Anda di halaman 1dari 3

ITB Multikampus: Bagaimana Kemahasiswaan Planologi Off-G Campus?

Oleh : Devy Paramitha Agnelia – 15414106

25 September 2016

Institut Teknologi Bandung (ITB) akan berkembang menuju multikampus, sesuai dengan yang
tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan (RENIP) ITB mengenai visi ITB 2025 serta ITB sebagai
World Class University. Salah satu alasan dibutuhkannya multikampus adalah karena Kampus Ganesha
yang memiliki luas 28 hektare hanya berdaya tampung 15 ribu mahasiswa, sedangkan jumlah
mahasiswa ITB saat ini mencapai 20 ribu mahasiswa, sehingga pembangunan multikampus menjadi
solusi strategis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kebijakan pembangunan multikampus di
ITB tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas
dalam skala regional maupun nasional.

Pada 2016 dibuka program studi untuk wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon oleh Insitut Teknologi Bandung yang
bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat. Sumber: m/tempo/co

Seiring dengan berkembangnya ITB multikampus, muncul istilah On-G Campus dan Off-G
Campus. On-G Campus merujuk pada kampus ITB Ganesha sedangkan Off-G Campus merujuk pada
kampus-kampus ITB di luar kampus ITB Ganesha. Off-G Campus terdiri dari beberapa kampus seperti
kampus ITB Jatinangor yang terletak di Jalan Winaya Mukti nomor 1, Jatinangor, kampus ITB Walini yang
terletak di perkebunan Teh Walini, ITB Bekasi, ITB Padalarang, dan ITB Cirebon yang baru dibangun pada
pertengahan tahun 2016 silam. Pembangunan ITB Cirebon tersebut dilaksanakan melalui kerjasama
dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan oleh mandat yang dikeluarkan oleh Kemenristek-Dikti untuk
menyelenggarakan pendidikan sarjana di Kabupaten Cirebon.
ITB Kampus Cirebon
berlokasi di Watu Belah,
Kecamatan Sumber, Kabupaten
Cirebon dengan lahan seluas
30 hektare, dan kedepannya
akan dibangun pula ITB Kelas
Cirebon yang berlokasi di Kota
Cirebon dengan lahan seluas
18 hektare. ITB multikampus
merupakan bagian yang terikat
dan terintegrasi dengan ITB

Kampus Ganesha Bandung,


Logo Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung Kampus Cirebon
Tahun Ajaran 2016/2017. Sumber: usm.itb.ac.id sehingga seluruh administrasi
dan penyelenggaraan akademiknya akan setara, paralel, dan tidak dibeda-dibedakan. Program studi
yang telah dibuka di Kampus Cirebon pada tahun ajaran 2016/2017 yaitu Teknik Industri (di bawah
Fakultas Teknologi Industri), Perencanaan Wilayah dan Kota (di bawah Sekolah Arsitektur, Perencanaan
dan Pengembangan Kebijakan), dan Kriya (di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain).

Keberadaan ITB Kampus Cirebon, membuat mahasiswa planologi On-G Campus bertanya-tanya
akan nasib kemahasiswaan mahasiswa planologi Off-G Campus (dalam hal ini mahasiswa planologi
angkatan 2016/2017 yang berada di ITB Kampus Cirebon). Banyak aspirasi yang muncul dalam benak
mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Planologi Pangriptaloka yang berada di Kampus Ganesha
tentang isu multikampus ini.

“Untuk kemahasiswaan/himpunan di selain Kampus Ganesha sebaiknya dibangun


berdiri sendiri namun tetap harus terkoordinasi” – Maudina Wilwatikta (15414068)

“Untuk mahasiswa planologi di luar Kampus Ganesha sementara tidak berhimpun


dahulu, sampai ada penyempuraan proses kemahasiswaan multikampus dari pusat
hingga HMJ” – Aina Witenia (15414010)

“Masalah kemahasiswaan multikampus, standarnya harus sama dengan yang ada di


Ganesha Bandung. Dapat diagendakan kegiatan antarkampus agar tiap himpunan
memiliki hubungan yang baik, bukan sebagai kampus yang terpisah-pisah” – Dinda Ayu
Sagita (15414030)

Selain tanggapan yang diberikan oleh mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Planologi
Pangriptaloka ITB, berbagai respon juga diberikan oleh mahasiswa planologi Kampus Cirebon pada
pertemuan antar Plano Cirebon dan Ganesha yang dilaksanakan pada … lalu.