Anda di halaman 1dari 13

Ketika menerima hasil karangan yang diperiksa tutor, Pak Harjito (Pak Har) terkejut.

Ternyata
apa yang dituliskannya banyak yang keliru, baik ejaan, paragraf, maupun tata kalimatnya.
Hampir tiap kalimatnya juga terdapat tanda koreksi dari sang tutor. Pak Har memang
beranggapan bahwa menulis itu seperti yang biasa ia lakukan, saat ada ide, Pak Har pun menulis
dan tidak berpikiran mengoreksi kembali tulisannya.

Pertanyaan: Benarkah anggapan Pak Har tersebut? Kaitkan jawaban Saudara dengan pemikiran
bahwa menulis merupakan sebuah proses.

Jawaban:
Anggapan Pak Har tentang kegiatan menulis tidak benar. Pak Har menganggap bahwa menulis
itu harus sekali jadi. Padahal, dalam menulis ada tiga tahapan yang harus dilalui, yakni
prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan, dan ini merupakan konsep menulis sebagai proses.

Dalam tahap prapenulisan, Pak Har mestinya membuat kerangka tulisan, menganalisis siapa
audience yang akan membaca, dan untuk acara apa tulisannya akan digunakan. Dengan
menyusun kerangka dan menganalisis sasaran pembaca, Pak Har telah melalui tahapan yang
benar sehingga ia tinggal mengembangkan apa yang telah dipersiapkan dalam prapenulisan.

Dalam tahap penulisan, Pak Har mengembangkan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dengan
berpedoman pada kerangka dan pokok-pokok pikiran yang telah dipersiapkan.
Dalam tahap pascapenulisan, Pak Har perlu memeriksa ulang tulisan yang telah dibuatnya.
Kesalahan-kesalahan ejaan, huruf besar, dan tanda baca, sangat mungkin terjadi.

Bahkan, kesalahan isi materi, juga dimungkinkan terjadi, misalnya salah menyebut UU atau PP.
Dengan melewati tiga tahap ini, Pak Har telah melalui prosedur yang benar untuk menghasilkan
sebuah tulisan.

2. Dalam penalaran deduktif, digunakan silogisme dan entimem sebagai alat penalarannya. Nah,
atas dasar itu, Saudara jelaskan apakah perbedaan silogisme dengan entimem!

Jawaban:
Sebelum menjelaskan perbedaan antara silogisme dan entimem, perlu dijelaskan dahulu
pengertian silogisme dan entimem.
Silogisme merupakan suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan)
yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga yang
berupa kesimpulan.
Contoh :
Premis mayor : Semua dosen memiliki kecerdasan intelektual
Premis minor : Rofiyah adalah dosen
Kesimpulan : Jadi, Rofiyah adalah dosen
Entimem merupakan bentuk silogisme yang tidak lengkap karena bagian yang telah dipahami
dihilangkan.

Contoh :
Premis mayor : Semua pilot adalah manusia-manusia terpilih
Premis minor : Suryo adalah pilot
Kesimpulan : Jadi, Suryo adalah manusia-manusia terpilih

Ketidaklengkapan silogisme di atas terletak pada premis minor yang semestinya berbunyi “Dino
adalah pilot, manusia-manusia terpilih”, tetapi karena dianggap telah dipahami, kata “manusia-
manusia terpilih” tidak digunakan lagi.
Berdasarkan dua penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada
lengkap tidaknya presmis yang digunakan. Dalam silogisme, seluruh bagian yang akan
diturunkan (dibuat proposisi) dihadirkan secara utuh, sedangkan dalam entimem, karena
dianggap telah dimengerti, salah satu bagian premisnya dihilangkan. Dengan demikian, dapat
dijelaskan bahwa entimem merupakan silogisme yang bentuknya dipersingkat.

