Anda di halaman 1dari 3

Selasa, 3 April 2018

Tugas Resume

Mata Kuliah : Keperawatan Gawatdarurat Multisistem II

Dosen Pengajar : Muhammad Riduansyah, S.Kep., Ns., M.Kep

Nama Mahasiswa : Beatricia Indra Junita

NIM : 14.IK.380

Ferbile Konvulsif

Febrile konvulsif adalah demam yang disertai kejang pada suhu tubuh

diatas 38°C yang disebabkan oleh ekstrakranium, umumnya ini terjadi pada

anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun.

Etiologi:

1. ISPA

2. Otitis media

3. Pneumonia

4. Gastraintritis

5. Infeksi Saluran Kemih

6. Dehidrasi

7. Hipoksia, dll

Menifestasi Klinis:

1. Demam > 38°C

2. Kejang dalam durasi singkat

3. Sifat bangkitan

a. Tonik (kejang, waktu singkat)

b. Klonik (diam, keluar saliva, mata keatas)

c. Tonik klonik

d. Akinetik (diam tanpa bergerak sedikitpun, mata keatas)


Klasifikasi:

1. Kejang demam sederhana (KDS)

a. Umur anak ketika kejang antara 6-4 tahun

b. Kejang berlangsung hanya bebentar, tidak lebih dari 15 menit

c. Kejang bersifat umum

d. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam.

e. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal

f. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah suhu normal

tidak menunjukan kelainan.

g. Frekuensi kejang bangkitkan dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali

2. Kejang demam kompleks (KDK)

Penatalaksanaan:

a. Pertahankan ABC (Airway, Breathing, Circulation)

b. Kaji kesadaran (AVPU)

Tindkan primer: baringkan pada tempat yang rata, miringkan jika muntah,

bebasakan jalan napas dan berikan oksigenasi.

Pemberian dosis kejang demam

1) Diazepam (IV/rektal) 0,3mg/kg BB

< 10 kg= 5 mg/kg (rektal)

>10 kg = 10 mg

Tunggu 15 menit jika kejang masih terjadi, maka berikan:

2) Fenobarbital : Neonatus= 10 mg IM, 1bulan- 1tahun= 50 mg IM , >1 tahun

= 50 mg IM

3) 4 jam kemudian (rumatan)


Vertigo

Vertigo merupakan gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi

diruangan, sistem vestibular, system visual dan system somato sensorik,

penderita merasa atau melihat lingkungannya.

Etiologi:

1. Otologi

2. BPPV

3. Otitis media

4. Parese N III

5. Gangguan visus, dll

Komplikasi:

1. Cidera fisik

2. Kelemahan otot

Penatalaksanaan medis:

1. Anti kolinergik

2. Simpatomimetika

3. Menghambat aktivitas nukleus vertibular (antihistamin)

Penatalaksanaan keperawatan:

1. Berbaring diam dalam kamar gelap selama 1-2 hari

2. Relaksasi mental disertasi fiksasi visual yang kuat.

3. Mual dan muntah berat (IV)