Anda di halaman 1dari 80

PTF 306

RIZKI FITRIA MADINA, ST, MT


MINGGU KETIGA
 Penghawaan alami dan pergerakan udara tidak bergantung pada supply
energi ataupun instalasi mekanis

 Berfungsi sebagai:
1. Pasokan udara segar
2. Pendinginan konvektif
ventilasi
3. Pendinginan fisiologis  pergerakan udara
Sumber: http://gruenecodesign.com.au/wp-content/uploads/2013/05/CropperCapture140.jpg
Fungsi:
Untuk kesehatan :
 Menyediakan pasokan oksigen
 Menurunkan konsentrasi gas berbahaya dan asap
 Menghilangkan bau

 Untuk kenyamanan termal :


 Memindahkan udara panas dan lembab keluar
 Membantu penguapan keringat
 Mendinginkan struktur bangunan
 Kebutuhan aliran udara rata-rata 12-28 m3/jam per orang
 Kebutuhan aliran udara segar bergantung pada:
 Jenis ruangan
 Volume ruangan
 Jumlah dan kegiatan penghuni
 Umur penghuni
 Kebutuhan kenyamanan termal:
Laju udara yang diperlukan hingga temperatur udara di dalam berkurang
mendekati di luar ruangan
V = q / ρ c ( to - ti ) m3 / detik
 Luas bukaan  >= 5% luas ruangan (SNI 03-6572-2001 )
 Udara yang bergerak berfungsi sebagai medium pembawa
panas
 Terjadi saat temperatur ruangan > temperatur luar
 Temperatur ruangan > temperatur luar terjadi akibat:
 Internal heat gain (metabolisme tubuh, radiasi objek di dalam ruangan)
 Solar heat gain melalui jendela
Sumber: http://www.canadianarchitect.com/asf/enclosure_design_strategies/enclosure_strategies/images/dsf1.jpg
 Merupakan persyaratan agar terjadinya pertukaran udara
(ventilasi)
 Terjadi saat adanya perbedaan tekanan (akibat perbedaan
temperatur udara)
 Proses terjadi (saat udara diam/tidak ada angin, kondisi
jendela terbuka):
 Udara ruangan yang lebih hangat dan ringan mengalir keluar melalui bagian atas
jendela yang terbuka
 Udara luar yang dingin dan lebih berat mengalir masuk melalui bagian bawah
Sumber: http://healthybuildingscience.com/files/2013/01/env_iaq_201.jpeg
Sumber: http://heimlerheatcoolplumb.com/images/photos/stack_effect_grey_scale.jpg
Sumber: http://www.payette.com/images_projects/UMassFacade/Hover/05.jpg
Solar chimney mendorong terjadinya ventilasi akibat stack effects

Sumber: http://www.yourhome.gov.au/passive-design/passive-cooling
Stack effects pada shaft ventilasi:
↑ tinggi shaft, ↑ luas area perpotongan, ↑
perbedaan temperatur, maka ↑ udara yang bergerak
Tekanan stack:
Ps = 0.042 x h x ΔT
Dimana Ps = tekanan stack (N/ m2)
h = ketinggian shaft stack (m)
ΔT = perbedaan temperatur ( ̊C)
 Terjadi akibat adanya pergerakan udara

 Pergerakan udara melalui permukaan kulit mempercepat


hilangnya panas melalui:
 Meningkatkan pendinginan konvektif
 Mempercepat evaporasi

 Pendinginan melalui pergerakan udara dibutuhkan saat udara


ruangan sama hangatnya dengan kulit dan permukaan
disekitarnya dan tidak terjadinya pengurangan panas lain (dari
ventilasi/stack effects)
 Merupakan persyaratan agar terjadinya pergerakan udara
 Perlu menangkap angin sebanyak mungkin agar terjadi
pergerakan udara di dalam ruangan
 Terjadi akibat adanya perbedaan tekanan
 Saat membentur penghalang (seperti pohon atau bangunan),
kecepatan aliran udara↓, tekanan ↑ (tekanan positif) di
sekitar permukaan yang terbentur, sedangkan di sisi satunya
akan memiliki tekanan negatif
 Bila ada bukaan di sisi tekanan positif dan bukaan lainnya di
sisi tekanan negatif, maka akan ada pergerakan udara
melewati bangunan
Sumber: http://www.buildingscience.com/documents/digests/content/bsd-014-air-flow-
control-in-buildings/images/figure_01_forces_driving_ai.jpg
Sumber: http://cache.backpackinglight.com/backpackinglight/user_uploads/1298858120_38195.gif
Sumber: http://averbraaken.weblog.tudelft.nl/files/2008/09/beweging.jpg
Sumber: http://www.hurricanescience.org/images/hss/pressureImage_MySafeFlHome.jpg
Hubungan bentuk atap terhadap efek angin yang diterima bangunan

