Anda di halaman 1dari 72

KATA PENGANTAR

Puji dan syurkur kita sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala
berkat dan kasih-Nya sehingga Buku Pedoman Penyusunan Skripsi ini dapat
diselesaikan.
Buku Pedoman Penyusunan Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (FKIP-UKI) Tahun 2016 disusun
dengan tujuan untuk menjadi standar dalam penyusunan skripsi untuk dipedomani
oleh mahasiswa/i dan dosen pembimbing skripsi di lingkungan FKIP-UKI,
sehingga dalam penyusunan skripsi diperoleh format keseragaman baik dari segi
pengetahuan dasar dan teknik penulisan di lingkungan FKIP-UKI.
Buku Pedoman ini diharapkan dapat membantu mahasiswa, dosen
pembimbing dan dosen penguji dalam memperlancar penyelesaian tugas akhir
mahasiswa/i di FKIP-UKI. Saran dan kritik yang membangun dari pembaca
sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku pedoman ini untuk edisi
berikutnya.

Jakarta, Agustus 2016


Tim Penyusun

2
Kata Sambutan

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan penyelenggaraan akademik


dan administrasi umum Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP)
Universitas Kristen Indonesia yang secara kontniu maka dilakukan
penyempurnaan pada sejumlah perangkat pendukung kegiatan antara lain
pedoman akademik, pedoman penyusunan skripsi, pedoman pelaksanaan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pedoman laboratorium, pedoman
praktik kerja mengajar. Buku pedoman tersebut memuat informasi tentang
fakultas dan Prodi di lingkungan FKIP UKI yang digunakan sebagai acuan dalam
peyelenggaraan akademik, dan administrasi umum yang disusun berdasarkan
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (USPN), KKNI, dan turunannya
serta pedoman akademik UKI.

Kami menyadari bahwa buku pedoman ini senantiasa dapat diperbaharui


seiring dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan dan dinamika dibidang
IPTEKS, dalam rangka pencapaian mutu pendidikan yang semakin kompetitif.
Dengan selesainya buku pedoman ini sebagai hasil kerja keras dari seluruh panitia
yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, untuk pimpinan fakultas
mengucapkan terimakasih. Semoga FKIP UKI semakn maju dalam tugas
panggilannya sebagai institusi kependidikan dan peran sertanya dalam
mencerdaskan masyarakat Indonesia.

Jakarta, Agustus 2016

Dekan,

Parlindungan Pardede, M.Hum.

3
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
KATA SAMBUTAN ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 6
BAB II KETENTUAN UMUM .............................................................. 7
A. Ketentuan Umum Penyusunan dan Ujian Skripsi ................ 7
B. Format Penulisan Proposal Penelitian .................................. 9
BAB III SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI ................................. 13
A. Bagian Awal Skripsi ........................................................... 13
1. Kerangka Bagian Awal Skripsi ...................................... 13
2. Penjelasan ....................................................................... 14
B. Bagian Inti Skripsi dengan Metode Kuantitatif ................. 17
1. Kerangka Bagian Inti Skripsi ......................................... 17
2. Penjelasan ....................................................................... 19
C. Bagian Inti Skripsi dengan Metode Kualitatif .................... 25
1. Kerangka Bagian Inti Skripsi ......................................... 25
2. Penjelasan ....................................................................... 26
D. Bagian Inti Skripsi dengan Metode PTK ........................... 30
1. Kerangka Bagian Inti Skripsi ......................................... 30
2. Penjelasan ....................................................................... 31
E. Bagian Akhir Skripsi ........................................................... 40
1. Daftar Pustaka ................................................................. 40
2. Lampiran-lampiran ......................................................... 41
BAB IV TATA TULIS SKRIPSI ............................................................ 42
A. Tata Ketik Skripsi ............................................................... 42
B. Penulisan Sumber Kutipan .................................................. 49
C. Penulisan Daftar Pustaka ..................................................... 52

4
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 54
LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................... 56

5
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Halaman Sampul Proposal ..................................................... 55
Lampiran 2. Halaman Sampul Skripsi ......................................................... 56
Lampiran 3. Halaman Pernyataan ................................................................ 57
Lampiran 4. Halaman Pengesahan Proposal ................................................ 58
Lampiran 5. Halaman Pengesahan Skripsi .................................................. 59
Lampiran 6. Halaman Persetujuan Dewan Penguji...................................... 60
Lampiran 7. Halaman Abstrak ..................................................................... 61
Lampiran 8. Halaman Daftar Isi................................................................... 62
Lampiran 9. Halaman Daftar Gambar .......................................................... 64
Lampiran 10. Halaman Daftar Tabel ........................................................... 65
Lampiran 11. Halaman Daftar Lampiran ..................................................... 67
Lampiran 12. Halaman Kata Pengantar ....................................................... 69
Lampiran 13. Halaman Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ...... 70
Lampiran 14. Halaman Biodata Alumni ......................................................
Lampiran 15. Surat Keputusan Dekan ……………………………………

6
BAB I
PENDAHULUAN

Buku ini merupakan buku pedoman penulisan skripsi di Fakultas


Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (FKIP-UKI) yang
disusun untuk program studi Strata Satu Pendidikan. Pedoman ini disusun untuk
memberikan petunjuk secara lengkap kepada dosen dan mahasiswa untuk
penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun isi
dari pedoman ini adalah tentang: (1) Ketentuan umum penulisan skripsi; (2)
Standar operasional pembimbingan dan penulisan skripsi; (3) Sistematika
penulisan skripsi; dan (4) Tata tulis skripsi.
Buku pedoman ini didasarkan pada beberapa landasan hukum yaitu (1)
Peraturan Menristek Dikti No.44 Pasal 1 s/d 68 tahun 2015 dan SK Rektor,
sehingga merupakan kewajiban sivitas akademik FKIP-UKI untuk melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam buku pedoman ini. Dengan
demikian, penyelenggaraan program studi Strata Satu Pendidikan FKIP-UKI
menjadi lebih berkualitas.
Adapun harapan dengan diterbitkannya buku pedoman ini adalah proses
penulisan skripsi dapat mencapai hasil yang optimal, baik dari segi kualitas tulisan
maupun waktu pelaksanaan penelitian serta terciptanya keseragaman penyusunan
skripsi di lingkungan FKIP-UKI. Tim penyusun buku pedoman ini memberi
kesempatan kepada masing-masing program studi di lingkungan FKIP-UKI untuk
membuat petunjuk tambahan mengenai hal-hal yang tidak diatur dalam buku
pedoman ini.

7
BAB II
KETENTUAN UMUM

A. Ketentuan Umum Penyusunan dan Ujian Skripsi


1. Skripsi adalah karya ilmiah yang wajib disusun mahasiswa sebagai bagian
persyaratan pendidikan akademik yang bertujuan melatih mahasiswa
dalam menerapkan pengetahuan serta memecahkan masalah yang
berkenaan dengan bidang ilmunya melalui penelitian.
2. Skripsi yang disusun harus relevan dengan lingkup pendidikan dan
pengajaran pada masing-masing program studi di lingkungan FKIP-UKI.
3. Skripsi yang disusun mahasiswa merupakan laporan hasil penelitian
dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu metode kuantitatif, kualitatif,
atau penelitian tindakan kelas (PTK).
4. Skripsi disusun untuk menjawab permasalahan yang harus dilakukan
melalui pengkajian, baik secara teoretik maupun empirik.
5. Kajian pustaka yang digunakan meliputi kepustakaan/literatur yang
relevan dengan masalah dan maksimal terbitan 10 tahun terakhir.
6. Skripsi diberi bobot 6 sks.
7. Mahasiwa yang telah mencapai 120 sks dengan IPK minimal 2,75
diijinkan mengajukan judul penelitian dan dosen pembimbing kepada
Ketua Program Studi (sesuai AIS UKI) atas ijin Dosen Pembimbing
Akademik (PA).
8. Untuk menyelesaikan skripsi, mahasiswa didampingi oleh dua orang
Dosen Pembimbing Skripsi.
9. Keputusan akhir penentuan Dosen Pembimbing Skripsi menjadi
wewenang Ketua Program Studi.
10. Kualifikasi Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II Skripsi minimal
Magister dan berstatus dosen tetap UKI dan telah memiliki JJA.

8
11. Kualifikasi Dosen Penguji minimal Magister dan dosen tetap UKI serta
memiliki Jenjang Jabatan Akademik (dan jika dosen program studi yang
bersangkutan belum memiliki JJA, sesuai kebijakan Ketua Program Studi).
12. Setelah memperoleh penetapan pembimbing, mahasiswa harus aktif
berkonsultasi secara teratur dan dibuktikan dengan Kartu Kendali
Bimbingan Skripsi yang telah ditandatangan oleh Dosen Pembimbing I
dan Dosen Pembimbing II.
13. Konsultasi dilakukan sejak pengajuan topik/judul sampai dengan
penyelesaian revisi laporan dan artikel jurnal setelah ujian.
14. Dosen pembimbing wajib memberi pengarahan dan bimbingan agar
mahasiswa mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.
15. Mahasiswa boleh mengajukan penggantian Dosen Pembimbing Skripsi
kepada Ketua Program Studi apabila proses pembimbingan tidak berjalan
sebagaimana mestinya dengan menunjukkan bukti dan alasan yang
relevan.
16. Proses pembimbingan skripsi dibatasi paling lama satu tahun berjalan
terhitung mulai SK Dosen Pembimbing Skripsi dikeluarkan.
17. Batas waktu penyelesaian proposal skripsi setelah judul penelitian
disetujui maksimal 3 (tiga) bulan. Batas waktu penelitian dan
penyelesaian skripsi setelah seminar proposal dilaksanakan, untuk
penelitian kualitatif maksimal 3 bulan; dan penelitian kuantitatif
maksimal 4 bulan; dan untuk PTK maksimal 6 bulan.
18. Pelaksanaan Seminar Proposal dilaksanakan setelah proposal
ditandatangan oleh kedua dosen pembimbing.
19. Mahasiswa dapat mengajukan surat ijin penelitian ke sekretariat FKIP-
UKI setelah mahasiswa lulus ujian seminar proposal.
20. Mahasiswa dapat mendaftarkan sidang skripsi pada Ketua Program Studi
apabila (1). mendapatkan persetujuan dosen pembimbing, (2) telah
menyusun jurnal sesuai dengan skripsi, (3) telah lulus semua mata kuliah
dengan IPK yang dipersyaratkan program studi.

9
Untuk memperjelas langkah-langkah penyusunan dan ujian skripsi, berikut ini
disajikan bagan alirnya dalam gambar 1.

Gambar 1. Prosedur Penyusunan dan Ujian Skripsi

B. Format Penulisan Proposal Penelitian


1. Penelitian Kuantitatif
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
2.3.Hipotesis

10
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Desain Penelitian (Variabel Penelitian)
3.2.Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3.Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
3.4.Teknik Pengumpulan Data
3.5.Teknik Validasi Instrumen Penelitian
3.6.Teknik Analisis Data
3.7.Deskripsi Data
3.8.Uji Persyaratan Analisis
3.9.Prosedur Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN (misalnya instrument pengumpulan data)

2. Penelitian Kualitatif
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian

11
3.2.Pendekatan dan Jenis Penelitian
3.3.Obyek atau Responden Penelitian
3.4.Teknik Pengambilan Sampel
3.5.Teknik Pengumpulan Data
3.6.Uji Validitas Data
3.7.Teknik Analisis Data
3.8.Prosedur Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
3. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
2.3.Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.Subyek Penelitian
3.3.Teknik Pengumpulan Data
3.4.Teknik Uji Validitas Data

12
3.5.Teknik Analisis Data
3.6.Indikator Kinerja Penelitian
3.7.Prosedur Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

13
BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Secara umum isi skripsi meliputi tiga bagian, yaitu bagian awal atau
pembuka, bagian inti, dan bagian akhir. Untuk jenis penelitian berbeda, yakni
kuantitatif, kualitatif, dan penelitian tindakan kelas, unsur-unsur yang termuat
pada bagian awal dan akhir adalah sama, tetapi pada bagian inti berbeda. Oleh
karena itu, penjelasan mengenai struktur bagian inti skripsi perlu dibedakan
menjadi beberapa subbab, yaitu bagian inti penelitian kuantitatif, kualitatif, dan
penelitian tindakan kelas, sedangkan struktur bagian awal dan akhir tidak ada
pembedaan untuk ketiga jenis penelitian tersebut. Penjelasan masing-
masingbagian dapat dirinci sebagai berikut ini.

