Anda di halaman 1dari 5

MODUL 2

STRUKTUR ORGANISASI, AKTIVITAS USAHA DAN PENGENDALIAN MUTU


(QUALITY CONTROL)

KB. 1. Struktur Organisasi Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Job Description

Menurut HS Munawir (1995) aktivitas auditor dan akuntan lainnya disebut sebagai profesi karena
memenuhi 5 (lima) karakteristik prinsip suatu profesi, yaitu:
1. Memiliki pengetahuan khusus yang melalui pendidikan formal
2. Memiliki standar kualifikasi profesi
3. Status profesinya diakui masyarakat
4. Memiliki kode etik dalam berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan masyarakat.
5. Memiliki organisasi nasional untuk meningkatkan tanggung jawab sosialnya

Organisasi Akuntan Di Indonesia adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang didirikan pada tanggal
23 Desember 1957 dan telah memiliki beberapa kompartemen, antara lain Kompartemen Standar
Akuntansi, Kompartemen Akuntan Publik, dan Kompartemen Perpajakan. Misi dari organisasi ini adalah
untuk meningkatkan pengabdian profesi dalam pembangunan nasional, sedangkan tujuannya adalah:
1. Menjaga martabat Akuntan
2. Meningkatkan usaha memasyarakatkan Akuntansi dalam menunjang pembangunan nasional
3. Mengembangkan ilmu akuntansi
4. Membina Korp Akuntan Indonesia serta meningkatkan kecakapan dan rasa tanggung jawab
anggota
5. Mengusahakan hal-hal lain yang berhubungan dengan pembangunan nasional Indonesia

HS Munawir (1995) juga mengemukakan bahwa organisasi profesi Akuntan Publik di Amerika
Serikat dikelompokkan dalam:
1. Organisasi yang tergabung dalam profesi itu sendiri, terdiri atas:
- American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
- State Sociate of Certified Public Accountants (SSCPA)
- State Board of Accountancy (SBA), dan
- Practice Unit (CPA Firms)
2. Organisasi lain yang mempengaruhi organisasi tersebut, meliputi:
- Financial Accounting Standard Board (FASB)
- Governmental Accounting Standard Board (GASB)
- Securities dan Exchange Comission (SEC)
- US General Accounting Office (GAO), dan
- Internal Revenue Service (IRS)
Struktur Organisasi Kantor Akuntan Publik (KAP) sangat tergantung pada besar-kecilnya Kantor
Akuntan Publik itu sendiri dan bentuknya sangat sederhana. Contoh bentuk struktur organisasi Kantor
Akuntan Publik yang besarnya biasanya sebagai berikut:
PARTNER

MANAGER & SUPERVISOR

SENIOR/ IN CYHARGE AUDITOR

STAFF ASSISTANT

1
A. PARTNER (Pimpinan Kantor Akuntan Publik)
 Bertanggung jawab penuh atas opini yang diberikan
 Melakukan perundingan atau negosiasi dengan klien/calon klien
 Menandatangani laporan audit
 Menentukan staf
 Memimpin dan melatih staf
 Menentukan kebijakan Kantor Akuntan Publik (KAP)
 Membicarakan temuan-temuan audit dengan klien

B. MANAGER & SUPERVISOR


 Bertanggung jawab kepada partner dalam melaksanakan berbagai tugas Administrasif
 Mengelola Kantor Akuntan Publik (KAP)
 Menjabarkan kebijakan partner dan mengawasi pelaksanaannya
 Menjadi penghubung antara staff dengan partner
 Mengawasi para akuntan senior
 Mereview KKP (Kertas Kerja Pemeriksaan) dan konsep/draft audit report
 Mendidik dan membina staff

C. SENIOR/ IN CHARGE AUDITOR


 Memimpin, mengkoordinir, dan mengawasi para staff/ junior assistant
 Mampu memberikan solusi atas temuan-temuan audit
 Melakukan evaluasi atas SPI
 Menyusun program dan anggaran audit
 Mereview KKP (Kertas Kerja Pemeriksaan) dan menganalisis
 Mempelajari data/informasi penting klien

