Anda di halaman 1dari 50

Provinsi Tari Adat Tradisional Indonesia Gambar & Keterangan :

1. Tarian Adat Tradisional Daerah Aceh

Tarian yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darusalam diantaranya:

 Tari Saman

Tari saman yaitu tarian asal suku hayo yang ada di Aceh. Tari saman ini mulai dimaksimalkan
mulai dari abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman. Awalnya tarian ini
cuma sekadar permainan rakyat yang sebelumnya diberikan nama Pok Ane.

Kemudian kebudayaan Islampun masuk ke tempat Gayo sehingga dua kultur ini berakulturasi,
dan menyebabkana perubahan mulai dari lagu pengiring permainan Pok Ane yang sebelumnya
cuma sekadar komplemen, sekarang menjadi nyayian yang dipenuhi oleh arti dan makna
kebanggaan untuk Allah. Adat Islam ini juga mengubah sebagian gerakan tari saman mulai dari
gerakan tepukan tangan dan perubahan tempat duduknya.

 Tari Laweut Aceh

Tari Laweut merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Aceh. Pada
mulanya, budaya tarian ini berasal dari daerah Kabupaten Pidie diprovinsi Aceh, Indonesia.
Dengan seiring perkembangan zaman, budaya tari ini menyebar keseluruh daerah di Provinsi
Aceh.
Tari Laweut ini sering disebut juga dengan Tari Seudati Inong, dikarenakan dari segi jumlah
penari, gerakan-gerakannya, proses, pola tarian, dan teknik dari tarian ini sangat mirip seperti
Tari Seudati. Kedua tarian ini sama-sama ditarikan oleh 8 penari wanita dan 1 orang syahi
(penyanyi) musik yang sekaligus memimpin gerakan penari lainnya. Yang membedakan dari
kedua tarian ini yaitu kekhasan Tari Seudati menggunakan tepukan dada, sedangkan pada Tari
Laweut menggunakan tepukan paha dan bukan dada.

 Tari Tarek Pukat

Tari Tarek Pukat adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini
biasanya dibawakan oleh sekelompok penari wanita yang menari dengan menggunakan tali
sebagai atribut menarinya. Tari Tarek Pukat ini merupakan tarian menggambarkan tentang
aktivitas para nelayan Aceh saat menangkap ikan di laut. Tarian ini biasanya sering ditampilkan
di berbagai acara seperti upacara penyambutan, acara adat, dan acara budaya

 Tari Bines

Tari Bines merupakan tarian tradisional Aceh yang berasal dari kabupaten Gayo Lues. Tarian ini
muncul dan berkembang di Aceh Tengah namun kemudian dibawa ke Aceh Timur. Tarian
tradisional Bines ini diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka
berdakwah.Tari ini ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan
syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Para penari melakukan gerakan
dengan perlahan kemudian berangsur-angsur menjadi cepat dan akhirnya berhenti seketika
secara serentak.
Tari ini juga merupakan bagian dari Tari Saman saat penampilannya. Hal yang menarik dari tari
Bines adalah beberapa saat mereka diberi uang oleh pemuda dari desa undangan dengan
menaruhnya diatas kepala perempuan yang menari.

 Tari Didong

Didong merupakan salah satu kesenian rakyat Gayo Aceh. Di dalam kesenian ini terdapat
berbagai perpaduan antara unsur vocal, tari dan sastra. Tari Didong sudah ada sejak zaman
dahulu, yaitu dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Kesenian Didong cukup memiliki
penggemar di dalam masyarakat. Ada dua kelompok masyarakat yang sangat menggemari
Didong yaitu masyarakat Bener Meriah dan Takengon.

Makna Tari Didong : Secara makna memang belum ada yang bisa merinci secara baku makna
dari Tari Didong. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kata ‘’didong’’ itu lebih mendekati ke
kata ‘’denang’’ atau ‘’donang’’. Jika diartikan maka kedua kata tadi bermakna ‘’nyanyian sambil
bekerja atau menghibur hati atau bersama-sama dengan bunyi-bunyian’’. Namun selain itu ada
pendapat lain tentang makma Didong, yaitu berasal dari kata ‘’din’’ dan ‘’dong’’. Disini ‘’din’’
memiliki arti agama dan ‘’dong’’ memiliki arti dakwah.

 Rapai Geleng

Rapai adalah salah satu alat tabuh seni dari Aceh. Rapai (rebana) terbagi kepada beberapa jenis
permainan, rapai geleng salah satunya. Rapai Geleng dikembangkan oleh seorang anonim Aceh
Selatan. Permainan Rapai Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap
keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan
masyarakat.

Terian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair (lagu-lagu) yang dinyanyikan,
kustum dan gerak dasar dari unsur tarian meuseukat.

 Tari Ula ula Lembing

Adalah tarian yang berasal dari daerah Aceh Tamiang. Tarian ini dimainkan oleh 12 orang atau
lebih mereka berputar-putar ke sekeliling panggung seperti seekor ular. Tarian ini perlu
penjiwaan dan gerakan yang lincah dan ceria.

 Tari Ratoh Duek Aceh

Sekilas semua pasti menyangka tarian ini adalah Tari Saman yang tersohor itu. Namun, bagi
mereka yang mengenalnya mungkin tau bahwa tarian ini adalah kembaran yang tidak identik
dari Tari Saman. Meski keduanya sama-sama berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Tari Ratoh Jaroe ini merupakan perpaduan harmonis antara gerak badan dan tangan. Formasi,
kekompakan dan alunan musik rapa’i menjadi ciri khas tarian ini.

Tarian ini memiliki arti puji-pujian dan dzikir terhadap Allah SWT. Pasalnya, jika menilik asal
namanya, Ratoh berasal dari bahasa Arab yakni Rateb dan duek berasal dari bahasa Aceh artinya
duduk. Sehingga dapat diartikan bahwa tarian ini merupakan medium puji-pujian terhadap Allah
SWT yang didendangkan sambil duduk.
 Tari Pho

Tari Pho adalah tari yang berasal dari Aceh. Perkataan Pho berasal dari kata peubae, peubae
artinya meratoh atau meratap. Pho adalah panggilan atau sebutan penghormatan dari rakyat
hamba kepada Yang Mahakuasa yaitu Po Teu Allah. Bila raja yang sudah almarhum disebut Po
Teumeureuhom.

Tarian ini dibawakan oleh para wanita, dahulu biasanya dilakukan pada kematian orang besar
dan raja-raja, yang didasarkan atas permohonan kepada Yang Mahakuasa, mengeluarkan isi hati
yang sedih karena ditimpa kemalangan atau meratap melahirkan kesedihan-kesedihan yang
diiringi ratap tangis. Sejak berkembangnya agama Islam, tarian ini tidak lagi ditonjolkan pada
waktu kematian, dan telah menjadi kesenian rakyat yang sering ditampilkan pada upacara-
upacara adat

2. Tarian Adat Tradisional Daerah Sumatera Utara

Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara diantaranya:

 Tari Tor-Tor Tujuh Cawan

Tor Tor Sipitu Cawan adalah salah satu jenis tari tor tor yang berasal dari budaya masyarakat
Batak di Sumatera Utara. Tarian ini sedikit berbeda dengan tari tor tor yang sering kita lihat. Tari
Tor Tor Sipitu Cawan ini biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan membawa
beberapa cawan yang ditaruh di bagian badan sebagai ciri khas dan property menarinya.
Tarian ini tergolong tarian sakral dan hanya ditampilkan di acara-acara tertentu saja. Selain
kesakralannya, tarian ini memiliki gerakan yang sangat unik dan cukup sulit, sehingga tidak bisa
dilakukan oleh sembarang penari. Namun karena itulah, Tari Tor Tor Sipitu Cawan ini tergolong
sebagai tarian yang mempunyai nilai seni yang tinggi.

