Anda di halaman 1dari 3

Keputusan memulai pengobatan dilihat dari beberapa faktor yaitu ukuran dan lokasi,

psikososial, risiko dan manfaat terapi yang diusulkan.1 Jika telah diputuskan untuk melakukan
perawatan, pilihan terapi bisa secara farmakologis, laser, ataupun bedah. 1

Efek samping utama dari penatalaksanaan hemangioma infantil secara umum


TERAPI EFEK SAMPING
Kortikosteroid sistemik Penurunan tinggi dan berat badan, fasies cushingoid, perubahan
kepribadian, iritasi lambung, hipertensi, imunosupresi
Kortikosteroid intralesi Embolisasi arteri, atrofi, sistemik
Kortikosteroid topical Atrofi lokal, absorsi sistemik
Propranolol Hipotensi, bradikardia simtomatik, hipoglikemia, agitasi, perubahan
pola tidur, berkeringat, mengi
Interferon α Diplegia spastik (neurotoksisitas), demam, hepatotoksisitas,
neutropenia, anemia
Vincristine Neuropati, sakit perut, konstipasi
Laser Nyeri, jaringan parut, hipopigmentasi, perubahan tekstur kulit,
ulserasi
Bedah kelumpuhan umum, jaringan parut

1. Terapi Farmakologi

a. Cortikosteroid
Sampai saat ini kortikosteroid sistemik adalah pengobatan lini pertama untuk
hemangioma infantil. Kosrtikosteroid bekerja selama fase pertumbuhan, menyebabkan
perlambatan atau penghentian pertumbuhan hingga 90% kasus. Meski mekanisme kerja
obat ini tidak begitu terlalu dipahami, studi terbaru menunjukkan regulasi sitokrom
mitokondria b, clusterin / ApoJ (penanda apoptosis), dan / atau interleukin-6 sebagai
tanda menghentikan pertumbuhan hemangioma. Prednison atau prednisolon diberikan
dengan dosis 2-3 mg / kg / hari, biasanya selama 4-8 minggu dan dilakukan penurunan
dosis secara bertahap, tergantung pada usia dan indikasnya. Penelitian lain menunjukkan
tingkat respons sebesar 84% dengan dosis 2,9 mg / kg pada 1,8 bulan sebelum penurunan
dosis. Dapat juga diberikan dosis 3 mg / kg / hari dengan efektifitas 94% dari 2 mg / kg /
hari dengan efektifitas 75%, ditemukan komplikasi berat dengan dosis yang lebih tinggi.k
omplikasi jangka pendek kortikosteroid sistemik yaitu: wajah cushingoid, perubahan
kepribadian, iritasi lambung, infeksi jamur (oral atau perineal,, dan penurunan tinggi dan
berat badan. Komplikasi lainnya yaitu hipertensi, miopati yang diinduksi steroid,
imunosupresi, dan insufisiensi adrenal. Anak yang meminum prednisone 2 mg /kg / hari
selama lebih dari 14 hari dianggap memiliki defisit imunitas. Vaksinasi virus hidup harus
ditunda pada bayi yang menerima kortikosteroid dosis tinggi. Kortikosteroid intraksional
bisa menjadi pilihan untuk pengobatan hemangioma lokal pada bibir, ujung hidung, pipi,
dan telinga. Beberapa kasus dengan penggunaan steroid intralesional menunjukkanhasil
terbaik terjadi pada hemangioma superfisial.
b. Propranolol
Propranolol menyebabkan penghentian pertumbuhan hemangioma infantil dan telah
menggantikan kortikosteroid sebagai pengobatan lini pertama. Sebagian besar penelitian
menggunakan rentang dosis 1,5 - 3 mg / kg / hari baik 2 atau 3 kali per hari. Pasien
diobati paling sedikit 6 bulan dengan efek samping yang dapat diterima. Tidak seperti
steroid yang menstabilkan Pertumbuhan hemangioma, namun tidak menyebabkan
involusi, Propranolol menyebabkan regresi aktual pada kebanyakan kasus. Rebound
fenomena setelah berhentinya terapi dapat terjadi, tapi biasanya berespon baik setelah
penghentian. Propranolol memberikan Efek samping asimtomatik, Penurunan tekanan
darah, agitasi, perubahan pola tidur, berkeringat, dan mengi. Namun efek samping yang
paling berat adalah hipoglikemia. Standar pemantauan pemberian propranolol untuk
Hemangioma infantil belum ditetapkan. Mekanisme kerja propranolol untuk hemangioma
belum diketahui, tetapi efek molekuler yang timbul berbeda seperti vasokonstriksi,
penghambatan angiogenesis dan induksi apoptosis.

