Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN REKAYASA IDE

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN


PRODI S1 PENDIDIKAN FISIKA

Skor Nilai :

PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA


MELALUI MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN

NAMA MAHASISWA : SARI PAGANDA SINAMBELA


NIM : 4153321033
DOSEN PENGAMPU : Dr. Yasaratodo Wau, M.Pd
MATA KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
APRIL 2018
ABSTRAK

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia telah menjadi


konsentrasi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan semakin
tajamnya persaingan akibat perkembangan teknologi danlingkungan yang begitu
drastis pada seluruh aspek kehidupan manusia, maka setiaplembaga pendidikan
membutuhkan sumber daya manusia pendidikan yang berkompetenagar dapat
memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya
pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi guru.
Sumber daya yang berkualitas antara lain ditunjukkan oleh kinerja dan
produktivitas yang tinggi.Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan kualitas
sistem pendidikan baik kurikulum maupun tenaga pengajar (guru). Pada dasarnya
guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah sebagai ujung tombak dalam
mencapai prestasi dan peningkatan mutu pendidikan yang dengan “goal akhir”
adalah meningkatnya kualitas peserta didik yang akan menjadi Sumber Daya
Manusia (SDM) Indonesia seutuhnya.

Improving the quality of Indonesia's human resources has become the


government's concentration in recent years. Along with the increasingly sharp
competition due to the development of technology and environment so drastic
in all aspects of human life, then every institution of education requires
competent human resources education can provide excellent service and
valuable. This research is a descriptive explorative research. This study aims to
determine the effort of developing and improving the quality of human
resources for teachers. Quality resources, among others, are shown by high
performance and productivity. Efforts are made to improve the quality of the
education system both curriculum and teachers (teachers). Basically the
teachers, principals and school supervisors as the spearhead in achieving and
improving the quality of education with the "ultimate goal" is the increasing
quality of learners who will become Human Resources (HR) Indonesia
completely.

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan pertolonganNya saya dapat menyelesaikan Laporan Rekayasa Ide
mata kuliah Profesi Kependidikan. Penulis ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan TRI ini. Dan penulis
juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi
internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan
menjadi topik pembahasan.
Laporan Rekayasa Ideini disusun agar pembaca dapat memperluas
ilmu tentang "Arah Manajemen Pendidikan Bagi Pengembangan
Sumberdaya Manusia di Masa Depan", yang disajikan berdasarkan
beberapa artikel/ jurnal dan analisis data yang didapat dari jurnal
tersebut. Semoga TRI ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas
kepada pembaca khususnya para guru dan seluruh tenaga kependidikan.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan TRI
ini sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi penyempurnaan TRI ini. Penulis mohon maaf jika di
dalam TRI ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena
kesempurnaan hanya milik Tuhan, dan kekurangan pasti milik kita sebagai
manusia. Semoga tulisan ini dapat bemanfaat bagi kita semuanya.

Medan, Maret 2018


Penyusun

Sari Paganda S

iii
DAFTAR ISI

ABSTRAK .................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ..................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1
A. Rasionalisasi Permasalahan ......................................................... 1
B. Tujuan Penulisan TRI ................................................................ 2
C. Manfaat TRI ........................................................................... 2
BAB II IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KEPEMIMPINAN ............................ 3
A. Permasalahan Umum Profesi Kependidikan ...................................... 3
B. Identifikasi Permasalahan ........................................................... 4
1. Permasalahan Jurnal I ......................................................... 4
2. Permasalahan Jurnal II ......................................................... 5
3. Permasalahan Jurnal III ........................................................ 6
4. Permasalahan Jurnal IV ........................................................ 7
5. Permasalahan Jurnal V ......................................................... 8
BAB III SOLUSI DAN PEMBAHASAN .................................................... 9
A. Pembahasan Isi Jurnal ............................................................... 9
1. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal I ............................ 10
2. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal II ........................... 11
3. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal III .......................... 12
4. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal IV .......................... 13
5. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal V ........................... 14
BAB IVPENUTUP ....................................................................... 15
A. Kesimpulan ......................................................................... 15
B. Rekomendasi ....................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 16

