Anda di halaman 1dari 9

Makalah Kimia Industri

“Industri Amonia”

Oleh:

Therezia Pricelyna Putri (11320003)

Steven William Inggita (11320005)

TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA

0
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembuatan Industri Amonia

Amonia, NH3, adalah gas beracun dan tak bewarna dengan bau mengiritasi yang khas.
Walaupun gas ini digunakan dalam banyak kasus sebagai larutan amonia dalam air, yakni
dengan dilarutkan dalam air, amonia cair juga digunakan sebagai pelarut non-air untuk reaksi
khusus. Sejak dikembangkannya proses Harber-Bosch untuk sintesis amonia di tahun 1913,
amonia telah menjadi senyawa yang paling penting dalam industri kimia dan digunakan sebagai
bahan baku banyak senyawa yang mengandung nitrogen. Amonia juga digunakan sebagai
refrigeran (di lemari pendingin), selain itu dalam pembuatan polimer dan bahan letupan.

Gas yang tidak bewarna ini bau yang menyengat dapat dengan mudah dicairkan. Bahkan
bentuk cair senyawa ini digunakan sebagai pupuk nitrogen. Amonia juga digunakan untuk
memproduksi urea (NH2CONH2), yang juga digunakan sebagai pupuk dalam industri plastik,
dan dalam industri peternakan sebagai suplemen makanan ternak. Amonia sering merupakan
senyawa pertama untuk banyak senyawa nitrogen.

Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hydrogen ditemukan oleh Fritz Haber
(1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia untuk
produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari
Jerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :

N2(g) + 3H2(g) ⇄ 2NH3(g) ∆H = -92,22 Kj Pada 25oC : Kp = 6,2×105

Fritz Haber adalah ilmuwan terkenal di balik pesatnya industri amonia. Fritz Haber adalah
orang pertama yang berhasil memfiksasi amonia di laboratorium. Bersama rekannya Carl
Bosch, seorang ahli teknik kimia, mereka mendesain industri amonia yang dapat memproduksi
amonia dalam jumlah besar. Atas kontribusi yang besar dalam bidang sintesis amonia, Fritz
Haber dianugrahi hadiah Nobel kimia pada tahun 1918.

Pada awal pengembangan industri amonia, Fritz Haber bekerja sama dengan Carl Bosch
mendesain suatu pabrik amonia untuk memproduksi amonia dalam skala besar. Carl Bosch
menyarankan Fritz Haber agar tidak menggunakan temperatur reaksi yang terlalu rendah. Jika
temperatur reaksi terlalu rendah maka reaksi akan berjalan dengan lambat dan tentunya hal ini
tidak efisien dalam industri kimia. Bosch juga mengusulkan untuk menggunakan tekanan yang
tidak terlalu tinggi. Tekanan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan resiko kecelakaan akibat
ledakan dan meningkatkan biaya konstruksi pabrik. Karena itu Bosch berusaha merancang
pabrik yang dapat memproduksi amonia dengan tekanan 10 sampai 100 Mpa dan suhu 100-
500oC. Setelah lima tahun bekerja sama, mereka berhasil membuat desain industri amonia
yang diserahkan kepada perusahaan BASF. Sayangnya pembuatan industri amonia itu
bertepatan dengan dimulainya Perang Dunia I. Di bawah tekanan dan blokade pihak sekutu,
suplai Natrium Nitrat dari Chili terhenti. Akhirnya industri amonia Jerman lebih diarahkan untuk
memproduksi bahan peledak daripada pupuk buatan. Tanpa industri amonia Haber-bosch,

1
pasukan Jerman dan Austro-Hungaria pastilah sudah menyerah di awal 1918 karena kehabisan
bahan peledak.

B. Perumusan masalah

Dari latar belakang diatas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

i. Bagaimana penyusun senyawa amonia tersebut ?


ii. Apa keguanaan senyawa amonia dalam kehidupan manusia ?
iii. Bagaimana cara pembuatan amonia ?
iv. Uji mutu amonia ?

C. Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

i. Untuk mempelajari dan mengetahui lebih lanjut tentang sifat dan cara pembuatan
amonia dalam kehidupan manusia.
ii. Untuk mengetahui lebih mendalam tentang kegunaan amonia bagi kehidupan
manusia dan juga dalam industri.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Amonia

Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH 3.Biasanya senyawa ini didapati berupa gas
dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan
penting bagi keberadaan nutrisi di bumi,amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat
merusak kesehatan. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Pekerjaan Amerika Serikat
memberikan batas 15 menit bagi kontak dengan amonia dalam gas ber konsentrasi 35 ppm
volum, atau 8 jam untuk 25 ppm volum. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat
menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Sekalipun amonia di AS diatur
sebagai gas tak mudah terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika
terhirup, dan pengangkutan amonia berjumlah lebih besar dari 3.500 galon (13,248 L)harus
disertai surat izin.

Amonia yang digunakan secara komersial dinamakan amonia anhidrat. Istilah ini menunjukkan
tidak adanya air pada bahan tersebut. Karena amonia mendidih di suhu -33 °C,cairan amonia
harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat rendah. Walaupun begitu, kalor
penguapannyaamat tinggi sehingga dapat ditangani dengan tabung reaksi biasa di dalam
sungkup asap. "Amonia rumah" atau amonium hidroksida adalah larutan NH3 dalam air.
Konsentrasi larutan tersebut diukur dalam satuan baumé. Produk larutan komersial amonia
berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki konsentrasi 26 derajat baumé (sekitar 30persen berat
amonia pada 15.5 °C). Amonia yang berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga 10
persen berat amonia. Amonia umumnya bersifat basa (pKb = 4.75),namun dapat juga bertindak
sebagai asam yang amat lemah (pKa = 9.25).

B. Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku dan Produk

Sifat Fisis dan Kimia Produk Utama Amonia :

 Rumus molekul : NH3


 Berat molekul : 17.03 g/mol
 Temperatur kritis : 132.40 °C
 Tekanan kritis : 111.3 atm
 Titik didih : 33.15 °C
 Titik leleh : -77.7 °C
 Spesific gravity pada acuan udara : 0.5971
 Kelarutan dalam air dingin (0 °C) : 89.9/100
 Kelarutan dalam air panas (100 °C) : 7.4/100
 Viskositas (25 °C) : 13.35 Cp

Sifat Kimia :

3
o Reaksi amonisasi

Missal pada senyawa halogen

+
NH3 + HX  NH4 + X-

o Amonia mengalami disosiasi mulai pertama kali pada 400-500 C, pada tekanan 1 atm

o Oksidasi pada suhu yang tinggi dari NH3 akan menghasilkan N2 + H2O

2NH3 + 2 KMnO4  2KOH + MnO2 + 2H2O + N2

 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk


1. Bahan Baku :
a. Gas Alam
i) Bentuk : gas
ii) Komposisi rata-rata gas alam (fraksi mol) :
 CH4 : 0.8370
 C2H6 : 0.0495
 C3H8 : 0.0330
 C4H10 : 0.0150
 C5H12 : 0.0580
 Sulfur : 25 ppmv (maksimum)
 Hg : 188 ppbw(maksimum)
iii) Tekanan : 40 atm

iv) Temperature : 30 o C
v) HHV : 950-1200 Btu/SCF
vi) MW : 19659
vii) SG : 0.6-0.8

b) Udara
i. Komposisi rata-rata udara (fraksi mol) :
 N2 : 0.78084
 O2 : 0.20946
 Ar : 0.00940
 CO2 : 0.00030
ii. Tekanan : 1 atm
iii. Suhu : 30 o C
4
iv. Humidity : 83%

2. Produk : Amonia (NH3)


 Bentuk : cair
 Kadar ammonia : 99.5% berat (minimum)
 Kadar air : 0.5% berat (maksimum)
 Minyak : 5 ppm (b/b) (maksimum)
 Tekanan : 1.25 atm
 Temperature :-33 o C
3. Bahan Pendukung : Katalis
 Jenis : besi oksida (FeO, Fe2O3) dengan multi promoter
 Bentuk : granular
 Ukuran partikel : 6-10 mm
 Berat jenis (bulk) : 2.80 kg/

B. Proses Pembuatan Amonia

A. Pada zaman pertengahan, pembuatan amonia dengan cara memanaskan tanduk dan kuku
binatang ternak.

B. Sampai saat perang dunia I, pembuatan amonia dipelopori oleh Amerika Serikat
melaluiproses sianamida, sebagai berikut:

- Mula-mula batu tohor (CaO) dan batu bara (C) dipanaskan dalam tanur listrik
untuk memperoleh kalsium karbida (CaC2).

CaO(s)+ 3 C(s) CaC2(s)+ CO(g)

- Kemudian, kalsium karbida dialirkan gas nitrogen (N2) untuk membentuk kalsium sianamida
(CaCN2).