 Tari Endeng-Endeng

Tari Endeng-endeng dapat dikategorikan sebuah perpaduan tarian dan pencak silat. Tradisi ini
lazimnya dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesat khitanan (sunat rasul) atau malam
pesta perkawinan oleh masyarakat.Tari ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira
masyarakat sehari- hari. Tari endeng-endeng merupan tari tradisi yang berasal dari daerah
Tapanuli Selatan. Dalam penampilannya, endeng-endeng dimainkan oleh sepuluh pemain yakni
dua orang bertugas sebagai vokalis, satu orang pemain keyboard, satu orang pemain tamborin,
lima orang penabuh gendang, dan seorang pemain ketipung (gendang kecil). Biasanya lagu yang
dibawakan berbahasa Tapanuli Selatan. Setiap tampil, kesenian ini memakan waktu empat jam.
Daya tarik kesenian ini adalah joget dan tariannya yang ceria, sesuai dengan lagu-lagu yang
dibawakan.

 Tari Toping-Toping

Tari topingtoping adalah tarian tradisional masyarakat Batak Simalungun. Tari ini pada awalnya
diilakukan untuk menghibur keluarga kerajaan yang sedang berduka cita, namun dalam
perkembangannya, tari topingtoping dilakukan sebagai sarana hiburan masyarakat.

Tari topingtoping dilakukan oleh beberapa orang dengan mengenakan kostum berupa topeng dan
akan diiringi oleh alat-alat musik tradisional. Adapun penggunaan topeng pada tari topingtoping
ini terdiri dari 3 macam, yaitu Topeng dalahi (topeng yang menyerupai wajah pria yang
dikenakan oleh penari pria), Topeng Daboru (topeng yang menyerupai wajah wanita dan
dikenakan oleh penari wanita), dan Topeng Huda-Huda (Topeng yang menyerupai paruh burung
enggang, dibentuk dari jalinan kain). Topeng huda-huda ini dipercaya oleh masyarakat
Simalungun sebagai pengantar roh orang yang sudah meninggal kehadapan Dibata (Dewa atau
Tuhan).

 Balanse Madam

Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang,
yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse
Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah
ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam.

Sejarah keberadaan Tari Balanse Madam tidak terlepas dari kehadiran bangsa Portugis di pantai
barat pulau Sumatera pada abad ke enam belas. Kedatangan bangsa Portugis ke Kota Padang
telah membawa dampak terhadap tumbuhnya kesenian di Padang waktu itu, diantaranya tari
Balanse Madam dan Musik Gamad. Nosafirman (1998: 2) menjelaskan seabad sebelum tanggal
7 Agustus tahun 1669, Padang hanya berupa perkampungan tradisional yang terletak di pinggiran
pantai Sumatera bagian barat, yang kalah ramai dibanding Tiku dan Pariaman. Namun kampung
ini mulai ramai sejak orang-orang Portugis dan Aceh berdatangan untuk berdagang ke Kota
Padang pada masa itu.

 Tari Piso Surit


Tari Piso Surit adalah salah satu tarian tradisional masyarakat suku Batak Karo di Sumatera
Utara. Tarian ini termasuk tarian selamat datang yang biasanya ditampilkan secara berkelompok
oleh para penari pria dan wanita. Tari Piso Surit ini merupakan salah satu tarian tradisional yang
cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Karo sebagai daerah asalnya. Tarian ini
sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu agung, acara adat, dan acara
budaya.

Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang asal mula dan sejarah Tari Piso Surit ini,
sehingga masih belum bisa diketahui secara pasti. Namun dari beberapa sumber yang ada, Tari
Piso Surit ini merupakan tarian yang tumbuh dan berkembang di masyarakat suku Batak Karo di
Sumatera Utara. Nama tarian ini diambil dari kata “peso surit” yang dalam masyarakat Batak
Karo merupakan sejenis burung yang suka bernyanyi.

 Tari Guro-Guro Aron

Suku karo merupakan suatu suku yang ada di Indonesia, suku karo tinggal di tanah karo. Dalam
suku karo memiliki berbagai macam kesenian mau acara pesta, yang dimana salah satu dari acara
pesta Suku Karo adalah Guro-Guro Aron. Guro-Guro Aron berasal dari dua kata yaitu Guro-guro
yang artinya pesta namun bisa juga diartikan main-main, dan Aron yang berarti Muda-Mudi.
Namun, kata-kata Guro-guro Aron ini didepannya sering ditambah kata Gendang yang berarti
pesta dan upacara. Sehingga Gendang Guro-guro Aron dapat diartikan sebagai suatu pesta
permainan Muda-mudi. Yang dimana dalam hal ini acaranya merupakan suatu tari-tarian yang
dimainkan oleh para pemuda-pemudi Tanah Karo.

3.Tarian Adat Tradisional Daerah Sumatera Barat

Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat diantaranya:

 Tari Piring
Tari Piring berasal dari Sumatera Barat, tepatnya di Solok. Pada awalnya, tari piring dilakukan
oleh perempuan dan laki-laki untuk membawakan sesembahan kepada para dewa sebagai wujud
rasa syukur atas masa panen yang memberikan hasil sangat memuaskan. Mereka menari dengan
sangat lincah sembari memegang piring-piring di telapak tangannya. Terdapat tiga jenis variasi
gerakan dalam seni Tari Piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang
(bergelombang), dan aka malilik (akal melilit).

 Tari Payung

Tari payung adalah sebuah tari berpasangan yang dipentaskan dengan properti utama berupa
sebuah payung. Tarian ini sarat dengan nilai-nilai filosofis yang terkait dengan pola kehidupan
masyarakat ranah Minang. Berikut ini kami akan mengulas nilai nilai filosofis dari tarian ini
lengkap dengan sejarah, gerakan, iringan musik, setting panggung, serta penjelasan lainnya yang
masih terkait.

 Tari Indang
Tari indang atau biasa disebut tari dindin badindin adalah sebuah tarian tradisional yang berasal
dari budaya masyarakat Minang, Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Tarian ini sebetulnya
merupakan sebuah permainan alat musik yang dilakukan secara bersama-sama. Nama indang
sendiri berasal dari nama alat musik tepuk yang dimainkan pada tarian ini. Indang atau juga
disebut Ripai, adalah sebuah instrument yang dimainkan dengan cara ditepuk. Bentuknya seperti
rebana tapi berukuran lebih kecil. Tari indang sendiri, saat ini kerap mewakili Indonesia dalam
pagelaran budaya internasional. Gerakan rancak dan dinamis yang muncul dari para penarinya
membuat tari indang banyak diminati masyarakat mancanegara. Nah, bagi Anda yang ingin
mempelajari tarian asal ranah Minang ini, ketahuilah dahulu bagaimana informasi seputar
sejarah, perkembangan, dan unsur-unsur yang membentuknya. Tari Indang Menurut beberapa
versi, tari indang sebetulnya merupakan buah akulturasi budaya Melayu dan budaya Islam di
masa penyebaran agama Islam pada abad ke 13. Tarian ini diperkenalkan oleh salah seorang
ulama Pariaman bernama Syekh Burhanudin sebagai salah satu media dakwah

 Tari Lilin

Tari Lilin merupakan salah satu tarian tradisional dari Sumatera Barat. Seperti namanya, tarian
ini dimainkan oleh para penari dengan menggunakan piring kecil dengan lilin yang menyala di
atasnya sebagai atribut menari. Tarian lilin dimainkan oleh sekelompok penari dengan gerakan
yang atraktif dan seirama dengan alunan musik yang mengiringinya. Tarian ini merupakan salah
satu tarian yang terkenal di Indonesia dan menjadi salah satu icon tarian tradisional di Sumatera
Barat, khususnya masyarakat Minangkabau.

