Anda di halaman 1dari 20

ANGGARAN DASAR DAN

ANGGARAN RUMAH TANGGA


IKATAN PENILIK INDONESIA

HASIL MUNAS III,


JOGYAKARTA, 28 sd 29 OKTOBER 2015
PERIODE 2015- 2020
ANGGARAN DASAR DASAR, AZAS DAN TUJUAN
DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 2
IKATAN PENILIK INDONESIA (1) Ikatan Penilik Indonesia adalah berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
ANGGARAN DASAR (2) Ikatan Penilik Indonesia adalah organisasi
PEMBUKAAN perjuangan yang berazaskan kekeluargaan,
kebersamaan dan profesi.
Seiring dengan tuntutan perkembangan (3) Ikatan Penilik Indonesia bertujuan :
pendidikan di Indonesia serta upaya mencerdaskan (a) Mewujudkan cita-cita Proklamasi kemerdekaan
kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
mewujudkan peningkatan harkat martabat penilik sebagai Dasar 1945.
tenaga kependidikan khususnya serta tenaga pendidik (b) Menyamakan peran profesional penilik dalam
pada umumnya maka perlu suatu organisasi sebagai meningkatkan mutu pendidikan non formal
wadah perjuangan dan tempat untuk mengadu dan seluruh tanah air.
menampung aspirasi anggota. (c) Menyamakan persepsi penilik dalam
Penilik merupakan salah satu pilar pelaksana melaksanakan tugas kepenilikan pendidikan
pembangunan pendidikan non formal dituntut untuk non formal, untuk kelancaran tugas kedinasan.
memiliki integreitas dan kemampuan profesional yang (d) Meningkatkan profesional penilik dalam
tinggi agar mampu melaksanakan darma baktinya dalam membina hubungan kerja sama yang lebih baik,
mencerdaskan kehidupan bangsa. dengan semua elemen masyarakat.
Atas Rahmat TuhanYang Maha Esa maka pada (e) Sebagai wadah untuk menampung dan
tanggal 16 September 2006 dalam Munas Penilik menyalurkan aspirasi, meningkatkan harkat
Indonesia di Jakarta telah didirikan suatu organisasi martabat penilik serta memberikan perlindungan
penilik dengan nama Ikatan Penilik Indonesia (IPI) untuk hukum terhadap anggota.
mewadahi segala bentuk perjuangan gerak langkah dan (f) Memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya
peningkatan kinerja. peningkatan kesejahteraan penilik.
IPI beserta seluruh anggotanya secara terus
menerus berupaya mewujudkan pengabdiannya melalui BAB III
pembinaan profesi penilik serta mengembangkan FUNGSI DAN TUGAS
pendidikan non formal yang berprestasi. Pasal 3
Atas dasar hal-hal tersebut diatas, disusunlah
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ikatan Penilik Indonesia mempunyai fungsi dan tugas
sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas organisasi sebagai berikut :
sebagai berikut :
(1) Berfungsi sebagai wadah perjuangan dalam
BAB I meningkatkan kemampuan profesi dan
NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN kesejahteraan penilik.
Pasal 1 (2) Bertugas dan berorientasi pada :
(1) Organisasi ini bernama IKATAN PENILIK (a) Kerjasama dalam menyelenggarakan
INDONESIA disingkat IPI. pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan
(2) Ikatan Penilik Indonesia didirikan pada 16 kualitas Sumber Daya Penilik.
September 2006. Dalam Munas Penilik Indonesia di (b) Mengadakan bimbingan dalam rangka
Jakarta untuk waktu yang ditentukan. mempertinggi kesadaran penilik akan
(3) Organisasi Tingkat Pusat berkedudukan di Ibu Kota profesinya untuk meningkatkan mutu keahlian,
Negara Republik Indonesia. kemampuan, pengabdian, prestasi dan kerja
(4) Organisasi Tingkat Propinsi berkedudukan di Ibu sama.
Kota Propinsi. (c) Memberikan solusi terbaik bagi permasalahan
(5) Organisasi Tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di yang timbul dalam pelaksanaan tugas
Ibu Kota Kabupaten/Kota. kepemilikian.
(d) Saling memberikan informasi, pengetahuan
dan pengalaman antar penilik dalam
BAB II
pelaksanaan kepenilikan pendidikan non
formal. Pasal 9
Anggota IPI adalah Warga Negara Republik Indonesia
yang dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi
BAB IV anggota serta memenuhi persyaratan yang ditentukan
SIFAT DAN SEMANGAT dalam anggaran rumah tangga.
Pasal 4
BAB IX
(1) IPI adalah organisasi yang bersifat : KEWAJIBAN DAN HAK
(a) Unitaristik, tanpa membedakan perbedaan Pasal 10
ijazah, tempat kerja, kedudukan, agama, suku,
golongan, gender. Setiap anggota berkewajiban :
(b) Independen yang berlandaskan pada prinsip (1) Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik
kemandirian organisasi dengan mengutamakan organisasi serta kode etik dan ikrar Penilik
kemitrasejajaran dengan berbagai pihak. Indonesia.
(c) Non partai politik bukan merupakan bagian dari (2) Memenuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah
dan tidak berafiliasi kepada partai politik. Tangga serta hasil keputusan organisasi (diantara
(2) IPI melandasi kegiatannya pada semangat melunasi iuran anggota).
demokrasi kekeluargaan, keterbukaan, dan Pasal 11
tanggung jawab terhadap etika, moral serta hukum. Setiap anggota mempunyai hak :
(1) Bicara, suara, memilih dan dipilih dalam
BAB V kepengurusan.
KEDAULATAN (2) Mendapat pelayanan dan peningkatan
Pasal 5 kesejahteraan.
Kedaulatan organisasi ada di tangan anggota dan (3) Memperoleh pembelaan dan perlindungan hukum.
dilaksanakan sepenuhnya oleh Munas.
BAB VI
KODE ETIK DAN IKRAR PENILIK BAB X
Pasal 6 SUSUNAN DAN PERLENGKAPAN
(1) IPI memiliki dan melaksanakan kode etik dan ikrar ORGANISASI
penilik. Pasal 12
(2) Kode etik dan ikrar penilik tersebut dalam ayat (1) IPI memiliki tingkat organisasi dengan susunan sebagai
pasal ini diatur dalam anggaran rumah tangga dan berikut :
peraturan tersendiri. (1) Tingkat Nasional.
(2) Tingkat Provinsi.
BAB VII (3) Tingkat Kabupaten/Kota.
ATRIBUT
Pasal 7
(1) IPI memiliki atribut organisasi yang terdiri dari Pasal 13
lambang, panji, pakaian, seragam dan mars IPI. Organisasi tingkat pusat meliputi seluruh wilayah Negara
(2) Atribut organisasi tersebut pada ayat (1) pasal ini Kesatuan Republik Indonesia.
diatur dalam ketentuan tersendiri. Pasal 14
Organisasi tingkat Provinsi meliputi wilayah satu Provinsi.
BAB VIII
KEANGGOTAAN Pasal 15
Pasal 8 Organisasi tingkat Kabupaten/Kota meliputi wilayah satu
(1) Pegawai Negeri Sipil yang telah diangkat menjadi Kabupaten/Kota.
penilik dengan sendirinya mejadi anggota IPI.
(2) Anggota luar biasa mengajukan diri untuk menjadi Pasal 16
anggota IPI. Perangkat kelengkapan organisasi IPI sendiri dari :
(3) Anggota kehormatan adalah anggota yang (1) Badan Pimpinan Organisasi
diminta/diusulkan oleh organisasi. (2) Forum Organisasi
(3) Badan Penasehat (e) Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa.
(4) Dewan Kehormatan Organisasi dan Kode Etik (f) Rapat Kerja Daerah Provinsi.
(g) Musyawarah Daerah Kabupaten/Kota.
BAB XI (h) Musyawarah Daerah Kabupaten/Kota Luar
BADAN PIMPINAN ORGANISASI biasa.
Pasal 17 (i) Rapat Kerja Daerah Kabupaten/Kota.
Badan pimpinan organisasi terdiri dari : (j) Rapat Pengurus dan pertemuan lainnya.
(1) Pengurus Tingkat Nasional disebut Pengurus IPI (2) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, dan susunan
Pusat. serta cara kerja masing-masing forum organisasi
(2) Pengurus Tingkat Propinsi disebut Pengurus Daerah tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur dalam
IPI Provinsi. Anggaran Rumah Tangga.
(3) Pengurus Tingkat Kabupaten/Kota disebut Pengurus
Daerah IPI Kabupaten/Kota. BAB XIII
Pasal 18 DEWAN PEMBINA DAN PENASEHAT
(1) Susunan, proses pencalonan dan pemilihan Pasal 22
pengurus pusat IPI, pengurus Daerah IPI Provinsi, (1) Badan pimpinan organisasi sesuai dengan
pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota ditetapkan tingkatannya dibantu oleh sebuah badan pembina
dalam anggaran rumah tangga. dan penasehat yang diangkat dan berhenti bersama-
(2) Masa bakti kepengurusan Badan Pimpinan sama dengan pengurus badan pimpinan organisasi
Organisasi ditetapkan 5 (lima) tahun. yang bersangkutan oleh forum organisasi yang
memilihnya.
Pasal 19 (2) Badan Pembina dan Penasehat bertugas
Badan Pimpinan Organisasi sesuai dengan tingkatannya : memberikan nasehat, pertimbangan dan saran
(1) Bertugas melaksanakan program dan kegiatan kepada badan pimpinan borganisasi baik diminta
organisasi. ataupun tidak.
(2) Berwenang menetapkan kebijakan organisasi untuk (3) Badan Pembina dan Penasehat terdiri dari unsur
memperlancar pelaksanaan tugas serta bertindak pejabat struktural, tokoh pendidikan, tokoh
kedalam dan keluar atas nama organisasi. organisasi dan para ahli sesuai tingkatannya.
(3) Berkewajiban untuk memberikan (4) Masa bakti kepengurusan badan pembina dan
pertanggungjawaban pada forum organisasi. penasehat ditetapkan sama dengan masa bakti
kepengurusan badan pimpinan organisasi sesuai
Pasal 20 tingkatannya.
Badan Pimpinan Organisasi sesuai dengan tingkatannya : (5) Ketentuan mengenai susunan, uraian tugas, fungsi
(1) Sebelum memulai tugasnya seluruh Badan dan cara kerja badan pembina dan penasehat diatur
Organisasi disahkan dan dilantik oleh pengurus dalam Anggaran Rumah Tangga.
organisasi setingkat lebih tinggi kecuali seluruh
anggota badan pimpinan organisasi tingkat pusat
mengucapkan janji dihadapan Munas.
(2) Tatacara pelaksanaan pelantikan, pengucapan janji
dan pengesahan badan pimpinan organisasi BAB XIV
tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur dalam BADAN KEHORMATAN DAN KODE ETIK
Anggaran Rumah Tangga. ORGANISASI
Pasal 23
BAB XII (1) Badan pimpinan organisasi dapat membentuk
FORUM ORGANISASI dewan kehormatan organisasi yang terdiri dari
Pasal 21 unsur badan pembina, badan penasehat, badan
pimpinan organisasi, asosiasi profesi dan keahlian
(1) Forum organisasi tediri dari : sejenis.
(a) Musyawarah Nasional. (2) Dewan kehormatan organisasi bertugas memberikan
(b) Musyawarah Nasional Luar Biasa. saran, pendapat dan pertimbangan tentang
(c) Rapat Kerja Nasional. pelaksanaan, penegakan dalam pelanggaran disiplin
(d) Musyawarah Daerah Provinsi. organisasi dan kode etik.
BAB XV Ditetapkan di :
PERBENDAHARAAN Jakarta
Pasal 24 Pada Tanggal :
(1) Sumber keuangan diperoleh : 28 Oktober 2015
(a) Uang Pangkal;
(b) Uang iuran wajib
anggota; Ket
(c) Uang iuran Pembuatan uaUmum Sekretaris Jenderal
kartu anggota;
(d) Sumbangan-
sumbangan yang tidak
mengikat; KIKI BUDIANA
(e) Usaha-usaha lain yang ASIM SETIABUDI
sah.
(2) Kekayaan organisasi dibukukan dan PENGURUS PUSAT
diinventarisasikan sebaik-baiknya.
(3) Ketentuan mengenai tata cara pengelolaan IKATAN PENILIK
keuangan dan kekayaan organisasi diatur dalam INDONESIA
anggaran rumah tangga.

