Anda di halaman 1dari 26

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

SATKER/SKPD : DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN


NAMA PPK : IR. IKA DAHLIKA, MP.
NAMA PEKERJAAN : PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR)
KORIDOR CIAWI - SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA

TAHUN ANGGARAN 2014


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN : PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) KORIDOR


CIAWI - SINGAPARNA

1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka menunjang pertumbuhan dan perkembangan wilayah serta untuk meningkatkan
aksesibilitas antar wilayah, perlu ditunjang oleh infrastruktur salah satunya yaitu jalan. Salah satu
jalan yang dipandang memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Tasikmalaya adalah Jalan Ciawi-
Singaparna. Hal ini dikarenakan jalan ini menghubungkan antara 2 (dua) pusat kegiatan di
Kabupaten Tasikmalaya disebelah Utara yaitu Kawasan Perkotaan Ciawi sebagai Pusat Kegiatan Lokal
Promosi (PKLp) dan di sebelah Selatan yaitu Kawasan Perkotaan Singaparna sebagai Pusat Kegiatan
Lokal (PKL) dan juga merupakan Ibukota Kabupaten Tasikmalaya. Selain menghubungkan 2 (dua)
pusat pertumbuhan di Kabupaten Tasikmalaya tersebut, jalan ini melintasi kaki Gunung Galunggung
yang merupakan Ikon pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga menjadi salah satu jalur akses
utama menuju Objek Wisata Alam Gunung Galunggung.

Pertumbuhan dan perkembangan pada 2 (dua) pusat pertumbuhan dan aktivitas kegiatan pariwisata
di Gunung Galunggung, tentunya secara langsung maupun tidak langsung berimplikasi terhadap
pemanfaatan ruang di sepanjang Koridor Jalan Ciawi – Singaparna. Implikasi ini tidak selalu
berdampak positif dan berlangsung seimbang serta saling menguntungkan berbagai pihak yang ada
karena adanya perbedaan kepentingan dan adanya sifat perkembangan ekonomi yang akumulatif.
Oleh karena itu, ruang Koridor Jalan Ciawi-Singaparna perlu ditata agar dapat memelihara
keseimbangan lingkungan dan memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk
hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tasikmalaya telah ditetapkan menjadi Peraturan
Daerah Kabupaten Tasikmalaya Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011-2031 yang menjadi pijakan dalam pemanfaatan ruang wilayah
Kabupaten Tasikmalaya, namun dalam pelaksanaannya sampai saat ini RTRW Kabupaten
Tasikmalaya secara operasional belum dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang
dan pengendalian pemanfaatan ruang,khususnya bagi Koridor Jalan Ciawi-Singaparna. Hal ini
dikarenakan RTRW Kabupaten Tasikmalaya mencakup wilayah perencanaan yang sangat luas dengan
skala peta yang masih memerlukan perincian sebelum dioperasionalkan sehingga dapat menjadi
acuan lebih detil bagi kegiatan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang khususnya
di Koridor Jalan Ciawi-Singaparna.

Salah satu bentuk rencana rinci tata ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan pasal 14
1
ayat 3 huruf b, Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah Rencana
Detail Tata Ruang yang dilengkapi dengan Peraturan Zonasi . Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
merupakan rencana yang menetapkan blok pada kawasan fungsional sebagai penjabaran kegiatan ke
dalam wujud ruang yang memperhatikan keterkaitan antarkegiatan dalam kawasan fungsional agar
tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan kegiatan penunjang dalam kawasan
fungsional tersebut yang dilengkapi dengan peraturan zonasi.

Sehubungan dengan perwujudan Koridor Jalan Ciawi-Singaparna sebagai Kawasan Strategis Cepat
Tumbuh di Kabupaten Tasikmalaya, maka Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasinya
menjadi alat operasional untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan pemanfaatan ruang di Koridor Jalan
Ciawi-Singaparna yang pada akhirnya tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan
kegiatan penunjang di sepanjang Koridor Ciawi – Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

a. Maksud Maksud Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi -
Singaparna adalah menyiapkan acuan lebih detil bagi kegiatan pemanfaatan
ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di Koridor Jalan Ciawi - Singaparna
Kabupaten Tasikmalaya.

b. Tujuan Tujuan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi -
Singaparna adalah menyusun rencana yang menetapkan blok pada Koridor
Jalan Ciawi - Singaparna sebagai penjabaran kegiatan kedalam wujud ruang
yang memperhatikan keterkaitan antarkegiatan dalam Koridor Jalan Ciawi -
Singaparna agar tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan
kegiatan penunjang dalam Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya.

3. TARGET/SASARAN

Target/sasaran yang ingin dicapai terkait dengan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR) Koridor Ciawi - Singaparna, sebagai berikut :

a. Tersediannya Citra Satelit dan Peta Dasar

b. Tersusunnya Materi Teknis RDTR dan Peraturan Zonasi Koridor Jalan Ciawi - Singaparna
yang terdiri dari:

 Materi Teknis Data dan Analisa

2
 Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang

c. Tersedianya Album Peta yang terdiri dari:

 Album Peta Data dan Analisa

 Album Peta Rencana

d. Tersusunnya Peratusan Zonasi Koridor Jalan Ciawi - Singaparna

e. Tersusunnya Draft Naskah Akademis RDTR dan Peraturan Zonasi

f. Tersusunnya Draft Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Koridor
Jalan Ciawi - Singaparna berikut Matrik Telaahan.

g. Pelibatan masyarakat dalam penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Koridor Jalan Ciawi -
Singaparna.

4. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG DAN JASA

Nama organisasi yang menyelenggarakan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
Koridor Ciawi - Singaparna :

a. K/L/D/I : Kabupaten Tasikmalaya


b. Satker/SKPD : Dinas Tata Ruang dan Permukiman
c. PPK : IR. IKA DAHLIKA, MP.

5. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA

a. Sumber Dana Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai Penyusunan Rencana
Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi - Singaparna berasal dari
APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2014.

b. Perkiraan Biaya Total perkiraan biaya yang diperlukan adalah Rp. 735.000.000,- (tujuh
ratus tiga puluh lima juta rupiah)

6. RUANG LINGKUP, LOKASI PEKERJAAN, FASILITAS PENUNJANG

a. Ruang Lingkup Ruang lingkup pekerjaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR) Koridor Ciawi - Singaparna secara umum mengacu pada
ketentuan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman

3
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi
Kabupaten/Kota. Adapun ruang lingkup pekerjaan Penyusunan Rencana
Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi - Singaparna yang harus
dilakukan oleh penyedia jasa konsultansi sebagai berikut :
1. Tahapan Persiapan
Tahapan Persiapan ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a) Melakukan Mobilisasi Tim dan Survey Pendahuluan. Hasil mobilisasi


tim dan survey pendahuluan dituangkan kedalam berita acara
pelaksanaan mobilisasi tim dan survey pendahuluan;
b) Mengidentifikasi kesesuaian produk RDTR sebelumnya dan/atau
RTRW dengan kondisi terkini (bila ada RDTR sebelumnya);
c) Melakukan Studi Literatur terkait, pengembangan kawasan;
d) Mengkaji gambaran rencana kawasan dalam konteks rencana
Kabupaten Tasikmalaya.
e) Menyusun gambaran awal fungsi dan peranan kawasan (harus dapat
menggambarkan lingkup wilayah terpengaruh oleh kawasan);
f) Menyusun gambaran awal permasalahan dan kebutuhan
pengembangan kawasan;
g) Menyusun Metodologi dan Rencana Kerja pelaksanaan penyusunan
RDTR dan Peraturan Zonasi;
h) Menyusun Perangkat survei;
i) Menyusun Laporan Pendahuluan;
j) Melakukan pembahasan Laporan Pendahuluan dengan tim teknis dan
hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan
Laporan Pendahuluan dan melampirkan dokumentasi pelaksanaan
pembahasan; dan
k) Menyerahkan Laporan Pendahuluan. Laporan yang diserahkan adalah
laporan yang telah diperbaiki berdasarkan hasil pembahasan laporan
pendahuluan. Penyerahan Laporan Pendahuluan harus melampirkan
berita acara hasil perbaikan yang menyatakan bahwa Laporan
Pendahuluan telah diperbaiki dan sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan. Berita acara tersebut ditandatangani oleh seluruh
tim teknis.

4
2. Tahapan Penyusunan Materi Teknis Data dan Analisa

Tahapan Penyusunan Materi Teknis Data dan Analisa ini meliputi


kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a) Melaksanakan FGD I yang dimaksudkan untuk menjaring aspirasi


masyarakat terkait dengan kebutuhan pengembangan kawasan. Hasil
FGD dituangkan dalam Berita Acara Pelaksanaan FGD I. Berita acara
tersebut ditandatangani oleh pemerintah daerah setempat
(kecamatan), perwakilan masyarakat dan Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK);
b) Melakukan survey dan pengumpulan data dan informasi kawasan
perkotaan secara lengkap dengan melakukan peninjauan ke seluruh
wilayah perencanaan. Pengumpulan data dan informasi kawasan
meliputi :
 Survey primer
 Survey data instansional
 Survey lainnya sesuai keperluan dan kebutuhan penyusunan
RDTR Kawasan.

Hasil survey dan pengumpulan data dan informasi kawasan


dituangkan dalam Berita Acara Pelaksanaan Survey dan
Pengumpulan data dan Informasi ditandatangani oleh PPK dan
melampirkan dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
c) Melakukan pengolahan dan kompilasi data;
d) Melakukan pembahasan data yang telah dikumpulkan dengan tim
teknis dan hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara
Pembahasan Data dan melampirkan dokumentasi pelaksanaan
pembahasan;
e) Melakukan analisis pengembangan kawasan; Analisis yang dilakukan
minimal menghasilkan keluaran sebagai berikut :
 Potensi dan masalah pengembangan kawasan
 Peluang dan tantangan pengembangan kawasan
 Kecenderungan perkembangan kawasan
 Perkiraan kebutuhan pengembangan kawasan
 Intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan daya dukung dan
daya tampung (termasuk prasarana/infrastruktur maupun utilitas)