D. JUNIOR STAFF ASSISTANT


 Melakukan pekerjaan audit secara rinci.
KB. 2. Aktivitas Usaha Kantor Akuntan Publik (KAP)

Menurut Arens (2000), aktivitas usaha di dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) terdiri dari 2 (dua)
kelompok, yaitu:

1. Assurance Service
 Jasa-jasa yang diberikan untuk pihak profesional yang independen untuk memperbaiki kualitas
informasi bagi para pembuat keputusan.
Assurance Service, terdiri atas:
a. Attestation Service: Salah satu jenis Assurance Service yang meliputi seluruh kegiatan dimana
KAP mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan pernyataan
tertulis yang dibuat pihak lain.
Attestation Service, terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu:
 Audit of Historical Financial Statements, salah satu jenis dari Attestation Service dimana
Auditor mengeluarkan laporan tertulis yang mengungkapkan pendapat/ opini mengenai apakah
laporan keungan secara material telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
 Review of Historical Finaancial Statements, biasa dilakukan pada laporan intern perusahaan
publik atau laporan tahunan perusahaan non publik.
 Other Attestation Service
2
b. Other Assurance Service: Auditor tidak diharuskan mengeluarkan laporan tertulis dan jaminan
tidak harus tentang keandalan pernyataan tertulis pihak lain mengenai kesesuaiannya dengan
kriteria tertentu, tetapi lebih ke keandalan dan relevansi informasi. Fokusnya yaitu untuk
memperbaiki kualitas informasi yang akan digunakan oleh para pembuat laporan.

2. Nonassurance Service

Ada 3 (tiga) jenis jasa yang dib erikan Auditor yang tidak memberikan “jaminan” apapun pada pihak
ketiga, yaitu:
a. Accounting & Bookeeping Services (jasa akuntansi dan pembukuan)
 Merupakan jasa pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, disebut juga dengan jasa
kompilasi.
b. Tax Services (jasa perbankan)
 Merupakan jasa penyusunan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) pajak pennghasilan perorangan
maupun badan/ perusahaan yang menjadi klien auditnya atau bukan.
c. Management Consulting Services (jasa konsultasi manajemen)
 Jasa yang diberikan akuntan publik kepada kliennya untuk meningkatkan efektivitas
operasinya.

KB. 3. Pengendalian Mutu (Quality Control)

Pada tahun 1990 Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) membentuk Satuan Pengendalian Mutu
Akuntan yang bertanggungjawab membantu Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam merumuskan dan
melaksanakan Standar Pengendalian Mutu (SPM).
Bagi Kantor Akuntan Publik (KAP), pengendalian mutu adalah metode yang digunakan untuk
memastikan bahwa Kantor Akuntan Publik (KAP) mampu memenuhi tanggung jawab jabatannyaa
kepada klien.
Menurut Sukrisno Agoes (1996) Sistem Pengendalian Mutu yang dimaaksud terdir atas struktur
organisasi, kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan dan memberikan keyakinan yang
layak bagi Kantor Akuntan Publik (KAP), bahwa mutu pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan
Standar Auditing.
Menurut Arens (2000), pengendalian mutu adalah prosedur yang digunakan Kantor Akuntan
Publik (KAP) untuk membantunya memenuhi standar secara konsisten dalam setiap penugasan. Pada
Bulan Februari 1991 Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengeluarkan Pedoman Pengendalian Mutu dan
Penelaahan Mutu Kantor Akuntan Publik yang disusun bekerjasama dengan BPKP yang menjadi acuan
dan bantuan bagi Kantor Akuntan Publik dalam menyusun kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
Dalam Pedoman Pengendalian Mutu tersebut IAI menetapkan 9 (sembilan) elemen
pengendalian mutu yang harus menjadi pertimbangan Kantor Akuntan Publik dalam menentukan
kebijakan dan prosedur masing-masing (SPAP No. 20). Elemen-elemen pengendalian mutu tersebut
dapat kita lihat, sebagai berikut:
No Elemen Ikhtisar Persyaratan
1 Independensi Semua anggota tim yang melaksanakan penugasan wajib memenuhi
persyaratan independen
2 Penugasan para Semua anggota tim dalam penugasan harus memiliki tingkat kemampuan
Auditor dan pelatihan teknik yang memadai
3 Konsultasi Pada saat staf atau partner mengalami problem krisis, harus ada prosedur
untuk mendapatkan petunjuk dari orang yang ahli
4 Supervisi Kebijakan untuk menjamin supervisi pekerjaan yang memadai untuk
seluruh tingkatan harus dilakukan untuk setiap penugasan
5 Pengangkatan Seluruh karyawan baru harus mampu melaksanakan tugasnya secara
Auditor kompeten
6 Pengembangan Setiap karyawan harus memperoleh pengembangan profesional yang
3
Profesional mencukupi untuk mendukung pelaksanaan kerja secara kompeten