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Permasalahan
Sumber daya yang berkualitas antara lain ditunjukkan oleh kinerja
dan produktivitas yang tinggi. Kinerja seseorang berkaitan dengan kulitas
perilaku yang berorientasi pada tugas dan pekerjaan.Demikian halnya
dengan kinerja guru yang mana kinerja guru ini dapat dilihat dari dua
sudut administrasi dan pngembangan profesi.Pendidikan dan latihan
merupakan dua pengertian yang berkaitan sangat erat. Pendidikan lebih
menekankan pada aspek intelektualitas melaui proses interaksi antara
pelatih dan peserta dengan tujuan membuka cakrawala berpikir yang luas
dan gagasan yang rasional. Pelatihan lebih memfokuskan pada aspek-
aspek yang bersifat keterampilan motorik.Adapun upaya untuk membina
dan mengembangkan sumberdaya manusia diakui merupakan tugas yang
cukup berat dan memerlukan keterlibatan dari semua pihak dalam hal ini
melalui pendidikan sekolah.
Permasalahan pendidikan nasional yang muncul dan sedang
dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya sumber daya manusia
baik tenaga pendidik (guru) maupun tenaga non pendidik (tata usaha)
pada setiap jenjang. Sementara berbagai usaha telah dilakukan dalam
meningkatkan sumber daya manusia, antara lain melalui berbagai
pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, perbaikansarana prasarana
pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Maka didapat bahwa adanya penghambat dan pendukung
pengembangan sumber daya manusia bagi guru. Apakah kepala sekolah
juga mempengaruhi kinerja guru dalam mengembangkan sumber daya
manusia?

1
B. Tujuan Penulisan TRI
Saya menulis TRI ini guna untuk memenuhi salah satu tugas dalam Mata
Kuliah Profesi Kependidikan, mengulas beberapa isi jurnal, mencari dan
menentukanpermasalahan yang dapat dijadikan pedoman dalam membuat
pemikiran ataupun ide baru, melatih diri untuk berfikir kritis dalam
mencari informasi yangdiberikan dari kelima jurnal dan mengetahui solusi
dari permasalahan yang terjadi dalam manajemen mutu pendidikan di
Indonesia.

C. Manfaat TRI
Adapun manfaat ketika membaca TRI ini ialah untuk mengetahui
bagaimanakah permasalahan pendidikan nasional yang muncul dan sedang
dihadapi olehbangsa Indonesia, arah manajemen mutu pendidikan yang
terjadi juga kinerja guru dalam mengembangkan sumber daya manusia di
sekolah.

2
BAB II
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KEPEMIMPINAN

A. Permasalahan Umum Profesi Kependidikan


Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Seiring dengan semakin tajamnya persaingan akibat perkembangan
teknologi dan lingkungan yang begitu drastis pada seluruh aspek
kehidupan manusia, maka setiap lembaga pendidikan membutuhkan
sumber daya manusia pendidikan yang berkompetenagar dapat
memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.
Untuk mencapai tujuan sebagaimana yang dimaksudkan diatas
peran serta guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan sangat
menentukan, dimana pegawai fungsional juga dituntut untuk
meningkatkan kemampuan dan kinerjanya sesuai bidang keahlian masing-
masing dengan terus mengembangkan kreativitas melalui pendidikan dan
pelatihan.
Sesuai hasil pengataman yang telah dilakukan, kinerja manajemen
mutu pendidikan masih belum dapat dikatakan baik. Kualitas pendidikan
merupakan masalah yang tidak berdiri sendiri dan dipengaruhi oleh
berbagai faktor. Salah satu faktor yang memiliki andil besar adalah
sumber daya manusia pendidikan. Sumber daya manusia dalam dunia
pendidikan sangat penting dan menjadi hal utama yang harus mendapat
perhatian serius dari semua pemangku kepentingan (stake holder).
Artinya, jika mutu pendidikan ingin mencapai tingkat pencapaian terbaik
maka sumber daya manusia yaitu pendidikdan tenaga kependidikan harus
ditingkatkan.

