Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan merupakan visi reformasi kesehatan, yang tercermin
dalam motto “Indonesia Sehat 2015”. Dalam era desentralisasi, pencapaian
Indonesia Sehat 2015 sangat dipengaruhi oleh kesuksesan Kabupaten Sehat,
Kecamatan Sehat, bahkan Desa Sehat.
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2015 adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
anggota masyarakat, untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Hal
tersebut dapat dicapai dengan menciptakan masyarakat, bangsa, dan negara yang
hidup dalam lingkungan yang sehat, perilaku yang sehat, serta menjangkau
pelayanan kesehatan bermutu secara adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Komitmen Nasional dalam bentuk Indonesia Sehat 2015 telah mendorong
setiap kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja program serta melakukan
penataan ulang sistem informasi kesehatan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk
mewujudkan masyarakat Campaka Sehat 2014, terutama dalam menekan angka
kematian ibu, angka kematian bayi dan balita, meningkatkan status gizi
masyarakat, serta menurunkan angka kesakitan terutama penyakit menular.
Upaya-upaya tersebut harus didukung oleh sistem informasi kesehatan serta
Puskesmas yang terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan. Untuk itu,
diperlukan suatu data kesehatan berupa Laporan Tahunan Kesehatan di Wilayah
Kerja Puskesmas Campaka.
Laporan Tahunan Kesehatan merupakan bagian dari sistem informasi
kesehatan yang penting dalam proses evaluasi pencapaian pembangunan bidang
kesehatan serta sebagai indikator / sarana untuk mengukur tercapainya Campaka
Sehat 2015. Selain itu, Laporan Tahunan Kesehatan berfungsi sebagai sarana
penyedia data dan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan
menejemen kesehatan.

1
Laporan Tahunan Kesehatan UPTD Puskesmas Campaka merupakan
gambaran situasi kesehatan dan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Campaka yang berisi informasi mengenai kesehatan dan data pendukung yang
berpengaruh terhadap bidang kesehatan seperti data kependudukan dan Keluarga
Berencana.

1.2 Tujuan dan Manfaat


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui derajat kesehatan dan upaya pelayanan kesehatan di
wilayah Puskesmas Campaka pada tahun 2015 dan tahun berikutnya.

1.2.2 Tujuan Khusus


 Mengetahui target dan pencapaian setiap program yang telah dilaksanakan
di wilayah kerja Puskesmas Campaka selama tahun 2015.
 Mengetahui program yang belum mencapai target di wilayah kerja
Puskesmas Campaka selama tahun 2015.
 Mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelayanan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Campaka selama tahun 2015.

1.2.3 Manfaat
 Menjadi bahan masukan dalam review tahunan kondisi kesehatan
masyarakat di wilayah Puskesmas Campaka.
 Sebagai bahan evaluasi tahunan program kesehatan yang telah
dilaksanakan serta sebagai bahan masukan untuk perencanaan program
tahun yang akan datang.
 Sebagai salah satu sumber informasi, bagi Puskesmas Campaka maupun
bagi DinKes Kabupaten Purwakarta dalam perencanaan peningkatan
pencapaian setiap program dan pelayanan kesehatan yang bermutu.

2
1.3. Visi UPTD Puskesmas Campaka
Gambaran keadaan masyarakat Campaka di masa depan yang ingin dicapai
melalui pembangunan kesehatan dijabarkan dalam Visi UPTD Puskesmas
Campaka, yaitu:
 “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Dasar yang Optimal, Menyeluruh
untuk Mencapai Masyarakat Sehat Mandiri Tahun 2019.”
Terdapat tiga bagian utama pada kalimat yang tertera dalam Visi UPTD
Puskesmas Campaka, yang masing-masing mengandung makna sebagai berikut:
 Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Dasar yang Optimal, berarti
Puskesmas dapat melaksanakan pelayanan kesehatan esensial yang
memuaskan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku;
 Menyeluruh, berarti melayani kebutuhan kesehatan dengan tidak
membeda-bedakan status ekonomi, golongan, agama, maupun ras; dan
 Sehat Mandiri, berarti masalah kesehatan dapat diatasi sehingga
masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan mampu
mengambil keputusan serta tindakan untuk hidup mandiri sehat.