5
 Teridentifikasinya indikasi arahan penanganan kawasan dan
bangunan

f) Merumuskan konsep pengembangan kawasan. Konsep


pengembangan dirumuskan minimal 2 (dua) alternatif. Pemilihan
alternatif konsep pengembangan kawasan dilakukan pada saat FGD
II;
g) Melakukan pembahasan analisis dan konsep pengembangan dengan
tim teknis dan hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara
Pembahasan Analisis dan Konsep Pengembangan Kawasan dan
melampirkan dokumentasi pelaksanaan pembahasan;
h) Melaksanakan FGD II yang dimaksudkan untuk menyampaikan
konsep pengembangan kawasan. Hasil FGD dituangkan dalam Berita
Acara Pelaksanaan FGD II. Berita acara tersebut ditandatangani oleh
pemerintah daerah setempat (kecamatan), perwakilan masyarakat
dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).;
i) Menyusun Laporan Antara;
j) Melakukan Ekspose Laporan Antara dan hasil pembahasan
dituangkan dalam berita acara pembahasan Ekspose Laporan Antara
dan melampirkan dokumentasi pelaksanaan kegiatan; dan
k) Menyerahkan Laporan Antara. Laporan yang diserahkan adalah
laporan yang telah diperbaiki berdasarkan hasil pembahasan
pembahasan-pembahasan sebelumnya, FGD I, FGD II dan Ekspose
Laporan Antara. Penyerahan Laporan Antara harus melampirkan
berita acara hasil perbaikan yang menyatakan bahwa Laporan Antara
telah diperbaiki dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Berita acara tersebut ditandatangani oleh seluruh tim teknis.
3. Penyusunan Materi Teknis Rencana

Tahapan Penyusunan Materi Teknis Rencana ini meliputi kegiatan-


kegiatan sebagai berikut:

a) Merumuskan tujuan penataan ruang kawasan;


b) Melakukan pembahasan tujuan penataan ruang dengan tim teknis
dan hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan
Tujuan Penataan Ruang dan melampirkan dokumentasi pelaksanaan
pembahasan;

6
c) Merumuskan Rencana Pola Ruang;
d) Melakukan pembahasan rencana pola ruang dengan tim teknis dan
hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan
Rencana Pola Ruang dan melampirkan dokumentasi pelaksanaan
pembahasan;
e) Merumuskan Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana;
f) Melakukan pembahasan rencana pengembangan jaringan prasarana
dengan tim teknis dan hasil pembahasan dituangkan dalam Berita
Acara Pembahasan Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana dan
melampirkan dokumentasi pelaksanaan pembahasan;
g) Merumuskan Penetapan Sub BWP yang diprioritaskan
penanganannya;
h) Merumuskan Ketentuan Pemanfaataan Ruang;
i) Melakukan pembahasan sub BWP yang diprioritaskan dan ketentuan
pemanfaatan ruang dengan tim teknis dan hasil pembahasan
dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Sub BWP yang
diprioritaskan dan Ketentuan Pemanfaatan Ruang dan melampirkan
dokumentasi pelaksanaan pembahasan;
j) Melakukan tinjauan lapangan terkait dengan rencana yang telah
disusun;
k) Melakukan Ekspose Laporan Akhir dan hasil pembahasan dituangkan
dalam Berita Acara Pembahasan Laporan Akhir dan melampirkan
dokumentasi pelaksanaan kegiatan;
l) Melakukan pembahasan dengan BKPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Hasil pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan
BKPRD Kabupaten Tasikmalaya dan melampirkan dokumentasi
pelaksanaan kegiatan;
m) Melaksanakan Konsultasi Publik. Hasil pembahasan dituangkan dalam
Berita Acara Konsultasi Publik dan melampirkan dokumentasi
pelaksanaan kegiatan;
n) Menyusun Laporan Akhir; dan
o) Menyerahkan Laporan Akhir. Laporan yang diserahkan adalah
laporan yang telah diperbaiki berdasarkan hasil pembahasan
pembahasan-pembahasan sebelumnya, Ekspose Laporan Akhir,
pembahasan BKPRD dan Konsultasi Publik. Penyerahan Laporan Akhir

7
harus melampirkan berita acara hasil perbaikan yang menyatakan
bahwa Laporan Akhir telah diperbaiki dan sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan. Berita acara tersebut ditandatangani oleh
seluruh tim teknis.

4. Penyusunan Peraturan Zonasi

Tahapan Penyusunan Peraturan Zonasi ini meliputi kegiatan-kegiatan


sebagai berikut:

a) Melakukan pengumpulan data;


b) Melakukan pengolahan data dan analisis perumusan peraturan
zonasi;
c) Merumuskan peraturan zonasi;
d) Melakukan pembahasan peraturan zonasi minimal 2 (dua) kali
pembahasan dengan tim teknis dan hasil pembahasan dituangkan
dalam Berita Acara Pembahasan Peraturan Zonasi dan melampirkan
dokumentasi pelaksanaan pembahasan;
e) Melakukan konsultasi publik Peraturan Zonasi. Pelaksanaanya
dilakukan bersama-sama dengan konsultasi publik RDTR;
f) Menyerahkan Peraturan Zonasi. Penyerahan dilakukan bersama
penyerahan Laporan Akhir dan peraturan zonasi ini merupakan
bagian dari Laporan Akhir.

5. Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis


(KLHS)

Tahapan Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis


(KLHS) ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

g) Melakukan penyusunan dan penyajian informasi dasar;


h) Melakukan kajian konsep pengembangan;
i) Merumuskan isu lingkungan hidup awal;
j) Melakukan penilaian dan penetapan isu strategis;
k) Melakukan konsultasi publik;
l) Merumuskan alternatif dan rekomendasi;
m) Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
n) Asistensi Dokumen KLHS; dan
o) Menyerahkan Dokumen KLHS. Penyerahan dilakukan bersama
penyerahan Laporan Akhir dan dokumen ini merupakan lampiran dari
8
Laporan Akhir.

6. Pembuatan Peta, Album Peta dan Geodatabase

a) Pengadaan Citra Satelit Resolusi tinggi dengan resolusi spatial 0,5 m


– 1 m;
b) Melakukan pengukuran Titik Kontrol Tanah (GCP) sebanyak 24 (dua
puluh empat) titik;
c) Melakukan koreksi citra berdasarkan hasil pengukuran Titik Kontrol
Tanah (GCP) dan membuat orthoimage dan/atau orthorektifikasi;
a) Melakukan asistensi citra satelit hasil koreksi kepada Badan Informasi
Geospasial (BIG). Hasil Asistensi berupa Berita Acara Asistensi Citra
Satelit yang dikeluarkan oleh BIG menyatakan bahwa citra satelit
yang telah dikoreksi telah sesuai dengan ketentuan informasi
geospatial sehingga dapat digunakan untuk tahapan pemetaan
selanjutnya;
b) Melakukan digitasi citra yang telah dikoreksi yang meliputi :
 Jalan dan sungai yang meliputi garis dan as pada jalan dan
sungai.
 Seluruh bangunan yang terdapat di kawasan perkotaan sesuai
dengan yang tampak di citra satelit.
 Penggunaan lahan
d) Melakukan survey batas administrasi dan Survey Toponimi;
e) Melakukan survey kegiatan pemanfaatan ruang dan penggunaan
lahan;
f) Pembuatan Peta Wilayah Administrasi;
g) Pembuatan Peta Sebaran Kegiatan Pemanfaatan Ruang;
h) Pembuatan Peta Penggunaan Lahan;
i) Pembuatan Peta Data dan Analisa lainnya sesuai dengan kebutuhan;
j) Penyusunan Album Peta Data dan Analisa;
k) Menyerahkan Album Peta Data dan Analsa;
l) Pembuatan Peta Rencana;
m) Penyusunan Album Peta Rencana;
n) Menyerahkan Album Peta Rencana;
o) Menyusun geodatabase RDTR Kawasan;
p) Menyerahkan Geodatabase; dan
q) Melakukan Asistensi Peta Dasar dam Peta Tematik dan Rencana.

9
Hasil Asistensi dituangkan dalam Berita Acara Asistensi Peta Dasar
dan Peta Tematik dan Rencana.

7. Penyusunan Draft Naskah Akademis dan Draft Ranperda RDTR

a) Melakukan kajian yuridis, filosofis, sosiologis terkait rancangan


peraturan daerah tentang rencana tata ruang;
b) Menyusun draft naskah akademis dan draft ranperda;
c) Asistensi draft naskah akademis dan draft ranperda. Hasil Asistensi
dituangkan dalam Berita Acara Asistensi Draft Naskah Akademis dan
Draft Ranperda.; dan
d) Menyerahkan Draft Naskah Akademis dan draft ranperda;

b. Lokasi Pekerjaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi -
Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dilaksanakan pada Koridor Jalan Ciawi
- Singaparna yang mencakup jarak 1 km kiri dan kanan Jalan Ciawi -
Singaparna sepanjang 23 km atau mencakup luas ± 4905.03 ha yang
meliputi sebagian wilayah administratif Kecamatan sebagai berikut:
NO KECAMATAN DESA
1 CIAWI BUGEL
CIAWI
GOMBONG
KERTAMUKTI
MARGASARI
PAKEMITAN
PAKEMITANKIDUL
2 CISAYONG CIKADU
CISAYONG
PURWASARI
SANTANAMEKAR
SUKAJADI
SUKAMUKTI
SUKASETIA
3 JAMANIS CONDONG
GERESIK
KARANGMULYA
KARANGRESIK
KARANGSEMBUNG
4 LEUWISARI ARJASARI
CIAWANG
5 PADAKEMBANG CILAMPUNGHILIR
CISARUNI
MEKARJAYA

10
NO KECAMATAN DESA
PADAKEMBANG
RANCAPAKU
6 SINGAPARNA CINTARAJA
CIPAKAT
SUKAMULYA
7 SUKAHENING BANYURASA
BANYURESMI
KIARAJANGKUNG
KUDADEPA
SUKAHENING
SUNDAKERTA
8 SUKARATU GUNUNGSARI
INDRAJAYA
LINGGAJATI
SINAGAR
SUKAGALIH
SUKAMAHI
SUKARATU
TAWANGBANTENG
9 SUKARESIK CIPONDOK
MARGAMULYA

7. KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN

Keluaran/produk yang akan dihasilkan dari Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
Koridor Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebagai berikut :

1. Citra Satelit Resolusi Tinggi dengan Resolusi Spatial 0,5m - 1m yang terdiri dari citra
satelit mentah (belum dilakukan pengolahan) dan citra satelit telah terkoreksi.

