Anda di halaman 1dari 10

Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan

kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet
(beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan
keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer,
industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan;
dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang
akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh
Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan
yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.

Latar Belakang terjadinya perang dingin adalah sebagai berikut.


1. Munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang perang di pihak Sekutu (Inggris,
Perancis, dan AS). AS berperan besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk
memperbaiki kehidupan perekonomiannya.
2. Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan membebaskan Eropa
bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di
Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan mensponsori terjadinya
perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria,
Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia sehingga negara-negara tersebut masuk dalam
pemerintahan komunis Uni Soviet.
3. Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di luar wilayah
Eropa. Dampaknya muncul 2 kelompok negara di dunia yaitu negara-negara maju dengan
negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh bagi perkembangan politik dan
ekonomi dunia.

Faktor-faktor utama yang menyebabkan Perang Dingin :


1. Perbedaan Paham
2. Keinginan untuk Berkuasa
3. Berdirinya Pakta Pertahanan
Guna mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat berkuasa
maka negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang
dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi
Pertahanan Atlantik Utara. Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun
1955 Uni Soviet mendirikan pakta pertahanan yaitu PAKTA WARSAWA. Anggota Pakta
Warsawa yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria,
Polandia, dan Rumania.
Berdirinya kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga,
ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman antara kedua blok baik blok barat maupun blok
timur. Amerika dituduh menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia
sementara Uni Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara
demokrasi melalui ideologi komunisme. Dan keadaan tersebut memicu ketegangan kian
memuncak sehingga muncullah persaingan senjata di antara kedua belah pihak.
B. BERLANGSUNGNYA PERANG DINGIN
Perang Dingin (Cold War) adalah ketegangan yang secara politis tampak saling bermusuhan
karena adanya persaingan kepentingan. Perang Dingin dimulai setelah berakhirnya Perang
Dunia II sejak pembagian Jerman menjadi 2 wilayah, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
Pembagian Jerman menjadi 2 diikuti dengan pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat
yang dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis sedangkan Berlin Timur dikusai oleh
Uni Soviet tepatnya saat terjadi Konfrensi Yalta (Februari 1945).
Dalam waktu singkat (1945-1948) Uni Soviet berhasil membentuk pemerintahan komunis di
Bulgaria, Rumania, Hongaria, Polandia, dan Chekoslowakia. Karena perkembangan pengaruh
Uni Soviet sangat cepat dan pertumbuhannya pesat maka Amerika merasa perlu
membendung berkembangnya gerakan komunis. Hingga akhirnya Amerika menyusun
strategi politik Containment Policy yang bertujuan mencegah berkembangnya pengaruh
suatu negara atau suatu sistem politik dari pihak lawan. Strategi politik tersebut
dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer seperti Marshall Plan dan
Doctrine Truman yaitu bantuan berupa keuangan, militer, dan penasehat militer kepada
Yunani dan Turki guna menghadapi gerilyawan komunis. Tujuannya untuk mempertahankan
Yunani dan Turki dari peneterasi komunis dan menghambat jalur Uni Soviet menuju ke
selatan yang akan mengancam negara-negara Barat. Sebab jika salah satu negara jatuh maka
negara tetangga lainnya juga akan jatuh sehingga semua negara akan jatuh ke dalam
pengaruh komunis. Uni Soviet berusaha menyaingi dengan membuat Molotov Plan dengan
tujuan untuk menata kembali perekonomian negara-negara Eropa Timur dan badan kerja
sama ekonomi Comicon (Cominteren Economic). Konflik ideologi tersebut berkembang
sampai di Asia.

