Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Identitas pemrakarsa

Nama : Zainal Arifin


Jabatan : Ketua Umum
Alamat Pemrakarsa : Jl. Letjend. S. Parman, RT 018 / RW
004, Kelurahan Kampung Besar Kota,
Kecamatan Rengat
Nama Perusahaan : Yayasan Paramita Inhu
Penanggung Jawab : Zainal Arifin
Alamat Usaha/Kegiatan : Jl. Narasinga Kelurahan Kampung
Besar Kota, Kecamatan Rengat.

B. Latar Belakang Usaha dan/atau Kegiatan

Yayasan Paramita Inhu didirikan berdasarkan Surat keputusan Menteri

Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU –

6012.ah.01.04. Tahun 2011, tertanggal 9 September 2011. Yayasan Paramita

Inhu berkedudukan di Jalan Syahriar Nomor 1, RT 03, RW 02, Kecamatan

Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, sesuai dengan Akta Nomor 42 tanggal 12

Mei 2011 yang dibuat oleh Notaris Himawan, SH, berkedudukan di Kabupaten

Indragiri Hulu.

Sebagai yayasan yang memfokuskan diri bergerak dalam bidang sosial

dan keagamaan, Yayasan Paramita Inhu telah menunjukkan eksistensinya

dalam upaya meningkatkan kualitas kualitas sumber daya manusia melalui

pendirian sejumlah lembaga pendidikan, pelaksanaan kegiatan sosial

kemasyarakatan, serta terlibat aktif dalam pelaksanaan pembangunan

bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu.

Yayasan Paramita Inhu juga terlibat secara aktif dalam pengembangan

kegiatan seni budaya tradisional masyarakat, pembinaan prestasi olahraga

melalui pembangunan sejumlah sarana olahraga di Kabupaten Indragiri Hulu

1
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
serta upaya menjaga kerukunan antar umat bergama di Kabupaten Indragiri

Hulu.

Agar eksistensi Yayasan Paramita Inhu lebih dirasakan manfaatnya oleh

masyarakat, Yayasan Paramita Inhu merencanakan membangun Gedung

Serba Guna yang berlokasi di Jalan Narasinga, Kelurahan Kampung Besar

Kota, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Bagunan ini akan menjadi

pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan Yayasan Paramita Inhu.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan pembangunan gedung serba

guna tersebut, Yayasan Paramita Inhu memperhatikan aturan-aturan dan

kaidah-kaidah lingkungan seperti yang disyaratkan sesuai dengan Peraturan

Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman

Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup yang termasuk didalamnya

dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya

Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) serta Peraturan Bupati Indragiri Hulu

Nomor 23 Tahun 2009 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang

wajib dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya

Pemantauan Lingkungan (UPL) dan Dokumen Pengelolaan Lingkungan (DPL).

C. Maksud dan Tujuan Penyusunan UKL - UPL

Adapun maksud dan tujuan disusunnya Dokumen UKL – UPL ini adalah

sebagai berikut:

1. Tersusunnya pedoman yang jelas dalam pelaksanaan pengelolaan dan

pemantauan dampak lingkungan yang timbul akibat kegiatan pembangunan

Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu.

2. Memberikan rujukan yang memudahkan aparat pengawas dan pengendali

dalam melakukan pengawasan dan pembinaan.

2
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
3. Sebagai salah satu persyaratan yang dibutuhkan untuk proses pengurusan

izin-izin yang diperlukan untuk pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu.

BAB II
RUANG LINGKUP KEGIATAN

3
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
A. Nama Rencana Usaha dan /atau Kegiatan

Rencana usaha dan/atau kegiatan adalah Pembangunan Gedung Serba Guna

Yayasan Paramita Inhu.

B. Lokasi Rencana Usaha dan /atau Kegiatan

Lokasi usaha dan/atau kegiatan terletak di Jalan Narasinga Rengat, Kelurahan

Kampung Besar Kota, Kecamatan Rengat dengan batas-batas administrasi

sebagai berikut :

 Sebelah utara : Dinas Perdagangan

 Sebelah selatan : Christian Buhari Eri

 Sebelah timur : Jalan S. Parman

 Sebalah barat : Jalan Narasinga

Titik koordinat lokasi usaha dan /atau kegiatan pembanguan Gedung Serba

Guna Yayasan Paramita Inhu terletak pada :

C. Skala Usaha dan/atau Kegiatan

Pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Rengat dilaksanakan di

atas lahan seluas 1.116 m2. Lahan yang digunakan telah dibeli dari

masyarakat dan menjadi aset Yayasan Paramita Inhu.

D. Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan /atau Kegiatan


1. Kesesuaian Lokasi dengan Tata Ruang

Dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu serta operasional kedepannya tidak akan terjadi persoalan

atau gangguan dari lingkungan karena lokasi atau areal tersebut sesuai

dengan peruntuk tata ruang Kabupaten Indragiri Hulu.

