Anda di halaman 1dari 14

PERATURAN INTERNAL STAFF KEPERAWATAN

(NURSING STAFF BY LAWS)


RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

PENDAHULUAN

Peraturan internal rumah sakit atau Hospital by laws adalah peraturan yang mengatur
pemilik rumah sakit atau yang mewakili, direktur rumah sakit dan staf medis. Peraturan
internal rumah sakit ini merupakan tailor made sehingga setiap rumah sakit akan
berbeda-beda sesuai dengan karakteristik masing masing. Walaupun dibuat secara
tailor made tetapi tetap dibutuhkan acuan mengenai apa saja yang perlu diatur di dalam
peraturan internal rumah sakit yang terkait degan pemilik rumah sakit atau yang
mewakili, direktur rumah sakit dan staf medis, sedangkan isi masing masing aturan
tersebut adalah disesuaikan dengan masing masing rumah sakit.

Rumah sakit memiliki 3 unsur yang saling terkait yaitu pemilik atau yang mewakili,
direktur rumah sakit dan staf medis sehingga diperlukan 2 peraturan internal rumah sakit
atau hospital by laws yaitu:
1. Peraturan internal yang mengatur hubungan pemilik atau yang mewakili dengan
direktur rumah sakit (pengelola) yang disebut sebagai peraturan internal corporate
atau disebut Corporate by laws.
2. Peraturan internal yang mengatur staf medis yang disebut peraturan internal staf
medis atau disebut juga dengan Medical staff by laws.

Dengan adanya 2 peraturan internal rumah sakit atau hospital by laws tersebut maka
hubungan rumah sakit dengan staff administrasi, staff perawat dan karyawan lainnya
tidak diatur didalam peraturan internal rumah sakit tetapi masuk dalam peraturan
kepegawaian rumah sakit. Hal tersebut terkait dengan situasi dan kondisi dimana
peraturan internal rumah sakit berasal. Staf medis dimana peraturan internal rumah sakit
berasal pada umumnya bukan merupakan pegawai rumah sakit oleh karena itu tidak
terkait dengan peraturan kepegawaian rumah sakit tetapi terkait dengan aturan profesi.
Sehingga perlu ada aturan mengenai staff medis sendiri berupa Medical staff by laws
yang dituangkan dalam peraturan internal rumah sakit atau hospital by laws.
Peraturan internal staff medis tersebut bisa merupakan peraturan internal yang berdiri
sendiri tetapi juga bisa merupakan salah satu ketentuan di dalam peraturan internal
korporate atau Corporate bylaws. Hal tersebut tergantung dengan jumlah dan jenis staff
medis di suatu rumah sakit. Semakin banyak jumlah staff dan jenis staff medisnya maka
perlu peraturan yng komplek oleh karena itu peraturan mengenai staf medis menjadi
peraturan internal yang berdiri sendiri. Tetapi apabila rumah sakit tersebut hanya kecil
dan hanya beberapa dokter saja sehingga tidak diperlukan peraturan yang kompleks
maka peraturan internal staff medis atau Medical staff bylaws bisa disatukan dengan
peraturan internal korporate atau Corporate bylaws.

