Anda di halaman 1dari 24

3.

2 Memahami Dinamika Tata Surya Serta Pengaruhnya Terhadap Kehidupan

Jika kita mengamati matahari pada siang hari serta bulan dan bintang pada malam hari,
kita pasti melihat semua benda langit itu tampak bergerak mengitari bumi, seolah-olah
bumi menjadi pusat alam semesta.
Seorang ahli dari Yunani bernama Claudius Ptolomeus (100-178 M) bahkan pernah
mengemukakan teori yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat dari alam semesta.
Teori tersebut dikenal dengan nama teori geosentris (geo = bumi, centrum = pusat).
Pendukung teori geosentris lainnya adalah Socrates, Plato, Aristoteles, Tales,
Anaximander, dan Phytagoras. Teori gesentris ini bertahan cukup lama dan dianggap
sebagai model standar alam semesta selama hampir 15 abad. Hal ini tidak terlalu
mengherankan karena sesuai pengamatan sekilas yang dilakukan manusia. selain teori
geosentris, ada teori lain tentang alam semesta yang diusulkan oleh Aristarchus dari Samos
yang menyatakan bahwa pusat alam semesta bukan bumi, melainkan matahari. Bumi
hanyalah salah satu dari beberpa planet yang mengitari matahari dalam orbit yang
berbentuk lingkaran. Namun, teori Aristarchus ditolak oleh Aristoteles dan Ptolomeus
yang tetap berpegang pada teori geosentris.
Pada abad ke-15, terjadilah revolusi besar dalam teori tentang alam semesta yang
diusulkan oleh Nicolas Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa semua benda
langit termasuk Bumi, bergerak mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk
lingkaran. Teori ini dikenal dengan nama teori Heliosentris ( helio = Matahari, Centrum =
pusat). Pendukung teori heliosentris ini adalah Bruno, Johannes Keppler, Galileo, dan
Isaac Newton.
Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek
tersebut termasuk delapan planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima
planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit
(meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6x1017 km dari
pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Tata
surya mengelilingi pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan
dibutuhkan waktu sekitar 226 juta tahun untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan
umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi
pusat galaksi sebanyak 18 kali dari semenjak terbentuk.

