Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH

GELOMBANG 2
KELOMPOK 1
`
Agustina Dominggas (1406649542)
Alfiya Aini (1206218985)
Dewi Sri Handayani (1206218442)
Hasri Rina Walastri (1206218562)
Ida Ayu Intan (1406649776)
Iman Muhammad (1406649795)
Jayanti Indah Layla (1206241161)
Lathifany Ratna Wulan (1206218833)
Miranti Nur (1206278800)
Rosdiana Diah Paramita (1206243803)
Sumiati Malasari (1306489382)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS INDONESIA
2017
LAPORAN PENDAHULUAN
PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA

Kelompok : Kelompok 1 (RW 01)


Hari/Tanggal : 14 Februari 2017

A. Latar Belakang
Keperawatan komunitas merupakan pelayanan keperawatan professional yang
ditujukan pada masyarakat dengan penekanan kelompok resiko tinggi dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan optimal melalui peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit, pemeliharaan dan rehabilitasi dengan strategi intervensi proses grup, promosi
kesehatan, pemberdayaan, dan kemitraan (Anderson & Mc. Farlane, 2011). Keperawatan
komunitas menggunakan proses keperawatan dalam bentuk promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit pada sekelompok individu. Sebagai salah satu upaya peningkatan
kesehatan komunitas, mahasiswa program profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia akan melakukan promosi kesehatan pada agregat remaja di Sekolah
Menengah Pertama. Pada praktik tersebut mahasiswa akan berupaya menyelesaikan
masalah kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan pada remaja, tepatnya di SMP Al
Islam Cimanggis Depok.
Tahap pertama dari asuhan keperawatan komunitas yaitu pengkajian. Tujuan dari
pengkajian adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan komunitas, mengklarifikasi masalah
kesehatan komunitas, mengidentifikasi kekuatan dan sumber-sumber. Metode
pengumpulan data yang dilakukan oleh kelompok adalah dengan menggunakan data
sekunder dari hasil pengkajian mahasiswa residensi. Pengumpulan data yang dilakukan
oleh mahasiswa residensi adalah skrining remaja berisko, survey kuesioner pada remaja,
wawancara pihak dinas kesehatan, puskesmas, serta sekolah SMP Al Islam Cimanggis
Depok. Berdasarkan data yang didapat dari sekolah jumlah siswa/siswi SMP Al Islam
Cimanggis Depok adalah 209 siswa yang terdiri dari 97 siswa puteri dan 112 siswa putri.
Berdasarkan hasil skrining dan survei tersebut didapatkan data terkait remaja yang
berisiko mengalami pergaulan bebas yaitu tinggi sebanyak 88 (42,1%) siswa, 65 (31,1%)
siswa resiko sedang dan 56 (26,7%) siswa resiko rendah.
Selanjutnya berdasarkan hasil kuesioner (n=209) mengenai pengetauan sikap dan
perilaku remaja terkait dengan kesehatn reproduksi di dapatakan hasil bahwa 162
(77,51%) siswa ketegori pengetahuan kurang, sebanyak 164 (78,4%) siswa dengan
ketegori sikap kurang baik dan sebanyak 169 (80,86%) siswa memiliki perilaku kurang
terkait dengan kesehatn reproduksi. Perilaku remaja yang kurang baik yang menunjang
remaja ke arah perilaku yang berisiko dimana didapatkan data sebanyak 185 (88,51%)
siswa telah berpacaran. Dari aktivitas pacaran yang tercatat sebanyak 100% pernah
berpegangan tangan, sebanyak 47 (43,51%) siswa melakukan ciuman pipi, ciuman bibir
sebanyak 28 (25,92%) siswa, aktivitas perpelukan sebanyak 20 (18,51%) siswa dan 5
(4,6%) siswa pernah memegang area sensitive pacarnya.
Hasil data observasi dan wawancara menunjukkan belum adanya wadah remaja di
sekolah dalam mendapatkan informasi terkait dengan kesehatan reproduksi, belum ada
kurikulum khusus seperti penyuluhan kesehatan yang membahas tentang kesehatan
reproduksi dan bahaya pergaulan bebas pada remaja. Kebijakan dan media informasi
tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pergaulan bebas juga belum tersedia di sekolah.
Tidak ada kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Al-Islam.Tidak ada ruangan
khusus pula untuk UKS. Sarana UKS hanya ada kotak P3K. UKS pernah ada saat
akreditasi sekolah, namun saat ini sudah tidak ada. Saat akreditasi, UKS letaknya berada
di sebelah perpustakaan dan hanya diberi skat. Pelaksanaan UKS tidak berjalan dan tidak
ada guru yang bertanggung jawab terhadap UKS. Kesehatan Fenomena kenakalan remaja
secara nasional yang di dapat oleh BKKBN (2012) antara lain: pernikahan usia remaja,
sex pra nikah dan kehamilan tidak diinginkan, aborsi sebanyak 2,4 juta: 700 sampai 800
ribu adalah remaja, HIV/AIDS sebanyak 1283 kasus dan 70% adalah remaja. Berdasarkan
data pengkajian yang sudah didapatkan, kelompok akan melakukan promosi kesehatan
untuk mengenalkan bahaya pergaulan bebas pada remaja melalui kegiatan promosi
kesehatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menyelamatkan
generasi penerus bangsa dari bahaya penyakit yang dapat ditimbulkan dari pergaulan
bebas.
B. Rencana keperawatan
1. Masalah keperawatan: Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada kelompok
remaja di SMP Al Islam Cimanggis Depok
2. Tujuan umum
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan pergaulan bebas pada remaja dapat
dicegah
3. Tujuan khusus
Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan selama ± 60 menit, diharapkan
siswa-siswi mampu:
a. Membina Hubungan Saling Percaya (BHSP)
b. Mengetahui bahaya dari pergaulan tidak sehat

