Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis

dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Pendidikan

Karakter Dalam Bahasa Daerah” dengan lancar.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai

pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen

sebagai pengampu mata kuliah Pendidikan Karakter dan juga kawan-kawan yang

membantu penulis sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan.

Akhir kata, Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada

umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam

pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima

saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.

Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Padangsidimpuan, Februari 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan Masalah.........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Pendidikan Karakter..................................................................................3
2.2 Bahasa Daerah...........................................................................................5
BAB III PENUTUP................................................................................................9
3.1 Kesimpulan................................................................................................9
3.2 Saran..........................................................................................................9
DAFTAR ISI.........................................................................................................11

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang

memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi

sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi

mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa

yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan

nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak

mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang

demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa

pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara

sistematis guna mencapai tujuan tersebut.

Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga

mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan

masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali

Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-

mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh

kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini

mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill

dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa

1
berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard

skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik

sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga

lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini,

agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang,

khususnya bangsa Indonesia sendiri.

1.2 Rumusan Masalah

Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah

ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Adapun beberapa masalah yang

akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain:

1. Apa pengertian dari pendidikan karakter itu?

2. Apa pengertian dari bahasa daerah itu ?

3. Bagaimana peran bahasa daerah sebagai pembentuk karakter siswa SD?

4. Bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan keberadaban bangsa?

5. Bagaimana gambaran dari pendidikan karakter yang sudah berhasil?

1.3 Tujuan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang disusun oleh penulis di atas, maka tujuan

dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter.

2. Untuk mengetahui apa arti dari bahasa daerah..

3. Untuk mengetahui manfaat dari bahasa daerah.

4. Untuk bagaimana pengembangan dari pembentukan karakter dalam bahasa

daerah untuk sekolah SD.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan salah satu program andalan yang selama

beberapa tahun terakhir ini digalakkan oleh pemerintah. Adapun tujuan

diterapkannya pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah ialah untuk

memberikan bekal tanggung jawab dan akhlak yang baik bagi calon pemimpin

bangsa di masa depan.

Di sisi lain, pendidikan karakter anak sekolah juga merupakan wujud

kepedulian pemerintah kepada generasi muda di era globalisasi seperti sekarang

ini. Terlebih dengan banyaknya kasus kriminal yang melibatkan anak-anak usai

remaja. Jadi tak mengherankan bila pemerintah beserta pihak terkait berupaya

keras untuk merealisasikan rencana ini agar dapat berjalan dengan lancar pada

nantinya. Lalu manfaat dari pendidikan karakter itu adalah :

1. Membentuk karakter individu

Tidak terlepas dari tujuan utama pendidikan karakter, hal yang lebih

ditekankan disini ialah membentuk individu-individu yang kuat dengan bekal

berupa ilmu pengetahuan, sikap inovatif, kreatif, dan mampu menghadap segala

tantangan di masa depan. Tentu dengan bidang dan keahlian masing-masing.

Sehingga pembangunan di sektor pembangunan dapat berjalan lancar.

2. Membuat individu lebih menghargai sesama

Seseorang yang dalam dirinya sudah tertanam karakter kuat umumnya

merupakan tipikal orang yang tidak mudah goyah. Ia hidup dengan prinsip dan

arah yang jelas. Termasuk dalam hal toleransi. Meski hidup di tengah lingkungan

yang penuh perbedaan, ini tidak akan menimbulkan masalah yang serius.

3
Kalaupun seseorang kurang menghargai sesamanya, dengan adanya

pendidikan karakter anak sekolah yang intensif, tentu kemungkinan seseorang

untuk menjadi pribadi yang toleran akan terbuka lebar.

3. Menciptakan generasi bangsa yang berintegritas dan lebih baik

Orang yang berprinsip merupakan orang yang teguh. Artinya, mereka akan

memutuskan segala sesuatu dengan pertimbangan yang matang. tentu tanpa

merugikan pihak lain.

Hal ini juga sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena dengan begini akan terbentuk individu tangguh yang punya integritas

tinggi dan siap membela negaranya.Rasa cinta terhadap tanah air pun tak dapat

diragukan lagi.

4. Melatih mental dan moral peserta didik

Keberanian generasi muda juga menentukan kelangsungan hidup sebuah

bangsa. Mengapa? Generasi muda yang berani tidak akan gampang menyerah atau

mundur saat bangsanya dilanda krisis atau konflik pelik yang acapkali membuat

semuanya tidak karuan.Namun dengan landasan rasa yakin, semua itu bisa diatasi.

Pendidikan karakter anak sekolah juga mencegah lunturnya nilai-nilai

luhur budaya yang dikhawatirkan akan luntur akibat efek dari globalisasi.