A. Bagian Awal
1. Format
Unsur-unsur yang termuat pada bagian awal skripsi dan urutannya adalah
sebagai berikut:
a. Halaman Sampul
b. Halaman Pernyataan Keaslian Tulisan
c. Halaman Pengajuan
d. Halaman Persetujuan Pembimbing
e. Halaman Pengesahan Penguji
f. Halaman Persembahan (bila perlu)
g. Abstrak
h. Kata Pengantar
i. Daftar Isi
j. Daftar Tabel (jika ada)
k. Daftar Gambar (jika ada)
l. Daftar Lampiran

14
2. Penjelasan
a. Halaman Sampul
Halaman sampul berisi (1) judul secara lengkap, (2) logo atau
lambang Universitas Sebelas Maret dengan diameter 3 cm, (3) kata
skripsi, (4) nama dan nomor induk mahasiswa, (5) nama lengkap (tidak
disingkat) program studi, fakultas, dan universitas, dan (6) bulan dan
tahun disetujuinya hasil revisi skripsi oleh Tim Penguji (bukan
tanggal lulus ujian atau wisuda). Halaman sampul dicetak dalam hard
cover (sampul keras) dan diberi cetakan pada punggungnya.
Semua huruf pada halaman sampul dicetak dengan huruf kapital dengan
ukuran antara 12 – 16 poin. Komposisi huruf dan tata letak masing-
masing unsur diatur secara simetris, rapi, dan serasi. Akan tetapi,
pemenggalan baris pada judul tetap harus memerhatikan makna
kelompok kata (frasa) yang dipenggal, contoh:

Contoh pemenggalan yang tidak memperhatikan makna frasa:

b. Halaman Pernyataan
Halaman pernyataan yang bermaterai 6000 rupiah memuat penegasan
bahwa skripsi yang ditulis mahasiswa merupakan karya asli yang bebas
dari tindakan plagiarisme. Selain itu, juga berisi pernyataan bahwa
semua rujukan atau kutipan telah dituliskan sumbernya.
c. Halaman Pengajuan
Halaman pengajuan memuat unsur-unsur sebagai berikut: (1) judul
yang diketik dengan huruf kapital, (2) nama dan nomor induk
mahasiswa yang diketik dengan huruf kapital, (3) teks Skripsi diajukan
sebagai salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan

15
Program Pendidikan...., Program Studi .... (4) nama lengkap fakultas
dan universitas diketik dengan huruf kapital, dan (5) bulan yang ditulis
dengan huruf kecil dan tahun lulus ujian.
d. Halaman Persetujuan Pembimbing
Halaman persetujuan memuat persetujuan dari para pembimbing. Hal-
hal yang dicantumkan adalah (1) judul skripsi, (2) nama dan NIM
mahasiswa, (3) teks Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di
hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Indonesia, (4) hari dan tanggal persetujuan, dan
(5) tanda tangan, nama lengkap, dan nomor induk pegawai (NIP)
Pembimbing I dan II.
h. Abstrak (ringkasan)
Abstrak merupakan uraian singkat mengapa penelitian dilakukan,
bagaimana penelitian dilaksanakan, dan apa saja hasil penting
penelitian. Oleh karena itu, dalam abstrak disajikan secara padat intisari
skripsi yang mencakup tujuan, metode yang digunakan, hasil yang
diperoleh, kesimpulan, dan saran. Teks abstrak ditulis dalam bahasa
Indonesia dan Inggris. Pengetikan dilakukan dalam spasi tunggal (satu
spasi). Panjang abstrak tidak lebih dari dua halaman. Pada bagian paling
atas ditulis kata ABSTRAK dengan huruf kapital yang ditempatkan di
bagian tengah dan tanpa titik.
Adapun unsur-unsur yang termuat dalam abstrak meliputi beberapa
bagian. Bagian pertama memuat (1) nama mahasiswa diketik di tepi kiri
dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama setiap bagian nama, yang
diakhiri titik, (2) judul dengan huruf kapital dan dicetak tebal yang
diakhiri titik, (3) kata skripsi dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama
yang diikuti koma, (4) nama fakultas dan universitas secara lengkap
dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama setiap kata, yang diakhiri
titik, dan (5) bulan dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama, dan tahun
ujian yang diakhiri titik. Bagian kedua berupa tujuan penelitian. Bagian
ketiga berisi metode penelitian. Bagian keempat memuat hasil-hasil

16
penting penelitian. Bagian kelima menyajikan kesimpulan dan saran
(bila perlu). Bagian keenam memuat kata kunci (bisa berupa kata
tunggal atau kelompok kata) yang berkisar antara tiga sampai lima.
Kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah.
i. Kata Pengantar
Pada dasarnya, kata pengantar berisi ucapan terima kasih secara
formal yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi, atau
pihak- pihak lain yang telah membantu dalam persiapan, pelaksanaa,
dan penyelesaian penulisan skripsi. Panjang teks tidak lebih dari dua
halaman. Pada bagian atas teks diberi tulisan KATA PENGANTAR
dengan huruf kapital yang ditempatkan di tengah dan tanpa titik. Pada
bagian akhir teks (di pojok kanan-bawah) dituliskan kata Penulis atau
Peneliti tanpa diikuti nama.
j. Daftar Isi
Dalam daftar isi dimuat judul bab, judul subbab, dan judul anak
subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam
teks. Semua judul bab diketik dengan huruf kapital. Untuk judul subbab
dan anak subbab hanya huruf pertama setiap kata diketik dengan
huruf kapital, kecuali kata tugas (kata depan dan kata hubung). Pada
bagian atas teks diberi tulisan DAFTAR ISI dengan huruf kapital
yang ditempatkan di tengah, dicetak tebal, dan tanpa titik. Kata
Halaman diketik dua spasi di bawah kata DAFTAR ISI dan
ditempatkan di pojok kanan.
k. Daftar Tabel
Dalam daftar tabel dimuat nomor tabel, judul tabel, dan nomor
halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul tabel harus sama
dengan judul tabel yang terdapat dalam teks. Judul tabel yang
memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara
judul tabel yang satu dengan yang lainnya diketik dengan jarak dua
spasi. Hanya huruf pertama setiap kata pada judul tabel diketik dengan
huruf kapital, kecuali kata tugas (kata depan dan kata hubung). Pada

17
bagian atas teks diberi tulisan DAFTAR TABEL dengan huruf kapital
yang ditempatkan di tengah, tercetak tebal, dan tanpa titik. Kata
Halaman diketik dua spasi di bawah kata DAFTAR TABEL dan
ditempatkan di pojok kanan.
l. Daftar Gambar
Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul
gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul
gambar yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi
tunggal. Antara judul gambar yang satu dengan lainnya diketik
dengan jarak dua spasi. Hanya huruf pertama setiap kata pada judul
gambar yang diketik dengan huruf kapital, kecuali kata tugas (kata
depan dan kata hubung). Pada bagian atas teks diberi tulisan DAFTAR
GAMBAR dengan huruf kapital yang ditempatkan di tengah, cetak
tebal, dan tanpa titik. Kata Halaman diketik dua spasi di bawah kata
DAFTAR GAMBAR dan ditempatkan di pojok kanan.
m. Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran, dan nomor
halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul lampiran yang
memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara
judul lampiran yang satu dengan yang lainnya diketik dengan jarak dua
spasi. Hanya huruf pertama setiap kata pada judul lampiran yang
diketik dengan huruf kapital, kecuali kata tugas (kata depan dan kata
hubung). Pada bagian atas teks diberi tulisan DAFTAR LAMPIRAN
dengan huruf kapital yang ditempatkan di tengah dan tanpa titik. Kata
Halaman diketik dua spasi di bawah tulisan DAFTAR LAMPIRAN
dan ditempatkan di pojok kanan.

18
B. Bagian Inti Skripsi dengan Metode Kuantitatif
1. Format
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
2.3.Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Desain Penelitian (Variabel Penelitian)
3.2.Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3.Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
3.4.Teknik Pengumpulan Data
3.5.Teknik Validasi Instrumen Penelitian
3.6.Teknik Analisis Data
3.7.Deskripsi Data
3.8.Uji Persyaratan Analisis
3.9.Prosedur Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
4.1.Deskripsi Data
4.2.Uji Persyaratan Analisis
4.3.Pengujian Hipotesis
4.4.Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
5.2.Saran

19
2. Penjelasan
a. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah diawali dengan identifikasi kesenjangan-
kesenjangan yang ada antara kondisi yang diharapkan dan kondisi nyata
serta dampak yang ditimbulkan oleh kesenjangan itu. Berbagai
alternatif untuk mengatasi kesenjangan tersebut dipaparkan secara
singkat disertai identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya.
Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta
rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar
belakang masalah. Dalam latar belakang masalah ini perlu dipaparkan
secara ringkas teori atau hasil penelitian yang berkaitan dengan masalah
yang diteliti.
b. Rumusan Masalah Penelitian
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara
tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya
melalui pengujian secara empiris. Oleh karena itu, rumusannya berupa
kalimat tanya yang lengkap dan rinci berkenaan dengan ruang lingkup
permasalahan yang akan diteliti dan didasarkan pada identifikasi serta
pembatasan masalah. Rumusan masalah harus menampakkan variabel-
variabel yang diteliti, sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut,
dan subjek penelitian. Contoh: Apakah terdapat pengaruh penerapan
metode peta konsep terhadap peningkatan kemampuan membaca
intensif siswa kelas VII SMP di Jakarta?
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai. Isi dan
rumusan tujuan penelitian mengacu pada rumusan masalah.
Tujuan penelitian disampaikan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Contoh : Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ada tidaknya
pengaruh penerapan metode peta konsep terhadap peningkatan
kemampuan membaca intensif siswa kelas VII SMP di Jakarta

20
d. Manfaat Penelitian
Pada bagian ini disampaikan kegunaan atau pentingnya penelitian
terutama untuk pengembangan ilmu/pelaksanaan pembangunan
dalam bidang pendidikan. Dengan kata lain, manfaat penelitian
menyatakan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang
layak untuk dilakukan. Manfaat penelitian dapat dikaitkan dengan hal-
ha1 yang bersifat teoretis (berkenaan dengan pengembangan ilmu) dan
praktis (berkenaan dengan pemecahan masalah aktual).
e. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
Kajian teori mencakup kajian terhadap teori-teori dan hasil-hasil
penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti. Bahan kajian
pustaka dapat diambil dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian,
skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan
seminar, terbitan- terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain.
Kajian pustaka terhadap hasil penelitian yang relevan tidak perlu
dilakukan secara terpisah dengan kajian teori dalam subbab
tersendiri. Kajian ini diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya
unsur-unsur yang dapat mendukung penelitian yang sedang dilakukan.
Kajian teori dan hasil penelitian harus relevan dengan variabel-variabel
penelitian. Pengkajian variabel penelitian dilakukan satu persatu sesuai
dengan masalah yang dirumuskan.
f. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir pada dasarnya merupakan argumentasi logis untuk
sampai pada penemuan jawaban sementara atas masalah yang
dirumuskan. Kerangka berpikir berguna untuk mengintegrasikan teori-
teori dan hasil penelitian yang terpisah-pisah menjadi satu rangkaian
utuh dengan menggunakan logika deduktif yang mengarah pada
penemuan jawaban sementara yang disebut hipotesis. Kerangka berpikir
disampaikan dalam bentuk uraian (naratif) dan gambar (bagan).

