Anda di halaman 1dari 44

BAB2

LAJ\i'DAS;\N Tl!..ORI

Menll.<"'l..t Richard L. (1996, p4) teori orgarJsasi ada!ah dasar dan

juga sa!.ah sat" caba11g , kill iimu manajemen. Para pen,ousaha sukses yang

.:lllL"'llijeria! mereka Nac!lun demi.kia11 ilmu dan teori yang sehubunga11 deng2!1 hal

ini tidak dapat diperoleh dipelajari dengan mudah oleh semua ora.ng, hal h"li

disebahkan karena 70% nya diperoleh dari pengala'nan.

ua:nyalK kaum eksek-titif menyimpulbn bah"Wa seberutmya

sendiri terlibat erat dengan tec n-1iean organisasi da1am setiap hari kerja mereka,

tetapi umumnya jarang dari me:eka menyadarinya (Richard L. Daft, 1996, p5).

m!k"llljer perusahaan tersebut

internaL

Smglrnt'lya, teori organisasi membanru kita memahami apa yang akan

te;t <trli di masa depan sehingga kita dapat mengatur organisasi kita dengan. lebih

9
10

2.1J.:U Apa Sebaah Organi.sa i

Organisasi sulit untuk diperhatikan bila kim tidak terlibat

didaiarnnya. U:rtuk perbandingannya dapat dikatalum seperti sebl!llh

Workstation yang ruinit pada sebuah gedung, l!bstzl:lk, dan terpecah-pecah

ke bebempa lokasi (Richard L. Dai1, 1996, p19). Menlll1J\.nya, kita dap!!t

mengetahui adanya suan: orgl.!l'lisasi karel'""' beffil.lk-bentuk ak:sinya yang

mooyentuh lu'ta hamplr setiaphrui

Detmisi OrgaJTii!.!la i

Walaupun banya.lc pengertil!ln dan teori organisasi, tempi berdasarkan

Richard L. Daft (1996, p22) pada det11isi organisasi adalah (1)

entims sosial ya.'ig (2) rnenganu p!i.da. tqjullll-tujuan dimana entitas ini (3)

didesain secara tan!tniktt1r dan merupakan sistem aktivit!lll yang terkoordinasi

serta (4) terhubung dengan lingkungan eksterrml.

Elemen k-'-'!ncinya adalah b!k'1W1t organisasi bukanlah bangu.!lan atau

sek-umpulan polis maupun prosedtrr - prosedur r.amun organisasi

terbenttik da.i orangorang d!k"' lmbungal'llly'lt sate dengan lainnya. Sebuah

org-cllisasi eksis/nyata ketika orang-orang berinteraksi d:m membentuk

fungsi yang penting untuk membantu tercapainya visi, m.isi serta tujuan.
H

Seri."lgkali lata ber.anya, apa kontribusi yang diberikan organisasi

daiam hlclup kita, atau mungkin unruk pertanyaan mengapa organisasi itu

begitu pent'. ng? Ada tujuh alasa;-,_ mer1gapa organisasi (secara umum) begitu

penting bagi ldta dan entitas bisnis serta perserikatan kerja (John Szilagyi,

1995). vaitu :
'"

•!• Bersruna-sama mengumpulkan resources (pekerja-pekelja berpotensi,

swnber-sumber, dan kesempatan-kesempatan) unruk mencapai serta

menclapatkan tujumi dan hasil yang dii;'l_ginkan_

•!• Memproduksi barang- bamng dan servis secara efektif dan efisien.

•!• Menclulrung da.n memfasi!itasikan kreatifitas dan inovasi.

•!• Menggunakan suatu sistem masyarakat modem dalam penditribusian clan

reknologi berbasis komputer ( umumnya. sudah menjadi standar yang

harus dipemlhl ).

•!• Kebiasaan dan kemampuan da!am mempengaruhi dan beradaptasi pada

perubaha,'l. lingkungan.

•!• 11/lenciptakan nilai yang berharga bagi pemilik dan pengums organisasi,

lmnsumen, anggota, serta para kru:yawan.

•!• Mengakomodasikan diversitas tantangan yang berkelanjutan, etik.a, poia

clan kebiasaan yang baik dalam berk:arir, serta motivasi dan kemampuan

man jemen dalam mengkoordinasikan para pekelja.


12

""''' ·"' Orgamiillia&i Seb:;;gfti Sebuall Sisltem

Sistem Orgalllisllsi

Berdasarkan Richard Daft (1996, p40) Pada wnumnya organisasi

mengadopsi sistem yar'lg (Open System) dalam kegiatan operasional,

r,arnun pada awal pen becl'ltultarn!lya manajer organisasi banyak

rnemikirkan mengemu organisasi amu disebut

menerepkan sistem-sistem tertuil;p {Closed System).

pendekamn yang termasuk Closed System a.dalah pada a,w.! pembetn kan

kcnsep man,:ojemen termasuk manajemen keilmua"l (Scientific Ma.najemen),

gaya kepernimpirum (Leadership Style), dan Industrial Engineering. Closed

System sebenarnya tidak ber,ar ada, sistem ini bersifat introvensif

)'llr!g ben:L"ii tidak linglrullga!mya dan benya pada

intemalnya. Seda<1gk:!L'1 System yang benyak diadopsi banyak

orga.nisasi adal2h sistem berintere.ksi der,;gan linl$kung!m untuk

il'isepenru..nya memanfaatkan alokasi

resource internal dan eks>term.!l. Crganisasi y-a,ng baik tahu bagaimana

bagi organisasinya.

Orgcurlzatl,un C'!wt!J:li Ti'M;•ory

Chaos Theory (Richard L. Daft 1998, p42) aclalah yang

mer:gungkapkan tenmug a..'lomali faktor x yang ba.'lyak dijttlnpai sebagai

penghahmg maupun dalam sistem kegiamn berorganisasi,

adlipun muncu.lnya teori kaPena kondisi dth"lia yaP.g kompleks, acak, dan
ketidakpestian.
13

fungsi

bertahan

ditunjukan oleh divisi atau departemen-<:iepart=en yang bertil'l(lali: sebagai

sub-gystem. Suh-gystems Org&llisasi me:na:rnp:ilk!m fungsi pen1ing, yaitu :

Sub-gystem

output

terhadap

jawab terhadap

berke!a.'liutan dalat"'ll organisasi. Langkah dalam memahami

orgar.isasi ada!ah denga.11 melihat dimensi mendeskripsikun desain

organisasi seeara spesifik

Dimensi orgunisasi dibagl (Richa."\.!. 1998, p54), yang pertama

menyediakun label untuk

mendeskripsikan kru·akferi:;tik mt<emal s :bm:h organisasi. DL'11ensi struktural


14

menyedil!kan dasar untuk. mempert..'lhankan dan membanding.l(an organisasi.