2. Laporan Hasil Pengukuran Titik Kontrol Tanah (GCP) dan Pembuatan Orthoimage.
Muatan laporan ini antara lain sebagai berikut :

1) Data sebaran GCP berikut koordinatnya berikut SHP;

2) Data mentah hasil pengukuran;

3) Data pengukuran hasil pengolahan software;

4) Citra ortho (citra tegak) dan;

5) data lainnya yang dibutuhkan.

Laporan ini melampirkan Citra Satelit yang telah dikoreksi dan mendapat persetujuan dari BIG.

3. Materi Teknis Data dan Analisa. Materi Teknis Data dan Analisa ini dituangkan pada
11
Laporan Antara dengan isi mengacu pada Permen PU Nomor 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota dan sesuai dengan
karakteristik wilayah perencanaan sebagai berikut :

1) Pendahuluan

2) Tinjauan Kebijakan Pengembangan Kawasan Perkotaan, yang meliputi:


 RTRW Nasional (jika diperlukan/ada relevansinya)
 RTRW Provinsi (jika diperlukan/ada relevansinya)
 RTRW Kabupaten Tasikmalaya
 RDTR sebelumnya (jika ada)
 RPJPD Kabupaten Tasikmalaya
 RPJMD Kabupaten Tasikmalaya
 Dokumen Masterplan Sektoral/DED, seperti Air Limbah, Air bersih, Persampahan dan lain
sebagainya yang memiliki relevansi terhadap penyusunan RDTR.

3) Tinjauan Peraturan dan Perundang-undangan

4) Tinjauan Standar Teknis Perencanaan dan Peraturan Zonasi

5) Profil Kawasan Perkotaan

6) Analisis Kawasan Perkotaan, yang meliputi :


 Analisis RDTR
 Analisis Peraturan Zonasi

7) Konsep Pengembangan Kawasan Perkotaan

4. Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya. Materi Teknis Rencana ini dituangkan pada Laporan Akhir dengan isi sebagai
berikut :

1) Pendahuluan yang meliputi :


 Dasar Hukum Penyusunan RDTR
 Tinjauan Terhadap RTRW Kabupaten Tasikmalaya

2) Ketentuan Umum, yang meliputi :


 Istilah dan Definisi
 Kedudukan RDTR dan Peraturan Zonasi Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya
 Fungsi dan Manfaat RDTR dan Peraturan Zonasi Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten
Tasikmalaya

12
 Kriteria dan Lingkup Wilayah Perencanaan RDTR dan Peraturan Zonasi
 Masa Berlaku RDTR dan Peraturan Zonasi

3) Tujuan Penataan Ruang Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang
meliputi :
 Tujuan Penataan Ruang
 Prinsip-Prinsip Penataan Ruang
 Konsep Pengembangan Kawasan Perkotaan

4) Rencana Pola Ruang Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Materi yang
diatur didalam rencana pola ruang harus menampilkan distribusi lokasi pola ruang pada setiap
Sub BWP/blok/sub blok berikut luasannya.

5) Rencana Jaringan Prasarana Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang
meliputi :
 Rencana Pengembangan Jaringan Pergerakan
 Rencana Pengembangan Jaringan Energi/Kelistrikan
 Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi
 Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum
 Rencana Pengembangan Jaringan Drainase
 Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah
 Rencana Pengembangan Prasarana lainnya

Setiap rencana jaringan prasarana harus dapat menunjukan distribusi lokasinya.

6) Penetapan Sub Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang diprioritaskan
penanganannya yang berisi lokasi, tema penanganan, dan rencana penanganan.

7) Ketentuan Pemanfaatan Ruang Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

5. Peraturan Zonasi, Peraturan Zonasi ini merupakan salah satu bagian dari muatan Laporan
Akhir. Muatan Peraturan Zonasi terdiri dari :

1) Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan

2) Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang

3) Ketentuan Tata Bangunan

4) Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal

5) Ketentuan pelaksanaan;

6) Materi pilihan (disesuaikan kebutuhan) yang meliputi :

13
 Ketentuan tambahan
 Ketentuan khusus
 Standar Teknis
 Ketentuan pengaturan zonasi

6. Album Peta yang meliputi Album Peta Data dan Analisa dan Album Peta Rencana Detail Tata
Ruang Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

1) Album Peta Data dan Analisa ukuran A3 dan ukuran A1 dengan rincian isi sebagai berikut :
 Peta orientasi, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;
 Peta batas administrasi, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;
 Peta sebaran kegiataan pemanfaatan ruang, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;
 Peta penggunaan lahan, dengan skala 1:5000;
 Peta-peta Tematik Lainnya, dengan skala sesuai kebutuhan;
 Peta Alternatif Konsep Pengembangan, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;

2) Album Peta Rencana ukuran A3 dan ukuran A1 dengan rincian isi sebagai berikut :
 Peta Konsep Pengembangan Terpilih, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;
 Peta Rencana Pola Ruang, dengan skala 1 : 5.000
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Pergerakan, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Energi / Kelistrikan, dengan skala sesuai dengan
ukuran kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Drainase, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Rencana Pengembangan Prasarana lainnya, dengan skala sesuai dengan ukuran
kertas;
 Peta Sub BWP yang prioritas penanganannya, dengan skala sesuai dengan ukuran kertas;

14
7. Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Dokumen ini merupakan lampiran
dari Laporan Akhir. Muatan Dokumen KLHS ini ebagai berikut :
1) Informasi Dasar Kawasan
2) Hasil Kajian Konsep Pengembangan
3) Isu Lingkungan Hidup Awal
4) Isu Strategis
5) Hasil Kajian Pengaruh
6) Alternatif dan Rekomendasi

8. Draft Naskah Akademis RTDR Koridor Jalan Ciawi - Singaparna beserta peraturan zonasinya.

9. Draft Naskah Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Koridor
Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dilengkapi dengan penjelasan dan matrik
telaahan.