1.4. Misi UPTD Puskesmas Campaka


 Memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan terjangkau.
 Meningkatkan pelayanan yang patuh terhadap standar dan berdedikasi
terhadap kinerja dan mutu pelayanan.
 Mendorong peran serta kemandirian masyarakat dan stakeholders dalam
pembangunan berwawasan kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat.

1.5. Motto UPTD Puskesmas Campaka


 “Kami Giat, Anda Sehat”

1.6. Maklumat Pelayanan


 Kami akan memberikan pelayanan kesehatan tanpa membeda-bedakan
status sosial, agama, dan ras. Kami akan memberikan pelayanan dengan
cepat, tepat, dan terjangkau. Mengedepankan prinsip urgensi.

3
1.7 Struktur Organisasi Puskesmas dan Jaringannya
Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 39 tahun 2009 tentang Organisasi,
Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Dinas
Kesehatan Kabupaten Campaka serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75
tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), maka struktur
organisasi Puskesmas Campaka adalah sebagai berikut:

Berkaitan dengan profil penyelenggara pelayanan publik, struktur pelayanan


publik di Puskesmas Campaka adalah sebagai berikut:
Kepala selaku Penanggung Jawab : Neneng Maryamah, S.KM., M.KM.
Pelayanan Kesehatan dan Pengelola
Unit Pengaduan Masyarakat
Kepala Subbag TU selaku Ketua : Tatang Sunarya, S.KM.
Pengelola Pengaduan
Kepala Penanggungjawab UKM : Leli Purnamawati, dr., M.Kes.
Esensial dan Perawatan Kesehatan
Masyarakat selaku Sekretaris
Pengelola Unit Pengaduan
Masyarakat

4
Kepala Penanggungjawab UKP, : Ita Anita, drg.
Kefarmasian, dan Laboratorium
Kesehatan Dasar selaku anggota
Pengelola Unit Pengaduan
Masyarakat
Kepala Penanggungjawab UKM : Ari Muslihudin, dr.
Pengembangan selaku anggota
Pengelola Unit Pengaduan
Masyarakat
Kepala Penanggungjawab Jaringan : Sukarya, S.E.
Pelayanan Puskesmas dan Jejaring
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
selaku anggota Pengelola Unit
Pengaduan Masyarakat

1.8 Jenis Pelayanan dan Program Kesehatan


Secara garis besar, pelayanan di Puskesmas Campaka meliputi upaya
kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM), sedangkan
berdasarkan lokasinya, pelayanan kesehatan terdiri atas pelayanan kesehatan
dalam gedung dan pelayanan kesehatan luar gedung.
Berdasarkan jenis pelayanan, Puskesmas Campaka meliputi:
 Pelayanan Rawat Jalan: Poli umum, poli KIA / KB, poli gigi, dan poli
P2M&TM
 Pelayanan Laboratorium Kesehatan di Puskesmas
 Pelayanan Konseling Kesehatan dan Program Kesehatan Lainnya
 Pelayanan Penanganan Pengaduan
Penanggungjawab UKM Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat:
 Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk UKS
 Pelayanan Kesehatan Lingkungan
 Pelayanan KIA dan KB yang bersifat UKM
 Pelayanan Gizi yang bersifat UKM

5
 Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
 Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Penanggungjawab UKM Pengembangan meliputi:
 Pelayanan Kesehatan Jiwa
 Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat
 Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer
 Pelayanan Kesehatan Olah Raga
 Pelayanan Kesehatan Indera
 Pelayanan Kesehatan Lansia
 Pelayanan Kesehatan Kerja
 Pelayanan Kesehatan Lainnya
Penanggungjawab UKP, Kefarmasian, dan Laboratorium meliputi:
 Pelayanan Pemeriksaan Umum (Poli umum)
 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut (Poli gigi)
 Pelayanan Gawat Darurat
 Pelayanan Persalinan
 Pelayanan Rawat Inap
 Pelayanan Kefarmasian
 Pelayanan Laboratorium
Penanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan meliputi:
 Puskesmas Pembatu Purnawarman, Kelurahan Sindang Kasih
 Bidan Koordinator Kelurahan dan Bidan Kelurahan
 Rumah Sakit Bersalin dan Rumah Sakit