3
B. Identifikasi Permasalahan
1. Permasalahan Jurnal I
Pendidikan harus mampu bergerak lugas dalam menghadapi
rintangan-rintangan dan memanfaatkan peluang yang ada.Dalam
pendidikan perlu dikembangkan strategi – strategi yang tepat. Strategi
pendidikan terarah pada pemanfaatan kondisi yang ada agar peserta didik
mampu dan mau memecahkan sendiri permasalahan yang dihadapi dengan
sumber-sumber yang tersedia dilingkungannya, sehingga pendidikan tidak
dihindari masyarakat tetapi dicari karena manfaatnya.Sumber daya yang
berkualitas antara lain ditunjukkan oleh kinerja dan produktivitas yang
tinggi.
Kinerja seseorang berkaitan dengan kualitas perilaku yang
berorientasi pada tugas dan pekerjaan.Adapun upaya untuk membina dan
mengambangkan sumberdaya manusia diakui merupakan tugas yang cukup
berat dan memerlukan keterlibatan dari semua pihak dalam hal ini
melalui pendidikan sekolah.
Dalam hal ini, guru /pengajar / pendidik adalah pelanggan internal
yang perlu diperhatikan agar puas dalam menyampaikan proses
pembelajaran di kelas dan puas dengan hasil yang di capai siswa. Kualitas
guru akan dicapai apabila dapat dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan oleh guru. Kebutuhan guru yang sangat mendasar adalah
kebutuhan kompensasi, dimana kompensasi masih dirasakan belum
memuaskan, namun kinerja guru tidak dipengaruhi oleh faktor kompensasi
semata, tetapi faktor lingkungan sekolah, gaya kepimpinan kepala sekolah
yang bijaksana, mau mendengar dan dikritik oleh kinerja, hubungan antar
sejawat, kebersihan sekolah juga sangat menentukan kinerja guru.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa , bertujuan untk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif mandiri, dan menjadi warga yang demokratis, serta bertanggung
jawab. Untuk mencapai butir-butir pendidikan tersebut perlu didahului

4
oleh proses pendidikan yang memedai. Agar proses pendidikan dapat
berjalan dengan baik, maka semua aspek yang dapat mempengaruhi
belajar siswa hendaknya dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

2. Permasalahan Jurnal II
Permasalahan pendidikan nasional yang muncul dan sedang
dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya sumber daya manusia
baik tenaga pendidik (guru) maupun tenaga non pendidik (tata usaha)
pada setiap jenjang. Sementara berbagai usaha telah dilakukan dalam
meningkatkan sumber daya manusia, antara lain melalui berbagai
pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, perbaikansarana prasarana
pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Salah satu faktor kualitas pendidikan yang memiliki andil besar
adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam dunia
pendidikan sangat penting dan menjadi hal utama yang harus mendapat
perhatian serius dari semua pemangku kepentingan (stake holder).
Artinya, jika mutu pendidikan ingin mencapai tingkat pencapaian terbaik
maka sumber daya manusia yaitu pendidik dan tenaga kependidikan harus
ditingkatkan. Sumber daya manusia pendidikan harus ditingkatkan, baik
mutu paradigmanya, mutu doktrin-doktrinnya, dan yang utama mutu
intelektualitasnya.
Sesuai data yang diambil secara kualitatif, adapun kendala-kendala dalam
pengembangansumber daya manusia pendidikan yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerjaguru sehingga menjadi guru profesional adalah
sebagai berikut :
1. Malasnya guru dalam meneliti.
2. Masalah kesejahteran guru.
3. Kurang kreatifnya guru dalam membuat media pembelajaran atau alat
peraga.
4. Belum semua guru mendapatkan program peningkatan kompetensi.
5. Cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga
guru membutuhkan kompetensi tambahan dalam bidang teknologi
informasi dan komunikasi.

5
6. Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
7. Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara
berkelanjutan. Banyak guru yang terjebak pada rutinitas.

3. Permasalahan Jurnal III


Pendidikan adalah unsur yang paling penting bagi masyarakat dalam
menjalankan proses kehidupan ini, baik pendidikan jalur sekolah maupun
luar sekolah. Pendidikan jalur sekolah dilaksanakan pada satuan
pendidikan yang disebut dengan sekolah. Sekolah adalah organisasi yang
bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pendidikan dan
pembelajaran yang terdiri dari beberapa unsur penting seperti kepala
sekolah, guru, peserta didik, staf administrasi sekolah, dan lain-lain.
Semuanya saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan oleh sekolah. Guru sebagai bagian dari sistem pendidikan
memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di
sekolah. Selain itu, guru merupakan subsistem yang dominan dari
beberapa subsistem pendidikan yang lainnya terutama dalam
menghasilkan peserta didik yang bermutu. Ketepatan proses
pembelajaran itu hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kinerja
baik.
Kinerja seseorang itu dipengaruhi oleh proses kerjanya, apabila
proses kerjanya baik sesuai dengan prosedur kerja yang benar maka hasil
kerjanya akan berprestasi, begitu juga sebaliknya apabila proses kerjanya
asalan-asalan maka kerjanya tidak akan memuaskan. Kepemimpinan
kepala sekolah penting karena melalui kepemimpinan yang baik bisa
mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir dan menggerakkan orang-
orang lain yang ada hubungan dengan pengembangan ilmu pendidikan dan
pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agar supaya kegiatan-kegiatan
yang ada lebih efisien dan efektif di dalam tujuan-tujuan pendidikan.
Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis
menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah di SMK Bisnis Manajemen
Kecamatan Padang Barat Kota Padang berada pada kategori rendah
dengan persentase 68,96%, kinerja Guru di SMK Bisnis Manajemen