CaC2(s)+ N2(g) CaCN2(s)+ C(s)

- Akhirnya, kalsium sianamida dialiri uap air sehingga menghasilkan amonia.

CaCN2(s)+ 3 H2O(g) CaCO3(s)+ 2NH3(g)

C. Sejak perang dunia I hingga sekarang.

5
Antara tahun 1908 sampai 1913, Fritz Haber (1868-1934) dari Jerman berhasil mensintesis
amonia langsung dari unsur-unsurnya, yaitu dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Kemudian
proses pembentukan amonia ini disempurnakan oleh rekansenegaranya, Karl Bosch (1874-
1940) dengan metode tekanan tinggi sehingga prosespembuatan amonia tersebut dikenal
sebagai proses Haber-Bosch. Proses ini mendesak proses sianamida karena proses Haber-
Bosch adalah proses pembuatan amonia yanglebih murah. Dalam proses haber-Bosch, bahan
baku berupa N2 dan H2.

- N2 diperoleh dari hasil destilasi bertingkat udara cair

6
- H2 diperoleh dari gas alam (metana) yang dialirkan bersama uap air dengan katalisator
nikel pada suhu tinggi dan tekanan tinggi.

CH4(g)+ H2O(g) CO(g)+ 3 H2(g)

CO(g)+ H2O(g) CO2(g)+ H2(g)

Pembuatan amonia menurut proses Haber-Bosch adalah reaksi kesetimbangan


yangberlangsung eksoterm pada suhu sekitar 400-6000C dan tekanan sekitar 200-600 atm.

N2(g)+ 3H2(g) 2 NH3(g)ΔH =-92 KJ

Dalam laboratorium, NH3 dapat di hasilkan dari:

- Nitride ditambah air

Mg3N2(s)+ 6 H2O(l) 3 Mg(OH)2(aq)+ 2 NH3(g)

- Amonium klorida + basa kuat

NH4Cl(s)+ NaOH(aq) NaCl(aq)+H2O(l)+ NH3(g)

2NH4Cl(s)+ Ca(OH)2(aq) CaCl2(aq)+ 2 H2O(l)+ 2 NH3(g)

D. Syarat Mutu Amoniak Cair

No Uraian Satuan Persyaratan


Kadar amonia sebagai NH3 %b/b Min. 99,5
1.
Kadar air %b/b Maks. 0,5
2.
Kadar minyak ppm Maks. 10,0
3.

C. Kegunaan Amonia

Kegunaan ammonia bagi manusia cukup beragam. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Untuk pembuatan pupuk, terutama urea dan ZA (Zwavelzur amonium = amonium sulfat.
2. Untuk membuat senyawa nitrogen yang lain, seperti asam nitrat, amonium
klorida,amonium nitrat.
3. Untuk membuat hidrazin. Hidrazin merupakan salah satu senyawa nitrogen yang
digunakan sebagai bahan bakar roket.
4. Dalam pabrik es, amonia cair digunakan sebagai pendingin (refrigerant) karena
amoniacair mudah menguap dan akan menyerap panas sehingga menimbulkan efek
pembekuan(J. Goenawan 153-154).

7
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam keseluruhan makalah ini penulis dapat di simpulkan bahwa :

1. Amonia adalah gas yang tidak berwarna dan baunya sangat merangsang sehingga
gas inimudah dikenal melalui baunya.
2. Sangat mudah larut dalam air, yaitu pada keadaan standar, 1 liter air terlarut 1180
literamonia.
3. Merupakan gas yang mudah mencair, amonia cair membeku pada suhu -788̊C dan
mendidih pada suhu -338̊C.
4. Kegunaan amonia untuk pembuatan pupuk, terutama urea dan ZA (Zwavelzur
amonium =amonium sulfat).
5. Untuk membuat senyawa nitrogen yang lain seperti asam nitrat, amonium klorida
danamonium nitrat.

DAFTAR PUSTAKA

 http://joetrizilo.wordpress.com/2012/03/26/proses-pembuatan-urea-proses-pabrik-
amoniak-lengkap-bagian-6/
 http://zulfikar-firhadj.blogspot.com/2012/03/reaksi-kesetimbangan-dalam-industri.html
 http://www.scribd.com/doc/77751899/Pembuatan-Amonia-Dengan-Proses-Haber
 http://www.scribd.com/doc/75932144/SULFI-EKAWATI