Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTEK PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER (PLC)

LADDER DIAGRAM UNTUK OPERASI LOGIKA PLC

KELOMPOK 3

NAMA : YANSTEN NORBERTUS


NIM : 061440341668
PARTNER : LUZKA FATIHAN
NIM : 061440341658
PARTNER : RM. APRILLIA RACHMAWATI
NIM : 061440341666
KELAS : 7 ELB
TANGGAL PRAKTEK : 18 SEPTEMBER 2017

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN


KONSENTRASI MEKATRONIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2017
JOB 1
LADDER DIAGRAM UNTUK OPERASI LOGIKA PLC

1.1. Tujuan
1.1.1. Tujuan Umum
- Mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan
mempunyai sikap kerja yang diperlukan untuk mengindentifikasi,
menjelaskan kara kteristik dan menjalankan program atau Ladder Diagram
untuk fungsi-fungsi logika AND, OR, NOR, NAND, NOT, dan XOR.
- Mahasiswa mampu mengembangkan Ladder Diagram yang melibatkan
penggunaan relay internal, latching, timer, counter, dan piranti penanganan
data PLC.

1.1.2. Tujuan Khusus


- Mampu memahami dasar-dasar unit rancang bangun PLC
- Mampu memasukkan dan menjalankan program dasar di PLC
- Mampu membuat program atau Ladder Diagram dari suatu masalah
sederhana
- Mampu menganalisa dan menyimpulkan program dasar di PLC

1.2. Dasar Teori


1.2.1. Pengontrol Secara Umum
Kontroler secara umum yaitu untuk mempertahankan kondisi yang diinginkan
dalam sistem fisis dengan mengatur variabel tertentu dalam sistem. Berikut
merupakan contoh :
Gambar 1.1. Pegontrolan secara umum

Orang yang mengendarai mobil seperti yang ditunjukkan oleh gambar diatas,
supir harus memiliki tujuan atau objebtif. Pertama-tama supir harus menentukan
lokasi dari mobil di jalan, dengan menggunakan mata untuk melihat posisi mobil di
jalan kemudian supir juga harus memperhitungkan keadaan agar mobil tetap pada
posisi yang diinginkan dijalan dan akhirnya supir haruslah mengubah posisi mobil
dengan menggunakan stir. Dengan menggunakan cara tersebut, supir bisa menjaga
mobil tetap berada pada posisi yang diinginkan.

1.2.2. Sistem Tekontrol Mikroprosesor


Dengan sebuah mikroprosesor, kita dapat mempergunakan sistem kontrol dasar
yang sama untuk segala situasi dengan memanfaatkan sebuah sistem berbasis
mikroprosesor dan menuliskan sebuah program yang menginstruksikan
mikroprosesor untuk memberikan reaksi pada setiap sinyal input dari, misalnya
switch, dan menghasilakan output yang dibutuhkan, misalnya katup atau motor.

Adapun bentuk programnya sebagai berikut :


Jika switch A menutup.
Berikan output kerangkaian motor
Jika switch B menutup,
Berikan output kerangkaian katup
Dengan mengubah instruksi pada program, kita dapat menggunakan sistem
mikroprosesor yang sama untuk berbagai aplikasi kontrol.

1.2.3. Definisi PLC (Programmable Logic Controller)


Definisi PLC menurut NEMA (National Electrical Manufactur’s Associiation)
adalah peralatan elektronik yang bekerja secara digital yang menggunakan memori
yang bisa deprogram untuk menyimpan instruksi internal guna menerapkan fungsi-
fungsi khusus, seperti logic, sequencing, pengukuran waktu, penghitungan, dan
aritmatika, untuk mengontrol modul-modul input atau output secara analog atau
digital, dan berbagai jenis mesin atau proses.

PLC dirancang untuk dioperasikan oleh para engineer yang hanya memiliki
sedikit pengetahuan mengenai computer dan bahasa pemograman.

Gambar 1.2. Skematik cara kerja PLC

- Programmable Logic Controller ( PLC) pertama muncul di General Motor’s


Holden pada tahun 1968.
- Pada dasarnya dirancang untuk menggantikan sistem logika yang menggunakan
relay → pengetahuan tentang rangkaian sistem logika dan relay tetap merupakan
dasar yang sangat penting serta diperlukan untuk pemograman dengan PLC.
- Keuntungan PLC dibanding dengan sistem logika konvensional terutama adalah
mudah atau dapat deprogram, fleksibel, dan dapat dihandalkan.
1.2.4. Karakteristik PLC
Karakteristik PLC sebagai alat pengoptimal dari tugas-tugas pengontrolan dan
pengoperasian di dalam lingkungan industry :
1. Kokoh dan dirancang untuk tahan getaran, suhu kelembaban dan kebisingan
2. Antarmuka untuk input-output telah tersedia secara built-in didalamnya.
3. Mudah deprogram dan menggunakan sebuah bahasa pemograman yang mudah
dipahami, yang sebagian besar berkaitan dengan operasi-operasi logika dan
penyambungan.

