Anda di halaman 1dari 24

1.

Standar Prosedur Operasional

Tahapan Proses Tujuan Prosedur Monitoring Tindakan Rekaman


Koreksi
Penerimaan Bahan Tersedianya 1. Bahan makanan Petugas Bila tidak Formulir
Makanan bahan datang diterima gudang sesuai dengan penerimaan
makanan oleh petugas penyimpana spesifikasi bahan makanan
yang siap penerima bahan n yang ditelah
untuk diolah makanan memeriksa, ditetapkan
2. Petugas penerima mencatat maka akan
bahan makanan sesuai dikembalikan
menerima surat dengan ke supliyer
jalan yang spesifikasi tersebut
berisikan nama dan
bahan makanan, pemeriksaan
jumlah pesanan secara
dan spesifikasi visual
3. Bahan makanan terhadap
yang datang akan bahan yang
ditimbang diterima
(kuantitas) serta
diperiksa sesuai
dengan daftar
pesanan, dicek
kesesuaian antara
spesifikasi yang
telah ada didaftar
pesanan dengan
kondisi bahan
makanan yang
datang (Kwalitas)
4. Jika jumlah dan
mutu tidak sesuai,
petugas penerima
berhak
mengembalikanny
a atau diganti pada
saat itu juga
5. Petugas penerima
harus mencatat
semua bahan
makanan yang
diterima
6. Bahan makanan
basah akan
langsung
didistribuskan ke
bagian persiapan,
sedangkan bahan
makanan kering
1
disimpan
digudang/penyimp
anan kering
Penyimpanan Bahan Tersedia 1. Bahan makanan Petugas Bila tidak Formulir Jadwal
Makanan Basah bahan harus ditempatkan gudang sesuai maka Monitong Suhu
makanan siap secara teratur penyimpana dilakukan Ruangan
pakai dengan menurut macam n melakukan pengaturan Produksi
kualitas dan golongan pemantauan suhu ulang
kuantitas 2. Menggunakan suhu setiap
yang tepat bahan makanan pagi dan sore
sesuai dengan yang diterima
perencanaan terlebih dahulu
(FIFO = First In
First Out)
3. Setelah bahan
makanan basah
yang memenuhi
syarat diterima,
harus dibawa
keruang
penyimpanan
(gudang basah)
4. Apabila bahan
makanan
langsung akan
digunakan setelah
ditimbang dan
diawasi oleh
bagian
penyimpanan
bahan makanan
akan dibawa
keruang persiapan
5. Petugas gudang
akan mencatat dan
disimpan di
freezer dan
refrigator untuk
semua bahan
makanan basah
yang tersisa
dengan diberi
label tanggal
datang, jumlah
persediaan dan
tanggal
kadaluarsa buat
bahan tertentu

2
seperti sosis,
nugget dan bakso
6. Petugas
pemotongan lauk
hewani
mengeluarkan
persediaan lama
sesuai label
pemasukan yang
tertera pada setiap
bahan makanan
dan mengganti
label keluar
masuk serta
menambah label
pada makanan
yang baru
disimpan dalam
freezer atau
refrigator
7. Kebersihan dan
kontrol suhu
diperhatikan
setiap hari
Penyimpanan Bahan Tersedia 1. Bahan makanan 1. Petugas 1. Bila tidak 3. Formulir
Kering bahan yang harus gudang sesuai Jadwal
makanan siap ditempatkan penyimpa maka Monitong
pakai dengan secara teratur nan dilakukan Suhu
kualitas dan menurut macam melakuka pengaturan Ruangan
kuantitas golongan n suhu ulang Produksi
yang tepat 2. Menggunakan pemantau 2. Pengeceka 4. Kartu Stok
sesuai dengan bahan makanan an suhu n kartu
perencanaan yang diterima setiap stok
terlebih dahulu pagi dan dengan
(FIFO = First In sore. persediaan
First Out) 2. Petugas barang
3. Setelah bahan mencatat
makanan kering barang
yang telah masuk
memenuhi syarat dan
diterima, harus barang
dibawa keuang keluar
penyimpanan
(gudang kering)
4. Petugas gudang
akan mencatat
pemasukan
dikartu stok