 Tari Rantak
Tari rantak ini merupakan tarian yang bersal dari Minangkabau yang memiliki gerakan dangat
dinamis, dan gerakanya juga terinspirasi dari Pencak Silat. Tarian ini merupakan salah satu tarian
yang mengedepankan dan menegaskan ketajaman gerakan si penari, keindahan Tarian inni bukan
hanya terdapat pada gerakanya saja, Namun juga pada kerentaka penari yang menimbulkan
bunyi dari hentakan kaki yang selaras dengan ketegasan gerakan

 Tari Pasambahan Minang

Tari Pasambahan adalah tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Barat, khususnya
masyarakat Minangkabau. Sesuai dengan namanya, tarian ini merupakan tarian selamat datang
untuk menyambut tamu kehormatan sebagai wujud rasa hormat mereka terhadap tamu tersebut.
Tari Pasambahan tidak hanya ditunjukan pada tamu penting atau pejabat saja, namun juga
diterapkan pada pesta pernikahan adat. Terutama dalam menyambut rombongan pengantin pria
di rumah pengantin wanita

 Tari Ambek-ambek Koto Anau


Tari Ambek-Ambek adalah berawal dari tingkah laku anak-anak yang bermain, bergelut, atau
bercanda pura-pura berkelahi dengan menggunakan gerakan pencak atau merupakan olah gerak
dan rasa sebagai satu bentuk materi permainan anak nagari. tari Ambek-Ambek adalah tari tradisi
Koto Anau.

 Tari Randai

Tari randai adalah salah satu tarian terunik di Sumatra Barat, karena memiliki unsur gabungan
beberapa seni yang berbeda dalam gerakan dan formasinya.Tarian di Sumatra Barat tidak hanya
terdiri dari tari-tarian berupa gerakan dengan musik, namun bisa mengandung banyak unsur. Tari
randai, contohnya, merupakan tarian yang sangat unik karena sebenarnya bukan sekedar sebuah
tarian dengan gerakan dan musik seperti umumnya tarian, namun terdiri dari berbagai unsur seni
seperti seni tutur, drama, musik dan bahkan bela diri tradisional.

 Tari Alang Babega


Tari Alang Babega merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini
menggambarkan suatu hal yang sederhana, dimana gerakannya meniru dari gerakan terbang
burung elang ketika diudara yang sedang bersiap menukik untuk menyambar mangsanya.
Gerakannya yang meniru alam disekitar menggambarkan apresiasi terhadap alam. Meskipun Tari
Alang Babega menggambarkan suatu hal yang sangat sederhana, tetapi tarian ini merupakan
salah satu kekayaan kebudayaan tarian tradisional Sumatera Barat yang sangat
menakjubkan.Dalam pertunjukannya, tarian ini akan ditarikan 2 sampai 6 orang para penari atau
bahkan bisa lebih. Hal tersebut tentunya tergantung dengan formasi dan juga jumlah para penari
yang tersedia dan umumnya menyesuaikan koreografinya. Tari Alang Babega ini biasanya dapat
ditarikan oleh pria maupun wanita dan dapat juga ditarikan secara bersama-sama baik itu pria
dan wanita.

4. Tarian Adat Tradisional Daerah Riau

Tarian yang berasal dari Provinsi Riau diantaranya:

 Tari Makan Sirih

Tari Makan Sirih hingga kini masih sering dipertunjukkan dalam perhelatan-perhelatan besar
untuk menyambut tamu. Oleh karena itu, tari ini disebut juga dengan Tari Persembahan Tamu.
Adanya tari penyambutan untuk tamu menunjukkan bahwa, orang Melayu sangat menghargai
hubungan persahabatan dan kekerabatan (Haji Tengku M. Lah Husny, 2001).
Gerakan Tari Makan Sirih umumnya menggunakan gerakan pada Tari Lenggang Patah Sembilan.
Meskipun demikian, ada perbedaan nama gerakannya di mana untuk Tari Makan Sirih hanya
terdapat 2 gerakan saja, yaitu gerakan lenggang patah sembilan tunggal dan ganda. Sedangkan
pada Tari Lenggang Patah Sembilan terdapat 3 bagian gerakan, yaitu lenggang di tempat,
lenggang memutar satu lingkaran, dan lenggang maju atau berubah arah (Tengku Mira Sinar, ed.,
2009). Penari Tari Makan Sirih ini harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu,
seperti igal (menekankan pada gerakan tangan dan badan), liuk (gerakan menundukkan atau
menganyunkan badan), lenggang (berjalan sambil menggerakkan tangan), titi batang (berjalan
dalam satu garis bagai meniti batang), gentam (menari sambil menghentakkan tumit kaki), cicing
(menari sambil berlari kecil), legar (menari sambil berkeliling 180 derajat), dan lainnya (Sinar,
ed., 2009).

 Tari Melemang

Tari melemang konon telah ada sejak zaman kerajaan Bentan. Ini artinya bahwa tarian tersebut
sudah dikenal sejak abad ke-12. Konon, pada waktu itu, melemang bukan termasuk tarian
konsumsi rakyat, tetapi tarian istana. Para penarinya pun bukan rakyat biasa, tetapi para dayang
yang berasal dari sekitar istana, termasuk daerah yang disebut sebagai Tanjungpisau Penaga.
Tarian ini dipersembahkan ketika Sang Raja sedang beristirahat.

Setiap pementasan para penari mempertunjukkan kecakapannya dengan mengambil sesuatu


(sapu tangan, uang receh, dan lain sebagainya) dengan cara melemang (berdiri sambil
membongkokkan badan ke arah belakang). Oleh karena itu, tarian ini disebut sebagai melemang.
Di Tanjungpisau tarian ini lebih dikenal dengan Melemang Penaga atau Tari Melemang Bintan
Penaga.

Sesuai dengan tujuannya yang tidak lain adalah menghibur raja, maka kesenian yang
memadukan unsur tari, musik dan nyanyi ini mengisahkan tentang kehidupan seorang raja di
sebuah kerajaan. Oleh karena itu, ada yang berperan sebagai raja, permaisuri, puteri, dayang-
dayang dan lain sebagainya.

 Tari Makyong
Tari Makyong merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Riau. Tarian ini
dibawakan kelompok penari dan pemusik profesional yang menggabungkan berbagai unsur
upacara keagamaan, sandiwara, tari, musik dengan vokal atau instrumental, dan naskah yang
sederhana.

Mak Yong berkembang di Indonesia melalui Riau, Lingga, yang pernah menjadi pusat
pemerintahan Kerajaan Johor. Perbedaan dengan Mak Yong di Kelantan yang tidak
menggunakan topeng, Mak Yong di Batam dan Bintan menggunakan topeng untuk sebagian
karakter dayang Raja, Puteri, penjahat, setan, dan semangat, sama seperti yang dipraktikan di
Nara Yala.

Pada akhir abad lalu, Mak Yong bukan saja menjadi pertunjukan tarian, tetapi juga sebagai adat
istiadat raja memerintah. Mak Yong juga digunakan untuk merawat orang yang sakit. Praktik ini
tidak lagi dipraktikan termasuk pula di Indonesia. Di antara orang terakhir yang mempraktikan
Mak Yong untuk merawat pasien adalah Tuk Atan di Bintan dan Pak Basri di Batam, keduanya
telah meninggal.

Bagaimana pun, Mak Yong masih dipersembahkan dengan adat istiadat di panggung. Mantera
yang dilakukan diwariskan dari seseorang kepada pewarisnya. Sekarang di Batam dan Bintan,
praktisi Mak Yong merupakan generasi ketiga dan telah ada hampir selama 150 tahun dan
menghadapi ancaman kepunahan.

Indonesia telah mengambil langkah memelihara Mak Yong dengan melancarkan program
merekam tradisi ini dengan bantuan Persatuan Tradisi Lisan dan membantu para praktisi Mak
Yong melanjutkan pertunjukan mereka dengan bantuan peralatan dan pakaian. Rekaman tersebut
disimpan di Kantor Persatuan Tradisi Lisan dan PUSKAT di Jakarta (Yogyakarta).

 Tari Zapin
Tari zapin adalah sebuah tari tradisional khas Riau yang dianggap sebagai buah akulturasi
budaya Arab dan budaya Melayu di masa silam. Tarian ini merupakan tari berpasangan yang
dipentaskan dalam beragam acara hiburan rakyat. Bukan hanya di Riau, tari zapin juga dikenal
oleh sebagian masyarakat Melayu yang tersebar lintas pulau hingga lintas negara, seperti
Kalimantan, Sumatera, Malaysia, Singapura, hingga Brunai Darussalam. Populernya tari zapin
dalam komunitas masyarakat Melayu tidak lepas dari nilai hiburan dan estetika yang dimiliki
setiap gerakannya. Berikut ini kami akan mengulas tentang nilai-nilai tarian ini lengkap beserta
sejarah, gerakan, dan unsur-unsur yang dimilikinya.

