Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kuliah Lapangan di SUMPUR NAGARI
BATIPUH dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala.

Kuliah Lapangan Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kuliah Pengenalan


Lapangan ini adalah untuk melengkapi persyaratan mendapatkan nilai Mata Kuliah Sains
Bumi dan Antariksa. Adapun penyusunan Laporan Kuliah Pengenalan Lapangan ini
berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan kuliah lapangan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kuliah Pengenalan Lapangan


ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada: Bapak Dosen yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kuliah lapangan ini.Dan Pihak-pihak yang
tidak dapat penulis sebutkan , atas bantuan doa restu yang berhubungan dengan kegiatan
Kuliah Pengenalan Lapangan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan
laporan ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan,
untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan Laporan Kuliah Pengenalan Lapangan ini. Demikian kata pengantar ini
Penulis buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis sendiri dan pembaca pada
umumnya.

Padang,16 Mei 2016

Kelompok 3
A. Tujuan Kuliah Lapangan

1. Untuk mengukur suhu di tempat kuliah lapangan dengan termometer.


2. Untuk mengukur kecepatan angin di tempat kuliah lapangan dengan vane
anemometer.
B. Tempat dan Waktu Kuliah Lapangan

 Tempat : Jorong Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten


Tanah Datar.
 Waktu : Jum’at-minggu, 29 april-01 mei 2016
C. Alat dan Bahan

1. Vane Anemometer
2. Thermometer

D. Dasar teori

Anemometer adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan angin.
Pada alat seri ABH – 4225 keluaran Lutron, Vane anemometer dilengkapi dengan
kemampuan pengukuran besaran lainnya seperti kelembapan, temperatur dan tekanan.
Dimana mode pengukuran dapat dipilih secara digital, dalam alat seri ini tersedia 6 mode
pengukuran yang dapat dipilih. Setiap mode akan mengukur dua besaran secara bersama
dalam satu kali pengukuran. Mode – mode pengukuran tersebut antara lain :
 Humidity / Temp
 Humidity / Dew point
 Anemometer / Temp
 Barometer / Temp
 Barometer / Humidity
 Barometer / Anemometer ( Yulkifli, 2016 : 35-36)

Vane anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan
angin dan untuk mengukur arah.
Anemometer ini pertama kali diperkenalkan oleh Leon Battista, Alberti dari italia pada
tahun 1450. Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertutup/ ditiup
angin , baling – baling atau mangkok yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai
arah angin. Makin besar kecepatan angin meniup mangkok tersebut, makin cepat pula
kecepatan berputarnya piringan mangkok – mangkok. Dari jumlah putaran dalam satu detik
maka dapat diketahui kecepatan anginnya. Di dalam anemometer terdapat alat pencacah yang
akan menghitung kecepatan. Secara umum ada dua jenis anemometer yaitu :
1. Anemometer yang mengukur kecepatan angin (Velocity Anemometer)
2. Anemometer yang mengukur tekanan angin (Anemometer tekanan)
(Buchari, 2007: 51-52)

Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin,
merupakan salah satu instrumen yang sering digunakan oleh balai cuaca seperti Badan
Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kata anemometer berasal dari Yunani
anemos, yang berarti angin. Anemometer ini pertama kali diperkenalkan oleh Leon Battista
Alberti dari Italia pada tahun 1450. Secara umum ada dua jenis anemometer, yaitu
anemometer yang mengukur kecepatan angin (velocity anemometer) dan anemometer yang
mengukur tekanan angin (anemometer tekanan). Dari kedua type anemometer ini velocity
anemometer lebih banyak digunakan. Salah satu jenis dari velocity anemometer adalah
thermal anemometer lebih dikenal dengan hot wire anemometer yaitu anemometer yang
mengkonversi perubahan suhu menjadi kecepatan angin. Hot wire anemometer menggunakan
kawat yang sangat kecil dialiri panas hingga suhu di atas temperatur Ambient. Bila ada udara
/ angin yang mengalir melewati kawat maka akan terjadi efek pendinginan pada kawat,
perubahan temperatur dari kawat sebagai indikasi perubahan dari kecepatan angin yang
diukur.(Yusuf)

Anemometer, alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin, satuan yang
digunakan adalah knot. Mekanisme kerja dari alat ini yaitu angin yang bertiup akan membuat
anemometer berputar dan kecepatan angin akan ditunjukkan oleh spidometer yang tertera
pada alat. Anemometer berupa baling-baling yang as nya dihubungkan dengan dinamo
penghasil arus listrik. Apa bila angin bertiup baling-baling akan berputar dan memutar
dinamo dan akan diperoleh arus listrik. Arus listrik ini kemudian diconvert ke satuan
kecepatan, knot atau m/detik. Alat penunjuk arah angin berupa bendera yang kaku
(lempengan) yang as nya dihubungkan dengan tahanan listrik geser (tahanan geser). Besarnya
tahanan akan berubah-ubah seiring dengan perubahan bendera arah penunjuk angin. Arus
listrik yang tetap dialirkan melalui tahanan geser tersebut, setelah melalui tahanan tersebut
otomatis besarnya arus listrik akan berubah dan diconvert ke derajat arah angin/mata angin.(
Fazri Hikmatyar, 2013:2)

Satuan kecepatan angin adalah knots (skala beaufort), nilai knot inilah yang membedakan
jenis angin yang terjadi saat itu. Apakah angin lemah, sedang, angin ribut, angin topan, dan
lain sebagainya. Sedangkan untuk arah angin menggunakan satuan derajat (0 – 360). Dalam
aplikasinya anemometer harus diletakkan pada posisi terbuka sehingga alat tersebut mampu
berinteraksi dengan angin secara langsung.

