Anda di halaman 1dari 14

Kebutuhan Benih Pertiwi per Hektar

Cara Menghitung Kebutuhan Bibit


Jika anda memiliki lahan seluas 1 ha anda butuh menghitung berapa
kebutuhan bibit tanaman. Kita ambil rumus sederhananya saja, pertama
pastikan berapa luas lahan yang anda punya kemudian di bagi dengan jarak
tanam.

Kami tahu dan memahami anda untuk bertani, dan ini merupakan cara cerdas
anda dengan menghitung kebutuhan bibit yang akan anda budidayakan.

Kami ambil contoh sederhannya karena perhitungan ini berlaku untuk semua
tanaman. Dalam luas tanah 1 ha kita akan menanam pohon mangga dengan
jarak tanam misalkan 7 x 3 meter.

Maka perhitungannya

1 ha di ubah hitungannya menjadi = 1000 m2


Jarak Tanam 7 m x 3 m = 21 m2
Maka 1000 m2 / 21 m2 = 476

Kebutuhan bibit Mangga = 476 Bibit


Perhitungan ini berlaku untuk semua jenis tanaman anda cukup mengubah
angka dan mulailah menghitung.
Menghitung Kebutuhan Dan Pemesanan Kecambah Kelapa Sawit
Setelah menentukan SPH (Stand Per Hektar), misalnya sebanyak 143 pohon. Maka untuk
memperoleh sebanyak 143 bibit siap salur per hektar, yaitu setelah melalui proses seleksi ( culling)
di pre nursery dan main nursery serta untuk cadangan, maka perhitungannya adalah :
 Seleksi Kecambah : 2,5 %
 Seleksi di Pembibitan Awal : 10 %
 Seleksi di Pembibitan Utama : 15 %
 Cadangan untuk Penyisipan : 5 %
Kebutuhan kecambah :
Kebutuhan bibit/kecambah sebanyak 140% dari jumlah yang akan ditanam.
Perhitungannya adalah
Kebutuhan kecambah = 100/97,5 x 100/90 x 100/85 x 100/95 = 1,40 x jumlah pohon/ha
Kerapatan 130 ph/ha (9,4 m) diperlukan kecambah 180/ha Kerapatan 143 ph/ha (9,0 m) diperlukan
kecambah 200/ha

Kebutuhan penyediaan kecambah sebanyak 140% dari jumlah kerapatan yang akan ditanam per
hektar, artinya : Jumlah kecambah yang perlu ditanam di prenursery adalah sebanyak 200 kecambah.
Sedangkan di main nursery sebanyak 170 bibit yang terpilih

Sistem tanam segitiga sama sisi


 Kecambah dibeli 12 bulan sebelum rencana penanaman. Bila rencana penanaman dalam
jumlah banyak, pemesanan sebaiknya bertahap sesuai dengan fasilitas dan tenaga yang ada.
 Untuk tempat yang agak jauh dari sumber benih, pengangkutan agar diusahakan dengan
cargo (angkutan) udara
 Benih yang sudah diterima agar ditempatkan di tempat yang teduh kemudian segera ditanam
karena paling lama hanya dapat bertahan 3-5 hari dari tempat penghasil benih
Kebutuhan benih dan luas pembibitan :
Keterangan :
 Perhitungan tersebut menggunakan standar seleksi di pembibitan awal 10% dan pembibitan
utama 15%
 Untuk areal seluas 1 ha dapat digunakan untuk pembibitan awal sebanyak 500.000 polibag
dan pembibitan utama ± 14.000 polibag
Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)
Standard kebutuhan per ha pembibitan tenaga kerja : 5–6 hk per hari

Penerimaan Kecambah
Semua kecambah yang berasal dari sumber benih umumnya telah dipersiapkan dengan matang untuk
mempertahankan mutu fisiologisnya dan kemampuannya untuk pulih serta tumbuh dengan baik
ketika dikecambahkan dilapangan.

Saat Penerimaan Kecambah.


