Anda di halaman 1dari 16

BUKU SAKU RADIOLOGI

DM RSUD SYAMRABU BANGKALAN - FK UNISMA

Ganista Alkautsar
Versi 1
1

Bagian paru

Apex

Suprahiler

Parahiler

Paracardial

 Pneumoni infiltrate masuk sampai alveoli


 Bronkitis -> infiltrate masuk sampai bronkus, usia >60 tahun
 Tulang ulna terdapat olekrani, jauh dari jempol
 Tulang radius dekat dengan jempol
 Kalus merupakan tulang baru pada fraktur
 Kalau ada orang jatuh dari ketinggian -> foto lumbosacral (melihat fraktur tulang)
 Kanker tertinggi mamae, servix, limfoma, nasofaring, ca paru
 Lobar pneumoni = hanya pada 1 segmen atau lobusnya
 Bronko pneumoni pada aliran bronkus -> multiple bulat menyebar tapi tidak pada seluruh
paru, pecah-pecah
 Oedem paru terdapat infiltrate banyak
 TB kronis ada fibrosis kalau lebih lama ada kalsifikasi
 Mendiagnosa TB dengan sputum dan foto rontgen
 Ciri TB pada anak -> Ada infiltrate, ada efusi pleura, pembesaran kelenjar (2 dari 3 ciri
positif)
 Pneumotorak terdapat paru kolaps tidak ada jaringan parunya
 Pleuritis terdapat infiltrate sedikit
 Spoor pada osteo atritis

Foto Thorax
Foto thorak PA = Clavikula mendatar, Skapula lateral
Foto thorak AP = Clavikula tidak mendatar, Skapula tidak lateral
Inspirasi Thorax dilihat dengan melihat tulang costae sampai ke 6 dinyatakan inspirasi cukup
2

CTR >55 % = Kardiomegali


Prominent = 50%-55% (53%-55%) Membesar ringan
 Kalau jantung sudah menempel ke dinding lateral maka kardiomegali
 Atherosklerotik merupakan kalsifikasi di aorta
 Jantung bagian kanan membesar = Hialin membrane disease
 Kalau pada gambaran kurang inspirasi jantungnya terlihat membesar maka di sebut
normal
 Kalau inspirasi cukup harus dihitung CTR nya
 Efusi pleura = Gambaran putih meluas pada paru
 Cefalisasi = Corakan yang keatas
 Fibroinfiltat merupakan gambaran garis keras disertai dengan gambaran awan pada foto
thorak
 Diafragma letak tinggi jika lebih dari 2,5 kotak
 Kalau corakan rame adalah bronchitis / bronkopneumoni
 Kalau infiltrate kasar = TB
 Kalau infiltrate halis = Pneumoni, bronkopneumoni
 Fibroinfiltrat = gambaran seperti kapas ada serat kasar
 Dilihat apakah ada infiltrate
 Dilihat apakah ada efusi
 Dilihat apakah ada aterosklerotik aorta (garis putih pada aorta)
 KP = Kongestif pulmonum (ada cefalisasi = corakan vaskuler)
 BP = Bronkopneumoni
 Diafragma letak tinggi (bisa karena hepatomegaly, saraf nervus prenicus, kongenital)
 Pada pneumoni jarang terjadi efusi pleura
 Efusi pleura -> TB, pneumoni (jarang)
3

 Jantung bentuk erlenmayer (kardiomegali, efusi pericardium)