2. Persetujuan atau perizinan

4
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
Kegiatan pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu

dilaksanakan berdasarkan perizinan yang sudah disetujui Pemerintah

Kabupaten Indragiri Hulu melalui instansi yang berwenang. Pengurusan

izin dilakukan bersamaan dengan pengurusan izin lainnya, diantaranya

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan

Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sesuai

Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 23 Tahun 2009 tentang jenis

rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Upaya

Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

dan Dokumen Pengelolaan Lingkungan (DPL).

3. Uraian Mengenai Komponen Rencana Usaha

dan /atau Kegiatan yang Dapat Menimbulkan Dampak Lingkungan

Pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu dilengkapi

dengan berbagai sarana dan prasarana yang dalam tahapan

pembangunannya akan memberikan berbagai dampak lingkungan, baik

dampak positif maupun negatif. Untuk mengetahui dampak lingkungan

yang akan terjadi akibat pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu, perlu dilakukan analisis terhadap jenis dan besaran

dampak dari masing-masing tahapan kegiatan.

a. Tahap Prakonstruksi

1) Survey dan Perencanaan Umum

Kegiatan survey terhadap lokasi pembangunan dilakukan untuk

mendapat informasi dasar yang akan digunakan sebagai bahan

perencanaan umum. Adapun sub kegiatan yang dilaksanakan

dalam kegiatan survey dan perencanaan umum diantaranya ;

- Pengamatan lokasi pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu seperti bentuk topografi, akses jalan, tutupan

5
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
lahan, sumber mata air, kegiatan di sekitar rencana lokasi dan

lain-lainnya.

- Penentuan batas-batas lokasi pembangunan.

- Wawancara dan melakukan pertemuan-pertemuan dengan

masyarakat sekitar lokasi untuk mendapatkan tanggapan

terhadap rencana pembangunan gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu.

- Penentuan lokasi untuk pembangunan sarana dan prasarana

gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu seperti areal parkir,

taman serta saluran air.

2) Mobilisasi Tenaga Kerja

Mobilisasi tenaga kerja merupakan salah satu kegiatan perekrutan

tenaga kerja dengan mendatangkan tenaga kerja ahli dan tenaga

kerja harian, baik dari luar maupun dari sekitar lokasi pembangunan

gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu. Adapun tenaga kerja

yang dibutuhkan adalah tenaga kerja harian (buruh bangunan),

tenaga arsitektur, tenaga ahli sipil dan tenaga kerja bidang elektrikal

dan lainnya.

3) Mobilisasi Alat dan Bahan

Mobilisasi alat dan bahan merupakan kegiatan mendatangkan dan

memindahkan berbagai peralatan untuk keperluan pembersihan

lahan, pembuatan saluran drainase, pembuatan pondasi serta

pekerjaan lainnya untuk mendukung dan memudahkan pelaksanaan

pembangunan gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu.

Selain itu, material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan

pembangunan berupa besi, semen, pasir diperoleh dari sekitar

6
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
lokasi pembangunan, sedangkan material lain seperti batu, pasir,

kayu balok, papan dan bahan galian untuk timbunan diperoleh dari

luar lokasi kegiatan.

4) Pengukuran dan Pasang Bowplank

Sebelum pekerjaan pembangunan dilaksanakan, terlebih dahulu

dilakukan pengukuran tanah secara teliti agar tidak terjadi

kesalahan dan menimbulkan kerugian dari berbagai pihak.

Pekerjaan pembuatan bouwplank keliling bangunan menggunakan

kayu kapur atau sejenisnya dengan ukuran tebal 2 cm, diketam

lurus dan rata serta dipasang dengan permukaan atas yang

horizontal dengan waterpass instrument dengan peil 0.00 m. Setiap

jarak 2 m papan bouwplank diperkuat dengan kasau 5/7 cm.

Pada papan bouwplank dicatat sumbu-sumbu dinding, dengan

cat/tanda yang tidak mudah luntur. Jarak papan bouwplak dari garis

dinding terluar bangunan minimal 2,5 m agar tidak terjadi

kelongsoran tanah pada galian pondasi. Bouwplank (papan

bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang

dipelukan sesuai dengan hasil pengukuran.

5) Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Proyek

Pelaksana pekerjaan pembangunan Gedung Serba Guna Yayasan

Paramita Inhu harus memasang papan nama proyek atau kegiatan

pada lokasi pekerjaan dengan menggunakan bahan baliho sebagai

sarana informasi kepada masyarakat. Papan nama proyek harus

mencantumkan nama kegiatan, volume, dan informasi lain yang

ditulis secara jelas.