Periksa kemasan dan kondisi kecambah dengan seksama

 Periksa kondisi segel pada boks


 Bila memungkinkan gunakan termometer untuk mengetahui suhu kecambah dan dicat
 Pada prinsipnya setiap kecambah yang diterima harus sesegera mungkin ditanam di
prenursery.
 Semua Kecambah harus diperiksa kondisinya pada saat di terima dari sumber benih.
Pertumbuhan kecambah dapat dilihat pada gambar dibawah. Bentuk fisik kecambah pada
umumnya sebagai berikut

Late Germination , belum Ideal untuk ditanam


Early Germination, Ideal untuk ditanam

Early Germination, tidak baik untuk ditanam

Overgrown Seed, Tidak baik untuk ditanam

 Kerusakan benih – Secara fisik kerusakan benih bisa terjadi karena pecah atau akar patah
 Brown germ – Kecambah dapat terinfeksi oleh brown germ seperti ditunjukkan pada gambar
2.3. dibawah ini. Kecambah yang terinfeksi brown germ umumnya berakar kerdil dengan
warna coklat diantara plumule dan radicle.
Radicle terinfeksi

Plumula dan Radicle terinfeksi

Radicle terinfeksi, Tumbuh akar kedua

Penyimpanan Kecambah
Apabila tidak memungkinkan untuk segera ditanam di prenursery, maka lakukan langkah langkah
sebagai berikut :
 Pengangkutan dan Penyimpanan: Biarkan semua kecambah tetap berada dalam kemasan
dari sumber benih dengan maksud agar menghindarkan variasi suhu, akibat penyinaran
matahari atau sirkulasi udara ruang penyimpanan yang buruk atau ruangan yang terlalu
dingin oleh penggunaan AC.
 Perlindungan dan Pengamanan : Bila tersedia ruang gelap untuk penyimpanan, maka
sebaiknya boks dibuka dan semua kantong kecambah dikeluarkan (tanpa dibuka) lalu
diletakan pada rak rak yang khusus dibuat. Temperatur ruang diatur sesuai dengan suhu
lingkungan (ambient temperature). Selama 2 – 3 hari dalam penyimpanan, aerasi (kantong
dibuka) dan penyemprotan halus dengan air (hand sprayer) perlu dilakukan. Hati hati
menutup kembali kantong tadi.
 Lama Penyimpanan : Waktu penyimpanan tidak boleh lebih dari satu minggu.
 Apabila pertumbuhan kecambah tidak memuaskan (artinya plumule dan radicle belum
mencapai 8 – 15 mm), maka kecambah sebaiknya disimpan kembali beberapa hari dalam
kontong aslinya dan bila perlu dibiarkan hingga 2 minggu pada tempat teduh dengan ambient
temperature. Setiap kantong harus selalu dijaga kelembabannya namun jangan sampai basah
hingga terlalu lembab.
 Lakukan seleksi kecambah dengan seksama dan hanya dengan ijin pimpinan kebun
kecambah yang sudah tidak terpakai segera dimusnahkan.
Demi menjaga keseragaman, maka setiap label pada kantong kecambah harus diperhatikan dan
dikelompokan pada penanaman di prenursery.

Pembibitan Utama (Main Nursery)


Bibit dipindahkan ke dalam polibag besar, dipelihara selama 9 – - 12 bulan sampai siap untuk dapat
ditanam.

Main Nursery
 Persiapan fasilitas Penyiraman harus sudah selesai 1 bulan sebelum pemindahan bibit dari
pre nursery ke main nursery.
 Pengisian tanah di polybags harus sudah selesai untuk menerima pemindahan bibit dari pre
nursery sesuai jumlah bibit yang akan dipindahkan dan terus berlanjut sampai siap untuk
menampung semua kecambah.
 Ukuran Polybag 50 cm x 40 cm x 0,2 cm, 500 lubang , jenis black UV stabilized)
 Pompa dan mesin berkapasitas 30 kva untuk melayani 10 ha bibit di main nursery
 Jumlah pipa dan perlengkapannya harus di hitung sesuai design di lapangan.