A. Pembentukan tata surya

Dari berbagai telaah radioisotop diperoleh bahwa batuan tertua di bumi berumur
sekitar 4,1 milyar tahun, batuan di bulan tertua 4,4 milyar tahun, dan meteorit tertua
berumur 4,6 milyar tahun. Umur batuan ini menunjukkan pula bahwa tata surya terbentuk
sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Dari hasil pengamatan tata surya dan bintang-bintang
sejenis matahari maka dibangun teori-teori tentang asal-usul tata surya. Banyak teori dibuat
dan direvisi berdasarkan temuan-temuan terbaru.
Teori populer pertama dikembangkan oleh Immanuel Kant dan Pierre-Simon
Laplace yang kita kenal sebagai hipotesis nebula. Perkembangan selanjutnya pada tahun
1950 dan pada 1990-an tentang penemuan planet ekstrasolar menjadikannya sebuah
permulaan tantangan akan penyempurnaan model teori.
Tata Surya telah berkembang jauh sejak pembentukan awal. Banyak benda padat
yang menyerupai bulan terbentuk dari piringan gas dan debu yang berputar-putar sehingga
memiliki massa yang cukup untuk menjadi padat dan menjadi planet. Sedang sebagian
sisanya berputar di sekitar planet induknya menjadi satelit alam, sedangkan satelit alam
lainnya diperkirakan telah terbentuk secara independen dan kemudian ditangkap oleh
planet mereka.
Seperti satelit alami bumi yakni bulan, mungkin hasil dari sebuah tabrakan raksasa.
Tabrakan antara benda langit telah terjadi terus-menerus sampai hari ini dan telah menjadi
pusat evolusi Tata Surya. Posisi planet-planet sering bergeser dan tak jarang pula planet-
planet telah beralih tempat. Perpindahan planet ini sekarang dianggap telah bertanggung
jawab untuk banyak evolusi awal Tata Surya.
Di sekitar 5 miliar tahun, Matahari akan mendingin dan mengembang lebih besar
dari pada saat ini, menjadi raksasa merah diteruskan menjadi supernova dan berakhir
menjadi sisa-sisa bintang yang dikenal sebagai white dwarf (bintang katai putih). Dalam
masa depan yang jauh, beberapa planet akan hancur, yang lain dikeluarkan ke ruang antar
bintang. Pada akhirnya, selama puluhan miliar tahun, ada kemungkinan bahwa Matahari
akan ditinggalkan tanpa ada satu pun planet asli dalam orbit disekitarnya.
1. Teori Nebula
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan laplace pada
tahun 1796. menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang
sebagian besar terdiri atas hydrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh
ruang alam semesta, karena proses pendinginan gas tersebut menyusut dan mulai
berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat selanjutnya semakin cepat dan
bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi
mengumpul di pusat cakram, kemudian menjadi matahari, sedangkan sisanya tetap
berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.
2. Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Moulton dan Chamberlain, yang menyatakan
bahwa matahari merupakan salah satudari bintang-bintang yang jumlahnya sangat
banyak. Ada sebuah bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang
tidak terlalu jauh, sehingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari
dan bintang tersebut. Sebagian massa dari matahari itu tertarik ke arah bintangg,
sebagian jatuh lembali ke permukaan matahari dan sebgaian lagi terhambur ke
ruang angkasa di sekitar matahari. Massa yang terhambur di ruang angkasa inilah
yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar [ada orbitnya dengan matahari
sebgai pusatnya.
3. Teori Pasang Surut
Teori ini dikemukakan oleh james H. Jeans dan Harold Jeffers pada tahun
1919. Menurut teori ini ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak
mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada waktu itu, sebagain massa
matahari tertarik dan lepas. Bagian-bagian yang lepas kemudian membentuk
planet-planet.
4. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh Hoyle bahwa pada awalnya matahari
merupakan bintang kembar yang berdekatan. Satu bintang meledak, sehingga
pecahnnya berputar mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak
meledak menjadi matahari, sedangkan pecahan bintang yang meledak menjadi
planet-planet dan satelit.
B. Anggota tata surya
Anggota tata surya terdiri dari: Matahari, planet, meteoroid, komet, dan asteroid.

1. Matahari

Bentuk matahari adalah bola gas yang sangat besar. Karena sangat besar, jika
memiliki bentuk kapal dapat menampung lebih dari satu milyar planet Bumi. Dalam sistem
tata surya kita, peran matahari sebagai pusat peredaran planet-planet. Untuk memahami
lebih, pertimbangkan gambar berikut.
Sinar matahari sangat berbahaya bagi kami. Jika kita melihat secara langsung, walaupun
selama beberapa detik, mata kita dapat merusak. Bahaya yang diproduksi oleh Matahari
tidak datang dari cahaya, tetapi dari panas, yaitu melalui percobaan dengan menggunakan
kaca pembesar dan kapas, kemudian menetapkan bahwa kaca pembesar menghadap
Matahari, pusat cahaya di atas kertas atau kapas hanya dalam sesaat. Anda akan melihat
kertas atau kapas yang dibakar.

Para astronom dalam mempelajari Matahari dibantu oleh perangkat yang disebut
spektroskop dalam teleskop mereka. Spektroskop memberikan datum tentang jenis-jenis
gas yang ditemukan di Matahari, dan diketahui bahwa matahari terdiri dari Hidrogen dan
Helium.
Bagian dari The Matahari:
i. Inti
ii. Fotosfer
iii. Kromosfer
iv. Korona.
v. Prominences
vi. Bintik pada matahari
vii. Suar

Matahari memiliki dua jenis gerakan sebagai berikut:


a. Rotasi poros berputar, periode adalah 12,5 hari untuk satu putaran. Gerak rotasi dapat
dibuktikan dengan adanya bintik-bintik hitam di inti yang kadang-kadang terletak ke kanan
dan sekitar 2 minggu terletak ke kiri.
b. Ini bergerak antara kelompok-kelompok bintang. Selain membuat rotasi, matahari
bergerak antara kelompok bintang-bintang dengan 20 km per detik kecepatannya. Gerakan
yang bergulir pusat galaksi.

