Anda di halaman 1dari 4

Tn. A berusia 50 tahun diantar oleh keluarganya ke RSUD Bulan Bintang, Tn.

mengeluh nyeri dada, kesulitan bernafas, mual dan pusing. Pasien tampak pucat dan banyak

berkeringat. Setibanya di rumah sakit pasien segera ditangani oleh petugas kesehatan yang ada.

Pasien tampak sangat gelisah dan meringis.

Istri: suster dokter tolong suami saya

Perawat 1: iya bu, bapaknya kita rebahkan di bed dulu ya (pasien direbahkan dengan posisi

head up 30C)

Perawat 2: permisi ya pak kita akan periksa dulu TTV bapak

(dokter pun segera ke bed pasien)

Perawat 2: ini dok hasil TTV nya: Nadi 110x/m, Tekanan darah 150/90 mmHg, Nafas: 33x/m,

Temp: 37,0 C dan SpO2: 93%

Dokter: oiya baik sus, sus bapaknya kita berikan oksigen dengan nasal kanul 3 liter ya

Perawat 2: baik dok

Dokter: tadi bagaimana ceritanya bu bapaknya sampai terjadi begini?

Keluarga: tadi bapak setelah membersihkan kebun di belakang tiba-tiba bapak mengeluh nyeri

dada, terus merasa kesulitan bernafas, mual dan pusing.

Dokter: sudah berapa lama bapaknya mengeluh nyeri dada bu?

Keluarga: sejam 1 jam yang lalu dok

Dokter: kalau begitu saya akan periksa bapaknya dulu ya bu

Keluarga: silahkan dok

Setelah dokter memeriksa keadaan pasien, didapatkan dari hasil anamnesa dokter pada bunyi

jantung pasien terdapat suara gallop, maka dokterpun memerintahkan perawat untuk

melakukan pemasangan EKG.

Dokter: bu, bapaknya kita akan lakukan perekaman jantung dan pemasangan infus dulu ya?

Keluarga: baik dok silahkan, lakukan yang terbaik untuk ayah saya ya dok
Dokter: baik bu

Dokter: sus tolong pasiennya dilakukan perekaman EKG dulu ya dan setelah itu pasang infus

juga ya

Perawat 1 dan 2: baik dok

Perawatpun melakukan perekaman EKG dan pemasangan infus. Setelah melakukan perekaman

EKG, perawat 1 pun segera memberikan hasil perekaman EKG pada dokter. Dan perawat 2

melanjutkan pekerjaannya untuk melakukan pemasangan infus.

Perawat 1: dok ini hasil perekaman EKG nya dok

Dokter: biar saya liat dulu sus

Dokter: kalau dari hasil pemeriksaan EKG didapatkan ST depresi, jadi kita harus melakukan

pemasangan monitoring EKG sus, biar bisa kita observasi dulu dan takutnya terjadi henti

jantung

Perawat 1: baik dok

Perawat 1 dan 2 pun segera melakukan pemasangan bed side monitor.

Perawat 1: permisi ibu, bapaknya akan kita lakukan pemasangan alat yang ditempelkan pada

bagian dada bapak ya yang tujuannya untuk memonitor keadaan jantung bapak, bagaimana

ibu?

Keluarga: silahkan sus

Perawat 1 pun segera melakukan pemasangan bed side monitor dan perawat 2 menganamnesa

pasien.

Perawat 2: ibu, apakah sebelumnya bapak ada mempunyai riwayat jantung?

Keluarga: iya sus, sebelumnya bapak pernah mengalami sakit jantung dan bapak sampai saat

ini masih mengkonsumsi obat jantung dan darah tinggi.

Perawat 2: boleh saya liat bu obat-obatan yang sering bapak konsumsi?

Keluarga: ini sus obat-obatan bapak


Perawat: iya terimakasih bu, ini kami laporkan dulu kedokter terkait riwayat penyakit bapak

dan konsumsi obat – obatan bapak ke dokter

Keluarag : baik sus

Perawat pun menjelaskan kepada dokter bahwa pasien pernah mengalami serangan jantung 2

tahun yang lalu dan hingga saat ini pasien masih rutin meminum obat sakit jantung dan obat

hipertensi.

Dokter : sus, inikan pasienya harus kita observasi TTV nya tiap 15 menit nanti tiap hasilnya

laporkan ke saya ya, kemudian tolong panggilkan keluarga pasien saya ingin menjelaskan

kepada keluarga, tentang keadaan pasien sekarang sus.

Perawat : baik dok, nanti akan saya buat kan lembar observasi nya, dan nanti keluarganya saya

panggilkan untuk keruangan dokter.

Perawat pun melakukan observasi per 15 menit pada pasien dan memanggil keluarga untuk

keruangan dokter dan dokter pun menjelaskan kepada keluarga bahwa pasien harus diobservasi

dulu di IGD dan akan dipindahkan keruangan ICCU untuk perawatan lebih lanjut.

Keluarga: dok saya keluarga Tn. A

Dokter: oiya bu, silahkan masuk

Dokter: jadi begini bu, bapak mengalami kelainan jantung jadi harus kita observasi dulu di IGD

selama 6 jam dan kita lihat bagaimana perkembangan keadaan bapak, nanti setelah itu bapak

akan kita pindahkan ke ruang ICCU bu untuk perawatan lebih lanjut, jadi bagaimana bu,

apakah ibu setuju?

Keluarga: iya dok, silahkan saja jika itu memang bapak harus dirawat di ruang ICCU, yang

penting bapak bisa sembuh

Dokter: kita akan melakukan yang terbaik untuk bapak, ibu do’a kan saja semoga keadaan

bapak bisa lebih baik dan cepat sembuh.

Keluarga: iya dok, terimakasih banyak ya dok


Dokter: sama-sama bu

Keluarga pun kembali ke bed pasien, dan pasien diobservasi selama 6 jam oleh perawat dan

dipindahkan ke ruang ICCU untuk perawatan lebih lanjut.