3. Bacalah kutipan berikut secermat mungkin!


Penelitian terhadap penyakit kulit akibat orang bekerja pada pabrik tekstil yang dikemukakan dr.
Unandar Budimulia, dr. Sudirman, dan dr. Adi Juanda, menunjukkan bahwa karyawan di bagian
pemutihan ada yang mengidap dermatitis yang kronis karena kontak dengan air panas dan zat
kimia yang digunakan untuk memutihkan bahan.
Di bagian pemintalan, ditemukan dermatitis-kontak akibat komponen tertentu dari ”minyak
putih” yang dipakai sebagai minyak pelumas. Pada bagian pemutihan ini benang diolah menjadi
putih. Zat pemutihnya terdiri atas air, kaporit, dan asam keras. Bahan yang diputihkan direndam
dalam larutan kaporit yang panas selama beberapa waktu.

Bahan itu kemudian dibilas sampai bersih dan dikeringkan. Selama bekerja, sebagian besar
pekerja tidak diberi atau tidak mau menggunakan alat pelindung, misalnya sepatu dan sarung
tangan. Kontak langsung dengan larutan kimia itu menimbulkan berbagai kerusakan kulit
(Republika, 2005).
Pertanyaan:
a. Tentukan jenis wacana dan alasan yang memperkuat jawaban Saudara!
b. Berdasarkan posisi kalimat topiknya, termasuk jenis paragraf apakah paragraf tersebut
(deduktif, induktif, atau campuran)!
c. Tentukan judul yang cocok untuk wacana tersebut!

Jawaban:
(a) Berdasarkan kutipan yang ada dalam soal nomor 3 saya berpendapat bahwa tulisan tersebut
berjenis eksposisi. Dalam kutipan tersebut, penjelasan-penjelasan yang diuraikan hanya bersifat
memaparkan saja, tidak ada unsur membandingkan atau memberikan data efek zat pemutih.
Meskipun tertulis sebagai hasil penelitian, tetapi penelitian tersebut tidak dirinci secara detail,
melainkan hanya diinformasikan sebagai bahan pengetahuan pembaca.

(b) Berdasarkan posisi kalimat topiknya, contoh kutipan termasuk paragraf deduktif, yakni
paragraf yang kalimat topik terletak di awal, didahului dengan penjelasan yang khusus yakni
paparan hasil penelitian terhadap para buruh pabrik yang ternyata mengidap penyakit karena efek
pemutih.

(c) Judul yang tepat adalah “Efek Zat Pemutih Bagi Kesehatan”

4. Saudara ditunjuk Kepala Sekolah untuk menjadi Ketua Panitia Hari Pendidikan Nasional.
Salah satu agenda acaranya adalah lomba baca puisi tingkat SD se-Kabupaten Pemalang, Jawa
Tengah. Untuk keperluan tersebut, Saudara harus menghubungi Drs. Hendra Saputra, M.Pd.,
dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Semarang,
untuk diminta sebagai juri. Lomba akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2009, pukul 08.30
WIB s.d. selesai, bertempat di SD tempat di mana Saudara mengajar, yakni SDN Iser 09,
Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Alamat. Jalan Kyai Ragil, Desa Iser, Kecamatan
Petarukan, Kabupaten Pemalang 52362, Telepon (0284) 345678.

Pertanyaan:
Buatlah surat undangan untuk menghubungi dewan juri tersebut dengan format yang benar.
Jangan lupa tulis pula pihak-pihak yang harus Saudara beri tembusan suratnya.

Jawaban:
Surat dinas untuk menghubungi seorang dewan juri dalam rangka lomba baca puisi di tempat
saya mengajar dengan format surat dinas pemerintah/organisasi
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN DATI II PEMALANG
RANTING KECAMATAN PETARUKAN
SDN ISER 09
Jalan Kyai Ragil, Desa Iser, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang 52362,
Telepon (0284) 345678

Nomor : 03/U/B/2009 6 Juni 2009


Lampiran : Satu berkas
Hal : Permohonan menjadi Juri

Yth. Drs. Hendra Saputra, M.Pd.


Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
FBS, Universitas Negeri Semarang
di tempat

Dengan hormat,
Dalam rangka memeriahkan hari Pendidikan Nasional, kami akan menyelenggarakan Lomba
Baca Puisi Tingkat SD se-Kabupaten Pemalang. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami
mengharap kesediaan Bapak untuk juri dalam lomba yang akan diselenggarakan pada:

hari, tanggal : Sabtu, 25 Juli 2009


waktu : Pukul 08.30 s.d. selesai
tempat : Gedung Kesenian SD Iser 01

Ketentuan tentang teknis pelaksanaan dan formulir kesediaan Bapak menjadi dewan juri kami
sertakan dalam lampiran.

Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.


Soal Ujian UT PGSD PDGK4305

1. Soal Pertama
Sebagai salah satu peserta pelatihan penulisan karya ilmiah di kota kabupaten, oleh
penyaji materi Pak Narto diberi pengetahuan tentang bagaimana teori menulis. Dalam
pelatihan tersebut, para penyaji memberikan bekal tentang penggunaan kaidah bahasa
Indonesia baku, pengalineaan yang baik, konvensi penulisan, dan pemahaman tentang
kalimat efektif, serta teknik menggayakan kalimat. Dalam pendekatan penulisan, apa
yang ditugaskan oleh penyaji sebenarnya sesuai dengan pendekatan menulis.

Pertanyaan:
Dalam pendekatan menulis, pendekatan apa yang digunakan para penyaji ketika
memberikan pelatihan kepada Pak Narto? Jelaskan dan kaitkan dengan salah satu tahap
penulisan, yakni menulis sebagai proses.

Pembahasan:
Skor maksimal 8

Materi penyajian yang diberikan oleh para penyaji kepada peserta pelatihan, termasuk
Pak Narto disebut dengan pendekatan formal (skor 2).

Jika dikaitkan dengan menulis sebagai proses, Pak Narto harus mengerti bahwa teori-
teori yang secara formal harus dikonkretkan dalam penyusunan kerangka karangan
(prapenulisan) (skor 2), pengembangan kerangka tersebut menjadi karangan yang rinci
(penulisan), (skor 2) dan pemeriksaan kembali hasil karangan kembali untuk memastikan
kebenaran tulisan/substansi/ejaan yang ia hasilkan (pascapenulisan) (skor 2).

Total skor 10 Jika mahasiswa kurang lengkap, tetapi secara substansi sudah mencakup
jawaban yang dimaksud diberi skor 6. Jika mahasiswa menjawab tetapi keliru diberi skor
2 Jika mahasiswa tidak menjawab skor 0.

2. Soal Kedua
Perhatikan skenario soal berikut ini!

Berikut ini ditampilkan penggalan paragraf yang tidak runtut dan jika diurutkan kembali
akan menjadi padu dan komprehensif. Setiap kalimat dalam paragraf tersebut juga
mengandung satu kesalahan ejaan/tanda baca/kalimat tidak efektif. Untuk lebih jelasnya
simak paragraf berikut.
1. Jalan beraspal berakhir digerbang desa. Berbeda dari Segenter, desa ini sangat ramai
oleh turis.
2. Saya menanjak “pinggang” gunung rinjani hingga mendarat di Sendaru.
3. Hal ini mungkin karena Sendaru adalah merupakan pijakan untuk menggelar
pendakian ke Danau Segara Anak dan Gunung Rinjani, salah satu gunung dengan
panorama indah di nusantara.
4. Pemandangannya cukup atraktif, sementara airnya seolah menembus banyak daun-
daun dan batang pohon.
5. Selanjutnya, perjalanan selama 20 menit membawa saya ke Sendang Gile, air terjun
paling kondang di pulau lombok. (Dimodifikasi dari “Surga Bernama Lombok” dalam
Garuda: The Magazine of Garuda Indonesia, Februari 2011, hlm. 105)

Pertanyaan:
a. Urutkan paragraf dalam soal hingga menjadi paragraf yang padu dan komprehensif.
Ketika mengurutkan Anda cukup menuliskan nomor saja dan tidak perlu menyalin
kembali seluruh kalimat yang ada! 35421
b. Dalam setiap kalimat, terdapat 1 kesalahan yang disebabkan kesalahan penggunaan
kalimat efektif atau karena kesalahan ejaan/tanda baca/kata penghubung, silakan Anda
temukan bagian yang salah dan tulis pula pembetulannya!

Pembahasan:
Skor maksimal 10

Jawaban pertanyaan a
Urutan yang benar adalah 2 – 1 – 3 – 5 – 4
Jika benar, skor 5 J
ika hanya 4 urutan yang benar, skor 3
Jika hanya 3 urutan yang benar, skor 2
Jika hanya 1 atau 2 urutan yang benar, skor 1.

