Anda di halaman 1dari 23

(FORMAT RESUME HD)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY M DENGAN DIAGNOSA MEDIS CKD DI


RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT ULIN BANJARMASIN

A. IDENTITAS
1. Nama : Ny. M
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Umur : 45 Tahun
4. Agama : Islam
5. Suku/ Bangsa : Banjar/Indonesia
6. Pendidikan : SMP
7. Pekerjaan : IRT
8. Alamat : Banjarmasin
9. Dx. Medis : CKD
10. Tanggal Pengkajian : 26 Februari 2016

B. FASE PRE HD
1. Alasan Kunjungan ke Rumah Sakit
Pada saat pengkajian tanggal 26 februari 2018, suami pasien
mengatakan pasien tampak menggigil, mual muntah , dan sesak
nafas. Pasien dibawa oleh suaminya ke dokter lalu pasien disarankan
oleh dokter untuk dirawat inap di rumah sakit, pasien sempat di rawat
di Rs. X selama 1 hari, kemudian pasien langsung di rujuk ke RSUD
Ulin banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.
2. Keluhan Utama Saat Ini
Suami pasien mengatakan pasien sesak nafas
3. Riwayat Penyakit Sebelumnya
Sebelumnya pasien pernah dirawat di rumah sakit karena keguguran
dan dilakukan kuret, namun pasien tidak pernah sakit seperti ini
sebelumnya, pasien pernah menderita penyakit hipertensi.
4. Riwayat Penyakit Keturunan
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi,
diabetes melitus, dan asma.
5. DATA FOKUS
Analisa Data Pre Hemodialisa (Pukul : 14 :00 WITA)
a. DATA SUBJEKTIF
Kelurga pasien mengatakan pasien memiliki riwayat hipertensi,
sebelum pasien kerumah sakit pasien sering makan gorengan yang
membuat pasien menjadi hipertensi.
b. DATA OBJEKTIF
1) B1 (Breathing)
Dada pasien tampak simetris, terdapat otot bantu nafas , bentuk
dada pasien normal chest, tidak terdapat sputum, terpasang non
rebreathing mask 10 l/m, RR : 28 x/m, spO² : 93%, pada saat di
auskultasi terdengar suara ronki.
2) B2 (Blood)
N: 110 x/m, TD : 110 / 80 mmHg, CRT : > 3 detik, terdapat piting
edem derajat 5 di bagian tangan kiri dan kanan, Hb : 5,5 g/dl
,Eritrosit : 2,27 juta/ul,Hematokrit : 17,9 vol%, Trombosit 80
ribu/ul, RDW-CV : 17,7 %, MCH 24,2 pg, MCHC: 30,7 %, Ureum
: 272 mg/dL, Creatinin: 20,28 mg/dL , Chlorida : 103 mmol/l
3) B3 (Brain)
Tingkat kesadaran samnolen, dengan GCS : E4 V3 M3 , E:
spontan membuka mata (4), V : berkata tidak sesuai (3), M :
salah satu tangan atau keduanya bergerak lurus (ekstensi) di sisi
tubuh saat diberi rangsangan nyeri
4) B4 (Bowel)
Mukosa bibir tampak kering, lidah tampak kotor, tidak ada
kelainan bentuk gigi, pasien tidak mengalami gangguan menelan
dan pasien bisa membuka mulut.
5) B5 (Bledder)
Pasien terpasang kateter, urine 50 cc, warna urine kuning pekat
6) B6 (Bone)
Pasien terpasang infus vascon diekstrimitas atas sinistra ,pasien
nampak meringis saat dilakukan penusukan jarum untuk cuci
darah
P: Penusukan jarum cuci darah
Q: Tajam
R: Ekstremitas atas sinistra dan femur sinistra
S : Skala 5 sedang (1-10)
T : Terus menerus
keadaan umum lemah
Skala otot :
3333 3333

3333 3333

Keterangan:
1: sedikit kontraksi otot
2: dapat menggerakan otot atau bagian lemah
3: dapat menggerakan otot dengan tahanan minimal
4: dapat bergerak dan melawan hambatan ringan
5: dapat bergerak bebas

C. ASSESMENT PRE HD
1. Ketidakefektipan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi
2. Nyeri akut b.d agen injury fisik ( prosedur pelaksanaan HD )
3. Kelebihan volume cairan b.d Gangguan mekanisme regulasi