c. B Blocker Topikal
Pemberian timolol 0,5% diberikan dua kali sehari untuk hemangioma superfisial dapat
memberikan respon yang baik. Timolol jauh lebih bekerja daripada propranolol,
digunakan dalam jumlah kecil(yaitu, 1 tetes BID. Diperlukan lebih banyak penelitian
untuk menilai hasilnya dari obat ini untuk menentukan tempatnya dalam terapi.

d. Interferon-a.
Terapi menggunakan interferon-α untuk hemangioma menyebabkan morbiditas yang
tidak responsif terhadap kortikosteroid oral, kontraindikasi dalam kedua terapi itu cukup
efektif, efek neurotoksisitasnya khususnya dipastik kejang membuat penggunaannya
dibatasi. Semua pasien yang terkena berusia dibawah 1 tahun saat memulai terapi, hal ini
menunjukkan obat ini aman digunakan pada pasien usia diatas 1 tahun. Evaluasi
neurologis bulanan harus dilakukan pada anak yang sedang diobati.

e. Kemoterapi
Vincristine sering digunakan pada pengobatan KMP dan tumor lain yang berhubungan.
Mengingat neurotoksisitasnya interferon, vincristine dianggap sebagai pengobatan lini
kedua pada Hemangioma infantil yang tidak merespons dengan pemberian kortikosteroid.

f. Imiquimod
Sebuah penelitian menemukan bahwa krim imiquimod topikal 5% memberikan
perubahan warna kulit yang baik pada hemangioma infantil tetapi tidak dengan
ukurannya, pemberian imiquimod terbatas pada hemangioma superfisial. Penebalan kulit
dan ulserasi adalah efek samping yang potensial.
2. Terapi Laser
Pada awalnya terapi ini dirancang untuk mengobati noda, dan telah digunakan untuk
mengobati hemangioma infantil dengan hasil yang bervariasi. Beberapa laporan
menunjukkan perbaikan dalam pengobatan ulserasi hemangioma, dan penggunaannya
mengurangi residu telangiektasi dan eritema. Batta dkk melakukan penelitian prospektif
acak terkontrol mengenai pengobatan hemangioma infantil pada 121 pasien berusia 1-14
minggu, menggunakan 585 nm PDL tanpa pendinginan. Hasilnya memberikan
kecenderungan ke arah peningkatan hipopigmentasi dan perubahan tekstur pada
kelompok yang diobati dengan laser. Penelitian lain telah menunjukkan hasil yang baik
dengan PDL 585-nm atau 595 nm PDL, namun lebih baik bekerja pada hemangioma
superfisial dan tidak dapat menghentikan pertumbuhan komponen yang lebih dalam. Efek
yang timbul berupa ulserasi dan jaringan parut parah selama fase proliferatif.

3. Terapi Bedah
Eksisi dapat dilakukan pada setiap fase hemangioma infantil. Dalam beberapa kasus,
dapat menunggu sampai regresi berjalan baik dan menilai apakah jaringan parut dan
perubahan tekstual telah timbul. Keputusan bedah dapat dilakukan pada usia 3-5 tahun.
Lokasi anatomis tertentu seperti ujung hidung dan bibir sering memerlukan pembedahan.
Eksisi elips standar sering dilakukan, Namun eksisi melingkar diikuti bisa meninggalkan
bekas luka yang lebih kecil.