 Tari Zapin Maharani

Tari Zapin Maharani adalah tarian yang berasal dari Kecamatan Pelalawan Kabupaten
Pelalawan. Tarian ini mengisahkan sebuah kisah cinta sepasang muda mudi di Desa Kuala
Tolam. Mereka kemudian menikah, dan mereka hidup sangat bahagia, tetapi kebahagiaan mereka
hanya sementara.

 Tari Joged Lambak


Tarian Joged lambak merupakan salah satu tarian yang berasal dari daerah Riau sendiri. Seperti
yang kita tahu bahwa tarian ini sendiri merupakan tarian yang sangat terkenal di daerah Riau
sebagai tarian yang sering dibawakan pada acara-acara besar yang ada di daerah tersebut sendiri.
Tarian-tarian yang ada di daerah Riau sendiri sebenarnya sudah sejak lama ada di daerah ini,
tetapi pada zaman dahulu tarian ini belum sebagus dan seelok dengan gerakan-gerakan yang ada
pada tarian zaman sekarang, sehingga tentu saja banyak sekali perubahan yang terjadi dari tarian
yang ada pada zaman dahulu menuju zaman sekarang. Tarian ini sendiri merupakan tarian yang
mempunyai makna dan juga arti tersendiri di dalamnya, seperti yang kita tahu bahwa tarian
tersebut pasti berbeda-beda dalam hal makna dan juga tarian yang ada pada daerah tersebut.

 Tari Tandak Sedati

Tari Tandak adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Riau dan Kepulauan
Riau. Tarian ini tergolong tarian pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan
penari wanita. Dengan berbusana tradisional melayu mereka menari dengan gerakannya yang
khas dan diiringi oleh lagu dan alunan musik pengiring. Tari Tandak ini merupakan salah satu
tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Riau dan Kepulauan Riau. Tarian ini biasanya
sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat maupun acara budaya yang diselenggarakan
di sana.

 Tari Suku Melaut Teluk Meranti


sebuah Tarian yang berpijak pada tradisi masyarakat di Kabupaten Pelalawan, khususnya Suku
Laut di Kecamatan Teluk Meranti yang biasa menggunakan Ambong sebagai alat untuk
mengumpulkan dan membawa Niau (Kelapa). Pada garapan tari ini digambarkan bahwa ambong
sebagai properti tari dapat dimainkan juga sesuai dengan kebiasaan masyarakat memperlakukan
ambong itu. Ambong dipikul, ambong dijunjung, ambong dihentak, ambong digoyang, ambong
digegar, ambong ditungkup.

 Tari Manggar

Tari manggar adalah tari yang berasal dari Kota Pekan Baru .Menceritakan mengenai sejarah
Kota Pekan Baru,yaitu ditemukannya sebuah kota yang bernama Sena yang kini dikenal dengan
Senapelan.

5. Tarian Adat Tradisional Daerah Kepulauan Riau

Tarian yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau diantaranya:

 Tari Gamelan
Tarian Gamelan merupakan salah satu tarian Melayu klassik. Tarian klasik ini mula di
direkodkan dipersembahkan di Istana di empayar Riau dan Lingga dalam kurun ke-17. Tarian ini
yang mana di persembahkan secara eksklusif oleh penari wanita boleh di pentaskan secara
dalaman ataupun persembahan terbuka. Unsur Jawa boleh di lihat dari segi seni tarian tersebut.
Secara estetikanya, tarian ini adalah sangat cantik dan merupakan bentuk tarian yang paling kaya
dari segi jenisnya dalam kebanyakan kostum tarian Melayu

 Tari Lenggang Melayu

Tari Lenggang Melayu tarian adalah tarian yang berasal dari kepulauan Riau dan tarian tersebut
dilakuan oleh 3 orang atau lebih.

6. Tarian Adat Tradisional Daerah Jambi

Tarian yang berasal dari Provinsi Jambi diantaranya:

 Tari Sekapur Sirih


Tari Sekapur Sirih adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Tarian ini
termasuk jenis tarian penyambutan yang biasanya ditarikan oleh para penari wanita. Dengan
berpakaian adat serta diiringi oleh alunan musik pengiring, mereka menari dengan gerakannya
yang lemah lembut dan membawakan cerano sebagai tanda persembahan. Tari Sekapur Sirih
merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Jambi dan biasanya
ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu terhormat yang berkunjung ke sana.

 Tari Selampit Delapan

Tari selampit delapan adalah salah satu tari tradisional dari provinsi Jambi. Kata “Selampit
Delapan” berasal dari delapan tali yang digunakan dalam tarian tersebut. Tari selampit delapan
menggambarkan pergaulan muda-mudi, oleh karena itu tari ini mempunyai nilai dalam
merekatkan pergaulan.

7. Tarian Adat Tradisional Daerah Bengkulu

Tarian yang berasal dari Provinsi Bengkulu diantaranya:

 Tari Andun
Tari Andun adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Tarian ini
termasuk jenis tarian pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari
wanita. Tari Andun merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal di Bengkulu, terutama di
daerah Bengkulu Selatan. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara
adat, penyambutan, maupun acara budaya yang diselenggarakan di sana.

 Tari Ganau

Tari Ganau merupakan tarian yang berasal dari provinsi Bengkulu. Dimana dalam tarian ini
sendiri tentu saja memiliki makna dan juga arti pada tarian ini sendiri, sehingga pada dasarnya
kita dapat mengerti mengapa nama dari tarian tersebut bisa begitu. Tarian ini pun biasanya
merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita pada zaman yang dahulu, dikarenakan pada
zaman dahulu tidak ada iringan music yang seperti sekarang membuat tarian pada zaman dahulu
tidak terlihat menarik dan terkesan kuno. Gerakan-gerakan dari tarian yang ada sekarang pun
tidak lebih pastilah mengikuti perkembangan zaman yang dahulu, dimana seperti yang kita tahu
gerakan-gerakan yang ada sekarang adalah merupakan pembaharuan dari gerakan-gerakan yang
sudah ada terlebih dahulu pada masa nenek moyang kita.

8. Tarian Adat Tradisional Daerah Sumatera Selatan

Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan diantaranya:

 Tari Gending Sriwijaya


Gending Sriwijaya merupakan salah satu tarian tradisional khas Palembang, Sumatera Selatan.
Sebenarnya ini tidak hanya sekedar tarian tetapi juga merupakan sebuah lagu. Melodi lagu
Gending Sriwijaya digunakan sebagai pengiring untuk mengiringi tarian Gending Sriwijaya.
Sesuai dengan namanya, tarian dan lagu ini menggambarkan kejayaan, keagungan, dan
keluhuran kerajaan Sriwijaya yang pernah mengalami kejayaan selama bertahun-tahun dan
berhasil mempersatukan wilayah Barat Nusantara

Tarian ini biasanya ditampilkan secara khusus sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu
kehormatan seperti Duta Besar, Presiden, dan tamu-tamu agung yang lain. Sekilas, tarian ini
mirip dengan Tari Tanggai. Bedanya terletak pada perlengkapan busana penari dan jumlah
penarinya. Dalam sebuah pementasan, penari Gending Sriwijaya total berjumlah 13 orang. Dari
13 orang tersebut terdapat satu orang sebagai penari utama. Penari ini membawa tepak, kapur,
dan sirih. Sisanya 6 orang sebagai penari pendamping, dua orang pembawa tombak, dua penari
pembawa peridon atau perlengkapan tepak, satu orang pembawa payung, dan satu orang
penyanyi. Pembawa payung kebesaran dan pembawa tombak adalah pria sedangkan sisanya
adalah perempuan.