21
g. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas masalah yang sedang diteliti
dan disampaikan dalam kalimat pernyataan. Hipotesis disusun
berdasarkan teori-teori yang telah dikaji, dengan kerangka berpikir
tertentu. Contoh: Terdapat pengaruh penerapan metode peta konsep
terhadap peningkatan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII
SMP di Jakarta.
h. Desain Penelitian (Variabel Penelitian)
Rancangan atau desain penelitian memaparkan hubungan antarvariabel
yang akan diteliti. Rancangan penelitian digunakan untuk menunjukkan
jenis penelitian, terutama untuk penelitian eksperimental. Dalam
penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang
paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel
lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel terikat. Pada
penelitian noneksperimental, uraian dalam rancangan penelitian
berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau
dari tujuan dan sifatnya, misalnya penelitian survei korelasional
atau komparasi kausal. Selain itu, dalam bagian ini dijelaskan pula
variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta jenis datanya.
Contoh : Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan
membaca intensif dengan jenis data interval.
i. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian diungkapkan secara spesifik. Waktu penelitian
diperhitungkan mulai konsultasi pengajuan judul sampai dengan
penulisan laporan hasil penelitian selesai. Waktu penelitian disajikan
secara naratif dan dalam bentuk Gantt chart (salah satu jenis dari
bar chart). Contohnya disajikan pada gambar 2.

22
Gambar 2. Contoh Jadwal Penelitian Kuantitatif

j. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel


Populasi berikut karakteristiknya harus disebutkan. Teknik sampling
yang dipakai harus sesuai dengan karakteristik populasi penelitian.
Populasi dan teknik sampling yang ditulis dalam laporan hanya
populasi dan teknik sampling yang benar-benar diterapkan dalam
penelitian itu.
k. Teknik Pengumpulan Data
Pada pengumpulan data disampaikan teknik/cara memperoleh data serta
instrumen atau alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data semua
variabel penelitian (variabel terikat dan variabel bebas). Jika instrumen
dibuat sendiri, prosedur/langkah-langkah pembuatannya harus
diuraikan.
l. Teknik Validasi Instrumen
Jika pembuatan instrumen (alat ukur) memerlukan uji statistik,
misalnya uji validitas dan uji reliabilitas, hasilnya harus dicantumkan.
Ada[un proses perhitungan statistiknya dimasukkan pada lampiran. Hal

23
ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa alat ukur yang dibuat
sudah dapat digunakan (valid) untuk mengambil data penelitian. Hasil
pengembangan instrumen dan uji pendahuluan (jika ada), dicantumkan
pada awal bab IV sebelum deskripsi data.
m. Teknik Analisis Data
Pada analisis data disampaikan teknik analisis yang digunakan untuk
mengolah data yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data ini
berhubungan erat dengan rancangan penelitian dan hipotesis yang
diajukan. Pada bagian ini rumus-rumus perhitungan ataupun rumus-
rumus statistik yang digunakan untuk uji persyaratan analisis dan
menguji hipotesis atau menganalisis data harus dituliskan (bisa
ditempatkan dalam lampiran).
n. Deskripsi Data
Dalam deskripsi data dikemukakan hasil pengolahan data setiap
variabel dengan teknik statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi,
nilai rerata (mean), simpangan baku (standar deviasi), dan yang lain.
Distribusi frekuensi dapat disajikan dalam bentuk tabel dan gambar
(grafik batang, garis, atau lingkar). Adapun rincian data setiap anggota
sampel dimuat dalam lampiran.
o. Uji Persyaratan Analisis
Analisis data pada penelitian kuantitatif biasanya menggunakan teknik
analisis statistik inferensial. Oleh karena itu, data yang dianalisis perlu
diuji terlebih dahulu (uji persyaratan analisis). Hal tersebut dapat
dilakukan dengan dua cara. Pertama, tanpa uji statistik, tetapi dengan
uji asumsi yang artinya data tidak perlu diuji dengan teknik statistik
karena data tersebut secara teoretis dianggap telah memenuhi syarat
untuk dianalisis. Kedua, dengan uji statistik yang dibedakan menjadi
dua, yaitu (1) untuk penelitian komparatif pengujian persyaratan
minimal meliputi uji normalitas dan homogenitas dan (2) untuk
penelitian korelasional minimal mencakup uji normalitas dan linearitas.

24
p. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis pada dasamya merupakan langkah untuk menguji
diterima tidaknya pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan
hipotesis (hipotesis kerja). Hipotesis kerja yang dikemukakan diterima
apabila data empirik mendukung pernyataan tersebut. Sebaliknya,
hipotesis kerja ditolak apabila data empirik tidak mendukung. Dalam
pengujian setiap hipotesis harus dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1) Pengujian hasil analisis data
Analisis data empirik dalam pengujian hipotesis penelitian
kuantitatif didasarkan pada penalaran induktif. Artinya hasil analisis
data pada anggota sampel digunakan untuk memperoleh kesimpulan
yang diberlakukan terhadap seluruh anggota populasi. Banyaknya
kegiatan analisis data dilakukan sesuai dengan jumlah hipotesis yang
telah dirumuskan. Hasil analisis data yang dilaporkan adalah
koefisien hasil perhitungan saja, sedangkan proses perhitungan
selengkapnya ditulis pada lampiran. Koefisien hasil perhitungan
tersebut diinterpretasikan dalam bahasa statistik.
2) Pembahasan hasil analisis data
Berdasarkan pengujian hasil analisis data tersebut dibahas
dengan menggunakan bahasa ilmiah sesuai bidang studi yang diteliti
berdasarkan konsep-konsep yang telah diutarakan.
q. Kesimpulan
Kesimpulan penelitian adalah rangkuman hasil pengujian hipotesis.
Kesimpulan penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan dalam
kerangka teori keilmuan yang didukung oleh penemuan dalam
penelitian yang berupa data empirik.
s. Saran
Pada dasarnya saran dibuat berdasarkan hasil penelitian yang telah
diperoleh dan implikasi yang ditimbulkan. Saran berisi pemecahan
masalah yang diteliti atau tindak lanjut dari hasil penelitian. Saran yang

25
baik bersifat operasional dalam pengertian spesifik dan aplikatif. Saran
yang spesifik adalah yang secara jelas menyebutkan pihak yang dituju,
misalnya pengelola perpustakaan SMP di Jakarta, sedangkan yang
kurang spesifik, misalnya pemerintah. Yang dimaksud aplikatif adalah
secara jelas menyampaikan cara melaksanakan hal yang disarankan
sehingga orang yang hendak melaksanakan saran tersebut tidak
mengalami kesulitan mengimplementasikannya. Contoh: Karena
pembuatan peta konsep dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap isi bacaan, sebaiknya guru sering melatih siswa untuk
membuat peta konsep dalam kegiatan prabaca .

B. Bagian Inti Skripsi dengan Metode Kualitatif


1. Format
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.Pendekatan dan Jenis Penelitian
3.3.Obyek atau Responden Penelitian
3.4.Teknik Pengambilan Sampel
3.5.Teknik Pengumpulan Data
3.6.Uji Validitas Data
3.7.Teknik Analisis Data
3.8.Prosedur Penelitian

26
BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
4.1.Deskripsi Obyek atau Responden Penelitian
4.2.Deskripsi Temuan Penelitian
4.3.Pembahasan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
5.2.Saran

2. Penjelasan
a. Latar Belakang Penelitian
Dalam subbab ini, peneliti menyampaikan aspek-aspek: (1) masalah
penelitian (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), (2) sejarah
timbulnya masalah, dan (3) pentingnya masalah tersebut diteliti.
b. Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif berfungsi sebagai fokus
penelitian yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui
kegiatan penelitian. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan
setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan. Ada tiga hal
yang perlu diperhatikan dalam rumusan masalah, yaitu: (1) pertanyaan
penelitian menggunakan kata tanya apa, mengapa, atau bagaimana,
(2) bersifat masa kini (mutakhir), (3) menunjukkan model penelitian
yang diterapkan, yakni model eksploratif, deskriptif, atau eksplanatif.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam
penelitian. Pernyataan yang dikemukakan dalam tujuan penelitian
berhubungan dengan rumusan masalah yang sudah dituliskan.
d. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menyatakan bahwa penelitian terhadap masalah
yang dipilih memang layak untuk dilakukan. Manfaat penelitian dapat
dikaitkan dengan hal-ha1 yang bersifat teoretis (berkenaan dengan

27
pengembangan ilmu) dan praktis (berkenaan dengan pemecahan
masalah aktual).
e. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan peneliti dalam menguraikan
bagian ini. Pertama, kajian teori berupa pengkajian terhadap
pengetahuan ilmiah yang sudah ada, baik berupa teori maupun hasil
penelitian yang relevan. Kedua, kajian teori harus ada hubungannya
dengan fenomena-fenomena yang diteliti, diungkapkan secara holistik,
dan terpadu. Ketiga, kajian teori sebagai kerangka kerja konseptual dan
teoretis, yang merupakan dasar untuk mengumpulkan data, analisis
data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Keempat, kajian teori
berbentuk asumsi, konsep, dan proposisi dalam lingkup studi yang akan
diteliti. Kelima, tidak memandang teori secara apriori, artinya teori
yang disajikan dalam proposal, dapat berbeda dengan teori yang
disajikan dalam laporan penelitian. Ini disebabkan dalam penelitian
kualitatif, teorinya didasarkan data lapangan.
Kajian teori terhadap hasil penelitian yang relevan tidak perlu dilakukan
secara terpisah dengan kajian teori dalam subbab tersendiri. Kajian
ini diperlukan untuk melihat kemungkinan adanya unsur-unsur yang
dapat mendukung penelitian yang sedang dilakukan.
f. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir merupakan alur penalaran yang didasarkan pada
masalah penelitian yang disampaikan secara naratif (berupa uraian) dan
digambarkan dengan skema secara holistik dan sistematik.
g. Lokasi dan Waktu Penelitian
Hal yang perlu dikemukakan dalam subbab ini adalah tempat
dilakukannya penelitian, alasan tempat itu dipilih (karakteristik), dan
waktu penelitian itu dilaksanakan (dari penyusunan proposal sampai
dengan pelaporan).

28
h. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian ini peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif dan menyertakan alasan singkat
digunakannya pendekatan tersebut. Peneliti juga perlu mengemukakan
jenis penelitian yang digunakan misalnya etnografi, studi kasus,
historis, atau analisis isi.
i. Obyek atau Responden Penelitian
Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber datanya
denganketerangan yang memadai. Sumber data dalam penelitian
kualitatif dapat diambil dari (1) informan, (2) tempat dan peristiwa, dan
(3) arsip atau dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitian.
Dalam hal ini perlu dijelaskan data apa saja yang dikumpulkan,
bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan informan, bagaimana
ciri-ciri informan, dan dengan cara bagaimana data dijaring sehingga
kredibilitasnya dapat dijamin.
j. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel atau cuplikan yang digunakan mengikuti
paradigma penelitian kualitatif yang pada dasarnya ada tiga cara.
Pertama, dilakukan secara selektif atau yang biasa disebut purposive
sampling atau internal sampling, yakni pengambilan sampel karena
pertimbangan tertentu (perlu dijelaskan dasar pertimbangan tersebut).
Kedua, tanpa melakukan seleksi atau sering disebut snow ball sampling
atau teknik bola salju, yakni peneliti tidak membatasi atau menyeleksi
jumlah informan. Ketiga, dengan menerapkan time sampling, yaitu
mempertimbangkan waktu dan tempat dalam pengumpulan data.
k. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian kualitatif, data antara lain dapat diperoleh melalui: (1)
wawancara mendalam, (2) observasi dan (3) analisis arsip atau
dokumen.