Jawaban pertanyaan b.
1. Jalan beraspal berakhir digerbang (di- dipisah, skor 1) desa. Berbeda dari Segenter,
desa ini sangat ramai oleh turis.
2. Saya menanjak “pinggang” gunung rinjani (Gunung Rinjani, skor 1) hingga mendarat
di Sendaru.
3. Hal ini mungkin karena Sendaru adalah merupakan (gunakan salah satu, adalah atau
merupakan, skor 1) pijakan untuk menggelar pendakian ke Danau Segara Anak dan
Gunung Rinjani, salah satu gunung dengan panorama indah di nusantara.

Pemandangannya cukup atraktif, sementara airnya seolah menembus banyak daun-daun (banyak
daun atau daun-daun, skor 1) dan batang pohon.
5. Selanjutnya, perjalanan selama 20 menit membawa saya ke Sendang Gile, air terjun paling
kondang di pulau lombok (Pulau Lombok, skor 1). Skor = 5 Uraian kalimat terdiri atas 5 kalimat,
skor 5

3. Soal Ketiga
Perhatikan ilustrasi soal berikut ini!

Anda diumpamakan menjadi seorang guru di SD Negeri Kalirandu 17, Kecamatan Petarukan,
Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah dan bertindak sebagai Ketua Pantia “Pelatihan
Penulisan Karya Ilmiah”. Suatu ketika Anda diminta Kepala Sekolah membuat draft surat
undangan untuk salah seorang guru Bahasa Indonesia SMAN 5 Pemalang, Drs. Teguh Nugroho
Prasetyo, M.Hum. Guru tersebut diminta menjadi narasumber dalam acara “Pelatihan Penulisan
Karya Ilmiah” tersebut bagi para guru SD Kalirandu 17.

Skenario tentang waktu dan tempat pelaksanaan acara silakan Anda tentukan sendiri, tetapi
dalam undangan tersebut harus mencantumkan kalimat yang menyatakan kontak person yang
dapat dihubungi untuk komunikasi selanjutnya. Surat yang Anda susun juga “seakan-akan”
melampirkan rancangan jadwal acara pelaksanaan pelatihan tersebut. Selain itu, Kepala SMAN 5
Pemalang, tempat di mana Drs. Teguh Nugroho, M.Hum., juga harus diberi tahu. Penandatangan
surat hanya oleh Kepala Sekolah, yakni Mustarida, S.Pd., NIP 19610312 199103 2 001.

Pertanyaan:
Buatlah draft surat undangan tersebut sesuai dengan kaidah penulisan surat undangan yang
benar. Seluruh isi surat, nama, identitas, dan lain-lain harus mengacu pada ilustrasi soal.

Pembahasan:
Skor maksimal 26

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KABUPATEN PEMALANG
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDIDIKAN
SD NEGERI KALIRANDU 17
Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah

(kepala surat lengkap, skor 4; kurang lengkap, skor 2; tidak berkop surat, skor 0)

Nomor : 34/U/D.34/X/2011 12 Maret 2012


Lampiran : Satu berkas
Hal : Permohonan menjadi Narasumber
(surat dibubuhi nomor, lampiran, dan hal, serta tanggal, skor 3, tidak lengkap 1, tidak ada 0)
Yth. Drs. Teguh Nugroho Prasetyo, M.Hum.
Guru Bahasa Indonesia SMAN 5 Pemalang
di tempat

Dalam rangka melatih kemampuan menulis para guru SDN Kalirandu 17, kami bermaksud
menyelenggarakan pelatihan penulisan karya ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut, kami
mohon kesediaan Bapak untuk menjadi instruktur dalam pelatihan tersebut. Menurut rencana,
acara pelatihan akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal : Sabtu, 3 Mei 2012


Waktu : Pukul 08.30 WIB sampai selesai
Tempat : SDN Kalirandu 17

Sebagai gambaran, kami sertakan pula jadwal rinci acara tersebut. Kami sangat berharap Bapak
bersedia menerima permohonan kami. Untuk informasi kepastian staf kami, Wisnu Kencana HP
08133344455 akan menghubungi Bapak.