Sedacgkan dimensi yang ked:Ja arlalab 6"1lensi Kontekst:Jal, yaitu dilnensi yang

merrgkarakteristi..kar! se!uruh organisasi mulai dari besamya, teiu"'JOloginya,

!ingkungrumya, dan tujUll.rnlya. DiL'lensi kontekstual mendeskripsikan setting

organisasi yang mempengaruhl dan membentuk dimensi stnlktural. Kedua

dimensi desain orga.'"lisasi :,erinmraksi satu sruna lain.

Dimensi !iltJcnt:t" "'

•!• Fomu!llizaden (fmmalisasl) meyinggtmg pada jumiah doku:nen

dokulr.en tertulis dalam sebuab organisasi. Dokumentasi jug! termasllk

Job Description, peratumn-peraturan dan polis standar.

mendeskripsi.kan tingkah laku dan

!liiivitas org;misasi. Formalisasi juga sering dirurur dengan hru:lya

mergun:Uabkan hal&uan-halar!la:l dolrumentasi. Unmk oontolmya sering

diterapkan pada universitas besar di luar negeri, hal

dis,-:lbabka.'l karena banyalmya peratma.'l dokumentasi tertulis yang

sampru bervolume-volume, rnisa!nya lilltlli< registrasL dropping and

adding classes (rr.eng,mmgi dan menambah jumlab kelas), student

associatior.s (perkumpulan pelaja.r), domutory governance (pengaturan

asran:ill), da.'lfmancial assistance (bantuan keuangan).

+ Special!Zfliit;ln (spesialisasi), adala.derajad dan a."llh yang menentukan

kemana tugas orgar.isas!dibagi-bagi menjadi pekeljaan yang lebih rind

detil. Jika spesialisasi semakin meluas maka setiap anggota peng>JrUS

organisasi akan mengeijakan jems pekeljean yang semaldn khusus dan


15

'sempit', sebatilmya jika spesialisasi semakin berlrurang, maka setiap

al'lggota pel1gli<rus organisasi akan rnengeljakan jenis pekelja.an yang

semakin umum yang calruparUJY:l lebih 1uas. Kadangkala spesialisasi juga

dianggap sebaga:i dasar untuk Division of Labor (;iembegian divisi kerja).

•!• Stendariliz;atim(Standardisasi) adalal! per!uasan yang mirip denga11

aktifitas kerja yang dihasilkan oleh ser "lgkaian perilaku yang seraga.'n.

Dalam sebuah organisasi yang memilild standar tinggi seperti restoran

McDomlds, nilai mum dideskripsik .n secam detil da."l nilai yang sa.'11l!

diliam;ykar: pOO.a semua lokasi restoyr ada


aLn'lg.

•:• Hierarcity Authority (hirarki otorltas), mendesk:ripsik:an 'siapa

melapor pOO.a siapa' dar: per!uasan kontrol setlap manajemen. Dalam


simclasi ini, semua dir-ancang untuk langsur.g melapor ke ketua

organisasi.

•!• Complexity (kompleksil'lS), me:ngacu pada sejumlah a.l<tifitas atliU

subS'ystem dalam orga:lisasi. Kompleksitas dapat diulrur rnelalui tiga

dime:nsi : vertikal, horizontal, da11 spatiaL

Centrallwtion (sentt-alisasi) mengacu pada tingkalarl hi11:1rki yang

memiliki wewemmg ootuk mengamllil ireputusan. Kefh proses

pecgruLbilan keputusan hanya melibatkan orang-orang di levelatas, maka

organisasi tersebut adalah organisasi yang pengambilan keputusannya

bersifat sent.'1llisasi.

•!• l."rofesionaJism (profesionalisme) adalah tingkatan dari edllkflSi formll.!

dan pelat'illan karya-w"Rn. Profesiooolisme sering diauggap f.:Iggi (juga


<>!• Denonnelitatios (ratio pengurus} yaitu pembentuklm anggota pengurus

organisasi ke ti!nili fungsi yang bervariasi dan departemen yang berbeda-

beda.

•) Size, adalah besarnya organisasi yang direfleksikan pada bebempa orar.g

an_ggota orga.nisasi. Hal ini juga bisa diu!mr lli"1tuk orga;risasi sebagai

suatu kesa'tl!all atau komponen yang spesif.k sepcrti perencanaan atau

d.ivisi-divisi yang ada. Dalrun simulasi nantinya, besarnya orga."lisasi

ditell'ltukan oleh jurruah aaggota yaLg bergooung dan nilai prestige dari

orgarjllll!'li tersebut

·· Organizational TechMlogy adalah hal ya.ng alruni berkembang sesuai

aksi-aksi dan teknik yang biasa dig-ili"lakan U!'ltuk mengubalr w.asukan

organisasi menjad.i keiuanm. Dalam sirnulasi ini, dimensi ini tida.l.::

Envlronffll!..ent termasal;: selumh elemen yang ada diluar batasan

org"'a.nisasi. Dal«m hal sinralasi organisasi tellill!Su.l( piliak sponsor, pihak

professionaL

kompetitif yang .m:engatur mem_bedakan organisasi ini ber!::-eda satu


17

mjuan organisasi dirancang sama

(organization objective) membantu mengevaiuasi peserta sinmlasi.

kebiasaa.lll, per ertia;1 bersama, dan sebuah budaya yang berkembang

diantara sesaw.a pengw"'1.1S organisasi. Nilai-nilai yang ada ini mungkin

lebih mengacu p!!da penl!!l:cu., komitmen, efisieru;i, atau Customer

Services.

Menurut Robert Daft (1998, p12) Teori Organisasi adalah sebuab. earn

Organisasi adalah sebuah earn uutllk

menganalisa organisasi dengan lebih. alru.11rt d!llam. Cam unti.Llc melihat dan

Toorl Orgaaisesi

Kenapa !rita belajar segala sesuatu mengenai orgarJsasi?

