Anda di halaman 1dari 9

DAFTAR ISI

Sampul........................................................................................................... i
Kata Pengantar ............................................................................................ ii
Daftar Isi ...................................................................................................... iii
Lembar Pengesahan ..................................................................................... vii

BAB I

A. Latar Belakang ........................................................................................ 1


B. Tujuan Umum dan Khusus ..................................................................... 1
C. Sasaran .................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ........................................................................................ 2
E. Batasan Operasional ................................................................................ 2
F. Landasan Hukum .................................................................................... 3

BAB II

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia ......................................................... 4


B. Distribusi Ketenagaan ............................................................................. 5
C. Jadwal Kegiatan ...................................................................................... 5
D. Tugas Petugas (IMUNISASI) ................................................................. 5

BAB III

A. Pengertian ............................................................................................... 7
B. Tujuan Umum dan Khusus Imunisasi ..................................................... 7
C. Sasaran Imunisasi .................................................................................... 7
D. Klasifikasi dan Jenis Imunisasi ............................................................... 8
E. Jenis-jenis Vaksin ................................................................................... 9
F. Cara Mengeluarkan Vaksin dan Pelarut Dari Lemari Es ........................ 20
G. Penanganan Limbah Imunisasi ............................................................... 20
LEMBAR PENGESAHAN

Buku Pedoman Pelayanan di Puskesmas Pantoloan ini telah disetujui dan


disahkan oleh Bapak/Ibu Kepala Puskesmas pada tanggal 5 Januari 2016.

Mengetahui

Kepala UPTD Puskesmas Pantoloan Koordinator Imunisasi

dr. I Ketut Sujana Ishak, A.Md,.Kep


Nip. 197406102005021004 Nip. 196811251991031003
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum perlu
diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana yang
dimaksud dalam UUD 1945 melalui pembangunan Nasional yang
berkesinambungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh
tersedianya sumber daya manusia yang sehat, terampil dan ahli serta disusun
dalam satu program kesehatan dengan perencanaan terpadu yang didukung
oleh data dan informasi epidemiologi yang falid.
Pembangunan dibidang kesehatan Indonesia saat ini mempunyai beban
ganda (double burden) yaitu beban masalah penyakit menular dan penyakit
degeneratif. Pemberantasan penyakit menular sangat sulit karena
penyebarannya tidak mengenal batas wilayah administrasi. Imunisasi
merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah
lain yang terbukti sangat cost efektif. Dengan imunisasi penyakit cacar telah
berhasil dibasmi dan di Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada
tahun 1974.

B. Tujuan Umum dan Khusus


1. Umum
Menurunkan angka kesakitan, kematian, serta kecacatan akibat penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
2. Khusus
a. Tercapainya target universal child imunisituationi (UCI) yaitu cakupan
imunisasi lengkap minimal 80% bayi secara merata diseluruh desa/
kelurahan pada tahun 2014.
b. Terfalidasinya Eliminisasi Tetanus Maternal dan Neonatal (insiden
dibawah 1/1.000 kelahiran hidup dalam 1 tahun).
c. Terselenggaranya pemberian imunisasi yang aman serta pengelolaan
limbah medis.

C. Sasaran
Sasaran Imunisasi rutin adalah Bayi, Batita, Anak sekolah dasar kelas 1,2 dan
3, ibu hamil serta Wanita Usia Subur (15-39 tahun).

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman ini meliputi pelayanan di puskesmas, posyandu,
sekolah dasar, dan sekolah menengah atas.

E. Batasan Operasional
1. Vaksin hepatitis B adalah vaksin virus rekombinan yang telah
diinaktivasikan dan bersifat non-infecious, berasal dari HbsAg yang di
hasilkan dalam sel ragi (hansenula polymorpha) menggunakan teknologi
DNA rekombinan.
2. Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung
Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (bacillus calmette guerin),
strain paris.
3. Vaksin TT merupakan suspensi kolodial homogen berwarna putih susu
dalam vial gelas, mengandung toksoid tetanus murni, terabsorbsi ke dalam
aluminium fosfat.
4. Vaksin DT merupakan suspensi kolodial homogen berwarna putih susu
dalam vial gelas, mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri murni
yang terabsorbsi ke dalam aluminium fosfat.
5. Vaksin oral polio hidup adalah vaksin polio trifalen yang terdiri dari
suspensivirus poliomyelitis tipe 1, 2 dan 3 (strain sabin) yang sudah
dilemahkan dibuat dalam biakan jaringan ginjal kera dan distabilkan dengan
sukrosa.
6. Vaksin campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan. Setiap
dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infective unit virus strain
CAM 70 dan tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu
erytromicin.
7. Vaksin DTP-HB-Hib (vaksin Jerap Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B
rekombinan, Haemophilus influenzae tipe) berupa suspensi homogen yang
mengandung toksoid tetanus dan difteri murni, bakteri pertusis (batuk rejan)
inaktif, antigen permukaan hepatitis B (HbsAg) murni yang tidak infeksius,
dan komponen Hib sebagai vaksin bakteri sub unit berupa kapsul
polisakarida haemophilus influenzae tipe B tidak infeksius yang
dikonjugasikan kepada protein toksoid tetanus. HbsAg direproduksi melalui
teknologi DNA rekombinan pada sel ragi. Vaksin dijerat pada aluminium
fosfat. Thimerosal digunakan sebagai pengawet polisakarida berasal dari
bakteri Hib yang ditumbuhkan pada media tertentu dan kemudian
dimurnikan melalui serangkaian tahap ultraviltrasi.
8. Vaksin Td, merupakan suspensi berwarna putih dalam vial gelas,
mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri, dengan komponen difteri
yang rendah yang telah dimurnikan dan terabsorbsi pada aluminium fosfat.
9. Vaksin Inactive Polio Vaccine (IPV) dalam bentuk suspensi dalam bentuk
injeksi vaksin ini diindikasikan untuk pencegahan polio pada bayi, anak-
anak dan orang dewasa untuk vaksinasi primer dan sebagai boster.

