Anda di halaman 1dari 19

PENINGKATAN KUALITAS PHBS DI

LEMBAGA KELOMPOK
BERMAIN,TK, PAUD, TPA, SD
‘AISYIYAH
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah
Jawa Tengah
Majelis Kesehatan
LATAR BELAKANG

35 % kematian anak secara global krn diare,


setiap 30 detik kematian 1 anak krn diare.
Kematian anak (5-14th) diperkotaan
30,4% krn DBD, di pedesaan
11,3% krn diare (Riskesdas 2007)
Gizi, Merokok, Kurang Gerak, HIV/AIDS

Masalah anak SD-PHBS


Masalah anak SLTP/SLTA-
Kes reproduksi & perilaku

berisiko
M Perilaku mencuci tangan
Anak sekolah merupakan aset
pakai sabun dapat menurunkan
a infeksi saluran pernapasan – 23%, atau modal utama
s a (diare, cacingan, pembangunan di masa depan
hepatitis A dan E yang perlu dijaga, ditingkatkan,
l a dan Flu Burung dan dilindungi kesehatannya
h

Dasar Hukum, andasan Idiil, Landasan Organisasi


DASAR HUKUM

UU Kes No 36 tahun 2009, BAB VI, Psl 79


(1) Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat
peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar,
tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya
manusia yang berkualitas.
(2) Kesehatan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui
sekolah formal dan informal atau melalui lembaga pendidikan lain.
(3) Ketentuan mengenai kesehatan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah

SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri
Dalam Negeri) No. 1/U/SKB/2003, 1067/Menkes/SKB/VII/2003, MA/230 A/2003, dan 26
Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah
SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri
Dalam Negeri) No. 2/P/SKB/2003, No. 1068/Menkes/SKB/VII/2003, MA/230 B/2003, dan
4415-404 Tahun 2003 tentang Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah Pusat
Kepmenkes No. 1193/Menkes/SK/VIII/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan
Kepmenkes No. 1114/Menkes/SK/VIII/2005 tentang Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah
DASAR HUKUM

• Keputusan Menteri Kesehatan No.564/Menkes/SK/VII/2006


tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga.
• Keputusan Menteri Kesehatan No.1529/Menkes/SK/X/2010
tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan
Siaga Aktif.
• Peraturan Menteri Kesehatan No.2269/MENKES/PER/XI/2011
tentang Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kesehatan RI dengan


Pimpinan Pusat ’Aisyiyah No.: 1160/Menkes/SKB/VIII/2010
No.: 022/PPA/A/VIII/2010 tentang
Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
LANDASAN IDIIL

•Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru


kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang
mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung (Ali Imron: 104)
•Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-
orang yang mensucikan /membersihkan diri (Al –Baqarah: 222)
•Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al-Qoshash: 72)
•Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan
melimpahkan nikmat kepada mereka dari langit dan bumi, tetapi ternyata
mereka mendustakan ayat-ayat kami maka kami siksa mereka sesuai dengan
apa yang telah mereka kerjakan ( Al-A’raf : 96)
•Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri dan ia
ingat nama Tuhannya lalu ia sholat (Al-A’laa: 15)
LANDASAN ORGANISASI

•Hasil Muktamar ‘Aisyiyah ke 46 di Yogyakarta tahun


2010
•Hasil Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah
Majelis Kesehatan Tahun 2011
•Visi Majelis Kesehatan: Aisyiyah sebagai
penggerak terwujudnya infrastruktur kesehatan menuju
tercapainya masyarakat sehat.
•Misi Majelis Kesehatan:
 Berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang
berperilaku hidup bersih dan sehat, dan
memanfaatkan kesehatan yang bermutu
Menggerakkan terwujudnya infrastruktur kesehatan
yang berkualitas
Menggerakkan masyarakat yang sadar dan peduli
kesehatan
PHBS DI SEKOLAH

• Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Adalah sekumpulan perilaku yang dipratikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran,yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong
dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat.

•PHBS di Sekolah
Adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat di lingkungan sekolah agar
tahu, mau dan mampu ya mempraktikkan PHBS yang mencakup antara lain mencuci tangan
dengan sabun, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, menggunakan jamban sehat,
olahraga teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di di sekolah, menimbang berat
badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, membuang sampah ditempatnya, dan lain-lain
dan berperan aktif mewujudkan sekolah sehat.