a. RS Budi Kemuliaan Batam merupakan rumah sakit yang menyelenggarakan


pelayanan kesehatan .
b. RS Budi Kemuliaan Batam dalam menyelenggarakan peran dan fungsinya
senantiasa menjunjung tinggi etika, profesionalisme, rasa sosial dan kemanusiaan
yang tinggi dan dilandasi hati dan nurani dan cinta kasih.
c. Untuk mengelola rumah sakit secara professional dan akuntabel perlu landasan
hukum yang tertuang dalam Hospital ByLaws, yang terdiri atas Peraturan Internal
SM (Medical Staff ByLaws), Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staff
ByLaws)
d. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf ByLaws) bertujuan untuk:
1. Mengatur proses pemberian asuhan keperawatan serta mekanisme tata kerja
Komite Keperawatan di Rumah Sakit
2. Menjamin terselenggaranya pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu
kepada pasien rumah sakit secara biopsikososio serta masalah keperawatan
yang ada pada pasien
3. Memberikan pedoman kepada perawat dan bidan dalam menjalankan
pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan sesuai dengan standar
profesinya
4. Memberikan acuan kepada staf maupun manajemen dalam mencari solusi
penyelesaian masalah yang mungkin timbul
e. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) diartikan sebagai
undang-undang keperawatan bagi perawat dan bidan yang melakukan pelayanan
asuhan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit. Peraturan internal tenaga
Keperawatan (Nurse Staf By Laws) diatur tentang pembentukan komite
keperawatan, tugas dan fungsi serta mekanisme kerja Komite Keperawatan
beserta ketiga sub komitenya, mitra bestari (peer-group) dan mekanisme
pengambilan keputusan dalam Komite Keperawatan.
f. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) diartikan sebagai
undang-undang keperawatan bagi perawat dan bidan dalam melakukan pelayanan
asuhan keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit.
g. Didalam Peraturan internal tenaga keperawatan (Nurse Staf By Laws) diatur
tentang pembentukan Komite Keperawatan ,tugas dan fungsi serta mekanisme
kerja Komite Keperawatan beserta ketiga sub komitenya, mitra bestari (peer-
group) dan mekanisme pengambilan keputusan dalam Komite Keperawatan.
h. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) menjadi acuan
mekanisme pengambilan keputusan oleh Komite Keperawatan dan menjadi dasar
hukum yang sah untuk setiap keputusan yang diambil sesuai dengan mekanisme
yang ditentukan oleh Peraturan internal tenaga keperawatan .Selain itu peraturan
internal tenaga keperawatan juga menjadi dasar hukum yang untuk setiap
keputusan yang diambil oleh kepala/direktur rumah sakit yang mengambil
keputusan sesuai dengan lingkup tugasnya yang terkait dengan tenaga
keperawatan.
i. Dalam hubungannya dengan direksi rumah sakit, Peraturan internal tenaga
keperawatan juga mengatur mekanisme pertangggungjawaban komite
keperawatan kepada direktur rumah sakit untuk hal-hal yang terkait dengan
penyelenggaraan asuhan keperawatan di rumah sakit. Selain itu juga diatur
kewajiban direktur rumah sakit untuk menyediakan semua sumber daya yang
dibutuhkan oleh komite keperawatan untuk melaksanakan tugasnya, misalnya
kebutuhan ruangan, petugas sekretariat, sarana dan prasarana komite
keperawatan, termasuk penyelenggaraan pertemuan dan mendatangkan mitra
bestari. Kewajiban direktur rumah sakit juga termasuk menetapkan berbagai
kebijakan dan prosedur (policy and procedure) yang terkait dengan kredensial,
mutu profesi dan disiplin profesi.
j. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) tidak mengatur hal-
hal yang bersifat pengelolaan rumah sakit.
k. Peraturan internal tenaga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) pada dasarnya
memuat peraturan pokok untuk menegakkan profesionalisme tenaga perawat dan
bidan.
l. Peraturan internal tenga Keperawatan (Nurse Staf By Laws) juga mengatur tugas
specifik dari sub komite kredensial, sub komite mutu keperawatan dan sub komite
etika profesi dan disiplin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rumah sakit
m. Bahwa untuk maksud tersebut diatas, maka disusunlah suatu Peraturan internal
tenaga keperawatan (Nurse Staff By Laws).