 Tari Mejeng Basuko

Tari Mejeng Besuko merupakan tarian yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan. Dimana
dalam tarian ini sendiri tentu saja memiliki makna dan juga arti pada tarian ini sendiri, sehingga
pada dasarnya kita dapat mengerti mengapa nama dari tarian tersebut bisa begitu. Tarian ini pun
biasanya merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita pada zaman yang dahulu,
dikarenakan pada zaman dahulu tidak ada iringan music yang seperti sekarang membuat tarian
pada zaman dahulu tidak terlihat menarik dan terkesan kuno. Gerakan-gerakan dari tarian yang
ada sekarang pun tidak lebih pastilah mengikuti perkembangan zaman yang dahulu, dimana
seperti yang kita tahu gerakan-gerakan yang ada sekarang adalah merupakan pembaharuan dari
gerakan-gerakan yang sudah ada terlebih dahulu pada masa nenek moyang kita.

 Tari Rodat Cempako

Tari Rodat Cempako adalah tarian daerah Sumatera Selatan dan merupakan salah satu kesenian
tari yang tumbuh dan berkembang di kalangan umat islam yang terdapat di Palembang.
Pertunjukan tarian ini menggunakan syair atau syiiran yang berbahasa Arab bersumber dari kitab
Al- Berzanji. Kitab Berzanji adalah sebuah kitab sastra masykur yang terdapat di kalangan umat
islam yang berisi bacaan sholawat puji- pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Tarian ini
biasanya di tampilkan seiring dengan tradisi memperingati Maulid Nabi

9. Tarian Adat Tradisional Daerah Bangka Belitung

Tarian yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung diantaranya:

 Tari Sepen

Tari Sepen adalah tarian tradisional masyarakat kepulauan Belitung yang di dalamnya terdapat
unsur gerakan pencak silat. Tarian ini merupakan tari tradisional dari daerah Bangka Belitung
yang sangat kental akan budaya melayu, baik dari segi kostum, pengiring dan beberapa gerakan
di dalamnya. Tari Sepen ini biasanya ditampilkan sebagai tarian selamat datang pada acara
penyambutan tamu besar yang datang kesana. .
 Tari Men Sahang Lah Mirah

Tari Men Sahang Lah Mirah adalah sebuah pertunjukan tarian daerah yang berasal dari
Kepulauan Bangka Belitung. Baca Sepen Tarian Daerah Bangka Belitung.Tarian ini
menggambarkan masyarakat Bangka belitung yang bersuka ria pada saat memetik padi sebagai
hasil panen yang berupa lada putih atau sahang

10. Tarian Adat Tradisional Daerah Lampung

Tarian yang berasal dari Provinsi Lampung diantaranya:

 Tari sembah Sigeh Penguten

Tari sembah Sigeh Penguten merupakan tari adat budaya lampung yang berasal dari suku
Pepadun. Semula tarian ini di persembahkan untuk menyambut kedatangan para raja dan tamu-
tamu istimewa. Sebagai cara menunjukan keramahan dan penghormatan. Mungkin karena hal ini
kemudian tari sembah sigeh penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan
diupacara-upacara adat serta upacara penyambutan tamu agung, tari sembah juga sering di
peragakan di acara pernikahan adat Lampung, fungsinya tetap sama yaitu sebagai upacara
penyambutan untuk para tamu ytari sigeh pengutenang hadir di acara tersebut.
Sebagai sebuah tarian daerah, tari sembah Sigeh penguten dalam setiap penampilannya sangat
menonjolkan ciri-ciri budaya adat istiadat lampung. Terutama dalam busana yang dikenakan oleh
para penari. Busana yang dikenakanoleh para penari adalah busana asli daerah seperti yang
dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan tanggainya.

11. Tarian Adat Tradisional Daerah Banten

Tarian yang berasal dari Provinsi Banten diantaranya:

 Tari Walijamaliha

Kata Walijamaliha berasal dari Bahasa Arab yang bermakna daerah yang memiliki kecantikan
atau daya tarik. Adapun tarian ini dibawakan oleh penari wanita dengan gerak yang ceria serta
mengenakan kostum religi, hal ini mencerminkan karakter masyarakat Banten yang terbuka,
riang, ramah, hangat dan enerjik dalam suasana yang agamis.

 Tari Grebeg Terbang Gede

Terbang gede merupakan salah satu kesenian tradisional Banten yang tumbuh dan berkembang
pada waktu para penyebar agama islam menyebarkan ajarannya di Banten, oleh karena itu
kesenian terbang gede berkembang secara pesat di lingkungan pesantren dan mesjid-mesjid.

Tari Grebeg Terbang Gede , merupakan sebuah karya tari kreasi yang bercirikan Tradisi, yang
berpijak pada kesenian Terbang Gede dari Kota Serang, yang dikolaborasikan dengan pencak
silat khas Banten. Tarian ini bertemakan tari Selamat Datang, sebagai bentuk ungkapan
penyambutan kehadiran tamu agung

12. Tarian Adat Tradisional Daerah DKI Jakarta

Tarian yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta diantaranya:

 Tari Yapong

Tari yapong adalah sebuah tari kontemporer yang berasal dari budaya masyarakat Betawi, DKI
Jakarta. Meski tidak berasal dan berakar langsung dari kehidupan masyarakat Betawi, tarian
yang diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo ini sejatinya bersumber dari pola hidup dan nilai-nilai
filosofis yang menjadi dasar kepribadian masyarakat Betawi. Saat ini tari Yapong semakin
dikenal luas. Keindahan gerak yang berfungsi sebagai hiburan serta nilai pengajaran yang
termaktub dalam setiap gerakannya membuat tarian ini mulai banyak dipelajari untuk kembali
dilestarikan

 Tari Sirih Kuning

Tari Sirih Kuning adalah tarian yang berasal dari betawi tempo dulu dan tarian ini dibawakan
secara berpasangan dengan diiringi musik khas Betawi yaitu Gambang Kromong. Tarian ini
biasanya di lakukan untuk menyambut atau memeriahkan sebuah acara.

13. Tarian Adat Tradisional Daerah Jawa Barat


Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Barat diantaranya:

 Tari Jaipong

Tari Jaipong atau ada juga yang menyebut nya dengan Jaipongan merupakan jenis Tari
Tradisional Tarian Khas Jawa Barat, tari Jaipong Jawa barat ini cukup populer dan terkenal di
Indonesia dan sering di pentaskan dalam acara pertunjukan kebudayaan dan seni yang di
selenggarakan oleh dinas Kebudayaan dan pariwisata, bahkan pada saat ini tari jaipong ini sering
di pertunjukan pada acara-acara Hajatan seperti Pernikahan atau Khitanan sehingga menyajikan
hiburan untuk seluruh masyarakat yang ada di daerah tersebut.

 Tari Merak
 Tari Wayang
 Tari Ketuk Tilu
 Tari Jaipong
 Tari Keurseus

Tari Keurseus merupakan tari yang erat kaitanya dengan tari tayub, yaitu tari pergaulan di
kalangan menak (bangsawan) sunda. Di dalam tari Tayub, gerak tarinya tidak mempunya pola
khusus, baik menurut kehendak maupun perbendaharaan gerak masing-masing penari. Oleh
karena itu, tari Tayub yang bebas kadang kala tidak terkendalikan, sehingga tayuban dijadikan
sebagai pertemuan silaturahmi antar penari
 Tari Buyung
 Tari Ronggeng Bugis

Ronggeng bugis adalah jenis kesenian tarian tradisional Cirebon. Pertunjukan tari ini terkesan
jenaka dan membuat para penonton terhibur. Ronggeng terdiri dari dua kata ronggeng dan bugis.
Ronggeng adalah penari pada pertunjukan tayub. Maksud tari ronggeng bugis adalah pertunjukan
tari pria berbusana wanita yang mirip badut.

Arti bugis adalah suatu suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi selatan. Jadi, arti ronggeng
bugis adalah ronggeng yang berasal dari Bugis. Tari ronggeng Bugis ini juga dikenal dengan tari
telik sandi.