C. Rancangan kegiatan
Rancangan kegiatan dilakukan untuk mempermudah proses pelaksanaan kegiatan
sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diantisipasi. Adapun poin yang harus
disiapkan meliputi topik, metode, media, waktu dan tempat, pengorganisasian.
a. Topik
Bermain peran untuk mengenal pergaulan bebas
b. Metode
Bermain peran, diskusi interaktif, dan ceramah
c. Media
Laptop, LCD, Power point, kursi, kertas, pulpen, spidol
d. Waktu dan tempat
Hari, tanggal : Selasa, 14 Februari 2017
Waktu : 12.400-13.40 WIB
Tempat : Ruang Kelas VIII SMP AL-ISLAM
Sasaran : 39 orang siswa/siswi kelas VIII SMP AL-ISLAM
e. Pengorganisasian
1. Penanggung jawab: Jayanti Indah Layla dan Dewi Sri Handayani
 Bertanggung jawab mulai dari persiapan sampai pelaksanaan kegiatan
 Mengkoordinasikan anggota kelompok dalam menjalankan tugas dan
peran masing-masing anggota, menyiapkan rundown acara
 Memimpin pertemuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan
2. Pembawa acara: Hasri Rina Walastri
 Membacakan susunan acara
 Membuka dan menutup acara kegiatan
 Mengatur jalannya acara
 Merangkum umum inti acara penyajian yang telah dicatat oleh notulensi

3. Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi (Humas): Rosdiana Diah Paramita dan


