Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

A. Peraturan & Standard

Peraturan yang digunakan dalam analisa struktur pada bangunan ini mengikuti peraturan yang be
Adapun peraturan dan standard yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, SNI 03-2847-2002.
2. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2002.
3. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung, SKBI-1.3.53.1987.
4. American Concrete Institute, Building Code Requirements for Reinforcement Concrete, 5th editi
dan peraturan-peraturan lain yang relevan.

B. Program Komputer
Program komputer yang digunakan untuk perhitungan dan analisa struktur menggunakan SAP 20
Analisis Penampang Kolom.

C. Bahan Struktur
1 Beton
Mutu beton : K - 350 (untuk elemen struktural)
Kuat beton yang disyaratkan : f'c = 20 Mpa
Modulus elastisitas beton : Ec = 21019.04 Mpa

2 Baja
Tulangan BJTP (polos) fy = 240 Mpa
Tulangan BJTD (ulir) fy = 400 Mpa
Baja Profile SM570 fy = 450 Mpa

D. Asumsi yang digunakan

1. Pemodelan struktur 3D (space frame) dengan program komputer.


2. Efek P-delta diabaikan.

F. Pembebanan
Beban yang diperhitungkan adalah sebagai berikut :
1 Beban Mati (DL), yaitu berat sendiri struktur, penutup atap alumunium.
Berat sendiri komponen struktur dihitung secara otomatis dalam SAP 2000.
Beban plafond + penggantung : 1.00 KN/m2
Beban ME : 0.25 KN/m2
Berat penutup atap alumunium : 1.00 KN/m2
1
2 Beban Hidup (LL)
Beban pekerja : 1.00 KN

3 Beban Hidup Atap (Lr) 0.20 KN/m2

4 Beban Angin (W)

5 Beban Gempa (E )

G. Perhitungan pembebanan elemen struktur (Input SAP 2000)


1 Beban Mati :
Berat sendiri struktur = (automatic calculated)
Berat penutup atap Zincalum = 0.06 KN/m2

2 Beban hidup (LL)


Berat pekerja (beban terpusat) = 1.00 KN

3 Beban hidup atap(Lr) = 0.20 KN/m2

3 Beban Angin :
Berdasarkan PPPURG 87, koefisien angin untuk gedung adalah sebagai berikut :

Tekanan angin untuk wilayah diluar daerah pantai : qw = 0.25 KN/m 2


Untuk sudut atap α1 = 30 °
koef. angin tekan = 0.02 α - 0.4 = 0.2
koef. angin hisap = 0.4

Angin Tekan (QT) = koef tekan * qw = 0.05 KN/m2


b. angin vertikal = QT * cos α1 = 0.043 KN/m 2
koef. angin hisap b. angin horisontal = QT * sin α1 = 0.025 KN/m 2

Angin hisap (QH) = koef hisap * qw = 0.1 KN/m2


b. angin vertikal = QH * cos α1 = 0.09 KN/m 2
b. angin horisontal = QH * sin α1 = 0.05 KN/m 2

4 Beban Gempa :
Respon spektrum dari analisa dinamik dan analisa statik equivalen sepenuhnya mengikuti
2
Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, SNI 0.-1726-2002 dengan ketentuan lokasi b

Perhitungan gaya geser gempa.


Untuk struktur gedung / gerbang :
Waktu getar alami : T1 = 0.06 H3/4
Tinggi Gerbang H = 9.90 m →
Dari grafik diperoleh nilai C C = 0.55
Faktor keutamaan struktur : I = 1
Faktor respon gempa : R = 8.5
Gaya geser dasar horisontal akibat gempa V = C * I * Wt / R =
Beban gempa statik equivalen : Fi = Wi * hi * V
∑ Wi * hi

Vx = Vy = 0.088 * Wt = 56.15 KN
Jumlah kolom struktur arah x nx = 3
Jumlah kolom struktur arah y ny = 4

Tinggi (h) Berat (W i ) V Fi


Elev.1 Wi * h
m KN KN KN
1 9.90 867.75 56.15 8590.73 56.15

Total Wt = 867.75 ∑W i * h i = 8590.73 56.15

3
H. Kombinasi Pembebanan
Semua komponen struktur dirancang memiliki kekuatan minimal sebesar kekuatan yang dihitung b
sebagai berikut :
1 Kombinasi 1 : 1.4DL 11 Kombinasi 11
2 Kombinasi 2 : 1.2DL + 1.6LL + 0.5Lr 12 Kombinasi 12
3 Kombinasi 3 : 1.2DL + 1.0LL + 1.0Ex + 0.3Ey 13 Kombinasi 13
4 Kombinasi 4 : 1.2DL + 1.0LL + 1.0Ex - 0.3Ey 14 Kombinasi 14
5 Kombinasi 5 : 1.2DL + 1.0LL - 1.0Ex - 0.3Ey
6 Kombinasi 6 : 1.2DL + 1.0LL - 1.0Ex + 0.3Ey
7 Kombinasi 7 : 1.2DL + 1.0LL + 1.0Ey + 0.3Ex
8 Kombinasi 8 : 1.2DL + 1.0LL + 1.0Ey - 0.3Ex
9 Kombinasi 9 : 1.2DL + 1.0LL - 1.0Ey - 0.3Ex
10 Kombinasi 10 : 1.2DL + 1.0LL - 1.0Ey + 0.3Ex

DL = Beban Mati Lr = Beban Hidup Atap


LL = Beban Hidup W = Beban Angin
E = Beban Gempa

I. Dimensi Elemen Struktur


1 Balok 3 Pelat
Type B1 150 x 300 mm Pelat lantai t =
Type B2 150 X 250 mm Pelat atap t =

2 Ring Balk 4 Kolom


Type RB1 300 X 600 mm Type RB1 300 X 600
Type RB2 150 X 300 mm Type RB2 150 X 300
Type RB3 150 X 150 mm Type RB3 150 X 150
Type RB4 200 X 400 mm Type RB4 200 X 400

Model 3d Frame

4
TUR

an yang berlaku di Indonesia.

2002.

te, 5th edition, ACI 319-89.

an SAP 2000 V.14, MS.Excel dan

uktural)

5
55 0.055
6 12000
6000
60

a mengikuti Tata Cara Perencanaan


6
uan lokasi bangunan adalah zone 3.

T1 = 0.3349 detik

0.065 Wt

Fi Fi x Fi y
KN Input SAP Input SAP
56.15 14.0 18.7

56.15

7
546
g dihitung berdasarkan pilihan beban kombinasi

ombinasi 11 : 0.9DL + 1.0W (left)


ombinasi 12 : 0.9DL - 1.0W (left)
ombinasi 13 : 0.9DL + 1.0 W (right)
ombinasi 14 : 0.9DL - 1.0 W (right)

120
120

00 X 600
50 X 300
50 X 150
00 X 400

8
9
125 #REF!
367.5 #REF!

X V
IX
IV

III
XI VI
XII
VIII II
VII

10
11
12
13

Anda mungkin juga menyukai