Anda di halaman 1dari 1

Tanggapan (sebagai orang tua)

Jika kami berperan menjadi orang tua, kami menginginkan anak kami agar
memperoleh pendidikan yang sebaik mungkin yang diberikan oleh satuan pendidikan,
kami menginginkan sistem pendidikan yang baik, kami setuju apabila sistem
pendidikan yang saat ini digunakan telah mengalami perkembangan seiring tuntutan
perkembangan zaman agar anak kami bisa turut berkembang sesuai tuntutan zaman
dan memiliki kecakapan-kecakapan yang sesuai dengan kemajuan zaman dan mampu
survive di era globalisasi dan tidak selalu berpatokan atau beracuan pada pendidikan
yang sifatnya tradisional yang saat ini sudah sangat biasa dan ketinggalan zaman,
kami sebagai orang tua juga kurang setuju apabila anak kami diperlakukan
selayaknya robot yang tidak diberi keleluasaan untuk mengeksplor diri, kami
menginginkan agar sekolah tidak terlalu bersifat kaku dan selalu memberikan
instruksi yang terlalu berat yang harus diselesaikan oleh siswa, serta kami
menginginkan agar anak kami mendapatkan pendidik yang berkompeten dengan
bidangnya masing-masing. Mampu memberikan pendidikan yang inovatif, dan kreatif
sehingga dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki anak kami dan tidak
hanya mendapatkan materi pelajaran yang baku saja melainkan juga mendapatkan
pengalaman belajar di bidang nonakademik sesuai bakat dan minatnya (seperti
menari, menyanyi, berolahraga, dll). Selain itu, kami sebagai orang tua akan berusaha
semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak kami saat
ia berada di lingkungan keluarga atau di rumah, salah satunya ialah pendidikan
spiritual. Karena menurut kami sebagai orang tua, pendidikan spiritual merupakan
sebuah dasar (pondasi) dalam menentukan sikap dan perilaku anak, apabila
pendidikan spiritual sudah baik dan anak memiliki pengetahuan tentang agama yang
kokoh maka anak bisa menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan apapun yang saat
ini berkembang di sekolah-sekolah, kami sebagai orang tua juga akan senantiasa
memberikan dukungan, motivasi, maupun semangat terhadap bakat minat yang anak
kami miliki agar bisa terus dikembangkan menuju arah yang lebih baik.

Tanggapan (sebagai guru)


Jika kami berperan sebagai guru, kami juga setuju dengan pendapat yang
disampaikan oleh seseorang pengacara di dalam video, kami sebagai pendidik akan
melakukan pembelajaran yang tidak monoton seperti pembelajaran yang biasanya
dilakukan yakni yang hanya dengan metode ceramah atau mendikte siswa saja,
karena jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan siswa kita
menjadi robot yang akan mematuhi apa yang kita perintahkan atau instruksikan.
Kami akan melakukan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan agar
siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan agar sistem pendidikan lebih
bervariasi dan lebih menarik. Sebagai guru, kami juga akan terus memberikan
bimbingan, arahan, motivasi kepada siswa untuk ikut terlibat dalam mengembangkan
potensi atau bakat yang dimiliki siswa karena kami menyadari dalam era globalisasi
saat ini selain pengetahuan juga diperlukan skill atau keterampilan yang harus
dimiliki oleh siswa agar siswa bisa menjadi pribadi yang mampu atau siap terjun di
lingkungan baik bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam menyelenggarakan
evaluasi pembelajaran, kami juga tidak hanya menilai dari hasil ujian atau tes tulis
saja, melainkan kami juga melakukan penilaian berdasarkan sikap, perilaku,
kepribadian siswa sehari-hari di sekolah, dan kami juga melakukan penilaian terhadap
apa yang disukai oleh siswa seperti tertuang dalam nilai kegiatan ekstrakurikuler
(seperti nilai ekskul pramuka, menari, jurnalistik, dll).