Demikian surat permohonan ini kami ajukan. Atas perhatian dan kesediaan Bapak, kami
sampaikan terima kasih.
(isi surat jelas: ada 4 unsur, yakni kejelasan isi, kelengkapan informasi,informasi tentang kontak
person maksud pembuatan surat keterangan, dan salam penutup, skor 8; jika kurang lengkap skor
5, skor dikurangi 2 untuk setiap unsurnya)---8

Kepala Sekolah,

Mustarida, S.Pd.
NIP 19610312 199103 2 001

(penanda tangan surat: nama-1, NIP-1, dan tanda tangan-1; serta tanggal pembuatan surat ditulis tanpa
nama tempat-3, jumlah skor 6; jika kurang lengkap, skor dikurangi masing-masing 0,5)---6

Tembusan:
1. Kepala SMAN 5 Pemalang
2. Kepala UPTD Kecamatan Petarukan
3. Yang bersangkutan

(tembusan ditulis lengkap, meskipun ada kesalahan urutan, skor 3; jika tidak ada, skor 0; jika hanya 1, skor
1)---4 (inisial surat ada, skor 1; jika tidak ada skor 0)---1

4. Soal Keempat
Perhatikan perintah soal berikut ini!
Buatlah wacana sederhana (sekitar 300 kata) dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Topik/tema yang harus Anda kembangkan adalah Bumi Insani: Hunian Ekslusif di
Tempat Strategis, atau Asuransi Pendidikan untuk Buah Hati, atau Memilih Kendaraan
Bermotor yang Irit dan Bertenaga (pilih salah satu).
2) Judul tulisan Anda bebas tetapi harus merujuk pada topik/tema yang dipilih.
3) Tulisan yang Anda kembangkan harus runtut, padu, komprehensif, dan berjenis
persuasif.
4) Anda pun harus memerhatikan kaidah penggunaan ejaan yang disempurnakan serta
penggunaan tanda baca.

Pembahasan:
Skor maksimal 24

Penilaian: mencakup 3 hal, yakni substansi narasi, persyaratan minimal 300 kata, dan
ejaan/tanda baca.

a. Substansi Persuasif (skor 10)


Secara substantif karangan persuasif merupakan corak karangan yang bermaksud
memengaruhi pembaca sehingga tertarik untuk mengikuti anjuran/paparan penulis
melalui tulisan yang disusun.

Pola persuasif secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
1) Apabila tulisan mahasiswa mampu memenuhi persyaratan narasi tersebut, skor 8.
2) Apabila tulisan mahasiswa kurang memenuhi pesryaratan narasi, skor 5
3) Apabila tulisan mahasiswa tidak memenuhi persyaratan narasi skor 2.
4) Apabila mahasiswa tidak menulis, skor 0

b. Minimal 300 kata (skor 8)


Penghitungan kata dalam tulisan dihitung atas dasar mengambil sampel jumlah kata per
satu baris dari kiri ke kanan, kemudian dikalikan dengan jumlah baris ke bawah.

1) Apabila jumlah kata yang ditulis 300 kata atau lebih skor 8 2
2) Apabila jumlah kata kuranfg dari 300 kata, skor 4
3) Apabila tidak menulis, skor 0

c. Ejaan/tanda baca/tulisan (skor 6)


Ejaan/tanda baca benar dan tulisan jelas serta mudah dibaca, skor 6.
Ejaan/tanda baca benar tetapi tulisan tidak mudah dibaca skor 3
Ejaan/tanda baca tidak benar dan tulisan tidak mudah dibaca, skor 1

Ketika menerima hasil karangan yang diperiksa tutor, Pak Harjito (Pak Har) terkejut. Ternyata
apa yang dituliskannya banyak yang keliru, baik ejaan, paragraf, maupun tata kalimatnya.
Hampir tiap kalimatnya juga terdapat tanda koreksi dari sang tutor. Pak Har memang
beranggapan bahwa menulis itu seperti yang biasa ia lakukan, saat ada ide, Pak Har pun menulis
dan tidak berpikiran mengoreksi kembali tulisannya.