2. Planet
Planet merupakan anggota tata surya yang berukuran besar. Selain berevolusi,
planet juga melakukan rotasi. yaitu berputar pada sumbunya. Semua sumbu rotasi planet
hampir mendekati tegak lurus terhadap bidang orbitnya, kecuali sumbu rotasi planet
Uranus. Sumbu rotasi planet Uranus hampir sejajar terhadap bidang orbitnya. Setiap planet
mempunyai periode revolusi dan rotasi tertentu. Sampai sekarang, jumlah planet anggota
tara surya yang telah diketahui ada 8 buah. Planet-planet tersebut adalah Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus. dan Neptunus.
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom memasukkan Pluto dalam
kategori planet dalam tata surya kita, sehingga ada sembilan planet dalam tata surya kita.
Namun, dalam konferensi tanggal 24 Agustus 2006 di Cekoslovakia, para astronom yang
tergabung dalam organisasi astronomi internasional (International Astronomical Union,
IAU), memutuskan bahwa pluto tidak termasuk dalam kategori planet. Menurut para
astronom, benda langit bisa dikategorikan sebagai planet jika memenuhi kriteria sebagai
berikut.
a. Mempunyai ukuran diameter lebih besar dari 2.000 km, berbentuk bulat, dan
b. Memiliki orbit yang tidak memotong orbit planet lain.
Orbit Pluto sedikit di bawah orbit Neptunus. Ukuran planet Pluto jauh lebih kecil dari
delapan planet lainnya dalam sistem tata surya. Ukuran planet Pluto bahkan lebih kecil
daripada satelit (bulan) dari sistem tata surya (bulan dari bumi, bulan dari Yupiter: Io,
Europa, Ganymede, Callisto, Titan dan Tritan), sehingga berdasarkan hasil kajian para
astronom modern, terdapat 8 (delapan) planet dalam tata surya kita, yaitu Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, yang selalu beredar
mengelilingi matahari.
Berdasarkan kedudukan garis edarnya planet-planet dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang garis
edarnya terletak di antara garis edar bumi dan matahari yaitu Merkurius dan Venus.
Adapun planet luar adalah planet-planet yang jarak garis edarnya dari matahari lebih jauh
dari pada garis edar bumi. Yang termasuk planet luar adalah Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus. Di antara planet-planet tersebut yang dapat dilihat langsung dengan
mata adaiah Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Venus dan Yupiter
merupakan planet yang tampak paling terang Venus hanya tampak di pagi hari atau sore
hari. Venus mengalami perubahan wajah seperti bulan. Orang sering menyebut Venus
sebagai bintang kejora. Adapun Yupiter merupakan planet yang paling besar. Itulah
sebabnya, Yupiter tampak dari bumi sebagai bintang besar yang bercahaya terang. Yupiter
selalu dikelilingi kabut yang mempunyai cincin. Planet lain yang juga bercincin adalah
Saturnus. Bahkan, cincin Saturnus tampak lebih jelas dan indah. Itulah sebabnya Saturnus
juga disebut planet bercincin.