•Pembinaan dan pengembangan PHBS di Sekolah


Adalah serangkaian kegiatan terencana dan terarah yang dilakukan secara terpadu dan
berkesinambungan baik oleh masyarakat sekolah maupun oleh pemangku kepentingan untuk
mempercepat pencapaian tujuan PHBS di Sekolah sehingga dapat menciptakan Sekolah Sehat.
MANFAAT PHBS DI SEKOLAH

• Manfaat bagi anak / peserta didik :


- memperoleh kemandirian dengan mendapatkan pengetahuan, kepercayaan, sikap,
nilai-nilai dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup sehat
- menghindari berbagai masalah kesehatan,
- mendapatkan pengalaman dalam berpartisipasi dalam tindakan kolektif untuk
menciptakan kondisi yang mendukung untuk kesehatan dan kesejahteraan
- meningkatnya semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada presta si
belajar peser ta didik.

• Manfaat bagi keluarga anak / peserta didik :


- anak memiliki berbagai informasi dan keterampilan dalam kesehatan yang dapat
digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, praktik di rumah
- mempunyai peluang interaksi dengan sekolah dan dukungan untuk mempratikkan
perilaku sehat sehingga keluarga terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman
penyakit.
MANFAAT PHBS DI SEKOLAH
• Manfaat bagi sekolah :
- memiliki topik pembelajaran yang berhubungan dengan kesehatan yang dapat disampaikan dengan
efisien dan terorganisir sebagai bagian dari kurikulum
- meningkatkan lingkungan sekolah sehat
- mempunyai peluang mendapatkan sumber daya dalam mendukung pendidikan kesehatan sekolah
dari berbagai lembaga dan organisasi dalam mempromosikan kesehatan
-terciptanya sekolah yang bersih dan sehat
- masyarakat sekolah (peserta didik, Guru, Kepala Sekolah, petugas sekolah lainnya) terlindungi dari
berbagai gangguan dan ancaman penyakit
- citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang
tua.

• Manfaat bagi masyarakat :


- meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan dan solusinya di kalangan masyarakat
- masyarakat mendapatkan manfaat tambahan apabila anak / siswa dan guru melaksanakan kegiatan
terkait kesehatan bagi masyarakat di lingkungan sekolah
- masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.
PHBS DI SEKOLAH
PHBS di Sekolah adalah upaya untuk
memberdayakan siswa, guru dan masyarakat di
lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu
mempraktikkan PHBS serta berperan aktif
dalam mewujudkan Sekolah Ber-PHBS.
INDIKATOR PHBS DI SEKOLAH

1. Mencuci tangan pakai sabun


dengan air mengalir
2. Mengkonsumsi makanan sehat di
kantin sekolah

Provinsi Jateng
= 15 Indikator
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan
setiap bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya
PHBS
INSTITUSI PENDIDIKAN JATENG
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
5. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
6. Olah raga yang teratur dan terukur
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Tidak merokok disekolah
9. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
10. Kebersihan kuku (guru dan siswa) kukunya pendek dan bersih.
11. Siswa dan guru menjaga kebersihan gigi
12. 80 % guru dan siswa memakai sepatu
13. Memanfaatkan UKS dan P3K
14. Terdapat aktifitas dokter kecil / Kader Kesehatan Remaja
15. Menjadi anggota dana sehat
KERANGKA KONSEP
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PHBS DI SEKOLAH MELALUI PP ‘AISYIYAH
DI JAWA TENGAH TAHUN 2013
INPUT PROSES OUTPUT
1.Adanya pedoman
P 2.Menerbitkan SK
1.Pertemuan konsolidasi
3.Pengembangan & pengadaan media
u 3.Membuat pedoman 3.1 Pengumpulan bahan media PHBS
4.Penggumpulan data 1.Adanya komitmen dan
s & referensi unt pe
3.2 Pengembangan buku saku PHBS
dukungan Pengurus ‘Aisyiyah
( media intruksional pewarnaan
a ngembgn & penga
daan media gambar unt SD, media intruksi onal dan Pimpinan Sekolah
t 5.Kreatif breaf ke lomba menggambar unt SLTP,) ‘Aisyiyah/Muhammadiyah
desainer 3.3 Penggandaan &pendistribusian unt menerapkan PHBS
4. Monev bersama Tim Provinsi/Wilayah
5. Penyusunan laporan bulanan dan tahunan
2. Adanya media PHBS Sekolah
3. Terorientasinya Guru
P 1. Penggumpulan da
ta lokasi, SD,SLTP sa
1.Rapat koordinasi 4. Adanya Kader Kesehatanyang
2.Pertemuan advokasi dan sosialisasi terampil melaksanakan PHBS
r saran & mengirim 3.Orientasi
kan ke pusat 5.Terbinanya sekolah yg
o 2. Menyiapkan pelak
4.Monev bersama Tim Pusat
menerapkan PHBS
5.Penyusunan laporan bulanan & tahunan
v sanaan advokasi, so
sialisasi & orientasi

K 1. Penggumpulan da 1.Implementasi program PHBS di 5 SD dan


ta lokasi, SD,SLTP sa 5 SLTP
a saran & mengirim ‘Aisyiyah/Muhammadiyah (3 bln) Kab.
b kan ke pusat
2. Menyiapkan
2.Penyusunan laporan kegiatan bulanan di
Srag
en

& tahunan Kab.