1. Persiapan Areal
 Areal Pembibitan dekat dengan sumber air atau sungai
 Areal datar dengan penggunaan areal 1 ha untuk 14.000 bibit
 Dibuat parit drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan pipa penyiraman
 Ukuran parit lebar dasar 30 cm, lebar atas 70 cm, dalam 40 cm
 Bila penyiraman dengan sprinkler hendaknya dibuat dulu desainnya dan penempatan pipa-
pipanya
 Bila diperlukan buat pagar keliling 150 m dengan kawat. Jarak antara tiang 3 m, tinggi pagar
1,5 m
 Jumlah tenaga kerja untuk membuat pagar 100 m/HK
 Transplanting ke main nursery dilakukan pada bibit berumur 3-4 bulan atau memiliki 4-5 helai
daun
2. Memancang
 Umur bibit 8-10 bulan : jarak pancang 70 x 70 x 70 cm (23.000 bibit/ha)
 Umur bibit ≥ 10 bulan : jarak pancang 90 x 90 x 90 cm (14.000 bibit/ha)
 Kebutuhan tenaga kerja memancang 1.000 pancang/HK
3. Mengumpulkan Tanah
 Metode sama dengan pembibitan Pre-Nursery
 Tanah di polybag besar harus dilubangi dan selanjutnya dimasukkan 100 g pupuk RP ke
lubang polybag besar sebelum bibit ditanam
4. Ukuran Polybag
 Ukuran polybag besar adalah 0,15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat
 Setelah diisi tanah diameter ± 23 cm dan tinggi ± 39 cm ; warna hitam
 Lubang empat baris perforasi berjarak 5 cm x 5 cm
 Tebal polibag harus merata tidak ada tebal tipis
5. Mengisi Polybag
 Polybag harus sudah siap diisi tanah minimal 4 minggu sebelum transplanting dari PN untuk
mendapatkan tingkat kepadatan tanah yang stabil.
 Polybag harus dibalik sebelum diisi tanah agar polybag dapat berdiri tegak dan silindris
 Persiapan media tanam dan isikan ke dalam polybag. Hindarkan pemadatan tanah dalam
polybag dengan cara menekan kuat ke arah bawah
 Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak
ada bagian yang mengkerut atau terlipat sehingga ketinggian tanah dapat mencapai 2,5 cm
dari bibir polybag.
 Jumlah polybag 1 kg = 18 lembar; 1 plb ± 20 kg
 Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 100 unit/HK
6. Menyusun Polybag
 Polybag disusun di areal bibitan yang sudah dipancang
 Menyeragamkan cara peletakan (contoh di selatan pancang). Pancang tidak boleh dicabut
 Setiap 5 baris dikosongkan 1 baris untuk jalan pemeliharaan bibit
 Kedua tangan pekerja harus berada pada dasar polybag dan tidak dibenarkan 1 tangan
menyengkeram bibit polybag bagian atas
 Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 100 – 150 unit/HK
7. Menanam/Transplanting di Polybag Besar
 Tanah di polybag dilubangi sebesar ukuran polybag kecil dengan alat berupa bor tanah atau
yang dibuat dari pipa 4 inch
 Jumlah tenaga kerja untuk melubangi 250 unit/HK
 Bibit yang telah memenuhi syarat (umur 3 bulan, daun 3-4, bentuk sempurna) diangkut
dengan kotak papan, diecer ke tempat polybag
 Jumlah tenaga kerja untuk mengecer 700 bibit/HK
 Penanaman dilakukan : bibit di polybag kecil dipegang miring, dasarnya disayat keliling
kemudian dilepas. Dimasukkan ke dalam lubang polybag besar. Sambil menahan bibit
polybagnya ditarik/dilepas. Tanah diratakan dan dipadatkan
 Jumlah tenaga kerja untuk menanam 100 bibit/HK
8. Penyiraman Bibit
 Bibit disiram 2 kali/sehari : pagi; jam 7.00 – selesai selambat lambatnya jam 11.00, sore jam
15.00 – selesai
 Jumlah tenaga kerja 2.500 bibit/HK
 Apabila malam sebelumnya turun hujan dan tanah di polibag masih basah maka penyiraman
hanya dilaksanakan sore hari. Bila hujan pagi hari cukup lebat (> 10 mm) maka sampai sore
bibit tidak perlu disiram.
 Kebutuhan air bibit : 1-3 bl = 1.0 ltr; 3-6 bl = 1.5 ltr; > 6 bl = 2 ltr