6) Pembuatan Serobong Kerja (Direksi Keet)

7
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
Serobong kerja digunakan untuk penempatan material atau kantor

sementara. Penempatan serobong kerja dibangun jauh dari aktivitas

kerja, sehingga tidak mengganggu aktivitas lain.

b. Tahap Konstruksi

1) Pekerjaan Tanah dan Pondasi

Lingkup pekerjaan tanah meliputi :

- Penggalian tanah pondasi

Penggalian pondasi diklasifikasikan sebagai penggalian biasa

pada jenis-jenis tanah seperti tanah liat, lanau, pasir, campuran

tanah dengan koral, tetapi bukan tipe rock atau weathered rock.

- Urugan kembali bekas galian dan penimbunan


Urugan tanah bekas galian untuk pondasi lainnya harus

dilakukan lapis dengan ketebalan 20 cm dan dipadatkan dengan

alat stamper. Tanah yang dipergunakan harus bersih dari

kotoran organik dan kotoran lainnya yang dapat merusak

kestabilan konstruksi.
Urugan tanah dilaksanakan pula pada semua bagian yang harus

ditinggikan dengan cara penimbunan dan pemadatan sesuai

gambar bestek. Sisa-sisa tanah/material bekas galian setelah

pengurugan selesai harus diangkut dan dibuang jauh-jauh

sehingga bersih/rapi.

- Urugan bawah lantai dan pemadatan pada setiap lapisan

timbunan.

2) Pekerjaan Rangka dan Beton

Pekerjaan pembuatan beton terdiri dari 2 (dua) macam yaitu ;

1) Pembuatan beton secara manual.

2) Pembuatan beton secara masinal (mesin molen).

8
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
3) Pekerjaan Pasangan

Pekerjaan pasangan ini merupakan pekerjaan yang sangat penting

dalam pembangunan gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu.

Dalam hal ini pekerjaan pasangan menggunakan batu bata. Adapun

tahapan dalam kegiatan pekerjaan pasangan ini antara lain :

a. Pekerjaan persiapan

Pekerjaan persiapan yang dilakukan adalah pemasangan profil

untuk cantolan benang, pembersihan permukaan pondasi dan

persiapan bahan dan peralatan.

b. Pemasangan lapisan

pertama, kedua dan seterusnya

Merupakan pekerjaan pemasangan batu bata dalam pembuatan

dinding/tembok gedung sesuai dengan spesifikasi desain

bangunan yang direncanakan.

c. Pekerjaan akhir

Merupakan pekerjaan plesteran terhadap dinding/tembok yang

telah diselesaikan pada semua dinding, baik dinding bagian luar

maupun dinding bagian dalam.

4) Pekerjaan Kayu dan Kaca

Pekerjaan ini merupakan pemasangan kusen pintu dan jendela

sesuai dengan tempat yang telah ditentukan dan sesuai dengan

gambar rencana, dipasang tegak/vertical dan dipasang terjepit pada

pasangan tembok.

5) Pekerjaan Pengecetan

9
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
Dalam pekerjaan pengecatan memerlukan tenaga kerja ahli, bahan-

bahan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan sehingga dapat dicapai

hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna sesuai perencanaan.

6) Pekerjaan Instalasi Listrik

Instalasi listrik adalah suatu system atau rangkaian yang digunakan

untuk menyalurkan daya listrik ke lampu atau elektrik dalam

memenuhi kebutuhan Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu.

Sedangkan sumber listrik yang digunakan berasal dari PT. PLN

serta genset sebagai sumber energy cadangan untuk penunjang

operasional Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu.

7) Pekerjaan Sanitair

Pekerjaan sanitair merupakan pekerjaan pecahan dari pekerjaan

instalasi air. Pekerjaan sanitair berkaitan dengan fixture-nya, bukan

instalasinya. Adapun beberapa peralatan sanitair seperti bak mandi,

kloset, urinoir, wastafel, kran air, floor drain, roof drain, asesoris

toilet dan septic tank.

8) Pembersihan dan Finishing

Setelah pekerjaan konstruksi pembangunan gedung Serba Guna

Yayasan Paramita Inhu selesai dilaksanakan akan dilanjutkan

dengan pekerjaan pembersihan dan finishing, yaitu pembersihan

sisa-sisa pekerjaan konstruksi seperti sisa-sisa potongan kayu,

semen, sisa-sisa pekerjaan pengecetan dan lain-lain yang dapat

menganggu keindahan dan kenyamanan operasional gedung serba

guna Yayasan Paramita Inhu.

c. Tahap Operasional/Pasca Kontruksi

10
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu
Pasca konstruksi akan dilaksanakan serah terima bangunan dari

pelaksanakan pekerjaan pembangunan kepada pengurus Yayasan

Paramita Inhu. Selanjutnya akan dilakukan persiapan peresmian

Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu dengan melibatkan

masyarakat sekitar serta pemangku kepentingan lainnya sebelum

dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan sosial dan keagamaan Yayasan

Paramita Inhu.

11
UKL & UPL Gedung Serba Guna Yayasan Paramita Inhu