Selama berlangsungnya Perang Dingin, situasi dan kondisi dunia


diwarnai oleh kegiatan sebagai berikut.
1) Perebutan Hegemoni/kekuasaan
· Kalahnya Jepang dari Sekutu menyebabkan seluruh wilayah Manchuria dan Korea
diduduki Uni Soviet hingga berdampak semakin kuatnya Uni Soviet di daratan Cina
serta wilayah Korea.
· Berdasarkan Konferensi Yalta maka semenanjung Korea dibagi 2 yaitu Utara dibawah
kekuasaan Uni Soviet sehingga Kim Il Sung menjalankan pemerintahan atas dasar
pemikiran komunis. Sementara di sebelah selatan, Amerika memilih Rhee Syngman
sebagai orang yang menjalankan pemerintahan berdasarkan dasar-dasar demokrasi.
Karena perbedaan ideologi ini maka menyebabkan munculnya perang saudara di
Semenanjung Korea pada 25 Juni 1950 dan inilah titik balik dari Perang Dingin.
· Posisi komunisme di Cina semakin kuat karena bantuan senjata dari Uni Soviet yang
berasal dari Jepang. Kuatnya komunisme di Cina menyebabkan berkembangnya
komunisme di Asia Tenggara. Cina berusaha menghalangi propaganda imperialisme
yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris. Cina semakin mengembangkan
komunismenya adapun alasannya adalah karena adanya keinginan untuk
mengembalikan daerah kekuasaan Cina di zaman kuno meliputi Korea, Funan, Birma,
India, bahkan lebih jauh termasuk daerah di Asia Tenggara. Selain alasan historis juga
adanya alasan geografis dan kekayaan alam di Asia Tenggara guna memperkuat posisi
ekonominya dalam dunia internasional. Karena alasan tersebutlah maka Cina semakin
melibatkan diri di Asia Tenggara.
· Apa yang dilakukan Cina dan Uni Soviet semakin mengancam kehidupan di Asia
Tenggara. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius bagi Amerika Serikat sehingga
membuat Amerika merasa perlu membantu negara-negara Asia Tenggara. Amerika
akhirnya memutuskan membantu Perancis yang saat itu sedang berperang melawan
Vietnam (dibantu Uni Soviet dan RRC) dengan harapan Vietnam tidak jatuh ke tangan
komunis. Tetapi ternyata Vietnam menang dan secara otomatis Vietnam berada di
bawah kekuasaan komunis.
· Jatuhnya Vietnam ke dalam kekuasaan komunis memungkinkan negara-negara di Asia
Tenggara jatuh ke kuasaan komunis. Perjanjian Jenewa merupakan upaya untuk
mengakhiri konflik antara kaum komunis dan non komunis yang membagi Vietnam
menjadi 2 yaitu Vietnam Utara dan Selatan. Tetapi upaya ini tidak membuahkan hasil
dan tidak mendatangkan kepuasan untuk mengakhiri konflik yang saling bertentangan
di Vietnam. Pertentangan tersebut menyebabkan keterlibatan campur tangan pihak
asing. Vietnam Utara sebagai negara komunis mendapat bantuan dan pengaruh dari
Cina dan Uni Soviet sementara Vietnam Selatan sebagai negara demokrasi mendapat
bantuan dari Amerika Serikat.
· Setelah bertahun-tahun diperjuangkan akhirnya tahun 1976 Vietnam dapat
dipersatukan di bawah kekuasaan kaum komunis. Vietnam membentuk persatuan
Indocina yang diberi nama Federasi Indocina dibawah kekuasaan komunis yang menjadi
ancaman militer dan ideologi bagi negara-negara Asia Tenggara.
· Di Asia Tenggara terjadi rivalitas antarkomunisme tampak dengan adanya konflik
antara Vietnam dan Kamboja mengenai masalah perbatasan. Dalam masalah ini
Kamboja(Pol Pot) menolak usul penyelesaian konflik perbatasan melalui forum PBB. Di
balik masalah Kamboja-Uni Soviet tidak lepas dari masalah politik yaitu konflik Sino-
Soviet. Di belakang Kamboja berdiri Cina dan di pihak Vietnam terdapat Uni Soviet.
Konflik Vietnam dan Kamboja adalah pertandingan dari jauh antara Cina dan Uni Soviet
di Asia Tenggara sementara Vietnam dan Kamboja menjadi pion-pion yang bertempur
di medan perang.
· Pertentangan ideologi antara negara Amerika Serikat dan Uni Soviet terjadi juga di
Amerika dimana Presiden Kuba Fidel Castro mendirikan negara komunis di Kuba.
Tindakan ini tentu saja mendapat reaksi keras dari Amerika Serikat dengan upaya
mensponsori invasi gerakan anti komunis Kuba namun mengalami kegagalan. Titik
ketegangan perang dingin ini terjadi di Teluk Babi pada tahun 1961.
· Negara di kawasan Amerika Tengah lainnya seperti Nikaragua juga dikuasai oleh kaum
komunis. Dimana Nikaragua sejak 1970 sampai 1990 dikuasai oleh kelompok Gerilyawan
komunis Sandinista (Front Pembebasan Nasional Sandinista).
· Di Afrika sayap kiri militer telah menguasai pemerintahan di Ethiopia antara tahun 1974-
1991. Sistem pemerintahan sosialis membuat negara tersebut bersekutu dengan Uni
Soviet. Di Angola dan Mozambik sejak 1975-1990 kelompok gerilya Marxis-Leninis
menguasai pemerintahan.
· Di Afganistan (1978) pemerintahan berhaluan komunis pimpinan Noor Mohammad
Tariki berhasil membangun Daoud Khan melalui kudeta berdarah. Untuk
menyelamatkan rezim komunis di Afganistan yang saat itu mendapat perlawanan dari
kelompok pimpinan Hafizullah Amin maka Uni Soviet pada Desember 1979 melakukan
invasi militer ke Afganistan. Selain itu guna mengimbangi kekuatan bersenjata Amerika
Serikat di Asia Barat Daya dan pengaruh liberalismenya. Tetapi invasi ini mendapat
perlawanan dari kelompok Mujahidin yang dipimpin Mohammad Najibullah yang
akhirnya berhasil memukul mundur pasukan Uni Soviet dan pada 1989 pasukan Soviet
ditarik mundur dari Afganistan.

