Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

BIJI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN COKLAT

DISUSUN OLEH : AGISTYA RIZZA SUBAGYO

GURU PEMBIMBING : MAMIK YULIANI, S.Pd

Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas dari extra KIR

SMA NEGERI 1 DURENAN

TAHUN AJARAN 2015 / 2016


Kunjungan Kampung Coklat Page 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , karena atas
berkat rahmat dan hidayah-Nyalah , makalah ini bisa terselesaikan dengan judul “Biji
Kakao Sebagai Bahan Pembuatan Coklat”. Dengan membuat tugas ini saya harapkan
semuanya mampu untuk lebih mengenal tentang proses pembuatan coklat yang berawal
dari biji kakao.
Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran,
penuliasan makalah ini masih banyak kekuranganya. oleh karena itu, saya sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif guna penulisan makalah
yang lebih baik lagi .
Terselesainya penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak
baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, disampaikan terima kasih
kepada :
1. Drs. Budiyanto M.Pd selaku kepala SMA Negri 1 Durenan
2. Mamik Yuliani, S.Pd selaku guru pembimbing extra KIR SMA Negeri 1 Durenan
3. Orang tua saya yang memberi pengetahuan kepada saya
Harapan saya, semoga makalah yang sederhana ini dapat memberi informasi
mengenai cara membuat coklat yang baik sehingga mempunyai kualias atau mutu
tinggi.

Trenggalek , 15 Desember 2015

Penyusun

Kunjungan Kampung Coklat Page 2


DAFTAR ISI

1. Cover ..........................................................................................................................1
2. Kata pengantar ............................................................................................................2
3. Daftar isi .....................................................................................................................3
4. BAB 1
5. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ....................................................................................................4
1.2 Rumusan masalah................................................................................................5
1.3 Tujuan penelitian ................................................................................................5
1.4 Manfaat penelitian ..............................................................................................5
6. BAB 2
7. PEMBAHASAN
2.1 Tentang kampung coklat ......................................................................................6
2.2 Cara pembibitan benih kakao ...............................................................................7
2.3 Buah kakao yang siap panen ................................................................................8
2.4 Cara mengeringkan biji kakao ..............................................................................8
2.5 Cara memproses biji kakao menjadi coklat ..........................................................9
8. BAB 3
3.1 waktu dan tempat penelitian ...............................................................................10
3.2 jenis penelitian ....................................................................................................10
3.3 metode pengumpulan data ..................................................................................10
9. BAB 4
10. PENUTUP
4.1 Kesimpulan .........................................................................................................11
4.2 Saran ...................................................................................................................11
11. Daftar pustaka ...........................................................................................................12
12. Lampiran
1. Foto produk kampung coklat ................................................................................13
2. Foto kunjungan kampung coklat ..........................................................................15

Kunjungan Kampung Coklat Page 3


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Coklat dihasilkan dari tanaman kakao. Tanaman kakao yang berkualitas, menjadi
syarat mutlak untuk menghasilkan coklat yang berkualitas pula. Tidak gampang
memperoleh biji kakao bermutu. Butuh ketelatenan, kesungguhan dan kerja keras,
disamping pengetahuan yang mumpuni untuk menghasilkan biji kakao yang berkualitas
prima.
Sebagai salah satu pengembang dan pembudidaya industri kakao, koperasi Guyup
Santosa, terus berpacu untuk menghadirkan coklat terbaik di tengah masyarakat. Koperasi
Guyup Santosa mempunyai lahan seluas 25 ha lahan kakao dan 45.000 ha lahan gapoktan
kakao binaan. Produksi kakao mencapai 10 ton/hari. Kebun pembudidayaan berada di
Blitar, Tulungagung, Mojokerto, Madiun, Malang, Kediri, Magetan.
Biji kakao guyup santosa, telah diekspor ke berbagai negara, mulai dari Malaysia,
Singapura, Australia, hingga ke negara-negara Eropa seperti Belanda, Swiss dan masih
banyak lagi. Pencapaian ini melalui proses yang dimulai pada tahun 2004. Berkat
keseriusan, ketelatenan dan semangat tanpa mengenal putus asa, koperasi Guyup Santosa
menjadi barometer pasar kakao di Indonesia. Kualitas kakao yang dihasilkan koperasi
Guyup Santosa merupakan kualitas kakao terbaik untuk menjadi bahan pokok pembuatan
coklat bermutu tinggi. Melihat potensi kakao yang besar, serta animo masyarakat terhadap
coklat, maka pada tahun 2013, koperasi Guyup Santosa, menghadirkan KAMPUNG
COKLAT.

Kunjungan Kampung Coklat Page 4


1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana perkembangan kampung coklat di Blitar ?
2. Bagaimana cara pembibitan benih kakao ?
3. Bagaimana buah kakao yang siap dipanen ?
4. Bagaimana cara mengeringkan biji kakao ?
5. Bagaimana cara memproses biji kakao menjadi coklat ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN


1. Untuk mengetahui perkembangan kampung coklat di Blitar
2. Untuk mengetahui cara pembibitan benih kakao
3. Untuk mengetahui bagimana buah kakao yang siap dipanen
4. Untuk mengetahui cara mengeringkan biji kakao
5. Untuk mengetahui cara memproses biji kakao menjadi coklat

1.4 MANFAAT PENELITIAN


Untuk mengetahui bagaimana cara membuat coklat dari biji kakao serta cara
untuk menanam buah kakao dengan baik.