Sumber: http://cache.backpackinglight.com/backpackinglight/user_uploads/1298858120_38195.gif
Pola dan kecepatannya dipengaruhi:
 Orientasi
 Fitur eksternal
 Penghawaan silang
 Posisi bukaan
 Ukuran bukaan
 Kontrol bukaan
Dibandingkan dengan bangunan yang
tegak lurus dengan arah angin, bangunan
yang menghadap 45 ̊arah angin akan:
 Meningkatkan aliran udara dalam
ruangan
 Memberikan distribusi pergerakan
udara yang lebih baik
Fitur eksternal dapat mempengaruhi kecepatan udara :
 Permukaan bangunan yang tidak rata dan terdapat semak atau pohon dengan
tajuk lebar  kecepatan angin ↓
 Semakin tinggi dari permukaan laut  kecepatan angin ↑

Sumber: http://archive.nrc-cnrc.gc.ca/obj/irc/images/cbd/028f01e.gif
Sumber: http://www.new-learn.info/packages/clear/thermal/buildings/micro_climate/vegetation/wind.html
 Bukaan di arah angin datang (inlet) harus disertai bukaan ke luar (outlet), begitu
pula sebaliknya agar terjadi pertukaran udara
 Dinding/sekat dan perabot di dalam ruangan akan menurunkan kecepatan aliran
udara
 Udara harus diarahkan ke
zona yang digunakan
penghuni (‘living’ zone,
sampai ketinggian 2 m)
 Bila posisi bukaan tinggi,
udara hanya akan bergerak di
sekitar langit-langit
 Pada bangunan berlantai
banyak, lantai yang berada di
bawah menerima aliran angin
di bagian ‘living’ zone
 Penggunaan parapet
diperlukan pada lantai teratas
agar aliran angin tidak berada
di langit-langit
Sumber: http://www.yourhome.gov.au/passive-design/passive-cooling
Jika bukaan masuk besar, maka kecepatan
udara menurun, volume udara tinggi
Disarankan: bukaan sebesar dinding di kedua
sisi yang bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan
Hindari: bukaan masuk kecil, bukaan keluar
besar atau tanpa bukaan keluar
Efek ukuran, orientasi bukaan, dan arah datang angin
terhadap distribusi kecepatan udara
Posisi engsel (sashes) :
 Jendela engsel atas dapat membelokkan aliran udara ke atas
 Jendela engsel tengah dapat mengarahkan aliran udara ke
living zone
• Kanopi: mengurangi efek angin tekan di atas jendela. Bila
ada jarak antara kanopi dengan permukaan bangunan, akan
menghasilkan aliran yang mengarah ke living zone
Louvres dan alat pembayang: sudut
kemiringannya dapat menentukan arah belok
aliran udara
Sumber: http://www.yourhome.gov.au/passive-design/passive-cooling
Sumber: Koenigsberger, 1973
http://www.cwejournal.org/wp-content/uploads/2013/01/cwevol7no2_fig2.jpg
http://www.islandnet.com/~see/weather/graphics/photos0506/buildingflow-4.gif
http://www.islandnet.com/~see/weather/graphics/photos0506/buildingflow-5.gif
Sumber: http://www.new-
learn.info/packages/clear/thermal/buildings/configuration/open_spaces_and_built_form/urban_patterns/images/land3.jpg
Pergerakan, sirkulasi dan ventilasi
udara dipengaruhi ukuran dan letak
bukaan, keberadaan kontrol bukaan,
serta bentuk bentuk ruang, bentuk
bangunan, dan lingkungan sekitar
bangunan
 Kebutuhan ventilasi mekanis (SNI 03-6572-2001)
Catu udara segar minimum
Tipe
Pertukaran udara/jam m3/jam per orang
Kantor 6 18
Restoran/kantin 6 18
Toko, pasar swalayan 6 18
Pabrik, bengkel 6 18
Kelas, bioskop 8
Lobi, koridor, tangga 4

Kamar mandi, peturasan 10


Dapur 20
Tempat parkir 6
Perancangan sistem ventilasi mekanis:
 Tentukan kebutuhan udara ventilasi yang diperlukan sesuai
fungsi ruangan
 Tentukan kapasitas fan
 Rancang sistem distribusi udara (sentral/lokal)

Pola distribusi ventilasi mekasis:


 Lokal (di dinding/jendela)
 Sentral
Tipe fan ventilasi mekanis:
Propeller (aksial)
Impeller (tangensial)
Centrifugal (radial)
Berbagai sistem pada ventilasi mekanis:
Sistem exhaust (exhaust only)– mengeluarkan udara
terpakai dan memasukkan udara segar (pada
ruangan dengan tekanan lebih rendah)
Sistem plenum (supply only) – memasok udara ke
ruangan dan mendorong udara terpakai ke luar (pada
ruangan dengan tekanan lebih tinggi)
Sistem balance – melakuan suplai dan mengeluarkan
udara (paling mahal, biasanya digunakan bersamaan
dengan pemanasan udara)
Sumber: http://archive.nrc-cnrc.gc.ca/obj/irc/images/bsi/90-4f05e.gif
Sumber: http://beodom.com/en/education/entries/taking-care-of-the-
air-you-breathe-or-all-about-ventilation

Natural supply and extraction (Passive Stack Ventilation). 1. Natural fresh air intake
system, 2. Grilles for air transfer (air can also pass below doors), 3. Warm stale air
extraction, 4. Natural warm stale air exhaust. (source Architecture et Climat,
Université catholique de Louvain)
Sumber: http://beodom.com/en/education/entries/taking-care-of-the-
air-you-breathe-or-all-about-ventilation

Natural supply, continuous mechanical extract. 1. Natural fresh air intake system, 2.Grilles
for air transfer (air can also pass below doors), 3. Warm stale air extraction, 4.Warm stale
air exhaust, 5. Ventilator, 6. Sound insulation system, 7. Electronic management
system, 8. Ventilation ducts for air supply and extraction. (sourceArchitecture et Climat,
Université catholique de Louvain)
Sumber: http://beodom.com/en/education/entries/taking-care-of-the-
air-you-breathe-or-all-about-ventilation

Continuous mechanical supply, natural extract. 1. Fresh air distribution system, 2. Grilles
for air transfer (air can also pass below doors), 3. Warm stale air extraction, 4. Natural
warm stale air exhaust, 5. Fresh air intake, 6. Filters, 7. Pre-heating of fresh air
(optional), 8. Ventilator, 9. Sound insulation system, 10. Electronic management
system, 11. Ventilation ducts for air supply and extraction. (source Architecture et Climat,
Université catholique de Louvain)
Sumber: http://beodom.com/en/education/entries/taking-care-of-the-
air-you-breathe-or-all-about-ventilation

Continuous mechanical supply and extract. 1. Fresh air distribution system, 2. Grilles for
air transfer (air can also pass below doors), 3. Warm stale air extraction, 4. Warm stale air
exhaust, 5. Fresh air intake, 6. Filters, 7. Pre-heating of fresh air
(optional), 8.Ventilator, 9. Sound insulation system, 10. Flow management system
(humidity sensitive), 11. Ventilation ducts for air supply and extraction.
(source Architecture et Climat, Université catholique de Louvain)
Exhaust fan / ventilasi mekanis: membantu proses
pertukaran udara (udara panas keluar, udara sejuk
masuSk)
Kipas angin konvensional (langit-
langit/dinding/meja): membantu pergerakan udara,
tidak melakukan pertukaran udara
 Menggunakan gas pendingin (refrigerant), Freon.
 Penggunaan ammonia dan karbon dioksida sebagai refrigerant dihentikan
(beracun dan berbahaya)
 Sirkuit pada sistem pendinginan mekanis memiliki 2 koil, koil panas
(kondenser) dan koil dingin (evaporator)
 Siklus:
Kompresor Kondenser Katup tekanan
Evaporator
Permasalahan yang akan muncul:
 Ruangan harus tertutup rapat, sehingga perlu disertai penghawaan mekanis
 Kelembaban meningkat

Kelembaban dapat dikurangi dengan melakukan dehumidifikasi


Pada penghawaan secara mekanis udara akan:
 Digerakkan
 Disaring
 Dicuci/dibersihkan
 Dilembabkan
 Didinginkan
 Didehumidifikasi
 Dipanaskan/dipanaskan ulang

Air Handling Plant merupakan mesin yang dapat melakukan semua proses di atas,
dan instalasinya disebut Air Conditioning (AC)
 Window:
 Kompresor, kondenser, evaporator dalam
satu kotak
 Dipasang di dinding
 Paling murah
 Berisik
 Split
 Terdiri dari:
 Outdoor unit: kompresor, koil panas
(koil kondenser)
 Indoor unit: evaporator, koil dingin, dan
filter
 Lazim digunakan di rumah
 Efek pendinginan lebih rendah dari pada tipe
window
 PK: Paard Kracht (horse power)  sumber daya yang
dibutuhkan untuk menghasilkan BTU/jam
 BTU: British Thermal Unit  tingkat kesejukan yang
dihasilkan
 ↑ PK, ↑ BTU
 Cara menghitung PK:
(Panjang ruangan (m) x Lebar ruangan (m) x Tinggi ruangan/3 (m)) x 500

