Anda di halaman 1dari 40

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

S POST OPERASI
SOD (SALPINGO OOFORECTOMY DEXTRA)
RUMAH SAKIT BHAKTI ASIH BREBES

Di susun oleh :
Ratri Anggari S.Kep.,Ns
Asuhan Keperawatan Pada Ny S Dengan
Post Operasi SOD (Salpingo Ooforectomi Dextra)
Ruang Pinus Ruma Sakit Bhakti Asih Brebes

Nama Perawat : Ratri Anggari


Tanggal Pengkajian : 6-4-2018
Jam Pengkajian :08.00 WIB
Ruangan/RS : Pinus rumah sakit bakti asih brebes
A. IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : Ny S
Usia : 29 tahun
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Nama Suami : Tn. P
Usia : 34 tahun
Agama :Islam
Pekerjaan :Swasta
Pendidikan Terakhir : SMP
Alamat : Kalibuntu RT 3 RW 4 Losari
B. PENGKAJIAN
1. Keluhan Utama
Pasien mengatakan terasa sakit di luka operasi, sakit terasa perih, senut-
senut di perut bagian bawah, rasa sakitnya bertambah kalau bergerak
hasil pengkajian nyeri :
P (Provokes) : luka post Salpingo Ooforectomi D
Q (Quality) : nyeri terasa perih seperti tertusuk-tusuk
R (Regio) : perut bagian bawah
S (Severity) : skala nyeri 7 (1-10)
T (Time) : nyeri terasa terus menerus, bertambah ketika bergerak
2. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien mengatakan pada hari jum’at keluar lendir sedikit dan kemudian
tidak muncul lagi,pada hari minggu malam perut terasa mules-mules,
pasien langsung dibawa ke rumah sakit purbalingga dengan usia
kehamila 37 minggu 5 hari, riwayat kehamilan G2P1A0.Pasien mempunyai
riwayat SC 16 tahun yang lalu sehingga dilakukan SC kembali pada hari
senin 17 November 2014. Setelah bayi lahir, pasien dan bayinya
dipindahkan ke ruang boegenvil.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan kehamilannya yang sekarang sering menimbulkan
keluhan seperti perdarahan pada bulan pertama kehamilan. Pasien juga
mempunyai riwayat SC saat melahirkan anak pertama yaitu 16 tahun yang
lalu karena pinggul sempit.
4. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
a. Riwayat Kehamilan dan Persalinan yang lalu
A T T p J B Ke Mas
n a i e e B ada alah
a h p n n an keha
k u e o i l Ba mila
n p l s a yi n
k e o K h wa
e r n e i ktu
s g l r lah
a a ir
l m
i i
n n
a
n
1 1 S D L 3 hid Ping
. 9 C o a 4 up gul
9 k k 0 sem
8 t i 0 pit
e -
r l
a
k
i
b. Pengalaman menyusui : pasien menyusui ekslusif selama 6 bulan
5. Riwayat Kehamilan dan Persalinansaat ini
1) Menngikuti kelas prenatal : ya
2) Jumlah kunjungan ANC pada kehamilan ini : 9 kali, pada trimester I 4
kali pasien sering mengalami perdarahan, trimester II 2 kali dan
terimester III 3 kali
3) Pendidikan kesehatan yang sudah didapat: asi ekslusif, perawatan
payudara dan perawatan bayi
4) HPHT/ Taksiran Partus : 2 Maret 2014, taksiran partus 9 Desember
2014
5) Masalah Kehamilan : perdarahan, mual dan muntah serta pusing
Riwayat persalinan
1. Jenis Persalinan : Sectio Caesaria
2. Indikasi : Riwayat SC 16 tahun yang lalu dan letak lintang
3. Perdarahan : 150 cc
4. Obat-batan yang diberikan : antibiotik cafazolin
5. TTV
Tekanan darah : 110/70 mmHg
RR : 24x/menit
Nadi : 88x/menit
Suhu : 36,60C
6. Insisi SC : 1 sayatan, 5 jahitan simpul dan 6 jahitan continue

