Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang sering disebut silent
killer karena pada umumnya pasien tidak mengetahui bahwa mereka
menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.
Selain itu penderita hipertensi umumnya tidak mengalami suatu tanda atau
gejala sebelum terjadi komplikasi.(1)
Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% pada tahun 2013,
tetapi yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan/atau riwayat minum obat
hanya sebesar 9,5%. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar kasus
hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan
kesehatan. Profil data kesehatan Indonesia tahun 2011 menyebutkan bahwa
hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit dengan kasus rawat inap
terbanyak di rumah sakit pada tahun 2010. (2)
Masalah gizi klinis merupakan masalah gizi yang erat hubungannya
dengan penyakit dan penanganannya memerlukan tindakan yang
komprehensif. Sehingga hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko
terjadinya penyakit kardiovaskuler, perlu dicegah dan diobati dengan
merubah pola makan menjadi pola makan sehat yang berpedoman pada aneka
ragam makanan yang memenuhi gizi seimbang.
2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan
masalah yang timbul adalah bagaimana penatalaksanaan gizi seimbang untuk
mencegah hipertensi ?
3. TUJUAN DAN MANFAAT
a. Mengetahui deskripsi, penyebab, patofisiologi, serta faktor risiko penyakit
hipertensi.
b. Mengetahui penatalaksanaan gizi seimbang untuk mencegah hipertensi.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Gizi berasal dari bahasa Arab: “al gizai” yang artinya makanan dan
manfaatnya untuk kesehatan. Dapat juga diartikan sari makanan yang bermanfaat
untuk kesehatan. Manusia dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya,
dimulai dari saat pembuahan, berlangsung sepanjang masa hidupnya hingga
dewasa sampai masa tua, memerlukan zat gizi yang terkandung dalam makanan.
(3)

Hidangan “gizi seimbang” adalah makanan yang mengandung zat tenaga,


zat pembangun dan zat pengatur. Zat tenaga atau kalori diperlukan untuk
melakukan aktivitas sehari-hari yang sebagian besar dibutuhkan dari bahan
makanan sumber karbohidrat dan lemak serta sedikit protein. Zat pembangun atau
protein ini penting untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel rusak yang
didapatkan dari bahan makanan hewani atau tumbuh-tumbuhan (nabati). Sumber
zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung
berbagai vitamin dan mineral yang berperan untuk proses metabolisme atau
bekerjanya fungsi organ tubuh. Selain itu, air juga diperlukan untuk proses
metabolisme. Sedangkan serat juga dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk
memberikan isi perut (bulky) dan membantu memperlancar proses buang air
besar. Selain itu serat juga mempengaruhi penyerapan zat gizi dalam usus. (3)

Pola makan yang mengikuti “13 Pesan Dasar Gizi Seimbang” sangat
dianjurkan untuk mendapatkan kecukupan zat gizi. (3)

1. Makanlah aneka ragam makanan


2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi
5. Gunakan garam beryodium
6. Makanlah makanan sumber zat besi
7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan

2
8. Biasakan makan pagi
9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
11. Hindari minum minuman beralkohol
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
13. Bacalah label pada makanan yang dikemas

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi


batas normal. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. Berbagai
faktor dapat memicu terjadinya hipertensi, walaupun sebagian besar (90%)
penyebab hipertensi tidak diketahui (hipertensi essential). Penyebab tekanan darah
meningkat adalah peningkatan kecepatan denyut jantung, peningkatan resistensi
(tahanan) dari pembuluh darah tepi dan peningkatan volume aliran darah.(3)

Faktor gizi yang sangat berhubungan dengan terjadinya hipertensi melalui


beberapa mekanisme. Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya
hipertensi yang berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia juga
berperan, karena pada usia lanjut (usila) pembuluh darah cenderung menjadi kaku
dan elastisitasnya berkurang. Pembuluh yang mengalami sklerosis
(aterosklerosis), resistensi dinding pembuluh darah tersebut akan meningkat. Hal
ini akan memicu jantung untuk meningkatkan denyutnya agar aliran darah dapat
mencapai seluruh bagian tubuh. (3)