5. Menemukan jati diri untuk para remaja

Usia remaja merupakan tahap transisi dimana rasa ingin tahu dan berusaha

mencari identitas menjadi hal yang tidak bisa diindahkan. Seringkali mereka lebih

suka bereksperimen dengan mengenal hal-hal baru yang sebenarnya rawan dan

berpotensi mencelakakan mereka.Pendidikan karakter hadir sebagai upaya

preventif untuk menghindari hal yang fatal ini.

4
6. Menyalurkan hal penting yang sesuai dengan karakter yang dimilikinya

Pendidikan karakter anak sekolah menyumbangkan banyak manfaat.

Selain dapat meningkatkan kemampuan mental dan moral individu, program ini

bisa disebut sebagai perantara untuk generasi muda mengoptimalkan bakat yang

dimiliki mereka.

Misalnya mereka yang hobi dengan sepak bola, yang di dalamnya juga

diajarkan sikap sportif terhadap lawan mainnya.

7. Menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan

Seiring dengan pengetahuan dan wawasan yang kompleks mengenai

moral, ini juga akan berimbas terhadap pola pikir individu. Khususnya saat

mereka akan memecahkan masalah atau mencari solusi dari persoalan yang

sedang menimpa mereka.

2.2 Bahasa Daerah

Bahasa daerah yaitu sebuah bahasa yang digunakan pada suatu regional

yang ada apda suatu negara yang memiliki kawasan lebih kecil daripada negara

tersebut. Bahasa daerah berbeda dengan bahasa suatu negara, bahasa daerah hanya

dipergunakan oleh sebagaian warga saja yaitu oleh warga yang menduduki

wilayah tersebut. Bahasa daerah disebut juga sebagai bahasa etnik ataupun bahasa

tradisional.

Fungsi Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia

Bahasa daerah tentunya memiliki hubungan dengan bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa daerah tercantum pada UUD 1945 pasal 36 Bab XV yang

berbunyi “Bahasa daerah merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang

5
hidup; bahasa daerah adalah salah satu unsur kebudayaan nasional yang

dilindungi oleh negara”.

Sedangkan fungsi dari bahasa daerah itu tercantum pada kesimpulan

seminar politik bahasa nasional tahun 1975 di Jakarta. Adapun kesimpulan

tersebut yaitu kedudukan dari bahasa daerah mempunyai fungsi sebagai sebagai

lambang kebanggaan daerah, sebagai lambang identitas daerah, dan juga alat

komunikasi dalam masyarakat daerah.

1. Bahasa Daerah Sebagai Pembentuk Karakter Siswa SD

Munculnya kurikulum 2013 menimbulkan berbagai tanggapan dari

masyarakat terutama pada pada masyarakat dalam dunia pendidikan. Tangapan

masyarakat tentang kurikulum 2013 sangatlah beragam, salah satu diantaranya

pada eksistensi bahasa daerah. Di Indonesia ada ribuan bahasa daerah yang

mempunyai ciri khas masing-masing. Untuk itu pendidikan bahasa daerah di

dalam keluarga haruslah lebih intensif karena bahasa daerah adalah bahasa ibu.

Di Yogyakarta sempat muncul demonstrasi dari mahasiswa salah satu

perguruan tinggi negri di Yogyakarta yang tergabung dalam forum peduli bahasa

daerah menuntut agar bahasa jawa menjadi mata pelajaran tersendiri sehingga

tidak terjadi kekurangan jam pelajaran dan jangan sampai mata pelajaran bahasa

daerah hilang dari kurikulum. Demo ini secara resmi ditanggapi oleh perwakilan

dari DPRD DIY yang akan mendukung pelestarian bahasa jawa dengan

memasukan bahasa jawa dalam perda istimewa.

Berdasarkan fakta yang muncul bahwa belakangan ini generasi muda

sudah mulai meninggalkan bahasa daerah. Generasi muda sudah tidak

menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi soaial di daerah. Kenyataan

6
seperti ini seperti ungkapan anak anak yang lahir tanpa mengetahui siapa yang

melahirkan. Memudarnya penggunaan bahasa daerah juga dapat dilihat dari orang

tua yang memberikan pedidikan sejak bayi dengan menggunakan bahasa

Indonesia terutama pada ibu-ibu muda. Sebenarnya pendidikan bahasa daerah

dilakukan pada saat anak mulai dapat berkomunikasi sehingga mereka dapat

mengetahui bahasa ibunya. Pendidikan bahasa daerah dapat dilakukan

dengan memperkenalkan lagu-lagu bahasa daerah, tata krama kedaerahan dan

nilai-nilai moral yang terdapat dalam bahasa deerah. Komunikasi yang dilakukan

pada keluarga ini biasanya dilakukan pada anak usia 0 sampai 5 tahun sebelum

anak masuk dalam dunia sekolah.

