Anda di halaman 1dari 6

TEORI PASAR MODAL

EKONOMI DAN KAITANNYA DENGAN KINERJA EFEK

OLEH :

MADE SUWI NOVITA DEVI 1607531179

Dosen Pengampu Mata Kuliah :

Dr. Gerianta Wirawan Yasa, SE., M.Si.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
EKONOMI DAN KAITANNYA DENGAN KINERJA EFEK

10.1 MIKRO EKONOMI DAN MAKRO EKONOMI


10.1.1 Pasar, Permintaan, Dan Penawaran
Pasar adalah media bertemunya pembeli dan penjual barang/jasa untuk melakukan
pertukaran. Adapun istilah Permintaan dan Penawaran mengacu kepada perilaku manusia, pada
saat mereka berinteraksi satu sama lain di pasar. Dimana Pembeli menentukan Permintaan,
sedangkan Penjual menentukan Penawaran.
1) Pasar Monopoli, yaitu dimana hanya ada satu penjual yang menentukan harga sebuah
barang/jasa untuk banyak pembeli.
2) Pasar Oligopoli, yaitu dimana hanya ada beberapa penjual yang menentukan harga sebuah
barang/jasa untuk banyak pembeli.
3) Pasar Monopsoni, yaitu dimana hanya ada satu pembeli yang menentukan harga sebuah
barang/jasa untuk banyak penjual.
Permintaan (Demand) , Jumlah barang yang diminta (the quantity demanded) adalah jumlah
barang yang rela dan dapat dibeli oleh konsumen. Hukum Permintaan (Law of demand):
Apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan, dan apabila
harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, ceteris paribus.
Asumsi ceteris paribus artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-
faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Penawaran (Supply), Jumlah barang yang ditawarkan (the quantity supplied) adalah jumlah
barang dan jasa yang rela dan dapat dijual oleh producen. Hukum penawaran (law of supply):
Apabila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan
apabila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun, ceteris paribus.
Asumsi ceteris paribus, sekali lagi, artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan
atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
10.1.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Barang Yang Diminta Dan
Ditawarkan
1) Barang yang diminta : selera, jumlah pembeli, pendapatan kosnumen, harga barang/jasa
pengganti dan pelengkap, perkiraan harga dimasa datang, intensitas kebutuhan konsumen.
Akibat perubahan faktor-faktor tersebut akan menggeser kurva permintaan.

1
2) Barang yang ditawarkan: biaya produksi, teknologi , harga barang pengganti , pajak ,
perkiraan harga barang di masa datang, jumlah penjual. Akibat perubahan faktor-faktor
tersebut akan menggeser kurva penawaran.
10.1.3 Kesetimbangan Pasar Dan Harga
Kesetimbangan pasar (market equilibrium) adalah suatu kondisi dimana jumlah barang/jasa
yang ditawarkan sama dengan jumlah barang/jasa yang diminta. kesetimbangan terjadi jika
jumlah komoditi yang diminta dalam pasar per unit waktu sama dengan jumlah komoditi yang
ditawarkan selama periode yang sama. Secara grafis kesetimbangan terjadi pada perpotongan
antara kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar. Surplus tercipta ketika para produsen
menawarkan satu produk dalam jumlah lebih banyak daripada yang diminta oleh pembeli.
Defisit (Kekurangan) adalah kondisi dimana pembeli meminta lebih banyak daripada yang mau
dan mampu ditawarkan oleh para penjual. Kondisi surplus dan defisit menunjukkan kondisi dis-
ekuilbrium pasar.
10.1.4 Elastisitas
Elastisitas (elasticity) adalah sebuah ukuran sensitivitas jumlah barang yang diminta (Qd)
maupun yang ditawarkan (Qs) terhadap faktor-faktor penentunya. Elastisitas permintaan ada 3
macam yaitu:
1) Elastisitas Harga : Mengukur seberapa besar sensitivitas perubahan permintaan konsumen
terhadap perubahan harga produk.
2) Elastisitas Silang : Mengukur seberapa besar sensitivitas perubahan permintaan konsumen
terhadap produk A akibat adanya perubahan harga produk B.
3) Elastisitas Pendapatan : Mengukur seberapa besar sensitivitas perubahan permintaan
konsumen terhadap produk akibat adanya perubahan pendapatan konsumen.
10.1.5 Inflasi
Inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen
(IHK) atau CPI (Consumer Price Index). Indikator inflasi lainnya berdasarkan international
best practice antara lain:
1) Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu
komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama
dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas
suatu komoditas.

2
2) Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang
akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri).
Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi
permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Kestabilan inflasi merupakan
prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan
manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
10.1.6 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
Menurut pendekatan produksi PDB adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang
dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu
(biasanya satu tahun). Menurut Pendekatan Pengeluaran, PDB adalah semua komponen
permintaan akhir yang terdiri dari: 1) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT), 2)
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, 5) Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), 4) Inventori ,
5) Ekspor – Impor. Menurut Pendekatan Pendapatan, PDB merupakan jumlah balas jasa
yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara
dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).
10.2 PERANAN NEGARA DALAM EKONOMI
Negara (Pemerintah) dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, antara lain sebagai fasilitator,
atau melakukan intervensi. Kebijakan Moneter Adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank
Sentral (otoritas moneter) untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar untuk mencapai
perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Beberapa instrumen kebijakan moneter:
suku bunga , giro wajib minimum, operasi pasar terbuka, pengendalian kredit selektif, himbauan
moral. Sifat Kebijakan Moneter:
1) Kebijakan Ekonomi yang Kontraktif adalah apabila Bank Sentral melakukan langkah-
langkah pengetatan
2) Kebijakan Ekonomi yang Ekspansif adalah apabila Bank Sentral melakukan langkah-
langkah pelonggaran
Kebijakan moneter utamanya bertujuan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar
sehingga dapat menjaga laju inflasi agar sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan juga
bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.
Instrumen kebijakan fiskal : pajak, subsidi, anggaran. Sifat kebijakan fiskal: (a)Kebijakan
Fiskal Kontraktif ditempuh apabila pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari potensialnya, (b)
Kebijakan Fiskal Ekspansif ditempuh apabila pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari

3
potensialnya. Tujuan Kebijakan Fiskal: harga barang dan jasa, kesempatan kerja, pertumbuhan
ekonomi

10.3 ANALISA EKONOMI TERHADAP KEGIATAN USAHA PERUSAHAAN


10.3.1 Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)
Merupakan fondasi atau dasar dalam melakukan investasi, yang bertujuan untuk
mempelajari segala variabel yang dapat mempengaruhi nilai intrinsik sebuah surat berharga.
Kerangka Kerja Analisis Fundamental, Top-Down Approach, analisis dimulai dengan
melakukan analisis pada ekonomi global, termasuk indikator ekonomi nasional dan
internasional, seperti pertumbuhan GDP, inflasi, tingkat suku bunga, dan nilai tukar. Kerangka
Kerja Analisis Fundamental, Bottom-up Approach, seorang investor fokus hanya pada
analisa satu perusahaan saja dengan mengasumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat memiliki
kinerja yang baik.
10.3.2 ANALISIS TEKNIKAL (TECHNICAL ANALYSIS)
Metode analisis yang digunakan untuk memprediksi pergerakan harga suatu instrumen
keuangandi masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu, terutama pergerakan harga dan
volume. Analisis teknikal dapat menggunakan berbagai indikator sebagai dasar penilaian.
Beberapa istilah pada analisis teknikal : (1) Trend yang terjadi pada saat suatu instrumen
keuangan bergerak naik disebut dengan Bullish, (2) Sebuah instrumen keuangan disebut
memasuki fase distribusi jika pada suatu titik tertentu trend pergerakan naik terhenti dan
berbalik turun, (3) Sebuah instrumen keuangan disebut memasuki fase akumulasi jika pada
suatu titik tertentu trend pergerakan turun terhenti dan berbalik naik. Kerangka Kerja Analisis
Teknikal meliputi:

1) Nilai saham merupakan fungsi dari kondisi supply dan demand yang ditentukan oleh banyak
taktor, mulai dari hal-hal ilmiah, opini sampai perkiraan.
2) Para analis teknikal mempelajari pergerakan pasar dengan menggunakan grafik perubahan
harga, volume perdagangan dari waktu ke waktu, dan sejumlah indikator teknikal.
3) Teknik dalam analisis teknikal adalah momentum strategies: yaitu momentum investasi
berdasarkan pergerakan harga terkini.

10.4 PERMINTAAN DAN PENAWARAN: PENGARUHNYA TERHADAP KEGIATAN


INVESTASI DI PASAR MODAL

4
Kunci keberhasilan pasar modal terletak pada pemahaman atas kondisi pasar secara
umum, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran dan/atau permintaan dari suatu
efek (surat berharga: saham, obligasi). Walaupun efek tidak dapat dikonsumsi seperti layaknya
barang dan jasa, namun hukum penawaran dan permintaan tetap berlaku. Jika jumlah penawaran
meningkat (menurun), maka nilai/harga akan turun (naik).

10.5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN DAN


PERMINTAAN INVESTASI (DALAM HAL INI SAHAM) DI PASAR MODAL
1) Beberapa faktor (aksi korporasi, corporate action) yang dapat mempengaruhi jumlah
penawaran (supply) saham yang beredar di pasar: Kebutuhan perusahaan (emiten) untuk
menambah modal, Ketika opsi saham untuk karyawan dieksekusi, Terjadinya pemecahan
nilai saham, Adanya likuidasi dari pemegang saham mayoritas
2) beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan (demand) saham suatu
perusahaan: Keuntungan perusahaan, Perluasan pasar dan/atau kontrak penjualan baru,
Hutang perusahaan, Berita lainnya, Psikologi massa.

10.6 PEMBAHASAN KASUS EKONOMI & KINERJA KEGIATAN INVESTASI


DI PASAR MODAL
10.6.1 Struktur Mikro Bursa Efek Indonesia
Kajian struktur mikro akan memberikan gambaran yang lebih rinci tentang aliran
transaksi perdagangan saham antara pelaku pasar, siapa pelaku terbesar dan sangat berpengaruh
dalam proses pembentukan harga, serta dampak transmisinya pada pasar lainnya. Sebagaimana
proses terbentuknya harga di pasar barang, harga saham dalam pasar modal tergantung pada
kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand) terhadap saham. Supply-demand dalam
pasar saham merupakan muara akhir dari berbagai faktor yang mempengaruhi pelaku pasar yang
direpresentasikan dalam aksi jual-beli saham. Selain kekuatan supply-demand, proses
pembentukan harga di pasar saham sangat ditentukan oleh kondisi struktur mikro pasar modal.

Sumber : Modul 13. TICMI-AEKPI-Ekonomi dan Kaitannya dengan Kinerja Efek