 Perselubungan perivaskuler = oedem paru (masuk ke intestinal)
 PPOK = Bronkitis, asma bronkiale (hipereresi), ensifematus (diafragma mendatar),
bronki ektasis
 Infiltrat perivaskuler -> odem paru
 Atelektasis -> sumbatan di paru (paru mengkerut)
 Diafragma letak tinggi 2,5 kotak
 Jika ada fibrosis paru maka jantung akan tertarik ke kanan
 Diafragma mendatar, sinus tumpul, usia > 60 th = PPOK
 Scaloping diafragma -> Terdapat elevasi pada diafragma
 Pneumothorax (kavum pleura ada udara, batas jaringan paru terlihat tampak ada udara,
paru kolaps)
 Infiltrat halus = keradangan paru non-spesifik
 Bronkitis usia muda -> Bronkitis akut
 Bula = Kavitas yang asalnya dari parenkim
 Blep = Kavitas asalnya dari pleura
 Kalau pneumothorax dipasang WSD
 Retrocardial space -> Ruangan di belakang jantung
 Oedem paru -> Jantung membesar, corakan halus menyebar
 Peradangan paru non spesifik -> terlokalisir
 Bronkopneumoni -> Ngeruwel putih
 Peradangan non spesifik jarang di apex
 Fibroinfiltrat di sinus = TB pada diabetes
 Lesi fibroinfiltrat minimal = tidak melebihi costa 1-2, lesi moderat = 1 bagian lebih costa
1-2, lesi advance = seluruh paru D dan S

Nyanyian Baca foto thorak

Foto Thorak AP / PA

Inspirasi cukup / Kurang

Jantung normal / membesar ringan / Kardiomegali

Pulmo tidak tampak kelainan/ infiltrate / fibroinfiltrat / efusi pleura

Sinus prenikostalis tajam / tumpul

Foto BOF (Foto Abdomen)


4

1. Gas usus
2. Kontur Hepar
3. Kontur Lien
4. Kontur Ginjal (Flat line)
5. Batu Ginjal
6. Tulang-tulang (Utuh gak, ada kompresi gak)
7. Osteofit (Kalau ada merupakan osteoatritis, kalau lumbal didiagnosa banding dengan
spondylosis
8. Celah sendi
9. Skoliosis (Miring ke kanan)
10. Gambaran ileus ada hearing bone sign (Sirip ikan 2 sisi) -> Tanda ada ileus obstruktif
atau paralitik
11. Ada koiling spinsen (Sirip ikan 1 sisi) -> Tanda ada ileus obstruktif atau paralitik
12. Kalau ada step leader berarti ilius obstruktif

 Kalau ada bayangan hitam pada sisi lateral merupakan perforasi


 Haustra merupakan lipatan usus besar
 Dilihat apakah ada obstruksi atau tidak
 Dilihat batu
 Radioopaque (bisa massa, bisa fecal material (normal), bisa batu renal)
 Bridging = osteofit yang nyambung sama bawahnya
 Listesis -> tulang terdorong ke belakang
 Batu staghorn = batu yang berbentuk tanduk rusa
 Ginjal sejajar dengan psoas shadow (muskulus psoas), ginjal D/S berbeda 3,5 korpus
 DJ stand -> Selang pada ureter
 Setelah diukur jika di depan promotorium = unstable, jika di dalam promontorium =
stable
 Kalau ada dilatasi gaster dan usus (melebar) -> curiga ileus
5

CT-Scan

Cara baca CT-Scan

1. CT-Scan kepala irisan axial, coronal, sagittal


2. Lesi hiperdent / hipodent
3. Sulkus dan gyrus
4. Ventrikel lateralis, 3, 4
5. Struktur midline (apakah ada deviasi)
6. Orbita D/S
7. Sinus paranasalis
8. Tulang-tulang

Irisan pada CT-Scan

 Lesi hiperdent 10-20 = cairan


 Lesi hiperdent 20-30 = nanah
 Lesi hiperdent 50-60 = Darah
 Lesi hiperdent >100 = Tulang
 Jika sulkus, girus, dan ventrikel maka ada atrofi otak
 Ada gambaran efusi paru kalau di bawah berwarna abu-abu
 Infiltrat terlihat gambaran rame berwarna abu-abu
 Corpus dysplasia adalah tidak ada septum pada otak
 CVA = Terdapat infark
 Dilatasi ventrikel = infeksi, hidrosefalus
 Jika ada infeksi ada corakan rame pada sutura silfii dan Sistema basalis
 Hidrocepalus -> ventrikel melebar, sulkus dan gyrus tidak terlihat
 Lesi hiperdent, lesi hipodent -> ICH
 Pengobatan gold standart infark < 6 jam
 Oedem = ventrikel menyampit, sulkus dan gyrus menyempit (gejala pusing)
 Udara di dalam parenkim otak = pneumotocell
 Lesi hiperdensitas darah pada sulkus dan gyrus -> SAH
 Darah/lesi hiperdent bentuk cacing -> aneurisma / Arteri Venous Malformation (AVM)
6