29
l. Uji Validitas Data
Validitas data antara lain dapat dilakukan melalui: (1) trianggulasi
(trianggulasi data, trianggulasi peneliti, trianggulasi teori, dan
trianggulasi metode), (2) reviu informan kunci, dan (3) mengembangkan
member check. Dari langkah-langkah yang ditempuh untuk
memperoleh kesahihan data, peneliti dapat mengurangi bias dalam
studi tersebut. Bahkan untuk memperoleh reliabilitas, peneliti dapat
melakukan dengan mengembangkan data base.
m.Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah
pengumpulan data dengan berbagai teknik. Beberapa teknik analisis
data dalam penelitian kualitatif antara lain: (1) analisis interaktif, (2)
analisis mengalir, (3) analisis domain, (4) analisis taksonomi, (5)
analisis komponensial, dan (5) analisis tema.
n. Prosedur Penelitian
Pada bagian ini diuraikan proses pelaksanaan penelitian dari penelitian
pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai
pada penulisan laporan. Penyajian prosedur penelitian dalam bentuk
naratif dan bagan (skema).
o. Hasil Penelitian
Hasil penelitian terdiri atas deskripsi lokasi penelitian berdasarkan
permasalahan penelitian dan temuan studi dihubungkan dengan kajian
teori. Pada bagian ini diuraikan tentang data dan temuan yang
diperoleh. Uraian ini terdiri atas deskripsi data yang relevan dengan
pertanyaan penelitian. Hasil analisis data yang merupakan temuan
penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan yang
muncul dari data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian
kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi. disesuaikan dengan
pertanyaan penelitian.

30
p. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan memuat jawaban terhadap pertanyaan/ rumusan
masalah sesuai hasil penelitian. Saran memuat usulan secara
operasional sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian. Saran
hendaknya spesifik (ditujukan kepada siapa) dan aplikatif (bagaimana
pelaksanaannya).
C. Bagian Inti Skripsi dengan Metode Penelitian Tindakan Kelas
1. Format
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Batasan Penelitian
1.5.Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2.2.Kerangka Berpikir
2.3.Hipotesis Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.Subyek Penelitian
3.3.Teknik Pengumpulan Data
3.4.Teknik Uji Validitas Data
3.5.Teknik Analisis Data
3.6.Indikator Kinerja Penelitian
3.7.Prosedur Penelitian
BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN
4.1.Deskripsi Pratindakan
4.2.Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus
4.3.Perbandingan Hasil Tindakan Antarsiklus
4.4.Pembahasan

31
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
5.2.Saran
2. Penjelasan
a. Judul Penelitian
Judul penelitian hendaknya menggambarkan 3 komponen, yaitu:
1) masalah yang akan diteliti
2) tindakan untuk mengatasi masalah
3) subjek yang spesifik (menyatakan kelas dan sekolah).
b. Latar Belakang Penelitian
Pada latar belakang masalah, yang disampaikan minimal meliputi:
1) masalah nyata yang dihadapi guru dan/atau siswa disertai data
pendukung yang relevan, misalnya persentase siswa yang pasif dan
tidak mencapai batas ketuntasan belajar. Pada bagian ini perlu juga
disajikansituasi pembelajaran, termasuk prosedur (langkah-langkah
pembelajaran) yang biasa ditempuh guru.
2) analisis masalah untuk menentukan akar penyebabnya
3) identifikasi tindakan untuk memecahkan masalah yang relevan
dengan penyebab masalah disertai argumentasi logis terhadap
pilihan tindakan, misalnya: karena kesesuaiannya dengan
karakteristik siswa atau situasi kelas, kemutakhirannya,
keberhasilannya dalam penelitian sejenis.
4) penjelasan secukupnya mengenai tindakan yang akan diterapkan
dengan dukungan kepustakaan
c. Rumusan Masalah Penelitian
Masalah penelitian disampaikan dalam rumusan masalah penelitian
tindakan kelas dengan kalimat tanya (apa atau bagaimana) yang relevan
dengan judul. Contoh : Bagaimanakah cara menerapkan metode
kooperatif tipe jigsaw yang dapat meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematika kelas VIII C SMP Negeri 1
Mojogedang, Kabupaten Karanganyar? Agar masalah tersebut

32
mudah dipahami, perlu adanya definisi operasional mengenai
masalah pembelajaran dan tindakan. Selain itu, perlu juga ditetapkan
lingkup penelitiannya.
d. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dirumuskan secara singkat dan jelas berdasarkan
permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan. Contoh
: Untuk mendekripsikan cara menerapkan metode kooperatif tipe
jigsaw yang dapat meningkatkan pemecahan masalah matematika kelas
VIII C SMP Negeri 1 Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.
e. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian khususnya untuk perbaikan kualitas proses
maupun hasil pendidikan/pembelajaran diuraikan secara jelas. Yang
perlu dikemukakan adalah manfaatnya bagi siswa, guru, serta sekolah.
f. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
Kajian teoretis dan empiris (hasil penelitian terdahulu yang relevan)
minimal harus mencakup variabel masalah dan tindakan. Uraian ini
digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir yang
menunjukkan keterkaitan antara masalah, teori, hasil penelitian yang
relevan, dan pilihan tindakan. Kerangka berpikir tersebut dapat
disampaikan dalam uraian argumentatif dan bentuk bagan atau
diagram. Hipotesis tindakan dikemukakan bila diperlukan.
g. Lokasi dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dikemukakan secara jelas dan rinci, yaitu mencakup
alamat dan lokasi sekolah. Deskripsi lokasi perlu dilengkapi arah dan
jarak sekolah dengan pusat kota/kabupaten, misalnya SMP Negeri 1
Mojogedang terletak ± 18 km sebelah utara Kota Karanganyar.
Selain itu, perlu disampaikan juga sarana dan prasarana sekolah
yang berkaitan dengan penelitian, misalnya kondisi perpustakaan.
Waktu dan lamanya tindakan dikemukakan secara rinci. Jumlah siklus
yang ditetapkan disesuaikan dengan kompleksitas permasalahan yang

33
diatasi dan waktu yang tersedia (kesepakatan dengan guru atau
sekolah), tetapi minimal 2 siklus. Tindakan satu siklus tidak identik
dengan pengertian satu kali pertemuan atau satu kali tatap muka,
tetapi bisa beberapa kali pertemuan. Waktu pelaksanaan
tindakan setiap siklus hendaknya ditunjukkan secara jelas pada
jadwal yang berupa Gantt Chart seperti gambar 3.
Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt
1. Persiapan Penelitian
a. Koordinasi peneliti dengan kepala sekolah
dan guru Bahasa Indonesia
Kegiatan Penelitian
b. Diskusi dengan guru untuk mengiden-
tifikasi masalah pembelajaran dan merancang
tindakan
c. Menyusun proposal penelitian
d. Menyiapkan perangkat pembelajaran dan
instrumen penelitian (lembar observasi)
e. Mengadakan simulasi pelaksanaan
tindakan
2. Pelaksanaan Tindakan
a. Siklus I
- perencanaan
- pelaksanaan tindakan
- observasi
- refleksi
b. Siklus II
- perencanaan
- pelaksanaan tindakan
- observasi
- refleksi
c. Siklus III
- perencanaan
- pelaksanaan tindakan
- observasi
- refleksi
3. Analisis Data dan Pelaporan
a. Analisis data (hasil tindakan 3 siklus)
b. Menyusun laporan/skripsi
c. Ujian dan revisi
d. Penggandaan dan pengumpulan laporan
Gambar 3. Contoh Jadwal Penelitian Tindakan Kelas

34
h. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa yang menjadi sasaran pelaksanaan
tindakan, yang dalam hal ini meliputi semua siswa satu kelas. Pada
bagian ini perlu dijelaskan karakteristik siswa yang berkaitan dengan
permasalahan penelitian. Contoh: Yang menjadi subjek penelitian
adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Mojogedang yang mayoritas
keluarga petani. Oleh karenanya, waktu belajar di rumah, termasuk
untuk belajar matematika, sangatlah kurang karena mereka harus
membantu orang tuanya bekerja di sawah.
i. Data dan Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber datanya dengan
keterangan yang memadai. Jenis data menunjuk data apa saja yang
menjadi fokus penelitian, sedangkan sumber data menunjuk dari mana
saja data tersebut diperoleh. Jenis data misalnya berupa motivasi
membaca dan kemampuan membaca. Sumber data dapat diambil dari
(1) informan, yaitu siswa dan guru, (2) tempat, peristiwa, dan
perilaku, misalnya sanggar bahasa, proses kerja kelompok, dan
membuat hubungan makna antarkata kunci, serta (3) dokumen yang
berhubungan dengan masalah penelitian, misalnya peta semantik yang
dibuat siswa dan hasil tes.
j. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan teknik atau cara-cara yang dilakukan untuk
memperoleh data. Teknik yang digunakan harus relevan dengan jenis
dan sumber data, yaitu (1) wawancara mendalam untuk memperoleh
data dari informan, (2) observasi untuk memperoleh data dari sumber
yang berupa tempat, peristiwa, atau perilaku, dan (3) analisis
dokumen untuk memperoleh data dari arsip dan dokumen.
k. Teknik Uji Validitas Data
Teknik pengujian validitas data dapat dilakukan dengan triangulasi,
yang mencakup triangulasi data, metode, teori, atau peneliti. Setiap

35
penyebutan teknik uji validitas perlu diberi contoh aplikasinya yang
relevan dengan judul penelitian.
l. Teknik Analisis Data
Data penelitian tindakan kelas dapat meliputi data kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik
deskriptif komparatif, yaitu membandingkan hasil hitung dari statistik
deskriptif, misalnya mean, median, frekuensi, atau persentase pada satu
siklus dengan siklus berikutnya. Data kualitatif dianalisis dengan teknik
analisis kritis, yaitu mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan kinerja
siswa dan guru selama proses penerapan tindakan. Hasil analisis
tersebut menjadi bahan untuk menyusun rencana memperbaiki
pelaksanaan tindakan pada siklus berikutnya.
m. Indikator Kinerja Penelitian
Untuk menentukan ketercapaian tujuan perlu dirumuskan indikator
keberhasilan tindakan yang disusun secara realistik
(mempertimbangkan kondisi sebelum diberikan tindakan dan jumlah
siklus tindakan yang akan dilakukan) dan dapat diukur (jelas cara
asesmennya). Contoh rumusan indikator dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Contoh Indikator Kinerja Penelitian

36
n. Prosedur Penelitian
Prosedur/langkah-langkah penelitian tindakan kelas diuraikan secara
rinci yang meliputi kegiatan dalam perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, hingga refleksi pada setiap siklus.
1) Perencanaan tindakan menggambarkan secara rinci hal-hal yang
perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan, misalnya:
- menyusun perangkat pembelajaran, antara lain RPP
- pengadaan media, bahan dan alat
- pengembangan instrumen penilaian.
2) Pelaksanaan tindakan berisi uraian tahapan-tahapan tindakan yang
dilakukan oleh guru dan siswa sesuai skenario pembelajaran secara
jelas dan rinci (relevan dengan tindakan)
3) Observasi dan interpretasi berisi penjelasan mengenai obyek amatan
(misalnya partisipasi siswa secara berkelompok dalam membuat
peta semantik) dan cara pengamatannya.
4) Tahap analisis dan refleksi menguraikan cara asesmen yang
digunakan mengidentifikasi kelemahan hasil tindakan,
mengidentifikasi penyebabnya, serta merancang perbaikan tindakan.
Selanjutnya dalam tahap refleksi diuraikan prosedur, alat, pelaku,
sumber informasi, dan cara analisisnya.
o. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus
Pada bagian ini, peneliti mendeskripsikan hasil tindakan setiap siklus
dengan data lengkap yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan
dan kelemahan yang terjadi. Perlu ditambahkan hal yang mendasar
yaitu deskripsi perubahan perilaku belajar pada siswa, lingkungan kelas,
dan hasil belajar. Grafik, tabel, atau foto dapat digunakan secara
optimal untuk mengemukakan hasil analisis data yang menunjukkan
perubahan yang terjadi
p. Perbandingan Hasil Tindakan Antarsiklus
Setelah dilakukan deskripsi tiap siklus, selanjutnya dilakukan
perbandingan perkembangan antarsiklus untuk mendeskripsikan

37
peningkatan yang dicapai dari satu siklus ke siklus berikutnya, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk memperjelas deskripsi
perkembangannya, perlu disampaikan hasilnya dalam bentuk tabel atau
gambar seperti gambar 5.

