Anda di halaman 1dari 9

ETIKA BERHIAS DALAM

ISLAM

Oleh:

AFIFATUR RASYIDAH

201410060311016

JURUSAN PENDIDIKAN MTEMATIKA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH


MALANG
JANUARI 2015

1
Etika Berhias Dalam Islam

1. Pendahuluan
Berhias adalah kata yang sangat identik dengan wanita. Keinginan untuk tampil cantik
sehingga dapat membuat orang lain merasa senang ketika memandangnya. Namun karena
keinginan untuk tampil cantik tersebut, banyak diantara kaum wanita yang berhias sampai
berlebihan dan terlihat mencolok. Mereka menggunakan hiasan-hiasan yang diharamkan
dalam islam, menambah dan mengurangi sesuatu yang telah ada pada diri mereka. Padahal
islam menentang sikap berlebih-lebihan dalam berhias sampai kepada suatu batas yang
menjurus kepada suatu sikap mengubah ciptaan Allah yang oleh al-Quran dinilai bahwa
mengubah ciptaan Allah itu sebagai salah satu ajakan syaitan kepada pengikut-
pengikutnya.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai : (1) pengertian berhias , (2) berhias yang
tidak diperbolehkan dalam islam, (3) jenis-jenis perhiasan yang dilarang di dalam Islam
Tujuan yang ingin dicapai dari pembahasan tiga masalah tersebut adalah agar para
wanita dapat mengetahui batasan-batasan dalam berhias dan jenis perhiasan apa saja yang
dilarang oleh islam, sehingga mereka dapat tampil cantik tanpa melanggar syari’at islam.
Manfaat dari makalah ini praktis bagi wanita dan orang tua. Bagi wanita, makalah ini
menjadi batasan agar mereka tidak berlebihan dalam berhias. Bagi orang tua, makalah ini
memberikan informasi tambahan agar mereka lebih memperhatikan bagaimana penampilan
putrinya.
2. Pembahasan
Sesuai dengan latar belakang dan masalah diatas, pembahasan akan difokuskan pada
(1) pengertian berhias , (2) berhias yang tidak diperbolehkan dalam islam, (3) jenis-jenis
perhiasan yang dilarang di dalam Islam
2.1 Pengertian Berhias
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berhias diartikan sebagai usaha
memperelok diri dengan pakaian ataupun lainnya yang indah, berdandan dengan
dandanan yang indah dan menarik. Berhias tidak dilarang dalam ajaran

1
Islam, karena ia adalah naluri manusiawi. Adapun yang dilarang adalah berhias
secara berlebihan.
Berhias dalam bahasa arab disebut tabarruj. Kata tabarruj diambil dari kata al
buruj yakni bangunan benteng atau istana yang menjulang tinggi. Jadi wanita yang
bertabarruj adalah wanita yang menampakan tinggi-tinggi kecantikannya,
sebagaimana benteng, istana atau menara yang menjulang tinggi, dan tentu saja
menarik perhatian orang-orang yang memandangnya. Tabarruj ini mempunyai
bentuk dan corak yang bermacam-macam dan sudah dikenal oleh orang-orang yang
banyak sejak zaman dahulu sampai sekarang, artinya tidak terbatas hanya sekedar
berhias, berdandan, bermake up, memakai parfum dan sebagainya yang biasa
dilakukan oleh wanita, bahkan lebih dari itu yaitu segala sesuatu yang
mencerminkan keindahan dan kecantikan sehingga penampilan dan gaya seorang
wanita menjadi memikat dan menarik dimata lawan jenisnya.
Al Qur’an mempersilakan perempuan berjalan di hadapan lelaki, tetapi
diingatkannya agar cara berjalannya jangan sampai mengundang perhatian. Dalam
bahasa Al Qur’an disebutkan: “…dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan (QS. An Nur : 31). Al Qur’an tidak
melarang seseorang berbicara atau bertemu dengan lawan jenisnya, tetapi
jangan sampai sikap dan isi pembicaraan mengundang rangsangan dan godaan,
demikian maksud firman Allah dalam QS. Al Ahzab : 32.
Berhias atau berdandan adalah sifat fitrah seorang wanita, dimana secara naluri
para wanita umumnya punya kecenderungan untuk tampil cantik dan menarik. Ini
barangkali berhubungan dengan jiwa wanita yang suka pada keindahan dan
kebersihan dari pada laki-laki. Naluri ini adalah karunia Allah yang harus disyukuri.
Dalam pelaksanaannya, naluri untuk tampil cantik dan berhias ini telah Allah berikan
aturan mainnya, sehingga tidak salah jalan sehingga hanya akan mengakibatkan
kerugian dan kerusakan bagi pelakunya.