6. Riwayat Genokologi
Masalah Genokologi : pasien tidak ada masalah pada masalah genokologi
Riwayat KB : setelah melahirkan pasien menggunakan KB suntik
setiap 3 bulan selama 4 tahun
7. Data Bayi
Bayi Lahir tanggal/ jam : Lahir pada tanggal 17 November 2014 jam 13.35
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan : 2630 gram
Panjang Badan : 44 cm
Lingkar Kepala : 35 cm
Lingkar Dada : 31 cm
LLK : 9 cm
Anus : Berlubang
Suhu : 36, 20C
Bayi dilakukan Resusitasi dan hisap lendir
Bayi diberikan injeksi vitamin K dan tetes mata
Nilai APGAR
No Aspek yang 1 5 10
dinilai Menit Menit menit
1. Frekuensi 2 2 2
jantung
2. Pernapasan 2 2 2
3. Tonus Otot 2 2 2
4. Reflek 2 2 2
rangsang
5. Warna kulit 1 2 2
6. Jumlah 9 10 10

C. DATA UMUM KESEHATAN SAAT INI


I. Ibu
Status Obtetrik : NH0 P2 A0
Kesadaran : Compos mentis
Bayi rawat gabung : ya
BB/TB : 55 Kg/ 155 cm
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit
Suhu : 380C
Pemeriksaan Fisik :
1. Kepala dan Leher
a. Kepala : bentuk Mesochepal, tidak berketombe
b. Mata : Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik
c. Hidung : tidak ada sekret dan tidak ada alat bantu
pernapasan
d. Mulut : bibir lembab, bibir tidak sianosis, dan lidah bersih
tidak ada stomatitis
e. Telinga : simetris, tidak ada sekret
Masalah khusus : -
2. Dada an axila
a. Jantung
1) Inspeksi : tidak terlihat iktus kordis
2) Palpasi : tidak teraba iktus kordis
3) Perkusi : tidak ada pembesaran jantung
4) Auskultasi : S1>S2 lup dup
b. Paru-paru
1) Inspeksi : simetris, tidak ada jejas
2) Palpasi : tidak teraba masa
3) Perkusi : sonor
4) Auskultasi : vesikuler
c. Payudara
1) Puting : menonjol
2) Aerola : bersih
3) ASI : Produktif
4) Bengkak : tidak
5) Benjolan : tidak
d. Axila : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Masalah khusus : -
3. Abdomen
a. Inspeksi
1) Linea : tidak
2) Strie gravidarum : ya
3) Luka bekas operasi : ya, terdapat luka insisi di tutup oleh
kasa steril, terdapat darah pada balutan luka
b. Auskultasi : bising usus 11x/menit
c. Perkusi : timpani
d. Palpasi : tidak teraba masa
Uterus
1) Involusi uterus : (+)
2) Tinggi fundus uterus : 2 jari dibwah pusat
3) Kontraksi : baik
4) Posisi : central
5) Kandung kemih : tidak distensi
6) Diastasis rektus abdominis: 2 cm
7) Masa : tidak ada
Masalah khusus : pasien terdapat luka post sc pada abdomen
bawah
4. Ekstremitas
a. Prosedur invasisive ; tidak ada
b. Ektremitas atas : tidak terpasang infus, tidak ada
oedema
c. Ekstremitas bawah
1) Varises : tidak
2) Tanda homan : (-)
3) Edema : tidak
5. Kekuatan otot

5555 5555

5555 5555

6. Perineum dan Genital


a. Vagina : tidak ada episiotomy, tidak ada varises, tidak ada
oedema
b. Tanda REEDA :
R: Kemerahan : tidak
E: Edema : tidak
E: Echimosis : tidak
D: Discharge : tidak
A: Approximate : (-)
Kebersihan : terdapat darah lochea rubra
c. Lochea
Jenis : Lochea Rubra berwarna merah kecoklatan
Jumlah :+50 cc
Ganti pembalut : 3 kali
Konsistensi : cair
Bau : agak amis
d. Hemoroid : tidak
Masalah khusus : -

D. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL


1. Nutrisi dan cairan
a. Asupan nutrisi : makan 3x nasi setengah porsi, sayur habis
b. Asupan cairan : 8 gelas aqua
2. Istirahat dan Kenyamanan
Pola tidur : pasien tidur 3 jam, bayi sering menangis dan menyusui
3. Mobilisasi dan Latihan
Tingkat mobilisasi : rendah, pasien saat ini masih dianjurkan bed rest
24 jam post op SC, dan 6 jam setelah operasi hanya diperbolehkan
untuk miring kanan dan miring kiri diatas tempat tidur secara mandiri.
Kebutuhan activity daily living pasien dibantu oleh keluarganya
Latihan/senam : pasien tidak melakukan senam nifas
4. Keadaan Mental
Adaptasi Psikologis : pasien tampak senang dan lega setelah
melahirkan
Penerimaan terhadap bayi : pasien merasa senang terhadap bayinya dan
ingin segera merawat bayinya sendiri
5. Kemampuan menyusui : pasien sudah mandiri menyusui bayinya
6. Eliminasi
BAK : pasien terpasang DC, urine berwarna kuning pekat,
volume 200 cc
BAB : pasien belum BAB dari hari minggu
Masalah khusus : konstipasi
7. Keyakinan : pasien beragama islam dan tidak ada keyakinan khusus
terhadap perawatan setelah persalinan

8. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 16 November 2014
Parameter Hasil Nilai Interpret
Nor asi
mal
Hb 9,8 11,7 ↓

15,5
Leukosit 10,6 3,6 – Normal
11
Hematokrit 29 35 – ↓
47
Eritrosit 3,4 3,8 – ↓
5,2
Trombosit 170 150 – Normal
440
MCH 29 26 – Normal
34
MCV 85 80 – Normal
100
Masapembek 4,45 3–5 Normal
uan
Masaperdara 4,5 2–5 Normal
han
DIFF
COUNT
Eosinophil 0 1–3 ↓
Basophil 0 0–1 Normal
Netrofil 87 50 – ↑
70
Limfosit 4 25 – ↓
40
Monosit 9 2–8 ↑
Golongandar 0
ah
HbsAg Nega Nega Normal
tif tif

Tanggal 17 November 2014


Hemoglobin 10,2 g/dl

9. Obat-obatan
Mirodav 3x1 tab
Moloxicalt 1x1 tab
Otosanbe 1x1 tab
Motadul 3x1 tab
Amoxilin 3x 500 mg
Vitamin
meloxicam
III. RANGKUMAN HASIL PENGKAJIAN
Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut b.d agen injury fisik
2. risiko infeksi b.d luka insisi
3. konstipasi b.d kurang aktivitas fisik
4. defisit perawatan diri b.d kelemahan
Dischard Planning :
1. Menganjurkan pasien untuk melakukan manajemen nyeri pada saat
nyeri timbul misalnya dengan melakukan teknik relaksasi.
2. Menganjurkan pasien untuk melakukan latihan mobilisasi secara
bertahap sesuai hari pasca operasinya tetapi tetap cukup istirahat serta
jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang berat terlebih dahulu untuk
sementara waktu sampai kondisi pasien pulih atau minimal sampai 40
hari pasca persalinan.
3. Menganjurkan pasien untuk meningkatkan asupan makanannya,
terutama makanan-makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan
protein agar bisa menjadi sumber energi dan mempercepat proses
penyembuhan pasien terutama penyembuhan lukanya.
4. Menganjurkan pasien untuk menjaga luka bekas operasi agar tetap
kering dan sering kontrol setelah pulang dari rumah sakit untuk
melakukan perawatan luka bekas operasi biasanya 1 minggu setelah
pulang dari rumah sakit.
5. Memotivasi pasien untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan terhadap
bayinya dengan mengajarkan cara menyusui yang benar dan tepat.
6. Menganjurkan pasien untuk sering melakukan vulva higiene minimal 3
kali sehari dengan menggunakan air biasa atau air hangat, jangan
menggunakan sabun mandi atau sabun sirih.