Menurut sejarah, pada saat daerah Cirebon terlepas dari kekuasaan Maharaja Pakuan Pajajaran
Sunan Gunung jati menyatakan kemerdekaan. Pasukan telik Sandi negara cirebon bertugas untuk
melakukan spionase di wilayah Pajajaran untuk mengetahui pernyataan kedaulatan penuh negara
Islam Cirebon. Pada saat itu kerajaan Cirebon dibantu oleh prajurit Bugis.

 Tari Sampiung

Tari Sampiung adalah tari tradisional Jawa Barat pada zaman dahulu yang dipertunjukan sebagai
kelengkapan upacara hari-hari penting seperti Seren Taun, Pesta Panen, Ngaruat, Rebo Wekasan,
bahkan pada hari raya kenegaraan seperti pada perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Asal mula nama Tari Sampiung karena lagu pengiringnya berjudul Sampiung. Kadang disebut
juga Tari Ngekngek, karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa (alat Gesek, seperti Rebab)
yang biasa disebut Ngekngek. Sebagian orang menyebutnya Tari Jentreng, karena salah satu
waditra pengiringnya adalah Jentreng, yaitu alat petik berupa kacapi dengan ukuran kecil, yang
juga biasa dipinjam namanya untuk nama tarian yang ditampilkan.

14. Tarian Adat Tradisional Daerah Jawa Tengah

Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah diantaranya:

 Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya digelar setahun
sekali pada saat Jumenengan Ndalem (penobatan raja). Konon didalamnya sang Ratu Kidul ikut
menari sebagai tanda penghormatan kepada raja-raja penerus dinasti Mataram dengan busana
pengantin putri basahan dan sangat cantik, tetapi haya orang tertentu saja yang bisa melihatnya

 Tari Tari Gambyong

Adalah tarian tradisional yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tari ini sering kali
dipertunjukan dalam acara-acara besar, seperti festival, pameran, ataupun merayakan hari-hari
penting.Tarian gambyong ini sangat banyak yang menyukai dari masyarakat domestik maupun
wisatawan mancanegara. Karena tari ini memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri, dibanding
tari-tari lainnya.
 Tari Bondan Patung
 Tari Seripi
 Tari Beksen Wireng
 Tari Ebeng atau Kuda Lumping
 Tari Ogleng
 Tari Sintren
 Tari Jlantur
 Tari Prawiroguno
 Tari Ronggeng
 Tari Angsa

15. Tarian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur

Tarian yang berasal dari Provinsi Jawa Timur diantaranya:

 Tari Reog Ponorogo

Kesenian Reog merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut
dan Ponorogo. Ponorogo disebut sebagai kota asal kesenian reog yang sebenarnya karena pada
gerbang kota Ponorogo dihiasi dengan dua sosok bagian dari kesenian ini. Dua sosok tersebut
adalah Warok dan Gemblak. Kesenian ini masih sangat kental dengan hal-hal mistik dan ilmu
kebatinan yang kuat.

 Tari Gandrung Banyuwangi


 Tari Wayang Topeng
 Tari Jaranan Buto
Kesenian Tari Jaranan Buto adalah salah satu Kesenian dari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Tari ini menggunakan properti kuda buatan seperti halnya yang biasa kita dapati pada Kesenian
Kuda Lumping, Jaran Kepang atau Tari Jathilan, namun yang menjadikan Kesenian Jaran Buto
berbeda adalah properti kuda yang digunakan tidaklah menyerupai bentuk kuda secara nyata,
melainkan kuda tersebut berwajah raksasa atau Buto begitu pula dengan para pemainnya yang
juga menggunakan tata rias muka layaknya seorang raksasa yang lengkap dengan muka merah
bermata besar, bertaring tajam, berambut panjang dan gimbal. Tari Jaranan Buto dalam
pementasannya diiringi alunan musik seperti kendang, dua bonang, dua gong besar, kempul
terompet, kecer (seperti penutup cangkir) yang terbuat dari bahan tembaga dan seperangkat
gamelan.

 Tari Remo
 Tari Glipang
 Tari Beskalan.

16. Tarian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta

Tarian yang berasal dari Provinsi DI Yogyakarta diantaranya:

 Tari Golek Ayun-Ayun

Tari Golek Ayun-Ayun adalah tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah tepatnya Solo. Tarian ini
adalah tarian untuk penyambutan tamu kehormatan. Tarian yang paling sedikit ditarikan oleh 2
penari putri ini, berkisah tentang gadis-gadis yang sedang beranjak dewasa, dimana mereka
sedang senang-senangnya bersolek mempercantik diri. Tarian ini pada tahun 1976 diperkenalkan
oleh Romo Sas sang penciptanya. Dengan musik iringan gendhing jawa serta kostum dan
properti yang indah, menambah cantik penampilan para penari, sehingga terlihat seperti bidadari.
Pada gerakan lainnya juga terlihat gerakan layaknya si penari sedang menyulam.

 Tari Beksan Srikandi Suradewati

Beksan ini merupakan salah satu tari klasik asal Yogyakarta yang cerita di dalamnya diambil dari
Serat Mahabharata. Tari ini menceritakan tentang peperangan antara Dewi Srikandhi dan Dewi
Suradewati. Suradewati merupakan adik dari Prabu Dasalengkara yang menginginkan Dewi Siti
Sendari sebagai istrinya. Namun pada kenyataannya Dewi Siti Sendari telah terlebih dahulu
dijodohkan dengan Raden Abimanyu.

 Tari Arjuna Wiwaha


 Tari Langen Mandra Wanara
 Tari Angguk
 Tari Golek Menak

17. Tarian Daerah Bali

Tarian yang berasal dari Provinsi Bali diantaranya:

 Tari Trunajaya
Menurut sejarah Tari Trunajaya berasal dari bali tepatnya dari Buleleng. Buleleng terletak di
Pulau Bali bagian utara. Tari Trunajaya menggambarkan gerak gerik seorang pemuda yang baru
menginjak dewasa. Gerakannya menggambarkan prilaku seorang remaja yang enerjik, penuh
emosional dan ulahnya senantiasa untuk memikat hati seorang gadis. Tari Trunajaya termasuk
tari putra keras yang

biasa ditarikan oleh penari putri. Pencipta tari Trunajaya adalah Pan Wandres dalam bentuk
kebyar Legong dan kemudian disempurnakan oleh I Gede Manik. Tarian ini diciptakan pada
tahun 1915. Kreasi tarian Trunajaya ini diciptakan untuk sebuah tari hiburan yang bisa dinikmati
saat-saat perayaan tertentu.

Tari Trunajaya termasuk dalam kategori tari Balih-balihan atau sebagai tari hiburan. Sebagai tari
hiburan tarian ini dapat dipentaskan dimana saja. Misalnya di halaman pura, di lapangan atau
panggung tertutup/terbuka, dan di tempat- tempat lainnya.

 Tari Barong

Tari Barong adalah salah satu tarian tradisional yang menggunakan media topeng dan kostum
sebagai perwujudan dari makhluk-makhluk yang dipercaya oleh masyarakat Bali. Menurut
kepercayaan masyarakat Bali, Tari Barong ini dianggap kesenian yang sakral sehingga terdapat
juga kesan mistis di dalamnya. Tari Barong ini merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal
di Bali. selain memiliki nilai seni, Tari Barong ini juga memiliki makna-makna spiritual di
dalamnya.

 Tari Legong
 Tari Kecak
 Tari Pendet
 Tari Baris
 Tari Panji Semirang
 Tari Puspanjali
 Tari Margapati.

18. Tarian Adat Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat

Tarian yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat diantaranya:

 Tari Rudat
 Tari Lenggo

Tari Lenggo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Bima, NTB. Tarian ini
dibagi menjadi dua jenis tarian yaitu Tari Lenggo Melayu dan Tari Lenggo Mbojo. Tari Lenggo
Melayu ini merupakan jenis Tari Lenggo yang dimainkan oleh penari pria, sedangkan Tari
Lenggo Mbojo dimainkan oleh penari wanita. Tarian lenggo awalnya merupakan tarian klasik
yang muncul serta berkembang di lingkungan istana Kerajaan Bima, dan hanya ditampilkan pada
acara-acara tertentu saja.