BAB XVI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 25
(1) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga adalah wewenang Munas.
(2) Munas yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini sah
apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua per
tiga) dari jumlah utusan provinsi.
(3) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga harus disetujui sekurang-kurangnya 1/2
(satu per dua) dari jumlah peserta yang hadir.

BAB XVII
PEMBUBARAN
Pasal 26
(1) Pembubaran Ikatan Penilik Indonesia hanya dapat
dilakukan Munas yang diadakan khusus untuk ANGGARAN RUMAH TANGGA
keperluan tersebut, dan dihadiri oleh seluruh utusan IKATAN PENILIK INDONESIA
provinsi. (IPI)
(2) Munas yang dimaksud pada ayat (1) dianggap sah
apabila sekurang-kurangnya dihadiri dan disetujui
oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah peserta yang BAB I
hadir. KODE ETIK DAN IKRAR PENILIK IDONESIA
BAB XVIII Pasal 1
PENUTUP Kode etik dan Ikrar Penilik Indonesia
Pasal 27 (1) Kode Etik Penilik Indonesia merupakan etika jabatan
(1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Penilik yang menjadi landasan moral dan pedoman
Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga tingkah laku profesi yang dijunjung tinggi, diamalkan,
atau peraturan organisasi. dan diamankan oleh setiap anggota.
(2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. (2) Ikrar Penilik Indonesia merupakan penegasan
kebulatan tekad anggota IPI dalam penghayatan dan
pengamalan Kode Etik Penilik Indonesia.
(3) Kode Etik dan Ikrar Penilik tercantum dalam naskah (4) Pengurus Pusat menetapkan permohonan
tersendiri. keanggotaan dan mengeluarkan kartu anggota yang
(4) Setiap anggota IPI wajib memahami, menghayati, bersangkutan.
mengamalkan, dan menjunjung tinggi Kode Etik dan (5) Dalam surat permohonan itu disebutkan antara lain :
Ikrar Penilik Indonesia.  Nama
(5) Tata cara penggunaan dan pengucapan Ikrar Penilik  Jenis Kelamin
Indonesia diatur lebih lanjut dalam ketentuan  Tempat dan Tanggal lahir
tersendiri.  Pekerjaan
 Agama
 Alamat Pekerjaan
BAB II
 Alamat tempat tinggal
KEANGGOTAAN
 Ijazah yang dimiliki
Pasal 2
(6) Keanggotaan disahkan dengan surat pengesahan
Jenis Keanggotaan
serta pemberian kartu anggota oleh Pengurus IPI
Jenis Keanggotaan terdiri dari :
Pusat.
a. Anggota biasa
b. Angoota luar biasa
Pasal 7
c. Anggota kehormatan
Penolakan dan Permintaan Ulang Keanggotaan
(1) Wewenang penolakan permohonan menjadi
anggota, dilakukan oleh Pengurus Daerah IPI
Pasal 3
Kabupaten/Kota, Pengurus Daerah IPI Provinsi atau
Anggota Biasa
Pengurus Pusat bilamana;
Anggota Biasa adalah penilik.
Persyaratan seperti tercantum dalam pasal 6
Pasal 4
Anggaran Rumah Tangga tidak dipenuhi.
Anggota Luar Biasa
(2) Jika permintaan menjadi anggota ditolak, yang
Anggota luar biasa :
berkepentingan boleh mengajukan permohonan
1. Para ahli yang menjalankan pekerjaan pendidikan
ulang.
khususnya pendidikan non formal.
2. Mereka yang menjabat pekerjaan di bidang pendidikan
Pasal 8
khususnya pendidikan non formal.
Kepindahan Anggota
3. Pensiunan Penilik.
(1) Seorang anggota yang pindah ke luar Provinsi wajib
Pasal 5
memberitahukan kepada Pengurus Daerah IPI
Anggota Kehormatan
Kabupaten/Kota asal dan melapor kepada Pengurus
Anggota kehormatan ialah mereka yang atas usul
Daerah IPI Kabupaten/Kota di tempat yang baru.
Pengurus Pusat, Pengurus Daerah Provinsi, Pengurus
(2) Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota yang melepas
Daerah Kabupaten/Kota diangkat dan ditetapkan oleh
maupun yang menerima wajib melaporkan mutasi
Rakernas, Rakerda provinsi, Rakerda Kabupaten/Kota,
tersebut kepada Pengurus Daerah IPI Provinsi dan
karena jasa-jasanya terhadap pendidikan dan organisasi.
Pengurus Daerah IPI Provinsi melaporkan kepada
Pengurus Pusat.
Pasal 6
Tata Cara Penerimaan Keanggotaan
Pasal 9
(1) Keanggotaan biasa atau luar biasa dapat diperoleh
Kewajiban Anggota
dengan jalan mengajukan surat permohonan
(1) Anggota mempunyai kewajiban untuk:
menjadi anggota kepada Pengurus IPI
a. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Kabupaten/Kota.
Tangga, peraturan serta ketentuan organisasi;
(2) IPI Kabupaten/Kota, mengajukan permohonan yang
b. Menjunjung tinggi Kode etik dan Ikrar Penilik
disampaikan langsung kepada Pengurus Daerah IPI
Indonesia;
Provinsi.
c. Melaksanakan program, tugas, serta misi
(3) IPI Provinsi, mengajukan permohonan yang
organisasi;
disampaikan langsung kepada Pengurus Pusat.
d. Membayar uang pangkal, iuran wajib anggota
dan iuran pembuatan kartu
anggota;
e. Memberikan sumbangan sukarela kepada IPI c. Sebagai anggota Pengurus Pusat IPI dapat
jika secara langsung maupun tidak langsung dilakukan oleh keputusan rapat pleno Pengurus
memperoleh penghasilan karena organisasi Pusat yang dipertanggungjawabkan kepada
dan/atau ada kaitannya dengan organisasi. Munas.
d. Sebagai anggota IPI berlaku paling lama 6
Pasal 10 (enam) bulan dan sesudah jangka waktu
Hak Anggota tersebut wajib ditentukan apakah
(1) Anggota biasa memiliki: pemberhentian sementara itu dicabut atau
a. Hak pilih, yaitu hak untuk memilih dan dipilih dilanjutkan dengan pemberhentian tetap.
menjadi pengurus organisasi. e. Sebagai anggota pengurus berlaku selama-
b. Hak suara, yaitu hak untuk memberikan lamanya 1 (satu) tahun dan sesudah jangka
suaranya pada waktu pemungutan suara. waktu tersebut wajib ditentukan apakah
c. Hak bicara, yaitu hak untuk mengeluarkan pemberhentian sementara itu dicabut atau
pendapat baik secara lisan maupun tertulis. dilanjutkan dengan pemberhentian tetap.
d. Hak membela diri, yaitu hak untuk (4) Sebelum suatu tindakan disiplin dilakukan, pengurus
menyampaikan pembelaan diri atas tindakan organisasi yang mempunyai wewenang untuk
disiplin organisasi yang dijatuhkan kepadanya menegakkan tindakan disiplin wajib mengadakan
atau atas pembatasan hak-hak keanggotaannya, penyelidikan yang seksama.
dan (5) Sebelum suatu tindakan disiplin dilakukan, anggota
e. Hak memperoleh kesejahteraan, pembelaan, yang dianggap bersalah diberi kesempatan
dan perlindungan hukum dalam melaksanakan membela diri dengan cukup dan disertai pembuktian
tugasnya. yang sah.
(2) Anggota luar biasa memiliki hak bicara, yaitu hak (6) Semua anggota yang terkena tindakan disiplin
untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan organisasi mempunyai hak banding kepada instansi
maupun tulisan. organisasi yang lebih tinggi sampai ke tingkat
(3) Anggota kehormatan memiliki hak bicara, yaitu hak Munas.
untuk mengeluarkan pendapat baik lisan maupun
tertulis. BAB III
ORGANISASI TINGKAT PUSAT
Pasal 11 Pasal 12
Disiplin Organisasi Status, Wilayah, dan Perangkat Kelengkapan
(1) Tindakan disiplin dapat dikenakan kepada anggota Organisasi
yang dianggap telah melanggar Kode Etik dan Ikrar (1) Organisasi tingkat pusat merupakan instansi
Penilik Indonesia, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah tertinggi organisasi yang meliputi seluruh wilayah
Tangga serta disiplin organisasi. Republik Indonesia.
(2) Tindakan disiplin dapat berupa (2) Munas merupakan pemegang kedaulatan tertinggi
a. Peringatan lisan atau tertulis, organisasi.
b. Pemberhentian/pembebasan selaku pengurus (3) Organisasi tingkat pusat berkedudukan di Ibukota
organisasi. Negara Indonesia.
c. Pemberhentian/pembebasan sementara (4) Perangkat kelengkapan organisasi tingkat pusat
sebagai anggota. terdiri dari :
d. Pemberhentian. a. Pengurus Pusat.
(3) Pemberhentian/pembebasan sementara: b. Munas, Munas Luar Biasa, Rakernas, dan
a. Sebagai anggota biasa/luar biasa dilakukan Forum Organisasi lainnya.
oleh Pengurus Daerah IPI Provinsi yang c. Badan Pembina dan penasehat.
ditebuskan Kepada pengurus pengurus Pusat d. Majlis kehormatan organisasi dan kode etik
IPI yang mengurus keanggotaannya. profesi.
b. Selaku anggota pengurus organisasi dilakukan
oleh rapat pleno pengurus organisasi yang BAB IV
bersangkutan dan dipertanggungjawabkan pada ORGANISASI TINGKAT PROVINSI
forum organisasi yang setingkat. Pasal 13
Status, Wilayah dan Perangkat Kabupaten/Kota yang baru, sebagai
Kelengkapan Organisasi penanggungjawab organisasi di daerah baru
(1) Organisasi IPI Provinsi meliputi wilayah satu tersebut.
provinsi. c. Ketentuan tentang tata cara, wewenang, dan
(2) Dalam wilayah satu provinsi tidak boleh didirikan tanggungjawab penyelenggaraan musyawarah
Organisasi IPI Provinsi yang lain yang mempunyai Daerah IPI Kabupaten/Kota berlaku bagi
batas wilayah yang sama. penyelenggara musyawarah tersebut.
(3) Jika wilayah satu provinsi berkembang menjadi lebih (4) Perangkat Kelengkapan Organisasi IPI
dari satu provinsi yang sederajat, dapat didirikan Kabupaten/Kota terdiri dari :
organisasi IPI Provinsi yang baru dengan tata cara a. Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota.
sebagai berikut : b. Musyawarah Daerah IPI Kabupaten/Kota,
a. Pengurus Daerah IPI Provinsi induk Musyawarah Daerah Luar Biasa IPI
mengadakan musyawarah Provinsi IPI Khusus. Kabupaten/Kota, Rapat Kerja Daerah IPI
b. Musyawarah Daerah Provinsi tersebut Kabupaten/Kota dan Forum Organisasi lainnya.
menetapkan Pengurus Daerah IPI Provinsi baru c. Badan Penasehat IPI Kabupaten/Kota.