6
BAB II
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS CAMPAKA

2.1. Analisis Geografis


2.1.1. Luas dan Batas Wilayah
Kecamatan Campaka terletak di sisi timur Kabupaten Purwakarta, 12 km dari
pusat Purwakarta, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan
kendaraan roda 4. Kecamatan Campaka terletak pada ketinggian 50-100 mdpl,
dengan temperatur maksimum 30º C dan curah hujan tertinggi pada bulan Oktober
hingga Maret. Kecamatan Campaka dilalui oleh jalan raya alternatif lintas
provinsi Bandung-Jakarta serta jalan raya yang menghubungkan Kabupaten
Purwakarta dengan Kabupaten Subang. Luas Kecamatan Campaka adalah 48.71
km2 (4871 Ha), yang terdiri atas tanah, darat dan sawah. Sisi selatan Kabupaten
Campaka terdiri atas dataran tinggi, sedangkan sisi utara, timur, dan barat terdiri
atas dataran rendah. Wilayah yang dekat dengan jalan raya seperti Desa Campaka,
Cikumpay, Cijaya, dan Kertamukti merupakan zona industri yang sebagian besar
bergerak dalam bidang tekstil. Secara administratif, Kecamatan Campaka
memiliki batas wilayah sebagai berikut:
 Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Purwakarta dan Campaka
 Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cibatu
 Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pasawahan
 Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Pabuaran, Subang
Kecamatan Campaka meliputi 10 desa yang terbagi atas 43 RW dan 141 RT,
dengan jarak desa terjauh 8 km dari kota Kecamatan Campaka, dengan waktu 45
menit jika menggunakan roda 4. Jarak Puskesmas Campaka ke ibukota provinsi
sejauh 70 km dengan jarak waktu 1 jam. Puskesmas Campaka terletak ditepi jalan
raya Sadang-Subang. Sarana transportasi yang digunakan adalah angkutan umum
roda 4, ojeg, dan kendaraan pribadi.
Luas wilayah Kecamatan Campaka berdasarkan luas masing-masing desa
dijabarkan dalam tabel 2.1.

7
Tabel 2.1. Data Luas Wilayah Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Campaka
Luas Wilayah Jumlah Jumlah Jumlah
No. Desa
(Ha) RT RW Posyandu
1 Campaka Sari 278 18 4 5
2 Campaka 219 14 4 5
3 Cikumpay 892 16 4 5
4 Benteng 507 12 4 4
5 Cirende 596 10 4 5
6 Cijaya 285 16 4 5
7 Kertamukti 469 9 4 5
8 Cimahi 350 14 5 4
9 Cisaat 469 15 5 4
10 Cijunti 286 17 5 3
Total 4.351 Ha 141 43 46
Sumber: Data Potensi Desa 2015

2.1.2. Wilayah Administrasi


Puskesmas Campaka didirikan pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada
Maret 1991, merupakan Puskesmas Pemekaran dari Puskesmas Campaka yang
terletak di desa Cibatu. Wilayah kerja Puskesmas Campaka meliputi seluruh desa
yang tercakup dalam wilayah administrasi pemerintahan Kecamatan Campaka,
Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Puskesmas Campaka dibentuk atas
dasar Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 24 Tahun 2000 tanggal 30
November 2000 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kecamatan
Babakan Cikao, Campaka, Sukasari, Pondok Salam, dan Kiara Pedes Kabupaten
Purwakarta.