Gambar 5. Peningkatan Nilai Rata-rata Kemampuan Memecahkan


masalah matematika

p. Pembahasan Hasil Penelitian


Pada bagian ini peneliti melakukan pembahasan hasil penelitiannya
dengan cara mengaitkan temuan dan tindakan, indikator keberhasilan,
serta kajian teoretik dan empirik. Secara umum yang disampaikan
meliputi: (1) jawaban terhadap pertanyaan penelitian, (2) temuan
“penting” penelitian, (3) paparan logika diperolehnya temuan, (4)
interpretasi temuan, dan (5) kaitan antara temuan dengan teori dan hasil
penelitian yang relevan

3. Peran Mahasiswa dalam PTK


Pelaksanaan PTK diawali dengan adanya kepedulian mahasiswa sebagai
peneliti bersama guru terhadap masalah yang terjadi dalam pembelajaran.
Dalam hal ini mahasiswa berperan sebagai kolaborator.
Mahasiswa bersama guru berkomitmen untuk mengatasi situasi tersebut,
mengidentifikasi penyebabnya, dan bersama-sama berusaha
mengidentifikasi tindakan untuk mengatasinya. Dengan kata lain,
mahasiswa bersama guru menentukan tindakan inovatifnya dan

38
merumuskan rencana pembelajaran. Kemudian, guru melaksanakan
tindakan, sedangkan mahasiswa melakukan pengamatan. Selanjutnya,
mahasiswa dan guru melakukan refleksi terhadap hasil tindakan.
Berdasarkan hasil refleksi tersebut, mahasiswa dan guru melakukan
perencanaan tindakan selanjutnya. Gambaran mengenai proses tersebut
dapat dilihat pada gambar 6.

.
Gambar 6. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

39
PENJELASAN GAMBAR
a. Perencanaan Tindakan
Berdasarkan hasil kesepakatan terhadap data awal dan dipadukan
dengan ketersediaan sumber daya, mahasiswa bersama guru
menyusun rencana tindakan. Rencana tindakan perlu dilengkapi
dengan pernyataan tentang indikator-indikator peningkatan yang akan
dicapai. Misalnya, indikator dalam peningkatan motivasi membaca
adalah peningkatan jumlah/persentase siswa yang perhatiannya terfokus
pada teks yang dibacanya. Selain itu, juga menyusun skenario
pembelajarannya secara jelas dan rinci, menyiapkan media, alat
evaluasi, mengadakan simulasi (jika diperlukan), dan yang lainnya.
b. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah perlakuan tertentu dalam
pembelajaran yang telah ditetapkan dan harus dilakukan oleh
guru. Tindakan tersebut hendaknya didasarkan pada rencana yang telah
dibuat, meskipun tidak secara mutlak dikendalikan oleh rencana,
mengingat dinamika proses pembelajaran di kelas yang menuntut
penyesuaian. Oleh karena itu, guru bisa fleksibel dan siap mengubah
rencana tindakan sesuai dengan keadaan yang ada. Semua
perubahan/penyesuaian yang terjadi perlu dicatat karena akan menjadi
bahan dilaporkan.
c. Observasi Tindakan
Pelaksana observasi terhadap tindakan adalah mahasiswa (bisa dibantu
guru lain). Observasi dilakukan untuk mendokumentasikan
pengaruh tindakan terhadap proses pembelajaran dan yang diamati
adalah (1) proses tindakan, (2) pengaruh tindakan, (3) kendala dalam
implementasi tindakan, (4) identifikasi penyebab terkendalanya
tindakan, dan (5) persoalan lain yang timbul.
d. Refleksi Tindakan
Yang dimaksud dengan refleksi adalah mengingat dan merenungkan
kembali suatu tindakan seperti yang telah dicatat dalam observasi.

40
Dalam melakukan refleksi, mahasiswa berdiskusi dengan guru untuk
menghasilkan rekonstruksi makna pelaksanaan pembelajaran dan
memberikan dasar perbaikan pada rencana siklus berikutnya. Refleksi
memiliki aspek evaluatif; sehingga mahasiswa dan guru hendaknya
menilai pelaksanaan tindakan dengan membandingkan apa yang telah
dicapai dengan indikator yang ditetapkan, mengevaluasi bagian mana
yang perlu diperbaiki, dan mengidentifikasi bagaimana memperbaiki
bagian yang kurang itu untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Dengan kata lain, dalam kegiatan refleksi ini mahasiswa dan guru
berdiskusi tentang: (1) kinerja siswa dan guru selama proses
pembelajaran, (2) kendala yang dihadapi dalam melakukan
tindakan di kelas, dan (3) tindakan apa saja yang memungkinkan untuk
dilakukan agar tujuan perbaikan pembelajaran dapat tercapai.

E. Bagian Akhir Skripsi


Unsur-unsur yang perlu dimasukkan dalam bagian akhir skripsi meliputi
semua hal yang mendukung atau berkaitan erat dengan uraian dalam bagian
inti, yaitu daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
1. Daftar Pustaka
Pengertian istilah daftar pustaka berbeda dengan daftar rujukan
(Universitas Negeri Malang, 2007). Istilah daftar pustaka digunakan untuk
menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang digunakan penulis,
baik yang dirujuk atau yang tidak dirujuk dalam teks. Maksudnya, semua
bahan pustaka yang disebutkan dalam teks dan bahan pustaka yang hanya
dibaca walaupun tidak dirujuk (dikutip) dalam teks dimasukkan dalam
daftar pustaka. Istilah daftar rujukan digunakan jika bahan pustaka yang
dimasukkan dalam daftar hanya yang sudah disebutkan dalam teks.
Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan,
tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan. Oleh karena, dalam
penyusunan skripsi memungkinkan digunakannya bahan pustaka dalam
pelaksanaan penelitian, tetapi tidak dirujuk, istilah yang tepat digunakan

41
adalah daftar pustaka. Penjelasan mengenai tata cara penulisan daftar
pustaka dimuat dalam bab IV bagian C.
2. Lampiran-lampiran
Lampiran-lampiran yang disertakan hendaknya berisi keterangan-
keterangan yang dipandang penting, misalnya instrumen penelitian, data
mentah, rumus statistik yang digunakan (bila perlu), hasil perhitungan,
dokumentasi pelaksanaan penelitian (foto-foto), surat izin penelitian, surat
pernyataan. Adapun untuk penelitian tindakan kelas, lampiran minimal
meliputi:
a. Perangkat pembelajaran: misalnya silabus, RPP (setiap siklus), materi
b. Instrumen penelitian, misalnya lembar observasi dan angket
c. Presensi kehadiran siswa setiap siklus (yang perlu diperhatikan adalah
kecocokan jumlah siswa yang didesksripsikan pada hasil penelitian dan
daftar prsesensi)
d. Data penelitian, misalnya nilai hasil tes atau skor angket setiap siklus
pada setiap siswa yang rekapitulasi datanya disajikan dalam bagian inti
skripsi (berupa tabel atau gambar)
e. Contoh karya siswa, misalnya hasil pekerjaan atau karangan siswa,
catatan diskusi
f. Dokumentasi (foto) bukti pelaksanaan tindakan, yaitu foto aktivitas
siswa dan guru dalam melaksanakan tindakan sehingga foto harus
benar-benar mengekpresikan kegiatan pembelajaran pada setiap siklus.
Setiap foto diberi penjelasan secukupnya.

42
BAB IV
TATA TULIS SKRIPSI

A. Tata Ketik
1. Format
Laporan penelitian diketik (dengan komputer) dan dicetak pada kertas
HVS (70–80 gram) berukuran kuarto (21,5 cm x 28 cm) dan menggunakan
warna huruf hitam yang jelas dengan ketebalan yang sama dari
halaman awal sampai dengan halaman akhir.
2. Pengetikan
a. Laporan penelitian diketik 1,5
b. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12
c. Pengetikan naskah harus menggunakan font (bentuk) huruf yang sama
pada keseluruhan teks.
3. Jarak Tepi
a. Batas atas 4 cm (dari tepi atas kertas).
b. Batas bawah 3 cm (dari tepi bawah kertas).
c. Batas kiri 4 cm (dari tepi kiri kertas).
d. Batas kanan 3 cm (dari tepi kanan kertas).
e. Setiap paragraf baru, dimulai pada jarak 1,5 cm dari margin kiri.
4. Nomor Halaman
a. Mulai dari Bab I hingga akhir laporan penelitian diberi nomor halaman
urut dengan angka Arab dimulai dengan angka 1.
b. Nomor halaman pada lampiran, meskipun merupakan kelanjutan
dari nomor halaman sebelumnya, tetapi halaman asli (jika ada) naskah
yang dilampirkan tidak boleh dihilangkan.
c. Semua nomor halaman diketik di sebelah kanan atas, dengan jarak 3 cm
dari tepi kanan maupun tepi atas kertas, kecuali untuk halaman judul
bab ditulis di tengah bawah 2 cm dari tepi bawah kertas.

43
d. Hal-hal yang bersifat pengantar pada halaman depan (sebelum Bab I)
diberi nomor dengan angka Romawi berupa huruf kecil, seperti i, ii, iii,
dan seterusnya.
5. Sistem Penomoran pada Isi Laporan
Penomoran menggunakan tata urutan sebagai berikut: Tingkat pertama,
menggunakan angka Romawi besar, seperti I, II Tingkat kedua,
menggunakan huruf Latin besar, seperti A, B Tingkat ketiga,
menggunakan angka Arab, seperti 1, 2 Tingkat keempat, menggunakan
huruf Latin kecil, seperti a, b Tingkat kelima, menggunakan angka Arab
dengan satu kurung: 1), 2) Tingkat keenam, menggunakan huruf Latin
kecil dengan satu kurung, seperti a), b) Tingkat ketujuh, menggunakan
angka Arab dengan dua kurung: (1), (2) Tingkat kedelapan, dengan huruf
Latin kecil dengan dua kurung: (a), (b)
6. Penyajian Tabel
Penyajian data dalam tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara untuk
mempermudah pemahaman pembaca terhadap informasi yang bersifat
kuantitatif. Dengan disajikan dalam tabel, pembaca dapat
menginterpretasikan (menafsirkan) data secara lebih cepat, juga dalam
menemukan hubungan-hubungannya. Oleh karena itu, seharusnya
tabel dibuat secara sederhana dan dipusatkan pada ide-ide yang penting
saja. Memasukkan terlalu banyak data ke dalam suatu tabel dapat
mengurangi nilai penyajiannya. Lebih baik menggunakan banyak tabel
yang sederhana daripa sedikit tabel yang isinya terlalu banyak dan
kompleks.
Penyajian tabel dalam karya ilmiah, termasuk skripsi, ada tata
caranya tersendiri, yaitu:
a. Semua tabel diberi nomor urut dengan angka Arab, seperti: 1, 2, 3 atau
penomoran dengan penunjuk bab, seperti 4.1, yang artinya tabel
tersebut terdapat pada bab IV dan muncul pertama pada bab tersebut.
Jadi, untuk setiap bab, nomor urut tabel dimulai dari nomor 1.