6
Kecamatan Padang Barat Kota Padang berada pada kategori rendah
dengan persentase 68,96% dan terdapat hubungan yang signifikan antara
kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru di SMK Bisnis
Manajemen Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Besarnya koefisien
korelasi yang diperoleh rhitung= 0,298 dan dan t hitung = 2,613 pada taraf
kepercayaan 95%.

4. Permasalahan Jurnal IV
Pendidikan dasar dan menengah memiliki peran sentral dan
strategis dalam menunjang kelangsungan serta keberhasilan pendidikan
pada jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan dasar merupakan program
wajib belajar bagi penduduk Indonesia yang berada pada usia tersebut.
Atas dasar ini sudah saatnya semua pihak tidak lagi hanya mementingkan
serta mengutamakan produk pendidikan aspek kuantitas semata, akan
tetapi walaupun sifatnya merupakan program wajib belajar, sudah
saatnya untuk dengan sunggguh-sungguh lebih mengutamakan aspek mutu
sebagai target utama.
Agar harapan ini dimungkinkan untuk dicapai, maka diperlukan
pengelolaan serta penerapan model manajemen yang dipandang tepat
untuk diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen pendidikan menurut
(Engkoswara, 2001: 2) adalah suatu ilmu yang mempelajarai bagaimana
menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
produktif...yaitu efektif dan efisen. Keberhasilan pendidikan dalam hal
ini institusi sekolah dapat dilihat dan diukur dari pencapaian tingkat
produktivitas pendidikan itu sendiri.
Dari hasil penelitian didapat data bahwa upaya peningkatanan
mutu pendidikan melalui penerapan manajemen ber-basis sekolah pada
pendidikan dasar dan menegah di Provinsi Banten dapat dinyatakan bahwa
secara keseluruhan telah menerapkan manajemen ber-basis sekolah dalam
mengelolah Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah
Menengah Atas, yaitu rata-rata lima komponen (0,635), persen dari
kedelapan komponen yang menjadi bidang garapan utama MBS secara

7
nyata dan mandiri pengelolaannya dilakukan oleh pihak sekolah,
sedangkan sisanya yaitu rata-rata tiga komponen (0,365), persen
komponen utama MBS belum secara penuh pengelolaannya dilakukan oleh
sekolah, hal ini disebabkan karena ketiga komponen tersebut diantaranya
adalah pengelolaan tenaga pendidik, pengelolaan sarana dan pengelolaan
biaya pendidikan yang sifatnya masih dilakukan bersama-sama dengan
pihak dinas pendidikan kabupaten/kota maupun dinas pendidikan provinsi.
Kontribusi manajemen berbasis sekolah terhadap prestasi ujian nasional
pada pendidikan dasar dan menengah di Provinsi Banten dinyatakan
berpengaruh dengan besaran kontribusi adalah masing-masing 0,216
persen untuk sekolah dasar, dan 0,242 persen untuk sekolah menengah
pertama serta 0,202 persen untuk sekolah menengah atas, atau rata-rata
0,229 per-sen untuk pendidikan dasar dan 0,202 persen untuk pendidikan
menengah.

5. Permasalahan Jurnal V
Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi
terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Pemerintah secara
resmi telah mencanangkan bahwa profesi guru disejajarkan dengan
profesi lainnya sebagai tenaga professional, dengan demikian diharapkan
dapat meningkatkan mutu pendidikan karena guru sebagai agen
pembelajaran merupakan ujung tombak peningkatan proses pembelajaran
di dalam kelas yang akan berujung pada peningkatan mutu pendidikan.
Tinggi rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai
tenaga pembangunan antara lain ditandai dengan adanya unsur kreativitas
dan produktivitas yang direalisasikan dengan hasil kerja atau kinerja yang
baik secara perorangan maupun kelompok. Permasalahan ini akan dapat
diatasi apabila Sumber Daya Manusia (SDM) mampu menampilkan hasil
kerja produktif secara rasional dan memiliki pengetahuan, keterampilan,
dan kemampuan yang umumnya dapat diperoleh melalui pendidikan atau
kualitas lembaga pendidikan. Bahwasannya, pendidikan merupakan salah
satu solusi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