Setiap planet yang bergerak pada orbital memiliki garis edar. Bidang edar planet
bumi disebut ekliptika. Semua planet mengalami siang dan malam karena planet berputar
pada sumbunya. Kebanyakan planet-planet berputar pada sumbunya searah dengan arah
putaran Bumi, hanya Venus yang mempunyai arah perputaran yang berlawanan. Di mana
arah peredaran planet-planet berlawanan arah jarum jam. Peredaran planet mengelilingi
matahari disebut revolusi planet. Planet yang terdekat dengan matahari adalah Merkurius
kemudian Venus. Temperatur kedua planet pada siang hari sangat tinggi. Karena itu planet
Merkurius hampir tidak mempunyai atmosfer. Sebaliknya Venus terselubung atmosfer
yang tebal sehingga merintangi pandangan kita ke permukaannya. Karena terselubung
awan putih yang tebal maka planet Venus sering disebut bintang pagi atau bintang senja.
Atmosfer di Venus kebanyakan terdiri atas gas karbondioksida. Suhu di Venus pada siang
hari mencapai 500° C.
Sampai sekarang planet yang terus diteliti dan diperkirakan mungkin terdapat
kehidupan adalah planet Mars. Di antaranya pada tahun 1976. Ekspedisi luar angkasa
"Viking" didaratkan di Mars untuk meneliti keadaan di planet Mars. Di seberang Mars
terdapat planet berukuran besar/raksasa, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Planet yang terbesar adalah planet Jupiter dengan ukuran atau volumenya 2300 kali
volume Bumi. Sedangkan planet Saturnus adalah planet terbesar kedua dengan jari-jari
60.000 kilometer. Angkasanya hanya mengandung gas hidrogen dengan sabuk-sabuk awan
yang memantulkan sinar matahari dengan baik. Terlihat seperti cincin yang melingkari
planet.
Uranus dan Neptunus disebut planet kembar. Garis tengahnya kira-kira empat kali
garis tengah Bumi. Planet-planet juga mempunyai satelit yang mengedarinya. Arah
peredaran satelit sama dengan arah peredaran planetnya. Bidang edarnya hampir
berimpitan dengan bidang edar planet.
3. Komet
Arti kata komet adalah si rambut panjang. Komet merupkan anggota tata surya
yang mempunyai orbit sangat lonjong. Jumlah komet banyak sekali. Orbit komet
membentuk sudut terhadap ekliptika. Oleh karena itu, periode komet sangat besar. Itulah
sebabnya, komet terlihat pada selang waktu yang sangat lama.Misalnya, komet Halley
yang muncul setiap 75 atau 76 tahun sekali. Selang waktu kemunculan komet
menunjukkan revolusi komet itu Sewaktu komet bergerak mendekati matahari lapisan gas
di permukaan terdesak oleh sinar matahari. Lapisan gas yang terdesak tersebut memanjang
menyerupai ekor yang panjangnya dapat mencapai jutaan kilometer. Ekor tersebut selalu
membelakangi matahari. Itulah sebabnya komet sering disebut sebagai bintang berekor.
Panjang ekor maksimum tercapai pada saat orbit komet mencapai titik perihelium.
4. Meteorid
Di angkasa terdapat benda langit yang jumlahnya tak terhingga. Benda itu
ukurannya kecil dan orbitnya tidak beraturan. Benda-benda tersebut disebut meteoroid.
Meteoroid yang meluncur ke bumi dan mengeluarkan lintasan cahaya disebut meteor.
Lintasan cahaya itu terjadi karena adanya gesekan dengan atmosfer bumi Walaupun jarang
sekali terjadi, meteoroid tersebut ada juga yang sampai ke permukaan bunii (tidak habis
terbakar). Meteoroid yang sampai ke permukaan bumi disebut meteorit. Meteorit ini dapat
menimbulkan gempa bumi dan kawah yang besar.
5. Asteroid
Di antara orbit planet Mars dan Yupiter terdapat lebih dari seratus ribu benda-benda
langit. Di antara benda-benda tersebut yang sudah dapat diidentifikasi kira-kira 2.000 jenis.
Benda-benda tersebut dinamakan asteroid. Asteroid artinya yang menyerupai bintang. Sifat
benda-benda tersebut diduga sama dengan planet. Hanya, ukurannya lebih kecil. Oleh
karena itu, asteroid juga sering disebut planetoid.

Pengaruh dinamika tata surya terhadap kehidupan

Sudah sejak ribuan tahun yang lalu, para nenek moyang kita telah mempelajari
sifat-sifat dan pergerakan benda-benda di langit. Dengan pengamatan yang rutin selama
bertahun-tahun ditemukan fakta bahwa pergerakan benda langit termasuk planet bumi
adalah teratur. Gerakan yang teratur ini dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai bidang
kehidupan seperti pertanian, penanggalan kalender, navigasi dalam pelayaran, bahkan
meramal dengan menggunakan zodiak atau bintang (tepatnya rasi bintang). Seperti bintang
Orion sebagai penanda mulainya masa tanam bagi para petani. Juga bintang Salib (layang-
layang) sebagai penunjuk arah selatan, dan bintang Beruang Besar (atau Gayung besar)
sebagai penunjuk arah Utara. Para pelaut hingga kini juga masih menggunakan bintang
sebagai pemandu arah dan juga untuk menentukan posisi kapalnya,