IV. ANALISA DATA


Nama pasien : Ny. P
Ruang : Boegenvile
No Data Fokus Problem Etiologi
1. Ds: Nyeri akut Agen
- Pasienmengatakanterasasakit di lukaoperasi, sakitterasaperih, senut-senut di injury
perutbagianbawah, rasa sakitnyabertambahkalaubergerak fisik
hasilpengkajiannyeri :
-P (Provokes) : luka post section caesar
-Q (Quality) : nyeriterasaperihsepertitertusuk-tusuk
- R (Regio) : perutbagianbawah
- -S (Severity) : skalanyeri 7 (1-10)
- T (Time) : nyeriterasaterusmenerus, bertambahketikabergerak
Do:
- Ekspresiklientampakmenahannyeri
- Terdapatluka post op setio Caesar pada abdomen bagianbawah bentuk vertikal.
- Pasien menunjukkan lokasi nyeri

2. Ds: Risiko Luka


- Pasien mengatakan nyeri pada luka insisi post operasi infeksi insisi
Do:
- Terdapat luka insisi post operasi sc pada abdomen
- Terdapat darah pada perinium
- Terpasang kateter
- Luka terbalut kasa steril, terdapat darah
Suhu: 380C
3. Ds: Konstipasi Kurang
- Pasien mengatakan belum BAB sejak hari minggu aktivitas
- Pasien mengatakan perut tidak enak dan terasa nyeri fisik
- Pasien mengatakan sering flatus
Do:
- Pasien terbaring lemah dan hanya mampu miring kanan dan kiri
- Bising usus 11x/menit
- Terdapat luka insisi post operasi sc
4. Ds: Defisit kelemahan
- Pasienmengatakandalammelakukanpemenuhan ADL, perawatan
pasienmasihdibantuolehkeluargadanperawatsepertidalamhalseka, makan, diri
danminumkarenapasienmasihlemasdanbelumbisamelakukanmobilisasikec
uali miring kiridankanan
Do:
- klienmasihbedrest di atastempattidurkarenaklienbarubelajaruntuk miring
kanandan miring kirisertabelajarduduk di atastempattidur,
- pasienterpasang DC.

V. RENCANA KEPERAWATAN
N D Tujuan Interven Rasion
o ia si al
g
n
os
a
1 N Setelah dilakukan Manajem - Data
enNyeri digunakanunt
. ye tindakan keperawatan
- lakukanpengk ukpengawasa
ri selama 1x24 jam, ajiannyeriseca nkefektifanm
ak diharapkan nyeri hilang rakomprehens anajemennyer
ut atau berkurang dengan if : lokasi, i,
karakteristik, kemajuanpen
b. kriteria hasil:
durasi, yembuhandan
d Indikato a t frekuensi, perubahandal
ag r w u kualitasdan amkarakterist
factor iknyeri
en
in a j predisposisi - Mengetahuik
ju l u - observasireaks eadaanpsikol
i nonverbal ogispasien
ry a dariketidakny (kecemasanp
fi n amanan asien)
si Melapor 2 4 - Mempermuda
- gunakanteknik kdalammeng
k kan
komunikasiter galipengelam
adanya apeutikuntuk annyeriklien
nyeri mengetahuipe
ngalamannyer
Dapat 2 5
iklien - Lingkungan
menggu - kontrollingku yang
nakan ngan yang kondusifdank
dapatmempen enyamananpa
tehnik
garuhinyerise siendapatmen
nonfar pertisuhu, urunkannyeri
makolo kebisingan, dankecemasa
gi untuk cahaya nklien
- kurangifaktor
mengata presipitasinyer
si nyeri i
Klien 2 4 - ajarkanteknikr - Mengurangi
elaksasi rasa nyeri
melapor
- berikan yang
kan analgesik berlebihan
nyeri sesuai - Mengetahuip
instruksi erubahanting
berkura dokter
ng katnyeri
-monitor ttv
Keterangan:
1. kuat
2. berat
3. sedang
4. ringan
5. tidakada