D. PERENCANAAN PRE HD
Diagnosa Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
Keperawatan
Ketidakefektifan Respiratory status Oxygen Therapy
(ventilation)
pola nafas 1. Pertahankan jalan
Setelah dilakukan tindakan
berhubungan nafas yang paten
keperawatan selama 1 x 15
dengan 2. Atur peralatan
menit ketidakefektifan
hiperventilasi oksigenasi
bersihan jalan nafas dapat
3. Monitor aliran
diatasi dengan kriteria hasil:
oksigen
1. TTV dalam rentang normal
4. Pertahankan posisi
2. Menunjukan jalan nafas
pasien
yang paten (irama,
5. Observasi adanya
frekuensi, dan tidak ada
tanda-tanda
suara nafas tambahan) hipoventilasi
3. Mendemonstrsikan batuk
efektif dan suara nafas
yang bersih
Nyeri akut b.d Pain Level Pain Management
agen injury fisik( Setelah dilakukan tindakan 1. Lakukan pengkajian
prosedur HD ) keperawatan selama 1 x 15 nyeri secara
menit nyeri akut dapat komprehensif
berkurang dengan kriteria termasuk lokasi,
hasil : karakteristik, durasi,
1. Mampu mengontrol nyeri frekuensi, kualitas
2. Melaporkan bahwa nyeri dan faktor presipitasi
berkurang dengan 2. Observasi reaksi non
menggunakan manajemen verbal dari
nyeri ketidaknyaman
3. Mampu mengenali nyeri 3. Ajarkan tentang
(skala, intensitas, teknik non
frekuensi, dan tanda nyeri farmakologi
) 4. Evaluasi kefektifan
4. Menyatakan rasa nyaman kontrol nyeri
setelah nyeri berkurang 5. Tingkatkan istirahat
Kelebihan Electrolit And Acid Base Fluid management
1. Pertahankan intake
volume cairan Balance
dan output yang
b.d Gangguan Setelah dilakukan tindakan
akurat
mekanisme keperawatan selama 1 x 3
2. Pasang urin kateter
regulasi jam kelebihan volume cairan
jika diperlukan
dapat teratasi dengan kriteria
3. Monitor hasil HB
hasil :
yang sesuai dengan
1. Terbebas dari edema,
retensi cairan ( BUN,
efusi, anaskara
Hmt, Osmolalitas
2. Bunyi nafas bersih, tidak
urin)
ada dispnue, ortopnue
4. Monitor status
3. Memelihara tekanan vena
hemodinamik
sentral, tekanan kapiler
termasuk CVP,
paru, output jantung, dan
vital sign dalam batas MAP, PAP, dan
normal PCWP
4. Terbebas dari kelelahan, 5. Monitor vital sign
kecemasan dan 6. Kaji lokasi dan luas
kebingungan edema

E. IMPLEMENTASI PRE HD
No Tanggal No. Dx Impelemntasi Evaluasi Tindakan
1 26 Februari I 1. Mempertahankan jalan S : -
2018 nafas yang paten O:
(memastikan jalan nafas - pasien terpasang
pasien bersih tidak ada NRM 10 l/menit
sumbatan) -Pasien masih
2. Mengatur peralatan nampak sesak
oksigenasi (memasangan - Ttv:
NRM 10 L/Menit ke TD: 120/80 mmHg
pasien) N: 100 x/menit
3. Memonitor aliran oksigen R: 24 x/menit
(aliran oksigen 10 T:36°C
L\Menit) A : Masalah belum
4. Mempertahankan posisi teratasi
pasien (posisi pasien P:intervensi
semi fowler) dilanjutkan
5. Mengobservasi adanya
tanda-tanda hipoventilasi
(pasien masih nampak
sesak)
2 26 Februari 2 1. Melakukan pengkajian S: -
2018 nyeri secara O:
komprehensif termasuk - Pasien masih
lokasi, karakteristik, nampak sedikit
durasi, frekuensi, kualitas meringis
dan faktor presipitasi - pasien nampak
P: Penusukan jarum cuci tidak melakukan
darah banyak gerakan
Q: Tajam yang
R: Extrimits atas sinistra dan menyebabkan
femur sinistra nyeri
S : Skala 5 sedang (1-10) P: Penusukan
T : Terus menerus jarum cuci
2. Mengobservasi reaksi darah
non verbal dari Q: Tajam
ketidaknyaman (pasien R: Extremitas
nampak meringis) atas sinistra
3. Mengajarkan tentang dan femur
teknik non farmakologi sinistra
seperti tarik napas dalam, S: Skala 4
menaruh kapas alkohol ringan (1-10)
diatas jarum hd T: Terus
4. Mengevaluasi kefektifan menerus
kontrol nyeri seperti, A : Masalah belum
apakah setelah teratasi
melakukan tarik nafas I: Intervensi
dalam nyerinya berkurang dilanjutkan
5. Tingkatkan istirahat
seperti tidur,jangan terlalu
banyak melakukan
pergerakan yang
menyebabkan nyeris
3 26 Februari 3 1. Mempertahankan intake S : -
2018 dan output yang akurat O :
(membatasi dan mencatat - terdapat piting
selalu intake dan output edem di tangan
pasien) kanan dan kiri
2. memasang urin kateter dengan derajat 5
jika diperlukan (pasien - Hematokrit : 17,9
sudah terpasang kateter) vol%, Trombosit
3. Memonitor hasil HB yang 80 ribu/ul, RDW-
sesuai dengan retensi CV : 17,7 %,
cairan, BUN, Hmt, MCH 24,2 pg,
Osmolalitas urin MCHC: 30,7 %,
(memantau setiap saat Ureum : 272
hasil lab pasien) mg/dL, Creatinin:
4. Memonitor status 20,28 mg/dL ,
hemodinamik termasuk Chlorida : 103
CVP, MAP, PAP, dan mmol/l
PCWP A: masalah belum
5. Monitor vital sign teratasi
TD: 120/80 mmHg P:intervensi
N: 100 x/menit dilanjutkan
R: 24 x/menit
T:36°C
6. Kaji lokasi dan luas
edema( edem pada
ekstremitas tangan kiri
dan kanan derajat 5)

