Pilihlah alat musik yang memiliki masa pakai cukup lama
2. Kualita bunyi instrumen
Bila tidak memungkinkan anda bisa memanfaatkan imitasinya seperti :
1. Kastanyet atau batok kelapa untuk dijadikan kastanyet
2. Daun kelapa yang digulung ujungnya sebagai terompet
3. Air laut yang disempan pada bejana lalu dipukul menghasilkan suara
4. Kotak sepatu yang dipasangi tali karet menghasilkan suara mirip celo
5. Botol plastik menghasilkan suara mirip marakas
6. Tabung plastik bila dipukul bawahnya menghasilkan suara mirip bongo
7. Beberapa gelas yang diisi air berbeda menghasilkan tangga nada dll.

K. Instrumen Berbilah
- Pianika
Pianika adalah alat musik melodis yang bunyinya dihasilkan dari mekanisme dorongan udara
yang ditiupkan ke dalam instrumen tersebut dengan menekankan bilah-bilah sebagai sumber
bunyi selanjutnya menghasilkan bunyi mirip orgen
- Orgen
- Dan piano

L. Instrumen Tiup
- Suling
- Rekorder
Rekorder ditiup dengan posisi vertikal. Macam-macam rekorder; sopranino,soprano, alto,
tenor, dan bass. Untuk membedakannya dilihat dari ukuran besar dan kecil.

M. Instrumen Petik
- gitar
BAB 3
KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK MUSIK AUD

A. Kemampuan Dasar Musik AUD


Pada pendidikan seni musik kemampuan dasar musik harus memperhatikan aspek:
intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreativitas. Berikut ini adalah
kemampuan dasar musik AUD :
1. Kemampuan dasar intelektual adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan
berpikir dan pemahaman atau kognisi dalam kegiatan musik. Contohnya :
- Menghitung bilangan tetap pada ritme
- Menyanyikan atau memainkan musik sesuai simbol bunyi
- Mengubah sair lagu yang dikenal
- Membedakan birama 2, 4 dan 3 dari pendengaran atau simbol (0o 0o, 0ooo, 0ooo, 0oo, 0oo)
2. Kemampuan dasar emosional adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengendalian emosi,
antara lain mengenai ketekunan, kesabaran dan rasa aman dalam kegiatan musik, seperti :
- Sabar dan tekun dalam bernyanyi
- Melakukan kegiatan musik dengan rasa gembira
- Mendengarkan musik dengan tekun, cermat dan sabar
- Berani bernyanyi atau bermain musik sendiri tanpa rasa cemas

3. Kemampuan dasar sosial adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam
berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya dalam kegiatan musik. Contohnya :
- bernyanyi bersama teman
- mengubah sair lagu yang dikenal dengan hal yang dialami dalam dunia sekitarnya
- mengendlikan kekuatan suaranya untuk menjaga keserasian suaranya.
4. Kemampuan dasar perseptual adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan
menanggapi hasil pengamatan dalam kegiatan musik.
- Mengelompokan jenis alat musik yang dilihat
- Membedakan warna bunyi dan suara orang yang dikenal
- Membedakan jenis birama
- Menunjukan perbedaan atau perubahan ritme yang didengarnya
- Membedakan dinamik
- Membedakan tempo
- Membedakan bentuk sederhana misalnya bentuk stanza (bait) dan refrain (pengulangan)
- Menceritakan tentang bunyi yang diperdengarkan,misalnya kesan bunyi, respon yang timbul
5. Kemampuan dasar fisikal adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan tubuh,
terutama dalam pengendalian gerak.
- Melakukan gerak lokomotor, melangkah di tempat, melompat di tempat, gerak oksial seperti
menggaruk, berayun, bergoyang, melipat, menjangkau, dan memukul
- Bergerak sesuai keinginan anak
- Mengungkapkan perasaan dengan jelas dengan kegiatan ritmis
- Dramatisasi sesuai isin yanyian /musik
- Bernyanyi dengan mengatur pernapasan serta menghasilkan suara.
6. Kemampuan dasar estetik adalah kemampuan yang berkaitan dengan rasa keindahan dalam
kegiatan musik.
- Membedakan musik yang rapi, nyaman didengar dan tidak nyaman didengar
- Membedakan musik yang menggembirakan hari
- Bernyanyi atau bermain musik dengan memperhatikan kualitas bunyi
7. Kemampuan dasar kreativitas adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan
mencipta dalam kegiatan musik.
- Melalui eksplorasi anak menciptakan bunyi atau warna suara seperti mengeram atau
membunyikan kaleng
- Menciptakan benda tertentu untuk menghasilkan bunyi tiruan
- Melalui mencoba-coba menciptakan ritme baru
- Membuat improvisasi ritmis
- Mengubah nama teman sehingga mengubah ritmis
- Mengubah gambar menjadi bunyi
- Menyanyi sambil menari
Semua kegiatan diharapkan memperhatikan aspek mental dan fisikal agar tujuan
pendidikan dapat dicapai secara seimbang sesuai dengan tingkat perkembangan dan hakikat
anak. Oleh sebab itu pendidik diharapkan mampu memahami perkembangan anak dan pendidik
mampu menentukan bahan dan kegiatan yang tepat bagi anak.

B. Karakteristik Musik AUD


Ada tiga aspek penunjang utama dalam pengembangan anak menyeluruh yaitu aspek
pengembangan fisik, pengembangan sosial dan intelektual. Ketiga aspek ini menjadi amat
penting dari aspek lainya karena :
1. Ketika anak baru lahir tidak mungkin hidup dan tumbuh tanpa diberi makan dan minum oleh
orang lain. Anak perlu fisik yang kuat untuk melakukan berbagai aktivitas
2. Pada anak usia dini anak memerlukan bimbingan dalam proses perkembangan mental yaitu
dalam perkembangan intelektual/ berpikir
3. Anak tidak dapat hidup tanpa bantuan fisik dan perlu komunikasi sosial dalam perkembangan
mental maupun dalam hubungan dengan kehidupannya.

1. Pengembangan fisik: pada dasarnya anak suka bergerak. Melalui kegiatan musik, dengan
musik dan dalam musik terjadi gerak. Kemampuan menunjang perkembangan musik
keterampilan menggunakan otot besar dan otot halus.
2. Pengembangan aspek sosial: pada dasarnya anak adalah makhluk sosial yang
memerlukan hubungan dengan orang lain. Perkembangan sosial dapat dilakukan dalam
kegiatan musik dengan kegiatan bersama dan memberikan kesempatan kepada anak mengenal
keragaman budaya.
3. Pengembangan aspek intelektual: biasanya pada satu objek dan kegiatan tingkat anak
menyukai tantangan, suka pada cerita yang menarik imajinatif, dramatis dan fantastis mulai
dapat dilatih berpikir asosiasi dan logis.
Anak mulai mengenal bilangan, hitungan, bentuk geometri serta membaca simbol,
melalui kegiatan musik berupa ritme, bentuk dan syair lagu. Dalam kegiatan musik anak
mengembangkan kemampuan intelektualnya.
Karakteristik atau ciri khusus musik anak pada pembahasan ini ditinjau dari suara anak
dan permainan musik dan yang berkaitan erat dengan kegiatan musik.
Karakter suara anak dalam kegiatan bernyanyi ditinjau dari warna suara anak, batas
jangkauan nada yang dapat dicapai oleh AUD, interval yang dapat dijangkau ; koordinasi
dalam bernyanyi, bernafas berada pada taraf penyesuaian (asimilasi) dan melakukan gerak
anggota tubuh yang lain.