Sebagai gambaral',nya bisa dilihat

yang mempelajari Teori Or s'ltl1isru;i

mereka ya.;g mer.nimpin nrganisasi atau potensiai. sebagai pemimpin dan

mereka ymg tidak akan pemah jadi ma.'1ajer. Kelompok pertama biasanya

oygarJ.zator. Kenapa bisa demikian? Teori

Orga.n:sasi dapat memb,an1tu memoorikan sebooh apresiasl dan pemahaman


18

Of!l;at iJ:!!JSi adalah lrul'!Ci dar.ri entitas sosiru di jaman

mempdajari organisasi kita bisa mempelajari lebih banyilk

imbungar: ac'1tara liP.gkungan ha!nya ldta

geografi, astronom11, musik.

vu:.u" orang-orang ya.'lg ingin akan menjadi manajer, Teori

Organisasi memberikan pandangan yang berlmbungan dan

membantu mereka menjadi manajer yang baik. Ccntolmrya

IBM, ba<·w l( yang mempelajaci Organisasi me:lal1i rrtet<1de

Trial IBM para maimjer tidacl{ mernabanli sit11asi arn!1!!ll:a

mereka atau keputuseit apa. yang perbuat dat1respon.

Organisasi mengidenti:l:ikasikan vaiiabel-variabel

menyediakan model-mode! sehingga manajer-!I'.ar,ajer

mendiagnosa serta apa yang teljadi

sekeiiling mexr.:bilJ'Itu efektivitas orga;1isasi yang

lebih besar. bentuk nyatanya Organisasi dapat membnat

ma:najer lebili kompeten clan berpengaruh. Mengeta.'mi bagaimana

mengapa organisasi membuat Wlll!\ier bagaim&'1a he.re.J k.:i

Pembe jMW organisasi membuat se!,eorarlg nwlihat dan memahami

-hal yang bisa lihat Topik mangenai budaya

organisasi telah menjadi penting Ga!.arn kumn '\!\l'llktu belakangan

sebagai perubahan organisasi ke arah struktur yang !ebih menekankm ke!:mda


mahasiswa adalah

ma.basisv.;a dan merupalran entitas mahasis;w (Robert L. Daft, 1996, p45)

organisasi ini dibentt k penga\wisan kampus dan pada

umwrur ya kegiat.a.'l-kegiatrumye. masil:! he :>rie:r.resi n.un!l.t., hobby, dan mahasiswa

Dalam hu!Jllngan-hu!:nmgan intemah'lya, organisasi w.ahasis;w

struktur ya.ng terlroordinasi yang dirancang umuk mellCapai tujwm

visi tian misi crgru:risasi.

juga wadah bagi mahasiswa u.'l.tuk mem!Jrenlllk: dirlnya se::1diri dan juga

menjadi individu yang profesional dimana para mahasis\\'11

rnengt1adap1 kebiasaan bekelja. da!a.m mengatur stralegi, keselisih-pahaman

antar dan kondisi-kondi&i e! J>te:nal luas ser'..a amat tidak menenta

menurat mereka karem disebabkam sebailmya vvaktu digunakan untuk be!ajar

mencari hal lain yang dianggap berguna dan menarik, atau malas.
20
Namun karena hal itu. pu.1alall banyak mahasis'W'li yang me.nghadapi

kesullia.1: setelah !ulus dalam beke1-.;a. Mereka mengalami kesulfta"l jika bekeja

s;:lit mengimp!eme11tasikan basil studi mereka dengan baik dan benar.

Robert L. Dac't (1996, p75) meng:iltakan bahwa mekanisme kclja

Mekanisme ke!ja organisasi i:iUl11!ll'lli>ya selalu bereriemasi anggota dan

bergabung atau tidak dalam sebuah organisasi adalan daya tarik yang kuat dari

organisasi itu sendiri.

Daya truik organisasi bisa bermacam-macam, seperti fasilitasnya,

pengurus organisasinya, dan y< ng terpenting adalah jenis keg:iatarmya (sesuai

dengan rrrinat ataa tidak) dan kual.itas dari keg:iatan itu se11diri. Daya terik dari

kegiatan adalah hal yang utruna. MlsaiL'ya, seseorang akan bergabung

hobby-nya}atau dia sebenarnya tidak suka basket namun ingin bisa main basket.

Jadi dalsm mekanisme kelja ini adalah bagai'Illllla sebuah orga.'lisasi rr.a>'11pu

Daiam t:-elaksal!arumya, organisasi rmhru iswa tidak sendirian. Pada

mungkL'l itu bukan masa!ah yang besar !L'ltu.lc mengbasilkan sehuah keg:iatan
21

haJ:rva dij'lemleh da:ri jenis

kegiataru'1J1! (daya tarik orgac"lisasi), falrtot l!linnya yang penting adalah cilci

prestige da.-i organisasi tersel:Jut

Nilai prestige orga.'l.isasi diperoleh presmsi yang diperoleh

organisasi tersebut baik itu keterlibata.Lnya dalam kei5i!J:I'an lain maupun dalam

rner,yelengg kan kegiatar ya dan 'keren', llllggota

se::nakin sena11g. lui adalah faktor orgacisasi.

J\.fisai.n.ya, sebuah klub komputer te!ah mel:\iadi

pertandingan komputet atau yac"lg meHba:t\:a.1

orang dan perusahrum saja menyelenggarnksn

kej iwtan organisasi yang seperti it-u mudah.. Diburuhkan

bru1vak du.i.;-ungan dsri faktor - faktor lain kampusnyl:l, anggotaz1ya,

pe!:u&al18<an d.a11kau.'ll pmfesional yang ingin berjJartisiQasi dalam kegiatan kita.

Dari mekanisme kerj;;: yang demikian Ll2m-ence Pm ;,lc (1997,

pilO) menyimpuikau aktifitas - alctirr:.as umum selalu ernt


l:ul .t!'!.l¥f..!"ll!lya dengan i:ujuan Org"..nisasi (Ol"Jgl:h"ltta1:ion oQjective;}. Aktifitas

aktifit'l:S tersl but ada!ah :

Mlmgampalbl, mencari !llnggotlil ilJ>lri'l!llliii§as:

kegiatfu'1 tri adal.a.h salah s<.tu bentu.\ perwi..ljUda!l dati d.imensi o nisasi.

e>e1am itu organisasi maha:sisw-a tanpa anggota tidak a.kan


22

Meligeloia D!ll!Ut Org : EJiM&i.

Orgauisasi pada awa!Lya mencari da11a dati illl'an anggota, karena

tanpa dana organisi tidak akan berkembang. mengembangkan

org14'1isasi peroler.an dana tidak ha'lya dari anggota saja, namun

JUga dipemleh domttur, kampus, d;m sponsor. Dlllla organisasi

ilipemleh prlnsipnya digur',abm sebesar · bc-samya l.l.!rtiJk

kema.lanunm orgarisasi. Mengelola da.r:a orgarJsasi maksudnya

adalah adaia11setiap orga.'li asi mengel.ola <iarnh"lya hingga menjadl

berkembang dengan mengolahnya dalam penyelengga;-<.mn kegiatan.