2.2. Analisis Kependudukan dan Demografi


2.2.1. Jumlah dan Komposisi Penduduk
Jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Campaka sampai dengan bulan
Desember 2015 menurut data BPS adalah 45.158 jiwa, yang terdiri atas 22.761
laki-laki dan 22.397 perempuan. Jumlah kepala keluarga adalah sebanyak 14.009
KK yang tersebar di seluruh Kecamatan Campaka dengan tingkat kepadatan
penduduk 927 jiwa per km2. Tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di
Desa Campaka dan Desa Cimahi, seperti terlihat pada tabel sebagai berikut:

8
Tabel 2.2. Jumlah dan Persebaran Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas
Campaka Tahun 2015
Jumlah Rata-rata
Jumlah Luas
No. Desa Rumah Jumlah
Penduduk Wilayah
Tangga Penduduk RT
1 Campaka Sari 3.392 278 1.753 1,93
2 Campaka 4.804 108 1.267 3,79
3 Cikumpay 5.936 893 1.942 3,06
4 Benteng 3.315 508 829 4,00
5 Cirende 2.435 596 701 3,47
6 Cijaya 4.343 286 1.135 3,83
7 Kertamukti 4.754 468 1.243 3,82
8 Cimahi 5.772 880 2.761 2,09
9 Cisaat 4.636 469 985 4,71
10 Cijunti 5.771 386 1.393 4,14
Total 45.158 4.871 14.009 3,22
Sumber: Data LPPK Kecamatan Campaka Tahun 2015

2.2.2. Tingkat Pendidikan


Tingkat pendidikan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Campaka adalah,
17% penduduk tidak tamat SD; 42.8% penduduk tamat SD; 20.6% tamat SLTP;
14.2% tamat SLTA; 3.8% tamat SMK; 0.4% diploma I/II; 0.6% akademi/diploma
II; 0.5% diploma III; dan 0.02% tamat S2/S3, seperti yang terlihat pada tabel:

Tabel 2.3. Tingkat Pendidikan Penduduk Berusia di Atas 5 tahun di Wilayah


Kerja UPTD Puskesmas Campaka Tahun 2015
Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
Tidak tamat SD / MI 4.802 17%
SD / MI 12.084 42.8%
SLTP / MTs 5.812 20.6%
SLTA / MA 4.016 14.2%
SMK 1.077 3.8%
Diploma I/II 111 0.4%
Akademi/Diploma III 169 0.6%
Universitas/Diploma IV 156 0.5%
S2/S3 (Master/Doktor) 7 0.02%
Total 28.234 100%
Sumber: Data Provinsi Desa Kecamatan Campaka 2015

9
2.2.3. Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk di wilayah kerja Puskesmas Campaka bervariasi,
terutama buruh, petani, pegawai negeri sipil, serta TNI dan Polri.

2.2.4. Data Keluarga Miskin


Berdasarkan data kartu Jamkesmas yang diterima oleh Puskesmas Campaka
dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta pada tahun 2015, terdapat 8.914
peserta Jamkesmas yang dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 2.4. Data Keluarga Miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Campaka


Tahun 2015
Jumlah Penduduk Proporsi Jumlah KK Proporsi
Total Miskin (%) Total Miskin (%)
45.158 8.914 19,7% 14.009 4.329 30,9%
Sumber: Data Puskesmas Campaka 2015

2.2.5. Penduduk Kelompok Rentan / Khusus


Kelompok rentan / khusus merupakan sasaran dan prioritas pelayanan program
kesehatan. Kelompok neonatus (875 orang) dan bayi (1.016 orang) merupakan
indikator kesehatan masyarakat secara umum. Keberhasilan dalam memelihara
dan mempertahankan kesehatan bayi akan menunjang program kesehatan lain. Ibu
hamil (1.241 orang), bersalin (1.264 orang), dan nifas (440 orang) merupakan
penentu dalam kesehatan keluarga terutama kesehatan reproduksi. Selain itu,
kelompok khusus lain yang juga penting adalah balita (4.530 anak) yang
merupakan kelompok penentu generasi yang akan datang. Kelompok anak
merupakan kelompok yang terorganisasi sehingga memudahkan intervensi
program seperti imunisasi BIAS, pengawasan NAPZA, dll. Kelompok usia lanjut
(6.150 orang) semakin meningkat jumlahnya dan membutuhkan penanganan yang
spesifik.

