Anda di halaman 1dari 7

Trigliserida / Lemak Darah : Sakit Apa Sebenarnya?

Di Indonesia, istilah kolesterol, asam urat, gula darah (kencing manis atau diabetes),
sudah cukup dikenal oleh masyarakat banyak. Namun tidak demikian halnya dengan
trigliserida (triglyceride) atau lemak darah. Hingga saat ini, masih banyak di antara kita yang
belum mengerti tentang trigliserida.

Apa itu trigliserida (lemak darah)?

Trigliserida adalah ester dari alkohol gliserol dengan asam lemak. Trigliserida merupakan
bentuk simpanan lemak di dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Ketika tubuh
membutuhkan energi, maka enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi
asam lemak dan gliserol dan melepasnya ke dalam pembuluh darah. Sel - sel yang membutuhkan
kompenen tersebut akan membakarnya maka komponen tersebut akan menghasilkan energi,
karbondioksida (CO₂)dan air (H₂O) (Guyton, 1997). Trigliserida terbentuk dari lemak dan
gliserol yang berasal dari makanan dengan rangsangan insulin atau kalori yang berlebihan karena
konsumsi makan yang berlebihan. Kelebihan kalori tersebut kemudian diubah menjadi
trigliserida dan disimpan sebagai lemak di bawah kulit (Dalimartha, 2011)
Gambar 1 proses pencernaan lemak dalam tubuh
Trigliserida ikut berperan dalam menyusun molekul lipoprotein dan berfungsi sebagai
alat transportasi energi dan menyimpan energi. Trigliserida dapat menghasilkan asam lemak
yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dibutuhkan oleh otot-otot tubuh untuk
beraktifitas atau sebagai simpanan energi dalam bentuk lemak atau jaringan adipose (Poedjiaji,
2006)

Gambar 2 struktur kimia trigliserida


Kadar trigliserida yang tinggi akan berbahaya bagi tubuh. Kadar trigliserida baiknya tidak
lebih dari 150 mg/dl. Apabila kadar trigliserida melebihi batas normal, akan berbahaya bagi
tubuh karena beberapa lipoprotein yang tinggi juga mengandung kolesterol sehingga dapat
menyebabkan hiperkolesterol (NCEP ATP III, 2001)
Faktor penyebab meningkatnya kadar trigliserida dalam darah yaitu,
konsumsi lemak yang tinggi (diet tinggi lemak) yang dapat menyebabkan peningkatan kadar
trigliserida (Guyton,2007), faktor genetik seperti hipertrigliseridemia familial dan mengkonsumsi
tinggikarbohidrat (diet tinggi karbohidrat) dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida
dalam tubuh (Grundy et al, 2001)

Gejala-gejala Hipertrigliseridemia(kelebihan kadar trigliserida darah )

Kadar trigliserida yang berlebihan membuat darah menjadi kental. Darah yang terlalu
kental akan menjadi lambat jalannya; melambat peredarannya. Peredaran darah yang melambat
ini berlangsung di seluruh bagian tubuh dengan segala akibatnya.

Misalnya, peredaran darah yang melambat di dalam otak akan menimbulkan keluhan-
keluhan kepala dan keluhan akibat gangguan fungsi otak. Peredaran darah yang melambat di
pembuluh koroner jantung akan menimbulkan keluhan-keluhan gangguan pompa jantung.

Peredaran darah yang melambat di tangan dan kaki akan menimbulkan keluhan kebas (baal)
ataupun kesemutan di tangan dan kaki.
Apa saja pengobatan untuk trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Kadar trigliserida tinggi bisa diturunkan melalui penerapan pola makan dan gaya hidup sehat.
Contoh-contoh yang termasuk ke dalam solusi sederhana tersebut di antaranya adalah:

 Mengendalikan berat badan. Jika berat badan melebihi bobot ideal atau bahkan sudah
mengalami obesitas, menurunkan berat sekitar 2-5 kilogram bisa menurunkan kadar trigliserida
dalam tubuh.
 Mengonsumsi lemak sehat. Ganti lemak jenuh pada daging dengan lemak tidak jenuh dari
tanaman, misalnya pada minyak zaitun, minyak kacang dan dari minyak canola. Selain itu,
gantikan daging merah dengan konsumsi ikan laut, seperti salmon.
 Menurunkan asupan kalori. Anda perlu mengingat bahwa kalori yang berlebihan akan diubah
menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Secara tidak langsung, menurunkan asupan
kalori juga berarti menurunkan kadar trigliserida.
 Batasi konsumsi gula dan makanan olahan. Gula dan makanan yang terbuat dari tepung adalah
jenis karbohidrat yang bisa meningkatkan kadar trigliserida.
 Batasi konsumsi minuman keras. Kandungan kalori yang tinggi pada minuman keras bisa
berakibat pada peningkatan trigliserida. Pada sebagian orang, kadar trigliserida bisa meningkat
meski hanya mengonsumsi sedikit minuman keras.
 Berolahraga. Aktivitas olahraga rutin bisa membantu seseorang mengendalikan kesehatan
tubuh secara keseluruhan. Jalankan olahraga setidaknya 3,5 jam per minggu.
 Tidak merokok. Zat kimia dalam rokok bernama akrolein akan menghentikan kolesterol baik
menyalurkan kolesterol dari dari tumpukan lemak dalam tubuh menuju hati.
Jika mengubah gaya hidup dan pola makan sehari-hari belum cukup untuk menurunkan kadar
trigiliserida, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang bisa
membantu menurunkan kadar trigliserida adalah:

 Fibrat. Obat ini berfungsi menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol “baik”atau HDL.
Selain itu, kadar kolesterol jahat juga bisa menurun.
 Niasin atau asam nikotinat. Asam nikotinat bisa mengurangi produksi trigliserida dan kolesterol
jahat. Akhirnya menyebabkan meningkatnya ‘kolesterol baik’ dan menurunkan trigliserida.
 Statin. Obat ini akan menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi
kolesterol. Akibatnya, kadar ‘kolesterol jahat’ dan trigliserida akan menurun. Dokter biasanya
akan meresepkan obat ini jika kadar kolesterol jahat, kolesterol baik, trigliserida seseorang
diatas nilai normal.
 Asam lemak omega-3 (minyak ikan). Suplemen minyak ikan dapat menurunkan kadar
trigliserida dalam tubuh. Namun dibutuhkan dosis asam lemak omega-3 yang cukup banyak agar
dapat menurunkan kadar trigliserida, sehingga pemberian suplemen ini hanya dianjurkan bagi
seseorang dengan kadar trigliserida diatas 500 mg/dl.

Apa Perbedaan Trigliserida dengan Kolesterol ?

Kedua jenis lemak ini diperlukan oleh tubuh. Tetapi, jika jumlahnya terlalu banyak, maka
akan menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal jantung, diabetes mellitus, dan penyakit
degeneratif lainnya. Terdapat beberapa perbedaan antara kolesterol dengan trigliserida, yaitu:

Fungsi dan kegunaan yang berbeda

Trigliserida berguna sebagai energi cadangan yang akan dipakai tubuh jika sumber utama
energi, glukosa, di dalam tubuh sudah habis. Oleh karena itu, trigliserida di simpan dalam sel-sel
lemak yang disebut dengan sel adiposa. Sel-sel tersebut berkumpul membuat sebuah jaringan
yang juga disebut sebagai jaringan adiposa. Jaringan adiposa tersebar di berbagai bagian di
dalam tubuh, seperti di bawah permukaan kulit dan di antara organ-organ.

Sedangkan kolesterol adalah suatu zat yang dihasilkan oleh metabolisme lemak dan
diperlukan oleh tubuh untuk membangun jaringan dan sel, membentuk berbagai hormon, dan
berperan dalam sistem pencernaan. Di dalam darah, kolesterol tidak bisa larut sehingga
bergabung dengan protein dan membentuk lipoprotein. Selain itu, terdapat dua jenis kolesterol
tubuh yang mempunyai kegunaan tersendiri, yaitu:

 kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL) yang berfungsi untuk membawa dan
membersihkan kolesterol-kolesterol dari berbagai organ, termasuk pembuluh darah,
kembali ke hati.
 Kolesterol jahat atau low-density lipoproteins (LDL) yang berfungsi membawa
kolesterol dari hati ke berbagai organ. LDL menjadi jahat jika jumlahnya terlalu tinggi di
dalam tubuh, sehingga mengakibatkan lemak menjadi mengendap di dalam pembuluh
darah.
Dibentuk dari zat yang berbeda

Walaupun kolesterol dan trigliserida sama-sama dibentuk dari lemak, tetapi tetap saja ada
perbedaan dari keduanya. Kolesterol hanya terbentuk dari lemak jenuh yang didapatkan dari
makanan yang Anda makan. Sehingga, semakin banyak sumber lemak jenuh maka semakin
banyak kolesterol yang diproduksi tubuh. Tidak hanya dihasilkan dari makanan berlemak yang
Anda konsumsi, sebenarnya kolesterol tubuh diproduksi secara alami di hati. sehingga, untuk
mengontrol jumlahnya, Anda harus membatasi mengonsumsi makanan berlemak.

Lain lagi dengan trigliserida. Trigliserida adalah cadangan energi tubuh yang bisa
dihasilkan dari makanan berlemak maupun makanan sumber karbohidrat. Sehingga, trigliserida
bisa terbentuk dari berbagai makanan yang Anda makan yang memiliki kalori. Ketika bahan
bakar untuk membentuk energi di dalam tubuh sudah terpenuhi, maka sisa-sisa glukosa dan
protein yang masih ada di dalam darah akan diubah menjadi trigliserida kemudian disimpan
menjadi cadangan energy
Daftra pustaka

Anonim. 2011. Pengertian, Peranan, dan Sebab Kerusakan Lemak dan Minyak .
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28630/4/Chapter%20II.pdf, (Diakses tanggal 30 Maret
2018).
http://www.alodokter.com/trigliserida (diakses tanggal 30 Maret 2018)
https://www.dokter.id/berita/apa-itu-trigliserida (diakses tanggal 30 Maret 2018)
https://www.docdoc.com/id/info/condition/trigliserida (diakses tanggal 28 Maret 2018)