F. Landasan Hukum
1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 32, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3143).
2. Undang-undang No. 4 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran
Negara Tahun 1984 No. 20 Tambahan Lembaran Negara No. 3237).
3. Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
4. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1611/Menkes/SK/XI/2005 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
81/MENKES/SK/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM
Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit, maka
sesuai standar minimal ketenagaan Puskesmas pelayanan kesehatan
IMUNISASI dilakukan oleh fungsional tenaga Perawat / Surat Tanda
Registrasi (STR) yang masih berlaku.
Kompetensi / pelatihan :
1. Fungsional Perawat Penyelia (Perawat Kesehatan masyarakat(Perkesmas
,Koordinator Perawat,Koordinator P2)
2. Pemegang Program Imunisasi : Konseling standarisasi tentang manfaat
imunisasi bagi bayi, batita, balita, anak sekolah dan ibu hamil.
3. FungsionalPerawatPenyeliaPelatihan Ci (Clinical Instruktur bagi Mahasiswa
Keperawatan dipuskesmas
Perawat bertanggung jawab dalam membuat perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi pelayanan imunisasi, berkolaborasi dengan tenaga
medis dan tenaga kesehatan lain dan bertanggung jawab dalam pencatatan
dan pelaporan pelayanan imunisasi di Puskesmas.
B. Distibusi Ketenagaan
Distribusi tenaga di Puskesmas Pantoloan :
No. Jenis Tenaga Rawat Jalan
1. Fungsional Perawat Penyelia DIII
1
Keperawatan
2. Fungsional Perawat Penyelia DIII
1
Keperawatan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 81


Tahun 2001 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan
Propinsi, Kabupaten/kota serta Rumah Sakit rasio bidan dibandingkan jumlah
penduduk 100 : 100.000. Jumlah bidan di desa sesuai dengan jumlah desa di
wilayah kerja Puskesmas.

C. Jadwal Kegiatan
Jadwal pelaksanaan kegiatan pelayanan imunisasi Upaya Kesehatan
Masyarakat disepakati dan disusun bersama dengan sektor terkait dalam
pertemuan lokakarya mini lintas sektor tiap tiga bulan sekali, sedangkan Upaya
Kesehatan Perorangan disusun bersama dalam Plan Of Action (POA) tahunan
yang disusun pada saat pertemuan lokakarya mini tiap bulan.

D. Tugas Petugas (IMUNISASI)


Perawat dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan uraian tugas
yang sudah ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. Disamping tugas pokok yang
sudah ditetapkan baik di dalam gedung maupun di luar gedung, ada tugas
tambahan yang sudah diberikan oleh Kepala Puskesmas. Adapun tugas pokok
Perawat di Puskesmas antara lain :
1. Menyusun rencana kegiatan imunisasi berdasarkan data program Puskesmas
dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2.Bertanggungjawab dalam program Imunisasi
BAB III
PEDOMAN PELAKSANAAN IMUNISASI

A. Pengertian
Imunisasi adalah memasukkan kuman penyakit yang sudah dilemahkan
ke dalam tubuh dengan cara suntik atau minum dengan maksud agar terjadi
kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu di dalam tubuh. Pemberian
imunisasi biasanya dilakukan dengan cara injeksi intra muskular, intra kutan
dan sub kutan.

B. Tujuan Umum dan Khusus


1. Tujuan Umum
Menurunkan angka kesakitan, kematian serta kecatatan akibat penyakit yang
dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
2. Tujuan Khusus
- Terselenggaranya pemberian imunisasi yang aman serta pengelolahan
limbah medis.
- Tervalidasinya eliminasi tetanus maternal dan neonatal (insiden dibawah
1 per 1.000 kelahiran hidup dalam 1 tahun).
- Tercapainya target Universal Child Immunization (UCI)

C. Sasaran Imunisasi
1) Bayi
2) Batita
3) Anak sekolah dasar kelas 1-3
4) Wanita usia subur 15-39 tahun
5) Ibu hamil
D. Klasifikasi dan Jenis Imunisasi
Jumlah
Umur Jadwal Imunisasi
Pemberian/Interval
0-7 hari 1/- Imunisasi Hepatitis B
1 bulan 1/- Imunisasi BCG
1,2,3,4 bulan 4 / 4 minggu Imunisasi Polio
2,3,4 bulan 3 /4 minggu Imunisasi DPT-HB-Hib
9 bulan 1/- Imunisasi Campak
18 bulan 1/- Imunisasi DPT-HB-Hib Boster
24 bulan 1/- Campak Boster
Kelas 1 SD 1/- Imunisasi Campak dan DT
Kelas 2 dan 3 1/- Imunisasi Td

Imunisasi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil


Status Interval Pemberian
Masa Perlindungan
Imunisasi Minimal
TT 1 - -
TT 2 1 bulan setelah TT 1 3 tahun
TT 3 6 bulan setelah TT 2 5 tahun
TT 4 12 bulan setelah TT 3 10 tahun
TT 5 12 bulan setelah TT 4 25 tahun