Hasil PK
5000 ½
7000 ¾
9000 1
12000 1½
 Packaged
 Water cooled condenser
Diletakkan di dalam ruangan
 Packaged
 Air cooled condenser
Diletakkan di luar bangunan
 Sentral:
 Lazim digunakan di
bangunan high rise
 Membutuhkan
pemipaan untuk
distribusi dan ruang
untuk mesin Chiller,
Boiler, Air Handling
Unit, dan cooling tower
 Membutuhkan tenaga
ahli untuk pemasangan
dan operasional
Underfloor Air Distribution (UFAD) = metode pengondisian udara pada bangunan
perkantoran maupun komersial.
UFAD menggunakan ruang diantara bagian bawah level lantai yang telah dinaikkan
dan plat lantai.
Underfloor Air Distribution System:
Underfloor Air Distribution System:
Manfaat UFAD:
 Meningkatkan kenyamanan termal
 Meningkatkan efisiensi ventilasi dan kualitas udara dalam ruang
 Mengurangi penggunaan energi
 Mengurangi biaya akibat daur hidup bangunan semakin panjang
 Meningkatkan kepuasan dan produktivitas penghuni
Tipe : Perforated type
Entire floor blowing type  bukaan maksimum (17.3%)
Kombinasi outlet dengan karpet yang memungkinkan keluarnya udara
Tipe : blowing outlet type
Entire floor blowing type  bukaan maksimum (17.3%)
Kombinasi outlet dengan karpet yang memungkinkan keluarnya udara
 Radiant cooling/heating
 Bersifat sentral
 Menggunakan air
panas/dingin yang mengalir
pada pipa kecil
Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/3/3d/Under_floor_heating_assemblies_typical.gif
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Underfloor_heating#mediaviewer/File:Radiant-based-HVAC-system-for-heating-and-cooling.png
Sumber: http://www.heatweb.com/techtips/Underfloor/pipelayouts.gif
 Elemen pada sistem kontrol:
 Sensor  termometer dan higrometer, untuk
memonitor kondisi dan mengirimkan informasi
ke unit kontrol
 Unit kontrol  menerima informasi dan
menyesuaikan kondisi
 Servo-mechanisms  mesin yang dikontrol
 Sumber energi
 Jenis kontrol:
 Direct acting system  thermostat
 Electric/Electronic system  ada tombol On/Off,
paling lazim di rumah tinggal
 Pneumatic system  tekanan udara
 Microprocessor system  Direct digital control
 Mixed system  mis. Pengatur elektronik dapat
mengatur aktuator pneumatik
Jenis pengondisian ruangan disesuaikan dengan kondisi iklim dan jenis bangunan.
Penggunaan pengondisian ruangan secara aktif harus sedapat mungkin dihindari.
Mikro
Tujuan :
Mampu melakukan pengukuran
lapangan
Mampu mendeskripsikan dan
menganalisis iklim mikro pada
lingkungan termal

Kelompok : 1 kelompok 3 Orang

Lakukan :
1. Pengukuran (temperatur udara,
tingkat kelembaban, kecepatan
angin) Waktu Pengukuran : Pagi
(8 & 10), Siang (14 & 16)
2. Analisis penataan desain
lingkungan (konfigurasi desain
suatu layout site, sifat termal
material -> warna, tekstur,
bidang refektor, albedo,
kapasitas panas, bahan
penutup permukaan)
ZONA D

ZONA A

ZONA H
ZONA F
ZONA G ZONA C

ZONA E
ZONA B
 Laporan Berupa PPT format presentasi, lengkapi
dengan :
1. Foto kondisi site di setiap jam
2. Tabel, dan grafik yang menunjukkan data hasil
pengukuran dan perubahan kondisi lingkungan
(kenaikan/ penurunan)
3. Analisis segi desain
- Orientasi site
- Layout : perkiraan luasan lahan terbangun,
perkerasan, area hijau
-Penggunaan material & sifat termal bahan tsb
 Wajib diasistensikan min 1 kali
 Kirim ke email :
rfmadina@gmail.com
 Format Judul email :
Fisbangling_Tgs1_Nomorkelompok
 Paling Lambat : Selasa, 9 Oktober
2017 Jam 20.00 WIB