F. EVALUASI PRE HD
No Tanggal No. Dx Evaluasi Paraf
1 26 1 S:-
februari
2018 O: - pasien terpasang NRM 10
l/menit
- Pasien masih tampak sesak
- Ttv:
TD: 120/80 mmHg
N: 100 x/menit
R: 24 x/menit
T:36°C

A: Masalah belum teratasi

P: intervensi dilanjutkan
I: 1. Mempertahankan jalan nafas
yang paten (memastikan
jalan nafas pasien bersih
tidak ada sumbatan)
2. Mengatur peralatan
oksigenasi (memasangan
NRM 10 L/Menit ke pasien)
3. Memonitor aliran oksigen
(aliran oksigen 10 L\Menit)
4. Mempertahankan posisi
pasien (posisi pasien semi
fowler)
5. Mengobservasi adanya
tanda-tanda hipoventilasi
(pasien masih nampak
sesak)

E: S: -
O: -pasien nampak nyaman
-sesak berkurang
-pasien masih terpasang
NRM 10 L/Menit
A: masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan
2 26 2 S: -
Februari O: - Pasien masih nampak
2018 sedikit meringis
- pasien nampak tidak
melakukan banyak
gerakan
yangmenyebabkan nyeri
P: Penusukan jarum cuci
darah
Q: Tajam
R: Extrimits atas sinistra dan
femur sinistra
S : Skala 4 ringan (1-10)
T : Terus menerus

A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan,teknik
relaksasi, kompres alkohol
diatas jarum hd, tingkatkan
istirahat

I : teknik relaksasi, tingkatkan


istirahat

E: S: -
O: Pasien masih nampak
sedikit meringis, pasien
nampak tidak melakukan
banyak gerakan
yangmenyebabkan nyeri
P: Penusukan jarum cuci
darah
Q: Tajam
R: Extrimits atas sinistra
dan femur sinistra
S : Skala 4 ringan (1-10)
T : Terus menerus
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi
dilanjutkan,teknik
relaksasi, kompres
alkohol diatas jarum hd,
tingkatkan istirahat
3 26 3 S:-
Februari
2018 O : - terdapat piting edem di
tangan kanan dan kiri
dengan derajat 5
- Hematokrit : 17,9 vol%,
Trombosit 80 ribu/ul, RDW-
CV : 17,7 %, MCH 24,2 pg,
MCHC: 30,7 %, Ureum :
272 mg/dL, Creatinin: 20,28
mg/dL , Chlorida : 103
mmol/l