Kita ketahui bahwa benda langit bergerak mengelilingi matahari dengan pergerakan
melawan arah jarum jam jika dilihat dari utara ekliptika. Jika dilihat dari pengamat di
bumi yang terlihat arah pergerakannya dari timur ke barat. Pergerakan ini disebut pula
dengan gerakan prograde. Namun ada salah satu benda langit yaitu planet venus yang
pergerakannya berkebalikan dengan pergerakan benda langit yang lain yaitu searah jarum
jam namun pergerakan itu hanya sebentar lalu bergerak lagi seperti benda langit yang lain.
Pergerakan itu disebut dengan retrograde. Di bumi dikatakan bergerak retrograde jika
gerakannya terlihat bergerak dari barat ke timur. Selain itu, Anggota tata surya dalam
mengitari matahari, mempunyai dua gerakan yakni rotasi dan revolusi. Rotasi adalah
gerakan benda langit dalam mengitari sumbunya atau porosnya. Kala rotasi adalah waktu
yang digunakan untuk sekali rotasi. Sedangkan Revolusi adalah gerakan benda langit
dalam mengitari matahari. Kala revolusi adalah waktu yang diperlukan untuk sekali
revolusi.
3.3 Memahami Dinamika Planet Bumi Sebagai Ruang Kehidupan

Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang istimewa, hal ini
dikarenakan Bum memiliki ciri khas yang membedakan dengan planet-planet lainnya.
Adanya air yang melimpah, atmosfer yang dinamis, aktivitas tektonisme dan vulkanisme,
serta adanya kehidupan biologis menjadi bukti bahwa Bumi memang istimewa. Berbagai
materi yang ada menajdikan Bumi satu-satunya planet yang memenuhi syarat untuk
perkembangan kehidupan.
Bumi kita diselimuti oleh campuran gas yang disebut udara (atmosfer). Atsmosfer
merupakan zat yang sangat penting bagi kehidupan di muka Bumi. Atmosfer terdiri dari
campuran berbagai gas, terutama nitrogen yang merupakan unsur gas terbanyak (78%),
oksigen (21%), dan sisanya tersusun atas berbagai macam gas seperti argon,
karbondioksida, dan uap air. Seperti halnya planet lain yang menjadi anggota tata surya,
Bumi juga berputar mengelilingi Matahari. Perputaran Bumi dalam mengelilingi Matahari
tersebut dinamakan revolusi. Selain berputar mengelilingi Matahari, Bumi juga berputar
pada porosnya yang dinamakan rotasi. Pada saat berotasi, keadaan sumbu Bumi tidak
tetap, melainkan melakukan presisi untuk mengimbangi gaya gravitasi.
a. Pengaruh Revolusi Bumi
1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang
ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.
Antara tanggal 21 Juni s.d 23 September
 Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
 Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi
selatan.
 Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
 Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah
disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
 Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
 Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat
di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.
Antara tanggal 22 Desember s.d 21 Maret
 Maret Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih
menjauhi matahari.
 Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi
utara.
 Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
 Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di
sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
 Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
 Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22
Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o
ke selatan.
Pada tanggal 23 September dan 23 Desember
 Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
 Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama
banyaknya.
 Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
 Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.
2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni)
dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni –
21 Desember) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya
matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah
musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
Musim panas : 21 Juni – 23 September
Musim gugur : 23 September – 22 Desember
Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret
Musim-musim dibelah bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim Dingin : 21 Juni – 23 September
4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk
pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada
lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati
dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain
Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain.
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-
bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara
matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari.
Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.
5. Kalender Masehi
Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung kelebihan ¼ hari
pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap
empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih
panjang sehari ini disebut tahun kabisat. Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih
sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah
1984,2000, dan lain-lain
b. Pengaruh rotasi bumi
1. Peredaran semu harian benda-benda langit
 Benda-benda langit yang terlihat setiap hari (terutama malam hari) seolah-olah
melintas dari timur ke barat. Pergerakan ini selanjutnya disebut peregrakan semu
harian benda langit. Pergerakan ini bukan disebabkan oleh gerakan benda-benda
langit terhadap bumi tetapi disebabkan adanya rotasi bumi pada porosnya.
 Peristiwa siang dan malam, Rotasi bumi meyebabkan bagian-bagian bumi yang
berhadapan secara langsung dengan matahari akan mendapat sinar, sedang bagian
sebaliknya tidak mendapat sinar. Bagian bumi yang mendapat sinar matahari akan
terjadi siang, sedang bagian yang tidak terkena sinar matahari akan mengalami
malam. Perbubahan siang dan malam berlangsung secara perlahan sehingga daerah-
daerah yang berada pada posisi lebih timur dari daerah lain akan mengalami siang
lebih dahulu.
 Perbedaan waktu, Gari Bujur adalah garis khayal yang digunakan untuk
menentukan waktu waktu di permukaan bumi dan di dasarkan pada kota Greenwich
di Inggris. Kota Greenwich ditetapkan garis bujurnya 0o. Daerah disebelah timur
disebut bujur timur, sedang daerah disebelah barat disebut bujur barat. Selanjutnya
daerah barat dan timur masing-masing dibagi menjadi 180o

