Anda di halaman 1dari 3

1.

Ambergris, sperma si ikan paus


Saat ingin membeli parfum coba perhatikan tulisan yang tertera pada botol maupun
daftar komposisinya dengan seksama. Bila di sana tertera kata ‘ambergris’ berarti parfum
tersebut mengandung bahan yang berasal dari ikan paus. Ambergris merupakan sebuah
bahan yang berasal dari sperma ikan paus. Biasanya para produsen mengambil bahan ini
pada spesies yang ditemukan meninggal di laut. Bahan ambergris ini fungsinya adalah
untuk menguatkan wewangian yang sebelumnya mudah menguap. Menurut para produsen
ambergris ini memiliki bobot lebih ringan bila dibandingkan dengan air dan biasanya akan
mengapung di lautan. Oleh karena itu mereka harus mengumpulkan secara manual bahan
tersebut atau menunggunya tersapu ombak hingga tepian pantai. Butuh waktu beberapa
bulan untuk mengeringkan benda ini agar bau amisnya dapat berubah menjadi wangi
ambergris.
1. Ambergris, the whale's sperm
When you want to buy perfume try to note the written on the bottle and list the composition
carefully. When there is the word 'ambergris' means the perfume contains the ingredients derived
from the whale. Ambergris is an ingredient derived from whale sperm. Usually producers take this
material on species found dead in the ocean. This ambergris material function is to reinforce
previously volatile fragrances. According to these ambergris producers it has a lighter weight when
compared to water and will usually float in the oceans. Therefore they must manually collect the
material or wait for it to be swept up to the shoreline. It takes a few months to dry this thing so that
its fishy smell can turn into ambergris scent.

2. Castoreum, dari kelenjar berang-berang


Bila yang tertera di botol atau kemasan parfum favoritmu adalah “castoreum”, maka
ingatlah akan sosok hewan lucu pembangun bendungan yaitu berang-berang. Castoreum
ini merupakan salah satu bahan minyak wangi yang dihasilkan oleh sepasang kelenjar
tubuh berang-berang. Kelenjar tersebut disebut bisa menghasilkan minyak yang fungsinya
untuk melindungi bulu si hewan akibat pengaruh perubahan cuaca. Hewan yang paling
banyak ditemukan di Rusia dan Amerika utara ini konon akan banyak diburu pada bulan
Januari. Karena di awal tahun inilah bulu berang-berang sedang dalam kondisi indah-
indahnya, oleh karena itu mereka benar-benar dicari. Castoreum sendiri konon merupakan
penguat parfum yang terbaik dan dipakai bersamaan dengan larutan alkohol. Bahan ini
kerap ditemukan pada parfum yang digunakan pria.
2. Castoreum, from the beaver gland
If the bottle or pack of your favorite perfume is "castoreum", then remember the figure
of a cute animal builder of the dam is a beaver. This castoreum is one of the perfume
materials produced by a pair of beaver body glands. These glands are called oils that can
function to protect the animal's fur due to changes in weather. Animals most commonly
found in Russia and North America is said to be much hunted in January. Because at the
beginning of this year feather beavers are in beautiful condition, therefore they are really
sought. Castoreum itself is said to be the best perfume booster and is used in conjunction
with an alcohol solution. This material is often found in perfumes used by men.

3. Musk, dari kelenjar perut rusa


Mungkin istilah yang satu ini sudah tidak asing ya kita dengar dan lihat pada kemasan-
kemasan parfum yang muncul dalam iklan televisi maupun dijual di pusat perbelanjaan.
Tahukah kamu bahwa aroma musk ini berasal dari sekresi wewangian yang telah
diproduksi oleh kelenjar perut rusa jantan tanpa tanduk? Spesies rusa ini akan sangat
mudah ditemukan di daerah Asia Tengah tepatnya di Pegunungan Himalaya. Binatang ini
sebenarnya sudah digolongkan sebagai spesies langka yang disinyalir akan segera punah.
Oleh karena itu saat ini pihak pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan
perburuan terhadap si rusa. Tak kehabisan akal, masyarakat kemudian membuat
penangkaran rusa yang mana mereka bisa mengoperasi dan mengambil kelenjarnya
sebelum kemudian sang rusa dilepas kembali. Mengingat semakin sulit bagi pembuat
parfum untuk memperoleh musk, maka dari itu sekarang mereka banyak beralih
menggunakan musk sintesis dengan harga lebih ekonomis.
3. Musk, from deer's stomach glands
Perhaps this one term is not foreign we hear and see on the perfume packaging that
appears in television commercials and sold in shopping centers. Did you know that this
musk aroma comes from the secretion of fragrance that has been produced by the stomach
glands of the stag without horns? This species of deer will be very easy to find in Central
Asia precisely in the Himalayas. This animal has actually been classified as a rare species
that allegedly will soon be extinct. Therefore today the government forbids the community
to hunt the deer. Undeterred, the community then made a deer breeding where they could
operate and take the glands before then the deer was released again. Given the more
difficult for perfume makers to gain musk, so now they are switching to using musk
synthesis at a more economical price.
4. Civet, dari kesturi
Selain paus, berang-berang, dan rusa, ternyata hewan se lucu kesturi juga tak bisa lolos
dari ancaman para pembuat parfum. Di Indonesia sendiri banyak yang menggolongkannya
sebagai spesies kucing, namun ada pula yang menyebutnya famili dari tikus. Spesies
kesturi yang kerap digunakan untuk memproduksi parfum biasanya berasa dari wilayah
barat daya Ethiopia. Kesturi memiliki kantong perut yang menghasilkan zat bernama
viverreum. Bahan ini biasanya memiliki tekstur kental serta berwarna kecoklatan dan
dilengkapi dengan aroma yang cukup keras bila dihirup. Namun para pengguna mengaku
ketika viverreum sudah diolah menjadi parfum makan wangi yang dihasilkan memiliki
kesan hangat serta sensual. Tak disangka hewan kecil ini bisa menghasilkan wangi yang
sedemikian rupa.
4. Civet, from musk
In addition to whales, otters, and deer, it turns out that a cute musk like a musk also
can not escape the threat of perfume makers. In Indonesia itself many people classify it as
a cat species, but some are calling it a family of rats. The musk species that are often used
to produce perfume usually come from the southwestern region of Ethiopia. Musk has a
belly pouch that produces a substance called viverreum. This material usually has a thick
texture and brownish color and comes with a pretty loud scent when inhaled. But the users
claimed when the viverreum has been processed into perfume perfume that produced a
warm and sensual impression. Unexpectedly this small animal can produce such a
fragrance.

 Kesimpulan:
Jadi, Ambergris, castoreum, musk, dan civet adalah beberapa bahan utama parfum
yang ternyata diambil dari hewan baik secara baik-baik maupun melalui perburuan.
Bahkan yang biasanya menggunakan bahan tersebut adalah merek ternama, padahal
seharusnya orang-orang di baliknya lebih memahami mana yang diperbolehkan atau tidak.
Mulai sekarang jika kalian mengaku penyayang binatang, lebih perhatikan lagi parfum
yang akan dibeli ya.