8
BAB III
SOLUSI DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Jurnal


1. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal I
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya
manusia bagi guru-guru di Sulawesi Selatan, terutama dalam proses
pembelajaran dan pelatihan, mencapai hasil yang maksimal meskipun
masih terdapat berbagai kendala. Pengembangan dan pelatihan
dengan model pembelajaran terdiri dari strategi persiapan pelatihan,
proses pembelajaran dan pelatihan, serta tahap evaluasi pelatihan,
namun penerapannya belum mencapai 100%, meskipun pada tahap
pelatihan dan proses pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan
perencanaan dan strategi persiapan pelatihan yang ditentukan
sebelumnya.
Dengan mengkaji data hasil penelitian maka ditemukan faktor-
faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran
dan pelatihan guru di Sulawesi Selatan yaitu :
a. Pengembangan mutu dan pelatihan
1. Strategi persiapan kebutuhan pembelajaran dan pelatihan.
Tahap persiapan kebutuhan pelatihan, strategi yang dinas
pendidikan lakukan di provinsi Sulawesi Selatan diawali dengan
rekrutmen tenaga guru, penyeleksian tenaga guru sesuai
ketentuan yang sebelumnya, hingga penyusunan program
pembelajaran dan pelatihan dapat terlaksana secara terstruktur.
2. Metode proses pembelajaran dan pelatihan.
Para guru dilatih untuk melakukan penilaian terhadap siswa
dengan lebih objektif lewati penilaian terhadap kinerja atau
performance siswa berdasarkan penentuan kompetensi dasar
sikap, keterampilan dan pengetahuan yang ingin dicapai. Agar
menguasai model penilaian tersebut para tenaga guru dalam
pelatihan dilatih Agar menguasai model penilaian tersebut para
tenaga guru dalam pelatihan dilatih.

9
3. Evaluasi Hasil pembelajaran dan Pelatihan.
Dinas pendidikan di Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program
pelatihan selalu melaksanakan evaluasi baik berkaitan terhadap
program pada umumnya maupun evaluasi pada proses
pembelajaran dan pelatihan. Hal ini dimaksudkan agar setiap
pelaksanaan program pelatihan dapat diketahui secara langsung
permasalahan yang dihadapi, baik masalah materi, kurikulum
maupun tenaga guru yang baru di rekrut dalam pelatihan dan
seberapa jauh keberhasilan guru dalam memberikan ilmu kepada
siswa/murid pada proses pembelajaran.
a. Faktor pendukung pelatihan
1. Tempat pelatihan cukup strategis..
2. Tersedianya fasilitas pelatihan yang cukup dalam mendukung
program pelatihan yang suda ada.
3. Terpenuhinnya sarana belajar yang digunakan dalam proses
pembelajaran.
b. Faktor penghambat pelatihan
1. Sarana dan prasarana pelatihan belum sesuai dengan
perkembangan tuntutan jaman
2. Gedung dan workshop yang ada di daerah jumlahnya sangat
terbatas sehingga kurang memungkinkan untuk melakukan
pelatihan dengan jumlah peserta yang banyak dalam satu waktu.
3. Dana yang biasanya mengalami pencairan yang lambat dan juga
dan yang tidak cukup untuk menyelenggarakan pelatihan secara
maksimal.

2. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal II


Konsep pengembangan sumber daya pendidikan yang dilaksanakan
di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Bireuen diawali dengan langkah
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
Perencanaan pengembangan sumber daya manusia dimulai dengan
mengumpulkan dan menganalisis, dan meramalkan data tentang
kebutuhan dan ketersediaan. Kendala-kendala yang dihadapi kepala

10
sekolah dalam pengembangan sumber daya pendidikan hampir tidak
ada karena strategi pengembangan sumber daya pendidikan di MAN
Kabupaten Bireuen dilaksanakan melalui pelatihan dan
pengembangkan motivasi. Pelatihan yang dilaksanakan bertujuan
untuk mengangkat kembali performance kerja para guru yang telah
mengalami penurunan kinerja. Pengembangan motivasi juga sama
bertujuan untuk meningkatkan kinerja, dengan menggunakan model
tradisional, model hubunganmanusia dan model sumber daya manusia.
Terkait dengan dampak strategi pengembangan sumber daya
pendidikan yang diterapkan, di MAN Kabupaten Bireuen terbukti
positif terhadap kinerja dan mutu pendidikan. Kinerja meliputi kinerja
sekolah, kepala sekolah dan guru, sedangkan mutu meliputi input,
proses dan output serta pemenuhan standar
nasional pendidikan.

3. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal III


Berdasarkan hasil penelitian kepemimpinan kepala sekolah berada
dalam katagori rendah, dengan demikian kepemimpinan kepala
sekolah yang rendah tersebut perlu ditingkatkan dengan
memperhatikan indikator yang mempengaruhi sub indikatornya : tidak
mengatakan hal yang tidak baik, bersabar terhadap orang lain,
memberikan pelayanan yang anonim, menghargai pernyataan dan
pertanyaan, memberikan respon dengan penuh perhatian, mengakui
kesaahan, menyediakan waktu untuk mengajari dan menjadi penengah
yang baik. Untuk indikator menggerakan sub indikatornya yaitu :
merangsang anggota kelompok, menciptakan kerja sama yang baik dan
menggerakan personil. Indikator mengarahkan yang sub indikatornya
memberikan petunjuk dan informasi, memberikan bimbingan,
memberikan penjelasan perintah, memberikan kesempatan, dan
memberikan koreksi.
Selanjutnya indikator memotivasi yang sub indikatornya :
memberikan pujian dan penghargaan, menyediakan sarana dan
prasarana yang lengkap, memberikan kepercayaan, memberikan

11
sanksi dan teguran. Berdasarkan hasil penelitian kinerja guru berada
pada katagori rendah, dengan demikian yang rendah tersebut perlu
ditingkatkan dengan memperhatikan yang indikator tanggung jawab
dengan sub indikatornya : bekerja tepat waktu, berani mengambil
resiko, berada di tempa tugas dalam keadaan apapun, mementingkan
urusan dinas daripada urusan sendiri, tidak melempar kesalahan yang
diperbuat, memelihara fasilitas. Indikator motivasi dengan sub
indikator : ulet, dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif, dan
optimisme. Indikator etos kerja dengan sub indikator : kerja keras,
bersungguh-sungguh, dan semangat. Untuk indikator disiplin dengan
sub indikatornya : ketaatan, ketepatan waktu, kesadaran dan
ketekunan serta menghargai pekerjaan. Selanjutnya indikator inisiatif
dengan sub indikator : bertindak sendiri secara cepat, mampu
mengambil keputusan, dan memanfaatkan peluang.

4. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal IV


Upaya peningkatanan mutu pendidikan melalui penerapan manajemen
berbasis sekolah pada pendidikan dasar dan menegah di Provinsi
Banten dapat dinyatakan bahwa secara keseluruhan telah menerapkan
manajemen berbasis sekolah dalam mengelolah Sekolah Dasar,
Sekolah Menengah Perta-ma dan Sekolah Menengah Atas, yaitu rata-
rata lima komponen (0,635), persen dari kedelapan komponen yang
menjadi bidang garapan utama MBS secara nyata dan mandiri
pengelolaannya dilakukan oleh pihak sekolah, sedangkan sisanya yaitu
rata-rata tiga komponen (0,365), persen komponen utama MBS belum
secara penuh pengelolaannya dilakukan oleh sekolah, hal ini
disebabkan karena ketiga komponen tersebut diantaranya adalah
pengelolaan tenaga pendidik, pengelolaan sarana dan pengelolaan
biaya pendidikan yang sifatnya masih dilakukan bersama-sama dengan
pihak dinas pendidikan kabupaten/kota maupun dinas pendidikan
provinsi.
Mengingat PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasioinal Pendi-
dikan telah mengamanatkan ada delapan komponen dan salah satu

12
diantaranya adalah pengelolaan/manajemen pendidikan, dengan
mewajibkan menerapkan MBS sebagai pilihan dalam mengelola
pendidikan dasar dan menengah, dan dari hasil penelitian ini diyakini
telah terbukti berkontribusi, oleh sebab itu penerapan manajemen
berbasis sekolah sebagai salah satu dari delapan komponen garapan
MBS maupun delapan komponen sebagai-mana termaktub dalam
Standar Nasional Pendidikan tersebut layak untuk dipertahankan dan
ditingkatkan guna memberikan otonomi yang luas dan luwes kepada
sekolah dalam rangka akslerasi peningkatan mutu pendidikan secara
terus menerus dan berkesinambungan (continous improvement).