2 Ri Setelah dilakukan Infection - mencegah


. si tindakan keperawatan Control penularan
k 1x24 jam, diharapkan - bersihkan penyakit
o pasien terbebas dari lingkungann - mencegah
in infeksi dengan kriteria setelah dipakai pasien atau
fe hasil: pasien lain pengunjung
ks Indikato a t - batasi terkenan
i r w u pengunjung infeksi
b. a j - intruksikan nosokomial
d l u pengunjung - melindungi
lu a untuk mencuci diri dari
ka n tangan penularan
in Klien 2 4 sebelum dan penyakit
si terbebas sesudah
si dari berkunjung ke
tanda pasien
dan - cuci tangan
gejala sebelum dan
infeksi sesudah
Mendes 2 5 tindakan
kripsika keperawatan
n proses - gunakan -nutrisi
penular sarung tangan yang
an sebagai alat baik
penyaki pelindung dapat
t - tingkatkan mening
Menunj 2 5 intake nutrisi katkan
ukkan - berikan terapi imun
kemam antibiotik tubuh
puan - monitor tanda terdapat
untuk dan gejala bahaya
menceg infeksi infeksi
ah - inspeksi
timbuln kondisi -
ya luka/insisi memon
infeksi bedah itrr
- perawatan tanda
Keterangan: luka insisi gejala
1. Tidak pernah
- ajarkan pasien infeksi
menunjukan
2. Jarang dan keluarga seperti
menunjukan tanda dan kemera
3. Kadang-kadang
gejala infeksi han,
menunjukan
4. Sering - ajarkan cara bengka
menunjukan menghindari k, dan
5. Selalu infeksi nyeri
menunjukan
-
perawat
an luka
yang
steril
dapat
menceg
ah
timbuln
ya
infeksi

3 K Setelah dilakukan Constipa -


. o tindakan keperawatan tion menget
ns selama 1x24 jam Manage ahui
ti diharapkan pasien ment tanda
pa terbebas dari konstipasi - monitor tanda dan
si dengan kriteria hasil: dan gejala gejala
b. Indikato a t konstipasi infeksi
d r w u - monitor bising
k a j usus
ur l u - monitor, -bising
an a feses:frekuens usus
g n i, konsistensi kurang
ak Bebas 2 4 dan volume dari
ti dari - identifikasi normal
vi ketidak faktor mengin
ta nyaman penyebab dikasik
s an dan konstipasi an
konstip - dukung intake adanya
asi cairan konstip
Mengid 2 5 - anjurkan asi
entifika pasien untuk -
si makan menget
indikato makanan ahui
r untuk tinggi serat penyeb
menceg - anjukan pasien ab
ah untuk untuk
konstip mobilisasi penang
asi anan
yang
Keterangan: tepat
1. Tidak pernah -cairan
menunjukan
yang
2. Jarang
menunjukan adekuat
3. Kadang-kadang dapat
menunjukan
mempe
4. Sering
menunjukan rlancar
5. Selalu proses
menunjukan pencern
aan
-
makana
n yang
tinggi
serat
dapat
melanc
arkan
BAB
-
mobilis
asi
yang
baik
dapat
mening
katkan
peristalt
ik usus
sehingg
a
pencern
aan
kembali
normal
4 D Setelah dilakukan - Monitor - Mengetahui
. ef tindakan keperawatan kemampuan ADL pasien
pasien dalam
isi selama 1x24 jam
melakukan
t diharapkan ADL secara
pe pasienmampumelakukanp mandiri. - Mempermuda
- Monitor h pasien
ra erawatandirisecaramenyel
kebutuhan dalam
w uruhdengankriteriahasil: pasien akan melakukan
at Indikato a t alat bantu ADL
dalam
an r w u
melakukan - Mempersiapk
di a j ADL. an sarana dan
ri l u- Sediakan prasana
b. peralatan- pasien untuk
a
peralatan melakukan
d n pribadi yang ADL
ke Kebersi 2 5 dibutuhkan
le han diri pasien
(seperti
m klien deodoran,
ah terpenu pasta gigi, Membe
an hi dan sabun rikan
Klien 2 5 mandi, perawat
diapers).
mampu an pada
- Bantupasien
mandi pasien
dalam
sendiri melakukan
Klien 2 5 ADL sampai
mampu pasienatauke
berpaka luarga
ian mampu
sendiri melakukann
Mampu 2 5 ya dengan
merapik mandiri
an
rambut
sendiri