Pertanyaan: Benarkah anggapan Pak Har tersebut? Kaitkan jawaban Saudara dengan pemikiran
bahwa menulis merupakan sebuah proses.

Jawaban:
Anggapan Pak Har tentang kegiatan menulis tidak benar. Pak Har menganggap bahwa menulis
itu harus sekali jadi. Padahal, dalam menulis ada tiga tahapan yang harus dilalui, yakni
prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan, dan ini merupakan konsep menulis sebagai proses.

Dalam tahap prapenulisan, Pak Har mestinya membuat kerangka tulisan, menganalisis siapa
audience yang akan membaca, dan untuk acara apa tulisannya akan digunakan. Dengan
menyusun kerangka dan menganalisis sasaran pembaca, Pak Har telah melalui tahapan yang
benar sehingga ia tinggal mengembangkan apa yang telah dipersiapkan dalam prapenulisan.

Dalam tahap penulisan, Pak Har mengembangkan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dengan
berpedoman pada kerangka dan pokok-pokok pikiran yang telah dipersiapkan.
Dalam tahap pascapenulisan, Pak Har perlu memeriksa ulang tulisan yang telah dibuatnya.
Kesalahan-kesalahan ejaan, huruf besar, dan tanda baca, sangat mungkin terjadi.

Bahkan, kesalahan isi materi, juga dimungkinkan terjadi, misalnya salah menyebut UU atau PP.
Dengan melewati tiga tahap ini, Pak Har telah melalui prosedur yang benar untuk menghasilkan
sebuah tulisan.

2. Dalam penalaran deduktif, digunakan silogisme dan entimem sebagai alat penalarannya. Nah,
atas dasar itu, Saudara jelaskan apakah perbedaan silogisme dengan entimem!

Jawaban:
Sebelum menjelaskan perbedaan antara silogisme dan entimem, perlu dijelaskan dahulu
pengertian silogisme dan entimem.
Silogisme merupakan suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan)
yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga yang
berupa kesimpulan.

Contoh :
Premis mayor : Semua dosen memiliki kecerdasan intelektual
Premis minor : Rofiyah adalah dosen
Kesimpulan : Jadi, Rofiyah adalah dosen
Entimem merupakan bentuk silogisme yang tidak lengkap karena bagian yang telah dipahami
dihilangkan.

Contoh :
Premis mayor : Semua pilot adalah manusia-manusia terpilih
Premis minor : Suryo adalah pilot
Kesimpulan : Jadi, Suryo adalah manusia-manusia terpilih

Ketidaklengkapan silogisme di atas terletak pada premis minor yang semestinya berbunyi “Dino
adalah pilot, manusia-manusia terpilih”, tetapi karena dianggap telah dipahami, kata “manusia-
manusia terpilih” tidak digunakan lagi.
Berdasarkan dua penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada
lengkap tidaknya presmis yang digunakan. Dalam silogisme, seluruh bagian yang akan
diturunkan (dibuat proposisi) dihadirkan secara utuh, sedangkan dalam entimem, karena
dianggap telah dimengerti, salah satu bagian premisnya dihilangkan. Dengan demikian, dapat
dijelaskan bahwa entimem merupakan silogisme yang bentuknya dipersingkat.

3. Bacalah kutipan berikut secermat mungkin!


Penelitian terhadap penyakit kulit akibat orang bekerja pada pabrik tekstil yang dikemukakan dr.
Unandar Budimulia, dr. Sudirman, dan dr. Adi Juanda, menunjukkan bahwa karyawan di bagian
pemutihan ada yang mengidap dermatitis yang kronis karena kontak dengan air panas dan zat
kimia yang digunakan untuk memutihkan bahan.

Di bagian pemintalan, ditemukan dermatitis-kontak akibat komponen tertentu dari ”minyak


putih” yang dipakai sebagai minyak pelumas. Pada bagian pemutihan ini benang diolah menjadi
putih. Zat pemutihnya terdiri atas air, kaporit, dan asam keras. Bahan yang diputihkan direndam
dalam larutan kaporit yang panas selama beberapa waktu.