Pembagian waktu Internasional

 Pembelokan arah angin, Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah
bertekanan rendah. Meskipun demikian arah angin tidak sama persis dengan arah
gradien tekanan, hal ini disebabkan adanya efek gaya Coriolis pada angin. Gaya
Coriolis adalah gaya semu yang timbul akibat efek dua gerakan yaitu gerak rotasi
bumi dan gerak benda relatif terhadap bumi.

Pembelokan arah angin akibat efek Coriolis


 Pembelokan arus laut, Arus laut pada umumnya disebabkan oleh angin yang bertiup
dipermukaannya. Seperti halnya arah angin, arah arus laut juga disimpangkan oleh
adanya rotasi bumi. Arus laut dipaksa membelok ketika sampi di belahan bumi
utara dan belahan bumi selatan
 Perbedaan percepatan gravitasi bumi, Benda yang berputar/berrotasi akan
menyebabkan terjadinya gaya sentripetal. Semakin besar jari-jari rotasi akan
semakin besar juga gaya sentripetal yang timbul.

 Gaya sentrifugal ini akan mengakibatkan bumi pepat di bagian kutub (garis tengah
bumi bagian kutub lebih kecil dibanding garis tengah bumi bagian katulistiwa).
Perbedaan garis tengah ini mengakibatkan percepatan gravitasi bumi berbada,
sesuai hukum Newton tentang gravitasi.

 Revolusi bumi evolusi bumi merupakan gerakan bumi mengelilingi matahari.


Gerakan ini juga terjadi pada planet-planet lain anggota tatasurya. Bumi berevolusi
dari barat ke timur dengan sudut kemiringan 66,5o terhadap sumbu rotasi bumi.
Bidang yang dibentuk bumi selama berevolusi dinamakan bidang ekliptika.

Tiap planet memiliki bidang orbit sendiri-sendiri, sudut yang dibentuk oleh bidang
ekliptika dengan bidang orbit planet tertentu disebut sudut inklinasi.
Matahari yang terbit setiap pagi tidak selalu muncul ditempat yang sama, tetapi
bergesar sedikit demi sedikit mulai dari atas katulistiwa sampai garis balik utara dan garis
balik selatan.

Pergeseran titik terbit matahari mengikuti garis edar matahari, yaitu mulai dari
katulistiwa ke garis balik utara kemudian ke garis balik selatan dan kembali lagi ke
katulistiwa. Pergeseran ini berlangsung selama satu tahun
Gambar matahari terbit diambil dari tempat yang sama berturut-turut dari kiri ke kanan
pada tanggal 10, 11 dan 12 Februari 1970. Pada gambar terlihat jelas titik terbit matahari
bergeser ke kiri

