Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perdagangan internasional mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi pertumbuhan

perekonomian di Indonesia. Menurut data statistic dari BPS, Indonesia memiliki angka

export dan impor yang sangat besar yakini kuota ekspor diatas 11 milyar dolar per bulan

dilihat sejak januari 2017 hingga agustus 2017 dan tertinggi mencapai 15.7 milyar dolar,

serta memiliki kuota impor diatas 10 milyar dolar dan tertinggi 13,9milyar dolar. Lebih

jelasnya bias dilihat di statistic ini.

Sebagian besar kegiatan perdagangan internasional ini menggunakan kapal sebagai

alat angkut untuk memindahkan barang ekspor maupun barang impor. Indonesia dengan

wilayah lautnya yang sangat luas sangat strategis untuk dijadikan sebagai jalur perdagangan

internasional. Angka ekspor impor via laut yang sangat besar ini mendorong para pengusaha

1
2

di bidang pelayaran lebih giat mengembangkan jasa-jasa pelayanan untuk ditawarkan kepada

para pemakai jasa dalam hal ini eksportir dan importir.

Perdagangan Internasional melalui jalur laut memerlukan alat transportasi yakini

kapal. Harga kapal yang mahal mendorong para pengusaha memilih untuk mendirikan

perusahaan keagenan. Hal ini karena perusahaan keagenan tidak diharuskan untuk memiliki

armada kapal sendiri. Sehingga pelaku usaha tidak perlu modal yang sangat besar untuk

mendirikan suatu perusahaan keagenan. Sehubungan dengan hal ini di Batam sangat banyak

perusahaan yang bergerak di bidang ke agenan, salah satunya adalah PT. Ben Line Agencies

cabang Batam yang merupakan salah satu anak perusahaan PT. Ben Line Agencies.

Salah satu layanan penting dalam agency adalah ship broking atau pialang kapal

dimana pelayanan ini pada PT. Ben Line Agencies Cabang Batam merupakan pelayanan

dengan menjadikan dirinya sebagai perantara antara pemilik kapal dan pembeli yang akan

membeli kapal. Atau antara pemilik kapal dengan perusahaan yang ingin memindahkan

barang ke seluruh dunia.

Dalam kegiatan Ship Broking, sering mengalami kendala seperti perusahaan yang

menjual kapalnya atau pemilik kapal bermasalah, bangkrut yang mengakibatkan Surat Ijin

Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) dan Surat Ijin Usaha Operasi Perusahaan

Angkutan Laut Khusus (SIOPSUS) dibekukan atau dicabut oleh dirjen perhubungan laut. Hal

ini merupakan masalah bagi agency apabila perusahaan yang sudah membuat kontrak

mendadak dibekukan atau dicabut SIUPAL dan atau SIOPSUS nya yang menyebabkan

pengurusan dokumen kapal yang mau dijual menjadi lama bahkan tidak memenuhi syarat

yang tentumya hal itu sangat membebani perusahaan karena di awal kontrak telah menyetujui
3

dan telah memberi deadline pengerjaan yang berimbas pada cacat/hilangnya perjanjian.

Pembatalan tiba-tiba oleh pembeli maupun penjual setelah membuat perjanjian juga menjadi

salah satu kendala yang dihadapi oleh ship broker atau makelar dimana hal ini menyebabkan

kerugian tidak hanya dalam hal materi tapi juga kepercayaan dari pengguna jasa agencies

apabila pembeli atau penjual mengalami pembatalan sepihak..

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan tersebut di atas maka peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Pelayanan Jasa Ship Broking

Pada PT. Ben Line Agencies Cabang Batam”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka peneliti mencoba

mengidentifikasikan penyebab masalah yang terjadi dalam kegiatan ship broking di PT. Ben

Line Agencies Cabang Batam, sebagai berikut :

1. Pembatalan tiba-tiba oleh salah satu pihak baik pembeli maupun penjual ketika perjanjian

telah dibuat yang mengakibatkan kecewanya pembeli atau penjual akan layanan ben

agency sehingga diperlukan survey yang mendalam pada pengguna jasa ben line agency

2. Perusahaan pelayaran yang menjual kapalnya bermasalah atau melanggar sehingga

izinnya dibekukan atau dicabut setelah pembuatan kontrak dibuat yang menyebabkan

pengurusan dokumen balik nama kapal menjadi lebih lama atau batal sehingga diperlukan

ketelitian dalam melakukan perjanjian kontrak.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini tidak keluar dari pokok permasalahan, maka peneliti

memfokuskan masalah ini pada kegiatan ship broking pada PT. Ben Line Agencies Cabang
4

Batam, dimana dalam pelaksanaannya ketelitian dan survei mendalam sangat diperlukan

untuk menanggulangi adanya pembatalan kontrak secara sepihak dan cacatnya kontrak yang

telah dibuat. Dimana kecakapan dari bagian survey dan kesahan dokumen sangat amat harus

diperhatikan disini.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah

maka yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana prosedur kegiatan ship broking pada PT. Ben Line Agencies Cabang Batam ?

2. Apa saja masalah yang dihadapi dan cara mengatasinya ?

E. Tujuan Penelitian

Kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana tentu memiliki tujuan yang

ingin dicapai sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan jelas dan terarah sehingga dapat

mencapai hasil yang maksimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pelayanan ship broking pada PT. Ben Line

Agencies Cabang Batam.

2. Untuk mengetahui adakah hambatan-hambatan selama pelayanan ship broking pada PT.

Ben Line Agencies Cabang Batam.

3. Untuk mengetahui upaya yang mungkin dilakukan dalam mengatasi masalah yang

mungkin terjadi pada saat pelayanan jasa ship broking.

4. Untuk memenuhi salah satu persyaratan penyelesaian Program Diploma III pada Jurusan

Manajemen Kepelabuhanan Akademi Pelayaran Nasional Surakarta.


5

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah dan permasalahannya, maka manfaat penelitian

ini adalah :

1. Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis, sekurang-kurangnya

dapat berguna sebagai sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan terutama di bidang

pelayanan jasa keagenan kapal di pelabuhan. Terlebih khusus mengenai jasa pelayanan

ship broking atau pialang kapal.

2. Manfaat praktis

a. Bagi Peneliti

1) Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan dan keahlian bagi

peneliti yang kelak akan masuk ke dunia kerja, agar mampu memecahkan

masalah-masalah yang timbul serta dapat memberikan masukan yang positif bagi

kemajuan perusahaan.

2) Peneliti mendapatkan pengetahuan secara langsung mengenai jasa-jasa yang

ditawarkan oleh agen, dan tanggung jawab agen di pelabuhan.

3) Peneliti memperoleh data untuk penulisan laporan hasil praktek darat (prada)

sebagai syarat kelulusan Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan

Kepelabuhanan Akademi Pelayaran Nasional Surakarta.

b. Bagi Perusahaan

1) Mempererat hubungan kerjasama antara PT. Ben Line Agencis Cabang Batam

dengan taruna/i maupun Akademi Pelayaran Nasional Surakarta.


6

2) Membantu karyawan dalam melaksanakan kegiatan operasional di PT. Ben Line

Agencies Cabang Batam.