10
Tabel 2.5. Kelompok Usia di Puskesmas Campaka tahun 2015
No. Kelompok Jumlah
1 Neonatus (0-28 hari) 875
2 Bayi (<1 tahun) 1.016
3 Balita (1-5 tahun) 4.530
4 Ibu Hamil 1.241
5 Ibu Bersalin 1.264
6 Ibu Nifas 440
7 Lansia 6.150
8 Pasangan Usia Subur (PUS) 9.031
Sumber: Data Puskesmas Campaka 2015

2.3. Analisis Derajat Kesehatan


2.3.1. Kelahiran
Tabel 2.6. Data Kelahiran di Puskesmas Campaka Tahun 2015
Jumlah Kelahiran

No. Desa Laki-laki Perempuan Total


Lahir Lahir Lahir Lahir Lahir Lahir
Hidup Mati Hidup Mati Hidup Mati
1 Campaka Sari 69 1 69 1 69 1
2 Campaka 93 0 93 0 93 0
3 Cikumpay 117 0 117 0 117 0
4 Benteng 66 0 66 0 66 0
5 Cirende 51 0 51 0 51 0
6 Cijaya 66 0 66 0 66 0
7 Kertamukti 96 0 96 0 96 0
8 Cimahi 114 0 114 0 114 0
9 Cisaat 91 0 91 0 91 0
10 Cijunti 112 0 112 0 112 0
Total 439 1 436 0 875 1
Sumber: Data Puskesmas Campaka 2015

2.3.2 Kematian
A. Angka Kematian Ibu
Angka kematian ibu atau maternal mortality ratio (MMR) menunjukkan
banyaknya kematian ibu untuk setiap 100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu
didefinisikan sebagai kematian wanita selama kehamilan atau dalam 42 hari
setelah terminasi kehamilan, tidak bergantung pada durasi dan lokasi kehamilan,

11
dari alasan apapun yang terkait atau diperberat oleh kehamilan serta
manajemennya namun tidak disebabkan oleh penyebab insidental. Angka ini
berguna untuk menggambarkan status kesehatan ibu serta tingkat pelayanan
kesehatan terutama ibu saat hamil, bersalin, dan masa nifas. Dengan 1 kasus
kematian ibu dan 875 kelahiran hidup selama tahun 2015, MMR Puskesmas
Campaka adalah 114 per 100.000 kelahiran hidup.

B. Angka Kematian Bayi


Angka kematian bayi (AKB) atau infant mortality rate (IMR) adalah jumlah
kematian bayi dibawah usia satu tahun untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. Selama
tahun 2015, tidak terdapat kematian bayi yang dilaporkan di Puskesmas Campaka,
sehingga IMR tidak dapat dihitung.

C. Angka Kematian Bayi Baru Lahir


Angka kematian bayi baru lahir atau neonatal mortality rate (NMR) adalah
jumlah kematian bayi baru lahir di bawah usia 28 hari untuk setiap 1.000
kelahiran hidup. Berdasarkan data KIA Puskesmas Campaka, selama tahun 2015,
terdapat 1 kematian bayi baru lahir dan 875 kelahiran hidup, sehingga NMR
Puskesmas Campaka adalah 1,14 (dibulatkan menjadi 1) per 1.000 kelahiran
hidup.

D. Angka Kematian Balita


Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak di bawah usia 5 tahun
untuk setiap 1.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data KIA Puskesmas Campaka,
selama tahun 2015, tidak terdapat kematian balita di wilayah kerja Puskesmas
Campaka, sehingga angka kematian balita tidak dapat dihitung.
Angka kematian ibu, bayi, bayi baru lahir, dan balita di wilayah kerja
Puskesmas Campaka tahun 2015 dijabarkan dalam tabel 2.6.