3
semua
pengeluaran
mencatat di form
permintaan bahan
makanan yang
sudah tersedia dan
petugas gudang
menginput ke
SIM (Sistem
Informasi
Manajemen)
sebagai distribusi
barang
5. Persediaan barang
digudang
jumlahnya sama
dengan catatan
kartu stok
Persiapan dan Tersedianya 1. Semua jenis Petugas Jika Etiket
Pengolahan Bumbu bermacam – bumbu ditimbang melakukan persediaan Persediaan
macam dan dicuci hingga pengecekan tidak ada, Bumbu
bumbu dasar bersih persediaan maka
yang siap 2. Bawang merah dan bumbu dilakukan
pakai bawang putih pembuatan
sehingga (dikupas) bumbu dasar
memudahkan kemudian di halus
bagian goreng, jahe dan
produksi kunyit setelah
dalam proses dikupas akan
pemasakan dipanggang, kemiri
dipanggang/disang
rai
3. Semua bumbu
yang sudah matang
akan diblender dan
disimpan wadah
plastik sesuai jenis
bumbu. Siap
digunakan
4. Bumbu dasar
dibuat tiga kali
dalam seminggu
Pemasakan Lauk Tersedianya 1. Penumisan bumbu Pengecekan Jika belum Formulir
Hewani lauk hewani yang telah digiling secara visual matang Pemasakan
sesuai dengan dengan sempurna
standar menggunakan dilakukan
menu. Selain minyak goreng penambahan
itu 2. Masukkan lauk waktu

4
membunuh yang akan dimasak
bakteri atau 3. Untuk jenis ayam,
kuman yang telur dan daging
melekat pada diaduk sampai
bahan bumbu tercampur
makanan, semua, sedangkan
menambah untuk jenis ikan
cita rasadan tidak perlu karena
nilai cerna akan merusak
makanan tekstur dari ikan
tersebut
4. Tambahkan air
matang agar
lauknya tidak
kering
Pemasakan Lauk Tersedianya 1. Penumisan bumbu Pengecekan Jika belum Formulir
Nabati lauk hewani yang telah digiling secara visual matang Pemasakan
sesuai dengan 2. Penambahan air sempurna
standar matang dilakukan
menu. Selain secukupnya agar penambahan
itu bumbunya merata waktu
membunuh 3. Masukkan lauk
bakteri atau nabati (tahu/tempe)
kuman yang yang dimasak
melekat pada 4. Aduk secara
bahan perlahan agar
makanan, teksturnya tidak
menambah rusak
cita rasadan 5. Masukkan kembali
nilai cerna bumbu tambahan
makanan
Proses Distribusi Tersedia 1. Persiapan kereta Pengecekan Jika tidak Formulir Daftar
Makanan makanan dorong sebagai alat kesesuaian sesuai maka Permintaan
yang transportasi daftar makanan Makanan Pasien
berkualitas makanan agar permintaan diganti
sesuai sampai ke pasien makan dengan
standart gizi 2. Masukkan pasien makanan
dan makanan yang dengan yang sesuai
kebutuhan telah dikemas etiket makan dengan diit
pasien berdasarkan pasien pasien
sehingga ruangan pasien
mempercepat dirawat, agar
proses mudah dalam
penyembuha pembagiannya
n 3. Kereta di dorong
melalui lift
karyawan/lift
umum.

5
4. Untuk pasien yang
diit sesuai dengan
etiket makanan
sedangkan untuk
yang non diit
disesuaikan pada
daftar permintaan
makanan pasien.
5. Makanan
diletakkan di meja
pasien dan penyaji
makanan
mempersilahkan
pasien untuk
segera makan.

Standard Sanitation Operating Procedur (SSOP)

Kunci
Tujuan Prosedur Monitoring Koreksi Pencatatan
Sanitasi
Keamanan Mendapatkan air Pemeriksa - Pengujian - Menghentikan Formulir
Air yang memenuhi kualitas air mutu air setiap 6 penggunaan air jika monitoring
persyaratan air sebelum bulan sekali tidak sesuai dengan dan koreksi
minum untuk digunakan - Memeriksa mutu yang mutu air
proses pencucian oleh pihak instalasi air/ diisyaratkan hasil
dan produksi ketiga kondisi pipa air - Memperbaiki laboratorium
kerusakan
Laporan
perbaikan
instalasi air
Kondisi dan Mencegah Peralatan dan Memeriksa Peralatan yang sudah Formulir
kebersihan kontaminasi benda yang kebersihan semua tidak layak sebaiknya Pengecekan
permukaan produk kontak peralatan yang tidak digunakan Alat
alat yang dengan bahan kontak langsung
kontak pembuatan dengan produk Memberikan sanksi
langsung dendeng sapi sebelum terhadap karyawan
dengan seharusnya digunakan yang tidak mengikuti
bahan terbuat dari aturan
pembuatan bahan yang Mengawasi
dendeng sapi dapat penggunaan
mencegah talenan, pisau, dan
kontaminasi alat – alat
produksi sesuai
Setiap peruntukannya
peralatan dan
wadah selalu
dalam