sebagai penanggungjawab organisasi di d. Majelis Kehormatan Organisasi dan Kode Etik
provinsi baru tersebut. Profesi.
c. Ketentuan tentang tata cara, wewenang, dan
tanggungjawab penyelenggaraan musyawarah BAB VI
Daerah IPI provinsi berlaku pula bagi PENGESAHAN DAN PENOLAKAN
penyelenggaraan musyawarah provinsi ORGANISASI
tersebut. Pasal 15
(4) Perangkat Kelengkapan Organisasi IPI Provinsi Pengesahan Organisasi
terdiri dari : (1) Untuk memperoleh pengesahan sebagai Organisasi
a. Pengurus Daerah IPI Provinsi IPI, calon Organisasi IPI wajib mengajukan Surat
b. Musyawarah Daerah IPI provinsi, musyawarah Permohonan Pengesahan kepada Pengurus
daerah luar biasa provinsi, rapat kerja daerah setingkat lebih tinggi. Dengan menjelaskan :
IPI provinsi, dan forum organisasi lainnya.  Nama calon Organisasi IPI.
c. Badan Pembina dan penasehat IPI provinsi.  Susunan Pengurus Daerah IPI.
d. Majelis kehormatan organisasi dan kode etik  Alamat Pengurus/Kantor Organisasi IPI.
profesi.  Laporan/berita acara tentang pembentukan
Organisasi IPI yang bersangkutan.
(2) Organisasi IPI dianggap sah apabila sudah
BAB V menerima “Surat Pengesahan” dari Pengurus
ORGANISASI TINGKAT Daerah IPI setingkat lebih tinggi.
KABUPATEN/KOTA (3) Pengesahan diberikan apabila memenuhi ketentuan
Pasal 14 sebagai berikut :
Status, Wilayah, dan Perangkat Kelengkapan  Pembentukannya telah sesuai dengan Anggaran
(1) Wilayah Organisasi IPI Kabupaten/Kota meliputi Rumah Tangga pasal 13 ayat (1), (2), dan (3).
wilayah satu Kabupaten/Kota.  Calon organisasi IPI sesuai tingkatannya telah
(2) Dalam wilayah satu Organisasi IPI Kabupaten/Kota menyelesaikan administrasi organisasi.
tidak boleh didirikan Organisasi IPI Kabupaten/Kota
 Memperlihatkan kegiatan organisasi.
lain mempunyai batas wilayah yang sama.
(4) Yang dimaksud pada pasal 15 ayat (1) dan (2) tidak
(3) Jika wilayah satu Organisasi IPI Kabupaten/Kota
berlaku untuk pengurus pusat.
berkembang menjadi lebih dari satu Kabupaten/Kota
Pasal 16
lain yang baru dengan tata cara sebagai berikut :
Penolakan Pengesahan Organisasi
a. Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
(1) Penolakan Pengesahan Organisasi IPI dilakukan
mengadakan Musyawarah Daerah IPI
oleh pengurus setingkat lebih tinggi dengan
Kabupaten/Kota khusus untuk menetapkan
pemberitahuan melalui surat penolakan dengan
pembentukan Organisasi IPI Kabupaten/Kota.
menjelaskan alasannya.
b. Musyawarah Daerah IPI Kabupaten/Kota
(2) Calon Organisasi IPI yang di tolak permintaan
tersebut menetapkan Pengurus Daerah IPI
pengesahan dapat mengajukan permasalahannya
kepada musyawarah organisasi sesuai tingkatan Organisasi IPI tersebut telah dapat melakukan
pada tahun berikutnya dan wajib diagendakan tugasnya secara wajar.
secara khusus oleh pengurus organisasi satu tingkat
yang lebih tinggi.
Pasal 19
Pembubaran Organisasi
BAB VII (1) Organisasi IPI dibubarkan oleh musyawarah
PEMBEKUAN, PENCAIRAN DAN pengurus setingkat lebih tinggi jika 12 (dua belas)
PEMBUBARAN ORGANISASI bulan sesudah dibekukan dan setelah berbagai
Pasal 17 upaya menghidupkan kembali tidak juga berhasil.
Pembekuan Organisasi (2) Sesudah Instansi Organisasi IPI yang lebih tinggi
(1) Pembekuan Organisasi IPI berarti : diatas dibubarkan, Organisasi IPI dibawahnya yang
a. Menonaktifkan seluruh Kepengurusan tetap memenuhi syarat diurus langsung oleh
Organisasi IPI sesuai tingkatannya dan Pengurus IPI setingkat lebih tinggi diatasnya.
mencabut seluruh hak-haknya untuk (3) Kekayaan organisasi dan urusan lain-lain dari
mengadakan ikatan-ikatan atas nama IPI. organisasi yang dibubarkan menjadi tanggungjawab
b. Pembekuan dilakukan karena pengurus: pengurus satu tingkat diatasnya kecuali utang
Melanggar Kode Etik dan Ikrar Penilik piutang menjadi tanggungjawab pengurus yang
Indonesia. dibubarkan.
Melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah (4) Pembubaran serta pengalihan segala kekayaan
Tangga serta ketentuan organisasi lainnya, organisasi oleh organisasi setingkat lebih tinggi wajib
dan diumumkan melalui media massa baik cetak
 Tidak memperlihatkan kehidupan atau maupun elektronik setempat.
kegiatan organisasi.
 Sudah habis masa baktinya. BAB VIII
 Ketuanya sudah pensiun (walaupun masa SYARAT-SYARAT PENGURUS
baktinya masih ada) dan tidak mau diganti Pasal 20
oleh pengurus/anggota lain yang masih aktif Syarat Umum dan Syarat Khusus
kepenilikannya. (1) Semua anggota kepengurusan organisasi IPI di
c. Pembekuan wajib didahului dengan peringatan semua jenis dan tingkatan wajib memenuhi syarat-
tertulis oleh pengurus setingkat lebih tinggi syarat umum sebagai berikut :
sekurang-kurangnya tiga kali berturut-turut. a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
d. Sesudah Organisasi IPI yang dibekukan, segala Maha Esa.
kegiatan organisasi yang ada didaerahnya diurus b. Berjiwa dan melaksanakan pancasila dan
langsung oleh pengurus setingkat lebih tinggi Undang-Undang Dasar 1945 yang murni dan
dan segala urusan Organisasi IPI menjadi konsekuen.
tanggungjawab Pengurus setingkat lebih tinggi. c. Bersih, jujur, bermoral tinggi, bertanggungjawab
terbuka dan berwawasan luas.
Pasal 18 d. Anggota IPI yang telah membuktikan peran
Pencairan Organisasi serta aktif dalam kepengurusan dan/atau
(1) Pencairan kembali Organisasi IPI dilakukan oleh terhadap organisasi.
pengurus setingkat lebih tinggi yang kemudian (2) Anggota Pengurus Pusat, Pengurus Daerah IPI
memberikan pertanggungjawabannya kepada Provinsi, Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota,
musyawarah organisasi dengan mempertimbangkan pengurus IPI, di samping memiliki syarat umum
usul dan saran organisasi IPI yang bersangkutan. tersebut dalam ayat (1) pasal ini wajib memiliki
(2) Pengurus setingkat lebih tinggi wajib menghidupkan syarat khusus sebagai berikut :
kembali Organisasi IPI tersebut antara lain dengan a. Pernah duduk dalam kepengurusan organisasi
menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah Organisasi IPI pada tingkat yang sama atau paling rendah 1
selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sesudah tingkat dibawahnya, kecuali untuk pengurus
pembekuan. Kabupaten/Kota.
(3) Pengurus setingkat lebih tinggi dapat mencairkan b. Berdomisili kerja di wilayah kerja organisasi.
kembali suatu Organisasi IPI yang dibekukan, kalau
c. Tidak merangkap jabatan menjadi pengurus (1) Pada setiap Munas, Pengurus Pusat mengakhiri masa
dalam Perangkat Kelengkapan Organisasi IPI baktinya dan diselenggarakan pemilihan Pengurus
setingkat dan/atau tingkat lainnya. Pusat yang baru, dengan peserta Ketua/utusan yang
d. Tidak merangkap menjadi pengurus organisasi membawa surat mandat dari ketua, tiap Provinsi
profesi Penilik lainnya. satu orang, dan memiliki 1 (satu) suara.
e. Tidak menduduki jabatan pengurus lebih dari (2) Calon Pengurus Pusat wajib tercantum dalam daftar
dua kali masa bakti berturut-turut dalam jabatan nama calon tetap yang diusulkan Pengurus Daerah
yang sama. IPI Provinsi dan disahkan oleh Munas.
(3) Yang dimaksud pada pasal 20 ayat (2) huruf c dalam (3) Pengurus Pusat dipilih oleh Munas, yang dalam hal ini
merangkap jabatan kepengurusan hanya berlaku memilih Ketua Umum, melalui pemungutan suara,
bagi ketua umum dan sekretaris jenderal untuk IPI secara voting atau aklamasi.
Pusat, serta bagi ketua dan sekretaris pada (4) Ketua terpilih tersebut menjadi Ketua tim formatur dan
organisasi daerah IPI tingkat Provinsi. dibantu oleh satu pengurus pusat demosioner,
ditambah perwakilan 5 orang yang diambil dari
daftar peserta Munas peserta munas yang ditunjuk,
BAB IX dengan memperhatikan keterwakilan perempuan
PENGURUS PUSAT sekurang-kurangnya 30%. Yamg bertugas
Pasal 21 melengkapi susunan Pengurus Pusat sesuai dengan
Susunan Pengurus pasal 21 dan 22 Anggaran Rumah Tangga.
Pengurus Pusat IPI berjumlah 18 orang, terdiri (5) Serah terima Pengurus Pusat lama kepada Pengurus
dari Dewan Pengurus Harian berjumlah 8 orang, dan Pusat baru dilakukan dihadapkan peserta Munas
depatemen berjumlah 10 orang dengan susunan sebagai yang bersangkutan hal-hal yang berkaitan dengan
berikut: inventaris kekayaan dan keuangan organisasi masih
a. Dewan Pengurus Harian menjadi tanggungan pengurus lama sampai ada
1. Ketua Umum; penyelesaian dengan pengurus baru selambat-
2. Ketua I; lambatnya 30 hari setelah Munas.
3. Ketua II; (6) Pemilihan Pengurus Pusat dipimpin Panitia Pengurus
4. Ketua III; Pusat IPI yang susunan dan keanggotaannya
5. Sekretaris Jenderal; disahkan oleh Munas.
6. Wakil Sekretaris Jenderal; (7) Sebelum memulai tugasnya, seluruh Pengurus Pusat
7. Bendahara Umum; mengucapkan janji dihadapan peserta Munas.
8. Wakil Bendahara; (8) Dalam hal terjadi kekosongan anggota Pengurus
b. Departemen-depatemen: Pusat, pengisiannya dilakukan oleh Rapat Pengurus
1. Organisasi dan Kaderisasi; Pusat dan hasilnya dilaporkan kepada Munas,
kecuali untuk jabatan Pengurus Harian terpilih
2. Informasi Komunikasi dan Pengabdian pengisiannya wajib dilakukan oleh Rakernas dengan
Masyarakat; tetap mengindahkan pasal 21 dan pasal 22
3. Pengembangan Karier, dan Profesi; Anggaran Rumah Tangga.