Keterangan:
1. Tidak pernah
menunjukan
2. Jarang
menunjukan
3. Kadang-kadang
menunjukan
4. Sering
menunjukan
5. Selalu
menunjukan

VI IMPLEMENTASI
Tanggal/Ja No Implementasi Respon Paraf
m Dx
18 1,2,3 -mencuci tangan sebelum -tangan terbebas dari kuma Christi
November ,4 melakukan tindakan keperawatan : keadaan umum baik, compos ne
2014 - mengkaji keadaan umum pasien mentis
21.00 WIB 1,2,3 O: TD = 110/70 mmHg, Christi
,4 nadi=80x/menit, ne
-Mengukur TD, nadi, suhu, dan RR RR=20x/menit, suhu=380C
S:
1 - Pasienmengatakanterasasakit di Christi
lukaoperasi, sakitterasaperih, senut- ne
senut di perutbagianbawah, rasa
- melakukan pengkajian nyeri sakitnyabertambahkalaubergerak
secara komprehensif termasuk hasilpengkajiannyeri :
1 lokasi, karakteristik, durasi, -P (Provokes) : luka post section caesar
frekuensi, kualitas dan faktor -Q (Quality) : Christi
presipitasi nyeriterasaperihsepertitertusuk-tusuk ne
- R (Regio) : perutbagianbawah
- S (Severity) : skalanyeri 7 (1-10)
- T (Time) :
nyeriterasaterusmenerus,
bertambahketikabergerak
O:
- Ekspresiklientampakmenahannyeri
-Terdapatluka post op setio Caesar pada
abdomen bagianbawah bentuk
vertikal.
S: pasien mengatakan lebih
nyaman da nyeri sedikit
berkurang
O: pasien minum obat

O: TD=110/70 mmHg, Nadi,


80x/menit, suhu 370C, RR=
20x/menit

S: pasien mengatakan nyeri


pada lukanya, terasa senut-senut
O: Luka terbaluk kasa steril,
insisi vertikal, terdapat darah
pada balutan
S: sudah mengganti pembalut 2
kali, darah sedang
O: lokeha rubra darah berwarna
merah kecoklatan, perineum
terdapat darah

-O: terdapat kontraksi uterus


TFU: 2 jari di bawah pusat
S: pasien mengatakan terasa
nyeri pada perutnya dan akan
bertambah ketika bergerak
sedikit
O: 11x/menit
S: pasien memahami informasi
yang diberikan

O: pasien nambak kesulitan


menggerakkan badan
S: pasien merasakan nyeri
ketika bergerak

O: keluarga pasien mengerti


pentingnya cuci tangan
O: pasien memahami
-mengajarkan tehnik nafas dalam
1 untuk mengatasi nyeri
O: pasien minum obat setelah
makan
Christi
O : klientampaklemah,
-memberikan obat paracetamol ne
pergerakanterbatas,
2 untuk menurunkan panas
kliendianjurkanbedrest 24 jam,
Tanggal 19 - mengukur TTV
pemenuhan ADL
November 1
kliendibantuolehkeluargadanper
2014 Christi
awat
05.30 -mengkaji luka post operasi sc ne
S: pasien nampak lebih segar
2.
dan rapi
Christi
ne
S: pasien terlihat lebih nyaman

O: pasien nampak mengerti dan


mengikuti instruksi perawat
-mengkaji perineum dan lokhea Christi
-tangan terbebas dari kuman
2. ne

-mengkaji kontraksi uterus Christi


1 ne

Christi
06.00 -mengkaji bising usus ne
3 - menganjurkan pasien
meningkatkan minum dan makanan
tinggi serat seperti sayur-sayuran
dan buah-buahan
3 - membantu pasien miring kanan
dan kiri dan menganjurkan untuk
melakukannya setiap 2 jam serta Christi
latihan duduk ne
-menganjurkan keluarga pasien
2 untuk mencuci tangan sebelum dan
sesudah
kontak dengan pasien dan bayi Christi
2. -menganjurkan pasien ne
meningkatkan intake kerbohidrat
06.30 dan protein seperti putih telur
2 - memberikan obat antibiotik
amoxilin 500 mg Christi
4 Mengkajikemampuanpemenuhanac ne
tivity daily livingklien
Christi
ne

