Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR KERJA 1

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN

PRODI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA

Skor Nilai :

LEMBAR KERJA 1
(KONSEP DASAR PROFESI KEPENDIDIKAN)

NAMA MAHASISWA : RAHMAH ITSNA HAYATI


NIM : 4153111053
DOSEN PENGAMPU : SUCI FRISNOIRY, S.Pd., M.Pd
MATA KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FEBRUARI 2018
LEMBAR KERJA 1

Materi : Hakikat Profesi Kependidikan


Judul/Tema Pembahasan : Konsep Dasar Profesi Kependidikan
Topik Pembahasan : “Konsep Dasar Kependidikan”

Pertanyaan yang diajukan :

1. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesi


 Menurut KBBI, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan
keahlian, keterampilan, dan kejuruan tertentu.
 Menurut Schein, E.H (1963), profesi merupakan suatu kumpulan atau set
pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal
dari perannya yang khusus di masyarakat.
 Menurut Siti Nafsiah, profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai
sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sabagai sarana untuk mengabdi
kepada kepentingan orang lain yang harus diiringin pula dengan keahlian,
ketrampilan, profesionalisme dan tanggung jawab.

Jadi, menurut saya profesi adalah pekerjaan atau jabatan seseorang yang telah
melalui suatu kependidikan terkonsep dan diiringin oleh keahlian serta keterampilan.

2. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesional


 Menurut KBBI, profesional merupakan suatu profesi yang membutuhkan
kepandaian khusus untuk menjalankannya.
 Menurut Kusnanto, profesional adalah seseorang yang memiliki kompetensi
dalam suatu pekerjaan tertentu.
 Menurut Lisa Anggraeny, profesional adalah suatu tuntutan bagi seseorang
yang sedang mengemban amanahnya agar mendapatkan proses dan hasil yang
optimal.

Jadi, menurut saya profesional adalah suatu tindakan, keahlian serta tanggung jawab
dalam profesi yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan
yang dimilikinya agar mendapatkan hasil yang optimal.
3. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesionalisasi
 Menurut Dedi Supriadi (1998), profesionalisasi adalah pendidikan prajabatan
dalam suatu jabatan. Proses pendidikan dan latihan ini biasanya lama dan
intensif.
 Menurut KBBI, profesionalisasi adalah suatu runtunan perubahan di
perkembangkan , kemajuan sosial berjalan terus, rangkaian tindakan,
pembuatan atau pengelolaan yang menghasilkan suatu produk.

Jadi, menurut saya profesionalisasi adalah suatu proses pendidikan yang dijalani
seseorang untuk mendapatkan suatu profesi yang profesional.

4. Jelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian profesionalisme


 Menurut Pamudji (1985), profesionalisme adalah lapangan kerja tertentu yang
diduduki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu.
 Menurut Ahmad Bahar, profesionalisme adalah usaha suatu kelompok
masyarakat untuk memperoleh pengawasan atas sumber daya yang
berhubungan dengan suatu bidang pekerjaan.
 Menurut Ahmad Sutardi dan Endang Budiasih, profesionalisme adalah wujud
dari upaya optimal yang dilakukan untuk memenuhi apa-apa yang telah
diucapkan, dengan cara yang tidak merugikan pihak-pihak lain, sehingga
tindakannya bisa diterima oleh semua unsur yang terkait.

Jadi, menurut saya profesionalisme adalah suatu aturan ataupun cara yang dilakukan
suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus.

5. Profesi guru sebagai tenaga pendidik


Semua jabatan profesi mempunyai ciri-cirinya tersendiri, termasuk guru.
Menurut National Education Association (NEA) (1948) ciri-ciri seorang guru adalah
sebagai berikut :
 Melibatkan kegiatan intelektual. Kegiatan guru dalam mendidik dan mengajar
melibatkan usaha yang sifatnya didominasi oleh kegiatan intelektual.
 Profesi guru merupakan dasar persiapan dari semua kegiatan profesional lainnya
(ibu segala profesi).
 Menggeluti bidang ilmu yang khusus. Seorang guru menguasai bidang ilmu yang
membangun keahlian mereka secara khusus.
Menurut Mutrofin (2007), profesi guru sangatlah disegani penguasa kolonial
Hindia Belanda bersama dengan profesi dokter, jaksa, serta pengacara. Itulah babak
ketika profesi ini menjadi pekerjaan yang menantang kaum muda di zamannya.

Guru didefenisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama


mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan ngevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak. Profesi guru adalah jabatan fungsional yang
memiliki ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan
kegiatan mendidik, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan.