4. Diklat dan Akreditasi; Pasal 23


Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Pusat
5. Pemberdayaan Perempuan dan Bina keluarga; (1) Pengurus Pusat IPI bertugas menentukan kebijakan
6. Pendidikan Anak Usia Dini; organisasi dan melaksanakan segala ketentuan dan
kebijakan sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggran
Rumah Tangga, Keputusan-Keputusan Munas,
7. Dikmas (Kesetaraan, Keaksaraan,Kursus dan
Munas Luar Biasa, Rakernas dan Rapat Pengurus
Kelembagaan;
Pusat
8. Pembinaan Kebudayaan dan Olahraga;
(2) Penjabaran tugas Pengurus Pusat diatur tersendiri
9. Advokasi dan perlindungan Hukum;
dalam ketentuan organisasi yang menjadi bagian tak
10. Penellitian dan Pengembangan.
terpisahkan dan tidak bertentangan dengan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 22
Pemilihan Pengurus Pusat
(3) Dalam menjalankan kebijakan tersebut, Pengurus IPI serta efisiensi, dan/atau bidang tugas yang
merupakan badan pelaksana tertinggi yang bersifat terkait dengan program organisasi.
kolektif.
(4) Pengurus Pusat bertanggungjawab kepada Munas Pasal 25
atas kepengurusan organisasi untuk masa baktinya. Tugas dan Tanggungjawab
(5) Pengurus Pusat bertanggungjawab atas pelaksanaan (1) Pengurus IPI Provinsi bertugas dan berkewajiban:
Kode Etik dan Ikrar Penilik Indonesia, Anggaran a. Menentukan kebijakan organisasi dan
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan
keputusan organisasi lainnya. sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah
Tangga, keputusan-keputusan Munas, Munas
BAB X Luar Biasa, Rakernas, Musda IPI Provinsi, Rapat
PENGURUS IPI PROVINSI Kerja Daerah IPI Provinsi, Rapat Pengurus
Pasal 24 Daerah IPI Provinsi dan Rapat Daerah IPI
Susunan Pengurus Provinsi lainnya.
(1) Pengurus IPI Provinsi berjumlah paling banyak 19 b. Melaksanakan program kerja organisasi baik
orang dengan susunan sebagai berikut : program kerja nasional
a. Pengurus Harian berjumlah 7 orang maupun program kerja provinsi.
1. Ketua d. Mengawasi, mengkoordinasi, membimbing, dan
2. Wakil Ketua 1 membina aktifitas
3. Wakil ketua 2 Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota.
4. Sekretaris e.Menegakkan disiplin organisasi dan mengatur
5. Wakil Sekretaris ketertiban serta kelancaran
6. Bendahara keuangan Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi.
7. Wakil Bendahara (2) Penjabaran tugas Pengurus Daerah IPI Provinsi diatur
b. Sekretaris Bidang: dalam ketentuan organisasi yang menjadi bagian tak
1. Organisasi dan Kaderisasi; terpisahkan dan tidak bertentangan dengan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
2. Informasi Komunikasi dan Pengabdian (3) Pengurus Daerah IPI Provinsi bertanggungjawab atas
Masyarakat; terlaksananya segala ketentuan dalam Kode Etik IPI,
3. Pengembangan Karier, dan Profesi; Ikrar Penilik, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah
Tangga, Keputusan Munas, Rakernas, Musda,
4. Diklat dan Akreditasi; Rakerda IPI Provinsi.
(4) Pengurus IPI Provinsi bertanggungjawab kepada
5. Pemberdayaan Perempuan dan Bina Musda IPI Provinsi atas kepengurusan organisasi
keluarga; untuk masa baktinya.
6. Pendidikan Anak Usia Dini; (5) Dalam menjalankan kebijakan tersebut, Pengurus IPI
Provinsi merupakan badan pelaksana tertinggi
diwilayahnya yang bersifat kolektif berlandaskan
7. Dikmas (Kesetaraan, Keaksaraan,Kursus
pada prinsip keterbukaan, tanggungjawab,
dan Kelembagaan;
demokrasi, dan kekeluargaan.
8. Pembinaan Kebudayaan dan Olahraga;
(6) Pengurus IPI Provinsi berkewajiban mengirimkan
laporan-laporan kepada Pengurus Pusat sekurang-
9. Advokasi dan perlindungan Hukum; kurangnya setiap 6 (enam) bulan satu kali.
10. Penellitian dan Pengembangan.
Pasal 26
c. Pengurus IPI Provinsi dapat ditambah menjadi Pemilihan Pengurus IPI Provinsi
paling banyak 12 (dua belas) Sekretaris bidang (1) Pelaksanaan Musda IPI Provinsi diadakan paling
yang nama, susunan, serta fungsinya dapat lambat 6 (enam) bulan setelah Munas, Pengurus
mengacu pada nama, susunan serta fungsinya Daerah IPI Provinsi wajib mengakhiri masa baktinya
kepada Pengurus Pusat atau berdasarkan pada dan diselenggarakan pemilihan Pengurus Daerah IPI
pembagian tugas dan fungsi organisasi yang Provinsi yang baru.
disesuaikan dengan kondisi daerah, efektivitas
(2) Peserta Musda IPI Provinsi adalah Ketua/utusan yang (6) Sebelum memulai tugasnya, seluruh anggota
membawa surat mandat dari ketua IPI Pengurus Daerah IPI Provinsi
Kabupaten/Kota, tiap Kabupaten/Kota satu orang, dilantik oleh Pengurus Pusat dan mengucapkan janji
dan memiliki 1 (satu) suara. dihadapan peserta
(3) Bakal calon Pengurus Daerah IPI Provinsi wajib Musda IPI Provinsi.
tercantum dalam daftar nama calon tetap yang (7) Dalam hal terjadi kekosongan anggota Pengurus
diusulkan Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota dan Daerah IPI Provinsi, pengisiannya dilakukan oleh
disahkan Musda IPI Provinsi Rapat Pengurus Daerah IPI Provinsi dan hasilnya
(4) Tata cara/proses pencalonan dan pemilihan Pengurus dilaporkan kepada Rakerda Provinsi kecuali untuk
Daerah IPI Provinsi diatur sebagai berikut: jabatan Pengurus Harian terpilih pengisiannya wajib
a. Proses pencalonan diatur sebagai berikut: dilakukan oleh Rakerda IPI Provinsi dengan tetap
1) Pengurus IPI Kabupaten/Kota berhak mengindahkan pasal 24, 25 dan 26 ayat (2)
mencalonkan sebanyak-banyaknya 7 orang Anggaran Rumah Tangga.
bakal calon yang memenuhi syarat sesuai
pasal 20 Anggaran Rumah Tangga. BAB XI
2) Sebelum diajukan untuk menjadi calon tetap PENGURUS IPI KABUPATEN/KOTA
disahkan oleh Musda IPI Provinsi, Panitia Pasal 27
Khusus meneliti semua persyaratan teknis Susunan Pengurus
dan administratif para bakal calon dan (1) Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota berjumlah
menyampaikan rekomendasinya kepada paling banyak 17 orang dengan susunan sebagai
Musda. berikut.
3) Panitia Khusus diangkat dan ditetapkan oleh a. Pengurus Harian berjumlah 5 orang terdiri dari :
Rakerda IPI Provinsi yang terdiri dari wakil 1. Ketua
lima Pengurus IPI Kabupaten/Kota. 2. Wakil Ketua
b. Proses Pemilihan diatur sebagai berikut: 3. Sekretaris
a) Musda dilaksanakan untuk memilih Ketua 4. Wakil Sekretaris
melalui pemungutan suara, secara voting 5. Bendahara
atau aklamasi; b. Sekretaris Bidang
b) Calon Pengurus harus terdaftar dalam 1. Organisasi dan Kaderisasi;
daftar calon yang diusulkan oleh Pengurus
Kabupaten/Kota; 2. Informasi Komunikasi dan Pengabdian
c) Ketua terpilih tersebut bertindak selaku Masyarakat;
formatur dibantu oleh satu orang pengurus 3. Pengembangan Karier, dan Profesi;
demisioner, satu orang pengurus pusat dan
dua orang utusan pengurus 4. Diklat dan Akreditasi;
Kabupaten/Kota yang ditunjuk musda;
d) Formatur wajib melengkapi susunan
5. Pemberdayaan Perempuan dan Bina
Pengurus Daerah IPI Provinsi dari nama-
keluarga;
nama peserta yang tercantum daftar calon
6. Pendidikan Anak Usia Dini;
yang diusulkan oleh Pengurus
Kabupaten/Kota;
e) Pemilihan Pengurus Daerah IPI Provinsi 7. Dikmas (Kesetaraan, Keaksaraan,Kursus
dipimpin oleh Pengurus Pusat IPI yang dan Kelembagaan;
dibantu oleh Panitia Pelaksana Pemilihan 8. Pembinaan Kebudayaan dan Olahraga;
Pengurus IPI Provinsi diambil dari peserta
Musda tanpa mengikutsertakan anggota 9. Advokasi dan perlindungan Hukum;
Pengurus Daerah IPI Provinsi yang lama. 10. Penellitian dan Pengembangan.
(5) Serah terima Pengurus Daerah IPI Provinsi lama c. Pengurus IPI Kabupaten/Kota dapat ditambah
kepada Pengurus Daerah IPI Provinsi yang baru paling banyak 12 (dua belas) Sekretaris Bidang
dilakukan dihadapan peserta Musda IPI Provinsi yang nama, susunan, serta fungsinya dapat
yang bersangkutan. mengacu pada nama, susunan serta fungsi
sekretaris bidang di Pengurus Provinsi atau
berdasarkan pada pembagian tugas dan fungsi
organisasi yang disesuaikan dengan kondisi
daerah, efektivitas serta efisiensi, dan/atau Pasal 29
bidang tugas yang terkait dengan program Pemilihan Pengurus IPI Kabupaten/Kota
organisasi. (1) Pelaksanaan Musda IPI Kabupaten/Kota diadakan
paling lambat 6 (enam) bulan setelah Musda
Pasal 28 Provinsi, Pengurus IPI Kabupaten/Kota wajib
Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus IPI mengakhiri masa baktinya dan diselenggarakan
Kabupaten/Kota pemilihan Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
(1) Pengurus IPI Kabupaten/Kota bertugas dan yang baru.
berkewajiban : (2) Bakal calon Pengurus IPI Kabupaten/Kota harus
a. Menentukan kebijakan organisasi dan terdaftar dalam daftar calon yang diusulkan oleh
melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan Peserta Musda IPI Kabupaten/Kota.
sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran (3) Tata cara dan proses pencalonan diatur sebagai
Rumah Tangga, keputusan-keputusan Munas, berikut:
Munas Luar Biasa, Rakernas, Musda IPI a. Peserta Musda mengajukan bakal calon