Karakter musik yang sesuai untuk dimainkan maupun dinyanyikan oleh anak memiliki
batasan: mudah diingat, menarik minat anak, nyaman dimainkan dan dinyanyikan (bukan
menyebabkan hambatan dan kesulitan yang mengganggu anak) ditinjau dari segi ritme,
interval, birama, perulangan , gerak, jumlah nada dan unsur yang mengandung sifat permainan
(game) dan komunikatif.
BAB 4
PENERAPAN KONSEP DASAR MUSIK PADA AUD

A. Konsep Dasar Musik


Konsep dasar dan elemen musik yang perlu dimiliki AD adalah :
1. Elemen Ritme meliputi :
- Beat atau hitungan tetap
- Pecahan dari beat
- Durasi bunyi
- Diam atau tidak berbunyi
- Tempo/kecepatan
- Metter yaitu penegelompokan beat seperti birama 2, 4, dan 3
- Aksentuasi kuat dan lemah
- Pengkalimatan musik/prase
2. Elemen melodi meliputi :
- Pitch atau nada
- Arah bunyi
- Pola dalam satu lagu
3. Elemen volume meliputi :
- Bunyi yang terdengar keras /kuat dan lembut /lemah
- Perubahan volume bunyi dari bunyi yang keras lalu berangsur-angsur menjadi lembut atau
sebaliknya
- Aksen yang tiba – tiba kuat
4. Elemen timbre atau warna nada meliputi:
- Warna bunyi (kaitanya dengan anak mengenali suara temannya)
- Warna nada instrumen musik atau semua bunyi yang bukan berasal dari instrumen musik yang
ada di sekitarnya
- Suara tunggal atau suara bersama ,satu atau lebih alat musik
5. Elemen desain meliputi:
- Rancangan yang mencakup perulangan
- kontras
6. Elemen tekstur meliputi :
- Satu nyanyian tunggal atau bunyi tunggal
- Lebih dari satu suara dalam musik vokal atau instrumental
7. Elemen karakter meliputi “
- Beat atau ringan
- Berkesan lesu atau segar
- Seperti orang berjalan, atau menari dan sebagainya

B. Penerapan Konsep Dasar Musik Dalam Kegiatan Musik


Ada 5 (lima) prinsip dasar yang perlu anda perhatikan dalam pendidikan musik AUD :
1. Mengajarkan anak nyanyi sesuai dengan melodi
2. Melatih keberanian anak untuk bereksperimen sesuai dengan tempo, dinamik, kualitas bunyi,
warna bunyi (nada)
3. Melatih keberanian anak untuk mengekspresikan diri melalui bernyanyi, bergerak dan bermain
instrumen musik sederhan
4. Melatih keberanian kesempatan kepada anak untuk mendengarkan musik
5. Memperkenalkan kepada anak beragam gaya musik, terutama musik dari lingkungan dan
budaya lain
Konsep dasar musik diterapkan pada beberapa kegiatan yaitu mendengarkan, bernyanyi
dan gerak :
1. Konsep dasar musik dalam kegiatan mendengarkan :
a. Mendengarkan yang menjadi kebiasaan serta mendorong anak mau memberikan tanggapan
dari bunyi yang didengarnya
b. Meresponnya melalu gerak
c. Menghasilkan berbagai suara dari bernyanyi
d. Bereksperimen denngan berbagai macam bunti
e. Menirukan dan mengenali beragam bunyi yang didengarnya serta mengenal pola-pola bunyi
2. Konsep dasar musik dalam kegiatan bernyanyi :
a. Nyanyian yang pendek
b. Memiliki bagian yang diulang-ulang
c. Terdiri dari beberapa bait, tapi sairnya dapat diubah-ubah
d. Memberikan peluang untuk melakukan gerak tertentu pada saat tertentu
e. Jangkauan nada yang aman oleh anak adalah nada d
f. Nyanyian terdiri dari 2 atau 3 nada untuk belajar pada awal program, kemudian ditambahkan
berangsur-angsur
g. Interval berjalan dekan seperti dari e ke g
h. Isi dan sair lagu sesuai dengan minat, hakikat dan perkembangan mental dan fisik anak
3. Konsep dasar musik dalam kegiatan gerak :
a. Meletakan tangan di kepala untuk menunjukan frekuensi nada tinggi, tangan di bahu unutk
nada sedang dan tangan di dada untuk nada rendah
b. Anak mengungkapkan rasa gembira melalui gerak ritmis
c. Gerak lokomotor (bejalan, berlari), gerak oksial (menggaruk, berayun)
d. Melakukan gerak misal berjalan sesuai irama musik
e. Melakukan gerak makin lama makin cepat
f. Melakukan gerak sambil bernyanyi sesuai imajinasi anak
g. Anak mengulangi pola ritme yang diperdengarkan dengan bertepuk tangan
4. Konsep dasar musik dalam kegiatan permainan musik :
a. Gerak tubuh yang memperlihatkan hitungan tetap
b. Instrumen musik yang dimainkan
c. Alat musik pukul sesuai untuk anak

5. Konsep dasar musik dalam kegiatan kreativitas :


a. Mulai memproduksi pola ritme dengan menggunakan tubuh, suara atau instrumen musik
b. Menggunakan gerak ritmik untuk memperlihatkan kegiatan atau suasana yang mengacu pada
musik atau kata-kata
c. Membuat improvisasi dengan menggunakan materi musik yang sudah dikenal anak
d. Menjawab kalimat musik dengan bentuk pola ritme

C. Merancang Pagelaran Musik di AUD


Kegiatan musik bersifat terbuka dan tertutup. Kegiatan terbuka antara lain yaitu
mempergelarkan musik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Kegiatan dalam skala
kecil biasanya diadakan di dalam kelas, di sekolah dan dihadiri teman. Kegiatan pergelaran
sebagai tontonan dihadapan banyak orang diadakan di lingkungan sekolah atau di luar sekolah.
Rancangan pergelaran amat penting untuk kemudahan semua pihak. Berikut hal-hal yang perlu
diperhatikan :
1. Tujuan
2. Tema
3. Rancangan urutan pertunjukan
4. Penentuan penari dan pemeran
5. Pemimpin musik, pemain musik dan pengiring musik
6. Narator
7. Pembisik
8. Pembawa acara
9. Tata suara
10. Tata rias
11. Tata busana
12. Tata cahaya
13. Perlengkapan
Anda menentukan corak dan besarnya pergelaran sesuai dengan tujuan pergelaran dan
disesuaikan dengan kondisi serta situasi sekolah dengan sumber daya yang tersedia. Lebih baik
pergelaran Anda kecil tapi rapi dan apik daripada besar tetapi kacau. Untuk mencapainya perlu
diperhatikan hal-hal berikut.
 Latihan harus dilakukan sesuai hakikat dan perkembangan anak. Suasana latihan perlu dijaga
agar nyaman bagi anak.
 Guru dapat bermain peran pada pementasan bila diperlukan. Hal ini tergantung pada tujuan
pementasan dan jalan cerita.
 Walaupun dalam bentuk pergelaran, konsep dasar pendidikan musik harus terwujud di
dalamnya yaitu mendengarkan, menyanyi, bermain, musik, ekspresif, kreatif yang bermuara
pada estetis. Pergelaran hendaknya memberikan pula kesempatan tiap individu anak berperan
dalam kegiatan musik khususnya dan dalam kegiatan seni lain.