5. Solusi dan Pembahasan Permasalahan Jurnal V


Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan
Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan menempuh
perbaikan di bidang pendidikan. Pendidikan harus mampu
mengembangkan iklim belajar-mengajar yang dapat membantu untuk
menciptakan individu-individu yang lebih baik, tumbuh dan
berkembang lebih besar, lebih bijaksana, lebih perspektif, dan lebih
kreatif dalam semua aspek kehidupannya. Program peningkatan
kualitas SDM melalui pendidikan akan memberikan manfaat pada
lembaga berupa produktivitas, moral, efisiensi kerja, stabilitas, serta
fleksibilitas lembaga dalam mengantisipasi lingkungan, baik dari
dalam maupun ke luar lembaga yang Pada era sekarang, yang sering
disebut era globalisasi, institusi pendidikan formal mengemban tugas
penting untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia
berkualitas di masa depan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kualitas
sistem pendidikan baik kurikulum maupun tenaga pengajar. Kualitas
guru yang baik diyakin akan mendorong peningkatan kualitas SDM
Indonesia teristimewa karena bonus demografi. Kebijakan yang paling
mencolok dalam bidang pendidikan demi mendapatkan SDM
berkualitas di usia produktif, siap kerja, dan terampil. Dengan kata
lain, bidang pendidikan sangatlah penting dalam menghasilkan output

13
SDM yang berkualitas di Indonesia. Hal ini mengingat peranannya yang
sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan
kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan
proses peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri.
Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) di Indonesia, maka pemerintah bersama kalangan
swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat
tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih
berkualitas.

14
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya
manusia dapat dilakukan melalui berbagai jalur, di antaranya melalui
pendidikan.Pendidikan ini merupakan jalur peningkatan kualitas
sumber daya manusia yang lebih menekankan pada pembentukan
kualitas dasar, misalnya keimanan dan ketakwaan, kepribadian,
kecerdasan, kedisiplinan, kreativitas dan sebagainya. Dalam hal
pengembangan SDM, pendidikan memiliki nilai strategis dan
mempunyai peran penting sebagai suatu investasi di masa depan.
Guru di dalam kelas bukan hanya sekedar tercapainya suatu tujuan
belajar, akan tetapi keberhasilan guru juga ditentukan sejauh mana
mampu mengembangkan kecakapan siswanya, karena guru sebagai
change agent.Sudah semestinya itu bisa tercapai bila didukung dengan
manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai di lembaga
pendidikan yaitu sekolah dan lainnya.Upaya dalam pengembangan
sumber daya pendidikan yaitu dengan menerapkan manajemen
berbasis sekolah.

B. REKOMENDASI
Penulis merekomendasikan tugas rekayasa ide ini sebagai bahan
bacaan ataureferensi untuk mengetahui pengembangan sumber daya
manusia bagi guru ataupun pendidik.Kelima jurnal dapat dijadikan
jurnal referensi untuk memahami materi “Arah Manajemen Pendidikan
Bagi Pengembangan Sumberdaya Manusia di Masa Depan” pada mata
kuliah Profesi Kependidikan karena bahasanya yang mudah dimengerti
dan materi dibahas secara jelas dan terperinci.

15
DAFTAR PUSTAKA

Astuti, W. S. (2016). Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kinerja


Guru di SMK Swasta Bisnis Manajeman Kecamatan Padang Barat Kota
Padang, Jurnal Administrasi Pendidikan, 3 (1) : 11-22.

Hamsinah. 2016. Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi Tenaga Guru, Jurnal
Sosio Didaktika, 3 (1) : 70-80.

Harahap, H. P. 2017. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ilmu Sosial. Medan :


Unimed.

Mudasir. 2016. Pengembangan Sumber Daya Pendidikan di Madrasah Aliyah


Negeri (MAN) Kabupaten Bireun, Jurnal Ilmiah Didaktika, 16 (2) : 255-
272.

Sudadio. 2012. Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah di Provinsi


Banten Melalui Manajemen Berbasis Sekolah, Jurnal Penelitian dan
Evaluasi Pendidikan, 16 (2) : 340-360.

16

Anda mungkin juga menyukai