Kabupaten/Kota, Rapat Kerja Daerah IPI Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota, dan Rapat Pengurus IPI sekurang-kurangnya 5 orang bakal calon yang
Kabupaten/Kota. memenuhi syarat sesuai pasal 20 Anggaran
b. Melaksanakan program kerja organisasi baik Rumah Tangga.
program kerja nasional maupun program kerja b. Sebelum diajukan untuk menjadi calon tetap
provinsi dan program kerja kabupaten/kota. dan disahkan oleh Musda IPI Kabupaten/Kota,
c. Mengawasi, mengkoordinasi, membimbing, dan Panitia Khusus meneliti semua persyaratan
membina aktifitas anggota di wilayah kerjanya. teknis dan administratif para bakal calon dan
d. Menegakkan disiplin organisasi dan mengatur menyampaikan rekomendasi kepada Musda
ketertiban serta kelancaran keuangan Pengurus Kabupaten/Kota.
Pusat IPI, Pengurus Daerah IPI Provinsi dan c. Panitia Khusus diangkat dan ditetapkan oleh
Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota. Rakerda IPI Kabupaten/Kota yang terdiri dari 3
(2) Penjabaran tugas Pengurus IPI Kabupaten/Kota Anggota yang ditunjuk.
diatur dalam ketentuan organisasi yang menjadi
bagian tak terpisahkan dan tidak bertentangan (4) Tata cara dan proses pemilihan Pengurus IPI
dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Kabupaten/Kota diatur sebagai berikut:
Tangga. a. Musda IPI Kabupaten/Kota untuk memilih
(3) Pengurus IPI Kabupaten/Kota bertanggungjawab Ketua, melalui pemungutan suara, secara
atas terlaksananya segala ketentuan dalam Kode voting atau aklamasi.
Etik IPI, Ikrar Penilik, Anggaran Dasar, Anggaran b. Calon pengurus harus terdaftar dalam daftar
Rumah Tangga, Keputusan Munas, Rakernas, calon yang diusulkan oleh Peserta Musda
Musda IPI Provinsi, Rakerda IPI Provinsi, Musda IPI Kabupaten/Kota.
Kabupaten/Kota, Rakerda IPI Kabupaten/Kota dan c. Ketua terpilih tersebut bertindak selaku formatur
Rapat Pengurus IPI Kabupaten/Kota. dibantu oleh satu orang pengurus provinsi, satu
(4) Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota orang pengurus demisioner dan 2 orang utusan
bertanggungjawab kepada Musda IPI dari peserta Musda Kabupaten/Kota.
Kabupaten/Kota atas kepengurusan organisasi d. Formatur wajib melengkapi susunan Pengurus
untuk masa baktinya. Daerah IPI Kabupaten/Kota dari nama peserta
(5) Dalam menjalankan kebijakan tersebut, Pengurus yang tercantum dalam daftar calon pengurus
IPI Kabupaten/Kota merupakan badan pelaksana dan peserta Musda.
tertinggi diwilayahnya yang bersifat kolektif e. Pemilihan Pengurus Daerah IPI
berlandaskan pada prinsip keterbukaan, tanggung Kabupaten/Kota dipimpin oleh Pengurus
jawab, demokrasi, dan kekeluargaan. Daerah IPI Provinsi yang dibantu oleh Panitia
(6) Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota berkewajiban Pelaksana Pemilihan Pengurus Daerah IPI
mengirimkan laporan-laporan kepada Pengurus Kabupaten/Kota diambil dari peserta Musda
Provinsi dengan tembusan kepada Pengurus Pusat tanpa mengikutsertakan anggota Pengurus
sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan satukali. Daerah IPI Kabupaten/Kota yang lama.
(5) Serah terima Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota Kuorum
lama kepada Pengurus IPI Kabupaten/Kota yang (1) Munas IPI dianggap sah apabila jumlah Pengurus
baru dilakukan dihadapan peserta Musda IPI daerah IPI Provinsi yang hadir lebh dari ½
Kabupaten/Kota yang bersangkutan. (seperdua) dan mewakili lebih dari ½ (seperdua)
(6) Sebelum memulai tugasnya, seluruh anggota jumlah suara.
Pengurus IPI Kabupaten/Kota dilantik oleh Pengurus (2) Musda IPI Provinsi dianggap sah jika jumlah
Daerah IPI Provinsi dan mengucapkan janji Pengurus daerah IPI Kabupaten/Kota yang hadir
dihadapan peserta Musda IPI Kabupaten/Kota. lebih dari ½ (seperdua) dan mewakili lebih dari ½
(7) Dalam hal terjadi kekosongan anggota Pengurus (seperdua) jumlah suara.
Daerah IPI Kabupaten/Kota, pengisiannya dilakukan (3) Musda IPI Kabupaten/Kota dianggap sah jika jumlah
oleh Rapat Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota Anggota yang hadir lebih dari ½ (seperdua) dan
dan hasilnya dilaporkan kepada Rakerda mewakili lebih dari ½ (seperdua) jumlah suara.
Kabupaten/Kota kecuali untuk jabatan Pengurus (4) Jika suatu Munas terpaksa ditunda karena tidak
Harian terpilih pengisiannya wajib dilakukan oleh memenuhi kuorum maka Munas berikutnya diadakan
Rakerda IPI Kabupaten/Kota dengan tetap secepatnya 1 (satu) hari dan selambat-lambatnya 10
mengindahkan Pasal 27, 28 dan 29 ayat (2) (sepuluh) hari dengan undangan dan acara yang
Anggaran Rumah Tangga. sama tanpa harus memenuhi persyaratan kuorum
keputusan dianggap sah.
BAB XII
HIMPUNAN PROFESI DAN KEAHLIAN Pasal 33
SEJENIS Pengambilan Keputusan
Pasal 30 (1) Keputusan diambil dengan cara musyawarah
(1) Dalam upaya peningkatan mutu profesi Penilik, perlu mufakat.
didayagunakan berbagai Ikatan, Forum PTK-PNF. (2) Apabila upaya untuk mencapai mufakat tidak
(2) Terhadap organisasi profesi dibidang kependidikan berhasil maka diputuskan dengan suara terbanyak.
lainnya perlu dilakukan kerja sama atas dasar ke
mitra sejajaran dalam rangka peningkatan mutu BAB XIV
profesi serta kesejahteraan penilik dan tenaga MUNAS
kependidikan lainnya. Pasal 34
(3) Ketentuan tentang status, kedudukan, tugas, Waktu dan Sifat
wewenang, dan hubungan kerja Himpunan Profesi (1) Munas diselenggarakan dan dipimpin oleh Pengurus
dan keahlian sejenis dengan IPI diatur dalam Pusat setiap 5 (llima) tahun sekali.
peraturan tersendiri. (2) Munas Luar Biasa diadakan :
a. Jika Munas menganggap perlu, atas dasar
BAB XIII keputusan yang disetujui paling sedikit 2/3 (dua
FORUM ORGANISASI per tiga) jumlah yang hadir.
Pasal 31 b. Atas permintaan lebih dari ½ (seperdua) jumlah
Jenis Forum Organisasi Provinsi yang mewakili lebih dari ½ (seperdua)
Jenis Forum Organisasi : jumlah suara.
a. MUNAS IPI c. Bila dipandang perlu oleh Pengurus Pusat dan
b. MUNAS Luar Biasa IPI disetujui Rakernas.
c. Rakernas IPI (3) Dalam jangka waktu selambat-lambatnya 6 (enam)
d. Musda IPI Provinsi bulan sesudah keputusan atau permintaan tersebut
e. Musda Luar Biasa IPI Provinsi ayat (2) (a), (b) atau (c) pasal ini diterima, Pengurus
f. Rakerda IPI Provinsi Pusat wajib menyelenggarakan Munas Luar Biasa.
g. Musda IPI Kabupaten/Kota (4) Munas Luar Biasa Khusus yang membicarakan
h. Musda Luar Biasa IPI Kabupaten/Kota pembubaran organisasi dapat dilaksanakan atas
i. Rakerda IPI Kabupaten/Kota permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga)
j. Musyawarah Pengurus dan Pertemuan Penilik lainnya jumlah Provinsi yang mewakili sedikitnya 2/3 (dua
sesuai dengan tingkatan. pertiga) jumlah suara.
Pasal 35
Pasal 32 Peserta Munas
Peserta Munas terdiri dari: (5) Seluruh pembiayaan panitia menjadi tanggung
a. Pengurus Pusat IPI jawab Pengurus Pusat dan dimasukkan dalam
b. Para Penasehat IPI anggaran Munas.
c.Utusan Pengurus Himpunan Profesi dan Keahlian
Sejenis tingkat pusat Pasal 39
d. Utusan IPI Provinsi Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak Suara
e. Peninjau serta undangan lain yang ditetapkan oleh (1) Pengurus Pusat membentuk Panitia Pemeriksa
Pengurus Pusat. Mandat dan Hak Suara, yang bertugas:
a. Memeriksa mandat dan hak suara Pengurus
Pasal 36 Provinsi yang mengirimkan utusan ke Munas.
Hak Bicara dan Hak Suara b. Melaporkan hasilnya kepada Munas.
(1) Setiap peserta mempunyai hak bicara (2) Panitia beranggotakan sebanyak 3 (tiga) orang
(2) Hak Suara diatur dalam Tata Tertib Munas. mewakili 3 (tiga) Provinsi yang tidak merangkap
Panitia Pemeriksa Keuangan.
Pasal 37 (3) Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak Suara wajib
Acara Munas menyelesaikan tugasnya sebelum sidang pertama
Munas dimulai.
(1) Acara Pokok Munas paling sedikit wajib membahas (4) Panitia memilih Ketua, Sekretaris, dan Pelapor serta
dan menetapkan hal-hal sebagai berikut: melaporkan hasil pekerjaanya kepada Munas.
a. Laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat, (5) Jumlah suara Provinsi dalam Munas ditetapkan
mengenai hal-hal : berdasarkan daftar anggota Provinsi di Pengurus
 Kegiatan pelaksanaan program organisasi Pusat yang ditutup 2 (dua) bulan sebelum Munas
selama satu masa bakti. dimulai.
 Kebijakan keuangan organisasi, inventaris,
dan kekayaan organisasi.
 Kebijakan Perkembangan Himpunan Profesi Pasal 40
dan Keahlian Sejenis. Panitia Pemilihan Pengurus Pusat
b. Penetapan program kerja termasuk rencana (1) Panitia Pemilihan Pengurus Pusat terdiri dari atas 5
anggaran keuangan untuk masa bakti yang orang yang ditunjuk oleh peserta Munas.
akan datang (2) Panitia bertugas mempersiapkan dan melaksanakan
c. Pemilihan Pengurus Pusat. pemilihan Pengurus serta menyusun berita acara
(2) Acara lainnya yang ditetapkan dan disahkan Munas hasil pemilihan yang dilaporkan kepada Munas.
sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran (3) Panitia Pemilihan memilih Ketua, Sekretaris, dan
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan Pelapor serta melaporkan hasil pekerjaanya kepada
organisasi. Munas.