Aktifitas biasanya dila:Jrulcan dalrun mengembangkan

lrualitas kegiatan orgar..isasi. banyak peru...<ahaan besar yang

bergabung dalam kegiatan mahasiswa, yang dikeluarkan organisasi

m.enjllldi semakin sehingga semakin menguntungkan bagi

anggota organisasi. .Hari.ya saja pada umurnnya mereka sama

halnya seperti bank. Mereka mau membll.lltu asal mereta juga mendapat

meminta.
23

<(• Membang;m kepereayrum all.ggom, rulilhasillwa, masy:mdmt lll'mll'm

ternt2ma per.Rs::dlla:l!n-pere§ll!Mliln dan profesi >nlil!.

Hai ini berk;L'tan ernt dengru1 nilai prestige org-..nisasi tersebut

setela.IJ. berhasil menyelengaraka.n kegiatan organisasi. Hal irJ juga yang

mempengaruhi apakah perusa.'laan dan kaum pmfesionai mau bergabu.ng

denga."l. kita ataupun tidak.

•!• Menm:eang, Memb!!lllt Menyeklnggtllrakll'Jil Kegiatan,

Men.ipakali salah satu dasar penting di organisasi yang juga

membang'.m kepercayaan anggot&, mahasisvva, rnasyarakat Ulntlm

temta."na perusah111L'1i-perusahaan dan kalllll. profesional. Setiap orgtWisasi

!:tar,;s ruenye!engg!!....a.4:ron kegiatan sesuai deng:m jenis organisesi-nya

yang sesuai harapan dati anggotaeya.

•) lnter!!lksi Sosi.llt.

Intera.i ini teljadi selame organisesi mahasisv.a melakulam

aktifita.s sehrui - harinya. Inte!'kasi ini juga mencakup

pengembangan Interpersonal Skill yang penting dalam diri mahasiswa.<ya

juga membina koneksi perkemba.ngan selanjumya.

::u.2A.2 K iarlan-K;;g' mOrgaEiilla .si Mabasi§wa


Secara umum jenis kegi<!San orga."lisesi mahasiswa menl.!ll.:t Laurence

Prusak (1997, p89) dibagi n: jadi dua, yaitu:


24

•) Routine Activ:fty (X.egiatan Ruti11).

Kegiatlm rutin adalah kegiatan orga11isru;i mahasiswa yang

sifatnya rutinit&s dan biasanya diadakan berka!a mulai seminggu sekai

5x seminggu, sebulan sekali, 4 bulan sekalserengah tahun sekali, atau

bahkatt setahun seka!i, Jenis kegianm ini juga masi.'l dibagi menjadi

dun berdasarkan Jokasinya, yaitu :

Inremal. Kegiatm rutil1 yang juga kegiatan

internal adalah keglatan rutin ya."'g lokasinya. diadakan dalam lingkup

in".ernal organisru;i, dalan1 hal. ini adalah kampus.

o Kegmtlin t c•utine Ek<!terna!. Kegiaw.n rutin yang juga kegia'.an

eksternal ada.lab. kegiatan nr'Jn yang lokasicya diadakan diluar

lingkup internal organisasi, dalam hal ini adalah diluar kampus.

Ntm- ilo!ii:tine Aw,tlty (Kegi!IW.Il Tidak Rutin).

Kegiata.r Non - Rutjn adalah kegiatan orga.'lisasi yang

pengadaan kegiatannya bersifat tidak belum tenta selalu lllda dan

sifatnya tidak berpcla dari segi penjad'W1JJat1. Namtm biasanya kegiatlln

adalah kegiatau organisasi yang besar dan sulit

ill!. Jenis kegiatan wi juga masili

dlbagi menjadi dua yaitu :

o Kegbltalil Ntm - Routine Iurernllll. Kegiatan rutin yang juga kegmtan

internal ru.!aiah kegiat&"! rut11 yang !okasinya diadaka.'1 dalGJJ'n lingkup

interr.ai orgacisru;i, dalam. ici adalah kampus.


25

juga kegiatan

ekstemal ooalah keg;iat£111 rutin yang lokasinya diadakan diluar lingkup

inte:mal organisasi, dalam hal ini adalah diluar kampus.

Set'.ap mar usia menriliki apa yang d1setnrt dengan (Work Rate

Point), yaitu suetu rata - rata kemampuan seseora!'.g dalam masa

pengerjaan task (tugas) orgamsast

Menurut Michael Pritula (1998, p56), dalam usaha mencapru

keberhasilan se!Jllil.n kegianm organhlasi, sa!ah satu faktor yang dinilai sanga.t

penting yang mempeng;aruhi pemmman WRP adll:iah sub-system yang disebut

dengru: fulctor

HasH faktor - faktor tenreb1lt

dinyataka."l dalam persen kemungkinfh'l m :nunn:mya nilai - nilai VJRP

disimpulkan Organisasi Mahasiswa yru1g ada pada Massachussets Institute

tahurrl996-1998

Tabei

15-35 %dari
26

*.}'

mempengaruhi

menyelesaikan dihasioom orang-cr1:mg organisasi se!ama

menyelesaikan tugasnya.

Simulation / simulasi secara umum adal.ah lllltuk membuat

seseornng seolah-ciah berinteraksi dengan dun.ia nyata dirruma sebenamya


ia sedang

tersebut a..1lllah sebuah model komputer dari duma nyata yang

disimulasikan dlirJU'Ul model adalah suam representasi dati sistem yang

Computer Simulation adalah sebuah ilmu dlllam mendesain

model dari sebuah aktuBJisasi troritical sistem secarn fisik, mengekselrusi

model pada komputer die t:a:l, d1:m mengana!isa execution output. Simulasi ada!ah

penvujudml dari prinsip learning by uwnl!. Unmk mempelajari tentang system

Penggu.'laall simulasi aaaJal:! sebuah aktivitas yang alami seperti anak kecil (who

plcrys) memainkan 1mina1mya (the toys object) . Untuk memahami realita

seh.:mh kerumtill.lJan}'akita harus membangun den memhuat objek-cbjek yang

sifatoya artificial dan dina'nis. Computer Simulation adelah persarnaan

elektrunik (electronic equiwlent) dm permaiPUlfi (role playing) fti.A

S!ltl(ln, 1997)
27

<;• Static Simulation adalah si:.nulasi yar.g bers;ifat statis, disini V'llli.'tu

memaL'lbn peranan yang penting.