Selama Perang Dingin berlangsung kedua negara adikuasa tidak pernah terlibat secara
langsung dalam suatu konflik (peperangan) secara terbuka. Mereka selalu berada di
belakang negara-negara yang sedang bersengketa. Mereka memberikan bantuan
persenjataan dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat negara-negara yang sedang
bersengketa.

2) Sistem Aliansi
Ketika perang dingin memuncak maka setiap negara yang bertentangan berusaha
memperkuat dirinya dengan bergabung dalam satu aliansi. Bentuk sistem aliansi baik
yang dilakukan blok Timur maupun blok Barat adalah sebagai berikut.
 Pembentukan Cominform (The Communist Information Bureau) pada tahun 1947.
Cominform adalah wadah kerja sama partai-partai komunis Eropa yang berpusat
di Beograd, Yugoslavia.
 Pembentukan NATO (North Athlantic Traty Organization) 4 April 1949. Negara
yang menjadi anggotanya yaitu Inggris, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark,
Belgia, Belanda, Luxemburg, Perancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat.
Tujuannya untuk membendung komunis mulai dari Eropa Utara sampai Turki dan
Yunani.
 Pembentukan Pakta Warsawa pada 1955 dengan negara Jerman Timur,
Cekoslovakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Rumania, dan Albania. Pakta Warsawa
merupakan kerjasama pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
 Perjanjian antara RRC dan Uni Soviet tahun 1950 mengenai kerja sama dianatara
kedua negara guna menghadapi kemungkinan agresi Jepang.
 Pembentukan Pakta ANZUS (Australia, New Zealand, and United State), yaitu
pakta pertahanan negara-negara Amerika Serikat, Australia,dan Selandia Baru
pada tahun 1951.
 Pembentukan SEATO (South East Asia Treaty Organization) pada tahun 1954.
SEATO merupakan kerjasama pertahanan antara negara-negara Asia Tenggara
dengan pihak Barat. Dengan anggotanya antara lain, Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, Filipina, Singapura, dan Selandia Baru.

3) Kegiatan Spionase
Perebutan hegemoni selama perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat
terhadap berbagai kawasan baik di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika selalu didukung oleh
kegiatan agen intelijen yang mereka miliki.
Kegiatan Spionase (mata-mata) tercermin dari tindakan yang dilakukan oleh agen
spionase kedua belah pihak yaitu antara KGB dan CIA. KGB (Komitet Gusudarstvennoy
Bezopasnosti) merupakan dinas intelegen sipil atau dinas rahasia Uni Soviet sedangkan
CIA (Central Intelligence Agency) yang merupakan dinas rahasia Amerika Serikat yang
bertugas untuk mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu.

4) Perlombaan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa


Perang dingin antara dua negara adidaya ditandai oleh perimbangan persenjataan nuklir
dan personil militer. Sehingga kegiatan ini disebut sebagai politik Balance of Power. Unjuk
kekuatan kedua negara adidaya tersebut diikuti perlombaan dalam bidang teknologi
militer dan ruang angkasa dimana keduanya saling unjuk kecanggihan.