6
keadaan
bersih dan
disanitasi

Memisahkan
penggunaan
talenan dan
pisau untuk
bahan ayam
dan bahan
baku yang
lain
Pencegahan Melindungi Menggunakan Memeriksa Menegur penjamah Formulir
kontam produk dari tempat kepatuhan yang tidak patuh Hygiene dan
inasi kontaminasi sampah yang pembuangan Sanitasi
silang lingkungan dan tertutup sampah sesuai Memberi sanksi Karyawan
penjamah jenisnya penjamah yang tidak
makanan Memisahkan patuh
sampah Memeriksa
berdasarkan kepatuhan
jenisnya. penjamah dalam
mengikuti aturan
Penjamah pengolahan
makanan pangan yang baik
menggunakan
APD lengkap

Penjamah
makanan
selalu
mencuci dan
mendisinfeksi
tangan
sebelum
melakukan
pengolahan
dan setelah
dari toilet
Menjaga Menjaga hygiene Fasilitas cuci Mengecek Melengkapi fasilitas Formulir
fasilita dan sanitasi tangan kelengkapan hygiene dan sanitasi Sanitasi
s penjamah dilengkapi fasilitas hygiene
pencuc makanan dengan sabun, dan sanitasi Memperbaiki fasilitas
i desinfeksi sarana sanitasi yang
tangan, Memeriksa jadwal rusak
sanitasi Melakukan pembersihan toilet
dan cuci tangan
toilet dengan benar Memeriksa
kepatuhan

7
penjamah
Jumlah toilet makanan
disesuaikan
dengan
jumlah
karyawan

Menjaga
kebersihan
toilet dan
ruang ganti
karyawan
Proteksi Melindungi Desain ruang Memeriksa Melakukan perbaikan Laporan
bahan- produk dari pengolahan kondisi ruang ruang pengolahan perbaikan
bahan bahan-bahan dapat pengolahan ruang
kontam yang dapat melindungi pengolahan
inan mengkontaminasi produk dari
kontaminasi
Pelabelan, Melindungi Semua bahan Memeriksa Memusnahkan bahan Laporan
penyim produk dari diberi label penyimpanan yang sudah sanitasi
panan bahan-bahan dengan benar sesuai dengan terkontaminasi harian
dan yang dapat jenisnya
penyim mengkontaminasi Memisahkan
panan penyimpanan
bahan bahan pangan
toksik dengan non
yang pangan
benar
Pengawasan Melindungi Memastikan Memeriksa Memberikan izin Absensi
kondisi produk dari penjamah kesehatan tidak hadir bekerja karyawan
kesehat bahan-bahan makanan penjamah bagi karyawan yang
an yang dapat dalam kondisi makanan secara sakit Laporan
personi mengkontaminasi sehat, tidak rutin kepatuhan
l mengidap Memberikan teguran penjamah
penyakit Memeriksa pada karyawan yang makanan
menular kepatuhan tidak patuh
penjamah
Penjamah
makanan
memiliki
perilaku yang
baik pada saat
melakukan
pengolahan

Menerapkan
praktik
higienis yang

8
baik

9
10
PENERAPAN HACCP IKAN TENGGIRI SAUS TOMAT

1. TIM HACCP

Tahap 1 : Pembentukan Tim HACCP

DOKUMEN HACCP No Dokumen :

Revisi :

TIM HACCP Tanggal :

Halaman :

No. Nama Jabatan Dalam Tim Keahlian


1. Aufa Arina Ketua
2. Frischilia Almuksi Sekretaris
3. Merlina Sundari Anggota
4. Regfasari M. Anggota
5. Trisnawati Angriani Anggota

2. KARAKTERISTIK PRODUK PANGAN

DOKUMEN HACCP No Dokumen :

Revisi :

DESKRIPSI PRODUK Tanggal :

Halaman :