Dynarnic adalah. simulas.i yang beruhah-ubah sesuai

waktu.

Deterministic SiTn!li!atJion adalah sin1uiasi tidak memillki komponen-

komi}onen h&silnya sudah

dipastikan.

Stocltastic Simulation adalah simu!asi tidak dapat ditentukan nilai-

tidak berubah.

<lf· Non Discrete Simulation adalah simulasi berubah sesuai d.engan

Adaptm tl;)uannya adalah metancattg suatu bentuk model simulasi

yang mendllplikasi kondisi sebenamys sel'!m:ggamemililci

Secara ;:Je5'!1!l!m simulasi di berbaga'i bidan,g adalah :


28

1. Compwat!onal science. Simu.lasi adalah lingua frcm.ca dari comP'.<tational

science. Computational science melihatkru1 per,gg-t!lllll!n komputer untl.:k

visualisasi dan menyimulasikan fer:omena yang kompleks d!ll!luas.

Chaos complex S'ystem. Sebooll bal:rw11 satu orang dapat mengamati

kcmpleksitas di dalam sebuall model deterministic sederluma yang terstruktur

adalah sebuah te.la!ik dasar dan kepedullan. Lebih jaub lagi

hampir semua model menur ukkan bahwa chaotic behavior tidak

menghasilkan benrJk statis analisa; simulasi barns di gunakan 1111tuk

menyediaka.n pandangan yang lebi\''l detil terh!ldap pertanyaan systeiTL Dalan1

panda.ngan l;ms, bal'lasa simulasi di masa depan a.kan banyak berhubungan

dellgan symbolic manipulation routines and languages selringga sebual1

system bisa dianalisa dengan semua tools yang tersedia.

3. Virtual reality. Tekai'JL"l di dahun riset virtual reality tujurumya adal!!h oott:k

membenamkan peneliti ke dalrun d.unia yang telah disimulasikan melalui

penggunaan alat-a!at seperti virtual helm, data glaves, six degrees of freedom

sensor, dan force-feedback elements. Meskip;.m virtual reality sering dilihat

sebagai parsa!llltlLn dengan human-machine hnrdware interfaces.

tekoo!oginya ha.:1.1s digabungkan dengan metode ootuk membllll.t dooia

digital nljua.u urJuk menjadi lebih efe!ctif.

Artif eiallife. Eksperimen di dalar.t artificial life adalah satu dimana sebW!h

program komputer ditulis menyimulasikan bentuk kehidupan buatan.

5. Physically based rnodelmg and computer animation. Ada!ah sebuah bentuk

model simu1asi yang mengan>.hil kenyataan sebagai model untuk

disimul.asiksn guna mernbanm memberikan pilihan-pilihan yang lebib baik


29

da!am pengamhilm keputusan. Fe!Rll.an bi juga membantu memberikan

grunbruan pengertian tentang sebuah proses yang sulit dimengerti.

Contohnya simulasi organisasi ITahruiisv;,'3

.Pe&dl.ekllmn Sim111lasl Orgaai§asi

Dal!ll!l ta!JB.p p:elancang:m simulasi ada bebem;m macam pendekatlm

simulasi, seperti : Traditional Simulation, Process-BaBed Simulation. Multi

Agent Simulation, dan Game Theory Simulation.

'lf'rtlditimwl SimultUWn adalah teireik pendekatan denga11

meP imulasL!Qm secara la11gsung sebuah proses. Untuk conto!mya dapat kita

proses belajar-mengajar di dala.'ll kampus. Dalam proses ini hanya

raelibatklm rr.ar.as.isv.--a dan doSeP sebagai sl!lllber i!muny1t

hocess-lJil!!led Simull'itian adalah teknik simulasi yang melibatkan

P"·nyimwasian setiap unit secara individlllll dala.o mer,yimulasika.Yl proses. Ka!au

disesuaika.Tl dengan proses belajar-mengajar di dalam kampus tadi maka d lam

sim.masi naltlti akan ditampilkan energi {HP) dan kondisi :::nasing-:masing

mahasiswa yang belajar dan :,agairruma perasaan mereka terhadap materi

pelajaran yang disarnpa:ikan oleh Dosen.

!Jidti Agent SimuliltWn, Jllfuiti Agent Simulation !!tau sering disebut

individuwl-based simulation ndalah teknik simulasi yang termasuk dalam diYcrete

sim:ulatlon dan didasarkan pada hasil secara keselu\'lilian dari interaksi arrtar

anggcta sebuah populasi, biasanya melibatkan sebum liJJghmgan atau tempat

dimana i:i!teraksi-!ntereksi tersebtlt beriangsung dan parameter yang menyatal'lln

tingkah ialru serta karakteristik per!·ndividu (Rey tolds, l999),


30

Game Theory Simulatton adalal:i salah satu telrn.ik simrul!Si yang paling

ban; d.ikemhangkan (1998). Fenerapan s!mulasi ini untuk gambarannya adalah

seperti mengambil banya sisi peml!!.irumnya saja d&--1 selJUah aklifitas yang nyata

Teknik simulasi ini sangat berkembang di duma hiburan dan salah satu

keunikannya aaa lab tidak adanya suaru pola da'l rlli"llUS tertentu dalam simull!

Si ini untuk menghasilkan 1:rila.i yang dibutuhkan.

Game Theory Simulation ada1ah metode simu!l!Si yang lebih banyak

mengaca p-dda Gamepiay. Gameplay adalah suatu gaya pennainan y&"lg ada

da1am simulasi dimana hal rr-,enjad.i daya tar'tk yang mengasyikan b!lgi orang

y&"lg memainkan simulasinya. SLmulasi yang mempunyai gameplay biasa

dikenal <!&"1 diasosiasikan dengan game. Gameplay sendi.ri adalah sekumpu!an

fac+..or-fa,.,'1or yang mendukung sebuah simulasi menjadi sangat menllrik un.tuk

U!1lll.'ill!Klljtt, lrdk itu SOO&""li realita rnaupun tidak Gameplay j'llga me.I'Upakan

Jrump;.llan acts d&"'l objectives y&"'lg hams dijalankan oleh pemain simuiasi ini.

B-eberapa acts dan objecttves irJ rebenamya sangat sederhana seperti

memperl:l!ha!>lmn nyaw-a karakter utama (health),

mengahihkan lawan (hetlt tlze opponent), d!m mengumpulkan benda-benda

ter.entu (artifact).