BAB 5
PENGETAHUAN DASAR TARI

A. Media Dan Pengertian Tari


Pengetahuan Dasar Tari Media tari adalah gerak tubuh manusia. Melalui gerak tubuh
manusia dipakai untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman sang seniman
kepada orang lain. Ciri khas gerak tari adalah gerak yang sudah diolah dari aspek tenaga, ruang,
dan waktu. Ada dua jenistari, yakni tari tradisional dan tari non-tradisional.
Hal yang termasuk tari tradisional Indonesiaadalah tari primitif, tari rakyat, dan tari
klasik. Ketiga jenis tari ini tujuan upacara, hiburan, dantontonan Sedangkan yang termasuk
dalam jenis tari non-tradisional adalah tari kreasi baru, tarimodern, dan tari kontemporer. Ciri
khas tari kreasi baru adalah tari tradisional yang diperbaharui. Ciri khas tari modern dan tari
kontemporer adalah penemuan baru dalam hal tema bentuk danpenyajian tari. Wujud tari
modern dan tari kontemporer Indonesia biasanya merupakan gabungandari unsur-unsur budaya
setempat dengan unsur budaya dunia. Ada pula yang sepenuhnya menampilkan unsur budaya
dunia. Ciri khas tari kontemporer Indonesia adalah menyajikan tema,bentuk yang sedang
terkenal, sedang menjadi sorotan saat ini. Jika tari kontemporer cirinyamenyajikan tema dan
bentuk yang sedang terkenal, sedang menjadi sorotan saat ini, namun tari modern belum tentu
menyajikan tema dan bentuk yang sedang terkenal saat ini.
Tari modern adalah sebuah istilah yang digunakan secara luas di Amerika dan Inggris
untuk mendenotasikan tari yang tidak berbasis pada aliran akademis ballet klasik. Sepanjang
awal abadke-20, praktisi seperti Isadora Duncan, Ruth St Denis, Martha Graham dan Doris
Humphrey, tarimodern berkembang (sebagai sebuah aliran) yang berseberangan dengan ballet
klasik, denganmenolak formalitas struktur dan kadang juga ketidakseriusan secara tematik
dalam ballet klasik.Para perintis tari modern sengaja menjauhi hirarki kaku dalam ballet, dan
lebih menyukai gayagerakan yang lebih bebas misalnya lebih menyukai (menari dengan)
kaki telanjang ketimbangbersepatu pointe. Orang-orang seperti Graham dan Humphrey
mengembangkan metode-metodemereka sendiri dalam mengajar teknik baru yang diperlukan
untuk menciptakan koreografimereka. Subyek awal dari karya mereka seringkali sesuatu yang
politis atau psikologis (Grahamterutama dipengaruhi oleh psikologi Jungian dalam tariannya).
Di kurun 1950an Cunninghammaju satu langkah dalam bentuk dengan menelanjangi tari dari
konteks literatur maupun naratif,sekaligus mengisolasi bentuknya dari iringan musikal.
Di akhir abad ke-20, rintangan-rintangan antara ballet dan tari modern kurang ditekankan
oleh para penari dan koreografer yangcenderung berkerja menggunakan kedua gaya
tersebut Unsur Pokok Tari Media memiliki 2 pengertian, yaitu bahan dan alat. Bahan baku tari
adalah gerak dan tubuh manusia sebagai alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, dan
pengalaman. Gerak tari terbentuk karena adanya kombinasi tenaga, ruang dan waktu di dalam
setiap gerak tarimaka ketiganya disebut sebagai unsur pokok tari Tenaga adalah kekuatan yang
mendorong terjadinya gerak. Jenis tenaga adalah berat/ringan, kuat lemah. Ruang adalah
tempat untuk bergerak. Tempat untuk bergerak yang bersifat harfiah, contohnya panggung
terbuka, panggung tertutup. Sedangkan bersifat imajinatif tercipta karena benda-benda di
panggung dan karena gerakan penari, arah gerak penari, tema gerak, tinggi rendah penari pada
waktu menari. Waktu adalah tempo yang diperlukan penari untuk melakukan gerak. Waktu
tergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerakan, panjang pendeknya
ketukan (ritme) penari dalam bergerak dan lamanya (durasi) penari melakukan gerakan. Unsur
Komposisi Tari Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan
bagaimana memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. Pengetahuan komposisi
tari mempelajari tentang desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema,
tata rias dan busana,tata pentas, tata lampu dan tata suara.
Desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana,
tata pentas, tata lampu dan tata suara disebut sebagai unsur komposisi tari. Desain lantai adalah
garis-garis lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis yang dibuatoleh formasi penari.
Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang berada diatas lantai. Desain
musik adalah pola ritmik dalam tari. Desain dramatik adalah tahap-tahapan emosional untuk
mencapai klimaks dalam sebuah tari.Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena
adanya variasi-variasi di dalam tari.Tema adalah ide persoalan dalam tari. Tata rias dan busana
adalah rias wajah dan pakaian untuk mendukung penampilan penari di atas pentas. Tata pentas
adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari.
Seperangkat benda yang berada di atas pentas untuk mendukung pergelaran tari disebut
dengan setting. Tata lampu adalah penataan seperangkat lampu di pentas untuk mendukung
pergelaran tari. Tata suara adalah penataan seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan
pengaturan musik iringan tari, pada waktu pergelaran tari berlangsung

B. Tari untuk AUD sebagai Seni Pertunjukan


Guru TK wajib membimbing dan melatih anak didiknya mengerti tari yang menarik.
Sebuah tarian anak-anak usia dini akan dikatakan menarik, apabila tarian tersebut menjadi
media bagi anak untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalamannya
Untuk dapat membimbing anak sampai pada kemampuan bisa mengungkapkan ide-
idenya, perasaannya, pengalamannya dengan bahasa “tari” guru harus memiliki pengetahuan
tentang komposisi tari. Dengan pengetahuan komposisi inilah guru membimbing anak menjadi
mengerti tari sebagai seni pertunjukan dan dengan pengetahuan komposisi juga, guru
menyadarkan anak bahwa menari bukan hanya sekadar untuk kesenangan bergerak.
Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana
memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari, pengetahuan itu di antaranya desain
lantai, desain atas, musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata pentas, tata
lampu dan tata suara.