A: masalah belum teratasi

P: intervensi dilanjutkan
I: 1. Mempertahankan intake dan
output yang akurat
(membatasi dan mencatat
selalu intake dan output
pasien)
2. memasang urin kateter jika
diperlukan (pasien sudah
terpasang kateter)
1. Memonitor hasil HB yang
sesuai dengan retensi
cairan, BUN, Hmt,
Osmolalitas urin
(memantau setiap saat
hasil lab pasien)
2. Memonitor status
hemodinamik termasuk
CVP, MAP, PAP, dan
PCWP
3. Monitor vital sign
TD: 120/80 mmHg
N: 100 x/menit
R: 24 x/menit
T:36°C
4. Kaji lokasi dan luas
edema( edem pada
ekstremitas tangan kiri
dan kanan derajat 5)
E: S: -
O: - Masih terdapat piting
edem di tangan kanan
dan kiri dengan derajat 2
- Hematokrit : 17,9 vol%,
Trombosit 80 ribu/ul,
RDW-CV : 17,7 %,
MCH 24,2 pg, MCHC:
30,7 %, Ureum : 250
mg/dL, Creatinin: 20,25
mg/dL , Chlorida : 103
mmol/l
A: masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan

G. FASE INTRA HD
1. Data Subjektif
-
2. Data Objektif
UF Goal : 1412 ( HD di hentikan TD )
UF Rate : 667
TD : 80/50 mmHg
Temp : 36° C
Pulse : 78 x/menit
RR : 23 x/menit
Pasien tampak lemah
Pasien terpasang kateter
Pasien terpasang infus dua jalur
Skala otot
3333 3333

3333 3333

Terdapat piting edem derajat 5


GCS : E4 V3 M3

H. ASSESMENT INTRA HD
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan prosedur dialisis.
2. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload
I. PERENCANAAN INTRA HD
Diagnosa Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
Keperawatan
Intoleransi aktivitas Energy Conservation Activity therapy
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1. Bantu pasien untuk
ketidak seimbangan keperawatan selama 1 x 1 mengidentifikasi
antara suplai dan jam. Pasien bertoleransi aktivitas yang
kebutuhan oksigen terhadap aktivitas mampu dilakukan
dengan Kriteria Hasil : 2. Bantu pasien untuk
1. Berpartisipasi dalam mengembangkan
aktivitas fisik tanpa aktivitas diri
disertai peningkatan 3. Bantu pasien atau
tekanan darah, nadi keluarga untuk
dan RR mengidentifikasi
2. Mampu melakukan kekurangan dalam
aktivitas sehari hari aktivitas
(ADLs) secara mandiri 4. Monitor respon
3. Ttv dalam batas normal fisik, emosi, social,
4. Mampu berpindah : dan spiritual
dengan atau alat bantu 5. Monitor ttv

Penurunan curah Vital Sign Status Vital sign monitoring


jantung berhubungan Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor TD, nadi,
dengan preload keperawatan selama 1 x 1 suhu, dan RR
jam resiko penurunan 2. Monitor jumlah dan
curah jantung dapat irama jantung
teratasi dengan Kriteria 3. Monitor frekuensi
Hasil : dan irama
1. Tanda-tanda vital pernafasan
dalam rentang normal 4. Monitor pola
2. Dapat mentoleransi pernafasan
aktivitas, tidak ada abnormal
kelelahan
3. Tidak ada penurunan Cardiac care
kesadaran 5. Monitor adanya
4. Tidak ada edema perubahan tekanan
perifer dan asites darah

J. IMPLEMENTASI INTRA HD
No Tanggal No. Impelemntasi Evaluasi Tindakan
Dx
1. 26 1 S: -
1. Membantu pasien
Februari O:-pasien terpasang
untuk mengidentifikasi
2018 NRM 10 l/menit
aktivitas yang mampu
-klien tampak
dilakukan,membantu
terbaring lemah di
pasien melakukan
tempat tidur
miring kanan dan kiri
Skala otot:
2. Membantu pasien
3333 3333
untuk mengembangkan
3333 3333
aktivitas diri,
pasienmerasa nyam
TTV
saat melakukan miring
TD: 80/5 mmHg
kanan dan kiri
Temp: 36° C
3. Membantu pasien atau
Pulse: 78 x/menit
keluarga untuk RR: 23 x/menit
mengidentifikasi A:Intoleransi aktivitas
kekurangan dalam belum teratasi
aktivitas, keluarga P:intervensi
mampu membantu dilanjutkan di
pasien melakukan ruang perawatan
teknik yang baik dalam
memenuhi kebutuhan
ADLs
4. Memonitor respon fisik,
emosi, social, dan
spiritual
5. Monitor ttv
TD : 80/5 mmHg
Temp : 36° C
Pulse : 78
x/menit
RR : 23 x/menit
NO Tanggal No Implementasi Evaluasi tindakan
DX
2 26 2 1. Memonitor TD, nadi, S: -
Februari suhu, dan RR O:
2018 TD : 80/50 - TTV
N : 78x/m TD : 80/50
RR : 23x/m N : 78x/m
0
T : 36 C RR : 23x/m
2. Monitor jumlah dan T : 360C
irama jantung - Pasien tampak
N : 78x/m terbaring lemah
3. Monitor frekuensi dan di tempat tidur
irama pernafasan : - Tingkat
Pola pernafasan cepat kesadaran
RR : 78x/m pasien
4. Monitor pola composmentis
pernafasan abnormal : - Terdapat piting
irreguler RR: 23x/m edem +5 pada
5. Terjadi perubahan bagian tangan
tekanan darah saat kiri dan kanan
proses hemodialisa TD A : masalah belum
80/50 teratasi
P : Lanjutkan
intervensi no
1,2,3,4,5