/ peserta advokasi, so Ka
b
Dema
k
gan .Pek
sialisasi & orientasi
K alo
n

Ka o
b.
ke
Ka

Pu
r t
b.K

rw
o
lat
Dasar Hukum, Landasan Idiil, Landasan Operasional,

en
PENGUMPULAN DATA

• Data umum Kabupaten


• Data SD dan SLTP, TK, Klp Bermain,
TPA dan PAUD
•Data sekolah yg sudah menerapkan PENINGKATAN
UKS KUALITAS
PHBS
•Data PHBS sebelum dan sesudah
intervensi
•Absensi murid
•Data pendukung lainnya
PRA IMPLEMENTASI, IMPLEMENTASI DAN PASCA IMPLEMENTASI
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PHBS DI Sekolah MELALUI PPS ‘AISYIYAH
DI SULAWESI SELATAN DAN JAWA TENGAH TAHUN 2013

Pra 1.Menyusun pedoman

Im
2.Membuat SK-Tim
3.Mengumpulkan data awal
Pusat Monev Menyusun
laporan
ple 4.Mengembangkan media, mencetak dan distribusi

men 1. Membuat SK-Tim


ta 2. Menyiapkan pelak sanaan advokasi, sosialisasi & orientasi Prov
3. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Menyusun Ke
si 4. Melaksanakan orientasi kepada Guru SD & SLTP Monev laporan
ber
lang
sung
Im 1. Sosialisasi di SD & SLTP masing-masing an
ple
2. Pembinaan dan pelatihan Kader SD & SLTP. Kab/ Menyusun Pro
laporan
3. Fasilitasi Kesehatan Sekolah gram
men Kota
4. Pembuatan Media Kampanye
ta 5. Lomba mewarnai untuk SD dan lomba gambar
si untuk SLTP, Cerdas Cermat
6.Dokumentasi, publikasi dan pelaporan
Pasca
Implementasi
PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Kemenkes-Pusat Promkes
Kemendikbud
PPA Pengarah,Pembina,
PPM Fasilitator
Dinkes
Dikbud Pembina,Fasilitator,
PWA
Pendamping
PWM

Dinkes
Dikbud Kepsek
PDA Pendamping Guru
PDM Implementor
Kader
Anak didik
INDIKATOR KEBERHASILAN

1.Adanya komitmen dan dukungan pengurus ‘Aisyiyah dan Pimpinan Sekolah


melaksanakan program
2.Terorientasi Guru Aisyiyah/Muhammadiyah di provinsi Jawa Tengah.
3.Adanya media PHBS ‘Aisyiyah/Muhammadiyah di provinsi Jawa Tengah.
4. Terbinanya 5 SD dan 5 SLTP ‘Aisyiyah/Muhammadiyah yang ber PHBS di provinsi Jawa
Tengah.
5.Adanya 150 kader SD dan 150 Kader SLTP ‘Aisyiyah/Muhammadiyah yang ber PHBS di
provinsi Jawa Tengah.
6.Adanya model SD dan SLTP yang ber PHBS di provinsi Jawa Tengah
Membangun
jejaring 1. Gerakan cuci
PROKER MK PWA 2010-2015:
Penyuluhan- tangan
Meningkatkan pemberdayaan
penyuluhan, 2. Lomba kantin
masyarakat dalam Perilaku Hidup
contoh PHBS sehat
Bersih dan Sehat (PHBS)
dilingkungan 3. Gerakan
dilingkungan keluarga, lingkungan
Amal Usaha Buang
amal usaha ‘Aisyiyah, tempat
‚Aisyiyah Sampah
umum, tempat ibadah dan di
Lomba Sehat (Lomba
lingkungan komunitas masyarakat
lingkungan Lingkungan
luas.
sehat bersih)
Lomba PHBS
Wabillahi taufiq walhidayah
Wassaamualaium Warahmatullahi
wabarakatuh