BAB I
KETENTUAN UMUM

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit


2. Peraturan Pemerintah no. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
3. Keputusan Menteri Kesehatan No. 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Bidan
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Ijin
dan Penyelenggaraan Praktek Perawat sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Kesehatan No.17 tahun 2013
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan
Rumah Sakit
Pasal 1
Dalam Peraturan Internal Staff Keperawatan yang dimaksud dengan :
a. Peraturan Internal Staff Keperawatan (Nursing Staff ByLaws) adalah peraturan
penyelenggaraan profesi staff keperawatan dan mekanisme tata kerja Komite
Keperawatan.
b. Komite Keperawatan adalah wadah non struktural rumah sakit yang mempunyai
fungsi utama mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme tenaga
keperawatan melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi dan
pemeliharaan dan disiplin profesi.
c. Staff Keperawatan adalah kelompok staff perawat fungsional yang dikelompokkan
berdasarkan enam kelompok besar pasien di RS Budi Kemuliaan Batam yaitu:
Medikal Bedah, Anak, Neonatus, Maternitas, Perawatan Kritis dan Gawat Darurat
d. Staff Keperawatan adalah seluruh perawat RS Budi Kemuliaan Batam, termasuk
perawat gigi dan bidan.
e. Kewenangan klinis adalah uraian intervensi keperawatan dan kebidanan yang
dilakukan oleh tenaga keperawatan sesuai area prakteknya.
f. Penugasan klinik adalah penugasan yang diberikan oleh Direktur RS Budi
Kemuliaan Batam terhadap staff keperawatan untuk melakukan asuhan
keperawatan atau asuhan kebidanan di RS Budi Kemuliaan Batam berdasarkan
kewenangan klinis.
g. Kredensial adalah proses evaluasi terhadap staff keperawatan untuk menentukan
kelayakan pemberian kewenangan klinis
h. Panitia Ad Hoc adalah panitia yang dibentuk oleh Komite Keperawatan untuk
membantu melaksanakan tugas Komite Keperawatan.
i. Re-kredensial adalah proses re-evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah
memiliki Kewenangan Klinis untuk menentukan kelayakan pemberian Kewenangan
Klinis tersebut.
j. Audit Keperawatan adalah upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu
pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan menggunakan rekam
medisnya yang dilaksanakan oleh profesi perawat dan bidan.

k. Mitra Bestari adalah sekelompok tenaga keperawatan dengan reputasi dan


kompetensi yang baik untuk menelaah segala hal yang terkait dengan tenaga
keperawatan.
l. Buku Putih adalah dokumen yang berisi syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh
tenaga keperawatan yang digunakan untuk menentukan Kewenangan Klinis.
m. Sidang Tahunan, yaitu sidang yang dilakukan oleh Komite Keperawatan untuk
melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2

1) Maksud dibuatnya Peraturan Internal Staff Keperawatan adalah agar Komite


Keperawatan dapat menyelenggarakan tata kelola klinis yang baik melalui
mekanisme kredensial,peningkatan mutu professional dan penegakan disiplin profesi
perawat dan bidan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.
2) Tujuan dari Peraturan Internal Staff Keperawatan adalah
a. Mewujudkan profesionalisme perawat di RS Budi Kemuliaan Batam
b. Mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di RS Budi
Kemuliaan Batam
c. Menegakkan etik dan disiplin profesi perawat di RS Budi Kemuliaan Batam

BAB III
KEWENANGAN KLINIS

Pasal 3
Asuhan Keperawatan hanya boleh dilakukan oleh staff keperawatan yang telah
diberikan Kewenangan Klinis melalui proses Kredensial
Pasal 4
Kewenangan Klinis yang diberikan kepada staff keperawatan sesuai dengan kategori
jenjang klinis keperawatan.
Pasal 5
Jenjang Klinis Keperawatan terdiri dari :
(1) Jenjang Perawat Klinik I
(2) Jenjang Perawat Klinik II
(3) Jenjang Perawat Klinik III
(4) Jenjang Perawat Klinik IV
(5) Jenjang Perawat Klinik V
Pasal 6
Dalam keadaan tertentu Kewenangan Klinis dapat diberikan kepada staf keperawatan
dengan melihat kondisi berupa:
1) Kewenangan Klinis Sementara
2) Kewenangan Klinis Bersyarat
Pasal 7
Penjabaran Kewenangan klinis seperti tersebut dalam pasal 5 dan pasal 6 diatur dalam
buku putih
Pasal 8
Penyusunan Buku Putih Kewenangan Klinis Keperawatan disusun oleh Panitia Ad Hoc
yang dibentuk oleh Komite Keperawatan RS Budi Kemuliaan Batam dengan melibatkan
Kepala Divisi Pelayanan Keperawatan RS Budi Kemuliaan Batam.
Pasal 9
Dalam rangka mendapatan Kewenangan Klinis, staff keperawatan mengajukan secara
tertulis kepada Komite Keperawatan RS Budi Kemuliaan Batam dengan melampirkan
syarat-syarat yang telah ditentukan.
Pasal 10
Komite Keperawatan menugaskan kepada Sub Komite Kredensial untuk melakukan
proses kredensial kepada staff keperawatan sebagai dasar mengeluarkan rekomendasi
Kewenangan Klinis staff keperawatan.
Pasal 11
Dalam hal proses kredensial memerlukan tenaga yang banyak, maka Sub Komite
Kredensial mengajukan kepada Ketua Komite Keperawatan agar dibentuk Panitia Ad
Hoc untuk melakukan proses kredensial staff keperawatan.
Pasal 12
Dalam hal proses kredensial telah selesai, maka Sub Komite Kredensial mengeluarkan
rekomendasi kepada Komite Keperawatan.
Pasal 13
Rekomendasi Sub Komite Kredensial dapat berupa :
(1) Direkomendasikan diberi kewenangan klinis
(2) Tidak direkomendasikan
(3) Direkomendasikan dengan syarat
Pasal 14
Komite keperawatan menetapkan Kewenangan Klinis staff keperawatan atas dasar
rekomendasi dari Sub Komite Kredensial

