Anda di halaman 1dari 6

Antropologi Gizi

Antropologi gizi adalah disiplin ilmu tentang gizi dan antropologi yang memperhatikan
gejala-gejala antropologi yang mengganggu status gizi manusia,studi mengenai makanan
dalam konteks budayanya , yang menunjuk kepada masalah-masalah yang praktis ini jelas
merupakan suatu peranan para ahli antropolog.

Kekurangan gizi di dunia ini bukan saja karena kekuarangan ketersediaan pangan, melainkan
juga karena adanya kebudayaan-kebudayaan dan kepercayaan yang mengikat suatu
masyarakat, misalnya berupa larangan-larangan mengonsumsi makanan tertentu yang
padahal merupakan sumber zat gizi. Pembatasan budaya dapat dilihat dalam :

1. Kegagalan untuk melihat hubungan antara makanan dan kesahatan.

Mereka menganggap bahwa mengkonsumsi makanan sumber protein seperti daging dapat
menyebabkan cacingan pada anak-anak.

2. Kegagalan untuk mengenali kebutuhan gizi pada anak-anak.

Hal ini bermula dengan terjadinya kekurangan protein di ghana yang disebut dengan
kwashiorkor. Namun masyarakat setempat tidak mempercayai bahwa penyebab penyakit
tersebut karena kekurangan protein melainkan karena faktor psikologik tepatnya karena rasa
cemburu, adiknya akan lahir dan marah karena terlalu cepat disapih. Gejala ini biasa disebut
oleh masyarakat meksiko “chipil”. Oleh karena itu perlu diberikan pendidikan gizi kepada
para ibu tentang pentingnya asupan zat gizi untuk anak mereka.

Antropologi kesehatan didefenisikan sebagai aktivitas formal antropologi yang berhubungan


dengan kesehatan dan penyakit (lieban 1973). Antropologi kesehatan mencakup studi tentang
fenomena medis. Antropologi kesehatan didorong oleh rasa ingin tahu tentang perilaku
kesehatan manusia dalam manifestasinya yang seluas-luasnya.

Secara konseptual perspektif dan pusat perhatian dari aktivitas yang dilakukan antropologi
kesehatan dapat dijajarkan dalam satu kontinum, dengan ujung yang satu disebut kutub
biologi sedangkan ujung lainnya disebut sosio budaya.

- Kutub biologi mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan penyakit, proses penyakit.
- Kutub sosio dudaya mengarah pada medis tradisional (etnomedisin), prilaku masyarakat,
hubungan antara pasien dan dokter.

Peran Sosiologi dan Antropologi dalam Bidang Gizi

Peran Sosiologi

Peran Sosiologi :
 Sebagai ahli riset : penelitian ilmiah & pembinaana pola pikir terhadap
masyarakat
 Konsultan kebijakan : menganalisis fakta sosial, dinamika sosial &
kecenderungan proses serta perubahan sosial
 Teknisi dalam perencanaan & pelaksanaan program kegiatan
masyarakat
 Peran sebagai pendidik kesehatan : wawasan & pemahaman thd tenaga
kesehatan/ pengambil kebijakan kesehatan
 Manfaat Sosiologi bg kesehatan :
– Mempelajari cara org meminta pertolongan medis
– Mengetahui latar belakang sosial-ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan
layanan kesehatan
– Menganalisis faktor-faktor sosial dalam hubungannya dg etiologi penyakit
– Menganalisis fakta –fakta sosial (sakit, cacat fisik)
 Penilaian klinis lebih rasional
 Menghargai perilaku pasien, kolega & organisasi
 Menangani kebutuhan sosial –emosional pasien

Peran Antropologi
Gizi merupakan elemen penting bagi tubuh manusia, oleh karena
pengaruh unsure social budaya maka pemenuhan gizi sering terbentur lewat
pemahaman manusia atau kelompok tertentu dalam memandang suatu fenomena
budaya yang memuat pantangan terhadap makanan tertentu atau sebaliknya
pengkonsumsian makanan sesuai tradisi yang sebetulnya belum tentu tepat.
Hubungan antropologi dengan gizi ini sangat erat. Seseorang atau suatu
kelompok masyarakat mengalami gizi buruk atau kekurangan gizi bukan hanya
karena masalah ekonomi, akan tetapi bisa juga diakibatkan oleh kepercayaan
atau budaya seseorang. Banyak sekali terdapat suatu kelompok masyarakat yang
mengalami gizi buruk dikarenakan mereka percaya kepada kepercayaan atau
kebudayaan mereka. Terkadang mereka mengalami gizi buruk padahal ekonomi
mereka mencukupi. Ini karena mereka tidak mau memakan makanan yang
seharusnya mereka makan karena mereka percaya kepada kebudayaan dan
kpercayaan mereka, padahal makanan tersebut mengandung banyak zat gizi
yang dibutuhkan tubuh. Hal ini menyebabkan banyaknya suatu kelompok
masyarakat yang kekurangan gizi, padahal dalam kelompok masyarakat itu
terdapat cukup banyak makanan yang mengandung gizi. Terkadang kecil sekali
kemungkinan kita dapat memperbaiki gizi disuatu daerah, jika apa yang kita
sarankan itu bertentangan dengan kebudayaan mereka. Mempelajari ilmu
antropologi kita akan mengetahui bagaimana menangani masalah kesehatan atau
kekurangan gizi suatu masyarakat serta dengan ilmu ini kita dapat meyakinkan
masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan betapa pentingnya makanan yang
mengandung gizi untuk tubuh kita. Kita juga dapat menyarankan kepada
masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi yang
tidak bertentangan dengan kebudayaan mereka. Memang kita akan kesulitan
untuk merubah perilaku seseorang yang diakibatkan oleh budaya, hal itu akan
memakan atau membutuhkan proses yang lama dan panjang.