Bahan itu kemudian dibilas sampai bersih dan dikeringkan. Selama bekerja, sebagian besar
pekerja tidak diberi atau tidak mau menggunakan alat pelindung, misalnya sepatu dan sarung
tangan. Kontak langsung dengan larutan kimia itu menimbulkan berbagai kerusakan kulit
(Republika, 2005).

Pertanyaan:
a. Tentukan jenis wacana dan alasan yang memperkuat jawaban Saudara!
b. Berdasarkan posisi kalimat topiknya, termasuk jenis paragraf apakah paragraf tersebut
(deduktif, induktif, atau campuran)!
c. Tentukan judul yang cocok untuk wacana tersebut!

Jawaban:
(a) Berdasarkan kutipan yang ada dalam soal nomor 3 saya berpendapat bahwa tulisan tersebut
berjenis eksposisi. Dalam kutipan tersebut, penjelasan-penjelasan yang diuraikan hanya bersifat
memaparkan saja, tidak ada unsur membandingkan atau memberikan data efek zat pemutih.
Meskipun tertulis sebagai hasil penelitian, tetapi penelitian tersebut tidak dirinci secara detail,
melainkan hanya diinformasikan sebagai bahan pengetahuan pembaca.
(b) Berdasarkan posisi kalimat topiknya, contoh kutipan termasuk paragraf deduktif, yakni
paragraf yang kalimat topik terletak di awal, didahului dengan penjelasan yang khusus yakni
paparan hasil penelitian terhadap para buruh pabrik yang ternyata mengidap penyakit karena efek
pemutih.

(c) Judul yang tepat adalah “Efek Zat Pemutih Bagi Kesehatan”

4. Saudara ditunjuk Kepala Sekolah untuk menjadi Ketua Panitia Hari Pendidikan Nasional.
Salah satu agenda acaranya adalah lomba baca puisi tingkat SD se-Kabupaten Pemalang, Jawa
Tengah. Untuk keperluan tersebut, Saudara harus menghubungi Drs. Hendra Saputra, M.Pd.,
dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Semarang,
untuk diminta sebagai juri. Lomba akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2009, pukul 08.30
WIB s.d. selesai, bertempat di SD tempat di mana Saudara mengajar, yakni SDN Iser 09,
Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Alamat. Jalan Kyai Ragil, Desa Iser, Kecamatan
Petarukan, Kabupaten Pemalang 52362, Telepon (0284) 345678.

Pertanyaan:
Buatlah surat undangan untuk menghubungi dewan juri tersebut dengan format yang benar.
Jangan lupa tulis pula pihak-pihak yang harus Saudara beri tembusan suratnya.

Jawaban:
Surat dinas untuk menghubungi seorang dewan juri dalam rangka lomba baca puisi di tempat
saya mengajar dengan format surat dinas pemerintah/organisasi

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN DATI II PEMALANG


RANTING KECAMATAN PETARUKAN
SDN ISER 09
Jalan Kyai Ragil, Desa Iser, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang 52362,
Telepon (0284) 345678

Nomor : 03/U/B/2009 6 Juni 2009


Lampiran : Satu berkas
Hal : Permohonan menjadi Juri

Yth. Drs. Hendra Saputra, M.Pd.


Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
FBS, Universitas Negeri Semarang
di tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka memeriahkan hari Pendidikan Nasional, kami akan menyelenggarakan Lomba
Baca Puisi Tingkat SD se-Kabupaten Pemalang. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami
mengharap kesediaan Bapak untuk juri dalam lomba yang akan diselenggarakan pada:

hari, tanggal : Sabtu, 25 Juli 2009


waktu : Pukul 08.30 s.d. selesai
tempat : Gedung Kesenian SD Iser 01

Ketentuan tentang teknis pelaksanaan dan formulir kesediaan Bapak menjadi dewan juri kami
sertakan dalam lampiran.

Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Ketua Panitia

(Jangan lupa ditandatangani)


Sukirmanto, S.Pd.
NIP 132222555

Tembusan
1. Ketua Jurusan Pend. Bhs. dan Sastra Indonesia, Unnes
2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang
3. Ka. UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Petarukan
4. Kepala Sekolah SDN Iser 01

Anda mungkin juga menyukai