44
b. Judul tabel ditempatkan di atas tabel dengan huruf kapital pada setiap
awal kata, kecuali kata tugas (kata sambung dan kata depan).
c. Tabel tidak menggunakan garis tegak (vertikal), tetapi hanya
menggunakan garis datar (horisontal). Meskipun demikian, garis datar
yang penting adalah pada kepala kolom dan penutup tabel, sedang garis
datar lainnya digunakan seperlunya saja.
d. Judul tabel yang lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis
sejajar dengan huruf awal judul dan ditulis dengan jarak satu spasi.
Judul tabel tidak diakhiri tanda titik.
e. Antara teks sebelum tabel dan teks sesudah tabel diberi jarak 3 spasi.
f. Teks dalam tabel ditulis dengan spasi tunggal.
g. Tabel yang dikutip dari sumber lain wajib diberi keterangan mengenai
nama akhir penulis, tahun publikasi dan nomor halaman di bawah tabel.
h. Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman), tabel harus
ditempatkan pada halaman tersendiri. Jika tabel cukup pendek (kurang
dari setengah halaman) sebaiknya diintegrasikan dengan teks.
i. Tabel dan gambar yang disajikan harus diberi interpretasi berupa
kesimpulan mengenai pola atau kecenderungan yang terlihat pada
data, bukan berupa pernyataan yang mengulang isi tabel.

7. Penyajian Gambar
Istilah gambar mengacu pada grafik, diagram, bagan, foto, peta, chart,
denah, dan gambar lainnya. Melalui gambar, dapat disajikan data secara
visual yang dapat dengan mudah dipahami dan menarik perhatian
pembaca. Penyajian gambar dalam skripsi hendaknya mengikuti
beberapa pedoman sebagai berikut:
a. Semua gambar dinomori dengan angka Arab seperti pada tabel
b. Judul gambar ditulis di bawah gambar, tidak di atasnya. Cara penulisan
judul gambar sama dengan judul tabel.
c. Gambar hendaknya yang sederhana sehingga dapat menyampaikan ide
dengan jelas dan mudah dipahami meskipun tanpa penjelasan secara

45
tekstual. Meskipun demikian, penulis tetap perlu memberikan
penjelasan/interpretasinya terhadap setiap gambar yang disajikannnya.
d. Gambar hendaknya digunakan secara hemat karena teks yang
terlalu banyak disertai gambar dapat mengurangi nilai penyajian data.
e. Gambar yang memakan tempat lebih dari setengah halaman harus
ditempatkan pada halaman tersendiri
f. Penunjukan gambar dalam teks harus menyebutkan nomornya, tidak
menggunakan kata-kata gambar di bawah ini atau gambar di atas.
Misalnya: Berdasarkan gambar 1 dapat dinyatakan bahwa ....
Contoh:

Gambar 4.1. Histogram Data Pretes Fisika pada Kelompok Kontrol


(Sumber: Fitriana, 2011:57)

8. Penerapan Kaidah Ejaan dan Penulisan Kata


Untuk naskah berbahasa Indonesia, tata cara penggunaan tanda baca,
penulisan huruf, dan penulisan kata harus disesuaikan dengan rambu-
rambu yang termuat dalam buku Pedoman Ejaan bahasa Indonesia yang
Disempurnakan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai
Pustaka. Beberapa kaidah ejaan dan penulisan kata yang perlu
diperhatikan antara lain:
a. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, subjudul, maupun anak
subjudul

46
b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului
induk kalimat, tetapi jika anak kalimat mengikuti induk kalimat tidak
dipakai koma.
c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,
dan bahasa, tetapi tidak dipakai pada kata bentukannya. Misalnya:
bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris, mengindonesiakan.
d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur nama diri,
tetapi tidak untuk yang bukan nama diri, misalnya: Universitas Kristen
Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi
Bimbingan dan Konseling, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,
Program Studi Pendidikan Matematika dan lain-lain.
e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur kata ulang
pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta
dokumen resmi. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Taman Kanak-
Kanak Pertiwi, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar
Republik Indonesia.
f. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, majalah, dan surat
kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: buku Negarakertagama
karangan Prapanca, surat kabar Suara Karya.
g. Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,
bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya:
1. Huruf pertama kata abad ialah a.
2. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.
h. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah
atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya:
1. Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.
2. Weltanschauung diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟.
i. Imbuhan (awalan dan atau akhiran) ditulis serangkai dengan kata
dasarnya. Misalnya: memublikasi, menyosialisasikan, mengoordinasi,
memproduksi, mengklasifikasi, pemprograman, menetralkan.

47
j. Awalan dan akhiran pada gabungan kata ditulis serangkai. Misalnya:
dilipatgandakan, mengggarisbawahi, mempertanggungjawabkan
k. Gabungan kata yang salah satu unsurnya hanya dipakai sebagai
kombinasi ditulis serangkai, tetapi tidak untuk gabungan kata yang
bukan kombinasi. Misalnya: antarnegara, elektromagnetik,
mancanegara, pascapanen, semikonduktor, nonkolaborasi, terima kasih,
tanggung jawab, budi daya
l. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya: di dalam, di mana, ke mana, di antaranya, di samping itu,
dari mana, dari siapa
m. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata
uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu (Cuprum), KVA (KiloVolt
Ampere), l (liter), kg (kilogram, Rp (rupiah).
n. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu,
susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan
dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya:
1. Empat puluh lima persen siswa kurang aktif dalam diskusi.
2. Ada 45% siswa yang tidak aktif selama pembelajaran Biologi.
o. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata,
ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis
dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu (pemilihan umum).
p. Penulisan kata serapan disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.
Misalnya: praktik (bukan praktek), objek (bukan obyek), subjek (bukan
subyek), survai (bukan survei), analisis (bukan analisa).

9. Penulisan Judul Bab, Subbab, dan Anak Subbab


a. Judul Bab
Judul bab diketik dengan huruf besar (kapital) pada halaman baru
dengan jarak 4 cm dari tepi atas kertas, bold, dan diletakkan di tengah.
b. Judul Subbab

48
Huruf pertama setiap kata, kecuali kata tugas, ditulis dengan huruf
kapital, bold, dan diletakkan di tengah.
c. Judul Anak Subbab
Huruf pertama setiap kata, kecuali kata tugas, ditulis dengan huruf
kapital, bold, dan diletakkan di tepi kiri.
d. Jika ada tingkatan judul yang lebih rendah, huruf pertama, kecuali kata
tugas, ditulis dengan huruf besar, bold, dan diletakkan di tepi kiri.
e. Jika ada tingkatan yang lebih rendah lagi, huruf pertama ditulis dengan
huruf besar, bold, dan diletakkan di tepi kiri.
Contoh penempatan judul bab, subbab, dan anak subbab:

B. Penulisan Sumber Kutipan

1. Batasan Kutipan
Kutipan adalah salinan suatu ide/konsep/temuan orang ke dalam karya
tulis kita. Membuat kutipan bukanlah hal yang salah, bahkan seharusnya
dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Akan tetapi, kesan bahwa kajian teori
hanya berupa kumpulan kutipan harus dihindari. Untuk itu, kutipan-kutipan
yang dibuat harus berselang-seling dengan interpretasi dan argumentasi dari
penulis. Dengan demikian, tampak bahwa penulis memiliki pendapat atau
pandangan tertentu terhadap apa yang dikutip, dalam kaitannya dengan
masalah yang diteliti.
Informasi lengkap tentang sumber kutipan dituliskan dalam sebuah

49
daftar yang disebut Daftar Rujukan atau Daftar Pustaka. Format penulisan
kutipan harus sama dengan format yang dipakai pada penulisan daftar pustaka.
Oleh karena itu, jika penulisan kutipan menggunakan sistem American
Psychological Association (APA), yang biasa disebut sistem author-date
„pengarang-tahun‟, penulisan daftar pustaka juga harus menggunakan sistem
tersebut

2. Jenis Kutipan
Kutipan disertakan di dalam skripsi baik pada latar belakang, tinjauan
pustaka, metode maupun pada hasil dan pembahasan. Kutipan merupakan
penyalinan isi kalimat, isi paragraf atau inti pengertian tanpa merubah konteks
kalimatnya. Pengutipan dapat dipadukan dalam paragraf dengan menyebutkan
sumbernya. Dalam hal tertentu kalimat, paragraf atau inti pengertian yang ditulis
sebagai kutipan dapat juga ditulis secara keseluruhan, dicetak dengan satu spasi
dan diletakkan dalam tanda petik (“...isi kutipan...”), dan mahasiswa harus
menyebut nama penulis dan tahun yang dipisahkan dengan tanda koma darimana
sumber kutipan tersebut.
a. Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung adalah salinan dari ide/konsep/temuan orang
lain yang disampaikan dengan kata-kata penulis sendiri. Sumber yang
dikutip tidak langsung misalnya pendapat pakar atau temuan hasil
penelitian yang memungkinkan untuk diambil inti sarinya.
b. Kutipan langsung
Kutipan langsung adalah salinan ide/konsep/temuan orang lain persi
kata per kata, termasuk tanda bacanya seperti teks aslinya. Sumber
yang dikutip misalnya pendapat pakar atau temuan peneliti yang
disalin kata per kata karena penulis khawatir salah dalam
menginterpretasikan, bagian teks karya sastra, rumus, bagian teks
kitab suci, dan dokumen resmi negara seperti pasal dan ayat dalam
undang-undang.

50
3. Tata Cara Penulisan Sumber Kutipan dengan Sistem APA

a. Penulisan Kutipan Tidak Langsung


Pada sistem APA, penulisan kutipan tidak langsung yang merupakan
bagian tertentu dari sebuah buku/artikel harus menyertakan nomor halaman
tempat bagian yang dikutip. Akan tetapi, penulisan kutipan tak langsung yang
merupakan inti sari dari keseluruhan hasil sebuah penelitian tidak perlu
mencantumkan nomor halaman. Penulisannya cukup dengan mencantumkan
nama pengarang dan tahun penerbitan pustaka.
Contoh penulisannya seperti di bawah ini.
1) Kutipan tak langsung dari bagian tertentu sebuah karya tulis
Pembelajaran yang terprogram dan dirancang dengan
baik tentu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Berkaitan dengan pengertian hasil belajar, Sudiyarto
(2004:72) memberikan batasan sebagai tingkat penguasaan
yang dicapai oleh pelajar setelah mengikuti program
pembelajaran.

2) Kutipan tak langsung yang berupa inti sari sebuah karya tulis

Pendidikan karakter terbukti memiliki kontribusi


besar terhadap kualitas luaran pendidikan. Hal itu dapat
dikaitkan dengan hasil penelitian Hollingshead (2009)
bahwa siswa yang mendapat program pendidikan
karakter lebih cepat mendapat tempat magang daripada
siswa yang tidak mengikutinya.

b. Penulisan Kutipan Langsung


Kutipan langsung pada sistem APA ditulis dengan menyebutkan nama
pengarang, tahun terbit, dan halaman kalimat/teks yang dikutip. Kutipan langsung
dibedakan atas dua jenis, yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung
panjang.

1) Kutipan langsung pendek


Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya

51
kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah.
Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.
(1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf.
(2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan
(3) Gunakan spasi spasi ganda.
(4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda
kurung.

2) Kutipan Langsung Panjang


Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih.
Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.
(1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri.
(2) Jangan gunakan tanda kutip.
(3) Gunakan spasi tunggal
(4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya.
(5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin.