Perbedaan an.iai1J: Simuiatian, Game, dan Gamepiay terletak pada

pengertialil Simulc:Jtian rebagai disiplin dalam mendesain model dari sebuah

aktualisasi atau teoritical si.stem secam fisik, mengekseknsi model p--

komputer digital, d2n meng--analisa execution output. Simulasi !lda!ah perwujudan

dati learning by doing. Sedanglmn Game adalah sebooh simulasi yang


berkembang dan merge dengan Gamep!ay menjadi sebuah pennaiJlan yang

sifamya teaming by doing Hanya game yang mempunyai unsur Gameplay yang

k mdtibandingkan jenis simulasi yang lain karena Gameplay memang diciptakan

pada av<al mulanya untuk menghibur. (LeRoy McArthur, 1994 ).

"-o''""'';· 1'ab1!J:l(lili.D l!"erancanges'lGafre

Dal.es"n proses pernncar.gan sebuah game, umunmya harus mele'\1\'ati tahapan

berilnrt ini ·

:Z.2AoLl Creative Process

Adalah tahsm penting yang meliputi :

•!• Inspiration -- Whete to get Ideas. Adalah tahapan dimana desainer game

mempercleh inspimsi tentang ges"ne yang aka.11dibuat

•) synthesis - Combining Ideas. Adl!lah tal:laplln penggabungan ide - ide untuk

menjadikran sistem yang lebih kompleks.

Resonance - Creating Synergy from ideas. Adl!lal1 bagian di:nl.ana ide -

ide yang ada dikembangkan menjadi sebuah lronsep.

Convergence - Finishing The Concept; Adalah tahap terak.J.rir penye!esaian

kcnsep dan ide ide yang ada

2.2.4.1.2

Tahapan ini sdalah tahapan dlmana seorang desainer game akan

membentuk ide - idenya tentang game ya'lg dirancang menjadi lebih detll.ii

drul. kompleks.
32

•!< Dramatic Effects. Adalah wtu f!lktor cll.llam perancangan game yang hams

dip- rhatikan oleh desainer game. Tru'mpen ini mener:tukan janis 'skenario'

apa yang akan dimainkan pemain game rumtinya dimana hal

dapat satu faktcr yang sangat penting.

<l:• Style. Adala.'1 tahapan. di.mana desainer game menentcl:an genre dari game

diraneang. Genre diseb1rt goal of designer, mrulcsm:lnya disini desainer

game menentukan tu:juan dari game yang dia rancang tersebut. Genre game

e:da bebempa macam yaitu :

" - Arcade : game dengan genre ini arr,at sangat terkenai denga.'l

istiiah Lots of Frantic Button Pushmg (contolmya gan1e Super Mario

Bros.), hal yang paling mendasar dari game jenis ini adai!lh memiliki

gameplay yang simple objective oriented (boorieniasi target

sederh!\r;a) seperti keharusan untuk menyeleSilikan setiap li"lgkatlm level

permai'lan yang ada seper'ri m<Jmbu.'1uh musuh terte:rtu yang ada,

mengu.mpulkan item,dan mengalahkan Boss muslli'l pacta aldrir level yang

menjadi ujian bagi pero.ai"! untuk sampai ketahap berikut

" : game dengan genre w> at sangat terkenal der.gan lsti!ah

The stmy matters (contotrllya game Nii1Ja Ryukeuden), hal yang paling

mendasar dari game jenis ini adalah memiliki jenis gameplay yang mirip

dengan game-ga."!le bargem-e Action-Adventure, banya saja tidak dengan

ti!ikat kesulitan y:mg sama, hal ini diseb!lhkan kuatnya unsu.r cerr.a.

sehingga mempengamhi bantuk permaina."!llya.


33

ga'r'.ep!ay dengan sifat Seek

(cari), Seize (sergap, sereng), CapNire ( gkap, reb-ut), Control

Contoh game dengan jenis adalah Super lwbot Wars, Nobunaga

Ambitkm, dlt

yang memiliki gamepiay der.gan prinsip

dcing,
34

" Siwmlfition : game dengan genre Uri .mat Sl!Ilgat terkenal dengan

istilah Optimization Exercise, yaitu game yang me;:niliki gameplay

denga..n sifat reality, experience, and trial - error. Pada umumnya orang

menciptakan game simulasi km'ena pada kenyataarmya banyak orang ya!

lg sulit mewujudkan keing1nannya Misainya : orang membuat game Hight

Simulator dikarenakan banyak orang ya.'lg sebenamya ingin mencoba

menerbangkan pesawat n&i1Uil tidak ada biaya, waktu dan kemmnpuan

hingga bisa mencoba..nya melalui simulasi ini, hingga jika

kapalnya jatuh tidak ruia yang rugi.

: game dengan genre ini amat sangat terkenru dengan

Hard Analytic Thinking, yaitu game yang memlliki gameplay

dengan sifat mgenuity (kecerdasanfast paced (langkail cepat), rigid

thinkmg (pemikira..'l dalam),

Adalah hagian dari sebuah grune yang mempakan gabungan :ian

kombinasi dari skenario • skenario yang ada dalam gat'l'!e. Plot yang menarik

memberJ<an kete1tarikan tersendiri bagi pemaiTh"lya, seperti ha!nya orang

menonton: b!.OSKop.

segan - segar&ya membayar maha! para novelist untuk mermlis cerita atau

menyuslill plot dalam gamenya. conto!'-,rrja, cerita dav:i ga.me Super Mario

Bros. ada!aillilltu.l( menye!amatkan Princess Toadstool dari tallgall Bowser sang

rnja monater Koopa. Namun untl!k sampai kesana Mario harus melewati berbagai
35

doom.h yang urJk - dan menar'Ji: serta dijaga. oleh berhagai jenis mo:r>_ster

Koopa yang lain, nab inilah yangg disebut dengan plot.

Characters

Faktor lain ya.ng juga sangat mempengaruhi dalam penr.ainatl adalah

pepmemb;a,' NPC (Non Playable Character), dan karakter lllltagonis


nflb'hl",!

hruuslah mendukung tujuar., cerita dan plot darig Ly'naeng dibua.t.

M.I.T dan Universitas Harvard telah melakukan riset sejak 1989 ketika

oleh Departerrzen PerKiidikan dan Lemhaga Kesejahternan amk di

Amerika meoyelidiki segala sesuatu tentang sua.tu bentuk permainbmaru

yang dikenal seba,gai game, dimana pennaiMn yang mulai menjamur di negeri

Parr'.Jm Sam itu bawa hal yang buruk Hal disebabkll.!'l


dikhaw:cirkmLe"m!

tmtuk ten.Js mellllli!kannya hingga tidak


belajlli.

