Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

CANDILAND
1. Kontrol Gedung
1.1 Partisipasi massa
Berdasarkan SNI-1726- 2015 pasal 7.9.1 disebutkan bahwa “Analisis harus
menyertakan jumlah ragam yang cukup untuk mendapatkan pastisipasi massa
ragam terkombinasi sebesar paling sedikit 90% dari massa aktual dalam masing-
masing arah horizontal orthogonal dari respon yang ditinjau oleh model”.

Table 1.1 - Modal Participating Mass Ratios

Case Mode Period UX UY UZ Sum UX Sum UY Sum UZ


sec
Modal 1 1.493 0.147 0.6343 0 0.147 0.6343 0
Modal 2 1.486 0.789 0.2695 0 0.936 0.9038 0
Modal 3 1.469 0.164 0.0962 0 1 1 0
Modal 4 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 5 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 6 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 7 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 8 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 9 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 10 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 11 0.002 0 0 0 1 1 0
Modal 12 0.002 0 0 0 1 1 0
Berdasarkan hasil analisis etabs, partisipasi massa dermaga telah memenuhi
syarat pasrtisipasi massa yang di syaratkan SNI SNI-1726- 2012 pasal 7.9.1 yaitu
paling sedikit 90% dari massa aktual dalam masing- masing arah horizontal
orthogonal dari respon yang ditinjau oleh model.
2. Translasi
Berdasarkan SNI-1726-2012, bahwa mode 1,2 berupa translasi arah x, maupun Y.

Table 2.1 - Modal Direction Factors

Case Mode Period UX UY UZ RZ


sec
Modal 1 1.493 0.147 0.634 0 0.219
Modal 2 1.486 0.789 0.27 0 0.041
Modal 3 1.469 0.164 0.096 0 0.74
Modal 4 0.002 0 0 0 1
Modal 5 0.002 0 0 0 1
Modal 6 0.002 0 0 0 1
Modal 7 0.002 0 0 0 1
Modal 8 0.002 0 0 0 1
Modal 9 0.002 0 0 0 1
Modal 10 0.002 0 0 0 1
Modal 11 0.002 0 0 0 1
Modal 12 0.002 0 0 0 1

Dari hasil analisis etabs diperoleh, bahwa pada mode 1,2 goyangan dermaga
dominan pada arah X dan Y kemudian diikuti pada mode 3 gedung berotasi RZ.
Maka dapat ditarik kesimpulan gedung sdah memenuhi syarat translasi dermaga.

3. Gaya Dasar Geser Nominal


Berdasarkan SNI-1726-2015 pasal 7.3.1 disebutkan bahwa nilai akhir respon
dinamik struktur gedung terhadap pembebanan gempa nominal akibat pengaruh
gempa rencana dalam satu arah tertentu tidak boleh diambil kurang dari 85% nilai
respon ragam pertama.

Table 3.1 – Gaya Geser Dasar Sebelum Pembesaran Gaya Gempa

Gaya Geser Dasar (kN)


Arah
Vb Statik Vb Dinamik Vb statik 85%
Arah Sumbu X 1320,34 482,35 1122,29
Arah Sumbu Y 1320,34 593,44 1122,29
Table 3.2 – Gaya Geser Dasar Setelah Pembesaran Gaya Gempa

Gaya Geser Dasar (kN)


Arah
Vb Statik Vb Dinamik Vb statik 85%
Arah Sumbu X 1320,34 1133,513 1122,29
Arah Sumbu Y 1320,34 1394,592 1122,29

Dari hasil analisis etabs pada tabel diatas bahwa nilai akhir respon dinamik
spectrum > 85% static ekivalen. Sehingga telah memenuhi persyaratan SNI-1726-
2015 pasal 7.3.1 untuk syarat gaya dasar geser nominal.

Sumbu X Sumbu Y
18 18

16 16

14 14

12 12

10 Statik 10 Statik

8 Dinamik 8 Dinamik

6 6

4 4

2 2

0 0
0 2000 4000 6000 0 2000 4000 6000

Gambar 3.1 Base Shear Arah X dan Y

4. Kinerja Struktur Gedung


4.1.1 Kinerja Batas Layan
Untuk memenuhi persyaratan SNI-1726-2012 pasal 8.1 bahwa kinerja batas
layan struktur dalam segala hal simpangan antar lantai tingkat yang dihitung dari
simpangan struktur gedung tidak boleh melampaui 0,03/R x tinggi tingkat yang
bersangkutan atau 30 mm, tergantung yang mana nilai yang terkecil.
Maka:
0,03
∆s antar tingkat < xh
𝑅

Dimana:
R = Faktor reduksi gempa
h = tinggi tingkat yang bersangkutan

Besarnya simpangan arah X akibat beban gempa statik yang terjadi ditunjukan
sebagai berikut:

Gambar 4.1 Besarnya Simpangan Akibat Beban Gempa Static Arah X

Besarnya simpangan arah Y akibat beban static ditunjukan pada gambar berikut:

Gambar 4.2 Besarnya Simpangan Akibat Beban Gempa Static Arah Y


Perhitungan kinerja batas layan akibat simpangan arah X dan Y dapat dibaca dari
grafik dan dihitungan sebagai berikut:
Tabel 4.1 Kinerja Batas Layan Akibat Gempa Arah X
Tinggi tingkat Simpangan Δs Diizinkan
Lantai Keterangan
(mm) (mm) (mm) (mm)
19 3000 35,819 0,821 15 ok
18 3000 34,998 0,953 15 ok
17 3000 34,045 1,097 15 ok
16 3000 32,948 1,251 15 ok
15 3000 31,697 1,401 15 ok
14 3000 30,296 1,54 15 ok
13 3000 28,756 1,664 15 ok
12 3000 27,092 1,772 15 ok
11 3000 25,320 1,86 15 ok
10 3000 23,460 1,827 15 ok
9 3000 21,633 1,967 15 ok
8 3000 19,666 2,056 15 ok
7 3000 17,610 2,151 15 ok
6 3000 15,459 2,242 15 ok
5 3000 13,217 2,32 15 ok
4 3000 10,897 2,37 15 ok
3 3000 8,527 2,367 15 ok
2 4000 6,160 3,145 20 ok
1 3500 3,015 2,144 17,5 ok
0 3000 0,871 0,871 15 ok

Tabel 4.2 Kinerja Batas Layan Akibat Gempa Arah Y


Tinggi tingkat Simpangan Δs Diizinkan
Lantai Keterangan
(mm) (mm) (mm) (mm)
19 3000 45,945 1,814 15 ok
18 3000 44,131 1,912 15 ok
17 3000 42,219 2,033 15 ok
16 3000 40,186 2,165 15 ok
15 3000 38,021 2,291 15 ok
14 3000 35,730 2,403 15 ok
13 3000 33,327 2,491 15 ok
12 3000 30,836 2,554 15 ok
11 3000 28,282 2,582 15 ok
10 3000 25,700 1,975 15 ok
9 3000 23,725 2,599 15 ok
8 3000 21,126 2,625 15 ok
7 3000 18,501 2,657 15 ok
6 3000 15,844 2,678 15 ok
Tinggi tingkat Simpangan Δs Diizinkan
Lantai Keterangan
(mm) (mm) (mm) (mm)
5 3000 13,166 2,67 15 ok
4 3000 10,496 2,609 15 ok
3 3000 7,887 2,476 15 ok
2 4000 5,411 2,928 20 ok
1 3500 2,483 1,826 17,5 ok
0 3000 0,657 0,657 15 ok

4.1.2 Kontrol Kinerja Batas Ultimate Struktur Gedung


Berdasarkan SNI 1726 2002 pasal 8.2.1 Untuk memenuhi persyaratan kinerja
batas ultimit gedung, dalam segala hal simpangan antara tingkat tidak boleh
melebihi 0,025 kali tinggi tingkat yang bersangkutan.
𝐶𝑑.§xe.
§x = 𝐼𝑒
< 0,025. H

Dimana :
Cd = Faktor amplikasi defleksi (5; Sistem Ganda Beton Bertulang SRPMK)
§xe = defleksi pada lokasi yang disyaratkan dan ditentukan sesuai dengan
Analisis elastis.
𝐼 = faktor keutamaan gempa (1, perhotelan)

Tabel 4.3 Kontrol Kinerja Batas Ultimate Arah X dan Y


Δs antar Δs antar
Tinggi
Δs arah x tingkat δ Δs arah y tingkat δ Syarat
Lantai Tingkat
x y
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
19 3000 0,821 -0,132 -0,121 1,814 -0,098 -0,08983 75
18 3000 0,953 -0,144 -0,132 1,912 -0,121 -0,11092 75
17 3000 1,097 -0,154 -0,14117 2,033 -0,132 -0,121 75
16 3000 1,251 -0,15 -0,1375 2,165 -0,126 -0,1155 75
15 3000 1,401 -0,139 -0,12742 2,291 -0,112 -0,10267 75
14 3000 1,54 -0,124 -0,11367 2,403 -0,088 -0,08067 75
13 3000 1,664 -0,108 -0,099 2,491 -0,063 -0,05775 75
12 3000 1,772 -0,088 -0,08067 2,554 -0,028 -0,02567 75
11 3000 1,86 0,033 0,03025 2,582 0,607 0,556417 75
10 3000 1,827 -0,14 -0,12833 1,975 -0,624 -0,572 75
9 3000 1,967 -0,089 -0,08158 2,599 -0,026 -0,02383 75
8 3000 2,056 -0,095 -0,08708 2,625 -0,032 -0,02933 75
7 3000 2,151 -0,091 -0,08342 2,657 -0,021 -0,01925 75
6 3000 2,242 -0,078 -0,0715 2,678 0,008 0,007333 75
Δs antar Δs antar
Tinggi
Δs arah x tingkat δ Δs arah y tingkat δ Syarat
Lantai Tingkat
x y
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
5 3000 2,32 -0,05 -0,04583 2,67 0,061 0,055917 75
4 3000 2,37 0,003 0,00275 2,609 0,133 0,121917 75
3 3000 2,367 -0,778 -0,71317 2,476 -0,452 -0,41433 75
2 4000 3,145 1,001 0,917583 2,928 1,102 1,010167 100
1 3500 2,144 1,273 1,166917 1,826 1,169 1,071583 87,5
0 3000 0,871 0,871 0,798417 0,657 0,657 0,60225 75

Anda mungkin juga menyukai