Kunjungan Kampung Coklat Page 5


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 TENTANG KAMPUNG COKLAT


Kampung coklat berawal saat peternakan ayam petelur milik Bapak Kholid Mustofa
(pemimpin kampung coklat) mengalami kerugian besar akibat terjangkit virus flu burung
pada tahun 2004. Kebun seluas 750 m2 milik keluarga yang sudah ditanami tanaman kakao
sejak tahun 2000 menjadi inspirasi awal. Ketiadaan pekerjaan dan tuntutan ekonomi
mengantar Bapak Kholid Mustofa lebih fokus di kebun kakao tersebut. Visi kampung
coklat adalah menjadi obyek wisata yang informatif dan menyenangkan di Jawa Timur.
Panen pertama kakao dijual ke Sumberpucung dengan harga Rp.9000/kg. Harga
tersebut menjadi motivasi. Beliau berfikir “yang tidak dirawat saja bisa mencapai harga
segitu apalagi yang dirawat”. Akhirnya beliau memutuskan untuk mendalami budidaya
kakao dengan magang di PTPN XII Blitar dan Puslit kota Jember.
Setelah mengikuti magang tersebut, akhirnya beliau menekuni budidaya kakao dengan
mengajak beberapa rekan yang terdiri dari 48 kelompok petani kakao se kabupaten Blitar
dan Gapoktan kakao se Jatim yang kemudian membentuk Gapoktan Guyup Santosa.
Gapoktan Guyup Santosa berdiri sejak tanggal 1 Januari 2005. Pada perkembangannya
Gapoktan Guyup Santosa membentuk badan hukum UD, CV , dan KSU yang kesemuanya
bernama Guyup Santosa dan bergerak dibidang pemasaran biji kakao baik di pasar
regional, nasional maupun ekspor. Gapoktan Guyup Santosa melakukan pengembangan
dengan memulai memproduksi olahan coklat sejak tahun 2013. Coklat dengan cita rasa
original bermerk GuSant menjadi produk unggulan Guyup Santosa. Dana untuk
mendirikan kampung coklat tersebut diambil dari saham yang dimiliki masing-masing
anggota. Sedangkan standart biaya untuk program pengembangan diambil 20 % dari
jaringan operasional. Semua karyawan kampung coklat digaji tiap minggu sesuai dengan
keterampilannya masing-masing. Program kegiatan kampung coklat disusun menggunakan
sistem grain desain. Struktur organisasinya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara,
direktur, manager, divisi, dan beberapa karyawan yang terdiri dari 156 orang. Kampung
coklat dikunjungi oleh wisatawan luar kota maupun luar negeri rata-rata 2 wisatawan/hari.

Kunjungan Kampung Coklat Page 6


Disana terdapat beberapa fasilitas diantaranya field trip, hold, warung yang menyediakan
berbagai makanan dan minuman, toilet, mushola, gallery yang mnyediakan berbagai
olahan coklat, cooking class, dll. Digalery juga bisa mencicipi coklat gratis. Ada juga
souvenir yang berupa gelas, tas, maupun kaos. Produksi kampung coklat hanya dipasarkan
di sekitar kampung coklat saja. Dalam 1 hari bisa menghasilkan 60 kw coklat, sedangkan
biji kakao di ekspor ke Malaysia.

2.2 CARA PEMBIBITAN BENIH KAKAO


Benih kakao diambil dari buah kakao yang sudah masak. Jika ingin
mendapatkan biji untuk dijadikan bahan coklat, biji itu harus dikeringkan terlebih
dahulu hingga kadar airnya mencapai 7 %. Sedangkan biji kakao yang akan
ditanam, tidak perlu melalaui proses pengeringan terlebih dahulu. Biji kakao itu
ditanam di dalam polibek yang berisi tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan
perbandingan 1:1:1. Tempat penanaman buah kakao diatas perlu dipasang jaring
paranet berwarna hitam yang berfungsi untuk meratakan cahaya matahari, air
hujan, dan juga angin agar pertumbuhan buah kakao itu bisa tumbuh dengan baik.
Jarak pohon kakao yaitu 4 x 4 m, sedangkan jarak lubang yaitu 60 x 60 cm. Untuk
menanamnya juga jangan lupa diberi jamur, insektisida, dan kotoran dalam satuan
gram dan prosen. Hama dalam pohon kakao antara lain, hellopeltin, PBK
(Pengerek Buah Kakao), dan cabuk. Agar buah kakao tidak terkena hama perlu di
semprot pestisida. Benih kakao yang berusia 1 minggu mulai tumbuh seperti
Kunjungan Kampung Coklat Page 7
kecambah, usia 2 minggu sudah mulai tumbuh daun, usia 1 bulan daun kakao
mulai melebar dan tumbuh dengan lebat, usia 4-6 bulan tanaman kakao siap
ditanam di lahan yang telah disiapkan, dan usia kurang lebih 2 tahun pohon kakao
sudah bisa berbuah.