7 Promosi Kebijakan promosi harus jelas untuk menjamin promosi karyawan


berlangsung sesuai antara kualifikasi dan tanggung jawab
8 Penerimaan dan Seluruh klien dan calon klien harus dievaluasi untuk meminimalisasikan
Pemeliharaan kemungkinan terbatas integritas manajemen
Hubungan dengan
Klien
9 Inspeksi Kebijakan dan prosedur harus jelas guna menunjang terpenuhinya
kedelapan elemen pengendalian mutu secara konsisten

Namun pada Bulan Mei 1996, The Auditing Standars Board menguranginya menjadi 5
(lima) elemen, yaitu:
No Element Summary of Requirements
1 Independence, All personnel in engagement should maintain independence in fact and in
integrity and appearance, perform all profesional responsibilities with integrity, and
objectivity maintain objectivity in performing their profesional responsibilities
2 Personal Policies and procedures should be estabilished to provide the firm with
management reasonable assurance that
 All new personnel should be qualified to perform their work competently
 Work is assigned to personal who have adequate technical training and
proficiency
 All personnel should participate in continuing profesional education and
profesional development activities that enable them to fulfill their
assigned responsibilities
 Personnel selected for advancement have the qualifications necessary for
the fulfillment of their assigned responsibilities
3 Acceptance and Policies and procedures should be estabilished for deciding whether to
continuation of accept or continuea client relationshi. These policies and procedures should
clients and minimize the risk of associating with a client whose management lacks
engagements integrit. The firm should also only undertake engagements that can be
completed with profesional competence
4 Engagement Policies and procedures should exist to ensure that the work performed by
performance engagement personnel meets applicable
Profesional standards, regulatory requirements, and the firm’s standards of
quality
5 Monitoring Policies and procedures should exist to ensure that the other four quality
control elements are being effectively applied

Peer Preview
Menurut Sukrisno Agoes (1996), Peer Preview (penelaahan sejawat) adalah suatu penelaahan
yang dilakukan terhadap Kantor Akuntan Publik untuk menilai apakah KAP telah mengembangkan
kebijakan dan prosedur pengendalian mutu secara memadai sebagaimana yang disyaratkan dalam PSA
No. 20 yang ditetapkan oleh IAI.
Manfaat peer preview bagi KAP, yaitu dapat meningkatkan sistim kerja yang lebih baik dan
efisien serta meningkatkan kredibilitasnya. Sementara bagi profesi, melakukan review berarti turut
mengawasi dan membantu Kantor Akuntan Publik agar konsisten memenuhi Standar Pengendalian Mutu
sehingga akan meningkatkan kredibilitas dan memanfaatkan profesinya. Manfaat bagi masyarakat sebagai
pemakai jasa Kantor Akuntan Publik yaitu masyarakat memperoleh kualitas jasa yang memuaskan.
Pelaksanaan Peer Preview juga dilakukan oleh BPKP (Badan Pengawas Keuangan Pembangunan)
dan bagi KAP yang menjadi anggota Forum Akuntan Pasar Modal Peer Preview dilakukan minimal sekali
dalam tiga tahun.
4
5