Setelah anak bertumbuh dan berkembang sampai mencapai usia sekolah

dasar anak akan dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan lingkungan

sekitarnya. Sekolah adalah salah satu tempat sosialisasi yang penting bagi

generasi muda. Sekolah sebagai lembaga formal mempunyai peraturan-perturan

sendiri yang mengharuskan murid untuk mematuhinya, seperti seragam, jam-jam

pelajaran, tata karma terhadap guru dan sebagainy. Penggunaan bahasa Indonesia

sebagai pengantar dalam dunia pendidikan sebenarnya tidaklah mengganggu

terhadap eksistensi bahasa daerah karena dalam berinteraksi disekolah diluar

pembelajaran juga akan menggunakan bahasa daerah. Tugas guru sebagai

pengganti orang tua selama di sekolah untuk memberikan pengarahan dan

pendampingan bagaimana penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah yaitu

komunikasi dengan guru, dan dengan teman sebaya. Semua itu harus diperhatikan

karena nantinya akan menjadi suatu bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

7
Bahasa mempunyai nilai-nilai moral yang tinggi. Seperi halnya bahasa

jawa mempunyai tingkatan dalam berbahasanya, seperti bahasa ngoko, bahasa

krama, dan bahsa krama inggil. Tatanan dalam berbahasa itu akan membantu

masyarakat untuk mengembangkan nilai-nilai moral yang budi luhur pada

masyarakat jawa. Dengan demikian penggunaan bahasa jawa dapat digunakan

untuk menumbuhkan karakter bagi orang yang memakainya. Karakter yang yang

kuat akan sangat membantu bangsa kita untuk menunjukan jatidirinya sebagai

bangsa yang majemuk dan beragam.

Tri pusat pendidikan harus selalu dilaksanakan karena akan memberikan

suatu manfaat pada diri anak dengan saling kerjasama antara keluarga, sekolah,

dan masyarakat dalam upaya pembentukan karakter anak. Karakter adalah cara

berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup

bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

(Suyanto.2012.Urgensi Pendidikan Karakter). Bahasa daerah yang didalamnya

mengandung makna tersirat yang dapat membentuk karakter anak yang berlaku di

masyarakat yaitu nilai kesopanan, tingkah laku, dan tutur bahasanya. Inilah tugas

orang tua, guru, dan masyarakat yang harus dipenuhi dengan mendidik anak

menggunakan bahasa daerah maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat

terserap siswa dengan baik dapat disimpulkan bahwa bahasa daerah tidak hanya

sebagai sarana komunikasi tetapi sebagai sarana pendidikan karakter. (Teguh

Martanto, Mahasiswa PGSD UST, Yogyakarta).

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa kategori

yaitu: Bangsa Indonesia telah berusaha untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu

pendidikan karakter melalui sekolah-sekolah, Guru adalah orang tua para siswa.

Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua (guru) mendoakan keburukan bagi

anak-didiknya. Mendoakan keburukan kepada anak merupakan hal yang

berbahaya. Dapat mengakibatkan kehancuran anak dan masa depannya.

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan

dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan

karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang.

Bila pendidikan karakter telah mencapai keberhasilan, tidak diragukan lagi kalau

masa depan bangsa Indonesia ini akan mengalami perubahan menuju kejayaan.

Dan bila pendidikan karakter ini mengalami kegagalan sudah pasti dampaknya

akan sangat besar bagi bangsa ini, negara kita akan semakin ketinggalan dari

negara-negara lain.

3.2 Saran

Pemerintah harus selalu memantau atau mengawasi dunia pendidikan,

karena dari dari dunia pendidikan Negara bisa maju dan karena dunia pendidikan

juga Negara bisa hancur, bila pendidikan sudah disalah gunakan.

Selain mengajar, seorang guru atau orang tua juga harus mendo’akan anak atau

muridnya supaya menjadi lebih baik, bukan mendo’akan keburukan bagi anak

didiknya.

9
Guru harus memberikan rasa aman dan keselamatan kepada setiap peserta didik di

dalam menjalani masa-masa belajarnya, karena jika tidak semua pembelajaran

yang di jalani anak didik akan sia-sia. Semoga karya tulis dapat bermanfaat bagi

kita semua, khususnya bagi pembaca. Amiiin..

10
DAFTAR ISI

Depdiknas. 2003. Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan

Nasional, www.depdiknas.go.id

Sudrajat, Akhmad. 2010. Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar. Diakses

dari:http://akhmadsudrajat.wordpress.com diakses 22 Februari 2018

Sudrajat, Akhmad. 2010. Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang

Bermartabat. Diakses dari:http://akhmadsudrajat.wordpress.com diakses 22

Februari 2018

http://id.wikipedia.org/wiki/Adat: diakses 22 Februari 2018

http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/pendidikan/umum1.htm:diakses

22 Februari 2018

11