C. DAMPAK PERANG DINGIN


Dampak perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet tampak pada:
a. Bidang Politik
 Bagi negara-negara yang sebelumnya kalah seperti Jerman dan Jepang
berkembang pula kapitalisme selain demokrasi
 Terjadi perpecahan politik pada Negara Negara yang kalah seperti Korea,
Vietnam, dan Jerman.

b. Bidang Ekonomi
 Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan Amerika Serikat
mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga menyediakan
dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan, pendidikan, pensiunan, dan
dana sosial lainnya bagi masyarakat.
 Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar
pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat
kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan
negara peminjam pada Amerika.
 Amerika Serikat mengeluarkan beberapa program untuk membangun kembali
perekonomian dunia, seperti:
a) Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-
negara Eropa Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris 1947 dan
pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951. Sebuah negara dapat
memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut:
1. Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada
negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali
perekonomiannya.
2. Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan :
 Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan
melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
 Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat
kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam.
 Mencegah terjadinya inflasi.
 Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara
atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.
 Memberikan bahan-bahan yang diperlukan Amerika Serikat
untuk kepentingan pertahanan.
 Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk
kepentingan pertahanan.
3. Bantuan akan dihentikan apabila di negara peminjam terjadi
pergantian kekuasaan yang mengakibatkan negara tersebut
melaksanakan paham komunis.

b) Doctrine Truman merupakan kebijakan untuk membantu secara khusus


negara Yunani dan Turki dengan maksud membendung kedua negara tersebut
dari pengaruh komunis dan Uni Soviet serta memerangi pemberontakan yang
dilancarkan gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri.
c) Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan
ekonomi kepada negara-negara berkembang. Serta bantuan militer yang
diberikan pada negara-negara berkembang khususnya Asia.
d) Colombo Plan merupakan program kerjasama bagi pembangunan ekonomi di
Asia Selatan dan Asia Tenggara. Program yang dicetuskan di Colombo 1951
dengan peserta pertama negara-negara persemakmuran Inggris yang
selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Asia
Tenggara lainnya.

o Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara
Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan
Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE).
o Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5
negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria).
o Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena
berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur
tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa . Lalu, negara-negara Eropa Timur
membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme,
yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan
dengan program jangka panjang.
o Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami
kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi
lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia,
Afrika, dan Amerika. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa
dengan negara jajahan menjadi terputus.
o Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi negara merdeka serta berusaha
membangun perekonomiannya sendiri atau dengan bantuan negara lain sehingga
tidak dapat membangun perekonomiannya dengan cepat.
o Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah memperoleh
bantuan modal dari Amerika Serikat.
o Terbentuk 2 badan ekonomi dunia sebagai perwujudan perkembangan sistem
ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World
Bank).

c. Bidang Militer
o Perebutan pengaruh antara AS dan US dalam pakta pertahanan. Negara-negara
barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) tahun 1949 sebagai
suatu organisasi pertahanan. Bila salah satu anggotanya diserang maka dianggap
sebagai serangan terhadap NATO. Awalnya bermarkas di Paris tetapi kemudian
Perancis keluar karena mengganggap NATO didominasi oleh AS dan markasnya
berpindah di Brussel. Hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC jauh lebih
baik jika dibandingkan hubungan dengan negara Barat lainnya meskipun Perancis
tidak menjadi anggota Blok Timur.
o Di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) athun 1954
atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Anggota utamanya adalah
negara-negara barat sementara negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia
justru tidak ikut serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis di
Asia Tenggara khususnya di Vietnam. SEATO bubar pada tahun 1975.
o Sementara Uni Soviet dengan negara-negara blok Timur membentuk Pakta
Warsawa (1955) atas dasar “Pact of Mutuaal Assistance and Unified Command”.
Di Asia Tenggara Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi
kepada Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari
negara tersebut(1975).