Termometer merupakan alat untuk mengukur suhu dan temperatur. Dalam sehari – hari
termometer terdiri atas dua jenis yaitu termometer digital dan termometer analog. Dalam
system analog ada dua bagian penting dalam termometer yaitu sensor (merkuri dalam kaca
termometer ) dan skala yang dapat mengkonversi perubahan temperatur terhadap suatu nilai.
Dalam sistem digital, temperatur diindera menggunakan sebuah sensor seperti LM35,
termokopel, dioda, dan beberapa sensor lainnya. Secara umum cara kerja termometer digital
adalah dengan cara mengkonversi temperatur ke dalam sinyal listrik kemudian sinyal analog
dikonversi ke dalam bentuk digital dan ditampilkan.

Termometer seri YF-162 dari Yu Fong. Seri ini menggunakan sensor termokopel untuk
mengkonversi besaran temperature kedalam signal listrik. Termokopel dibuat dengan dua
buah konduktor yang berbeda yang digabungkan pada suatu titik berbeda dengan temperatur
referensi pada bagian lain rangkaian. Sensor termokopel ini banyak sekali digunakan dalam
berbagai pengukuran temperatur seperti pada turbin gas, mesin diesel, dan berbagai proses
industri lainnya. (Yulkifli, 2016:41-42)

Penelitian dari El Radhi dan Patel (2005), menyimpulkan bahwa termometer tympani
memberikan hasil pengukuran yang akurat jika dibandingkan dengan thermometer elektronik
aksila. Walaupun akurasinya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teknik yang benar,
beroperasi pada suhu 15,6 - 35°C, saluran telinga yang bebas dari kotoran dan pus.
Termometer infra red pada permukaan kulit juga cukup akurat. Penelitian oleh Burnham et al,
2006 menyimpulkan bahwa thermometer infra red kulit sedikit lebih responsive dibandingkan
dengan termistor atau termometer tympani.(El Radhi dan Patel,2005:4)

Pemeriksaan dan pemantauan suhu adalah salah satu indikator penting dalam mengkaji
kondisi kesehatan anak yang deman dan dirawat di rumah sakit. Alat yang sering digunakan
dalam pemeriksaan suhu adalah termometer. Pemeriksaan suhu secara non invasive (tidak
langsung) lebih dipilih untuk meminimalkan ketidaknyamanan pada pasien. Dalam dua
decade terakhir ini terjadi perubahan dalam teknologi termometer klinik yang menawarkan
pembacaan suhu yang tepat dan memberikan informasi yang akurat tentang suhu tubuh selain
itu juga dapat meminimalkan ketidaknyamanan pada pasien (Davie A & Amoore J,
2010:42-49).
Penggunaan termometer klinis diatur oleh International Standard BS EN 12470 (Inggris
Standards Institution 2001), yang menetapkan kesalahan maksimum yang diijinkan untuk
termometer, sebagaimana diukur dengan menggunakan suhu kalibrasi dalam kondisi
laboratorium. Termometer harus dikalibrasi secara rutin dengan menggunakan peralatan dan
prosedur yang sesuai dengan kriteria dan standar nasional atau internasional. Pemasok harus
memberikan bimbingan protokol dan instrumen kalibrasi untuk mengaktifkan verifikasi
akurasi termometer itu. Termometer harus dibersihkan secara teratur dan dipelihara untuk
memastikan bahwa alat tersebut memberikan hasil yang akurat dan tepat. Perawat harus
memastikan bahwa probe atau lensa termometer bebas dari kotoran dan puingpuing. Hal ini
terutama penting pada thermometer infrared di mana lensa yang kotor akan mengakibatkan
artifisial rendah dalam membaca suhu.( Joana Briggs,2001).

Fungsi Termometer Air Raksa

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Penggunaan air raksa sebagai bahan utama
thermometer karena koefisien muai air raksa terbilang konstan sehingga perubahan volume
akibat kenaikan atau penurunan suhu

Cara kerja Termometer Air Raksa

Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air
raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga
hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa
dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah
ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb ;

1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.

2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan


perubahan volume.

3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika
suhu menurun.