10. Geodatabase RDTR Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

11. DVD sebanyak 5 (lima) buah, yang masing-masing memuat seluruh laporan serta tayangan yang
harus disampaikan kepada Pemberi Kerja dalam format micrsoft office word (doc), mircrosoft
powerpoint (pptx) dan PDF.

12. Seluruh hasil pengadaan untuk menunjang pelaksanaan penyusunan RDTR Koridor Jalan Ciawi -
Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, berupa Printer A4 Laser Jet Color, dan GPS Mapping
diserahkan kepada pengguna anggaran/PPK sebagai inventaris dinas.

8. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN

Jangka waktu pelaksanaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Koridor Ciawi -
Singaparna adalah 6 (enam) bulan atau ± 180 hari kalender.

9. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN

TENAGA AHLI :
1. Ahli Perencana Kota (Team Leader)
Pendidikan : S1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Pengalaman : 6 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

2. Ahli Prasarana Kota


Pendidikan : S1 Perencanan Wilayah dan Kota/Sipil
15
Pengalaman : 5 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

3. Ahli Ekonomi Wilayah


Pendidikan : S1 Ekonomi Pembangunan
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal)
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

4. Ahli Geologi Tata Lingkungan


Pendidikan : S1 Teknik Geologi
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

5. Ahli Pariwisata
Pendidikan : S1 Pariwisata
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

6. Ahli Hidrologi
Pendidikan : S1 Teknik Sipil
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

7. Ahli Energi dan Telekomunikasi


Pendidikan : S1 Elektro/Telekomunikasi
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

8. Ahli Industri
Pendidikan : S1 Manajemen Industri
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal

Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang


Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

9. Ahli Pertanian
Pendidikan : S1 Pertanian
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
16
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,23 MM/OB

10. Ahli Arsitek/Urban Design


Pendidikan : S1 Teknik Arsitektur
Pengalaman : 6 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

11. Ahli Hukum Tata Ruang


Pendidikan : S1 Hukum Perencanaan
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,40 MM/OB

12. Ahli Sosial Budaya


Pendidikan : S1 Sosiologi
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,40 MM/OB

13. Ahli Geodesi


Pendidikan : S1 Geodesi
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 19 OH

14. Ahli Sistem Informasi Geografis (SIG)


Pendidikan : S1 Teknik Geodesi
Pengalaman : 4 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 2,33 MM/OB

15. Ahli Lingkungan


Pendidikan : S1 Teknik Lingkungan
Pengalaman : 6 Tahun
Pengalaman terhitung sesuai dengan tahun kelulusan pendidikan formal
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

TENAGA PENDUKUNG :
1. Asisten Ahli Perencana Kota
Pendidikan : S1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Pengalaman :-
Jumlah Orang : 2 (dua) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

17
2. Asisten Ahli Arsitek/Urban Design
Pendidikan : S1 Perencanaan Wilayah dan Kota/Arsitektur
Pengalaman :-
Jumlah Orang : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

3. Asisten Ahli Lingkungan


Pendidikan : S1 Teknik Lingkungan
Pengalaman :-
Jumlah Orang : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 5,17 MM/OB

4. Teknisi Pengukuran
Pendidikan : D3
Pengalaman : -
Jumlah Orang : 6 (enam) orang
Waktu Penugasan : 6 OH

5. Surveyor
Pendidikan : D3
Pengalaman : -
Jumlah Tenaga Ahli : 15 (lima belas) orang
Waktu Penugasan : 0,8 MM/OB

6. Drafter Peta Dasar


Pendidikan : D3 Geodesi
Pengalaman : -
Jumlah Tenaga Ahli : 6 (enam) orang
Waktu Penugasan : 18 OH

7. Drafter Peta Tematik dan Rencana


Pendidikan : D3 Geodesi
Pengalaman :-
Jumlah Tenaga Ahli : 2 (dua) orang
Waktu Penugasan : 3,77 MM/OB

8. Sopir
Pendidikan : SLTA
Pengalaman : -
Jumlah Tenaga Ahli : 1 (satu) orang
Waktu Penugasan : 1,93 MM/OB

10. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

Pendekatan/penghampiran masalah terkait dengan kebutuhan Jasa Konsultansi dan metodologi


untuk menyelesaikan masalah terkait dengan pekerjaan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang
Koridor Jalan Ciawi - Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menggunakan pendekatan
participatory planning.