1. Nama Produk -

2. Deskripsi Produk Ikan Tenggiri Saos Tomat

3. Komposisi Produk Bawang merah, ikan tenggiri, bawang putih,


kemiri, jahe, kunyit, ketumbar, daun salam, daun
jeruk, sereh, garam dan pasta tomat

11
4. Karakteristik Produk Olahan
Produk

6. Karakteristik - Bawang merah (kimia,biologi) = pestisida dan


keamanan pangan kapang
(bahaya biologi, - Bawang putih (kimia,biologi) = pestisida dan
fisik, kimia) kapang
- Kemiri (fisik) = pasir, kerikil, batu
- Jahe (fisik) = tanah, pasir
- Kunyit (fisik) = tanah, pasir
- Ketumbar (fisik) = pasir, kerikil, batu
- Daun salam (biologi) = serangga
- Sereh (fisik, biologi) = serangga dan memar
- Pasta tomat (fisik) = kaleng penyok
- Garam (fisik) = pasir, kerikil, batu
- Ikan tenggiri (mikrobiologi, fisik) = Clostridium
perfringens, pasir

7. Pengemas primer Sterofoam dan Wrap Plastic

8. Pengemas sekunder -

9. Informasi pada label -

10. Kondisi Suhu chiller


penyimpanan

11. Umur simpan 1 hari

12. Metode Distribusi Sentralisasi

13. Target pengguna Pasien RSUD Pasar Rebo


(sasaran konsumen)

12
3. DESKRIPSI BAHAN – BAHAN DARI IKAN TENGGIRI SAOS TOMAT

ADDITIVES/INGREDIENTS/RAW MATERIALS

Nama : Bawang Merah Nama : Bawang Putih Nama : Kemiri


Kupas Kupas
Deskripsi : Kualitas baik, Deskripsi : Kualitas baik, Deskripsi : Kualitas baik,
segar, tidak busuk segar, tidak busuk kemasan tidak rusak, tidak ada
Asal : Supplier yang telah Asal : Supplier yang telah benda asing
sepakat dengan spesifikasi sepakat dengan spesifikasi Asal : Supplier yang telah
yang telah ditetapkan yang telah ditetapkan sepakat dengan spesifikasi
Transportasi : Motor dengan Transportasi : Motor yang telah ditetapkan
keranjang dengan keranjang Transportasi : Motor dengan
Kemasan : Karung waring 10 Kemasan : Karung plastik 5 keranjang
kg kg Kemasan : Plastik 5 kg
Treatment : Penyimpanan Treatment : Penyimpanan Treatment : Penyimpanan
basah basah kering

Nama : Jahe Nama : Kunyit Nama : Ketumbar

Deskripsi : Segar, tua, bersih, Deskripsi : Kualitas baik, Deskripsi : Kualitas baik,
giling/utuh segar, dan tidak busuk kemasan tidak rusak, tidak ada
Asal : Supplier yang telah Asal : Supplier yang telah benda asing
sepakat dengan spesifikasi sepakat dengan spesifikasi Asal : Supplier yang telah
yang telah ditetapkan yang telah ditetapkan sepakat dengan spesifikasi
Transportasi : Motor dengan Transportasi : Motor yang telah ditetapkan
keranjang dengan keranjang Transportasi : Motor dengan
Kemasan : Plastik 5 kg Kemasan : Plastik 5 kg keranjang
Treatment : Penyimpanan Treatment : Penyimpanan Kemasan : Plastik 5 kg
basah basah Treatment : Penyimpanan
kering

13
Nama : Daun Salam Nama : Sereh Nama : Pasta Tomat

Deskripsi : Kualitas baik, Deskripsi : Bahan segar dan Deskripsi : :Kualitas baik, dan
segar, tidak layu kualitas baik kemasan tidak rusak
Asal : Supplier yang telah Asal : Supplier yang telah Asal : Supplier yang telah
sepakat dengan spesifikasi sepakat dengan spesifikasi sepakat dengan spesifikasi
yang telah ditetapkan yang telah ditetapkan yang telah ditetapkan
Transportasi : Motor dengan Transportasi : Motor Transportasi : Mobil tertutup
keranjang dengan keranjang Kemasan : Kardus
Kemasan : Plastik 5 kg Kemasan : Plastik 5 kg Treatment : Penyimpanan
Treatment : Penyimpanan Treatment : Penyimpanan kering
basah basah
Nama : Garam Nama : Ikan Tenggiri