BAB XV
Pasal 38 RAKERNAS
Panitia Pemeriksa Keuangan Pasal 41
(1) Untuk memeriksa keuangan dan kekayaan yang Status
menjadi tanggung jawab Pengurus Pusat (1) Rakernas adalah Rapat antara Pengurus daerah IPI
dilaksanakan oleh Panitia Pemeriksa Keuangan Provinsi yang diselenggarakan dan dipimpin oleh
yang dibentuk oleh Munas Kerja Pengurus Pusat Pengurus Pusat dan merupakan instansi tertinggi di
sebelum Munas. bawah Munas.
(2) Panitia tersebut terdiri atas 3 (tiga) orang IPI (2) Tugas Rakernas ialah menetapkan garis kebijakan
Provinsi. yang belum ada dalam Keputusan Munas selama
(3) Panitia memulai tugasnya paling lambat 3 (tiga) masa antara Munas.
minggu sebelum sidang pertama Munas bertempat (3) Pengurus Daerah IPI Provinsi ikut
di Kantor Pengurus Pusat. bertanggungjawab tentang Keputusan Rakernas
(4) Panitia memilih Ketua, Sekretaris, dan Pelapor, serta kepada Munas.
melaporkan hasil pekerjaan Panitia kepada Munas.
Pasal 42
Waktu (6) Rakernas pertama masa bakti kepengurusan wajib
(1) Rakernas diadakan 1 (satu) tahun sekali. menetapkan program kerja Pengurus Pusat selama
(2) Rakernas pertama dalam masa bakti yang baru lima tahunan.
diadakan selambat-lambatnya 5 (lima) bulan (7) Rakernas terakhir dari masa bakti kepengurusan
sesudah Munas. wajib menetapkan Panitia Pemeriksa Keuangan
(3) Rakerna terakhir dalam masa bakti itu diadakan Pengurus dan Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak
selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum Munas. Suara untuk Munas yang akan datang.
(4) Rakernas dapat juga diadakan :
a. Jika Pengurus Pusat menganggap perlu.
b. Atas permintaan ½ (seperdua) jumlah Pengurus BAB XVI
Daerah IPI Provinsi dan dalam jangka watu 2 MUSDA PROVINSI
(bulan) sesudah permintaan tersebut, Pengurus Pasal 46
Pusat wajib menyelenggarakannya. Waktu
(1) Musda IPI Provinsi diadakan dan dipimpin oleh
Pasal 43 Pengurus Daerah IPI Provinsi tiap 5 (lima) tahun
Peserta Rakernas sekali.
Peserta Rakernas Pusat IPI terdiri dari : (2) Musda IPI Provinsi Luar Biasa dapat diadakan :
a. Pengurus Pusat IPI; a. Atas permintaan Rakerda IPI Provinsi
b. Para Penasehat dan Pembina Pusat IPI; berdasarkan keputusan 2/3 (dua pertiga) suara
c. Pengurus Himpunan Profesi dan Keahlian sejenis dari yang hadir.
tingkat pusat; b. Atas permintaan lebih dari ½ (seperdua) jumlah
d. Utusan Pengurus Daerah IPI Provinsi; Kabupaten/Kota yang mewakili lebih dari ½
e. Peninjau serta undangan lain yang ditetapkan oleh (seperdua) jumlah suara.
Pengurus Pusat. c. Jika Pengurus Provinsi menganggap perlu dan
disetujui melalui Rakerda Provinsi.
Pasal 44 d. Atas permintaan Pengurus Pusat.
Hak Bicara dan Hak Suara (3) Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sesudah salah
(1) Dalam Rakernas semua peserta mempunyai hak satu dan/atau semua permintaan tersebut ayat (2)
suara. butir a, b, c atau d diterima. Pengurus Daerah IPI
(2) Hak Suara diatur pada tata tertib Rakernas. Provinsi wajib menyelenggarakan Musda Luar Biasa
tersebut.
Pasal 45
Kewajiban Rakernas Pasal 47
(1) Membahas dan menilai cara pelaksanaan Keputusan Peserta
Munas oleh Pengurus Pusat. Peserta Musda IPI Provinsi terdiri dari :
(2) Menetapkan ketentuan-ketentuan umum, rencana a. Utusan Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
kerja tahunan dan kebijakan yang bersifat nasional b. Pengurus Daerah Provinsi
yang belum ditetapkan dalam Munas baik ke dalam c. Utusan Pengurus Pusat
maupun ke luar yang tidak bertentangan dengan d. Wakil Pimpinan Himpunan Profesi dan Keahlian
Keputusan Munas. Sejenis Provinsi
(3) Menentukan penggantian anggota Pengurus Harian e. Badan Pembina dan Penasehat Pengurus Daerah IPI
terpilih Pengurus Pusat yang meninggal dunia, Provinsi
berhenti dan/atau diberhentikan sebelum masa f. Peninjau yang diundang oleh Pengurus Daerah
jabatan terakhir. Provinsi
(4) Membahas dan menetapkan Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Organisasi Pengurus Pusat Pasal 48
untuk tahun mendatang. Hak Bicara dan Hak Suara
(5) Membicarakan dan mengesahkan laporan Pengurus (1) Dalam Musda IPI Provinsi semua peserta
Pusat untuk disampaikan kepada Munas dan mempunyai hak bicara.
membicarakan persidangan-persidangan lain untuk (2) Hak suara diatur dalam Tata Tertib Musda
Munas.
Pasal 49
Acara Musda IPI Provinsi (3) Pasal 47 Anggaran Rumah Tangga berlaku pula bagi
Ketentuan Pasal 37 Anggaran Rumah Tangga berlaku pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya.
pula bagi pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya.