d. Bidang Ruang Angkasa


Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet membawa pengaruh terhadap
penjelajahan ruang angkasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut menguasai
ruang angkasa karena dunia dirasa terlalu sempit untuk diperebutkan.
· Berawal dari upaya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II yang
ditandingi AS dengan meluncurkan pesawat Explorer I dan Explorer II, Discovere dan
Vanguard.
· Diikuti dengan usaha Uni Soviet untuk mendaratkan Lunik di bulan serta astronot
pertamanya Yuri Gagarin dengan pesawat Vostok I yang berhasil mengitari bumi
selama 108 menit. Sementara Amerika Serikat mengirim astronot pertamanya yaitu
Alan Bartlett Shepard yang berada di luar angkasa selama 15 menit.
· Uni Soviet menunjukkan kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich
Titov yang mengitari bumi selama 25 jam dengan Vostok II. Disusul Amerika Serikat
meluncurkan WSJohn H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil
mengitari bumi sebanyak 3 kali.
Dampak Perang Dingin bagi Indonesia :
o Sistem ekonomi komunisme yang berkembang di Uni Soviet mempengaruhi sistem
dan pembangunan perekonomian Indonesia pasca Perang Dunia II.
o Pada masa Burhanuddin Harahap (1955) politik luar negeri Indonesia lebih dekat
dengan Blok Barat, baik dengan Amerika, Australia, Inggris, Singapura dan Malaysia.
Indonesia mendapatkan bantuan makanan dari Amerika (US$ 96.700.000).
o Tahun 1956 untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menganut politik
bebas aktif maka presiden Soekarno mengunjungi Uni Soviet. Dan ditandatangani
perjanjian kerja sama pemberian bantuan ekonomi dengan tidak mengikat dari Uni
Soviet(US$ 100.000.000). Indonesia juga mengunjungi Cekoslowakia, Yugoslavia, dan
Cina. Indonesia juga mengirimkan pasukan perdamaian di bawah PBB yang dikenal
dengan Pasukan Garuda.
o Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia turut mempelopori berdirinya Gerakan
Non Blok (1961) sejak saat itu Manifesto Politik (Manipol) menjadi dasar pengambilan
kebijakan luar negeri Indonesia sehingga dunia terbagi menjadi NEFO (negara-negara
komunis) dan OLDEFO (negara-negara kolonialis dan imperialis). Indonesia termasuk
dalam kelompok NEFO sehingga menjalin hubungan erat dengan negara bok timur
dan menjaga jarak dengan negara blok barat.
o Pada 1992 Indonesia menjad ketua Gerakan Non Blok tetapi pada saat itu timbul
pertikaian dan perpecahan di negara Yugoslavia (Serbia menyerang Bosnia yang
mayoritas beragama Islam).

D. AKHIR PERANG DINGIN


Kedua negara adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah
sanagat panas, oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum
akhirnya menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan seluruh
dunia dengan adanya Perang Dunia III. Sehingga sejak 1970-an hubungan antarnegara dunia
mulai membaik dan ketegangan dalam perang dingin mulai berkurang. Pengurangan
ketegangan terhadap pihak yang bertikai disebut Detente.

Detente ditandai oleh peristiwa sebagai berikut.


a) Isu Berlin Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971.
b) Inggris mulai bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.
c) Negara barat mulai menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973.
d) Terjadi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan
ditandatanganinya persetujuan SALT I (Strategic Arm Limited Task) dan SALT II atau
pembatasan persenjataan strategis.

5. Presiden Ronald Reagen meningkatkan kemampuan persenjataan balistiknya yang


mempengaruhi sikap Mikhail Gorbachev untuk melakukan persetujuan pembatasan
nuklir balistik tahun 1987. Dampak dari perjanjian ini antara lain Uni Soviet mengurangi
kekuatan angkatan perangnya di Eropa Timur dan mulai memusatkan pembenahan
ekonomi serta kehidupan politik dalam negeri yang lebih demokratis.
Perang Dingin akhirnya berakhir karena:
1. Sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet
mengalokasikan dana besar-besaran bagi negara yang berada dibawah kekuasaannya
agar negara tersebut tidak lepas dari kendalinya.
2. Tahun 1980, harga minyak jatuh sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil
benar-benar berhenti. Padahal serbelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan
ekspor minyaknya sementara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin.
3. Muncul krisis kredibilitas/kepercayaan terhadap sistem komunisme.
Dampaknya muncul pemikiran dari para cendekiawan yang memahami pandangan barat
sehingga mendorong munculnya keinginan seperti warga negara di negara-negara non
komunis.
Dalam kondisi yang buruk Mikhail Gorbachev (11 Maret 1985) harus memimpin Uni Soviet
dengan tugasnya yaitu memperbaiki perekonomian Uni Soviet yang semakin buruk.
Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan Reformasi yang terkenal dengan
Perestroika dan Glasnost.
PERESTROIKA merupakan restrukturisasi (penataan kembali struktur) yang sudah rusak.
Tujuannya guna mengatasi stagnasi untuk akselerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan
ekonomi. Perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari demokrasi yang
diprakarsai massa. Jadi Perestroika adalah langkah pembaharuan untuk mempersatukan
sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik atau GLASNOST.