Deskripsi : Kualitas baik, dan Deskripsi : Kualitas baik,


kemasan tidak rusak segar dan tidak berbau
Asal : Supplier yang telah Asal : Supplier yang telah
sepakat dengan spesifikasi sepakat dengan spesifikasi
yang telah ditetapkan yang telah ditetapkan
Transportasi : Mobil tertutup Transportasi : Mobil
Kemasan : Plastik dan kardus tertutup
Treatment : Penyimpanan Kemasan : Plastik 10 kg
kering Treatment : Penyimpanan
basah

14
4. DIAGRAM ALIR PROSES

Penerimaan Bahan Makanan

Pemilihan Bahan baku segar


(daging ikan tenggiri, bawang
Pemilihan Bahan baku kering
merah kupas, bawang putih
(Kemiri, garam dan pasta
kupas, jahe, sereh, kunyit, daun
tomat)
salam, dan daun jeruk)

Penyimpanan basah pada


suhu -5 s/d 0oC Penyimpanan kering pada
suhu 19 - 20oC

Pengambilan bahan makanan


(Persiapan)

Bumbu - bumbu Bawang


Ikan Tenggiri
merah dan
bawang
putih kupas,
Pencucian
jahe, kunyit,
Pencucian
garam,
kemiri
dihaluskan

Penumisan bumbu -
bumbu

Penambahan air dan dimasak hingga mendidih pada suhu


99,04oC (dalam 1,54 detik) selama 40 – 41 menit

Ikan tenggiri ditambahkan dan dimasak hingga matang


pada suhu 100,6oC (dalam 1 menit) selama 30 menit

15
Angkat dan sajikan
5. ANALISA BAHAYA

Lengkapi Bagian 1 : Analisa Bahaya dan Tindakan Pengendalian (Lengkapi Setiap Baris) Diisi setelah BAGIAN selesai
dilengkapi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Tahap Identifikasi potensi Apakah bahaya tersebut Justifikasi keputusan Tindakan apa yang Apakah tahap ini CCP?
bahaya yang timbul, SIGNIFIKAN (Yes or No) pada kolom dilakukan untuk (Y/N)
dikendalikan atau S P R Sign (3) mengendalikan bahaya
berkembang (Y/N) yang signifikan?
Penerimaan B ( Salmonella sp. dan H H H Y S = diare Ikan tenggiri yang diterima P1 : Y
Daging Ikan Escherichia coli) P = Penerimaan bahan sesuai dengan spesifikasi P2 : T
Tenggiri baku segar dengan yang telah ditentukan dan P3 : Y
kualitas baik serta pada proses persiapan ikan P4 : Y
pencucian daging dicuci hingga bersih. Jika Bukan CCP
dengan bersih serta ditemukan daging yang
penyimpanan dengan tidak sesuai maka
suhu yang sesuai dikembalikan kepada

16 supplier.
Penerimaan K ( Pestisida) L L L T S = keracunan dan efek Dilanjutkan GMP dan SSOP
Bawang jangka panjang dapat
Merah dan menyebabkan kanker
Bawang P = Pencucian bahan
putih Kupas dengan bersih sebelum
digunakan
B (Kapang) L L L T S = mual dan muntah
P = sortir bawang
merah dan bawang
putih yang sesua
dengan spesifikasi
Penerimaan F (Pasir, kerikil) L L L T S = Gusi berdarah Pemeriksaan dengan teliti Dilanjutkan SSOP dan GMP
kemiri P = Diterima dalam saat penerimaan kemiri
keadaan bersih dan
tidak ditemukannya
benda asing saat
penerimaan
Peneriman F (Tanah, pasir) L L L T S = Gusi berdarah Pemeriksaan dengan teliti Dilanjutkan SSOP dan GMP

17
Jahe P = Diterima dalam saat penerimaan kemiri
keadaan bersih dan
tidak ditemukannya
benda asing saat
penerimaan
Penerimaan F (Tanah, pasir) L L L T S = Gusi berdarah Pemeriksaan dengan teliti Dilanjutkan SSOP dan GMP
Kunyit P = Diterima dalam saat penerimaan kunyit
keadaan bersih dan
tidak ditemukannya
benda asing saat
penerimaan
Penerimaan F (Tanah, pasir) L L L T S = Gusi berdarah Pemeriksaan dengan teliti Dilanjutkan SSOP dan GMP
Ketumbar P = Diterima dalam saat penerimaan ketumbar
keadaan bersih dan
tidak ditemukannya
benda asing saat
penerimaan