1.2.5. Hardware PLC


Umumnya PLC memiliki lima komponen dasar :
1. Prossesor (CPU) merupakan unit yang berisi mikroprosesor yang
menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan
pengontrolan sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori, kemudian
mengkomunikasikan keputusan yang diambil sebagai sinyal kontrol ke
antarmuka output.
2. Catu daya diperlukan untuk mengkonversikan tegangan AC menjadi sumber
tegangan rendah DC (5 Vdc) yang dibutuhkan oleh prosesor dan modul
rangkaian antarmuka I/O.
3. Perangkat pemograman digunakan untuk memasukan program yang dibutuhkan
ke dalam memori. Program yang dibuat dengan menggunakan perangkat ini lalu
dipindahkan kedalam unit memori PLC.
4. Memori merupakan tempat penyimpanan program yang digunakan untuk
melaksanakan tindakan pengontrolan oleh mikroprosesor.
5. Bagian input-output adalah antarmuka dimana prosesor menerima informasi
dari dan mengkomunikasikan informasi kontrol ke perangkat eksternal.
Gambar 1.3. Sistem PLC

1.2.6. Bahasa Pemograman PLC


Berdasarkan Stanndart Internasional IEC-61131-3, bahasa pemograman PLC
ada 5 macam yaitu :
1. Ladder Diagram (LD)
2. Function Block Diagram (FBD)
3. Sequential Function Chart (SFC)
4. Structure Text (ST)
5. Instruction List (IL)

Tidak semua PLC mendukung kelima bahasa pemograman diatas. Ada yang
hanya mendukung LD saja, ada juga yang mendukung LD, FBD, ST tergantung dari
PLC yang kita gunakan.

Berikut bahasa pemograman yang digunakan oleh beberapa merek PLC :


- Allen Bradley PLC-5 dan SLC-500 : Ladder Diagram (LD)
- Allen Bradley Logic 5000 Family : Ladder Diagram (LD), Function Block
Diagram (FBD), Sequential Function Chart (SFC), dan Structure Text (ST)
- Omron CX-Programmer V8.1 : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram
(FBD), dan Sequential Function Chart (SFC)
- Schneider : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), dan
Sequential Function Chart (SFC)
- Siemens : Ladder Diagram (LD), Function Block Diagram (FBD), Sequential
Function Chart (SFC), dan Instruction List (IL)

Macam-macam bahasa program yang ditetapkan oleh (International


Electrotecnic Comminssion) IEC-61131-3 adalah sebagai berikut :
1. Ladder Diagram (LD)
Ladder Diagram (LD) adalah bahasa pemograman yang dibuat dari
persamaan fungsi logika dan fungsi-fungsi lain berupa pemrosesan data atau
fungsi waktu dan pencacahan. Ladder Diagram (LD) terdiri dari susunan
kontak-kontak dalam satu group perintah secara horizontal dari kiri ke kanan,
dan terdiri dari banyak group perintah secara vertikal. Contoh dari Ladder
Diagram (LD) ini adalah kontak normaly open, kontak normaly close, output
coil, pemindahan data garis vertikal paling kiri dan paling kanan diasumsikan
sebagai fungsi tegangan, apabila fungsi dari group perintah menghubungkan
dua garis vertikal tersebut maka rangkaian perintah akan bekerja.

2. Function Block Diagram (FB/FBD)


Function Block Diagram adalah suatu fungsi-fungsi logika yang
disederhanakan dalam gambar blok dan dapat dihubungkan dalam suatu fungsi
atau digabungkan dengan fungsi blok lain. Seperti SFC, FBD adalah bahasa
grafis yang memungkinkan pemograman dalam bahasa lain (tangga, daftar
instruksi, atau teks terstruktur) yang akan bersarang di dalam FBD, program
muncul sebagai block elemen yang dihubungkan bersama-sama dengan cara
yang menyerupai diagram rangkaian. FBD yang paling berguna dalam aplikasi
yang melibbatkan tingkat tinggi informasi atau data flow antara komponen
kontrol seperti kontrol proses.
3. Statement List (STL)
Statement List (STL) adalah bahasa program jenis tingkat rendah mirip
dengan bahasa Assembly. Instruksi yang dibuat berupa susunan sederhana
menuju ke operasi yang berupa alamat dan register.