C. Penulisan Daftar Pustaka


Daftar pustaka atau pustaka rujukan biasanya dibuat pada halaman akhir
laporan penelitian sebelum lampiran. Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang
terdapat dalam usulan penelitian/ skripsi/ abstrak dan disusun ke bawah menurut
abjad nama (alfabetis, baik nama depan atau akhir) penulisnya. Semua bahan-
bahan bacaan atau referensi yang dipergunakan sebagai bahan penyusunan
penulisan skripsi harus ditulis kembali dalam suatu daftar yang disebut dengan
daftar pustaka. Titel dan jabatan penulis/ pengarang tidak perlu dicantumkan. Cara
penulisan yang terpilih hendaknya digunakan secara konsisten.
Untuk tujuan konsistensi dengan sistem American Psychological
Association (APA) dan keseragaman, maka pengetikan daftar pustaka diatur
sebagai berikut:

52
a. Buku ditulis: Nama pengarang dimulai dari nama famili, kemudian singkatan
nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul buku (diketik cetak miring),
penerbit, kota tempat terbit
Contoh;
Jika 1 penulis
Supriadi, D. (2001). Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Yogyakarta: Adi
Cita.
Jika 2 penulis
Chaer, A. & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta:
Rineka Cipta
Jika 4 penulis
Waluyo, H.J., Kunardi, Sujoko, & Nurkamto, J. (2004). Kemampuan Guru
Mengimplementasikan Pendekatan Komunikatif dalam Pengajaran
Bahasa Inggris di SMA dan SMK Kota Surakarta. Paedagogia: Jurnal
Penelitian Pendidikan, 7 (2) 87 – 98.
b. Jurnal, ditulis: Nama pengarang dimulai dari nama famili, kemudian singkatan
nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul tulisan (diketik cetak biasa),
nama Jurnal (diketik cetak miring), volume Jurnal (diketik cetak tebal) dan
halaman naskah
Contoh:
Davis, J., Chryssafidou, E., Zamora, J., Davies, D., Khan, K dan
Coomarasamy, A. (2007). Computer-Based Teaching is a Good As
Face to Face Lecture-Based Teaching of Evidence Based Medicine: a
randomised controlled trial. BMC Medical Education 7 (23): 1-6
Pardede, P. (2009). Exploration of the attitudes of senior high school
students toward the use of computers in language learning. JET
Journal, 13(2), 87-98.
c. Majalah, ditulis: Nama pengarang dimulai dari nama famili, kemudian
singkatan nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul artikel (diketik cetak
biasa), nama Majalah (diketik cetak miring), volume Majalah (diketik cetak
tebal) dan halaman naskah.

53
Contoh:
Situmorang, M., Purba, J. dan Tambunan, M. (2000). Efektifitas Media Peta
Konsep dalam Pengajaran Kimia Konsep Mol di SMU. Majalah
Pelangi Pendidikan 7(1): 31-35
d. Prosiding Seminar, Konferensi dan Makalah, ditulis: Nama pengarang
dimulai dari nama famili, kemudian singkatan nama (inisial), tahun terbit
dalam kurung, judul artikel (diketik cetak biasa), nama Seminar, Konferensi
dan Makalah (diketik cetak miring) dan halaman naskah.

Contoh:
Simatupang, N.I. dan Situmorang, M. (2013). Innovation of Senior High
School Chemistry Textbook to Improve Student Achievement in
Chemistry. Proceeding International Conference of The Indonesian
Chemical Society 2013: 44-52
e. Surat Kabar ditulis: Nama pengarang dimulai dari nama famili, kemudian
singkatan nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul artikel (diketik cetak
biasa), nama Surat Kabar (diketik cetak miring), tanggal terbit dan halaman
dan kolom bila memungkinkan.Contoh:
Soebroto, J.B. (2003). RUU Pendidikan Versus Inovasi Pendidikan. Harian
Kompas, Jumat, 24 Januari 2003

f. Sumber dari internet ditulis; Nama pengarang dimulai dari nama famili,
kemudian singkatan nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul artikel
(diketik cetak biasa), alamat website.
Contoh:
Martono, K. (2005). Peranan Buku Dalam Mengajar.
http://ganeca.blogspirit.com/archive/2009/04/18
Herdian, J. (2009). Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together).
Wordpress. http://herdy07.wordpress.com/2009/04/22

54
g. Kamus ditulis: Nama pengarang dimulai dari nama famili, kemudian singkatan
nama (inisial), tahun terbit dalam kurung, judul kamus (diketik cetak miring),
edisi (bila ada), penerbit, kota penerbit
Contoh:
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1995).
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Kedua, Jakarta: Balai Pusataka

55
Lampiran 1: Halaman Sampul Proposal

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KECERDASAN MAJEMUK


TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Diajukan Untuk Seminar Proposal Penelitian Dalam


Penyusuan Skripsi

Oleh:
Nama : Tania
Nim : 07124110008
Program Studi : Pendidikan Kimia

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2016

56
Lampiran 2: Halaman Sampul Skripsi

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KECERDASAN MAJEMUK


TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana pada


Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh:
Nama : Tania
NIM : 07124110008
Program Studi : Pendidikan Kimia

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2016

57
Lampiran 3: Halaman Pernyataan

PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT DAN MEMALSUKAN DATA

Saya yang bertandatangan di bawah ini


Nama :
NIM :
Prodi :
Judul Skripsi :

Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Benar Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, bukan dikerjakan
orang lain;
2. Saya tidak melakukan plagiat dalam penulisan skripsi saya;
3. Saya tidak merubah atau memalsukan data penelitian skripsi saya.

Jika ternyata dikemudian hari terbukti saya telah melakukan k salah satu di atas,
maka saya bersedia melakukan sanksi yang berlaku berupa pencopotan gelar saya.

Demikian pernyataan ini saya buat sebenarnya.

Kota, Tgl Bulan Tahun


Saya yang Membuat Pernyataan

Nama Mahasiswa
NIM

58
Lampiran 4: Halaman Pengesahan Proposal

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KECERDASAN MAJEMUK


TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Disusun dan diajukan oleh:

Nama : Tania
Nim : 07124110008
Program Studi : Pendidikan Kimia

Menyetujui :
Dosen Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

....................................... ......................................
NIP. NIP.

Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Kimia

---------------------------
NIP.

59
Lampiran 5: Halaman Pengesahan Skripsi

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KECERDASAN MAJEMUK


TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Disusun dan diajukan oleh:


Nama : Tania
Nim : 07124110008
Program Studi : Pendidikan Kimia

Telah Dipertahankan Di Depan Panitian Ujian Skripsi


pada Tanggal ...... dan Dinyatakan Telah Memenuhi
Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Kimia

Jakarta, ....
Dosen Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

................................ .........................................
NIP. NIP.

Mengetahui:

Ketua Prodi. Pendidikan Kimia Dekan FKIP

................................ ................................
NIP. NIP.

60
Lampiran 6: Halaman Persetujuan Dewan Penguji

PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI


UJIAN SKRIPSI PRODI. PENDIDIKAN KIMIA

Nama :
Nim :
Judul Skripsi :
Tanggal/Bulan/Tahun :

NO.NAMA TANDA TANGAN

1. Nama Dosen Ybs


NIP.
(Pembimbing I) .....................................

2. Nama Dosen Ybs


NIP.
(Pembimbing II) ......................................

3. Nama Dosen Ybs


NIP.
(Penguji I) .......................................

61
Lampiran 7: Halaman Abstrak
ABSTRAK
Efek Model Pembelajaran Problem Solving Berbasis Ekperimen
dan Motivasi terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa.
Nama Mahasiswa, Tahun, Prodi Pendidikan Fisika, FKIP-UKI

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa
di antara model pembelajaran Prblem Solving berbasis eksperimen dan model
pembelajaran ekspositori. (2) Mengetahui hasil belajar fisika antara siswa yang
mempunyai motivasi belajar di atas rata-rata dan motivasi belajar dibawah rata-
rata. (3) Mengetahui perbedaan motivasi belajar pada kelas eksperimen dengan
kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain
faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1
Sidamanik Semester II T.P 2012/2013. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas
dengan jumlah sampel 75 orang yang ditentukan dengan cluster random
sampling, yaitu X-1 sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran
Problem Solving berbasis eksperimen sebanyak 38 orangdan X-2 sebagai kelas
kontrol menggunakanmodel pembelajaran ekspositori sebanyak 37 orang.
Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan angket motivasi. Uji persyaratan
telah dilakukan berupa Uji Non Parametrik ini dikarenakan data yang diperoleh
normal tetapi tidak homogen. Hipotesis dianalisis menggunakan GLM pada taraf
signifikan 0,05 dengan bantuan SPSS 17.0 for windows. Berdasarkan analisis data
dan uji hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa : (1) Model pembelajaran
Problem Solving berbasis eksperimen lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar
fisika siswa daripada model pembelajaran ekspositori. (2) Hasil belajar fisika
siswa yang mempunyai motivasi belajar di atas rata-rata lebih baik dibanding
dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar dibawah rata-rata. (3) Ada
interaksi antara antara model pembelajaran Problem solving dengan model
pembelajaran ekspositori dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar.

Kata kunci : Hasil Belajar, Metode eksperimen, Model pembelajaran, Motivasi


Belajar, Problem solving

62
Lampiran 8: Halaman Daftar Isi
DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK i
ABSTRACT ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL xi
DAFTAR GAMBAR ix
DAFTAR LAMPIRAN xiv

BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 26
1.3. Batasan Masalah 27
1.4. Rumusan Masalah 28
1.5. Tujuan Penelitian 29
1.6. Manfaat Penelitian 30
1.7. Defenisi Operasional 30

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 33


2.1 Kemampuan Representasi Matematis 33
2.2 Kemampuan Komunikasi Tertulis Matematis 35
2.3 Kemampuan Awal 39
2.4 Proses Jawaban 43
2.5 Strategi Pembelajaran 45
2.6 Pembelajaran Kooperatif (PK) 46
2.6.1 Langkah – langkah PK 47
2.6.2 Cara Pembentukan Kelompok 50
2.7 Think- Talk-Write (TTW) 51
2.8 Teori Belajar Think-Talk-Write 60
2.9 Pembelajaran Konvensional 62
2.10 Kartu Domino 65
2.10.1 Pembelajaran Strategi TTW berbantuan Kartu domino 67
2.11. Hasil Penelitian Yang Relevan 75
2.12 Kerangka Konseptual 80
2.13 Hipotesis Penelitian 87

BAB III METODE PENELITIAN 88


3.1 Jenis Penelitian 88
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 88
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 89
3.4 Desain Penelitian 92
3.5 Variabel Penelitian 94
3.6 Teknik Pengumpulan Data 100
3.7 Tes Kemampuan Representasi 102
3.8 Kemampuan Komunikasi Matematis 106

63
3.9 Uji Coba Instrumen 108
3.10 Teknik Analisis Data 116
3.11 Prosedur Penelitian 126
3.12 Jadwal Penelitian 129

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 130


4.1 Hasil Penelitian 130
4.1.1 Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran dan Instrumen 131
4.1.2 Hasil uji coba Perangkat Pembelajaran dan Instrumen 133
4.1.3 Analisis Hasil Tes Kemampuan Awal Matematik Siswa 134
4.1.4 Analisis Hasil Tes Kemampuan Representasi Matematis 141
4.1.5 Pengujian Hipotesis Statistik Pertama dan Ketiga 152
4.1.6 Analisis Hasil Tes Komunikasi Matematis Siswa 158
4.1.7 Pengujian Hipotesis Statistik Kedua dan Keempat 168
4.1.8 Deskripsi Proses Jawaban 174
4.2 Pembahasan 199
4.2.1 Kemampuan Awal Matematik Siswa 199
4.2.2 Kemampuan Representasi Matematis Siswa 202
4.2.3 Interaksi Antara Kemampuan Awal dengan Pembelajaran
Terhadap Kemampuan Representasi Matematis
Siswa 204
4.2.4 Kemampuan komunikasi Matematis 207
4.2.5 Interaksi Antara Kemampuan Awal dengan Pembelajaran
Terhadap Kemampuan Komunikasi
Matematis 209
4.2.6 Proses Jawaban Siswa 211