C. Unsur Komposisi Tari


Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana
memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. Pengetahuan komposisi tari
mempelajari tentang desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata
rias dan busana, tata pentas, tata lampu dan tata suara. desain lantai, desain atas, desain musik,
dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata pentas, tata lampu dan tata suara disebut
sebagai unsur komposisi tari.
Desain lantai adalah garis-garis lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis yang
dibuat oleh formasi penari. Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang
berada di atas lantai. Desain musik adalah pola ritmik dalam tari.
Desain dramatik adalah tahap-tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah
tari. Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam
tari. Tema adalah ide persoalan dalam tari. Tata rias dan busana adalah rias wajah dan pakaian
untuk mendukung penampilan penari di atas pentas. Tata pentas adalah penataan pentas untuk
mendukung pergelaran tari.
Seperangkat benda yang berada di atas pentas untuk mendukung pergelaran tari disebut
dengan setting. Tata lampu adalah penataan seperangkat lampu di pentas untuk mendukung
pergelaran tari. Tata suara adalah penataan seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan
pengaturan musik iringan tari, pada waktu pergelaran tari berlangsung

D. Keterampilan Menari
Menari adalah kegiatan seseorang yang sedang melakukan tari. Orang yang sedang
menari disebut penari. Menari berbeda dengan bermain, berpantomim atau bersenam. Seorang
anak dapat dikatakan menari apabila anak menyadari bahwa ia sedang menari, bukan sedang
bermain, bukan sedang bersenam. Anak menyadari bahwa ia sedang mengungkapkan sesuatu
melalui tarian yang sedang ditarikan. Sesuatu itu dapat berupa gagasan, perasaan, pengalaman
atau pikiran. Anak tidak bergerak spontanitas. Ia bergerak berdasarkan gerak yang telah
disusun dan ditata. Ukuran keberhasilan anak usia dini dalam menari apabila anak tersebut
mencapai tujuan pembelajaran PAUD yang berbasis kompetensi melalui kegiatan menari.
Di dalam proses pembelajaran tari, guru harus dapat menciptakan suasana kebebasan
bergerak kepada anak didiknya. Guru diharapkan membimbing anak dapat mengungkapkan
cara bergerak mereka sendiri yang unik sesuai dan cara bergerak sesuai dengan perasaannya.
Bentuk kegiatan guru dalam membimbing anak didiknya belajar menari, adalah:
(1) latihan mempersiapkan tubuh sebagai alat ekspresi,
(2) latihan gerak kepala, tangan, badan, dan kaki untuk menumbuhkan kesadaran kepada anak
didiknya bahwa seluruh anggota badan merupakan sumber gerak tari,
(3) latihan bergerak dengan ritme untuk tujuan memperkenalkan dan membiasakan anak
menanggapi birama, tempo dan frase dalam musik iringan tarinya,
(4) latihan bergerak dengan arah untuk tujuan membiasakan anak dapat cepat menyesuaikan
dengan tempat menari,
(5) latihan bergerak dengan membentuk formasi untuk tujuan melatih konsentrasi, dapat cepat
menyesuaikan dengan tempat menari dan melatih kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
BAB 6
KEMAMPUAN DAN KARAKTERISTIK TARI AUD

A. Kemampuan Dasar Tari Anak Usia Dini


Pengetahuan tentang kemampuan dasar AUD dari aspek intelektual, emosional,
perseptual, fisik, estetik, dan kreatif sangat penting bagi guru sebagai dasar menentukan materi
pelajaran tari.
Kemampuan dasar intelektual anak usia dini dapat dikenali dari kemampuannya
mengungkapkan konsep warna, ukuran, bentuk, arah, besaran dan fungsi dalam gerak tari.
Kemampuan dasar emosional anak usia dini dapat dikenali dari kemampuannya
menyalurkan perasaan batinnya yang meluap timbul dari hati dengan gerak dalam tari.
Kemampuan dasar sosial anak usia dini dapat dikenali dari kemampuannya
berkomunikasi, bekerja sama, dan melakukan kegiatan bersama dalam kegiatan tari.
Kemampuan dasar perseptual anak usia dini dapat dikenali dari kemampuannya dalam
memahami dan menanggapi hal-hal yang mereka lihat, dengar dan rasakan dalam wujud gerak
tari.
Kemampuan dasar fisik anak usia dini dapat dikenali dari kemampuannya melakukan
gerakan keseimbangan, lokomotor, kecepatan, perubahan, ekspresi, teknik, mengendalikan
tubuh, gerak yang energik dan koordinasi anggota tubuh.
Kemampuan dasar estetik anak dini terlihat dari kemampuannya mengungkapkan
keindahan tari baik dalam kegiatan penciptaan tari maupun dalam kegiatan menari.
Kemampuan dasar kreatif anak dini dapat dikenali dari kemampuannya membuat gerak-
gerak yang unik, berbeda dengan teman-temannya, bahkan kemampuannya membuat gerak
baru, serta kecepatannya menyesuaikan diri dengan teman-temannya, apabila melakukan
kesalahan pada waktu menari.

B. Karakteristik Tari AUD


Ciri-ciri khusus tari untuk anak dini adalah tari yang sesuai dengan kemampuan dasar
anak usia dini dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif.
Bermain merupakan pendekatan yang paling cocok untuk pembelajaran tari di PAUD.
Ciri-ciri bentuk tari anak usia dini adalah: tari yang bertema, gerak tariannya bersifat
tiruan (gerak imitatif), gerak tari yang variatif, berbentuk tari kelompok, berpola lantai kurang
lebih lima, lama waktu menari kurang lebih 5 menit, dan diiringi oleh musik

BAB 7
PENCIPTAAN KARYA TARI

A. Penciptaan Karya Tari


Penciptaan tari bagi penata tari yang berlatar belakang pendidikan tari, diawali dengan
kegiatan menulis perencanaan tari. Tujuan menulis rencana tari ( gagasan tari) adalah untuk
panduan dan acuan penata tari pada waktu proses mencipta tari. Bagi seniman yang berlatar
belakang pendidikan tari, mengungkapkan gagasan tari dalam bentuk tulisan bermanfaat untuk
alat kontrol, agar dalam proses mencipta tari selalu bekerja dan bersikap konsisten, membuat
karya seperti dalam gagasannya. Bagi orang lain, rencana tari bermanfaat untuk memberikan
gambaran utuh mengenai wujud karya tari yang akan dibuat. Oleh karena itu, rencana tari
disebut pula dengan istilah konsep tari.
Hal penting yang harus dijelaskan dalam konsep tari, adalah:
1. latar belakang mencipta tari;
2. manfaat mencipta tari;
3. acuan teoritik bentuk tari;
4. tujuan mencipta tari;
5. rencana langkah-langkah mencipta tari;
6. rencana orientasi garapan;
7. rencana komposisi tari.
Penata tari adalah orang yang mencipta tari, kegiatannya menitikberatkan pada menata
bahan tari yang sudah ada. Penata tari bekerja sebatas mengatur dan menyesuaikan tanpa upaya
mengubah atau mengembangkan. Sedangkan koreografer adalah pencipta tari yang bahan
tarinya dapat bersumber dari yang sudah ada atau bahan baru. Koreografer bekerja didasari
keinginan mengubah atau mengembangkan bahan tari yang telah ada menjadi sesuatu yang
baru. Penata tari maupun koreografer dalam mencipta tari melaksanakan langkah kegiatan
yaitu membuat perencanaan tari, proses mencipta tari dan pementasan.