2.2 Berhias Yang Tidak Di Perbolehkan Dalam Islam


Tidak diperbolehkan untuk berhias dengan cara yang dilarang oleh Islam yaitu:

2
1. Menyambung rambut (al-washl). Rasulullah bersabda, “Allah melaknat
penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” (Riwayat
Bukhari dan Muslim).
Menyambung rambut extensions sering menjadi pilihan para wanita untuk
mengubah penampilan. Karena tidak sabar menunggu pertumbuhan rambutnya,
mereka memilih cara yang instan. Menurut penelitian terbaru, ternyata
menyambung rambut mempunyai resiko terhadap kesehatan.
Berikut beberapa di antaranya seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
Seorang ahli kesehatan rambut Steve O’Bryan, dari Institute of Trichologists,
mengungkapkan beberapa kerugian saat seseorang memutuskan menyambung
rambutnya. Steve mengatakan, saat rambut asli disambung dengan rambut lain,
maka folikel rambut (bagian kulit kepala yang memproduksi rambut) akan
menipis dan mengalami stres. Keadaan tadi akan menimbulkan radang pada
lapisan terluar rambut. Akibatnya, rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
Resiko yang lain, beban yang ditumpu akar rambut dengan sambungan
yang digunakan semakin besar. Hal itu akan membuatnya menjadi lemah,
sehingga rambut mudah rontok. Dan resiko kesehatannya belum berhenti sampai
di situ. Pemakaian lem atau perekat untuk menyambung rambut juga memiliki
efek yang buruk. Kandungan di dalamnya dapat merusak kesehatan alami
rambut. Sehingga saat sambungan rambut dilepas, tampilan rambut asli pun lebih
buruk dari sebelumnya.
2. Menato tubuh (al-wasim), mencukur alis (an-namsh), dan mengikir gigi (at-
taflij). Rasulullah bersabda, “Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang
minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang
mencukur alis dan yang minta dicukur, serta wanita yang meregangkan
(mengikir) giginya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah.” (Riwayat
Bukhari dan Muslim).
Menato tubuh memiliki dampak negatif yaitu bisa menyebabkan infeksi
kulit, alergi, benjolan pada kulit atau komplikasi lain. Tato bisa menyebabkan
bengkak atau kulit terbakar saat si pemilik tato menjalani pemeriksaan magnetic
resonance imaging (MRI). MRI menggunakan medan magnetik kuat dengan

3
teknologi terkomputerisasi untuk menghasilkan gambaran detail dari organ dan
jaringan lunak dalam tubuh lainnya. Tato permanen pada tubuh bisa
memengaruhi gambar hasil pemeriksaan MRI.
Sedangkan mencukur alis dapat mengakibatkan kanker. Sebuah artikel
tentang topik ini dari dokter spesialis kanker mengatakan bahwa untuk kanker
payudara memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pencabutan alis mata.
Dengan mencabut satu rambut alis mata bisa membekukan darah ditempat
rambut tersebut dan kemudian setelah beberapa waktu, melalui sel-sel darah yang
membeku menutup aliran dan mengalami penyumbatan sel-sel dan terjadi
penumpukan sel yang tidak pada tempatnya dan kemudian mengakibatkan
penyakit kanker sel, kanker payudara.
Mengikir gigi memiliki dampak negatif berupa menipisnya email pada
gigi yang dapat mengakibatkan gigi itu menjadi lebih sensitif, gampang
berlubang dan rentan terkena infeksi.
3. Memanjangkan kuku, Nabi Muhammad bersabda, “Yang termasuk fitrah
manusia itu ada lima (yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis,
memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Kuku, seperti halnya tangan dan kaki, merupakan hal penting bagi semua
orang apalagi balita. Biasanya anak anak akan menggunakannya untuk bermain
dan bereksplorasi dengan berbagai macam benda. Bila panjang dan tidak bersih,
banyak bibit penyakit mudah bersarang di kuku. Berdasarkan fungsinya, kuku
merupakan pelindung kulit dan filter (penyaring) dari aneka kotoran yang
menyelip di bawahnya. Karena sebagai filter inilah, tak heran kuku pun bisa jadi
’sarang penyakit’. Meski tangan sudah dicuci, bila kurang bersih akan beresiko
masuk ke dalam tubuh ataupun terjadinya infeksi.
Pada usia balita orang tua harus memberi perhatian lebih, “Bisa dibilang
kuku adalah gudangnya penyakit pada anak balita,” ungkap Dr. Hingky Hindra
Irawan Satari, Sp.A., MTroPaed. “Cacingan merupakan penyakit yang paling
sering disebabkan oleh kuku yang panjang dan kotor.” Telur-telur cacing, papar
dokter spesialis anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini, biasanya
sering terdapat pada tanah. Tanah yang mengandung telur ini, bisa tanpa sadar