BAB IV
PENUGASAN KLINIS

Pasal 15
Komite Keperawatan mengusulkan kepada Direktur RS Budi Kemuliaan agar
dikeluarkan Penugasan Klinis staff keperawatan dengan Kewenangan Klinis.
Pasal 16
Direktur RS Budi Kemuliaan mengeluarkan Penugasan klinis kepada staff keperawatan
dalam untuk jangka waktu lima tahun
Pasal 17
Dalam hal tertentu Direktur RS Budi Kemuliaan Batam berhak mengeluarkan
pengakhiran Penugasan Klinis kepada staf keperawatan atas rekomendasi Sub Komite
Etik dan Disiplin Proferi melalui Komite Keperawatan.

BAB V
DELEGASI TINDAKAN MEDIK

Pasal 18
(1) Kewenangan tenaga keperawatan untuk melakukan tindakan medik yang
merupakan delegasi dari tenaga medis hanya dapat dilakukan oleh perawat yang
memiliki kewenangan klinis tertentu berdasarkan hasil kredensial Sub Komite
Kredensial.
(2) Tindakan medik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetap menjadi tanggung
jawab tenaga medis yang memberikan delegasi.

BAB VI
KOMITE KEPERAWATAN
Pasal 19
1) Susunan organisasi Komite Keperawatan terdiri dari :
a. Ketua
b. Sekretaris
c. Sub Komite
2) Sub Komite sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 Ayat 1 huruf c, terdiri dari:
a. Sub Komite Kredensial
b. Sub Komite mutu
c. Sub Komite Etik dan Disiplin
3) Bagan Struktur organisasi Komite Keperawatan adalah sebagai berikut;
DIREKTUR