1. Perencanaan tari
Perencanaan tari adalah kegiatan berpikir untuk merencanakan sebuah karya tari, hasil
kegiatan ini berupa gagasan tari. Gagasan adalah kehendak yang belum diwujudkan, berkaitan
dengan tema, bentuk dan gaya tari yang akan dibuat.
Para seniman tari tradisional biasanya tidak menuliskan gagasan tari. Segala sesuatu yang
menjadi kehendaknya cukup ada dalam pikiran. Kebiasaan ini tentunya berbeda dengan
seniman tari yang berlatar belakang pendidikan tari, mereka harus mengungkapkan gagasan
dalam bentuk tulisan. Tujuannya sebagai panduan dan acuan pada waktu proses mencipta tari

2. Langkah-langkah mencipta tari


Penciptaan tari untuk AUD, guru harus lebih mementingkan proses daripada
hasil. Oleh karena itu guru harus melibatkan anak secara aktif pada setiap langkah.
Anda sebagai guru AUD penting untuk mengetahui langkah kegiatan mencipta tari yang
dilakukan oleh penata tari dan koreografer profesional, yang dapat dijadikan sebagai pedoman
kerja pada saat guru mencipta tari, sehingga dapat mencapai proses mencipta tari yang benar.
Proses kegiatan mencipta tari penata tari dan koreografer, dimulai dari kegiatan
menemukan gagasan, mendalami gagasan, mewujudkan gagasan/ komposisi tari dan
pementasan tari.
1. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk menemukan sebuah gagasan, adalah Mengamati benda,
alam semesta, kegiatan, peristiwa dan sebagainya atau merasakan suatu gejala alam, sosial,
seni, budaya, dan sebagainya.
2. Merenungkan dan menelaah melalui kegiatan berpikir, mencari jawaban dan bertanya kepada
orang yang dianggap tahu tentang gagasan tari.
3. Terjun langsung ke lapangan, mengamati hal-hal yang berkaitan dengan gagasan tari: tema,
media, bentuk, gaya, nilai budaya, estetika, dan sebagainya.
4. Studi pustaka (menelaah buku-buku), berkaitan dengan gagasan tari: tema, media, bentuk,
gaya, nilai budaya, estetika, dan sebagainya.
Sedangkan pada tahap mendalami gagasan dapat dilakukan dengan cara melakukan
eksplorasi, improvisasi dan evaluasi. Sementara dalam tahap mewujudkan ide/komposisi,
Anda akan melakukan penyusunan atau pembuatan komposisi gerak, desain lantai, desain atas,
desain musik, dramatik dan tema tari. Kesemuanya itu dilakukan untuk mewujudkan
gagasannya.
Terakhir, dalam tahap pementasan tari Anda akan menyelenggarakan pertunjukan karya
tari di depan penonton. Serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam tahap pementasan
tari adalah latihan, pergelaran, dan pembahasan/evaluasi tari. Dalam melaksanakan seluruh
kegiatan penciptaan tari, dituntut kemampuan-kemampuan, seperti kemampuan berpikir,
kepekaan keindahan, kepekaan emosi, intuisi, imajinasi, fantasi, kreativitas, dan bakat untuk
mengekspresikan gagasan.

3. Pementasan tari
Rangkaian kegiatan pementasan tari adalah latihan, pementasan tari dan
pembahasan/evaluasi tari. Bagi guru latihan tari merupakan sarana untuk melatih keterampilan
anak bergerak, melatih kepekaan ritme dan tempo/musik kepada anak, melatih kemampuan
menghayati dan mengungkapkan peran yang sedang ditarikan. Berbagai sikap anak juga dapat
ditumbuhkembangkan melalui kegiatan latihan ini, di antaranya sikap mau dan dapat bekerja
sama dengan orang lain, sikap berani berkomunikasi dengan orang lain, dan memupuk sikap
mau berusaha.
Pementasan merupakan puncak dari keseluruhan proses penciptaan tari. Pementasan tari
sebagai media untuk menunjukkan hasil karya anak dan guru kepada orang lain. Berbagai sikap
anak dapat tumbuh dan berkembang dari kegiatan ini, di antaranya memupuk sikap percaya
diri bagi anak, memupuk sikap berani tampil depan orang banyak, memupuk sikap berani
mengekspresikan diri.
Pembahasan/evaluasi tari berfungsi untuk umpan balik demi kesempurnaan pementasan
tari berikutnya. Bagi anak-anak, kegiatan ini bermanfaat untuk melatih kemampuannya
melihat, merasakan, dan menanggapi terhadap hal-hal yang baru saja mereka lihat dan dengar
dari atas pentas, pada akhirnya anak dapat menghargai tari dan dapat memberikan penilaian
kepada pementasan tari dan memupuk sikap berani mengungkapkan pendapat kepada orang
lain.

BAB 8
WAWASAN SENI RUPA

A. Pengertian
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya,
dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan
eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan
produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai
perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni
rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan
visual arts.
B. Fungsi Seni Rupa
1. Fungsi mitologis
2. Fungsi religius
3. Fungsi praktis
4. Fungsi ekspresi personal
5. Fungsi komunikasi
6. Fungsi edukasi
7. Fungsi ekonomis
C. Sifat Seni Rupa
- Sebagai objek maupun wahana pengembangan kreativitas penciptanya
- Relatif atau tidak absolut
- Dinamis
- Bergerak bebas
- Mengakomodasi begitu banyak kecenderungan individual
Aspek Karya Seni Rupa
- wujud dan isi
- media, pokok soal, teknik

D. Ragam Seni
Menurut bentuk dan dimensinya seni rupa terbagi dua:
1). Seni rupa dua dimensi ( dwi matra)
Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan
lebar atau karya seni yang hanya bisa dilihat dari satu arah pandang. Contohnya : seni lukis,
seni gambar, lukisan dinding (mural), ilustrasi, fotografi, seni grafis, tekstil, poster dll
2). Seni rupa tiga dimensi ( tri matra )
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki 3 ukuran panjang, lebar dan tinggi
atau karya seni yang memiliki polume dan menempati ruang. Contohnya , seni patung, seni
kriya, seni keramik, arsitektur dll.
Menurut fungsinya seni rupa dibendakan menjadi dua yaitu seni murni dan seni terapan.
Seni murni adalah konsep penciptaan karya seni rupa yang berfungsi sebagai sarana
ekspresi diri dalam mengekspresikan gagasa/ide, cita rasa estetis, perasaan, emosi dan intuisi
personal. Sedangkan seni rupa terapan (applied art) adalah karya seni yang dipakai untuk
memenuhi kebutuhan praktis. Ditinjau dari fungsinya karta seni terapan dibedakan menjadi
seni desain dan seni kriya.

E. Cabang Seni Rupa


1. Seni Rupa Murni
a. Seni Lukis
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama,
seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk
mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas,
papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang
digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada
media yang digunakan.
1) Sketsa. Macamnya : sketsa rencana, sketsa lukis dan sketsa catatan
2) Gambar. Macamnya : gambar bentuk, gambar model, gambar ilustrasi, gambar dekorasi,
gambar desain dan gambar arsitektur.
3) Lukisan
b. Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan
teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu
menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses
cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai ‘impression’. Lukisan atau drawing, di sisi lain,
menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan ,
secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam,
biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan
kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya
seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah
salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa
modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya
tersebut adalah edisi terbatas.
c. Seni Patung
Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi sehingga
dapat dilihat dari berbagai arah. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling
(misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).

d. Seni instalasi
Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan
mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran
makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang
bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks
visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan
elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung
pameran) sebagai konsepsi akhir dari olah rupa.
e. Seni pertunjukan
Seni pertunjukan (Bahasa Inggris: performance art) adalah karya seni yang melibatkan
aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan
empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.
Meskipun seni performance bisa juga dikatakan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan
seni mainstream seperti teater, tari, musik dan sirkus, tapi biasanya kegiatan-kegiatan seni
tersebut pada umumnya lebih dikenal dengan istilah ‘seni pertunjukan’ (performing arts). Seni
performance adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptual atau avant garde yang
tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arah seni kontemporer.

f. Seni keramik
Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat
karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula
kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya. Venus of Dolni
Vestonice adalah karya keramik tertua yang pernah ditemukan.
g. Seni film
Seni film adalah seni yang dibuat dalam perfilman.seni ini memakan banyak waktu
dalam shooting.
h. Seni koreografi
Disebut juga sebagai komposisi tari merupakan seni membuat/merancang struktur
ataupun alur sehingga menjadi suatu pola gerakan-gerakan. Istilah komposisi tari bisa juga
berarti navigasi atau koneksi atas struktur pergerakan. Hasil atas suatu pola gerakan terstruktur
itu disebut pula sebagai koreografi. Orang yang merancang koreografi disebut sebagai
koreografer.
i. Seni fotografi
fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata,
penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti “menulis atau melukis dengan cahaya”. Tentunya
hal tersebut berasal dari arti kata fotografi itu sendiri yaitu berasal dari bahasa Yunani, photos
(cahaya) dan graphos yang berarti tulisan.