Ventrikel Lateralis
7

Fisurra Silvii Nukleus Kaudatus

Falx cerebri
anterior

Falx cerebri
posterior

CT-Scan Thorax
 Kondisi Paru mediastinum = Rongga jantung, PD besar, Aorta)

CT-Scan Abdomen
 Massa kistik -> berisi cairan, tampak hipodent
 Massa adneksa -> Di depan uterus
8

Foto Temporomandibular Joint (TMJ)

Dilihat Caput mandibular, Kantong, Dislokasi (Geser jelas), Luksasi (Geser dikit)

Foto IVP (Intra Venous Pyelogram)


1. Fungsi ginjal D/S
2. Ureter
3. Buli-buli
Melihat fungsi ginjal
Menit ke 5 = Nefrogram dan Ekskresi
Menit ke 15 muncul di ureter
Hipofunsi nefrogram telat muncul
 Derajat Hidronefrosis
1. Normal = Normal cupping
2. Blanting = Hidronefrosis grade 1
3. Flatening + Korteks sudah menipis= Hidronefrosis grade 2
4. Baloning = Hidronefrosis grade 3
5. Baloning + korteks tidak ada = Hidronefrosis grade 4

Foto Genu
1. Celah sendi
2. Osteofit
3. Fraktur
4. Lesi litik dan lesi blastik
5. Trabekulasi

 Kalau ada lipen = osteoatritis


9

 Kalsifikasi ligament = enteroskopik


 Celah sendi menyempit = osteoatritis
 Dilihat trabekulas (densitas), celah sendi, fraktur, destruksi, lesi litik dan lesi blastik,
osteofit
 Kondilus lateralis/medial femur, tibia, fibula
 Grade 3 atau 4 -> Penyempitan parah

USG
1. Batas Hepar D/S
2. Lien
3. GB
4. Kidney D/S
5. Pancreas
6. VU
7. Uterus pada cewek, Prostat pada cowok

 Dilihat apakah ada asites atau tidak


 Batu kalau terdapat pseudohitam
 Dilihat ginjal D/S + dopler, lien, hepar batas D/S
 Kalau curiga batu dilihat = ginjal D/S dengan dopler, hepar, GB, VU
 Pada perempuan di samping VU ada uterus
 Batu ginjal kalsium lebih putih, batu GB (kolesterol) lebih hitam
 Sludge = Gambaran seperti pasir
 Resistensi indeks normalnya 0.7
 Apendix bisa tidak kelihatan kalau posisinya di retro caecal atau retroileal
 Pada USG prostat ukuran normalnya < 30 cm3
 Peritonitis TB ususnya tebal, cairannya banyak dan grembel
 USG pancreas dilihat caput pancreas. Dilihat juga vena lienalis (Dari vena porta ke vena
lienalis)
 Jika ada posterior enhastment tedapat kista, posterior shadow ada batu

USG Abdomen
1. RLL + GB
2. VU
3. LT Kidney
4. RT Kidney
5. Stone (ST)
6. Renal D/S
7. LLL
10

8. Lien
9. VU
10. Pancreas

Foto Lumbosakral AP/Lateral


 Dilihat
1. trabekulasi (densitas tulang)
2. Alaintment = garis depan belakang
3. Kurve = bentuk tulang belakang
4. Korpus apakah sama tinggi
5. Pedikel (bagian tengah pada kedua tepi korpus)
6. Celah sendi
7. End plate superior dan inferior -> kalau ada mulut ikan (osteoporosis)
8. Fraktur
9. Destruksi
10. Lesi litik (hitam) -> infeksi, keganasan
11. Lesi blastik (putih) -> keganasan
12. Radioopaque pada abdomen
13. Osteofit pada tulang

 Celah sendi menyempit = osteoatritis


 Dilihat apakah ada osteofit
 Unstable lumbosacral joint -> tidak masuk sacrum
 Stable lumbosacral joint -> masuk sacrum
 Sudut prekusen lumbosacral joint -> 30°-32°, 32°-35°
 Skoliosis lumbal konvek kanan
 Single bubble -> atresia pylorus (gaster ada udara, gaster distensi, terjadi pada bayi)
 Spondilostesis -> vertebrae maju