4. Structure Text (ST) atau Structure Language (SCL)


Teks terstruktur merupakan bahasa tingkat tinggi yang dapat memproses
sistem logika ataupun algoritma dan memungkinkan pemrosesan sistem lain.
Perintah umumnya menggunakan IF… THEN… ELSE, WHILE… DO,
REPEAT… UNTIL, dan lain-lain.

5. Sequential Function Chart (SFC)


Bahasa program yang dibuat dan disimpan dalam chart. Bagian-bagian
chart memiliki fungsi urutan langkah, transisi, dan percabangan. Setiap step
memiliki status proses dan bisa terdiri dari struktur yang berurutan.

1.2.7. Gerbang Dasar Logika


1. Gerbang AND
Gerbang AND (AND GATE) Gerbang AND adalah suatu rangkaian logika
di mana outputnya akan mempunyai logika “1” bila semua inputnya diberi
logika “1”. Jika salah satu inputhya diberi logika “0” walaupun input lainnya
“1” maka outputnya akan mempunyai logika “0”.

Gambar 1.4. memperlihatkan simbol AND Gate untuk 2 input dan table
kebenarannya diperlihatkan pada Tabel 1.

Gambar 1.4. Gerbang AND


Tabel 1. Tabel kebenaran gerbang AND dua input

2. Gerbang OR
OR GATE adalah suatu rangkaian logika dasar yang menyatakan bahwa
outputnya akan mempunyai logika “1” jika salah satu inputnya mempunyai
logika “1” atau semuanya mempunyai logika “1”.

Gambar 1.5. menunjukkan simbol dari OR GATE dua input dan tabel
kebenarannya diperlihatkan pada Tabel 2.

Gambar 1.5. Gerbang OR

Tabel 2. Tabel kebenaran gerbang OR dua input


3. Gerbang NOT
Gerbang NOT merupakan gerbang satu-masukan yang berfungsi sebagai
pembalik (inverter). Jika masukannya tinggi, maka keluarannya rendah, dan
sebaliknya. Gambar 1.6. menunjukkan simbol dari Gerbang NOT dan tabel
kebenarannya diperlihatkan pada Tabel 3.

Gambar 1.6. Gerbang NOT

Tabel 3. Tabel kebenaran gerbang NOT

4. Gerbang NAND
Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada
logika 1. Sebaliknya, jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada
gerbang NAND, maka keluarannya akan bernilai 1. Kata NAND merupakan
kependekan dari NOTAND, yang merupakan ingkaran dari gerbang AND.

Simbol Gerbang NAND diperlihatkan pada Gambar 1.7. dan tabel


kebenarannya ditunjukkan pada Tabel 4.

Gambar 1.7. Gerbang NAND


Tabel 4. Tabel kebenaran gerbang NAND

5. Gerbang NOR
Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari
masukannya pada keadaan 1. Jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua
masukan harus dalam keadaan 0. Kata NOR merupakan kependekan dari NOT-
OR, yang merupakan ingkaran dari gerbang OR. Simbol Gerbang NOR
diperlihatkan pada Gambar 1.8. dan tabel kebenarannya ditunjukkan pada
Tabel 5.

Gambar 1.8. Gerbang NOR

Tabel 5. Tabel kebenaran gerbang NOR


6. Gerbang EX-OR
Gerbang EXOR akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya
mempunyai keadaan yang berbeda dan begitupun sebaliknya akan memberikan
keluaran 0 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang sama. Jika
dilihat dari keluarannya, maka gerbang EX-OR ini merupakan penjumlahan
biner dari masukannya.

Gambar 1.9. menunjukkan simbol dari Gerbang EX-OR dua input, dan
tabel kebenarannya diperlihatkan pada Tabel 6.

Gambar 1.9. Gerbang EX-OR

Tabel . Tabel kebenaran gerbang EX-OR

7. Gerbang EX-NOR
Gerbang EXNOR merupakan ingkaran dari gerbang EX-OR. Gerbang ini
akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan
yang sama dan sebaliknya akan memberikan keluaran 0 jika masukan-
masukannya mempunyai keadaan yang berbeda.