2. Desain
a. Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih
luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai
dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga
ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga
merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
b. Desain grafis
Adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan
kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa
seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi
dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa
berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya
diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.
Berasal dari kata grafos (Yunani ) yang artinya tulisan atau gambar yang dibuat dengan
jalan menggoreskan benda tajam di atas lempengan batu atau logam
Jenis-jenis cetakan (klise) seni grafis :
1). Cetak tinggi
2). Cetak dalam
3). Cetak datar
4). Cetak saring
C. Seni Reklame
Berasal dari kata Re dan Clamo (Latin) Re artinya berulang-ulang/kembali dan Clamo
artinya seruan/panggilan.
Jenis-jenis reklame :
1) Iklan/advertensi
2) Sticker
3) Pamflet/plakat dan Selebaran
4) Etiket
5) Cap dagang
6) Katalogus
7) Logo/inisial
8) Slide
9) Etalase
10) Spanduk
11) Brosur
12) Poster
13) Baleho
14) Cut out display
15) Billboard (Reklame papan)
16) Name board (Papan nama)
17) Neon lamp-Neon box
d. Seni Ilustrasi
Berasal dari kata Ilustration (Inggris)→ Ilustrare (Latin) artinya : menjelaskan atau
menerangkan sesuatu.
Jenis-jenis Ilustrasi :
1) Ilustrasi cerita
a) Ilustrasi cerita bergambar (komik)
b) Ilustrasi cerpen atau novel/roman
c) Ilustrasi kartun
2) Ilustrasi artikel
3) Ilustrasi cover
4) Karikatur
5) Vignet
f. Dekorasi
Berasal dari kata decoration (Inggris) yang berati hiasan atau menghias.
Macam-macam seni dekorasi :
1). Seni dekorasi dua dimensi
a). Motif hias
b). Seni lukis hias : Tempera, Al Fresco, Al Secco, mozaik, intarsia, Aplikasi, Mural, Kolase.
2). Seni dekorasi tiga dimensi
a). Seni hias tiga dimensi
b). Seni interior
c). Seni eksterior
Desain interior: adalah bidang keilmuan yang bertujuan untuk dapat menciptakan suatu
lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya, baik fisik maupun
non fisik, sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik.
Ada tiga hal utama yangmenjadi kajian dalam desain interior, yaitu ruang, alat dan manusia
penggunanya.
g. Desain busana
Desain busana adalah kumpulan informasi visual tentang suatu busana yang akan dibuat,
berkaitan dengan kesempatan penggunaan, siapa penggunanya, berbagai elemen penyusun
yang dibutuhkan, teknik pembuatan, hingga pada persoalan pembiayaan hingga pada sistem
pemasarannya
h. Desain produk/ industri
Desain industri (bahasa Inggris: Industrial design) adalah seni terapan di mana estetika
dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan.
Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau
warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi
kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau
kerajinan tangan. Sebuah karya desain dianggap sebagai kekayaan intelektual karena
merupakan hasil buah pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak
ciptanya oleh pemerintah melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri.
Kriteria desain industri adalah baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, susila,
dan ketertiban umum. Jangka waktu perlindungan untuk desain industri adalah 10 tahun
terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan Desain Industri ke Kantor Ditjen Hak
Kekayaan Intelektual.
Desain Industri adalah cabang HKI yang melindungi penampakan luar suatu produk.
Sebelum perjanjian TRIPS lahir, desain industri dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta.
Namun karena perkembangan desain yang sangat pesat, maka perlu dibuatkan UU Khusus
yang mengatur tentang desain industri.
3. Kriya
Kriya adalah kegiatan seni yang menitik-beratkan kepada keterampilan tangan dan fungsi
untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang
tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis. Merupakan seni yang proses
penciptaannya memerlukan skill atau ketrampilan yang tinggi
Kriya bisa “meminjam” banyak pengetahuan dalam seni rupa murni seperti cara
mematung atau mengukir untuk menghasilkan produk, namun tetap dengan tidak terlalu
berkonsentrasi kepada kepuasan emosi seperti lazim terjadi misalnya pada karya lukis dan
patung. Kriya juga lebih sering mengikuti tradisi daripada penemuan yang sering ditemukan
secara individu oleh seorang perupa.
1. Kriya tekstil
2. Kriya kayu
3. Kriya keramik
4. Kriya rotan

BAB 9
KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI RUPA AUD

A. Keampuan Dasar AUD


1. Perkembangan AUD
Ditinjau dari sudut psikologi perkembangan, masa anak dapat dibagi menjadi : masa bayi, masa
anak pra-sekolah, masa anak sekolah, dan remaja. Gejala yang timbul pada diri anak yang
timbul pada diri anak yang dapat kita kenali :
a. Gejala kritis (tidak stabil)
b. Gejala egosentris (ingin selalu menjadi pusat perhatian)
c. Gejala eksplorasi nampak pada hasrat dan rasa ingin tahu
d. Gejala meniru nampak pada tingkah laku manusia
e. Gejala masa peka setepat-tepatnya untuk mengembangkan fungsi
2. Kemampuan Dasar AUD
1. Perkembangan Fisik
Kemampuan dasar gerak dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas sebagai
berikut :
- Mewarnai gambar dengan krayon, spidol, cat dan mengontrol warna agar menutup bidang
datar secara merata
- Bermain dan berkreasi dengan cat untuk membuat finger
- Membuat beragam objek
- Merobek atau menggunting dan merekat kertas warna
2. Perkembangan persepsi
Kemampuan dasar persepsi dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas
sebagai berikut :
- Memilih bentuk dan ukuran mainan balok warna yang cocok untuk membangun rumah-
rumahan
- Memilih dan menata biji-bijian yang beda unkuran, bentuk dan warna untuk membuat kolase
- Memilih warna krayon yang cocok ketika mewarnai gambar pohon, langit, matahari
- Mengenal dan membedakan beragam bentuk seperti bulat, kubus lingkaran, segitiga, slinder
3. Perkembangan emosi
Kemampuan dasar emosi dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas sebagai
berikut :
- Meremas, melumat tanah liat atau plastisin dengan tanah liat, sabar dan rasa gembira
- Mencoret-coret kertas gambar dengan warna-warna gelap
- Melukis gambar bunga dan kupu-kupu dengan warna-warna cerah
- Membuat finger painting
4. Perkembangan sosial anak
Kemampuan dasar sosial dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas sebagai
berikut :
- Bermain balok-balok warna dengan teman dalam suasana yang bersahabat dan saling
membantu
- Mewarnai gambar dalam satu kertas bersama-sama
- Berbagi cat atau krayon dengan temannya
- Menggambar objek-objek yang bervariasi
5. Perkembangan berfikir
Kemampuan dasar berfikir dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas
sebagai berikut :
- Mengelompokan jenis balok-balok warna berdasarkan bentuk, warna dan ukuran
- Mengenal nama-nama huruf atau angka dan benda-benda di sekitar anak
- Menyusun balok-balok kayu
- Menghubungkan suatu konsep sederhana dengan konsep lain
6. Perkembangan kreativitas
Kemampuan dasar kreativitas dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas
sebagai berikut :
- Mengenal jenis bentuk dan warna daun yang berbeda
- Menyusun bentuk balok
- Menggambar beragam objek
- Berkreasi dengan bahan daur