18
11. SPESIFIKASI TEKNIS

Spesifikasi teknis yang diperlukan, meliputi :

a. Citra Stelit yang digunakan sebagai berikut:


 citra satelit dengan resolusi spatial 0,5 m – 1 m
 memiliki tutupan awan < 10% (diusahakan tutupan awan tidak menutupi sebagian besar
wilayah perencanaan)
 data akuisisi citra satelit maksimal 1 – 2 tahun kebelakang (2013 - 2012) diusahakan arsip
citra terbaru
 Dilengkapi dengan metadata
Adapun lokasi citra satelit yang diinginkan (Area of Interest/AOI) dengan sistem koordinat UTM
WGS 84 Zona 49S sebagai berikut :
Nama Titik X Y
1 180226,801 9208564,3739
2 187226,801 9208564,3739
3 180226,801 9185564,3739
4 187226,801 9185564,3739

19
20
b. Skala peta yang digunakan adalah minimal 1:5000 atau lebih besar. Ketelitian citra untuk skala
1:5.000 meliputi ketelitian horizontal sebesar 0,5 – 2,5 m dan ketelitian vertikal 0,75 m.

c. Pengukuran Titik Kontrol Tanah (GCP) menggunakan GPS Geodetik (dual frekuensi) dan waktu
pengamatan/pengukuran dilakukan minimal 1 (satu) jam.

d. Format file peta yang digunakan sebagai berikut :


 Peta dengan format *. MXD, *.JPEG, *.Geotiff, dan *.pdf
 Citra satelit dengan format *.geotiff
 Shapefile dengan format *.shp

e. Format file laporan dan bahan paparan yang digunakan sebagai berikut :
 Laporan dengan format *.doc/docx dan *.pdf
 Bahan paparan dengan format *.ppt/pptx dan *.pdf

f. Jenis shapefile:
 Jalan dan Sungai : Polygon dan Polyline (garis dan as jalan/sungai)
 Daerah administrasi : Polygon
 Batas administrasi (kabupaten/kecamatan/desa/kepunduhan) : Polyline
 BWP,Sub BWP, dan Blok : Polygon
 Batas BWP,Sub BWP, dan Blok : Polyline
 dan lain-lainnya disesuaikan dengan kebutuhan

g. Deliniasi BWP,Sub BWP, dan Blok


 BWP menggunakan batas administrasi
 Sub BWP dan Blok menggunakan batas fisik seperti jalan, sungai dan batas fisik lainnya.

h. Nama Sub BWP dan Blok


 Nama Sub BWP : insial BWP – 1, insial BWP – 2, dst
 Nama Blok : nama sub BWP . a, nama sub BWP . b , dst

i. Unit panjang dan luas : km/m dan ha/m2.

j. Unit data dan unit analisis adalah desa/blok.

k. Data yang dapat ditampilkan secara “time series”, disajikan dalam 5 tahun terakhir.

l. Pencetakan pelaporan dan Peta :


 Pelaporan menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4 dan warna. Untuk peta yang
disajikan dalam laporan menggunakan kertas yang sama dengan laporan dan skala peta
mengikuti ukuran kertas.

21
 Peta Cetak/Album Peta menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A3 dan A1 dan warna.

m. Manajemen Data Peta dan Laporan

Seluruh data peta dan laporan yang berbentuk file disimpan dalam DVD dengan susunan folder
sebagai berikut :

RDTR Kawasan XXX (XXX = nama kawasan perkotaan) terdiri dari sub folder:
01. Laporan, terdiri dari sub folder:
01. Laporan Bulanan
02. Laporan Pengukuran GCP dan Pembuatan Orthoimage
03. Laporan Pendahuluan
04. Laporan Antara
05. Laporan Akhir
06. Laporan KLHS
07. Laporan FGD
08. Laporan Konsultasi Publik
02. Bahan Tayang
03. Peta, terdiri dari sub folder:
01. Sumber Data, terdiri dari sub folder:
01. Data Mentah
02. Data Terkoreksi
02. Peta Dasar
01. Bangunan
02. BWP
03. Jaringan Jalan
04. Kontur
05. Perairan
06. Tutupan Lahan Eksisting
03. Peta Tematik
04. Peta Rencana
01. Pola Ruang
02. Jaringan Prasarana
03. Sub BWP Yang Diprioritaskan
05. Album Peta

22
12. PENYERAHAN LAPORAN, ALBUM PETA, DAN PRODUK/KELUARAN LAINNYA

a. Laporan Bulanan

Laporan ini merupakan laporan progres kemajuan pekerjaan setiap bulannya yang diserahkan
sebanyak 2 (dua) buah setiap bulannya dan disampaikan pada minggu terakhir setiap bulannya
serta telah mendapat pengesahan dari PPK. Muatan dari laporan ini minimal berisi:

1) Progres pencapaian bulanan (dalam prosentase) dilengkapi dengan kurva “S”;


2) Rencana Kerja bulan berikutnya
3) Daftar penugasan personil (tenaga ahli dan tenaga pendukung) pada bulan yang
bersangkutan;
4) Berita acara pembahasan dan/atau asistensi berikut dokumentasi pelaksanaan dan;
5) Data/dokumen lainnya sesuai kebutuhan.