Gambar 1.10 menunjukkan simbol dari Gerbang EX-NOR dua input dan
Tabel 7. memperlihatkan tabel kebenarannya.
Gambar 1.10. Gerbang EX-NOR

Tabel 7. Tabel kebenaran gerbang EX-NOR

1.3. Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Jumlah

1. Perangkat computer 1 buah


2. Modul PLC 1 buah
3. Sofware GMWIN 1 buah
4. Kabel penghubung/banana 8 buah
1.4. Langkah Percobaan
1. Hidupkan computer.
2. Pilih program GM WIN 4.0 pada menu start atau pada layar desktop.

3. Setelah tampilan awal program GM WIN 4.0, pada menu bar pilih New
Project. Maka akan keluar tampilan sebagai berikut.

4. Kemudian isi Project File Name dan pilih tipe PLC yang digunakan (pilih
GM6) pada kolom yang telah disediakan.Pilih tombol Next.
Catatan : Jika salah mengisi jenis dan tipe PLC, maka program tidak akan
jalan.

5. Setelah tombol Next ditekan, maka akan muncul menu tampilan lanjutan.
Isikan data kolom yang tersedia seperti pada gambar di bawah ini.
Kemudian pilih tombol Next.

6. Setelah data diisi, maka akan muncul menu seperti pada gambar di bawah
ini. Pilih LD untuk jenis pemrograman Ladder Diagram.
7. Selanjutnya klik Finish, maka secara bersamaan menu Project akan
muncul seperti gambar di bawah ini.

8. Setelah itu, buatlah ladder diagram sesuai dengan job berikut :


Indikasikan input 1 dan 2 pada switch yang digunakan, begitu pula dengan
outputnya. Program :
- Lampu 1 akan menyala apabila saklar 1 ON dan mati apabila OFF.
- Lampu 2 akan menyala apabila saklar 2 OFF dan mati apabila ON.
- Lampu dan saklar di andaikan sebagai suatu kondisi dalam suatu
proses dalam mesin.
Catatan : jangan lupa untuk memasukkan kode alamat pada masing-
masing input kontak dan output dengan ketentuan jenis PLC yang
digunakan.

9. Kemudian rangkailah PLC dengan menghubungkan kabel jumper ke


power output berdasarkan ladder diagram yang telah dibuat seperti pada
gambar di bawah ini.

10. Setelah gambar dirangkai, sebelum melakukan simulasi kita harus


mengkoneksikan terlebih dahulu antara program ladder diagram yang
telah dibuat dengan PLC. Klik Online pada menu bar, kemudian pilih
Connect + Write + Run + Monitor On seperti pada gambar di bawah ini.
Kemudian tunggu beberapa saat.
Kemudian pilih Ok.

Kemudian tunggu beberapa saat.


Kemudian pilih Yes.

11. Selanjutnya lakukan pengetesan ataus imulasi terhadap percobaan ladder


diagram yang telah dibuat dan catat hasil dari percobaan yang telah
dibuat.
12. Setelah selesai melakukan percobaan maka kita harus meng-stop kan
jalannya proses pada PLC dan baru mengdisconnectnya. Hal ini
dilakukan agar tidak terjadi kerusakan.
13. Amati hasil dari ladder diagram tersebut.
14. Analisa dan simpulkan hasil dari ladder diagram sederhana tersebut.
1.5. Hasil Percobaan
1. Hasil percobaan pada saat input saklar 1 ditekan.

2. Hasil percobaan pada tampilan ladder diagram saat input saklar 1 ditekan.
3. Hasil percobaan pada saat input saklar 2 dalam keadaan OFF

4. Hasil percobaan pada tampilan ladder diagram saat input saklar 2 OFF.
1.6. Tugas
Buatlah percobaan simulasi dengan mengidentifikasikan fungsi dari 7 gerbang
dasar logika menggunakan ladder diagram PLC !
Jawab :
Tampilan Ladder Diagram dengan identifikasi 7 gerbang dasar logika