9. Pengendalian Gulma
 Dilakukan 2 minggu sekali
 Penyiangan dilakukan dalam polibag dan di luar polibag
 Dalam polibag penyiangan dilakukan secara manual
 Di antara polibag rumput-rumput disemprot dengan 2 kg karmex + 2,2 ltr gramoxone/450 ltr
air/ha bibitan
 Tenaga kerja diperlukan untuk penyiangan 0,7 ha/HK atau 8.000 bibit/HK
10. Pemberian Mulsa
 Pada daerah yang terlalu kering/panas, bibit dalam polybag harus diberi mulsa
 Mulsa diberikan secara merata di atas permukaan tanah dalam polybag segera setelah bibit
ditanam
 Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang, jerami ataupun lalang kering
 Jumlah cangkang sawit yang diperlukan 0,5 kg/polibag
 Jumlah tenaga kerja diperlukan adalah 2.500 bibit/HK
11. Konsolidasi Bibit
 Konsolidasi bibit dilakukan 1x/bulan
 Menegakkan polibag-polibag yang miring
 Mengganti/membalut polibag yang pecah
 Menambah tanah di polybag (hanya sampai umur 6 bulan)
 Jumlah tenaga kerja diperlukan 2.000 bibit/HK
12. Pemeliharaan Parit drainase
 Mengalirkan air yang tergenang 1 kali/minggu
 Mendalamkan parit pada ukuran semula
 Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6-8 ha/HK
13. Pemupukan
 Dimulai pada minggu ke 2 setelah bibit di transplanting
 Jenis pupuk : pupuk majemuk NPK 15.15.6.4 dan NPK 12.12.17.2 serta pupuk Kieserite atau
Dolomit
 Jumlah tenaga kerja yang diperlukan 3.000 bibit/HK atau 5 HK/ha bibit
Cara pemupukan
 Buat takaran pupuk sesuai dengan dosis
 Pupuk ditaburkan merata pada permukaan tanah di polybag melingkar/keliling sejauh 10 cm
dari bibit
 Pupuk tidak boleh menyentuh bibit
 Pelaksanaan setelah penyiraman pertama
Keterangan :
R I = NPK 15.15.6.4
R II = NPK 12.12.17.2
K = Kieserite
D = Dolomit
Sumber data : Lembaga Pendidikan Perkebunan : Kelapa sawit (2004)
14. Seleksi Bibit
 Seleksi dilaksanakan dengan tahapan umur bibit 6, 9, 12 bulan dan pada persiapan
pengiriman bibit ke lapangan
 Tata cara pelaksanaan seleksi bibit :
 Berikan tanda dengan cat warna putih di polybag setiap bibit afkir/abnormal
 Catat dan dibuat berita acara semua bibit afkir
 Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan dimusnahkan, jumlah bibit afkir selama di main
nursery antara 10-15 %
 Jumlah tenaga kerja dibutuhkan 3.000 bbt/HK
15. Ciri bibit abnormal di Main Nursery
 Kerdil (runt/stunted) Bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil dibandingkan
dengan bibit sehat seumurnya
 Bibit erect Faktor genetis, daun tumbuh dengan sudut yang sangat sempit/tajam terhadap
sumbu vertikal sehingga seperti tumbuh tegak.
 Bibit yang layu dan lemah (limp) Penampilan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung
lebih pendek dari yang seharusnya
 Bibit flat top, Faktor genetik, daun yang baru tumbuh dengan ukuran yang makin pendek
dari daun tua, sehigga tajuk bibit terlihat rata

 Short internode, Jarak antara anak daun pada tulang pelepah (rakhis) terlihat dekat dan
bentuk pelepah tampak pendek

 Wide internode, Jarak antara anak daun pada rakhis terlihat sangat lebar. Bibit terlihat
sangat terbuka dan lebih tinggi dari normal
 Anak daun yang sempit (narrow leaf) Bentuk helai daun tampak sempit dan tergulung
sepanjang alur utamanya (lidi) sehingga bentuknya seperti jarum
 Anak daun tidak pecah (juvenile) Helai anak daun tetap bersatu seluruhnya atau tidak
pecah

 Daun berkerut (crinkle leaf) Daun terlihat berkerut. Gejala berat akibat factor genetic,
gejala ringan disebabkan karena kekurangan air

 Chimaera Sebagian atau seluruh daun secara seragam berubah menjadi pucat atau bergaris
kuning terang yang sangat kontras dengan warna gelap dari jaringan yang normal
 Crown Diseases Faktor genetik, pelepah bengkok dan mudah patah
 Blast Bibit berubah secara progresif ke arah coklat dan perlahan dimulai dari daun yang tua
bergerak ke daun yang lebih muda

 Terserang hama dan penyakit Terserang busuk pucuk dan hama/penyakit yang harus
dipisahkan
16. Persiapan Pemindahan Bibit ke Lapangan
 Pemutaran bibit (rotating) Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum dikirim ke
lapangan. Setelah bibit diputar harus disiram air dengan cukup setiap hari sampai waktu
pengiriman ke lapangan
 Perlakuan Bibit untuk Persiapan Pengangkutan Menjelang persiapan tanam bibit dikumpulkan
rapat, setiap kelompok terdiri 100-200 bibit. Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram
sebelum berangkat ke lapangan