b. Laporan Hasil Pengukuran Titik Kontrol Tanah (GCP) dan Pembuatan Orthoimage

Laporan ini merupakan laporan hasil pelaksanaan pengukuran Titik Kontrol Tanah yang
diserahkan sebanyak 3 (tiga) buah dan disampaikan paling lambat 1 (satu) minggu setelah
asistensi ke BIG Muatan Laporan Hasil Pengukuran Titik Kontrol Tanah (GCP) dan
Pembuatan Orthoimage secara lengkap dapat dilihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG
DIHASILKAN diatas.

c. Laporan FGD

Laporan FGD ini merupakan laporan hasil pelaksanaan FGD yang diserahkan sebanyak 3 (tiga)
buah untuk masing-masing pelaksanaan FGD (FGD I dan FGD II). Muatan dari laporan ini antara
lain, materi FGD yang disampaikan, hasil-hasil yang telah disepakati bersama dilengkapi dengan
berita acara pelaksanaan serta dokumentasi pelaksanaan. Laporan ini disampaikan paling lambat
1 minggu setelah pelaksanaan FGD.

d. Laporan Konsultasi Publik

Laporan Konsultasi Publik ini merupakan laporan hasil pelaksanaan Konsultasi Publik yang
diserahkan sebanyak 3 (tiga) buah Muatan dari laporan ini antara lain, hasil-hasil yang telah
disepakati bersama dilengkapi dengan berita acara pelaksanaan serta foto-foto pelaksanaan.
Laporan ini disampaikan paling lambat 1 minggu setelah pelaksanaan Konsultasi Publik.

e. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan ini disampaikan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar. Laporan pendahuluan,


sudah harus diserahkan paling lambat 22 (dua puluh dua) hari kalender setelah diterbitkan SPMK.
Muatan minimal pada laporan pendahuluan sebagai berikut :

23
1) Hasil Survey Pendahuluan
2) Hasil identifikasi kesesuaian produk RDTR sebelumnya dan/atau RTRW dengan kondisi terkini
(bila ada RDTR sebelumnya);
3) Hasi studi literatur terkait, pengembangan kawasan perkotaan
4) Gambaran rencana kawasan perkotaan dalam konteks rencana Kabupaten Tasikmalaya
5) Gambaran awal mengenai fungsi dan peranan wilayah perencanaan (harus dapat
menggambarkan lingkup wilayah terpengaruh oleh kawasan perkotaan)
6) Gambaran Awal permasalahan dan kebutuhan pengembangan kawasan perkotaan;
7) Metodologi dan Rencana Kerja pelaksanaan penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi;
Rencana Pelaksanaan Pekerjaan dilengkapi dengan Time Schedule dan bobot (%) masing-
masing tahapan pekerjaan dan Kurva “S”.
8) Perangkat Survey

f. Laporan Antara

Laporan ini diserahkan sebanyak 20 (dua puluh) buah. Laporan Antara, paling lambat harus
sudah diserahkan pada 99 (sembilan puluh sembilan) hari kalender setelah diterbitkan SPMK.
Muatan Laporan Antara secara lengkap dapat dilihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG
DIHASILKAN diatas.

g. Album Peta Data dan Analisa

Album Peta Data dan Analisa diserahkan sebanyak 5 (lima) buah ukuran A3 dan 5 (lima) buah
ukuran A1. Album Peta Data dan Analisa diserahkan bersamaan dengan penyerahan Laporan
Antara. Muatan Album Peta Data dan Analisa secara lengkap dapat dilihat sub bab
KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN diatas.

h. Laporan Akhir

Laporan Akhir ini diserahkan sebanyak 20 (dua puluh) buah. Laporan akhir, paling lambat harus
sudah diserahkan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK. Muatan
Laporan Akhir secara lengkap lihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN
diatas.

i. Album Peta Rencana

Album Peta Rencana diserahkan sebanyak 5 (lima) buah ukuran A3 dan 5 (lima) buah ukuran A1,
diserahkan bersamaan dengan penyerahan Laporan Akhir. Muatan Album Peta Rencana
secara lengkap dapat dilihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN diatas.

24
j. Peraturan Zonasi

Dokumen ini diserahkan dengan jumlah sesuai dengan jumlah laporan akhir sebagai bagian dari
Laporan Akhir, diserahkan bersamaan dengan penyerahan Laporan Akhir. Muatan Dokumen
KLHS secara lengkap dapat dilihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN diatas.

k. Dokumen KLHS

Dokumen ini diserahkan dengan jumlah sesuai dengan jumlah laporan akhir sebagai lampiran dari
Laporan Akhir, diserahkan bersamaan dengan penyerahan Laporan Akhir. Muatan Dokumen
KLHS secara lengkap dapat dilihat sub bab KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN diatas.

l. Draft Naskah Akademis dan Draft Ranperda

Draft Naskah akademis dan Ranperda diserahkan masing-masing sebanyak 5 buah, paling lambat
harus sudah diserahkan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK.

13. KEPEMILIKAN DATA DAN HASIL KEGIATAN

Seluruh kepemilikan data dan keluaran/hasil kegiatan sebagaimana dicantumkan dalam KAK ini
diserahkan kepada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya.

14. PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan Penyusunan RDTR Koridor Jalan Ciawi -
Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.

Tasikmalaya, April 2014


PPK
PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR)
KORIDOR CIAWI - SINGAPARNA

IR. IKA DAHLIKA, MP.


NIP. 19620629 199303 2 002

25