4
bersarang di kuku si kecil yang panjang saat bermain. “Selain itu, kuku yang
panjang pun bisa mengakibatkan timbulnya infeksi pada kulit.”
4. Berhias menyerupai kaum lelaki “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
melaknat laki-laki yang menyerupakan diri seperti wanita dan melaknat wanita
yang menyerupakan diri seperti laki-laki.” (Riwayat Bukhari). Hadits ini dinilai
shahih oleh at-Tirmidzi.
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan
pakain wanita, dan wanita yang mengenakan pakaian laki-laki” [Diriwayatkan
oleh Abu Daawud no. 4098, Ahmad 2/325, Ibnu Hibbaan 13/62-63 no. 5751-
5752, dan yang lainnya; dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih
Sunan Abi Daawud2/519].
Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata :Dikatakan kepada
‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa : “Sesungguhnya ada wanita memakai sandal laki-
laki”. Lalu ia menjawab : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah
melaknat wanita yang menyerupai laki-laki” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no.
4099, Al-Humaidiy no. 274, Abu Ya’laa no. 4880, dan yang lainnya; dishahihkan
oleh Asy-Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 2/519-520].
Sungguh Allah ta‘ala yang mensyari‘atkan hukum-hukum dalam Islam
lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi para hamba-
Nya dan Dia-lah yang mensyari‘atkan bagi mereka hukum-hukum agama yang
sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap zaman dan tempat. Allah tidak
akan melarang umatnya melakukan sesuatu tanpa alasan. Maka, sudah
sepantasnya bagi kita untuk taat lagi tunduk kepada syari‘at Allah, termasuk di
dalamnya aturan untuk berhias.

2.3 Jenis-Jenis Perhiasan Yang Dilarang Dalam Islam


1. Kuteks
Pewarna kuku adalah bagian dari perhiasan wanita. Dengan ini para wania
berhias dan berharap untuk bisa tampil lebih cantik dan menarik. Hasrat untuk

5
tampil cantik dan menarik merupakan fitrah bagi wanita. Karena Allah SWT
memang telah menjadikan mereka suka keindahan dan kecantikan.
Kita dapati sebagian wanita muslimah meniru kebiasaan wanita non
muslim yang mengecat kuku-kuku mereka dengan kuteks (cat/pewarna kuku).
Kuteks dilarang karena merupakan pewarna yang kedap terhadap air, sehingga
dapat menghalangi sampainya air wudhu ke kuku.yang mengkibatkan wudhu dari
wanita tersebut tidak sah.
2. Sandal dan sepatu bertumit tinggi (high heels)
Tidak boleh wanita muslimah memakai sandal atau sepatu yang bertumit
tinggi karena hal ini termasuk bentuk penipuan dan menampakkan kedua
kakinya. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku
seperti orangorang jahiliah yang dahulu.” (QS. al Ahzâb [33]: 33). Adapun
mudharat dari menggunakan high heels yaitu :
a. Menyerupai wanita kafir barat
b. Orang yang memakainya telah melakukan penipuan
c. Menampakkan kesombongan, seolah-olah dia orang yang tinggi
d. Dapat menimbulkan bahaya bagi badan, terutama kaki dan betisnya
e. Orang yang memakainya seakan-akan tidak ridha dengan ciptaan allah
3. Susuk
Saat ini banyak orang yang berlomba-lomba tampil cantik. Di antara salah
satu cara untuk mempercantik diri adalah dengan memakai susuk. Sesungguhnya
orang yang memakai susuk telah terjatuh dalam dosa besar, karena:
a. Umumnya yang memakai susuk menggunakan amalan sihir, bahkan di
antara mereka ada yang sampai mempergunakan jin.
b. Tujuan dari memakai susuk adalah agar tampak cantik dan orang lain
merasa takjub (ingin dipuji oleh orang lain)
c. Orang yang memakai susuk, biasanya yakin bahwa susuknya dapat
memberikan pertolongan kepadanya. Tentu ini adalah praktik kesyirikan
yang nyata.
4. Baju kemasyuran dan kesombongan