6. Profesional guru sebagai tenaga pendidik


Para ahli pendidikan pada umumnya memasukkan jabatan guru sebagai
pekerjaan profesional, yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh individu
yang secara khusus mempersiapkan tujuannya untuk itu, dan bukan karena faktor
tidak memperoleh pekerjaan lain.
Dengan kecakapan dan keahlian, guru mempunyai wewenang dalam
melakukan pelayanan keguruannya. Jauh sebelum adanya kebijakan nasional,
jabatan sebagai guru dituntut untuk memiliki 3 kompetensi : (1) kompetensi
personal, (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi profesional.
Kompetensi profesional yaitu kemampuan melaksanakan tugas, dan mengenai
batas-batas kemampuannya, serta kesiapan dan kemampuan menemukan sumber
yang dapat membantu mengatasi keterbatasan pelaksanaan tugas tersebut. Guru
yang profesional juga memahami alasan-alasan serta memperkirakan dampak
jangka panjang tindakan yang diambilnya dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
7. Profesionalisasi guru sebagai tenaga pendidik
Proses pembentukan sosok seseorang menjadi yang profesional secara singkat
dapat disebut sebagai profesionalisasi. Profesionalisasi guru diawali dari niat
seseorang untuk menjadi guru. Seseorang yang mempunyai niat untuk menjadi
guru tidak langsung dapat menjadi guru yang profesional jika tidak mengikuti
proses pendidikan dan latihan dalam waktu yang relatif lama. Mulai dari
pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Setelah proses yang dilakukan
seseorang tidak bisa langsung dikatakan sebagai seorang guru yang profesional dan
tidak juga bisa langsung untuk pengajar disekolah. Setelah surat keputusan yang
menyatakan lulus LPTK diterima menjadi guru merupakan titik awal lagi bagi guru
untuk lebih mengintensifkan usahanya menjadi guru yang profesional. Guru
dituntut kembali untuk terus-menerus belajar, dan belajar menambah,
mengembangkan, memperbaiki, meningkatkan, memperkaya kuantitas dan kualitas
kompetensi yang dimilikinya hingga mencapai kesempurnaannya melaluin
berbagai cara dan teknik.
Profesionalisasi guru yang diawali dengan adanya niat menjadi guru sksn
tumbuh dan menemui wujud yang sebenarnya jika ditindak lanjuti dengan usaha
sadar, berencana, bertanggung jawab, dan komitmen yang tinggi dengan mengikuti
proses pendidikan dan latihan yang telah dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut.
8. Profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik
Profesionalisme guru merupakan pilar utama dalam peningkatan mutu
pendidikan. Menurut Adler (1982) dalam buku Peningkatan Profesionalisme Guru
Sekolah Dasar oleh Ibrahim Bafadal (2003 : 4), guru merupakan unsur manusiawi
yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan, guru merupakan orang yang
sangat dekat hubungannya dengan peserta didik dalam upaya pendidikan sehari-
hari disekolah.
Mengingat betapa pentingnya peran guru dalam pendidikan khususnya dalam
peningkatan mutu pendidikan, maka perlu diketahui bagaimana guru dikatakan
profesional, bagaimana implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar, serta
bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
profesionalisme guru.
Rice dan Bishprick menyebutkan bahwa guru profesional adalah guru yang
mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Profesionalisasi guru oleh kedua pasangan penulis tersebut dipandang sebagai
salah satu proses yang bergerak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari
ketidakmatangan menjadi matang dan dari diarahkan menjadi mengarahkan diri
sendiri.
Untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam dunia pendidikan, guru
harus memiliki 4 kompetisi yaitu kompetisi pedagogis, kognitif, personaliti dan
sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki
pengetahuan bijak dan dapat bersosialisasi dengan baik. Profesi guru merupakan
bidang khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional.
Menurut Supratno (2006 : 10) untuk lebih mendukung tercapainya
peningkatan kemampuan profesionalisme guru, pemerintah dalam hal ini
Depdiknas senantiasa secara periodik memfasilitasi kegiatan melalui :
1. Peningkatan kualitas guru melalui penyelenggaraan penyetaraan disetiap
jenjang pendidikan.
2. Peningkatan kemampuan profesionalisme guru melalui kegiatan
penataran/pelatihan bekerja sama dengan lembaga-lembaga penalaran atau
diklat.
3. Memotifasi pengembangan kelompok kerja guru melalui PKG, PSB,
SPKG, PPPG dan sebagainya.
4. Penyesuaian penataran/pemerataan jumlah guru dalam berbagai jumlah
studi/mata pelajaran guna memenui kebutuhan kurikulum.
5. Mensubsidi bantuan tenaga guru serta melakukan pembinaan mutu guru
pada setiap sekolah khususnya sekolah swasta.
6. Melakukan pembinaan karir guru sesuai jabatan fungsional guru.
7. Secara periodik berusaha meningkatkan guru melalui berbagai cara atau
terobosan.

Upaya-upaya peningkatan profesionalisme guru ini harus dilakukan secara


sistematis, dalam arti direncanakan secara matang, dilaksanakan secara taat asas
dan dievaluasi secara obyektif. Seharusnya yang melakukan upaya peningkatan
profesionalisme guru ini tidak hanya para kepala sekolah ,aupun pemerintah tetapi
yang paling menentukan yaitu guru yang bersangkutan. Walaupun telah diikutkan
pelatihan atau telah disupervisi tanpa disertai kemauan dan kesadaran dari guru
yang bersangkutan, maka semua kegiatan yang dilakukan akan sia-sia.
DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Joni, T. Raka. (1989). Profesi Guru di Indonesia Tawaran dan Tantangan. Jakarta: Analisis
CSIS No. 4.

Saud, Udin Syaefudin. (2009). Pengembangan Profesi Guru. Bandung : Alfabeta.

Wau, Dr. Yasaratodo. (2018). Profesi Kependidikan Edisi Revisi 2018. Medan : Gedung
Lembaga Penelitian Lantai 1.
http://www.pelajaran.co.id/2017/14/pengertian-profesi-profesional-profesionalisme-
profesionalitas-dan-profesionalisasi-menurut-para-ahli.html

http://www.maribelajarbk.web.id/2015/04/pengertian-profesional-profesi.html