Anda di halaman 1dari 5

BAB II

ORGANISASI, MANAJEMEN
DAN PERSONALIA

Cukup dalam hal jumlah sesuai dengan beban yang ada


Yang dimaksud pelatihan dasar adalah pelatihan umum dan sekilas hanya
pinsip dasarnya saja
Pelatihan lanjutan adalah mengupas lebih detail dan mendalam

ORGANISASI DAN MANAJEMEN


2.1. Lihat Lampiran 1.2 Contoh Struktur Organisasi
Lihat Lampiran 2.1 Contoh Formulir Daftar Karyawan

2.2. Setiap personil harus memiliki uraian tugas tertulis yang sudah
ditandatangani yang bersangkutan dan pihak perusahaan.
Lihat Lampiran 2.2 Contoh Uraian Tugas Penanggung Jawab.

2.3. Setiap ada penyimpangan, kepala bagian harus bertanggung jwab


untuk mengidentifikasi sesuai POB terkait.

2.4. Cukup jelas

2.5. Konflik kepentingan adalah suatu keadaan dimana seseorang yang


mendapatkan kepercayaan, memiliki kepentingan kerja dan
kepentingan pribadi yang bersinggungan sehingga menyulitkan
orang tersebut untuk menjalankan tugasnya secara profesional.

61
Suatu konflik kepentingan dapat mengurangi kepercayaan terhadap
seseorang atau suatu profesi. Untuk mengurangi resiko terjadinya
konflik kepentingan tersebut, maka dibuat pakta integritas atau
perjanjian yang menegaskan bahwa personil tersebut tidak akan
menawarkan atau menerima suap, atau melakukan hal-hal yang
dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan atau integritas obat
dan/atau bahan obat.
Lihat Lampiran 2.3 Contoh Pakta Integritas

2.6. Fasilitas Distribusi harus menjaga keselamatan dan keamanan


semua aspek yang terlihat dalam proses distribusi obat dan/atau
bahan obat, termasuk personil, sarana, lingkungan dan hal-hal
lainnya yang dapat berpengaruh pada integritas obat dan/atau
bahan obat.
Harus ada prosedur tertulis tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dan Lingkungan (K3L).
Lihat Lampiran 2.4 tentang Contoh POB Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

PENANGGUNG JAWAB
2.7. Penunjukan penanggung jawab mengacu pada lampiran 1.4. Contoh
surat penunjukan penanggung jawab. Dokumentasi pendelegasian
tugas pada saat Penanggung Jawab berhalangan setidaknya harus
mencakup nama, SIK, alamat penanggung jawab dan penggantinya,
alasan dan jangka waktu pendelegasian.

Sarana distribusi dapat menentukan personil tertentu yang


mempunyai kompetensi yang sesuai dengan penanggung jawab yang
tertuang dalam uraian jabatan dan sistem mutu.
Pendelegasian jika penanggung jawab berhalangan hadir harus
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2.8. Cukup jelas.

62
2.9. Cukup jelas.

2.10. Cukup jelas.

2.11. Cukup jelas, tercantum dalam uraian tugas penanggung jawab.


Lihat Lampiran 2.2 Contoh Uraian Tugas Penanggung Jawab

PERSONIL LAINNYA

2.12. Cukup jelas

PELATIHAN

2.13. Tersedia Program Pelatihan Tertulis.


Lihat Lampiran 2.5 Contoh Program Pelatihan Karyawan
LIhat Lampiran 2.6 Contoh Formulir Daftar Hadir Pelatihan

Pelatihan dapat dilakukan baik internal maupun eksternal. Sebagai


pemberi materi dalam pelatihan harus mempunyai kompetensi
sesuai dengan bidang yang dilatihkan.

2.14. Cukup jelas.

2.15. Cukup jelas.

2.16. Evaluasi berkala dilakukan secara rutin, misalnya setiap 6 (enam)


bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing Fasilitas
Distribusi.
Lihat Lampiran 2.7 Contoh Formulir Evaluasi Hasil Pelatihan

63
HIGIENE

2.17. Higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan


melindungi kebersihan individu subyeknya.
Higiene berkaitan erat dengan masalah sanitasi. Sanitasi adalah
usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kepada kegiatan
usaha kegiatan hidup manusia. Contoh sanitasi adalah pengadaan
toilet yang bersih dan memenuhi syarat, serta penyediaan sarana
prasarana untuk memastikan kebersihan individu, makanan dan
minuman yang dikonsumsi, serta kebersihan lingkungan kerja.
Lihat Lampiran 2.8 Contoh POB Higiene

2.18. Direkomendasikan untuk menyediakan loker karyawan.

2.19. Ketentuan Alat Pelindung Diri (APD) dan pakaian kerja yang
diperlukan dapat dilihat pada Lampiran 2.4 POB Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.

2.20. Hal-hal yang harus tercakup dalam Ketentuan Perusahaan antara


lain adalah :
1. Visi dan Misi Perusahaan
2. Nilai-Nilai yang diyakini perusahaan
3. Kebijakan Mutu
4. Pengesahan Peraturan Perusahaan oleh Kementrian Tenaga
Kerja RI
5. Daftar isi
6. Hari kerja dan waktu kerja
7. Tata tertib perusahaan
8. Hubungan kerja (penerimaan, pengangkatan, masa percobaan.
Mutasi, promosi, demosi)
9. Pembebasan dari kewajiban untuk bekerja (Cuti, hari libur)
10. Pengupahan

64
11. Jaminan pemeliharaan kesehatan dan jaminan sosial
12. Fasilitas untuk kesehatan pekerja
13. Pemutusan hubungan kerja
14. Penyelesaian keluhan dan pengaduan pekerja
15. Pelaksanaan