Pasal 50
Panitia Pemeriksa Keuangan Pasal 56
(1) Pasal 38 Anggaran Rumah Tangga berlaku juga bagi Hak bicara dan Hak Suara
pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. (1) Dalam Rakerda IPI Provinsi semua peserta
(2) Panitia beranggotakan sedikitnya 3 (tiga) orang mempunyai hak bicara.
mewakili dari 3 (tiga) Kabupaten/Kota. (2) Hak suara diatur dalam Tata Tertib Rakerda.

Pasal 51 Pasal 57
Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak Suara Kewajiban Rakerda IPI Provinsi
(1) Pasal 39 Anggaran Rumah Tangga berlaku juga bagi Pasal 45 Anggaran Rumah Tangga berlaku pula bagi
pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya.
(2) Panitia beranggotakan sedikitnya 3 (tiga) orang
mewakili dari 3 (tiga) Kabupaten/Kota. BAB XVIII
MUSDA IPI KABUPATEN/KOTA
Pasal 52 Pasal 58
Panitia Pemilihan Pengurus Daerah IPI Waktu
Provinsi (1) Musda IPI Kabupaten/Kota diadakan dan dipimpin
Ketentuan pada pasal 40 Anggaran Rumah Tangga oleh Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota tiap 5
berlaku juga bagi pasal ini yang disesuaikan dengan (lima) tahun sekali
tingkatannya. (2) Musda IPI Kabupaten /Kota Luar Biasa dapat juga
diadakan :
BAB XVII a. Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
RAKERDA IPI PROVINSI menganggap perlu dan disetujui Rakerda
Pasal 53 Kabupaten/Kota.
Status, Tugas, dan Kewajiban b. Atas permintaan ½ (seperdua) jumlah dari
(1) Rakerda IPI Provinsi adalah rapat antar Pengurus anggota.
Daerah IPI Kabupaten/Kota yang diselenggarakan c. Atas permintaan Pengurus Daerah Provinsi.
dan dipimpin oleh Pengurus Daerah IPI Provinsi dan (3) Dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sesudah salah
merupakan instansi tertinggi di bawah Musda IPI satu dan/atau semua permintaan tersebut diterima,
Provinsi. Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota wajib
(2) Rakerda IPI Provinsi bertugas menetapkan program menyelenggarakan.
tahunan dan kebijakan organisasi sepanjang tidak
bertentangan dengan keputusan Musda IPI Provinsi Pasal 59
(3) Pasal 41 Anggaran Rumah Tangga berlaku pula bagi Peserta
pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. Peserta Musda IPI Kabupaten/Kota terdiri dari :
(a) Semua Anggota IPI Kabupaten/Kota
(b) Pengurus Daerah IPI Kabupaten/Kota
(c) Utusan Pengurus Daerah IPI Provinsi
(d) Wakil Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis tingkat
Pasal 54 Kabupaten/Kota
Waktu (e) Badan Pembina dan Penasehat Pengurus Daerah IPI
(1) Pasal 42 Rumah Tangga berlaku pula bagi pasal ini Kabupaten/Kota
yang disesuaikan dengan tingkatannya. (f) Peninjau yang diundang oleh Pengurus IPI
(2) Atas permintaan Pengurus Pusat. Kabupaten/Kota.

Pasal 55 Pasal 60
Peserta Hak Bicara dan Hak Suara
(1) Dalam Musda IPI Kabupaten/Kota semua peserta (1) Ketentuan Pasal 42 Anggaran Rumah Tangga
mempunyai hak bicara. berlaku pula bagi pasal ini yang disesuaikan dengan
(2) Hak suara diatur dalam Tata Tertib Musda tingkatannya.
Kabupaten/Kota. (2) Atas permintaan Pengurus Daerah Provinsi.