Foto Torakolumbal
 Kompresi
 Allaintment
 Kurva

CT-Sistonografi
 CT-Scan abdomen tanpa kontras
 Untuk melihat batu
 Ginjal
11

 Normal ginjal 8-12 cm

1. Kontur ginjal
2. Tulang
3. Massa abdomen

Foto Pedis
1. Trabekulasi tulang
2. Celah sendi
3. Fraktur
4. Destruksi
5. Lesi litik, blastik
6. Gas gangrene
7. Osteofit

 Pada kaki diabetes ada gas (bakteri anaerob), terdapat destruksi


 Pencil like -> Diabetes
 Diabetes -> Trabekulasi bekurang
 Osteofit kalkaneus -> kalkaneus spur

Foto Pelvis

 Densitas (trabekulasi)
 Sacroiliaca joint -> jika putih maka bisa infeksi bisa pengapuran
12

 Hip Joint -> Dilihat caputnya


 Center line
 Ramus pubis
 Simpisis pibis -> jika melebar >6 cm (simpiolisis) -> habis melahirkan

Foto Ankle
Dilihat osteofit, fraktur

Foto Water

Foto Schuler
Dilihat air cell mastoid = kalau tidak kelihatan mastoiditis

Apendikogram
Foto kontras untuk melihat appendix
13

Jika tidak terisi kontras pada appendix maka apendisitis

Foto Manus

Foto Humerus
1. Trabekulasi tulang
2. Allaintment
3. Kurve
4. Ada fiksasi atau tidak
5. Kalau fraktur dilihat ada kalus atau tidak

Foto Shoulder
 Cavitas Glenoidalis

Baby Gram
 Foto Thorax + BOF
14

Foto Skull
Tidak tampak air cell mastoid -> Mastoiditis kronis
Tampak sedikit air cell mastoid -> Mastoiditis akut
Tampak banyak air cell mastoid -> Normal

Tentiran
CT-Scan (MSCT)
X-ray ditembak dari segala arah, coronal dan sagittal -> hasil rekondisi. Infark hari pertama belum
kelihatan pada MSCT. Bagus untuk tulang.
MRI
Pakai medan magnet, tidak boleh memakai besi, lama. Interpretasi lebih sulit disbanding CT-Scan.
Jaringan otak, soft tissue lebih bagus, white matter dan grey matter terlihat lebih jelas, lebih banyak
menu untuk diagnosa infark hari pertama udah kelihatan bagus untuk vertebra kelihatan ligament.
CT-scan slice tinggi lumayan untuk melihat plak arteri coronaria. 16 slice, 64 slice, 128 slice bisa
kelihatan plak.
MRI bisa untuk melihat saluran bilier (MRCP) Magnetic Resonance Colangio Pancreatografi
IHBD = Intrahepatik Biliary Duktus (Colangio)
CBD = Common Biliary Duktus -> Ekstra Hepatik Duct
Pancreas -> menghasilkan enzim
Sludge = pasir -> endapan seperti pasir -> beberapa orang punya bakat menjadi batu
Batu empedu = Diambil sama empedunya
Yang bisa menyumbat = massa (tumor di kaput membuntu saluran -> Deep ikterik -> Kuning
kehijauan , infeksi (saluran mengkerut), batu.
ERCP = Endoskopik Retrograde Colangio Pancreatiografi
Macam-macam MRI = pakai coil, kepala sendiri, leher, abdomen (butuh waktu lama dan lebih
ribet)
Burst fraktur pakai CT-Scan
Foto skull untuk melihat mandibular, tulang
Foto waters untuk melihat sinus
USG untuk melihat kepala bayi, abdomen, urologi, mammae
15

USG upper lower abdomen -> Urologi + abdomen


Pada kasus mammae dianjurkan USG yang utama, mammografi tidak dianjurkan untuk usia <35
tahun, FNAB diminimalisir untuk penyebaran penyakit mending mammografi