Setelah melak-uka11 riset hingga satu t L'tun. hal itu mema.ug texbukti

dild!av,.'litirk&il mem.baw-a pengarnh bnruk pada bidang pendidiklm temyata juga

bias menjadi sangat efektif untuk membautu pendidikau jika dimodifikasi da.'1

dia."'!lhkan deng:an benar. 11,1aka pada tahun 1989, Sekolah Penernanga.n Amel'ika,

membuat g-ame simulasi pesawat terbang w:ltuk pelatihlm bagi para calon
36

di negara-negam eropa,

berkembang menjadi sam trend yang di.Iilai sukses. Bahkan

trend tersebut lcini telah me:rwtnl.J,ru'<, hingga bidang pendidikan, beberapa

materi pelajaran yang dibuat m;Iter';nya dalam bentuk game. Hal ini bisa

dilil:1at dati (Matematika),

to Mother Do You

K11owYo!lT Neighbour (Sosial), d!l.

pendekatan dalam meranoarsg game ('LeRoy McArthur , 1994) :

Konsep sudah drtenmkan em Space Invader

ta.lxun 1970-an, dimana intinya segala. nilai var1abe1 dalam game hanya

memilild i'ilng:si sederbana untuk Add Substract. Sebagai rontolmya

juga bisa Nmtendo 1986. Dalam

game

memberi nilai sul; ·tr,2Ct

fuj yang dtsebt>t dengan gameplay.

pemair. a!am sebagai


penggali
37

mengu.mpul1®'!mas, tugas a.'lda ad.i!lllh mer!ghabisk!l.!! seluruh emas

yang ada den ran Sfu'npai .habis sebelum !dta 'dimakan'

oieh

m.onster penjag;>ta."nb:mg.

1.1.43.2 Ko!!!lep Free TF Fnfiurm

Free Transfonn adalah tekl!ik dasar perancangan game yang

menggunakan ara!isa terharlap obyek Analise i.ni untuk memb:mru para

pe -an ;ang w..me untuk mendapatkan gambaran mengenai keseluruhan obyek

game yl!ng mereka desain.

Misalnya perancang game illgin me::nbuat game petuala<'lga;'l

bernuansa abad pertengllhan, maim mereka melalrukan riset sede:rhana

terhlldap obyek mereka supaya 11ltliliki gambarau wa!aupun !!lasili banyak

paint-point yang k·1.mmg dan tidak dicilai seca.-a benar. Tuju:mnya disini

Utituk mencllri gambaran yang benar bulam tepat, selanjutnya

pengembangan game tergantung dari. daya kl:iayal desainer game. Itu

sebabnya konsep ini d!sebut Transform.

2.2.433 Envircmt:rr,effft B J Sii!II Te :hniqYcre

Adalah telmik perancangan game yang teJa,i melakukan riset dan

pe1t1.elitim de-u.gan kedetihm yang tL'lggi terhadap environtment game

yarig ak&'l dib;u:r.t, mulai lingku..11ga."! seperti jenis pohonnya, bentuk

sungai, jeni.slludaya YIL'1g ada, dll. Untuk memperoleh cilai-nilai

yang ada dapat dilakukan ana.lisa da::survey yang hasilnya mempakan

s buah Contoh game yang d:ikembangkan l::anyak dengm


38

memakai teknik

sangat mendekati dengan

disimulasikan beresa!dati SU Vei

dikembangka.n simulasi ir.i adalah SIMS.

dalam triikull)'a, Inteleget1sia

(Artificial sebuah mempelaja.-i

dilakukan oieh manusia. maksudnya mesin yang menriiiki kecerdasan beP..rti

disesuaika_n atau juga merespon terl:!adlltp

masukan (input), (condition), lingkungan (enviromenta! behavior) dengan

m<mg;hasilliam aksi yang mendlekati atau sar.na dengiDI pikir manusia.

p!'..da game-garne pennainan kmnputer, proses

pellgambilan ke-putusan bisnis, dia.,onosa penyrurJt untUckedoktemn, hingga si..'D.ulllsi

poJrang pada polati.l:!an angkatan


39

Cabang-cabang ilinu Artificial Intelligence yang banyak dijumpai dan

bersifat umum vmtu.l.;: m.asa sekarang bisa dilihat dari gar,1bar 2.1 :

Common
V'NIII:Imll

mg., " '£:&.


l'mblll::m
fMl'l Miliilll.\l!l illlit

Gambar 2.1 Cabang-cabang iimu Artificial Intelligence

Km;wledge Representllition (Durkin, I991, p6) ada!ah bagian dari

cabang ilmu Artificial l;1telligence. Untuk memahami tentang KEnowiedge

RepreseF latit.m,. dapat diamati melalui 3 defmisi yang membanm.

Defmisi pertama ada!ah Knowledge (pengeta.>man) yang berarti adalah

pemal:J.aman daci sebuah daemh subyek. Definisi kedua adal!m Dornain (daerah

asal) yang berarti daemh subyek yang difokuskan dengan balk. Jadi pada defmisi
40

Knowledge· Representation a-'a!ah untuk

tek!likKnowledge Representation li!da yaitu :

semantic r.etworks adala11sel:mah meinde knowledge

menggu!IJ:i.kan gmfik dimana grafik ini dimncang d!Lri

node - node arcs (akar), Disini node - node i:ni meW Llcili

dan reiasi arc arc dhmtara objek Seluruh node dan arc m<

milild

label ;'!)endeslaipsfr-.a.'1 objek yang

hubungan alatr J[ahnya.

menyedi2ik2in sudut pandang secam

l::e;:hubmtgan dengan objek penting, properti, dan

l:mbung!L'1.

11-ip!ets (OAP;

Definisi OAV adalah se!H.la.h me'<Ode dari kr.owledge representation

bentuk pengetahi!im dld,ekl81J1l.Siikl!l1l). F.J:l ini juga dinyatakan seb!igal

Proposition (suatu statement atausalah}

Frames

pangetili'"'" yang stereotypical konsep atau objek


41

Sebuah perluasaTI alruni dati semantic P.etworks adalah sebuah skema,

sebui!Jt unit yang te;:<iiri pengetahuan yang temang bebel'a;J!l

konsepatau serta tet:i!M'!SUkdecwrattve dan procedural knowledge.

Para perancang Expert Systems (ES) menggunakan ide yang sanla

untuk mendapatclmn mewakili pengetahuan konseptua! dalam sebuah ES,

hlngga akhi:mya mengar!L'I]kan skema (S :herna) sebagai sebuah Frame.