KOMITE KOMITE WADIR PELAYANAN WADIR


MEDIK KEPERAWATAN MEDIS KEPERAWATAN

SEKRETARIS

SUB KOMITE SUB KOMITE SUB KOMITE


KREDENSIAL MUTU PROFESI ETIK DAN
DISIPLIN

4) Ketua Komite Keperawatan ditetapkan oleh Direktur RS Budi Kemuliaan Batam


dengan memperhatikan masukan dari tenaga keperawatan yang bekerja di RS Budi
Kemuliaan Batam.
5) Sekretaris dan Sub Komite diusulkan oleh Ketua Keperawatan dan ditetapkan oleh
Direktur RS Budi Kemuliaan Batam dengan memperhatikan masukan dari tenaga
keperawatan yang bekerja di RS Budi Kemuliaan Batam.
Pasal 20
Personil Komite Keperawatan harus memiliki kompetensi yang tinggi sesuai jenis
pelayanan atau area praktek, mempunyai semangat profesionalisme serta reputasi baik.
Pasal 21
Komite Keperawatan memberikan jaminan kepada Direktur RS Budi Kemuliaan Batam
bahwa tenaga keperawatan memiliki kompetensi kerja yang tinggi sesuai standard
pelayanan dan berperilaku baik sesuai etika profesinya.
Pasal 22
1) Komite Keperawatan mempunyai tugas pokok membantu Direktur RS Budi
Kemuliaan Batam dalam melakukan kredensial, pembinaan disiplin dan etika profesi
tenaga keperawatan serta pengembangan professional berkelanjutan.
2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Komite Keperawatan mempunyai fungsi:
a. Penyelenggaraan konsultasi keperawatan.
b. Penyelenggaraan tukar pendapat, kebijakan, dan pelaksanaan pelayanan.
c. Pemberi motivasi dalam pemecahan masalah profesi keperawatan melalui
pembelajaran
d. Penggalian inovasi dan ide-ide yang membangun dan pembaharuan kearah
perbaikan profesi keperawatan
e. Penyelenggara pendidikan dan pembelajaran kepda profesi sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki
f. Penyelenggaraan advokasi dengan memberi perlindungan dan dukungan
kepada profesi dalam menerima hak-haknya termasuk masalah hukum
Pasal 23
1) Tanggung Jawab Komite Keperawatan
a. Komite keperawatan bertanggungjawab langsung kepada Direktur RS Budi
Kemuliaan Batam
b. Menjaga citra dan nama baik Komite Keperawatan pada khususnya dan seluruh
pelayanan Keperawatan di RS Budi Kemuliaan Batam
2) Wewenang Komite Keperawatan
a. Membuat dan membubarkan panitia kegiatan keperawatan (Panitia Ad Hoc)
secara mandiri maupun bersama Kepada Divisi Pelayanan keperawatan
b. Mengusulkan rencana kebutuhan tenaga keperawatan dan proses penempatan
tenaga keperawatan berdasarkan tinjauan profesi
c. Mengusulkan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana keperawatan
d. Membimbing perawat dalam kesuksesan kerja dan karir
e. Memberikan pertimbangan tentang bimbingan dan konseling keperawatan
Pasal 24
Dalam melaksanakan fungsinya Komite Keperawatan di bantu oleh Panitia Ad Hoc yang
terdiri dari tenaga perawat rumah sakit dan mitra bestari.
Pasal 25
Komite Keperawatan sebagaimana kerja dari Pelayanan Keperawatan dan tidak
bertanggungjawab kepada Divisi Pelayanan Keperawatan.
Pasal 26
Komite keperawatan bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan Kepala Divisi
pelayanan Keperawatan serta saling memberikan masukan tentang perkembangan
profesi keperawatan dan kebidanan di rumah sakit.
BAB VI
RAPAT

PASAL 26
1) Komite Keperawatan dan Bidang Keperawatan melaksanakan kerja dan koordinasi
secara berkala dan berkesinambungan melalui rapat koordinasi keperawatan
2) Rapat Koordinasi Keperawatan terdiri dari: Rapat Kerja, Rapat Rutin, Rapat Pleno
dan Sidang tahunan
3) Rapat Kerja
a. Rapat Kerja Keperawatan dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan atau Kepala
Bidang Keperawatan dan dihadiri oleh Sekretaris Komite Keperawatan, Sub
Komite, Kasie Keperawatan, Panitia-panitia Keperawatan dan Kepala Ruang
Keperawatan.
b. Agenda rapat kerja adalah membuat rencana kerja keperawatan dalam 5 (lima)
tahun
4) Rapat rutin
a. Rapat rutin dilaksanakan 1(satu) kali dalam sebulan diikuti oleh Bidang
Keperawatan, Komite Keperawatan dan Kepala Ruang Keperawatan
b. Agenda rapat kerja adalah membahas masalah-masalah harian keperawatan
c. Rapat rutin keperawatan dipimpin oleh kepala Bidang Keperawatan atau Ketua
Komite Keperawatan.
5) Rapat Pleno
a. Rapat pleno keperawatan diadakan waktu-waktu bila dibutuhkan.
b. Rapat pleno dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan atau Kepala Bidang
Keperawatan dan dihadiri oleh Sekretaris Komite Keperawatan, Sub komite dan
kasie Keperawatan
c. Agenda rapat pleno adalah membahas persoalan etik dan disiplin staff
keperawatan
d. Kehadiran rapat pleno adalah 100% peserta rapat
6) Sidang Tahunan
a. Sidang Tahunan Keperawatan diadakan satu kali dalam setahun
b. Siding tahunan dipimpin oleh Ketua Komite Keperawatan atau kepala Bidang
Keperawatan dan dihadiri oleh Sekretaris Komite Keperawatan, Sub komite dan
kasie Keperawatan
c. Agenda sidang tahunan adalah membuat rencana kerja keperawatan dalam 1
(satu) tahun dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun yang telah lalu
d. Keputusan yang diambil harus disetujui sekurang-kurangnya oleh 2/3 peserta
yang hadir.