Menurut Maria C. Linder, Ph.D dari California State University, Fullerton,


CA, masih menjadi perdebatan kontroversi tentang pengaruh faktor diet dan cara
hidup terhadap terjadinya aterosklerosis. Namun dari beberapa kecenderungan
menyatakan bahwa: 1) terjadinya plak (plaque) aterosklerosis merupakan suatu
respon dari cedera pada dinding arteri terhadap kerusakan yang dibentuk oleh
lapisan epitel; 2) serat makanan, Mg dan beberapa mikronutrien seperti Cr, Cu
mungkin penting dalam pencegahan jangka panjang atau memperlambat
aterosklerosis. Selain itu konsumsi tinggi kolesterol dan lemak yang memicu
terjadinya aterosklerosis dapat berikut ini. (3)

3
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
1. HIPERTENSI
A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada
pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang
dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang
membutuhkannya. Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan
jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan
darah. WHO (World Health Organization) memberikan batasan tekanan
darah normal adalah 140/90 mmHg. Batasan ini tidak membedakan antara
usia dan jenis kelamin. (4)
B. Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi
essensial (primer) merupakan hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya dan ada kemungkinan karena faktor keturunan atau genetik
(90%). Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang merupakan akibat dari
adanya penyakit lain. Faktor ini juga erat hubungannya dengan gaya
hidup dan pola makan yang kurang baik. Faktor makanan yang sangat
berpengaruh adalah kelebihan lemak (obesitas), konsumsi garam dapur
yang tinggi, merokok dan minum alkohol. (5)
Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka
kemungkinan menderita hipertensi menjadi lebih besar. Faktor-faktor lain
yang mendorong terjadinya hipertensi antara lain stress, kegemukan
(obesitas), pola makan, merokok. (5)
C. Patofisiologi Hipertensi
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh
darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat
vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke
korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis
di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam

4
bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke
ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan
asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke
pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin
mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. (6)
Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat
mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi.
Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin,
meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
(6)

Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang


pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga
terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla
adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks
adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat
respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang
mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan renin.
Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah
menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya
merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini
menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan
peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung
mencetuskan keadaan hipertensi. (6)
D. Gejala Hipertensi
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak
memiliki gejala khusus. Gejala-gejala yang mudah diamati antara lain
yaitu : gejala ringan seperti, pusing atau sakit kepala, sering gelisah,
wajah merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, telinga berdengung,
sukar tidur, sesak napas, rasa berat ditengkuk, mudah lelah, mata
berkunang-kunang, mimisan (keluar darah dari hidung). (7)

5
E. Faktor Resiko Terjadinya Hipertensi
Menurut Elsanti (2009), faktor resiko yang mempengaruhi hipertensi
yang dapat dan tidak dapat dikontrol, antara lain: (8)
a. Jenis kelamin
Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria bila terjadi pada usia dewasa
muda. Tetapi lebih banyak menyerang wanita setelah umur 55 tahun,
sekitar 60% penderita hipertensi adalah wanita. Hal ini sering
dikaitkan dengan perubahan hormone estrogen setelah menopause.
Peran hormone estrogen adalah meningkatkan kadar HDL yang
merupakan faktor pelindung dalam pencegahan terjadinya proses
aterosklerosis.
b. Umur
Semakin tinggi umur seseorang semakin tinggi tekanan darahnya, jadi
orang yang lebih tua cenderung mempunyai tekanan darah yang tinggi
dari orang yang berusia lebih muda.
c. Genetik
Individu dengan orang tua dengan hipertensi mempunyai risiko dua
kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada orang yang tidak
mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi.
d. Merokok
Fakta otentik menunjukan bahwa merokok dapat menyebabkan
tekanan darah tinggi. Kebanyakan efek ini berkaitan dengan
kandungan nikotin. Asap rokok (CO) memiliki kemampuan menarik
sel darah merah lebih kuat dari kemampuan menarik oksigen,
sehingga dapat menurunkan kapasitas sel darah merah pembawa
oksigen ke jantung dan jaringan lainnya.
e. Status Gizi
Seseorang dikatakan kegemukan atau obesitas jika memiliki nilai
IMT≥25.0. Obesitas merupakan faktor risiko munculnya berbagai
penyakit degeneratif, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan
diabetes mellitus.