 Perubahan lamanya siang dan malam; Pergeseran garis edar matahari akan
mengakibatkan perubahan/perbedaan lamanya siang dan malam. Pada saat-saat
tertentu disuatu tempat akan mengalami malam yang lebih panjang dibanding siang
demikian sebaliknya saat yang lain siang lebih lama dari malam. Di kutub Utara
malam hari dapat berlangsung selama 24 jam sebaliknya pada saat yang sama di
kutub selatan siang hari berlangsung selama 24 jam demikian pula sebaliknya.
 Pergantian musim; Selain mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan malam,
pergeseran garis edar matahari juga mengakibatkan perubahan musim. Didaerah
tropis secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 musim, yaitu musim kemarau
yang kering dan musim penghujan yang basah. Sedang didaerah sub tropis dapat
dibedakan menjadi 4 musim, yaitu musim semi, musim hujan, musim panas dan
musim gugur. Musim-musim baik di daerah tropis maupun sub tropis berulang
dalam satu tahun.

Pergantian musim di Indonesia

 Terjadinya paralaks bintang; Paralaks merupakan gerakan atau pergeseran suatu


benda jauh ketika dilihat dari dua atau lebih tempat yang berjauhan
c. Sejarah Kehidupan di Bumi
Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira
4.600.000.000 tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tata surya
dan matahari sebagai pusatnya. Sejarah kehidupan di Bumi baru dimulai sekitar
3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya microorganisme sederhana yaitu becteri dan
ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul organisme ber sel
banyak. Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih
komplek mulai berevolusi. Perkembangan tumbuhan di awali oleh pteridofita ( tumbuhan
paku ), Gimnosperma (tumbuhan berujung) dan terakhir angiosperma ( tumbuhan
berbunga ). Sedangkan perkembangan hewan dimulai dari invertebrate, ikan, amfibia,
reptilian, burung dan terakhir mamalia, kemudian terakhir kali muncul manusia.
Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira
4.600 000.000 tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tata surya
dengan matahari sebagai pusatnya. Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar
3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya micro-organisma sederhana yaitu bakteri dan
ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul organisme bersel
banyak. Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih
komplek mulai berevolusi. Perkembangan perubahan tetumbuhan diawali oleh Pteridofita
(tumbuhan paku), Gimnosperma (tumbuhan berujung) dan terakhir Angiosperma
(tumbuhan berbunga). Sedangkan perkembangan dan perubahan hewan dimulai dari
invertebrata, ikan, amfibia, reptilia, burung dan terakhir mamalia, kemudian terakhir kali
muncul manusia. Kalau dalam ilmu sejarah kita mengenal jaman-jaman dengan nama-
nama khususnya. Misal Jaman Batu, Jaman Majapahit, Terus ada yang membagi lagi
dengan Kala, Masa dan sebagainya. Dalam ilmu geologi juga mirip. Ada yg disebut
“Zaman“, “kala“, “periode” dan sebagainya.
Kalender Geologi

A. Eon Pra-kambrium
Eon (kurun) Pra-kambrium terbagi menjadi masa Arkeozoikum dan Proterozoikum

1. Masa Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)


Arkeozoikum artinya Masa Kehidupan Purba. Masa Arkeozoikum (Arkean)
merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang
menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim
disebut kraton/perisai benua.
Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerak bumi. Jadi kerak bumi
terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate
tectonic/Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini.
Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.
Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan
awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam
samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah
ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira
3.500.000.000 tahun.
2. Masa Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal
terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari
organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes). Menjelang
akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-
ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai
sebagai fosil sejati pertama.
B. Eon Phanerozoikum
Pada Eon (kurun) ini terbagi menjadi tiga era yaitu Paleozoikum, Mesozoikum, dan
Cenozoikum.
1. Era Paleozoikum
Era ini dibagi ke dalam enam zaman yaitu zaman kambrium, ordovisium, Silur,
Devon, Karbon, dan Perm.
a. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)
Kambrium berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris
sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan
invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di
lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung.
Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral,
Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit).
Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal
bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan.
Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil
yang terpisah.
b. Zaman Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)
Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang
belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali
seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid
(Lili Laut) dan Bryozona. Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana
trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan
Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es
merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai
menutup celah samudera yang berada di antaranya.
c. Zaman Silur (440 – 410 juta tahun lalu)
Zaman silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan
darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan
Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai
muncul pada zaman ini danbanyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung.
Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia,
Skotlandia dan Pantai Amerika Utara
d. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan
dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai
pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut
selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju
daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya.
Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara
dan Tanah Hijau (Green Land).

e. Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)


Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air.
Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam jumlahnya. Pohon
pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh
di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka
bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami
perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim
tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang
tersimpan sebagai batubara.

f. Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)


“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan
Grikgo primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri
dengan kepunahan micsa dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan menjadi
punah. Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan,
Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air
dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai
terbentuk di bagian utara bumi.