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan 216
5.2 Saran 218

DAFTAR PUSTAKA 219

64
Lampiran 9: Halaman Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1.1 Jawaban siswa Indonesia yang menunjukkan rendahnya 2
kemampuan representasi matematis
Gambar 1.2 Jawaban siswa Indonesia yang menunjukkan rendahnya 3
kemampuan komunikasi matematis
Gambar 1.3 Jawaban siswa Indonesia yang menunjukkan 4
kemampuan komunikasi matematis rendah
Gambar 1.4 Salah satu jawaban siswa yang menunjukkan 7
rendahnya kemampuan representasi matematis siswa
Gambar 1.5 Salah satu jawaban siswa yang menunjukkan 11
rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa
Gambar 1.6 Kartu domino 22
Gambar 1.7 Pasangan Kartu domino gambar 1.6 22
Gambar 2.1 Kartu Domino 65
Gambar 2.2 Kartu domino translasi 65
Gambar 2.3 Pasangan kartu domino translasi 66
Gambar 2.4 Bayangan titik pada cermin y = x 68
Gambar 2.5 Pencerminan pada y = x 69
Gambar 2.6 Posisi kelereng pada koordinat kartesius 72
Gambar 2.7 Kartu Domino untuk mengenalkan konsep translasi 73
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian 128
Gambar 4.1 Rata-rata dan Simpangan Baku Hasil Tes KAM pada Kelas Eksperimen
dan Kontrol 136
Gambar 4.2 Rata-rata dan Simpangan Baku Pretes dan Postes
Kemampuan Representasi Matematis Kelas Eksperimen 143
Gambar 4.3 Rata-rata dan Simpangan Baku Pretes dan Postes
Kemampuan Representasi Matematis Kelas Kontrol 144
Gambar 4.4 Rata-rata dan Simpangan Baku Indeks Gain Tes
Kemampuan Representasi Matematis pada Kelas
Eksperimen dan Kontrol 145
Gambar 4.5 Rata-rata Indeks Gain Tes Kemampuan Representasi
Matematis pada Siswa Berkemampuan Tinggi, Sedang,
Rendah pada Kelas Eksperimen dan Kontrol 147
Gambar 4.6 Selisih Rata-rata Indeks Gain Tes Kemampuan Representasi Matematis
pada Siswa Berkemampuan Tinggi, Sedang,
Rendah pada Kelas Eksperimen dan Kontrol 148
Gambar 4.7 Grafik Interaksi Antara Kemampuan Awal dengan
Pembelajaran terhadap Peningkatan Kemampuan
Representasi Siswa 156
Gambar 4.8 Rata-rata dan Simpangan Baku Pretes dan Postes
Kemampuan Komunikasi Matematis Kelas Eksperimen 159
Gambar 4.9 Rata-rata dan Simpangan Baku Pretes dan Postes
Kemampuan Komunikasi Matematis Kelas Kontrol 160
Gambar 4.10 Rata-rata dan Simpangan Baku Indeks Gain Tes Kemampuan
Komunikasi Matematis pada Kelas Eksperimen dan Kontrol 161

65
Lampiran 10: Halaman Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 Bentuk–Bentuk Operasional Representasi Matematis 33
Tabel 2.2 Sintaks Pembelajaran dengan Strategi Think-Talk-Write 56
Tabel 2.3 Perbedaan Pembelajaran Kooperatif Tipe TTW dan
Pembelajaran Konvensional 63
Tabel 2.4 Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar 67
Tabel 2.5 Koordinat Objek dan Koordinat Bayangan 69
Tabel 3.1 Daftar Peringkat Akreditasi SMP Negeri Tebing Tinggi 90
Tabel 3.2 Rincian Kelas Uji Coba 91
Tabel 3.3 Desain Penelitian 92
Tabel 3.4 Tabel Weiner tentang Keterkaitan antara Variabel 94
Bebas, Terikat dan Kontrol
Tabel 3.5 Kriteria Pengelompokan Kemampuan Siswa 101
Berdasarkan KAM
Tabel 3.6 Jumlah Siswa Yang Termasuk KAM Tinggi, Sedang, Rendah 102
Tabel 3.7 Kisi–Kisi Soal Tes Representasi 103
Tabel 3.8 Rubrik Pemberian Skor Tes Representasi. 104
Tabel 3.9 Kisi-kisi Tes Kemampuan Komunikasi Matematis 106
Tabel 3.10 Pedoman Penskoran Kemampuan Komunikasi Matematis 107
Tabel 3.11 Nama-Nama Validator 108
Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Hasil 109
Tabel 3.13 Interpretasi Koefisien Korelasi Validitas 111
Tabel 3.14 Interpretasi Koefisien Reliabilitas 112
Tabel 3.15 Klasifikasi Daya Pembeda 114
Tabel 3.16 Karakteristik Tes Kemampuan Representasi Matematis Siswa 115
Tabel 3.17 Karakteristik Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa 115
Tabel 3.18 Keterkaitan Rumusan Masalah, Hipotesis, sumber data, 116
Instrumen/Alat Uji dan Uji Statistik
Tebel.3.19 Jadwal Penelitian 129
Tebel 4.1 Rata-rata dan Kategori Hasil Validitas Perangkat
Pembelajaran 131
Tabel 4.2 Hasil Validasi Instrumen Pretes dan Postes Representasi 132
Tabel 4.3 Hasil Validasi Instrumen Pretes dan Postes Komunikasi 132
Tabel 4.4 Reabilitas, Validitas, Daya Pembeda dan Tingkat
Kesukaran Kemampuan Representasi 134
Tabel 4.5 Reabilitas, Validitas, Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Kemampuan
Komunikasi 134
Tabel 4.6 Rata-rata dan Simpangan Baku Hasil Tes KAM
pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 135
Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas KAM Kelas Eksperimen 137
Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas KAM Kelas Eksperimen 137

Tabel 4.9 Hasil Uji Homogenitas Tes Kemampuan Awal Matematik


(KAM)Kelompok Eksperimen dan Kontrol 138
Tabel 4.10 Pengujian Perbedaan Rata-rata Tes KAM 139
Tabel 4.11 Pengelompokkan Siswa Berdasarkan KAM 140

66
Lampiran 11: Halaman Penulisan Lampiran
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Strategi TTW 223
Lampiran 2: LAS 1 243
Lampiran 3: Tes Pertemuan 1 249
Lampiran 4: Evaluasi Tes Pertemuan 1 251
Lampiran 5: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2 Strategi TTW 255
Lampiran 6: LAS 2 273
Lampiran 7: Tes Pertemuan 2 279
Lampiran 8: Evaluasi Tes Pertemuan 2 280
Lampiran 9: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 Strategi TTW 284
Lampiran 10: LAS 3 303
Lampiran 11: Tes Pertemuan 3 309
Lampiran 12: Evaluasi Tes Pertemuan 3 311
Lampiran 13: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4 Strategi TTW 317
Lampiran 14: LAS 4 338
Lampiran 15: Tes Pertemuan 4 344
Lampiran 16: Evaluasi Tes Pertemuan 4 345
Lampiran 17: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 5 Strategi TTW 351
Lampiran 18: LAS 5 373
Lampiran 19: Tes Pertemuan 5 379
Lampiran 20: Evaluasi Tes Pertemuan 5 381
Lampiran 21: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 6 Strategi TTW 388
Lampiran 22: LAS 6 406
Lampiran 23: Tes Pertemuan 6 412
Lampiran 24: Evaluasi Tes Pertemuan 6 413
Lampiran 25: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 7 Strategi TTW 418
Lampiran 26: LAS 7 441
Lampiran 27: Tes Pertemuan 7 447
Lampiran 28: Evaluasi Tes Pertemuan 7 448
Lampiran 29: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 8 Strategi TTW 456
Lampiran 30: LAS 8 479
Lampiran 31: Tes Pertemuan 8 485
Lampiran 32: Evaluasi Tes Pertemuan 8 486
Lampiran 33: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 1 492
Lampiran 34: Tes Pertemuan 1 Pembelajaran Konvensional 494
Lampiran 35: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 2 495
Lampiran 36: Tes Pertemuan 2 Pembelajaran Konvensional 497
Lampiran 37: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 3 498
Lampiran 38: Tes Pertemuan 3 Pembelajaran Konvensional 500
Lampiran 39: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 4 501
Lampiran 40: Tes Pertemuan 4 Pembelajaran Konvensional 503
Lampiran 41: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 5 504
Lampiran 42: Tes Pertemuan 5 Pembelajaran Konvensional 506
Lampiran 43: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 6 507
Lampiran 44: Tes Pertemuan 6 Pembelajaran Konvensional 509
Lampiran 45: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 510
Lampiran 46: Tes Pertemuan 7 Pembelajaran Konvensional 512
Lampiran 47: RPP Pembelajaran Konvensional Pertemuan 8 513

67
Contoh Kata Pengantar
Lampiran 12: Halaman Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

kasih dan penyertaanNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul

“Peningkatan Kemampuan Representasi dan Komunikasi Matematis Siswa SMP

Pada Materi Transformasi dengan Strategi Think-Talk-Write (TTW) Berbantuan

Kartu Domino di SMP Negeri 3 Tebing Tinggi.

Skripsi ini ditulis dan diajukan guna memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan

Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen

Indonesia (FKIP-UKI). Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dalam

pelajaran matematika dengan strategi think-talk-write (TTW). Sejak mulai dari

persiapan sampai selesainya penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan

bimbingan, dorongan, dan bantuan dari berbagai pihak dan pada kesempatan ini

penulis mengucapkan terimakasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-

tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dengan keikhlasan

dan ketulusan baik langsung maupun tidak langsung sampai terselesaikannya tesis

ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang setimpal atas

kebaikan yang diberikan.

Terimakasih dan penghargaan khususnya peneliti sampaikan kepada:

1. Bapak …… dan …… selaku Dosen Pembimbing I dan II yang telah

meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk mberikan bimbingan,

arahan dan saran-saran yang sangat membangun lagi berarti bagi penulis.

68
2. Bapak ……. selaku narasumber yang telah banyak memberikan saran dan

masukan-masukan dalam penyempurnaan skripsi ini.

3. Bapak …… selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP-

UKI yang setiap saat memberikan kemudahan, arahan dan nasihat yang

sangat berharga bagi penulis.

4. Ayah dan Ibu yang telah memberikan kasih sayang, perhatian dan

dukungan moril maupun materi sejak sebelum kuliah, dalam perkuliahan

hingga menyelesaikan pendidikan ini.

5. Semua pihak serta rekan-rekan satu angkatan Program Studi Pendidikan

Matematika khususnya ….. yang telah banyak memberikan bantuan dan

dorongan dalam penyelesaian skripsi ini. Tetap semangat dan semoga

silaturrahim tetap terjalin antara kita.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, penulis berhadap semoga

skripsi ini dapat memberikan sumbangan dan manfaat bagi para pembaca,

sehingga dapat memperkaya khazanah penelitian-penelitian sebelumnya, dan

dapat memberi inspirasi untuk penelitian lebih lanjut.

Jakarta, September 2016

Mahasiswa,

69
Lampiran 13: Halaman Surat Keterangn Telah Melakukan Penelitian

SURAT KETERANGAN

Nomor:

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama :

NIP :

Pangkat/Golongan :

Jabatan :

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama :

NIM :

Program Studi :

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat

dipergunakan seperlunya.

70
Lampiran 14: Bio data mahasiswa

BIODATA MAHASISWA
Prodi. Pendidikan Matematika FKIP UKI

Nama Lengkap (sesuai ijazah) :


Tempat Tanggal Lahir :
NIM :
Jenjang Studi :
Fakultas :
Ijazah Memasuki Program Studi :
Tanggal Lulus (Ujian Skripsi :
Indeks Prestasi :
Alamat Setelah Lulus :
Telepon :
Email :
Nama Ayah :
Nama Ibu :
Alamat Orangtua :
Telepon :
Judul Skripsi Tanggal Seminar Proposal
DDMMYY
Tanggal Mulai Penelitian
DDMMYY
Tanggal Ujian Skripsi
DDMMYY
Dosen Pembimbing Tesis: 1.
2.

Foto Pakai jaket


Jakarta,
almamater

Nama Mahasiswa
NIM.

71
72