 Tari Cerana
 Tari Oncer
Tarian Oncer diciptakan oleh Muhammad Tahir dari desa Puyung, Lombok Tengah pda tahun
1960. Merupakan tarian bersama yang terdiri dari tiga kelompok. Yaitu, 6-8 orang pembawa
kenceng atau disebut sebagai penari kenceng. Lalu dua orang pembawa gendang disebut penari
gendang dan satu orang pembawa petuk disebut penari petuk.

Tarian Oncer tidaklah berdiri sendiri karena diakhir bagian ada gamelan Gendang Beleq dipukul
sambil menari. Tarian Oncer terdiri atas tiga bagian yakni bagian pertama menggambarkan
peperangan. Semua penari menari bersama-sama dengan gerakan-gerak tari tertentu. Yang
pertama adalah gerak tinduk yakni gerak melangkah yang menggambarkan keberangkan ke
medan perang, dalam gerakan ini gerak mengangkat kaki yang ditonjolkan. Kedua adalah gerak
bukaq jebak, artinya membuka pintu. Gerakan ketiga adalah kadal nengos artika kadang yang
menengok. Gerakan ini berarti suatu tanda kewaspadaan terhadap musuh dengan selalu melihat
ke kiri kekanan serta kemuka dan belakang. Yang selanjutnya adalah gerak rebek taping dan
tereq repoq. Dalam bagian ini diperagakan gerak bambu yang setengah tumbang karena tiupan
angin. Nah, jika bagian pertama tarian diisi dengan cukup banyak gerakan, di bagian kedua dan
ketiga tidak seperti itu. Di bagian ketiga inilah dilukiskan kondisi setelah usai perang yang
ditandai dengan gerakan cempaka panclang (cempaka berguguran), keroton kombol (kembang
sepatu kuncup) dan sandal kebak (kembang sandat yang mekar). Tari oncer dapat ditarikan oleh
laki-laki atau perempuan, tetapi perannya tetap laki-laki.

19. Tarian Adat Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur

Tarian yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya:

 Tari Kataga
Tari Kataga adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari Sumba Barat, Nusa
Tenggara Timur(NTT). Tarian ini biasanya dimainkan oleh para penari pria dengan berkostum
adat dan dilengkapi senjata seperti pedang dan perisai. Tari Kataga ini merupakan salah satu
tarian tradisional yang cukup terkenal di NTT, khususnya Sumba Barat yang merupakan tempat
asalnya. Tarian ini biasanya ditampilkan di berbagai acara adat, penyambutan, maupun
pertunjukan budaya.

 Tari Dolo
 Tari Hopong

Tari Hopong merupakan salah satu tarian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur sendiri, dimana
seperti yang kita tahu bahwa tarian tersebut mempunyai suatu hal dan juga makna yang berbeda
antara satu gerakan dengan gerakan yang lainnya, sehingga pada jenis-jenis tarian tertentu ada
yang sangat terkenal pada kalangannya sendiri, ada juga yang kurang terkenal kerena beberapa
gerakan yang belum pernah terlihat atau terkesan kaku sama sekali. Dalam hal ini sendiri tarian
merupakan sesuatu yang bisa disebut dengan seni, karena seperti yang kita tahu bahwa tarian ini
memperlihatkan beberapa hal yang sangat identik dengan keindahan dari beberapa gerakan yang
dibuatnya beserta dengan hal yang lain juga.

20. Tarian Daerah Kalimantan Barat

Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat diantaranya:

 Tari Monong
Tari Monong adalah salah satu tarian tradisional suku Dayak di Kalimantan barat. Tari Monong
juga sering di sebut sebagai tari manang. Tarian ini merupakan tarian penyembuhan atau tarian
penolak penyakit yang di lakukan saat warganya terkena penyakit.

 Tari Pedang
 Tari an Pingin
 Tari Jonggan
 Tarian Kinyah Uut Danum

21. Tarian Daerah Kalimantan Tengah

Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah diantaranya:

 Tari Hugo

Tarian Hugo dan Huda ini merupakan tarian tradisional dari Kalimantan Tengah yang termasuk
dalam tarian ritual agar para dewa menurunkan hujan ke bumi. Tarian ini biasanya dilakukan
apabila telah berlangsung musim kemarau yang cukup lama.

Namun tarian ini sendiri merupakan tarian hiburan yang ada pada daerah ini sendiri dan sering
juga dipertunjukkan sebagai tarian hiburan untuk pelepas stress dari masyrakat yang ada yang
disekitar daerah tersebut. untuk tarian Hugo dan Huda ini sendiri biasanya dilakukan oleh satu
orang saja yang menarikan tarian ini, dimana biasanya tarian ini diiringi dengan alat music
kecapi dalam tarian itu sendiri. dan biasanya tarian ini dilakukan oleh perempuan untuk
menghibur para masyarakat.

 Tari Putri Malawen


 Tari Tuntung Tulus
 Tari Giring Giring
 Tari Manasai
 Tari Belian Bawo
 Tari Balean Dadas
 Tari Manganjan.

22. Tarian Daerah Kalimantan Selatan

Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya:

 Tari Baksa Kambang

Tari Baksa Kembang adalah salah satu tarian klasik dari Kalimantan selatan yang di fungsikan
sebagai tarian penyambutan tamu. Tarian ini biasanya dimainkan oleh penari wanita sebagai
penari tunggal atau bisa juga dengan berkelompok dengan syarat jumlah penari harus ganjil.

 Tari Baksa Tameng


 Tari Baksa Dadap
 Tari Radap Rahayu
 Tari Kuda Gepang
 Tari Bagandut
 Tari Mayam Tikar
 Tari Tantayungan
 Tari Tandik Balian
 Tari Babangsai
 Tari Kanjar

23. Tarian Daerah Kalimantan Timur

Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur diantaranya:

 Tari Gantar

Tari Gantar merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang berasal dari Suku Dayak
Benuaq dan Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.Tarian ini melambangkan
kegembiraan dan juga keramah-tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang ke
Kalimantan Timur, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Tamu-tamu
bahkan diajak ikut menari bersama para penari.

Gerakan-gerakan tari Gantar melukiskan orang yang sedang menanam padi. Tongkat
menggambarkan kayu penumbuk untuk membuat lubang di tanah. Sementara bambu berisi biji-
bijian melambangkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak
Tunjung, namun dikenal juga oleh suku Dayak Benuaq. Tarian Gantar bisa dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai, dan Gantar Senak atau Gantar Kusak.

 Tari Kancet Ledo


 Tari Kancet Punan Letto
 Tari Hudoq
 Tari Burung Enggang
 Tari Jepen
 Tari Kancet Papatai
 Tari Belian Bawo
 Tari Leleng
 Tari Ngelewai.

24. Tarian Daerah Kalimantan Utara

Tarian yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara diantaranya:

 Tari Magunatip

Tari Magunatip atau Tari Lalatip adalah tarian tradisional dari daerah Malinau dan Tarakan
Kalimantan Utara. Pada zaman dahulu tarian magunatip dilakukan sebagai latihan ketangkasan
kaki saat melompat dan menghindari sebuah rintangan.

Hal ini diadakan karena terjadinya perang antar suku. Akan tetapi kini latihan ketangkasan itu
dijadikan sebuah tarian

 Tari Jugit
 Tari Mance
 Tari Bangun
 Tari Jepen
 Tari Kancet Ledo.

25. Tarian Daerah Sulawesi Selatan

Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya:

 Tari Kipas Pakarena


Tari Kipas Pakarena adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Gowa, Sulawesi
Selatan. Tarian ini dibawakan oleh para penari wanita dengan berbusana adat dan menari dengan
gerakannya yang khas serta memainkan kipas sebagai atribut menarinya. Tari Kipas Pakarena
merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan, terutama di
daerah Gowa. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara yang bersifat adat maupun hiburan,
bahkan Tari Kipas Pakarena ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Sulawesi Selatan,
khususnya di daerah Gowa.