K. EVALUASI INTRA HD
No Tanggal No. Dx Evaluasi Paraf
1 1 S:-
O:-pasien terpasang NRM 10
l/menit
- klien tampak terbaring lemah di
tempat tidur
Skala otot:
3333 3333
3333 3333

TTV
TD: 80/5 mmHg
Temp: 36° C
Pulse: 78 x/menit
RR: 23 x/menit
A:Intoleransi aktivitas belum teratasi
P:intervensi dilanjutkan
1. Bantu pasien untuk
mengidentifikasi aktivitas yang
mampu dilakukan
2. Bantu pasien untuk
mengembangkan aktivitas diri
3. Bantu pasien atau keluarga
untuk mengidentifikasi
kekurangan dalam aktivitas
4. Monitor respon fisik, emosi,
social, dan spiritual
5. Monitor ttv
I:
1. Membantu pasien untuk
mengidentifikasi aktivitas
yang mampu
dilakukan,membantu pasien
melakukan miring kanan dan
kiri
2. Membantu pasien untuk
mengembangkan aktivitas
diri, pasienmerasa nyam
saat melakukan miring
kanan dan kiri
3. Membantu pasien atau
keluarga untuk
mengidentifikasi kekurangan
dalam aktivitas, keluarga
mampu membantu pasien
melakukan teknik yang baik
dalam memenuhi kebutuhan
ADLs
4. Memonitor respon fisik,
emosi, social, dan spiritual
5. Monitor ttv
TD : 80/5 mmHg
Temp : 36° C
Pulse : 78 x/menit
RR : 23 x/menit
E:
S:-
O:-pasien terpasang NRM 10
l/menit
-klien tampak terbaring lemah
di tempat tidur
Skala otot:
3333 3333
3333 3333
TTV
TD: 80/5 mmHg
Temp: 36° C
Pulse: 78 x/menit
RR: 23 x/menit
A:Intoleransi aktivitas belum
teratasi
P:intervensi dilanjutkan di ruang
perawatan
2 Tanggal NoDx Evaluasi Paraf
S: -
O:
- TTV
TD : 80/50
N : 78x/m
RR : 23x/m
T : 360C
- Pasien tampak terbaring lemah
di tempat tidur
- Tingkat kesadaran pasien
composmentis
- Terdapat piting edem +5 pada
bagian tangan kiri dan kanan
A : masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi no 1,2,3,4,5
I :
1. Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
2. Monitor jumlah dan irama
jantung
3. Monitor frekuensi dan irama
pernafasan
4. Monitor pola pernafasan
abnormal
E : S: -
O:
- TTV
TD : 80/50
N : 78x/m
RR : 23x/m
T : 360C
- Pasien tampak terbaring lemah
di tempat tidur
- Tingkat kesadaran pasien
composmentis
- Terdapat piting edem +5 pada
bagian tangan kiri dan kanan
A : masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi no 1,2,3,4,5

L. FASE POST HD
1. Data Subjektif
-
2. Data Objektif
Pasien tanpak terpasang infus dua jalur, terdapat luka post HD
dibrakialis ektremitas atas dan femur sinistra, terpasang kateter.
Ttv:

TD: 120/80 mmHg

N: 100 x/menit

R: 24 x/menit

T: 36° C

Hb : 5,5 g/dl
M. ASSESMENT POST HD
Resiko Infeksi dengan faktor resiko prosedur invasif