Sebm!h ;.w;""" untuk mudabnya sudah banyak mirip dengan sistem

yang diilnpl:em.entasil "' dalam ke!ridupan sehari - seperti bulru :mport

menunjukan IDfornU si yang dapat mengkar-.Jcterisasikan sej:iap I!lurid

sekol!Llt.

Logic

Logic adalah beJ:rtukK'lowledge Representation yang paling lama tua

kompute;:. Logic pembelajal1L"l mengenai pe:mtunm sebab-

dbaLtogic metniWd

Intelligence Systew.s, yaitu Fropotional Logic dan Predicate Calculus.

Ked:1a teknik ter;;eb1.rt meuggunakan symbols untuk mereprese:1tasikan

knowledge operat.or meugaplikasikannya simbol untuk menghasilkan

alasar• yang logis.

Propotional mewakili member'Jmn alasan. dengan proposisi

(propotions), staments yang digu.l'!akan adalah True I False. Predicate

Cab1lus adalah perluas!L'l propositional logic yang menyedillkan

representllsi knowledge yang


adalah salah satu knowledge yru:g menghubu,•glmn

dianggap unrok diketalmi. mempakan h beniuk da."'i procedural

membe:rikan inf<Jn'!:1asi kepada sist..em

Bentuk ini secam

menghubungk&"l satu atau lebih prerrris }'ll.llg terdapat dalac"':n

TI:lEN I lilre th" Bail


3
!F I !ik;; the Ball
TH:Ec"'! wi!J buy tl:!e Ba!;

Q : Ba.Jra Color? -+-+----"-!>! Ball's Color is Red


A:Red
! Like the Ba.C

Gambar 22 Rule-Based System Operation


Da!am renmcangan game simu!asi crganisasi mahasiswa, tidak se:mua nilai

perilalru mabasisWil dapat kita peroieh berdasark;m su.'Vey dan riset, ba1 ini

disebabkan lrnrena:

a Membutuhkan wak:tu lama dalam penelitiannya.

o Membutuhk;m resource manusia maupun fasilitas ya.11g banyak.

o Membutuhkan pemlatan te:::tentu harganya mahat

yang ada dll!iam simulasi iui ada yang diambll

berdasukan hasii pe;rreliti!m seseorang

ya.qg di.r:,YJJJlakan sebagai gaming rules dalam menentulrnn

yang ada dalam simulasi

mengguna.lrnn nilai - nilai dari basil penelitian Robert L. Daft (1996) terha:dap:

Pada kenyataallllya, manusia mewiliki kepribadian yaii..g beroeda-beda

satu dengan yang laL""l!!ya Walaupl:ll herbeda-beda sel.iap lrepribadian temyata

memiliki kel.ebihan dan kelern.ahan tersendiri yang berpengaruh p&la kine!ja

rum po!a hidtJ:p. Untuk menguk"Ur besamya nilai kepribadia.'l setiap orang

temyata hampir tidik mungkin, d.i!mrenakan sifut manusia yang terl!llu

majemuk.
44

Florence Littauer (1998) menooba melakukan riset tentang nilai

kepribadian manu.sia yang l!'.ajemuk Nilai kepribadian ini dalam buku

Hill&)' J. Bader (Organization Actions, 1996) ternyata dinilai mem.i!iki

garuh yang kuat dal.am kegiatan berorganisasi


I
I
Kenyaman menunjukan bahwa orang dengan kepribadian tertemu

temyata memiliki hasil yang bemeda untuk pekeljaan yang sama. Conrolmya :

pekerjaan yang sifatnya detil dan menuntut ketelitian seperti merancang dan

menganalisa data bv,se, alrllll sangat balk hila dikeij:iikan oleh orang yang

memili.\i kepribadian dom.inan me!imkl: Hs dlbandingkan dengan orang yang

berkepribadian Sanguinis, sebaliknya untuk pekeijrum manajerial dan

melalrukannya d.engan lebili baik dibandL'lgkan denga."l ora."'lg melankoiis.

Kepribadia11 manusia yang beraneka mga.'Il tersebut dikelompokkan

menjadi empat jenis kepril-;:;dian yar,g masing-masing memiliki sub-

personality yang berl:Jo:ia·beda. Empat kepribadian manusia adalah :

l. Kepribdian!lglllnis (sanguine personality ).

Omng yang berkeprib!!dian sanguinis un1unnya adalah orang yang

popular, ekstmvert, pembicarn, dan optirdstic.

2. K.epribad.iat11 KQi!.eri(d>.oleric personality).

Ornng yang herkepribadian lroleris unluttL11ya adalal1 orang y&"lg

ekstrovert, pelalru., optim.is, k< at, dan berpengamh.

3. Kepribadili!! Meiankoils (melancholy personality).

Orang yang berkepribadian melanlrolis adalah ora...ng yang introvert,

pesimistic, pemikir, dan pe1feksiocis.


45

Keprilnti iatl l'bl1.15m& (phlegmatic persmwltty)

Orang ya.ng berkepribadian phlegmatis ada!ah or&'1g yang introvert,

pengamat, pesimis, dan damai.

Michael Pritula (1999) menyimpulkan nil.ai tentang manusia

hubungam;ya dengan pekeljaan urn:uk sebuah pengkajian Human Resources

Department.

Michael Pritula (1998) menyL'llpulkan nilai tentang perilalru perusl.l.haan

terhadap pasar organisasi mahasiswa hahvl'a mereka selah.! memilil!:i penilaian

s..."ndiri terhadap ni.lai prestige organisasi tersebut Meuurutnya hal ini disebabkan

mrena perusaha.an-perusal:ma.'l seb.."!l!llJlYa agak k.lr.!l:t>!lltir terhadap investasi

uangnya di organisasi m_M,asis'l!l!l., karena itu mereka menilai berdasarkan

penilaian terhadapprestige organisasi mahasis""'Bl im.

Michael Pritul.a (1998) te!llh membust skala nilai prestige suatu

organisasi mllhasiswa da!am suatu variabel ya.'1g disebut PP (Prestige Point) dan

bagaima!'..a mereka bereaksi terhlldap pengaP..LI:i tersebut, apalmh akan

bekeljasama abupun tidak.


46

Temyata pernsahrum juga memiJliki pengaruh terhadap kemajuan

org::misasi , karen:a semakin tingkatan perusahaan yao,g bergabung

m"'lrn nii.ai prestige organi:sasi rersebut alrnn bertambah..