Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

SISTEM ENDOKRIN

D
I
S
U
S
U
N

OLEH KELOMPOK 3
1. Imelda Samjaya 6. Intan Susilawati
2. Desri Silaen 7. Maya marlinda
3. Siti Aminah 8. Nur Fadilah
4. Yulia Febryanti 9. Elydhahanum Siregar
5. Desi Satriani 10. Susy Diana Afelina

STIKes AWAL BROS BATAM


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

2018
A.FUNGSI KELENJAR ENDOKRIN

N NAMA KELENJAR HORMON FUNGSI


O

1. Kelenjar timus a. thymosin  Sistem imun


 Merangsang limfosit dalam
tubuh

 Membantu dalam proses


b. somatotrop
pertumbuhan tubuh
2 Kelenjar ADRENAL a. Aldosteron  Mengatur jumlah kalium dan
natrium yang dilewatkan
dalam urin
 mengatur tekanan darah dan
keseimbangan cairan dalam
tubuh

b. Hidrokortison  Mengatur metabolism


danKartikoste karbohidrat,protein,dan
roid lemak
 mengatur respon inflamasi
tubuh

c. Androgenik  Untuk perkembangan organ


steroid seks laki-laki selama fase
embrio

d. Efineprin dan  Merespon kondisis stress


Norepineprin fisik atau mental
(katekolamin)  Untuk kelancaran arus darah
ke otak dan otot
 Pelebaran pembuluh darah
kecil di paru-
paru,jantung,ginjal dan otot

3 Kelenjar PANKREAS a. Insulin  Menurunkan kadar gula


dalam darah
b. Glukagon
 Meningkatkan kadar gula
dalam darah
c. Somatostatin
 Menghalangi pelepasan
kedua hormone lainnya
(insulin & glucagon)

4 Kelenjar PARATYROID PTH (parathyroid  Meningkatkan serta


hormon) mengendalikan kadar
kalsium dalam darah dan
fosfat dalam darah

5 Kelenjar TYROID a. Tiroksin  Mengatur proses


metabolism pertumbuhan
fisik,mental ,kematangan
seks,dan mengubah glikogen
menjadi gula dalam hati
serta pendistribusian air dan
garam mineral

b. Triodotironim  Mengatur metabolisme dan


kegiatan system saraf

c. Kalsitonim  Menjaga keseimbangan


klsium dalam darah dengan
mempercepat penyerapan
kalsium oleh tulang
B. NEUROPATHY DM

1. Neuropati perifer
Kondisi ini terjadi ketika gangguan atau kelainan saraf memengaruhi saraf di luar otak dan saraf
tulang belakang. Dengan kata lain, neuropati perifer memengaruhi saraf-saraf pada anggota
gerak, seperti lengan, tungkai, tangan, kaki, dan jari. Saraf-saraf ini adalah bagian dari sistem
saraf perifer yang berfungsi menghantarkan sinyal dari dan ke otak. Jika saraf di bagian bahu,
pinggul, paha, atau bokong yang mengalami gangguan, maka kondisi tersebut dikenal dengan
istilah neuropati proksimal.

Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi motorik:

 Kram otot dan kedutan.

 Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu atau beberapa otot.

 Sulit mengangkat kaki, sehingga mengalami kesukaran dalam berjalan.

 Otot mengecil.

Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi sensorik:

 Parestesia, yaitu sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk-tusuk pada bagian yang
mengalami gangguan.
 Rasa perih dan menyengat, biasanya pada bagian kaki dan tungkai.

 Baal dan menurunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit.

 Pembengkakan kaki yang tidak dirasakan.

 Perubahan suhu tubuh, terutama di bagian kaki.

 Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

 Merasakan sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

2. Neuropati otonom
Kondisi yang muncul akibat kerusakan pada sistem saraf involunter. Sistem saraf ini
mengendalikan detak jantung, sirkulasi darah, sistem pencernaan, respons seksual, keringat,
dan fungsi kandung kemih. Gejala neuropati otonom, antara lain:

 Terutama pada malam hari akan mengalami konstipasi atau diare.


 Tekanan darah rendah atau hipotensi.

 Merasa mual, kembung, dan sering bersendawa.

 Gangguan pada respons seksual, misalnya disfungsi ereksi.

 Detak jantung cepat atau takikardia.

 Kesulitan menelan.

 Inkontinensia fekal.
 Gula darah rendah (hipoglikemia).

 Kesulitan buang air kecil.

 Berkeringat secara berlebihan.

3. Neuropati kranial
Kondisi di mana terjadi kerusakan pada salah satu dari 12 saraf kranial (saraf di bagian kepala).
Berikut adalah dua jenis neuropati kranial:

 Neuropati optik. Kelainan pada saraf kranial yang berfungsi mengirimkan sinyal visual dari
retina ke otak, sehingga mempengaruhi penglihatan.
 Neuropati auditori. Kelainan pada saraf kranial yang mengirimkan sinyal suara dari telinga
menuju otak, dan menimbulkan gangguan dalam pendengaran.