Kebijakan ini memberikan dampak yang tidak terduga sebelumnya yaitu pertentangan
sosial di dalam masyarakat muncul. Kelompok yang bersengketa antara lain sebagai
berikut.
a. Kelompok Moderat, yaitu kelompok yang menyetujui reformasi tetapi menjalankan
komunisme yang disempurnakan.
b. Kelompok Konservatif, yaitu kelompok yang menentang reformasi dan ingin
mempertahankan komunisme.
c. Kelompok Radikal, yaitu kelompok yang mendukung reformasi tetapi ingin
meninggalkan komunisme.
4. Pada 19 Agustus 1991, Gennadi Yanayev (pemimpin kelompok konserfatif) melancarkan
kudeta terhadap Gorbachev tetapi upaya ini dapat digagalkan oleh Boris Yeltsin
(pemimpin kelompok Radikal) sehingga Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin
mulai melambung di pentas politik Uni Soviet. Yeltsin tidak mampu membendung gelora
semangat Perestroika dan Glasnost terbukti dengan banyaknya negara bagian Uni Soviet
yang melepaskan diri dan menjadi negara merdeka sehingga Runtuhlah Uni Soviet.
5. Uni Soviet mulai mengurangi kekuatan senjatanya di Eropa Timur seperti pada 1989 Uni
Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan. Akhirnya kekuasaan komunis mulai runtuh di
negara-negara Eropa Timur dimana Jerman kembali bersatu.
6. Secara resmi Uni Soviet dibubarkan pada 8 Desember 1991 ditandai dengan penurunan
bendera Uni Soviet dan dikibarkan bendera Rusia. Rusia dan negara-negara bekas Uni
Soviet yang lain mulai muncul sebagai negara yang merdeka.
Runtuhnya kekuatan Uni Soviet di Eropa Timur mengakhiri Perang Dingin. Uni Soviet
merupakan contoh keberhasilan dari ideologi Marxis-Leninis yang diaktualisasikan menjadi
negara.

E. DAMPAK BERAKHIRNYA PERANG DINGIN


Berakhirnya Perang Dingin memberikan dampak luas bagi perubahan dunia:
o Kebangkitan Jepang dalam membangun kembali ekonomi negara yang hancur
tersebut.Dalam perkembangannya Jepang mampu memanfaatkan segala dukungan
dan bantuan Amerika Serikat bahkan akhirnya Jepang mampu mengambil alih fungsi-
fungsi ekonomi global yang disandang Amerika Serikat dan mampu memberikan
bantuan ekonomi bagi negara di kawasan Asia Pasifik.
o berdirinya Group of Seven, (Perancis,Jerman Barat,Jepang,Inggris,Amerika
Serikat,Kanada dan Italia yang bergabung untuk memecahkan masalah ekonomi
dunia), berdirinya European Union (bentuk kerja sama ekonomi antara negara Eropa
Barat), berdirinya Gerakan Nonblok, berdirinya ASEAN (stabilitas politik regional dan
pembangunan ekonomi masing-masing negara anggota), berdirinya APEC, dan
berdirinya OKI.
o Berakhirnya Perang Dingin mampu mengakhiri semangat sistem hubungan
internasional bipolar (melibatkan 2 blok yaitu blok barat dan timur) dan berubah
menjadi sistem multipolar, yaitu mengalihkan persaingan yang bernuansa militer ke
persaingan ekonomi di antara negara-negara di dunia dan mengubah isu-isu fokus
hubungan internasional dari high politics (isu yang berhubungan dengan politik dan
keamanan) menjadi is-isu low politics (seperti isu terorisme, hak asasi manusi,
ekonomi, lingkungan hidup, dsb) yang dianggap sama pentingnya dengan isu high
politics.
o Terbentuk hubungan kerjasama utara-selatan dan selatan-selatan.
o Negara-negara yang mendapat bantuan utang untuk lebih membuka pasar dalam
negeri mereka.
o Menekankan kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang-barang yang bisa diekspor
o Mengurangi subsidi pemerintah terhadap sektor publik.
o Dengan program ini mampu membuat rakyat jelata semakin miskin, sebagai contoh
Negara Afrika dan Amerika Latin.