2. Era Mesozoikum
Era ini dibagi ke dalam tiga zaman yaitu zaman Trias, Jura, dan Kapur.
a. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)
Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum.
Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama
zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai
berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia
yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem
berkembang dan Konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun
terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di
Pangea.
b. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat
jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di
dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus
tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama
(Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang.
Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada
waktu ini. Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika
sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia. Jaman ini
merupakan jaman yang paling menarik anak-anak setelah difilmkannya Jurrasic Park.
c. Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini.
Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini
Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit
punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi
banyak bentuk yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas
jauh dari Afrika menuju Asia. Jaman ini adalah jaman akhir dari kehidupan biantang-
binatang raksasa.
3. Era Cenozoikum
Era ini dibagi ke dalam dua zaman yaitu zaman Tersier dan Kuarter.
a. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya
primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta,
sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan
fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus
berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan
merambat dan rumput. Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan
hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global
b. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)
Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen.
Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun
yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.
Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman
glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu
pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya Di antara 4
jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat. Manusia
purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada
Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala
Holosen. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan
fauna yang hidup sekarang.
Nah kalau semua diatas tadi digambarkan secara grafis dapat dilihat seperti dibawah
ini:
Karakteristik Lapisan Bumi
Menurut komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-
lapisan sebagai berikut :
1. Kerak Bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu
kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km
sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra
yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama
adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
2. Mantel Bumi
Mantel bumi terletak di antara kerak dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan
batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas ±1300
°C-1500 °C dan suhu pada mantel bagian dalam ±1500 °C-3000 °C.
a. Litosfer
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani,
lithos yang berarti berbatu, dan sphere yang berarti padat. Litosfer bumi meliputi kerak
dan bagian teratas dari mantel bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari
planet bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih
lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer
dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka
waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan,
sednagkan astenosfer berubah seperti cairan kental.
Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan
terjadinya gerak benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer. Konsep litosfer
sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun
1914, yang menulis serangkaian paper untuk mendukung konsep itu. konsep yang
berdasarkan pada keberadaan anomali gravitasi yang signifikan di atas kerak benua,
yang lalu ia memperkirakan keberadaan lapisan kuat (yang ia sebut litosfer) di atas
lapisan lemah yang dapat mengalir secara konveksi (yang ia sebut astenosfer). Ide ini
lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas oleh ahli
geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer berkembang sebelum
teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep mengenai keberadaan
lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer) tetap menjadi bagian penting dari
teori tersebut.
Terdapat dua tipe litosfer yaitu : Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak
samudra dan berada di dasar samdura Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak
benua. Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua
memiliki kedalaman 40-200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas
karena keberadaan lapisan Mohorovicic.
b. Astenosfer
Astenosper merupakan lapisan dibawah lempeng tektonik, yang menjadi tempat
bergeraknya lempeng benua.
c. Mesosfer
Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan
pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat, termosfer. Udara yang terdapat di sini
akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan
menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi biasanya
terbakar di lapisan ini. Mesosfer terletak di antara 50 km dan 80-85 km dari permukaan
bumi, saat suhunya berkurang dari 290 K hingga 200 K (18oC hingga − 73oC). Antara
lapisan Mesosfer dengan lapisan atermosfer terdapat lapisan perantara yaitu Mesopause.
3. Inti Bumi
Inti Bumi terletak pada lapisan terdalam. Inti Bumi terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
a. Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti
bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan
kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel
cair dengan suhu 3900 °C
b. Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga
disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km.
inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat
mencapai 4800 °C.