Tampilan Ladder Diagram pada saat disimulasikan


Tampilan output pada PLC saat disimulasikan

Tampilan pada Ladder Diagram pada saat input saklar 1 dan 2 ditekan
untuk gerbang logika AND dan NAND
1.7. Analisa
Berdasarkan dari hasil percobaan, pada praktek kali ini PLC yang
digunakan adalah PLC jenis LG GM6 – PAFA dengan aplikasi GM WIN 4.0.
Bahasa pemrograman yang digunakan adalah jenis Ladder Diagram. Pada
percobaan pertama adalah membuat sebuah ilustrasi 2 buah lampu yang
diindikasikan ke dalam bentuk saklar kontak PLC. Dimana lampu 1 akan
menyala bila saklar 1 dalam keadaan ON dan akan mati bila dalam keadaan
OFF. Sebaliknya pada lampu 2 akan menyala bila saklar 2 dalam keadaan OFF
dan akan mati bila dalam ON. Pada tiap kontak saklar dan output harus
diberikan masing – masing alamat yang berbeda sesuai dengan ketentuan jenis
PLC yang digunakan. Pada PLC jenis LG alamat input kontak harus dimulai
dari %IX0.0.0 dan seterusnya, sedangkan untuk alamat output dimulai dengan
%QX0.2.0 dan seterusnya. Untuk proses wiring, input dan output pada PLC
jenis LG ini telah dilengkapi dengan power supply sendiri. Dari hasil
percobaan saat disimulasikan terlihat dimana pada saat saklar 1 ditekan maka
pada output lampu 1 akan menyala. Pada layar tampilan Ladder Diagram di
monitor terlihat bahwa warna alamat pada input kontak 1 dan output lampu 1
dan 2 menjadi merah, ini menandakan bahwa terjadi proses pensaklaran yang
menandakan bahwa input kontak 1 dan kedua output lampu menjadi aktif.
Begitu pula dengan perubahan warna input kontak dan coil output yang
menjadi berwarna biru menandakan bahwa keduanya dalam keadaan aktif atau
teraliri tegangan listrik. Sebaliknya pada hasil percobaan kedua dimana saat
kedua input kontak tidak ditekan, maka pada lampu 1 dalam keadaan OFF dan
lampu kedua dalam keadaan ON, bila input kontak kedua ditekan maka
dipastikan lampu kedua akan dalam keadaan OFF
Pada tugas percobaan dimana dilakukan pengidentifikasian dari 7
gerbang dasar logika dengan Ladder Diagram PLC. Alamat input kontak yang
digunakan sebanyak 12 alamat dan 7 alamat output coil. Untuk gerbang logika
XOR dan XNOR, digunakan 4 kontak yang tersusun secara paralel dengan
masing – masing row terdiri dari 2 kontak. Untuk proses pengalamatan
gerbang XOR dan XNOR, terdapat 2 kontak yang memiliki alamat yang sama.
2 alamat ini terdapat pada kontak yang tersusun dalam satu kolom secara
paralel, apabila secara seri maka fungsi dari gerbang logika tersebut tidak dapat
diidentifikasikan. Sebagai contoh pada gerbang logika XOR dimana alamat
%IX0.0.8 terdapat pada 2 kontak yang sama pada row 7 dan 8 dengan tipe NO
dan NC. Begitu pula dengan gerbang logika XNOR pada row 9 dan 10. Dari
hasil percobaan saat disimulasikan, pada saat input kontak %IX0.0.0 dan
%IX0.0.1 ditekan untuk gerbang logika AND, maka pada output lampu akan
menyala dan apabila salah satu dari kedua input kontak ini dilepas maka output
lampu akan mati. Ini sesuai dengan prinsip kerja dari gerbang AND dimana
output akan berlogika 1 jika kedua input sama – sama bernilai 1 dan output
akan bernilai 0 jika salah satu atau kedua input bernilai 0. Pada input kontak
%IX0.0.2 dan %IX0.0.3 ditekan untuk gerbang logika NAND, maka pada
output lampu tidak akan menyala. Lampu akan menyala bila salah satu input
kontak tidak ditekan. Ini sama saja seperti prinsip gerbang logika NAND yang
dimana output akan berlogika 1 jika kedua atau salah satu input bernilai 0 dan
output akan berlogika 0 jika kedua input sama – sama bernilai 1. Begitu pula
dengan prinsip kerja gerbang dasar logika lainnya.

1.8. Kesimpulan
Berdasarkan analisa dan hasil percobaan tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa :
1. Pada PLC dengan jenis LG, alamat pada input kontak diawali dengan
%IX0.0.0 dan output dengan alamat %QX0.2.0.
2. Operasi dari 7 gerbang dasar logika dapat diaplikasikan dengan program
Ladder Diagram pada PLC.
3. Pada PLC jenis LG proses pengaktifan pada layar tampilan Ladder
Diagram ditandai dengan warna biru pada kontak dan merah pada alamat
kontak.
4. Input dan output pada PLC jenis LG telah memiliki power supply sendiri.
5. Pada saat menghubungkan kabel jumper, sumber tidak harus selalu
dimatikan.

Anda mungkin juga menyukai