Anda di halaman 1dari 5

Pneumothoraks

Jenis Pneumothoraks
 Pneumothoraks Terbuka: terdapat luka terbuka pada daerah dada sehingga udara dari
atmosfer masuk ke cavum pleura. Akibat tekanan atmosfer yang lebih besar daripada
tekanan di cavum pleura, maka dapat menyebabkan terjadinya kolaps paru.
 Pneumothoraks Spontan: dimana paru secara spontan mengalami kebocoran (primer)
atau cedera dan mulai membocorkan udara ke cavum pleura (sekunder) sehingga
menyebabkan alveolus yang berada dibawahnya menjadi kolaps.
 Tension Pneumothoraks: terjadi bila terdapat gerakan udara satu arah dari paru ke
cavum pleura melalui celah kecil di struktur paru atau pada trakeobronkus yang
mengalami kerusakan. Dimana udara yang masuk dari paru ke cavum pleura saat
inspirasi dan tidak dapat kembali ke paru pada saat ekspirasi. Hal ini dikarenakan
pada saat ekspirasi (paru mengempis) celah tersebut mengalami kolaps.
Sumber: Corwin EJ. Patofisiologi: buku saku; alih bahasa, Nike Budhi Subekti; Editor edisi
bahasa Indonesia, Egi Komara Yudha ... [et.al.] ––– Ed. 3. ––– Jakarta: EGC, 2009

Anamnesis:
 Apakah terdapat nyeri mendadak di daerah dada akibat trauma?
 Apakah terdapat pernafasan yang capat dan dangkal (takipnea) serta sensasi sesak
nafas (dispnea), kapan dan dalam posisi apa terjadinya?
Sumber: Corwin EJ. Patofisiologi: buku saku; alih bahasa, Nike Budhi Subekti; Editor edisi
bahasa Indonesia, Egi Komara Yudha ... [et.al.] ––– Ed. 3. ––– Jakarta: EGC, 2009

Pemeriksaan Fisik:
Tanda Vital : Takipnea; takikardia
Inspeksi : Seringkali terdapat perlambatan normal pada sisi yang terkena
Palpasi : Tidak ada fremitus; trakea mungkin bergeser ke sisi lain (kontralateral)
Perkusi : Hipersonor
Auskultasi : Tidak ada suara nafas atau suara nafas menurun
Sumber: Swartz MH. Buku ajar diagnostik fisik {textbook of physical diagnostic}; alih
bahasa, Petrus Lukmanto, RF. Maulany, Jan Tambjong; editor, Harjanto Effendi, Huriawati
Hartanto, ––– Jakarta: EGC, 1995
Pemeriksaan Penunjang:
 Radiologi: Foto thoraks untuk mengetahui letak trauma dan dapat mendeteksi paru
yang kolaps
 Pemeriksaan gas darah dan saturasi hemoglobin untuk mengetahui ada atau tidaknya
hipoksia
Sumber: Corwin EJ. Patofisiologi: buku saku; alih bahasa, Nike Budhi Subekti; Editor edisi
bahasa Indonesia, Egi Komara Yudha ... [et.al.] ––– Ed. 3. ––– Jakarta: EGC, 2009

Pneumothorax berdasarkan jenis fistelnya :


A. Open Pneumothorax
Gejala Klinik
 Hipotensi
 Hipoksia
 Nyeri dada
Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi
o pada saat inspirasi mediastinum dalam keadaan normal tapi pada
saat ekspirasi mediastinum bergeser kearah sisi dada yang luka.
o Terdapat luka terbuka di dinding dada.
 Palpasi
o Fremitus vokal : fremitus vokal melemah bahkan menghilang.
o Fremitus raba : menurun
 Perkusi
o Hipersonor pada sisi paru yang sakit.
 Auskultasi
o Suara metalik positif
Pemeriksaan Penunjang
 Analisis gas darah
 Pemeriksaan foto dada
 CT-Scan
 Endoskopi (torakoskopi)
B. Closed Pneumothorax
Gejala klinik
 Hipotensi
 Hipoksia
 Nyeri dada
Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi
o Gerakan dada asimetri : Lokasi sakit gerakannya tertinggal
o Bentuk dada asimetri : Lokasi sakit dada lebih Cembung
o Luas Inter Costal Space : Lokasi sakit lebih melebar
 Palpasi
o Fremitus vokal : fremitus vokal melemah bahkan menghilang.
o Fremitus raba : menurun
 Perkusi
o Hipersonor pada sisi paru yang sakit.
 Auskultasi
o Suara metalik positif
Pemeriksaan Penunjang
 Analisis gas darah
 Pemeriksaan foto dada
 CT-Scan
 Endoskopi (torakoskopi)

C. Tension Pneumothorax
Gejala Klinik
 Hipotensi
 Hipoksia
 Nyeri Dada
 Dyspnea
 Tachycardi
 Umumnya Penderita datang dalam keadaan Shock
Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi
o Lokasi mediastinum bergeser : Kesisi paru yang sehat
 Palpasi
o Fremitus vokal : fremitus vokal melemah bahkan menghilang.
o Fremitus raba : menurun
 Perkusi
o Hipersonor pada sisi paru yang sakit.
 Auskultasi
o Suara metalik positif
Pemeriksaan Penunjang
 Analisis gas darah
 Pemeriksaan foto dada
 CT-Scan
 Endoskopi (torakoskopi)

Berdasarkan Penyebab Terjadinya


A. Pneumothorax Spontan
Gejala Klinik
 Hipoksia
 Nyeri dada
 Sianosis
 Tachycardi
Pemeriksaan Fisik
 Auskultasi
o Hipersonor
Pemeriksaan Penunjang
 Thorax Foto
Adanya area Lusen avaskuler di hemithorax atau pada posisi supinasi tampak
“deep Sulcus Sign” pada pneumothorax yang terjadi dibawah
 Analisa Gas Darah
B. Pneumothorax Traumatic
Gejala Klinik
 Tachycardia
 Hipotensi
 Tachypnea
 Batuk
 Nyeri dada
Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi : Seringkali terdapat perlambatan normal pada sisi yang terkena
 Palpasi : Tidak ada fremitus; trakea mungkin bergeser ke sisi lain
(kontralateral)
 Perkusi : Hipersonor
 Auskultasi : Tidak ada suara nafas atau suara nafas menurun
Pemeriksaan Penunjang
 Analisis gas darah
 Pemeriksaan foto dada
 CT-Scan
 Endoskopi (torakoskopi)

Sumber :
Brian JD. 2013. Pneumothorax Clinical Presentation. Medscape. (Online :
http://emedicine.medscape.com/article/424547-clinical Diakses pada tanggal 2
November 2013).
Adrus W, Bambang S, Idrus A. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 5.
Jakarta: InternaPublishing : 2339-2350