Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR MATA KULIAH BIOSTATISTIK NON-PARAMETRIK

VIKY YUDI ALVIAN


1520025051

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
Judul Artikel
Efektivitas Penyuluhan Gizi dengan Media Komik untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang
Keamanan Makanan Jajanan Sekolah Siswa Sekolah Dasar

Latar Belakang
Jajanan anak sekolah merupakan masalah yang perlu diperhatikan masyarakat, khususnya orang
tua dan guru karena makanan jajanan ini sangat berisiko terhadap cemaran biologis atau kimiawi
yang banyak mengganggu kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Survey BPOM
tahun 2004 menunjukkan bahwa 60% jajanan sekolah tidak memenuhi standar mutu dan
keamanan. Salah satu penyebab kurang amannya makanan jajanan ini adalah kurangnya
pengetahuan produsen dan konsumen tentang persyaratan keamanan pangan dan dampaknya bagi
kesehatan. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan anak sekolah terhadap
makanan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman adalah dengan promosi keamanan pangan baik
kepada pihak sekolah, guru, orang tua, anak sekolah, serta pedagang. Komik dapat digunakan
sebagai media promosi kesehatan. Kelebihan komik menurut Damayanti (2003) adalah komik
tidak berbahaya dan tidak merusak minat baca anak-anak.

Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa tentang
keamanan makanan jajanan di sekolah setelah diberikan perlakuan menggunakan strategi yang
berbeda.

Desain Penelitian
 Rancangan
Rancangan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pretest postest control group.
 Populasi
Siswa sekolah dasar yang bersekolah di SD Al-Irsyad dan SD Muhammadiyah 2 Kauman.
 Sampel
Total sampel pada penelitian ini berjumlah 70. Sebanyak 35 sampel di SD Al Irsyad dan 35
sampel di SD Muhammadiyah 2 Kauman. Kedua sampel tersebut diberi perlakuan yang
berbeda. Sampel di SD Al-Irsyad diberi penyuluhan tanpa media komik, sedangkan di SD
Muhammadiyah 2 Kauman diberi penyuluhan dengan media komik.
 Variabel
Dependen
Skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tanpa media komik (skala data
rasio)
Skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media komik (skala data
rasio)
Independen
Penyuluhan gizi

Pertanyaan Penelitian
a. Apakah pemberian penyuluhan gizi dapat meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang
keamanan jajanan sekolah?
b. Apakah terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan antara kelompok yang mendapat
penyuluhan dengan media komik dan tanpa media komik?

Hipotesis
a. Pernyataan
H0 : Tidak terdapat perbedaan pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan gizi
Ha : Ada perbedaan pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan gizi
Notasi Statistik
H0 : M0 = M1
Ha : M0 < M1
b. Pernyataan
H0 : Tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan antara penyuluhan dengan media komik
dan tanpa media komik
Ha : Ada perbedaan peningkatan pengetahuan antara penyuluhan dengan media komik dan
tanpa media komik
Notasi Statistik

H0 : M1 = M2

Ha : M1 ≠ M2
Metode Analisis Data
Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Uji Wilcoxon
digunakan untuk membandingkan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan
gizi. Sedangkan uji Mann Whitney digunakan untuk membandingkan efektivitas penyuluhan
dengan media komik dan tanpa media komik. Pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat
nilai p. H0 akan ditolak jika p < 0,05

Hasil dan Penyajian (Buat tabel atau grafik)


Tabel 1. Distribusi Pengetahuan Awal dan Akhir pada Kelompok Ceramah tanpa Media Komik
Pengetahuan Rata-rata Nilai Minimum Nilai Maksimum p
Awal 15,94 7 20
0,000
Akhir 17,06 7 20

Tabel 2. Distribusi Pengetahuan Awal dan Akhir pada Kelompok Ceramah dengan Media Komik
Pengetahuan Rata-rata Nilai Minimum Nilai Maksimum p
Awal 16,14 9 20
0,001
Akhir 18,77 13 20

Tabel 3. Distribusi Pengetahuan Awal dan Akhir pada Kedua Kelompok


Kelompok Perlakuan
Variabel Ceramah tanpa Ceramah dengan P
Media Komik Media Komik
Perubahan Nilai Pengetahuan
Minimal 0 0
Maksimal 5 8 0,001
Rata-rata 1,11 2,63

Interpretasi
Jika melihat tabel 1 dan 2, maka dapat diketahui jika penyuluhan gizi dapat meningkatkan rata-
rata skor pengetahuan siswa tentang keamanan jajanan sekolah. Hal ini diperkuat dengan
dilakukannya uji Wilcoxon. Uji ini dilakukan dengan menganalisis skor pengetahuan awal dan
akhir dari kedua kelompok sampel tersebut. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, maka didapatkan nilai
p sebesar 0,000 untuk tabel 1 dan nilai p sebesar 0,001 untuk tabel 2. Kedua nilai p tersebut lebih
rendah daripada α = 0,05, dengan demikian terdapat perbedaan pengetahuan siswa setelah
diberikan penyuluhan dengan atau tanpa media komik.
Selanjutnya pada tabel 3 dapat diketahui jika rata-rata peningkatan skor pengetahuan yang terbesar
ada pada kelompok sampel yang diberi penyuluhan dengan media komik. Hal ini diperkuat dengan
hasil uji Mann Whitney yaitu p = 0,001. Nilai p tersebut lebih rendah daripada α = 0,05, dengan
demikian terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan antara penyuluhan dengan media komik
dan penyuluhan tanpa media komik.

Simpulan
Penyuluhan gizi efektif meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang keamanan jajanan sekolah
dan metode penyuluhan dengan media komik lebih efektif daripada penyuluhan tanpa media
komik