 Tari Pattennung
 Tari Ma’Gellu
 Tari Ma’randing
 Tari Manimbong
 Tari Ma’badong
 Tari Pa’Pangngan
 Tari Gandrang Bulo
 Tari Bosara
 Tari Pajoge

26. Tarian Adat Tradisional Daerah Sulawesi Tengah

Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya:

 Tari Pontanu
Tari Pontanu adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Donggala, Sulawesi Tengah.
Tarian ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita dan gerakan dalam tarian ini
menggambarkan aktivitas para wanita yang sedang menenun Sarung Donggala, yaitu jenis
sarung yang khas dari daerah Donggala. Tari Pontanu merupakan salah satu tarian tradisional
yang cukup terkenal di Sulawesi Tengah, khususnya di daerah kabupaten Donggala. Tarian ini
sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, festival budaya, bahkan
promosi wisata.

 Tari Pamonte
 Tari Dero
 Tari Morego
 Tari Balia
 Tari Dopalak
 Tari Jepeng
 Tari Pepoinaya
 Tari Anitu
 Tari Posisani

27. Tarian Adat Tradisional Daerah Sulawesi Tenggara

Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya:

 Tari Balumpa
Tari Balumpa adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Tarian ini termasuk tarian pergaulan yang ditampilkan oleh penari wanita untuk menyambut para
tamu terhormat yang datang ke sana. Tari Balumpa ini merupakan salah satu tarian tradisional
yang cukup terkenal di Sulawesi Tenggara, khususnya daerah Wakatobi. Tarian ini sering
ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, pertunjukan seni, dan festival
budaya.

 Tari Lulo
 Tari Galangi
 Tari Mangaru
 Tari Lumense

28. Tarian Daerah Sulawesi Utara

Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara diantaranya:

 Tari Maengket

Tari Maengket adalah salah satu tarian tradisional masyarakat Minahasa yang tinggal di Sulawesi
Utara. Tarian ini biasanya dilakukan secara masal (penari dengan jumlah yang banyak), baik
penari pria maupun penari wanita. Tari Maengket ini merupakan salah satu tarian tradisional
yang cukup terkenal di Sulawesi Utara dan masih terus dipertahankan sampai sekarang. Tarian
ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti panen raya, upacara adat, penyambutan,
pertunjukan seni dan lain-lain.

 Tari Polo
 Tari Mahambak

29. Tarian Daerah Sulawesi Barat

Tarian yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat diantaranya:

 Tari Patuddu

Tari Patuddu adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Barat. Tarian ini
biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang lemah gemulai dan
menggunakan kipas sebagai alat menarinya. Tarian Patuddu merupakan salah satu tarian
tradisional yang cukup terkenal di Sulawesi Barat dan sering ditampilkan di berbagai acara
seperti acara penyambutan, pertunjukan seni, dan festival budaya.

 Tari Toerang Batu


 Tari Bamba Manurung
 Tari Bulu Londong
 Tari Ma’ Bundu.

30. Tarian Daerah Gorontalo

Tarian yang berasal dari Provinsi Gorontalo diantaranya:

 Tari Dana- dana


Tari Dana Dana adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Gorontalo. Tarian ini termasuk
jenis tarian pergaulan masyarakat yang biasanya ditampilkan oleh penari pria maupun penari
wanita. Selain itu tarian ini juga merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya masyarakat
setempat, hal itu terlihat dari gerakan penari dan pengiringnya. Tari Dana Dana merupakan salah
satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Gorontalo dan sering ditampilkan di berbagai acara
seperti penyambutan, perayaan hari besar dan lain-lain.

 Tari Polopalo
 Tari Saronde

31. Tarian Daerah Maluku

Tarian yang berasal dari Provinsi Maluku diantaranya:

 Tari Lenso

Tari Lenso adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Maluku. Tarian ini merupakan tarian
yang dibawakan oleh para penari wanita dengan menggunakan sapu tangan atau selendang
sebagai ciri khas dan atribut menarinya. Tari Lenso merupakan salah satu tarian tradisional yang
cukup terkenal di Maluku dan sering ditampilkan di berbagai acara yang bersifat adat, hiburan,
maupun pertunjukan seni budaya.

 Tari Cakelele
 Tari Saureka-reka
 Tari Bambu gila
 Tari Poco-poco

32. Tarian Adat Tradisional Daerah Maluku Utara

Tarian yang berasal dari Provinsi Maluku Utara diantaranya:

 Tari Nahar Ilaa

Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung
untuk membangun.

 Tari Soya-Soya

Tari Soya Soya adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang berasal dari daerah Kayoa,
Maluku Utara. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian prajurit
kesultanan pada zaman dahulu dan menggunakan perisai serta ngana-ngana sebagai
perlengkapan menarinya. Tari Soya Soya ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup
terkenal di Maluku Utara dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu
penting, perayaan adat, pertunjukan seni, festival budaya dan acara budaya lainnya.

 Tari Tide-tide
 Tari Dengedenge
 Tari Gumatere

33. Tarian Daerah Papua

Tarian yang berasal dari Provinsi Papua diantaranya:

 Tari Musyoh

Tari Musyoh ini adalah salah satu seni tari yang sangat sakral, tari ini merupakan tari ritual untuk
mengusir para arwah orang yang meninggal akibat hal tertentu, dan pada umumnya tarian ini
ditarikan pada saat terdapat warga dari tanah papua yang telah meniggal akibat kecelakaan,
masyarakat papua mempercayai jika ada seorang yang meninggal karena kecelakaan maka arwah
yang meninggal tersebut tidak akan tenang, oleh sebab itu dilangsungkanlah ritual Tari Musyoh
ini, karena dipercayai dengan mengadakan Tari Musyoh ini sang arwah dapat tenang.

 Tari Sajojo
 Tari Yospan
 Tari Selamat Datang
 Tari Suanggi.

34. Tarian Daerah Papua Barat

Tarian yang berasal dari Provinsi Papua Barat diantaranya:

 Tari Wutukala
Tari Wutukala adalah salah satu tarian tradisional masyarakat Suku Moy di Papua Barat. Tarian
ini menggambarkan aktivitas masyarakat saat berburu ikan. Biasanya tarian ini dilakukan secara
berkelompok atau berpasangan antara penari pria dan penari wanita. Tari Wutukala merupakan
salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Papua Barat, khususnya daerah pesisir
Sorong dimana masyarakat Suku Moy tinggal. Tarian ini biasanya ditampilkan di berbagai acara
seremonial adat di sana.

 Tari Magasa

Tari Magasa adalah salah satu tarian tradisional masyarakat Suku Arfak di Papua Barat. Tarian
ini biasanya dibawakan secara masal oleh para penari pria dan penari wanita. Mereka menari
dengan saling bergandengan tangan dan membentuk barisan memanjang layaknya ular, sehingga
banyak yang menyebut tarian ini sebagai Tari Ular. Tari Magasa merupakan salah satu tarian
yang cukup terkenal di Papua Barat, terutama di kalangan masyarakat Suku Arfak. Tarian ini
biasanya ditampilkan di berbagai acara yang bersifat adat, hiburan, maupun budaya.

 Tari Perang
Tari Perang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua Barat. Tarian ini
menggambarkan jiwa kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua. Biasanya tarian ini
dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian adat dan membawa panah sebagai atribut
menarinya. Tari Perang merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Papua
Barat dan sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat, hiburan, maupun budaya.

Dengan menyebarkan ke SOSIAL MEDIA berarti anda berpartisipasi melestarikan Adat


budaya Bangsa ini

Post Views: 1.775


Share on: Twitter Facebook Google +
Pengertian dan 34 Provinsi Tari Adat Tradisional Indonesia Gambar Keterangan | jati | 4.5
Cari untuk:

Ketegori

 kode cheat
 Makalah
 edukasi
 komputer
 online

Meta

 Masuk
 Entries RSS

Sertakan Sumber Jika Hendak Copy

Sumber https://www.jatikom.com/2015/11/kumpulan-tari-tradisional-
indonesia.html#ixzz59QFR1QkF