6
f. Konsumsi Natrium
Pengaruh asupan garam terhadap terjadinya hipertensi melalui
peningkatan volume plasma, curah jantung dan tekanan darah. Faktor
lain yang ikut berperan yaitu sistem renin angiotensin yang berperan
penting dalam pengaturan tekanan darah.
g. Stress
Hubungan antara stress dan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf
simpatis peningkatan saraf dapat menaikkan tekanan darah secara
intermiten (tidak menentu). Stres yang berkepanjangan dapat
mengakibatkan tekanan darah yang menetap tinggi.

2. POLA MAKAN SEHAT UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI


A. Capai dan Pertahankan Kadar Kolesterol Normal
Lemak jenuh adalah penentuan utama peningkatan kadar kolesterol,
sehingga dianjurkan untuk menurunkan asupan lemak jenuh < 10% asupan
total energi dengan membatasi asupan makanan kaya asam lemak jenuh
(susu tinggi lemak dan produknya, daging berlemak serta minyak kelapa).
Pada orang dengan kadar kolesterol LDL tinggi atau dengan penyakit
kardiovaskuler, lemak jenuhnya harus lebih rendah (< 7% total energi). (9)
Asam lemak trans diet dapat meningkatkan kolesterol LDL dan
menurunan kolesterol HDL. Asam lemak ini terdapat pada produk
makanan jadi yang mengandung minyak tumbuhan yang terhidrogenasi
sebagian seperti kue kering, kraker, makanan yang dipanggang dan
digoreng. Minyak yang digunakan pada makanan yang digoreng di
kebanyakan restoran kemungkinan mengandung asam lemak trans yang
tinggi. Untuk menjaga agar tidak terjadi peningkatan kadar kolesterol,
dianjurkan untuk mengkonsumsi total sumber asam lemak (< 10%
kebutuhan energi). (9)
Disamping itu juga harus menurunkan konsumsi bahan makanan
tinggi kolesterol, walaupun bahan makanan tersebut rendah sumber asam
lemak jenuh. Kolesterol dalam makanan dapat juga meningkatkan kadar

7
kolesterol LDL, walaupun tidak sebanyak lemak jenuh. Kebanyakan
makanan tinggi lemak jenuh juga merupakan sumber kolesterol, sehingga
mengurangi komsumsi makanan ini akan memberikan keuntungan lebih
yaitu pembatasan asupan kolesterol. Makanan kaya kolesterol tetapi
rendah kadar asam lemak jenuh (kuning telur) serta kacang-kacangan
dengan kadar lebih rendah sehingga efeknya lebh kecil terhadap kolesterol
LDL. (9)

B. Capai Dan Pertahankan Berat Badan Ideal


Pola makan sehat bertujuan untuk menurunkan dan mempertahankan
berat badan ideal, sehingga dianjurkan untuk menyeimbangkan asupan
kalori dengan kebutuhan energi total dengan membatasi konsumsi
makanan yang mengandung kalori tinggi dan atau makanan yang
kandungan gula dan lemaknya tinggi. Disamping itu, agar melakukan
aktifitas fisik yang cukup untuk mencapai kebugaran jasmani yang baik
dengan menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan energi/kalori.
Untuk menurunkan berat badan, penggunaan energi harus melebihi
asupannya. Cara mengukur berat badan ideal salah satunya adalah dengan
menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) :
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑘𝑔)
IMT = kg/m2
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑚2 )

Tabel 1. Cut off indeks massa tubuh

8
Piramida makanan dibawah ini menggambarkan komposisi makanan yang
dianjurkan.

Gambar 1. Piramida komposisi makanan yang dianjurkan(9)

Daftar Bahan Pangan :


a. Serelia, dan umbi-umbian serta hasil olahannya: beras, jagung,
sorgum, cantle, jail, sagu, ubi, singkong, kentang, talas, mie, roti,
bihun, oat.
b. Sayuran: - Sayur daun: kangkung, bayam, pucuk labu, sawi, katuk,
daun singkong, daun pepaya, daun kacang, daun mengkudu, dan
sebagainya. - Sayur buah: kacang panjang, labu, mentimun, kecipir,
tomat, nangka muda, dan sebagainya. - Sayur akar: wortel, lobak, bit,
dan sebagainya.
c. Buah: jambu biji, pepaya, jeruk, nanas, alpukat, belimbing, salak,
mengkudu, semangka, melon, sawo, mangga.
d. Kacang-kacangan dan hasil olahnya (tempe, tahu) serta polong-
polongan.
e. Unggas, ikan, putih telur.
f. Daging merah, kuning telur.