18
Penerimaan F(Kaleng penyok) H M L T S = Keracunan Dilanjutkan SSOP dan GMP
Pasta Tomat P = Penerimaan bahan
diperhatikan dan
dilakukan pengecekan
sebelum menggunakan
Penerimaan F (Tanah, pasir) L L L T S = Gusi berdarah Dilanjutkan SSOP dan GMP
Garam P = Diterima dalam
keadaan bersih dan
tidak ditemukannya
benda asing saat
penerimaan
Penyimpanan B (Salmonella sp) H H H Y S = diare Jika ditemukan suhu tidak P1 : Y
basah P = Penyimpanan sesuai, maka segera P2 : Y
dengan suhu yang pengaturan suhu seperti Critical Control Point (CCP)
sesuai dengan standar seharusnya

Penyimpanan B ( Serangga dan hewan H H H Y S = diare Bahan makanan yang P1 : Y


Kering pengerat) P = Pembersihan ditemukan kontaminasi P2 : T

19
gudang secara berkala dengan serangga dan P3 : Y
hewan pengerat tidak P4 : Y
digunakan lagi Bukan CCP
Pemilihan B (S.aureus) M H M T Mencuci tangan sebelum Dilanjutkan SSOP dan GMP
(Sortasi) berkontak dengan bahan
makanan dan
menggunakan APD
lengkap
Pencucian K (logam berat) L H L T S = diare Dilanjutkan SSOP dan GMP
B (E.Coli) P = air yang digunakan
telah lulus uji
mikrobiologi dan tidak
mengandung logam
berat
Penumisan F ( Kerak sisa makanan L L L T S = Mengganggu Dilanjutkan SSOP dan GMP
yang menempel di tenggorokan begitu
peralatan penggorengan) tertelan.
P = Penggunaan alat

20
yang bersih bebas
kerak sisa makanan
Perebusan B (Salmonella sp) H H H Y S = diare Penambahan waktu hingga P1 : Y
P = Perebusan sesuai mencapai suhu yang sesuai P2 : Y
waktu dan suhu yang dengan yang ditentukan CCP
ditentukan

Penyajian F (Rambut, benda asing) L H M T S = sakit perut Dilanjutkan SSOP dan GMP
P = penjamah makanan
menggunakan APD
yang lengkap

21
HACCP PLAN

Batas Kritis Monitoring


Critical Hazard
untuk setiap Tindakan
Control yang Verifikasi Records
Tindakan Apa Bagaimana Kapan Siapa Dimana Koreksi
Point (CCP) Signifikan
Pengendalian

Penyimpanan B Suhu - 5 s/d Suhu Pemantauan Minimal Ahli Di ruang Jika Laporan Formulir
basah (Salmonella 10oC lemari secara 2 kali Gizi penyimpanan ditemukan pemantauan Jadwal
sp) pendingin berkala dalam basah suhu tidak suhu Monitoring
sehari sesuai, maka Suhu
segera Refrigator
pengaturan
suhu seperti
seharusnya

Perebusan B Suhu 100,6oC Suhu dan Dilakukannya Disaat Ahli Di ruang Penambahan Laporan Formulir
(Salmonella selama 30 waktu pengecekan sudah Gizi pengolahan waktu pemantauan Prosedur
sp) menit suhu dengan mendidih hingga suhu Pengolahan
termometer mencapai

22
dan melihat suhu yang
waktu lama sesuai
perebusan dengan yang
ditentukan

23
BAB III

PEMBAHASAN

Ikan tenggiri bumbu tomat merupakan salah satu menu makan sore/malam
pada siklus menu hari pertama di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur. Menu ikan
tenggiri bumbu tomat terbuat dari daging ikan tenggiri, bawang merah kupas,
bawang putih kupas, jahe, sereh, kunyit, daun salam, dan daun jeruk, kemiri,
garam dan pasta tomat. Menu ini diperuntukkan bagi pasien yang berdiet dan
pasien kelas II dan kelas III. Pengemas primer menu ini berupa sterofoam yang
ditutupi oleh wrapping plastic dan distribusikan dengan menggunakan trolley oleh
petugas distribusi secara sentralisasi.

24