12
Tabel 2.6. Data Kematian di Puskesmas Campaka tahun 2015
Kematian Ibu Kematian Kematian Kematian
No Desa
Hamil Bersalin Nifas Bayi BBL Balita
1 Campaka
0 0 0 0 1 0
Sari
2 Campaka 0 0 0 0 0 0
3 Cikumpay 0 0 0 0 0 0
4 Benteng 0 0 0 0 0 0
5 Cirende 0 0 0 0 0 0
6 Cijaya 0 0 0 0 0 0
7 Kertamukti 0 0 0 0 0 0
8 Cimahi 1 0 0 0 0 0
9 Cisaat 0 0 0 0 0 0
10 Cijunti 0 0 0 0 0 0
Total 1 0 0 0 0 0

2.3.2. Kesakitan
Pada tahun 2015, penyakit dengan jumlah diagnosis terbanyak pada seluruh
kelompok usia di Puskesmas Campaka adalah infeksi saluran pernapasan akut,
dengan total 1.973 kasus. Penyakit terbanyak kedua adalah TB paru, baik yang
didiagnosis secara klinis, berdasarkan pemeriksaan radiografi, atau berdasarkan
analisis sputum BTA, sebanyak 522 kasus. Secara umum, sebagian besar penyakit
utama di Puskesmas Campaka merupakan penyakit infeksi, namun terdapat
beberapa kondisi lain seperti hipertensi primer, dyspepsia, dan arthritis. Data
lengkap 10 penyakit utama di Puskesmas Campaka tahun 2015:

Tabel 2.7. Sepuluh Penyakit Terbanyak di Puskesmas Campaka Tahun 2015


(Seluruh kelompok usia)
No. Diagnosis Jumlah
1 Infeksi saluran pernapasan akut 1.973
2 TB Paru 522
3 Demam yang tidak diketahui penyebabnya 510
4 Dermatitis kontak 321
5 Diare 215
6 Hipertensi primer 188
7 Dyspepsia 117
8 Arthritis 117
9 Varicella 80
10 Abses, furunkel, karbunkel 77

13
2.3.3. Gangguan Gizi
A. Malnutrisi Energi-Protein
Status gizi balita dinilai dari pengukuran berat badan dibandingkan dengan
umur (BB/U) dan tinggi badan (BB/TB) yang menggunakan standar deviasi WHO
NCHS. Status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Campaka dijabarkan
dalam tabel 2.8:

Tabel 2.8. Status Gizi Balita di Puskesmas Campaka Tahun 2015

No Status Gizi Balita Tahap 1 Tahap II


Awal Akhir Awal Akhir
1 Sangat kurus 2 2 2 2
2 Kurus 13 9 9 6
3 Normal 5 9 9 12
4 Buruk 10 7 7 3
5 Kurang 10 7 12 3
6 Baik 0 3 12 14

Status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Campaka mengalami


perkembangan yang baik setelah adanya program Bank Gizi, hal ini dapat dilihat
dari peningkatan jumlah status gizi baik.

B. Defisiensi Vitamin A
Distribusi kapsul vitamin A kepada bayi berusia 6-11 bulan dan balita berusia
12-59 bulan ditujukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Strategi membagikan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus diperkirakan
sudah cukup baik.

2.3.4. Analisis Lingkungan


A. Lingkungan Fisik, Kimia dan Biologis
Wilayah kerja Puskesmas Campaka merupakan daerah zona industri yang
berpotensi mengalami pencemaran lingkungan, baik secara fisik, kimia, maupun
biologis dalam bentuk pencemaran udara, kebisingan, serta pencemaran sumber
air dan badan air (limbah domestik dan limbah industri). Pencemaran lingkungan
oleh aktivitas industri berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

14
Selain menimbulkan masalah kesehatan, perkembangan industri menuntut
sumber daya manusia yang andal dan profesional untuk menangani dampak
negatif industri serta dukungan laboratorium dan peralatan kesehatan untuk
melakukan pengukuran dan pemeriksaan secara akurat dan berkala sehingga dapat
memantau dampak industri terhadap lingkungan. Tindakan penanganan perlu
diimplentasikan secara tepat dan cepat apabila pencemaran telah melampaui Nilai
Ambang Batas (NAB).