07.00
4 - membantu pasien menyeka tubuh,
mengganti pakaian dan menyisir
rambut
4 - membantu menggantikan
2 pembalut Christi
- menganjurkan mengganti ne
pembalut maksimal 4 jam sekali
1,2,3
,4 -mencuci tangan setelah melakukan Christi
tindakan keperawatan ne
Christi
ne
Christi
ne

VII. EVALUASI
Tangga Diagnos Evaluasi Par
l / jam a af
19 Nyeri S: pasien mengatakan masih nyeri namun sudah sedikit berkurang setelah
Novem akut b.d melakukan nafas dalam, skala nyeri menjadi 6
ber agen O: - klienmasihtampakmenahannyeri
2014 injuri - Klienberistirahatuntukmenguranginyeri yang dirasakan
07.00 fisik - Saatnyeridatang, klienmelakukantekniknapasdalam
- TD : 110/70 mmHg, Nadi 80 x/menit, RR 20x/menit, suhu 370c
A: Masalah nyeri teratasi sebagian
Indikator Saat awal tujuan
ini
Melaporkan 4 2 4
adanya nyeri
Dapat 5 2 5
menggunakan
tehnik
nonfarmakolog
i untuk
mengatasi
nyeri
Klien 3 2 4
melaporkan
nyeri
berkurang

P: Lanjutkan intervensi
- Monitor TTV
- Anjurkanpasienuntukmelakukanrelaksasinapasdalamdandistraksiuntukmenguran
ginyeri
- Batasi pengunjung
- Ciptakan lingkungan yang nyaman
- Kolaborasi pemberian analgesik
19 Risiko S: pasien mengatakan nyeri terasa cenut-cenut
Novem Infeksi O: balutan luka insisi terdapat darah, suhu 370C
ber b.d luka A: Masalah teratasi sebagian
2014 insisi Indikator Saat awal tujuan
07.00 ini
WIB Klien terbebas 2 2 4
dari tanda dan
gejala infeksi
Mendeskripsikan 4 2 5
proses penularan
penyakit
Menunjukkan 4 2 5
kemampuan
untuk mencegah
timbulnya
infeksi
P: Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan pasien meningkatkan intake makanan tinggi karbohidrat dan protein
seperti putih telur
- Kaji tanda dan gejala infeksi
- Lakukan perawatan luka insisi
- Kolaborasi pemberian antibiotik
19 Konstip S: pasien mengatakan masih belum BAB, sudah intake sayuran dan minum 8
Novem asi b.d gelas perhari
ber kurang O: bising usus 11/menit
2014 aktivitas A: Masalah teratasi sebagian
07.00
WIB
Indikator Saat awal tujuan
ini
Bebas dari 2 2 4
ketidaknyamana
n dan konstipasi
Mengidentifikasi 5 2 5
indikator untuk
mencegah
konstipasi
P: Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan meningkatkan makanan tinggi serat
- Anjurkan meningkatkan minum
- Anjurkan meningkatkan mobilisasi sesuai kemampuan
19 Defisit S: pasien mengatakan masih sakit lukanya apabila bergerak.
Novem perawat O: pasien sudah tidak terpasang DC, pasien masih terbaring lemah, perawatan
ber an diri diri pasien masih dibantu oleh keluarga dan perawat
2014 b.d A: Masalah teratasi sebagian
07.00 kelemah Indikator Saat awal tujuan
WIB an ini
Kebersihan 4 2 5
diri klien
terpenuhi
Klien 2 2 5
mampu
mandi
sendiri
Klien 2 2 5
mampu
berpakaian
sendiri
Mampu 3 2 5
merapikan
rambut
sendiri
P: Lanjutkan Intervensi
- Kaji kemampuan ADL pasien
- Bantu pasien dalam melakukan ADL sampai bisa melakukan secara mandiri
- Dampingi klien dalam melakukan ADL mandiri