PERENCANAAN POST HD
Diagnosa Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
Keperawatan
Resiko infeksi dengan Risk control Infection control
faktor resiko presedur Setelah dilakukan 1. Bersihkan
invasif tindakan lingkungan setelah
keperawatan selama 1 x dipakai pasien lain
2 jam resiko infeksi dapat 2. Pertahankan tehnik
teratasi dengan Kriteria isolasi
Hasil : 3. Batasi pengunjung
1. Pasien bebas dari bila perlu
tanda dan gejala 4. Instruksikan pada
infeksi pengunjung untuk
2. Mendeskripsikan mencuci tangan
proses penularan saat berkunjung dan
penyakit, faktor yang setelah berkunjung
mempengaruhi meninggalksn
penularan, serta pasien
penatalaksanaanya 5. Gunakan sabun anti
3. Menunjukan mikrobia untuk cuci
kemampuan untuk tangan
mencegah timbulnya 6. Cuci tangan setiap
infeksi dan sebelum
4. Jumlah leukosit dalam tindakan
batas normal keperawatan
7. Pertahankan
lingkungan aseptik
selama
pemasangan alat
8. Monitor kerentanan
terhadap infeksi.

N. IMPLEMENTASI POST HD
No Tanggal No. Impelemntasi Evaluasi Tindakan
Dx
1 26-02- I 1. Membersihkan
2018 lingkungan setelah S:-
dipakai pasien lain O:- Pasien tanpak
(Seperti membersihkan terpasang infus dua
bed pasien sebelum jalur, terdapat luka
pasien datang). post HD dibrakialis
2. Mempertahankan ektremitas atas dan
tehnik isolasi femur sinistra,
3. Membatasi terpasang kateter.
pengunjung bila perlu - Pasien tanpak
Meinstruksikan pada terbaring
pengunjung untuk lemah,
mencuci tangan saat aktifitas
berkunjung dan pasien
setelah berkunjung berkurang
meninggalksn pasien - Pasien
4. Mengunakan sabun sedang
anti mikrobia untuk dilakukan
cuci tangan tindakan cuci
5. Mencuci tangan setiap darah
dan sebelum tindakan Ttv:
keperawatan untuk TD:120/80
mencegah terjadinya mmHg
infeksi. N: 100 x/menit
6. Mempertahankan R: 24 x/menit
lingkungan aseptik T: 36° C
selama pemasangan Hb : 5,5 g/dl
alat - Tidak terdapat
7. Memonitor kerentanan tanda-tanda
terhadap infeksi. infeksi.
A:masalah tidak
terjadi
P:intervensi
dihentikan

O. EVALUASI POST HD
No Tanggal No. Evaluasi Paraf
Dx
1 27-02- I S: -
2018
O: - Pasien tanpak terpasang infus
dua jalur, terdapat luka post
HD dibrakialis ektremitas
atas dan femur sinistra,
terpasang kateter.
2. Pasien tanpak terbaring
lemah, aktifitas pasien
berkurang
3. Pasien sedang dilakukan
tindakan cuci darah
Ttv:
TD: 120/80 mmHg
N: 100 x/menit
R: 24 x/menit
T: 36° C
Hb : 5,5 g/dl
4. Tidak terdapat tanda-tanda
infeksi.
A:masalah belum teratasi
P:intervensi dilanjutkan di ruang
perawatan
I: 1.Membersihkan lingkungan
setelah dipakai pasien lain
(Seperti membersihkan bed
pasien sebelum pasien
datang).
2. Mempertahankan tehnik
isolasi
3. Membatasi pengunjung bila
perlu Meinstruksikan pada
pengunjung untuk mencuci
tangan saat berkunjung dan
setelah berkunjung
meninggalksn pasien
4. Mengunakan sabun anti
mikrobia untuk cuci tangan
5. Mencuci tangan setiap dan
sebelum tindakan
keperawatan untuk
mencegah terjadinya
infeksi.
6. Mempertahankan
lingkungan aseptik selama
pemasangan alat
7. Memonitor kerentanan
terhadap infeksi.

E: S :-
O: - Pasien tanpak terpasang
infus dua jalur, terdapat
luka post HD dibrakialis
ektremitas atas dan femur
sinistra, terpasang kateter.
- Pasien tanpak membaik
Ttv:
TD: 120/80 mmHg
N: 100 x/menit
R: 24 x/menit
T: 36° C
Hb : 5,5 g/dl
- Tidak terdapat tanda-tanda
infeksi.

A:masalah tidak terjadi


P:intervensi dihentikan