7. Perkembangan artistik
Kemampuan dasar artistik dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas
sebagai berikut :
- Membuat topeng dari piring kertas
- Mengenal dan mengeksplorasi berbagai teknik yang berbeda dalam berkarya seni
- Mengenal dan mengeksplorasi berbagai media seni
- Membuat hiasan kolase dari renda, pita dan perca

B. Karakteristik Seni Rupa


Karakteristik Seni Rupa Anak
1. Karya seni anak bersifat alamiah karena setiap anak sesungguhnya memiliki bakat alamiah
yang berbeda-beda.
2. Karya seni anak bersifat ekspresif karena karya rupa mereka umumnya merupakan suatu
ungkapan yang kuat, spontan, jujur, langsung dan berangkat dari dalam dirinya.
3. Karya seni anak bersifat dinamis, artinya karya mereka umumnya mengesankan sesuatu yang
bergerak terus seirama dengan gejolak emosi dan perasaannya.
4. Banyak tokoh yang mengutarakan pembagian tahap perkembangan (periodisasi) ungkapan
ekspresi seni anak dengan batasan usia dan peristilahan yang berbeda-beda. Tokoh-tokoh
tersebut antara lain Victor Lowenfeld dan Brittain, Rhoda Kellogg dan Scott, serta Lansing.
5. Karakteristik gambar anak usia dini menurut Lowenfeld termasuk dalam tahap coreng-moreng.
Walaupun ungkapan visual mereka masih sangat sederhana namun sesungguhnya dari
perkembangan usia anak dapat dikenali perbedaan masa awal coreng-moreng dengan
perkembangan coreng-moreng berikutnya.
6. Karakteristik gambar anak masa coreng-moreng awal: usia sekitar 1-2 tahun anak mulai dapat
mencoret dengan krayon atau pensil. Namun karya mereka belum dapat dikatakan suatu karya
seni rupa, lebih menampilkan garis-garis panjang, pendek, melingkar, zig-zag yang tak
beraturan.
7. Karakteristik gambar anak masa coreng-moreng lanjut: usia 2-3 tahun anak telah mulai
mengontrol goresan-goresannya dan bahkan telah memberi nama gambar-gambar yang mereka
buat walau terkadang orang dewasa masih sulit mengenali bentuknya.
8. Karakteristik gambar Anak usia dini masa pra-bagan: goresan-goresannya sudah mulai
terkontrol, objek gambar sudah bermakna namun hubungan satu dan lainnya belum jelas,
warna masih bersifat subjektif dan tidak sesuai dengan realitas, belum mengenal garis dasar.
9. Fungsi menggambar pada anak-anak hakikatnya adalah kegiatan bermain, sarana komunikasi,
sarana ekspresi (kebebasan emosi), sarana relaksasi dan sarana terapi.
10. Di dalam pembinaan seni rupa ada dua aspek perkembangan yang menjadi sasarannya yaitu a)
Pembinaan yang ditujukan kepada kepandaian atau keahlian, b) Pembinaan yang ditujukan
kepada pembentukan pribadi.
11. Tujuan kegiatan menggambar di PAUD adalah mengembangkan kepekaan indriawi,
khususnya indera penglihatan, kepekaan artistik, keterampilan motorik dan daya imajinasi
anak.
12. Karakteristik gambar anak-anak berbeda dengan gambar buatan orang dewasa. Hal ini perlu
diperhatikan ketika seorang guru akan merancang kegiatan menggambar di PAUD dan
melakukan penilaian terhadap hasil karya anak.
13. Bagi anak usia dini yang lebih dipentingkan adalah keberanian, kreativitas dan spontanitas
dalam mengekspresikan gambarnya, bukan keindahan atau kerapiannya.
14. Alternatif kegiatan seni rupa anak di PAUD yang memiliki karakteristik ungkapan visual yang
beragam, antara lain: melukis jari, membentuk dengan bahan lunak, mencetak, merobek-
mengelem-melekat, melukis dengan bulu dan sebagainya.

BAB 10
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI AUD

A. Perencanaan Pembelajaran Seni Rupa di AUD

1. Sebagai guru PAUD Anda penting memperhatikan bahwa bagi anak-anak usia dini
bukan hasil karya yang diutamakan namun pengalaman belajar yang menyenangkan
dan kaya eksplorasi yang dibutuhkan anak.
2. Pengalaman ini akan menimbulkan kesan yang mendalam dan memberikan
kesenangan, kepuasan dan kenyamanan. Hal ini dimungkinkan karena program
kegiatan seni bersifat fleksibel.
3. Rasa percaya diri adalah faktor utama dalam mencapai kesenangan dan kesuksesan
dalam pengalaman seni anak.
4. Berbagai stimulus yang dapat diberikan untuk anak-anak balita agar mereka termotivasi
berkreasi seni antara lain: menyediakan material seni yang mudah dikuasai,
menyediakan ruang yang nyaman untuk berkarya, dan memberi kebebasan anak untuk
mengeksplorasi materi seni sesuai keinginannya.
5. Tema yang disenangi anak-anak usia dini dalam berkarya seni rupa biasanya bersumber
dari realitas dunia anak, misalnya anggota keluarga, lingkungan bermain, alat
permainan, hewan peliharaan atau kesayangan, dongeng yang diceritakan guru, sirkus,
kebun binatang, kolam renang, taman bermain dan sebagainya.

6. Suatu pengkajian terhadap gambar anak menunjukkan hasil bahwa gambar anak dapat
diklasifikasi dalam 4 kategori yakni:
a. Gambar spontan: yakni gambar yang dibuat atas inisiatif anak sendiri sebagai
suatu kegiatan bermain.
b. Gambar bebas atau sukarela: yakni gambar yang dibuat atas permintaan guru
atau orang tua atau teman namun tema dan objek gambar dipilih sendiri oleh
anak.
c. Gambar terarah: yakni gambar yang tema/topiknya sudah diarahkan.
d. Menyalin gambar atau melengkapi gambar: yakni gambar yang telah disiapkan
contohnya dalam format Lembar Kerja Siswa.
7. Situasi/kondisi yang dapat memotivasi anak dalam berkarya dapat dilakukan melalui
bermacam-macam metode pembinaan, antara lain: Metode pembinaan ekspresi, metode
pembinaan kreativitas, metode pembinaan sensitivitas.
8. Pembinaan ekspresi merupakan pembinaan proses pengungkapan perasaan termasuk
ungkapan jiwa. Pembinaan ekspresi meliputi dua hal:

a. Memberikan rangsangan kepada anak untuk mengaktifkan pengungkapan jiwa


dengan cara:
1. Pendekatan langsung pada alam dan peristiwa-peristiwa di luar kelas,
misalnya: mengenal proporsi, bayangan, mengenal bermacam-macam
aroma, tekstur.
2. Pembangkitan minat berdasarkan pengalaman anak.
b. Melatih keberanian, spontanitas dan keterampilan menggunakan bermacam-
macam media ungkap, sebagai saran mengekspresikan perasaan jiwa, dengan
cara:

1. Eksplorasi: kegiatan menjelajah, mencoba-coba ide atau material lain.


2. Eksperimen: kegiatan menemukan hal-hal baru yang didapat dalam
proses mencoba berbagai media ungkap.
9. Pembinaan kreativitas, bisa diartikan dengan kemampuan mencipta, menanggapi
persoalan, memiliki keaslian serta memiliki kemampuan berpikir secara menyeluruh.
10. Pembinaan sensitivitas berarti kepekaan rangsangan dari luar yang diserap melalui
pancaindra. Cara membina sensitivitas dapat ditempuh melalui:

a. Latihan melihat/mengamati sesuatu, misalnya mengamati macam bentuk,


warna, tekstur, kemudian diserap oleh anak-anak sehingga menimbulkan
berbagai tanggapan dan perasaan.
b. Latihan meresponss pengalaman sensori, misalnya mengenali karakter macam-
macam tekstur dengan meraba permukaan sesuatu benda.
c. Mempelajari, menganalisis susunan sesuatu, misalnya: mula-mula anak
mengamati susunan benda (objek) kemudian diteruskan dengan menganalisis
kondisi, karakter objek, selanjutnya dicoba mengungkapkan hasil pengamatan
itu.
11. Metode pembinaan keterampilan. Keterampilan di sini meliputi segala macam teknik
penggunaan serta pengenalan alat-alat atau media ungkap seni rupa.
12. Apresiasi seni adalah kesadaran akan nilai-nilai seni. Kesadaran ini meliputi
pemahaman, penghayatan, dan kemampuan untuk menghargai karya seni.

B. Proses Penciptaan Karya Seni Rupa di AUD

1. Dalam proses penciptaan karya seni rupa di PAUD ada 4 kategori sebagai berikut.
a. Mengamati (seeing), yang memberi kesempatan/peluang untuk
mengembangkan kepekaan persepsi (perceptual awareness) melalui kegiatan
mengembangkan kemampuan pengamatan kritis.
b. Merasakan (feeling), yang memberi peluang untuk mengembangkan “respons
estetis” (Aesthetic awareness) melalui kegiatan apresiasi dan pengembangan
kepekaan penilaian estetis.
c. Berpikir (thinking), yang memberi peluang untuk mengembangkan
“kemampuan mengevaluasi dan mengapresiasi”, melalui evaluasi objektif dan
diskriminasi/perbedaan personal.
d. Melakukan (doing), yang memberikan peluang untuk mengembangkan
keterampilan (skills) “memanipulasi alat dan media” dalam menghadirkan
“visual – form” (bentuk-bentuk visual) yang merupakan ungkapan emosi,
gagasan dan perasaan.
2. Proses penciptaan karya seni rupa melalui berpikir (thinking), bisa diartikan dengan
kemampuan mengevaluasi dan mengapresiasi.

a. Menggambar adalah media yang paling ekspresif, yang dengan langsung dapat
mengungkapkan gagasan serta ide dari dalam diri seorang anak secara bebas.
b. Dalam membuat lukisan dengan jari hal utama yang perlu diperhatikan adalah
penggunaan cat yang khusus. dalam hal ini Anda dapat membeli cat-jari atau
membuatnya sendiri.
c. Sebelum membuat lukisan dengan jari, sebaiknya kertas dibasahi terlebih
dahulu, agar cat dapat mengalir dengan baik.
d. Alat lain yang dapat dilakukan untuk anak usia dini dalam membuat gambar
yaitu dengan sedotan, yang berguna sebagai pengganti kuas.
e. Konstruksi dibangun dengan merekatkan batang-batang ice cream yang disusun
tumpang tindih.
f. Persilangan susunan batang-batang ice cream membangun dimensi bidang yang
berirama gerak ke segala arah. Hal ini dapat melatih anak dalam mengenal
makna hubungan, gerak, irama, dan bidang.

BAB 11
RANCANGAN PEMBELAJARAN SENI DI AUD

A. Rancangan Pembelajaran Seni di AUD


Pengembangan kurikulum Nasional Pendidikan Seni di PAUD berdasarkan (1)
Kompetensi dasar, (2) Konsep pembelajaran terpadu dengan kompetensi lintas kurikulum.
Pembelajaran terpadu seni di PAUD dapat dilakukan dalam beberapa model,
keterpaduan belajar antarbidang seni dengan melihat keterpaduan bidang kemampuan yang
satu dengan yang lain.Dalam proses pembelajaran seni AUD diusahakan agar anak
memperoleh beragam pengalaman baik dalam bidang seni maupun bukan bidang seni.

B. Evaluasi Pembelajaran Seni


Evakuasi pendidikan seni meliputi aspek: intelektual, perseptual, emosional, sosial, fisik,
kreativitas dan estetika. Penilaian diperoleh melalui: catatan harian, wawancara dengan anak
dan orang yang dekat dengan anak (orang tua atau pengasuh) dan portofolio. Laporan hasil
penilaian berbentuk uraian.

C. Apresiasi Seni di AUD


Apresiasi seni adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya. Apresiasi berarti
pula penghargaan terhadap sesuatu, dalam hal ini penghargaan terhadap pelaku seni dan karya
seni. Apresiasi seni harus ditumbuhkan dan dikembangkan pada anak.
Cara menumbuhkan apresiasi

1. Seni musik: mendengarkan, bereksplorasi, bermain musik dan bernyanyi.


2. Seni tari : mendengar, melihat, melihat dan mendengarkan, bereksplorasi dan menari.
3. Seni rupa : melihat, eksplorasi, membuat/mencipta.

Pada waktu menonton pagelaran musik dan tari serta pameran seni rupa diperlukan
mematuhi tata tertib. Tata tertib perlu ditanamkan pada anak dengan beberapa cara, antara lain:

1. memberikan pengertian agar tidak mengganggu pagelaran;


2. berbisik di telinga anak apabila ingin menyampaikan pesan, demikian sebaliknya;
3. menyiapkan diri anak sebelum pagelaran dimulai agar menonton dengan perut terisi.

Kesadaran estetik seni adalah muara pendidikan seni yang dapat ditumbuhkan sejak usia
dini sesuai dengan perkembangan anak, antara lain melalui apresiasi seni. Kesadaran estetika
seni dipengaruhi faktor budaya, sosial ekonomi, pengaruh media masa, dan kemampuan
berpikir fleksibel.
Sumber buku Metode Pengembangan Seni Karya Pekerti, Widia dkk.

DAFTAR PUSTAKA
, dkk(2008), “Metode Pengembangan Seni” Universitas Terbuka, Jakarta
ujionao, dkk (2007), “Metode Pengembangan Fisik” Universitas Terbuka, Jakarta
d.com/.../Makalah-Metode-Pengembangan-Seni-Rupa, 25/09 2011, 13.24
ube.com/watch?v=5HV-xM6hsv8, Pementasan Tari, 25/11/2011. 10,10,2011
makassar.tribunnews.com/.../ada-pementasan-tari-kolosal-di-losari-pu...