4. Neuropati fokal atau mononeuropati


Kondisi yang hanya memengaruhi satu saraf, satu kelompok saraf, atau saraf pada salah satu
bagian tubuh seperti paha, kaki, lengan, otot mata, atau dada. Kondisi ini umumnya dipicu oleh
penyakit diabetes, dengan gejala yang muncul secara mendadak. Gejala biasanya dapat mereda
dengan sendirinya dalam jangka waktu 6 hingga 8 minggu. Gejala yang muncul akan tergantung
pada saraf mana yang mengalami gangguan, misalnya:
 Salah satu sisi wajah melemah (Bell’s palsy).
 Rasa kebas atau penurunan sensitivitas perabaan pada jari tangan atau jari tangan.

 Rasa sakit, kebas, atau lemah pada kaki atau lengan.

 Rasa sakit pada mata, serta pandangan kabur atau tidak bisa fokus.
C. JALUR POLYOL
Teori Polyol Pathway
Ambilan glukosa di saraf perifer tidak hanya bergantung pada insulin. Oleh karenaitu, kadar gula darah
yang tinggi pada pasien diabetes menyebabkan konsentrasi glukosa yang tinggi di saraf. Hal itu
kemudian menyebabkan konversi glukosa menjadi sorbitol melalui jalur polyol melalui reaksi beruntun
dikatalisasi oleh aldose reductase. Kadar fruktose saraf juga meningkat. Fruktose dan sorbitol saraf yang
berlebihanmenurun kanekspresi dari kotransporter sodium/myoinositol sehingga menurunkan
kadar myoinositol. Hal inimenyebabkan penurunan kadar phosphoinositide, bersama-sama dengan
aktivasi pompa Na dan penurunan aktivitas Na/K ATPase. Aktivasi aldose
reductase mendeplesikofaktornya, NADPH, yang menghasilkan penurunan kadar nitric
oxide dan glutathione, yang berperan dalam melawan perusakan oksidatif. Kurangnya nitric oxide juga
menghambat relaksasi vaskuler yang dapat menyebabkaniskemia kronik.

Perubahan Iskemik Mikrovaskuler


Perubahan patologis pada saraf diabetic meliputi penebalan membran basal kapiler, hyperplasia
selendotelial, dan infark dan iskemia neuronal.

Produk Akhir Glikosilasi Tahap Lanjut


Hiperglikemia intraseluler kronik menyebabkan pembentukkan agen pengglikasi yang dikenal dengan
produk akhir glikosilasi tahaplanjut. Hasil akhir glikosilasi tahap lanjut dapat bersama-sama dengan
transporaksonal, menyebabkan perlambatan kecepatan konduksi saraf. Hal itu juga dapat turut
mendeplesi NADPH dengan mengaktivasi oksidase NADPH, berkontribusi pada pembentukan
peroksidahidrogen dan stresoksidatif lebihjauh.

Peradangan Mikrovaskulopati
Ditemukan banyak tambahan bukti ilmiah bahwa neuropati asimetris, amiotropi diabetic dan bentuk
mononeuritis multipleks dari neuropati diabetic disebabkan oleh peradangan vaskulopati atau vaskulitis.
Saraf diabetic tampak mengalami peningkatan kerentanan baik terhadap factor seluler dan factor imun
humoral, termasuk aktivasi limfosit, deposisi immunoglobulin, dan aktivasi komplemen.

Defisiensi Insulin dan Faktor Pertumbuhan


Fungsi factor neurotropik untuk menjaga struktur dan fungsi saraf sama pentingnya dengan fungsinya
untuk memperbaiki saraf setelah terjadi trauma. Kadar yang rendah dari factor pertumbuhan dan factor
pertumbuhan 1 menyerupai insulin telah dibuktikan berkorelasi dengan keparahan neuropati diabetic
pada model hewan. Insulin sendiri memiliki efek neurotropik dan defisiensinya berkontribusi pada
pembentukkan neuropati.
FungsiKanal Ion Membran Neuronal
Aktivitas kanal ion memainkan peran penting pada perlukaan seluler dan kematian pada berbagai
macam kelainan. Peningkatan aktivitas kanal kalsium yang bergantung tegangan telah dibuktikan pada
gastroparesis diabetik, yang menyebabkan perlukaan jaringan. Disfungsi kanal sodium memegang
peranan penting pada terjadinya neuropati yang nyeri, yang sering terjadi pada diabetes.

Asam Lemak Esensial


Penelitian menunjukkan bahwa jalur asam lemak esensial dari asam linolenat menjadi prostaglandin dan
tromboksan telah dirusak pada pasien diabetes, yang menyebabkan berbagai disfungsi seluler pada
multipel area seperti abnormalitas cairan membran, perubahan pada membrane seldarah merah, dan
penurunan prostaglandin E2, sebuah vasodilator poten.