Tempat pembibitan biji kakao

2.3 BUAH KAKAO YANG SIAP DIPANEN


Pohon kakao yang sudah berbunga, bunganya berwarna putih. Dan bunga
putih inilah yang akan menjadi bakal buah kakao. Buah kakao bisa dipanen kira-
kira 1 bulan setelah adanya bunga berwarna putih itu. Buah kakao yang masih
muda akan berwarna hijau, sedangkan buah yang sudah masak akan berwarna
kuning kecoklatan dan ada juga yang berwarna ungu kemerahan. Untuk memanen
buah kakao dilarang memutar buahnya karena dapat merontokkan bakal buah
kakao yang lain. Untuk memanennya diperlukan benda tajam seperti gunting atau
pisau.

2.4 CARA MENGERINGKAN BIJI KAKAO


Sebelum proses pembuatan coklat tahap pertama yang dilakukan yaitu tahap
pengeringan biji kakao. Untuk itu perlu disediakan tempat luas untuk

Kunjungan Kampung Coklat Page 8


mengeringkannya. Biji kakao itu, dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 7 %
agar akar-akarnya tidak tumbuh lagi. Namun, dalam proses pengeringan itu biji
kakao masih bercampur dengan kotoran.

Tempat pengeringan biji kakao


2.5 CARA MEMPROSES BIJI KAKAO MENJADI COKLAT
Cooking class adalah tempat untuk pengolahan coklat. Proses pengolahan
coklat mula-mula biji kakao yang telah dikeringkan disortir dan dipilih biji yang
bersih, lalu dipisahkan antar kulit dengan isinya. Isi kakao itulah yang nantinya
menjadi bubuk coklat, sedangkan kulit kakao biasanya untuk pakan ternak. Tahap
selanjutnya yaitu biji kakao disangrai, yang nantinya akan menjadi pasta coklat.
Biji kakao mengandung minyak / lemak coklat maka dari itulah dalam tahapan ini
masih menjadi pasta coklat. Kemudian pasta coklat itu, diproses dengan mesin dan
jadilah bubuk coklat sebagai bahan pembuatan coklat. Bubuk coklat dibedakan
menjadi 2, yaitu : bubuk alkanis yang berwarna gelap digunakan untuk bahan
coklat dark, coklat blok, dan minuman coklat, bubuk natural yang berwarna terang
digunakan untuk pembuatan brownis. Proses membuat coklat blok diawali dengan
memasak bubuk coklat kira-kira 4-5 jam. Setelah mendidih taruh dalam sebuah
wadah. Biarkan coklat membeku selama 1 hari, dan jadilah coklat blok.

Kunjungan Kampung Coklat Page 9


BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Tempat : Kampung Coklat, Plosorejo, Kademangan, Blitar
Waktu : 12 Desember 2015

3.2 JENIS PENELITIAN


Penelitian ini merupakan penelitian yang berupa observasi yang bertujuan
untuk memperoleh informasi mengenai cara membuat coklat dari biji kakao dan
cara menanam pohon kakao dengan baik.

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data yang yang saya lakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Metode observasi, yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara
langsung terhadap aktivitas kampung coklat
2. Metode wawancara, yaitu dilakukan dengan cara mengadakan wawancara
secara langsung kepada para responden dan informan yang telah dilakukan

Kunjungan Kampung Coklat Page 10


BAB 4
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan semua penelitian yang saya lakukan, tidaklah mudah cara
mengolah biji kakao menjadi coklat yang bermutu tinggi. Pertama untuk menanam
buah kakao harus bisa mendapatkan benih kakao yang benar-benar unggul agar bisa
menghasilkan buah kakao yang berkualitas. Dalam menanamnya pun juga harus
membutuhkan perawatan yang baik dan waktu yang cukup lama. Kedua cara
memproses biji kakao sampai menjadi coklat yang siap dimakan memerlukan
peralatan yang berstandar SNI supaya coklat yang dihasilkan betul-betul higienis
dan bermutu tinggi.

4.2 SARAN
1. Dari penelitian ini, saya berharap kita semua bisa menanam pohon kakao dan
merawatnya dengan baik, serta dapat membuat coklat sendiri dari biji kakao
dengan baik, dan menghasilkan kualitas coklat yang baik pula.
2. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat kepada pembaca pada umumnya dan
penulis sendiri pada kususnya.

Kunjungan Kampung Coklat Page 11


DAFTAR PUSTAKA

1. http//www.kampungcoklat.com
2. Asyiknya berwisata ke Kampung Coklat (online), diakses tanggal 15 Desember 2015
3. Wawancara langsung ke kampung coklat

Kunjungan Kampung Coklat Page 12


LAMPIRAN

1. FOTO PRODUK KAMPUNG COKLAT

Kunjungan Kampung Coklat Page 13


Kunjungan Kampung Coklat Page 14
2. FOTO KUNJUNGAN KAMPUNG COKLAT

Kunjungan Kampung Coklat Page 15