6
Yang dimaksud dengan baju kemasyuran adalah baju megah dan mahal
yang dipakaidengan tujuan meyombongkan diri kepada khalayak ramai. Ahmad,
AbuDawud,dan An Nasa’i meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : “Barang
siapa memakai baju (pakaian) untuk menyombongkan diri, niscaya pada hari
kiamat Allah SWT akan memakaikan pakaian kehinaan padanya.”
5. Wewangian yang baunya menyengat
Rasulullah bersabda, “Setiap wanita yang menggunakan wewangian,
kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat
mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu
adalah pezina.” (Riwayat Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa
al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu).
Pelarangan ini bertujuan untuk menjaga kehormatan kaum wanita. Wangi
wanita dapat menimbulkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka.
Akibatnya, akan terjadi zina mata dan bisa saja berujung kepada dosa lain yang
lebih besar.
Laki-laki mana pun pasti tergoda ketika melihat wanita lewat di
hadapannya dan sudah jauh 50 meter masih tercium wangiannya. Kebiasaan
wanita yang keluar rumah dengan wewangian seperti ini amatlah berbahaya.
Karena penampilan semacam ini dapat menggoda laki-laki, sewaktu-waktu pun
mereka bisa menakali si wanita. Namun banyak wanita muslimah yang tidak
menyadari hal ini meskipun mereka berjilbab yang sesuai perintah. Padahal
sudah jauh-jauh hari, hal yang menimbulkan fitnah semacam ini dilarang.
Kecantian dan kewangian wanita hanya khusus untuk suami mereka di rumah.
3. PENUTUP
Dari pembahasan ketiga aspek diatas dapat disimpulkan tiga hal berikut :
1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berhias diartikan sebagai usaha memperelok
diri dengan pakaian ataupun lainnya yang indah, berdandan dengan dandanan yang
indah dan menarik. Berhias tidak dilarang dalam ajaran Islam, karena ia adalah
naluri manusiawi. Adapun yang dilarang adalah berhias secara berlebihan.

7
2. Berhias yang tidak di perbolehkan dalam islam yaitu menyambung rambut, menato
tubuh, mencukur alis, mengikir gigi, memanjangkan kuku, berdandan seperti lawan
jenis.
3. Jenis-jenis perhiasan yang dilarang dalam islam adalah kuteks, high heels, susuk, baju
kemasyuran (mahal) dan wewangian

DAFTAR PUSTAKA
Fauzan. Saleh. 2003. Sentuhan Nilai Fiqih Untuk Wanita Beriman. Jakarta: Kantor Atase Agma
Kedutaan Besar Saudi Arabia.
Syuqqah, A.H.A. 1998. Kebebasan wanita. Jakarta: Gemma Insani Press.
Ihsan, Fatihul. akhlak berhias. https://fatihulihsan.wordpress.com/2012/08/24/akhlak-berhias/,
(03 Januari 2015, 21.37)
Sabtia,Nurul Dwi. boleh berhias tapi...(etika berhias wanita). http://muslimah.or.id/fikih/boleh-
berhias-tapi-etika-berhias-wanita-muslimah.html . (03 Januari 2015, 22.40)
Anonim. menyambung rambut ( hair extensions ) hukumnya haram.
https://www.facebook.com/media/set/?
set=a.374082262615931.90987.258465290844296&type=3 . 03 Januari 2015, 22.37
Mabruroh, Fatih. dampak negatif memanjangkan kuku.
http://fatihpembukakebaikan.blogspot.com/2012/04/dampak-negatif-memelihara-
kuku.html#more, (04 Januari 2015, 12.24)
Sumarjani, Rizwan. perhiasan yang dilarang oleh islam.
http://rizwan-juara.blogspot.com/2013/05/perhiasan-yang-di-larang-oleh-islam.html, (04 Januari
2015, 12.58)