Ida Ayu Intan
 Loissen officer terhadap mahasiswa residen FIK UI yang berada di SMP
AL-ISLAM
 Mendokumentasikan acara selama kegiatan berlangsung
4. Notulen dan presensi: Lathifany Ratna Wulan
 Mencatat hasil dari kegiatan secara keseluruhan
 Menyiapkan daftar hadir bagi siswa yang datang
5. Perlengkapan: Sumiati dan Agustina Modok
 Menyiapkan sarana dan prasaran yang dibutuhkan selama acara
6. Konsumsi: Miranti dan Muhammad Iman
 Menyiapkan konsumsi bagi seluruh siswa
 Menyajikan snack saat selesai acara
7. Presentator: Dewi Sri Handayani
 Menyiapkan bahan presentasi, menyampaikan presentasi perkenalan
program profesi dan rencana kegiatan.
8. Observer: Alfiya Aini
 Mengobservasi jalannya acara
 Mengingatkan mc dan fasilitator bila terjadi penyimpangan acara
 Memberi laporan masukan dari kegiatan diskusi
 Mencatat tentang hal penting yang terjadi selama acara berlangsung
f. Setting Tempat

g. Susunan Acara
12.40-12.45 Registrasi
12.45-12.55 Pembukaan oleh Pembawa Acara
i. Kontrak waktu dan tujuan kegiatan
ii. Doa pembuka
iii. Perkenalan Anggota
12.55-13.15 Pemaparan materi
13.15-13.25 Tanya Jawab
13.25-13.35 Bermain Peran 2 Kasus
13.35-13.40 Penutupan

D. Kriteria evaluasi

a. Evaluasi Struktur
1. LP telah dibuat dan dikonsultasikan sebanyak 2x
2. Waktu pelaksanaan telah ditentukan
3. Tempat pertemuan telah siap dan mendapatkan izin
4. Media: laptop, LCD, alat tulis, dan kursi
5. Materi telah disipakan
6. Penyaji memahami materi
b. Evaluasi Proses
1. Seluruh siswa hadir dan siap 2 jam sebelum acara dimulai, dan segala persiapan
telah siap 30 menit sebelum acara dimulai
2. 100% peserta yang ditargetkan hadir (30 dari 30)
3. 75% peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akihir acara
4. Semua peserta berperan aktif dalam bermain peran dan diskusi interaktif
5. Waktu pelaksanaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan
6. Media dan alat dapat dipergunakan dengan baik

c. Evaluasi hasil
1. 50% dari jumlah peserta mampu menyebutkan definisi pergaulan bebas
2. 50% dari jumlah peserta mampu menyebutkan bahaya dan akibat dari pergaulan
bebas
3. 50% dari jumlah peserta mampu mendemonstrasikan cara yang dapat dilakukan
untuk menghindari pergaulan bebas
Lampiran 1

RUNDOWN ACARA KEGIATAN

Waktu Durasi Kegiatan Keterangan PJ


12.40-12.45 5 menit Registrasi siswa Notulen mempersipakan dan Agustina
menjaga meja registrasi
untuk siswa dan guru serta
dosen pembimbing
12.45-12.55 10 menit Pembukaan oleh  MC memberitahukan Rosdiana
MC acara akan segera
dimulai dan melakukan
doa pembuka
 Memperkenalkan
anggota
 Menjelaskan rundown
acara dari awal hingga
akhir

12.55-13.15 20 menit Pemaparan  Fasilitator menanyakan Dewi


materi pergaulan pada peserta apa yang
sehat dimaksud dengan
pergaulan sehat
 Mencatat secara ringkas
semua jawaban peserta
diatas papan tulis
 Menanyakan kembali
apa yang dimaksud
dengan pergaulan yang
bertanggung jawab

13.15-13.25 10 menit Diskusi Mendiskusikan jawaban- Dewi dan


interaktif jawaban Rosdiana
13.25-13.35 10 menit Bermain peran Membuat kelompok kecil Dewi dan
terkait pergaulan untuk melakukan simulasi Rosdiana
sehat bermain peran. Permainan
peran terdiri atas dua kasus,
menolak ajakan pergaulan
tidak sehat dan
menunjukkan kepedulian
terhadap teman yang akan
melakukan pergaulan sehat.
1 kelompok terdiri dari 3
orang, yaitu pasangan
berpacaran dan teman.
13.35-13.40 5 menit Penutup MC menutup acara Rosdiana