9
g. Minyak, santan, lemak (gajih), jeroan, margarine, susu dan produknya.
8. Gula, garam.
C. Pertahankan Tekanan Darah Normal
Asupan garam (Natrium Chlorida) dapat meningkatkan tekanan
darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan
asupan natrium + 1,8 gram/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4
mmHg dan diastolik 2 mmHg pada penderita hipertensi dan penurunan
lebih sedikit pada individu dengan tekanan darah normal. Respons
perubahan asupan garam terhadap tekanan darah bervariasi diantara
individu yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan juga faktor usia.
Disarankan asupan garam < 6 gram sehari atau kurang dari 1 sendok teh
penuh. (9)
Dari berbagai penelitian, terbukti bahwa kenaikan berat badan dapat
meningkatkan tekanan darah dan terjadinya hipertensi, walaupun pada
program penurunan berat badan. Penurunan tekanan darah dapat terjadi
sebelum tercapai berat badan yang diinginkan. Penurunan sistolik dan
diastolik rata-rata per kg penurunan berat badan adalah 1,6 / 1,1 mmHg.
Sehingga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan normal, untuk
menghindari terjadinya hipertensi. (9)
Dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi alkohol atau bahan makanan
yang mengandung alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah.
Disamping itu alkohol juga dapat menyebabkan kecanduan. (9)
Dari penelitian-penelitian klinis memperlihatkan pemberian
suplemen kalium dapat menurunkan tekanan darah. Dengan suplementasi
diet kalium 60-120 mmol/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik
dan diastolik 4,4 dan 2,5 mmHg pada penderita hipertensi dan 1,8 serta 1,0
mmHg pada orang normal. Diet kaya kalium juga dihubungkan dengan
penurunan risiko stroke. Asupan diet kalium, Mg dan kalsium sebaiknya
bersumber pada bahan makanan alami. Pemberian suplemen harus
dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. (9)

10
BAB IV
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan
pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. WHO
(World Health Organization) memberikan batasan tekanan darah normal
adalah 140/90 mmHg.
Sehingga hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya
penyakit kardiovaskuler, perlu dicegah dan diobati dengan merubah pola
makan menjadi pola makan sehat yang berpedoman pada aneka ragam
makanan yang memenuhi gizi seimbang, antara lain :
a. Capai dan Pertahankan Kadar Kolesterol Normal
b. Capai Dan Pertahankan Berat Badan Ideal
c. Pertahankan Tekanan Darah Normal

11
DAFTAR PUSTAKA
1. Chobanian, A. V., Bakris, G.L., Black , H.R., Chusman, W.L., Green I.A.,
Izzo, J.L, Jones, D.W., Materson, B.J., Oparil, S, Wrihat, J.T. JNC VII
Express: The Seventh Report of the Joint National Commite on Preventian,
Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Presure, U.S. Deparment
of Health and Human Services. 2003; 12-33.
2. Kementrian Kesehatan, Pharaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi.
Jakarta; Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2008.
3. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme dengan Pemakaian Secara Klinis, Maria
C. Linder, Ph.D, Department of Chemistry, Fullertor, diterjemahkan oleh
Aminudin Parakkasi; Penerbit UI Press, 1992
4. Marliani Lili, dk.100 Question & Answers Hipertens. Jakarta : PT Elex
Media Komputindo, Gramedia. 2007.
5. Adib.M. Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi Jantung dan
Stroke. Yogyakarta : Dianloka. 2009.
6. Roehandi. Treatment Of High Blood Pressure. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama. 2008.
7. Sutanto. Awas 7 Penyakit Degeneratif, Paradigma Indonesia,Yogyakarta.
2009.
8. Pedoman Makan Untuk Kesehatan Jantung Indonesia, PERKI Pusat dan
Yayasan Jantung Indonesia; Jakarta, 2002

12