BAB VII
SUB KOMITE KREDENSIAL

Pasal 27
1) Sub Komite Kredensial sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) huruf a
bertugas:
a. Menyusun daftar rincian kewenangan klinis
b. Menyusun buku putih
c. Menerima hasil verifikasi persyaratan kredensial
d. Merekomendasikan tahapan proses kredensial
e. Merekomendasikan pemulihan kewenangan klinis bagi setiap tenaga
keperawatan
f. Melakukan kredensial ulang secara berkala setiap 5 (lima) tahun
g. Membuat laporan seluruh proses kredensial kepada Ketua Komite keperawatan
diteruskan kepada Direktur RS Budi Kemuliaan Batam.
2) Dalam menjalankan tugasnya sebagaimana tersebut dalam pasal 27 ayat (1),Sub
Komite Kredensial dapat mengusulkan dibentuknya team ad hoc kepada Ketua
Komite Keperawatan
BAB VIII
MUTU PROFESI

Pasal 28
1) Sub Komite Mutu Profesi sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2),huruf b
bertugas:
a. Menyusun data dasar profil tenaga keperawatan sesuai area praktek
b. Merekomendasikan perencanaan pengembangan professional berkelanjutan
tenaga keperawatan
c. Melakukan audit asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan
d. Memfasilitasi proses pendampingan tenga keperawatan sesuai kebutuhan
2) Dalam menjalankan tugasnya sebagaimana tersebut dalam pasal 28 ayat (1), Sub
Komite Mutu profesi dapat mengusulkan dibentuknya team ad hoc kepada Ketua
komite Keperawatan baik insidential atau permanen.

BAB IX
ETIKA DAN DISIPLIN

Pasal 29
1) Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2)
huruf c bertugas:
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga keperawatan
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga keperawatan
c. Melakukan penegakan disiplin profesi keperawatan dan kebidanan
d. Merekomendasikan penyelesaian masalah-masalah pelanggaraan disiplin dan
masalah-masalah etik dalam kehidupan profesi, asuhan keperawatan dana
asuhan kebidanan
e. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis dan/ atau surat penugsan
klinis
f. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan
keperawatan dan asuhan kebidanan.
2) Guna menindaklanjuti rekomendasi dari Sub Komite Etik dan Disiplin sebagaimana
tersebut dalam pasal 29 ayat (1),komite keperawatan membentuk panitia ad hoc
insidental atau permanen
3) Hasil kerja Panitia Ad Hoc sebagaimana tersebut dalam Pasal 29 ayat (2) dibawa
dalam rapat pleno sebagaimana tersebut dalam pasal 26 ayat (4)

BAB X
PERATURAN PELAKSANAAN TATA KELOLA KLINIS

Pasal 30
1) Dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan diperlukan standar
profesi,standar pelayanan, standar prosedur operasional dan kebutuhan dasar
pasien
2) Memenuhi kebutuhan sebagaimana tersebut dalam pasal 30 ayat (1),komite
Keperawatan bersama-sama Bidang Keperawatan berkewajiban menyusun:
a. Standar profesi keperawatan dan kebidanan
b. Standar pelayanan keperawatan dan kebidanan
c. Standar prosedur operasional keperawatan dan kebidanan
d. Standar kebutuhan dasar pasien
3) Dalam keadaan tidak mampu, setiap staf keperawatan berkewajiban melakukan
konsultasi dan/atau merujuk pasien kepada tenaga keperawatan lain yang dianggap
lebih mampu

BAB XI
TATA CARA REVIEW DAN PERBAIKAN PERATURAN INTERNAL STAFF
KEPERAWATAN

Pasal 31
1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam aturan ini akan diatur dikemudian hari
melalui Rapat Pleno Keperawatan
2) Apabila ada Pasal dan/atau Ayat dalam Peraturan internal Keperawatan ini yang
dikemudian hari dianggap tidak sesuai, dapat ditinjau ulang melalui Sidang Tahunan
keperawatan
BAB XII
PENUTUP

Pasal 32
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Peraturan Internal Keperawatan
dilaksanakan dengan berpedomn pada lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari peraturan ini
Pasal 33
Peraturan Internal Keperawatan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Batam
Pada tanggal ……………
DIREKTUR RS BUDI KEMULIAAN

drg. M. Arsjad Effendy, MM


NIK.P.2016.04.08061953.1496