Pasal 61 Pasal 67
Acara Musda IPI Kabupaten/Kota Hak Bicara dan Hak Suara
Ketentuan Pasal 37 Anggaran Rumah Tangga berlaku (3) Dalam Rakerda IPI Kabupaten/Kota semua peserta
pula bagi pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. mempunyai hak bicara.
Pasal 62 (4) Hak suara diatur dalam Tata Tertib Rakerda.
Panitia Pemeriksaan Keuangan
Ketentuan pasal 38 Anggaran Rumah Tangga berlaku pula Pasal 68
bagi pasal ini dan disesuaikan dengan tingkatannya. Kewajiban Rakerda IPI Kabupaten/Kota
Pasal 45 Anggaran Rumah Tangga berlaku pula bagi
Pasal 63 pasal ini yang disesuaikan dengan tingakatannya.
Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak Suara
(1) Ketentuan pasal 39 Anggaran Rumah Tangga BAB XX
berlaku pula bagi pasal ini dan disesuaikan RAPAT PENGURUS DAN PERTEMUAN LAIN
dengan tingkatannya. Pasal 69
(2) Panitia beranggotakan sedikitnya dari 3 (tiga) Rapat Pengurus
orang yang mewakili Anggota IPI. (1) Rapat Pengurus Harian di setiap tingkatan diadakan
sesuai keperluan.
Pasal 64 (2) Rapat Pengurus Lengkap Pimpinan Organisasi
Panitia Pemilihan Pengurus Daerah IPI diselenggarakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali
Kabupaten/Kota dalam satu tahun.
Ketentuan pada pasal 40 Anggaran Rumah Tangga (3) Rapat pleno lengkap organisasi yang dihadiri oleh
berlaku juga bagi pasal ini yang disesuaikan dengan seluruh Pengurus Organisasi Badan Pembina dan
tingkatannya. Penasehat, Pimpinan Himpunan Profesi dan
Keahlian Sejenis, dapat diadakan sesuai keperluan.
(4) Rapat Pengurus dapat juga diadakan atas
BAB XIX permintaan ½ (seperdua) jumlah anggota Pengurus
RAKERDA IPI KABUPATEN/KOTA Lengkap dan/atau ada hal-hal yang mendesak.
Pasal 65 (5) Pertemuan khusus antara berbagai pihak secara
Status dan Tugas terpisah dapat diadakan sesuai keperluan.
(1) Rakerda IPI Kabupaten/Kota adalah rapat antar (6) Dalam Rapat tersebut semua anggota yang hadir
anggota IPI Kabupaten/Kota yang diselenggarakan mempunyai hak bicara dan hak suara yang sama.
dan dipimpin oleh Pengurus Daerah IPI
Kabupaten/Kota dan merupakan instansi tertinggi Pasal 70
dibawah Musda IPI Kabupaten/Kota. Pertemuan Lain
(2) Rakerda IPI Kabupaten/Kota bertugas menetapkan Pertemuan lain dapat diselenggarakan oleh Pengurus
program tahunan dan kebijakan organisasi organisasi di semua tingkatan apabila diperlukan dalam
sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan upaya kelancaran pelaksanaan misi organisasi.
Musda IPI Kabupaten/Kota.
(3) Rakerda IPI Kabupaten/Kota dapat menentukan
pergantian anggota pengurus harian terpilih antar BAB XXI
waktu apabila terjadi kekosongan sesuai dengan BADAN PEMBINA DAN PENASEHAT
pasal 20 Anggaran Dasar Rumah Tangga. Pasal 71
Badan Penasehat Pengurus Pusat
Pasal 66 (1) Atas usul Pengurus Pusat Munas menetapkan
Waktu susunan dan keanggotaan Badan Penasehat
Pengurus Pusat yang sebanyak-banyaknya
berjumlah 5 (lima) orang dan terdiri atas tokoh-
tokoh di bidang pendidikan, kebudayaan, e. Pembinaan hubungan dengan mitra organisasi
kemasyarakatan dan para ahli yang berkaitan dibidang penegakkan serta pelanggaran disiplin
dengan pendidikan, keprofesian, dan organisasi serta kode etik;
ketenagakerjaan. (4) Susunan keanggotaan Majelis Kehormatan Organisasi
(2) Badan Pembina dan Penasehat baik diminta atau dan Kode Etik Profesi terdiri dari unsur Badan
tidak bertugas memberi Penasehat dan saran- Penasehat, unsur Badan Pimpinan Organisasi,
saran kepada Pengurus Pusat. unsur Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis, dan
(3) Masa bakti Penasehat Pengurus Pusat sama unsur keahlian lainnya sesuai dengan keperluan.
dengan masa bakti Pengurus Pusat. (5) Tata cara, tugas, wewenang, dan mekanisme kerja
Majelis Kehormatan Organisasi dan Kode Etik
Pasal 72 Profesi diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri.
Badan Pembina dan Penasehat Pengurus Daerah
IPI Provinsi BAB XXIII
Ketentuan Pasal 71 Anggaran Rumah Tangga berlaku PERBENDAHARAAN
pula bagi pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. Pasal 75
Keuangan Organisasi
Pasal 73 (1) Setiap anggota wajib membayar uang pangkal, uang
Badan Pembina dan Penasehat IPI Kabupaten/Kota pembuatan kartu anggota dan uang iuran anggota,
Ketentuan Pasal 71 Anggaran Rumah Tangga berlaku dan sebagai berikut:
pula bagi pasal ini yang disesuaikan dengan tingkatannya. a. Uang pangkal ke Pusat Rp 5.000,- (lima ribu
rupiah) bagi anggota baru dan diserahkan ke
BAB XXII pengurusan IPI Kabupaten/Kota;
MAJELIS KEHORMATAN ORGANISASI DAN KODE b. Uang pembuatan kartu anggota Rp. 50.000,-
ETIK PROFESI (lima puluh ribu rupiah) dan diserahkan kepada
Pasal 74 Pengurus pusat;
Status, Kedudukan, Tugas, dan Wewenang c. Uang iuran anggota ditetapkan oleh Munas IPI
(1) Jika dianggap perlu, Badan Pimpinan Organisasi pusat, minimal Rp. 10.000,- (sepuluh ribu) setiap
tingkat kabupaten/Kota dapat membentuk Majelis bulan/anggota dengan rincian pendistribusian
Kehormatan Organisasi dan Kode Etik Profesi sesuai untuk:
dengan tingkatannya. 1. Pengurus Pusat IPI
(2) Fungsi dan tugas Majelis Kehormatan Organisasi dan Rp. 2.000,-
Kode Etik Profesi di tingkat Kabupaten/Kota menjadi 2. Pengurus Daerah IPI Provinsi
tanggung jawab Pengurus IPI Kabupaten/Kota. Rp. 3.000,-
(3) Majelis Kehormatan Organisasi dan Kode Etik Profesi 3. Pengurus Daerah Kabupaten /Kota
bertugas memberikan saran, pendapat, dan Rp. 5.000,-
pertimbangan kepada Badan Pimpinan Organisasi Jumlah
yang membentuknya tentang: Rp. 10.000,-
a. Pelaksanaan bimbingan, pengawasan, dan (2) Di semua tingkatan wajib menyampaikan catatan
penilaian dalam pelaksanaan disiplin organisasi penerimaan iuran anggota dan disampaikan
serta kode etik Penilik; kepada Badan Pimpinan Organisasi yang lebih
b. Pelaksanaan, penegakkan, dan pelanggaran tinggi kecuali Pengurus Pusat yang akan
disiplin organisasi yang terjadi di wilayah menyampaikannya kepada seluruh Pengurus
kewenangannya; Daerah IPI Provinsi.
c. Pelanggaran kode etik Penilik yang dilakukan
baik oleh Pengurus maupun anggota serta saran Pasal 76
dan pendapat tentang tindakan yang selayaknya Kekayaan Organisasi
dijatuhkan terhadap pelanggaran kode etik (1) Pengurus di semua tingkatan wajib mencatat dan
tersebut; menginventarisasikan kekayaan organisasi.
d. Pelaksanaan dan cara menegakkan disiplin (2) Semua pemindahan hak, pelepasan, dan pemusatan
organisasi dan kode etik penilik; kekayaan organisasi baik berupa barang tidak
bergerak, barang bergerak, surat-surat berharga
yang bernilai diatas Rp 5.000.000 (lima juta rupiah)
untuk tingkat Pusat serta Provinsi dan diatas Rp
1.000.000 (satu juta rupiah) untuk tingkat
Kabupaten/Kota ke bawah,
wajib mendapat KetuaUmum Sekretaris Jenderal
persetujuan Rapat
Pengurus dan
dipertanggungjawabkan
pada forum organisasi di
wilayahnya. T ASIM SETIABUDI KIKI BUDIANA
(3) Ketentuan yang tertuang
dalam ayat (2) pasal ini tidak menghapus kewajiban PENGURUS PUSAT
Pengurus untuk mempertanggungjawabkan semua IKATAN PENILIK INDONESIA
keuangan dan kekayaan organisasi.
(4) Inventarisasi kekayaan organisasi menjadi bagian
pertanggungjawaban
Pengurus.
BAB XXIV
KETENTUAN PERALIHAN Lampiran :
Pasal 77
(1) Paling lambat satu tahun setelah berlakunya Untuk uang Pangkal, uang pembuatan kartu
Anggaran Dasar Rumah Tangga ini, semua Badan anggota, dan uang iuran anggota untuk pengurus
Kelengkapan Organisasi dari pusat sampai pusat, disetor ke Rekening BRI Unit Pangulah
Kabupaten/Kota wajib melakukan penyesuaian Cikampek Nomor. 410901013412537 atas Nama
dengan isi dan materi Anggaran dasar dan Ikatan Penilik Indonesia Pusat.
Anggaran Rumah Tangga ini yang dilaksanakan
melalui forum organisasi sesuai tingkatannya.
(2) Dengan dikoordinasikan oleh Badan Pimpinan
Organisasi sesuai tingkatannya, wajib melakukan
penyesuaian organisasi dan peraturan internal sesuai
dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga ini yang hasilnya kepada Pimpinan yang lebih
tinggi.

BAB XXV
PENUTUP
Pasal 78
(1) Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga ini diatur dan ditetapkan dalam peraturan
organisasi oleh Pengurus Pusat dan
dipertanggungjawabkan kepada munas.
(2) Apabila terjadi perbedaan penafsiran atas materi
Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, maka
penafsiran yang berlaku dan sah adalah penafsiran
yang dilakukan oleh Pengurus Pusat sampai ada
penafsiran lain dalam Rakernas berikutnya.
(3) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 28 Oktober 2015

Anda mungkin juga menyukai