Gizi
Gizi merupakan zat yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita dan
untuk mengetahui tentang gizi ini kita harus lebih mendalam mempelajari tentang gizi.
Almatsier (2004 : 3) menyatakan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu
tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “gizi” berasal dari
bahasa Arab Ghidza, yang berarti “makanan”. Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan
makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia.Menurut Almatsier (2004 : 3) zat gizi adalah
ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi,
membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses jaringan. Dengan
demikian, apabila kita memilih makanan sehari-hari kita harus memilih dengan baik karena
makanan yang baik dapat memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal
tubuh.Jadi apabila kita memilih makanan, kita harus memilih makanan yang mengandung zat
gizi yang berfungsi seperti yang dikatakan oleh Almatseir.zat-zat gizi yang dapat memberikan
energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi
yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.Kegiatan tubuh yaitu untuk :
a. Pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh menggunakan protein, mineral, dan air adalah
bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru,
memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak.
b. Mengatur proses tubuh menggunakan protein, mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk
mengatur proses tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai
buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai pangkal
organisme yang bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh.
( Almatsier, 2004 )
Gizi baik adalah keadaan gizi seseorang menurut ukuran berat badan dan umur sesuai dengn
acuan baku atau normal. Keadaan gizi yang baik terjadi karena adanya keseimbangan jumlah
makanan yang dimakan dan yang dibutuhkan tubuh.
Gizi salah (malnutrition)adalah keadaan gizi akibat kekurangan atau kelebihan secara
relative maupun absolut pada satu atau lebih gizi.Dapat berupa kekurangan gizi
(undernutrition), kelebihan gizi (overnutrition), kekuranagan zat gizi tertentu (specific
deficiency), ketidakseimbanagn zat-zat gizi (imbalance).
(Sandjaja, 2010).

Hubungan antara Antropologi dengan Gizi

Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan
dengan manusia dan budayanya, dan di dalam antropologi juga diterangkan tentang
antropologi kesehatan yang menerangkan tentang hubungan manusia, budaya, dan kesehatan.
Di dalam antropologi kesehatan ini diterangkan dengan lebih jelas tentang tingkah laku
manusia yang mempengaruhi kesehatannya dikarenakan budayanya. Gizi merupakan zat
yang terdapat di dalam makanan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Dengan
mengkonsumsi gizi seseorang dapat tumbuh dengan baik karena zat gizi ini dapat
memberikan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tubuh dapat terpelihara
dengan baik.
Setelah mengetahui tentang antropologi dan gizi, maka sedikit banyak kita dapat melihat
hubungan antara antropologi dengan gizi. Hubungan antropologi dengan gizi ini sangat kuat
sekali atau sangat erat. Seseorang atau suatu kelompok masyarakat mengalami gizi buruk
atau kekurangan gizi bukan hanya karena masalah ekonomi, akan tetapi bisa juga diakibatkan
oleh kepercayaan atau budaya seseorang. Banyak sekali terdapat suatu kelompok masyarakat
yang mengalami gizi buruk dikarenakan mereka percaya kepada kepercayaan atau
kebudayaan mereka. Mereka mengalami gizi buruk karena mereka tidak mau memakan
makanan yang seharusnya mereka makan yang jelas mengandung banyak gizi dikarenakan
mereka mempercayai bahwa makanan tersebut tidak boleh dimakan ataupun kebudayaan
mereka melarang mereka untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Hal ini tentu saja sangat
mengecewakan karena banyak sekali kelompok masyarakat yang kekurangan gizi karena
tidak bisa mendapatkannya karena masalah ekonomi. Akan tetapi ada suatu kelompok
masyarakat yang mampu untuk mendapatkan makanan tersebut namun mereka tidak
mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Hal ini menyebabkan banyaknya suatu
kelompok masyarakat yang kekurangan gizi, padahal dalam kelompok masyarakat itu
terdapat cukup banyak makanan yang mengandung gizi.
Setelah mengetahui hubungan antara antropologi dengan gizi, maka kita sebagai
penyuluh kesehatan penting sekali bagi kita untuk mempelajari antropologi atau kebudayaan
penduduk setempat yang akan diberi penyuluhan. Dengan mempelajari antropologi akan
memudahkan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena kalau kita sebelum
memberikan penyuluhan kita mempelajari kepercayaan-kepercayaan atau kebudayaan
penduduk setempat akan memudahkan kita untuk memberikan penyuluhan karena kita sudah
mengetahui seluk beluk masyarakat tersebut. Dengan ilmu antropologi kita akan mengetahui
bagaimana menangani masalah kesehatan atau kekurangan gizi suatu masyarakat. Dengan
ilmu ini kita dapat meyakinkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan ini dan betapa
pentingnya makanan yang mengandung gizi untuk tubuh kita, ataupun kita bisa memberikan
alternatif lain yaitu dengan cara kita memberikan
penyuluhan dengan cara menyarankan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi
makanan yang mengandung banyak gizi yang tidak bertentangan dengan kebudayaan mereka.
Agar apa yang kita usahakan tidak sia-sia karena tidak mungkin atau kecil sekali
kemungkinan kita dapat memperbaiki gizi syatu daerahkalau apa yang kita sarankan itu
bertentangan dengan kebudayaan mereka. Akan sulit sekali kita merubah perilaku seseorang
yang diakibatkan oleh budaya, hal itu akan memakan atau membutuhkan proses yang lama
dan panjang.