Anda di halaman 1dari 2

Keterangan :

Input data

Input data merupakan proses memasukkan data kedalam software dan format data ke dalam software.

Editing (koreksi dengan observer log)

Editing pada tahap ini adalah melakukan sorting (pemilihan data) seismik agar sesui dengan Shot Point (SP). Shot
Point yang dianggap jelek tidak diikut sertakan dalam proses pengolahan data selanjutnya. Untuk itu diperlukan
Obsever Log dalam mengkoreksi shot point apakah ada yang miss atau tidak.

Geometry

Geometry dilakukan untuk menggabungkan data seismik dengan desain akuisisi dilapangan. Pada dasarnya data
seismik hanya menyimpan data dalam bentuk FFID, Shot Point, dan Channel. Oleh karenanya perlu ditambahkan
data lain seperti koordinat Shot Point, CDP, Offset dan lainnya.

Editing

Editing dilakukan untuk menghilangkan trace-trace yang dianggap error dan menghilangkan gelombang yang dapat
mengganggu proses pengolahan data seperti gelombang langsung dan gelombang refraksi.

Filtering

Filtering adalah proses pemilihan frekuensi yang akan digunakan dalam pengolahan data selanjutnya. proses ini
bertujuan untuk menghilangkan noise dengan pemilihan nilai frekuensi pada batas tertentu (BandPass).

True Amplitude Recovery

True amplitude recovery (TAR) dilakukan untuk mengembalikan energy yang hilang akibat perambatan gelombang
(geometrical spreading, inelastic attenuation, dB/sec correction).

Deconvolusi

Deconvolusi dilakukan untuk mempertajam sinyal refleksi dan menghilangkan multiple pada jarak pendek.

Velocity Analysis

Velocity analisis merupakan proses penentuan kecepatan bawah permukaan berdasarkan data seismic yang dimiliki.

Stack
Merupakan proses penggabungan beberapa trace seismic dalam satu CDP yang sama guna menghasilkan suatu
penampang bawah permukaan.

Migrasi

Migrasi merupakan proses mengembalikan posisi reflector yang bergeser dari posisi yang sebenarnya akibat sifat
gelombang kepada posisi yang sebenarnya.