4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan
F. Tabel Data

Pengukuran dilakukan pada hari sabtu, 30 April 2016 jam 07.00 sampai 15.00
WIB

No Jam t Suhu Derajat (C) Kecepatan Angin


1 07.00 25 0 m/s
2 08.00 26,5 0,02 m/s
3 09.00 26,5 0,2 m/s
4 10.00 31,5 0,6 m/s
5 11.00 32,5 2,3 m/s
6 12.00 33,3 1 m/s
7 13.00 39 1,1 m/s
8 14.00 56 0,4 m/s
9 15.00 43 2,2 m/s

G. Grafik
Suhu (oc)

Jam terhadap suhu daerah

60 14.00, 56

50 13.00, 39

40 12.00, 33.3
10.00, 31.5 15.00, 43
30 08.00, 26.5
11.00, 32.5
20 07.00, 25 09.00, 26.5

10

0 Jam (WIB)
07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00
Jam terhadap Kecepatan Angin
m/s

2.5 11.00, 2.3 15.00, 2.2

1.5 12.00, 1
1
08.00, 0.02
0.5 07.00, 0 10.00, 0.6
13.00, 1.1 14.00, 0.4
09.00, 0.2
0 Jam (WIB)
07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00
H. Pembahasan

Pada kuliah lapangan tentang mengukur suhu daerah dan mengukur kecepatan angin
kami melakukan percobaan sebanyak 9 kali percobaan. Kami melakukan percobaan di tempat
kuliah lapangan yang berada di jorong nagari sumpur, kecamatan batipuh selatan, kabupaten
tanah datar pada tanggal 30 april 2016.

Pada percobaan pertama dan kedua dilakukan secara bersamaan agar bisa mengetahui
dan mengukur pada jam yang sama serta selang waktu yang sama pula, percobaan dilakukan
pada jam 07.00 sampai jam 15.00 WIB. Kami mengukur suhu / temperatur daerah dengan
termometer analog dan termometer digital, tetapi pada saat pengukuran kami mengukur
sesuai termometer yang kami ambil, sedangkan untuk mengukur kecepatan angin kami
menggunakan vane anemometer digital.

Sehingga suhu yang kami dapatkan berturut – turut


(25;26,5;26,5;31,5;32,5;33,3;39;56;43) 0c serta data kecepatan angin yang diperoleh berturut
– turut (0;0,02;0,2;0,6;2,3;1;1,1;0,4;2,2.) m/s. Dari data tersebut didapatkan rata – rata suhu
yaitu 34,810c dan kecepatan angin rata- rata yaitu 0,87 m/s.

Pada daerah tempat kami melakukan percobaan semakin siang maka suhu akan
meningkat sesuai grafik, tetapi semakin redup cahaya matahari maka suhu akan semakin
turun. Sedangkan kecepatan angin dari mulai puku 07.00 sampai 11.00 mengalami
peningkatan, tetapi pukul 11.00 sampai 14.00 mengalami penurunan kecepatan angin, lalu
kecepatan angin meningkat lagi .Hal ini disebabkan negara indonesia mengalami anomali
cuaca yang bisa menyebabkan kecepatan angin berubah – ubah suatu saat.
I. Kesimpulan

1. Untuk mengukur suhu daerah digunakan alat yang disebut termometer.


Termometer dibagi dua yaitu termometer digital dan analog.

2. Untuk mengukur kecepatan angin digunakan alat yang disebut vane


anemometer. Vane anemometer dikeluarkan oleh produsen – produsen
yang membuatnya dengan berbagai merk.

3. Pada grafik dapat disimpulkan semakin besar intensitas cahaya matahari


maka suhu akan semakin meningkat.

4. Pada grafik dapat disimpulkan semakin siang maka kecepatan angin akan
meningkat, tetapi akan menurun disebabkan daerah indonesia sedang
memasuki anomali cuaca.
Daftar Pustaka

Buchari.2007.Kebisingan Industri dan Hearing Conser Vanon Program


.Jakarta:UI

Davie A & Amoore J. (2010). Best practice in the measurement of


body temperature. Nursing Standard, 24(42), 42-49

El-Radhi & Patel. (2005). Thermometry in pediatric nursing. Arch Dis Child, 91
(4). [PubMed]

Fazri Hikmatyar,dkk.2013.Jurnal Pengenalan Alat – alat Praktikum Ekologi


Terrestrial.Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Joana Briggs Institute for Evidence Base Nursing and Midwifery [JBIEBNM].
(2001). Fever management. The Joana Briggs Institute for Evidence Base
Nursing and Midwifery

Yulkifli,dkk.2016.Petunjuk Praktikum AUMPF.Padang:UNP

Yusuf,dkk. Jurnal Desain Sensor Kecepatan Angin Dengan Kontrol Adaptif


Untuk Anemometer Tipe Thermal.Surabaya: Department of Electrical
Engineering, Faculty of Electronics Engineering Polytechnic Institut of
Surabaya
LAPORAN KULIAH LAPANGAN

SAINS BUMI DAN ANTARIKSA

NAMA ANGGOTA :
1. Maulana Aflah
2. Syafri
3. Doni Zulfadli
4. Winni Suhadi
5.

KELOMPOK : 3 (tiga)
DOSEN : Drs. Asrul

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016