B. Lingkungan Sosial Ekonomi


Zona industri yang terletak di sekitar wilayah kerja Puskesmas Campaka
terutama mencakup industri tekstil dengan mayoritas pekerja berjenis kelamin
perempuan. Keberadaan pekerja industri membantu meningkatkan perekonomian
masyarakat sekitar melalui penyediaan tempat kost, sarana transportasi, dan usaha
lainnya. Akan tetapi, pekerja industri dalam jumlah besar berpotensi terjadinya
kerawanan sosial dan gangguan pencemaran industri seperti kebisingan, polusi
udara dan pencemaran lingkungan lainnya.
Bagi pekerja, diperlukan pemahamam terhadap kesehatan dan keselamatan
kerja (K3). Kecelakaan kerja umumnya terjadi karena ketidakpatuhan peerja
terhadap peraturan K3 seperti keengganan mengenakan alat pelindung diri (APD)
dan kecerobohan dalam bekerja atau human error. Sarana kesehatan dituntut agar
dapat melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap kesehatan pekerja,
melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemeriksaan anemia bagi wanita,
serta pemeriksaan kadar kebisingan, kadar debu dan gangguan industri lainnya.

2.3.5. Analisis Perilaku Kesehatan Masyarakat dan Kelembagaan Bersumber


Daya Masyarakat
A. Konsep Kesehatan
Kepercayaan masyarakat akan pelayanan kesehatan pada umumnya belum
diketahui, karena data masyarakat yang menggunakaan pengobatan tradisional,
alternatif maupun sarana pelayanan kesehatan swasta tidak diketahui.

15
B. Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan
Sekalipun terdapat kemajuan yang pesat dalam bidang kedokteran serta
pelayanan kesehatan, hingga saat ini, masih banyak ditemukan anggota
masyarakat yang mencari pengobatan ke tenaga kesehatan tradisional
(tabib/dukun). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat
terhadap Puskesmas masih terbilang rendah, mengingat angka kunjungan pasien
ke Puskesmas Campaka yang rata-rata hanya 65 pasien / hari. Oleh karena itu,
diperlukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan sosialisasi manfaat
pelayanan puskesmas serta praktik dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

C. Gaya Hidup Kesehatan


 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Hasil pengkajian PHBS yang dipantau oleh kader serta petugas kesehatan
Puskesmas Campaka selama tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.9. Jumlah Rumah Tangga ber-PHBS di Wilayah Kerja Puskesmas
Campaka
Jumlah Jumlah ber- % ber-
No. Desa
Dipantau PHBS PHBS
1 Campaka Sari 1,592 1,050 66.0
2 Campaka 1,212 863 71.2
3 Cikumpay 1,699 1,077 63.4
4 Benteng 900 651 72.3
5 Cirende 640 503 78.6
6 Cijaya 993 887 89.3
7 Kertamukti 1,082 759 70.1
8 Cimahi 1,637 1,154 70.5
9 Cisaat 1,043 720 69.0
10 Cijunti 1,300 939 72.2
Total 14.009 11.265 80.41

 Kelembagaan Bersumber Daya Masyarakat


Tabel 2.10. Jumlah Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat di Puskesmas
Campaka
No Jenis UKBM 2013 2014 2015
1 Posyandu 44 46 46
2 Posbindu 6 10 10
3 Polindes 0 0 0
Jumlah 50 56 50

16
2.4. Sumber Daya Kesehatan
2.4.1. Sumber Daya Manusia
Puskesmas Campaka memiliki sumber daya manusia yang terdiri atas berbagai
kategori, yaitu medis (dokter dan dokter gigi), perawat kesehatan umum dan gigi,
bidan, nutrisionis, kefarmasian, analis laboratorium, kesehatan lingkungan, dan
pelaksana administrasi. Jenis tenaga dengan proporsi terbanyak adalah bidan.
Jumlah Kader aktif dan terlatih adalah 230 orang. Data SDM selengkapnya
dijabarkan dalam tabel 2.11:

Tabel 2.11. Jenis dan Jumlah Sumber Daya Manusia Puskesmas Campaka
Tahun 2015
Status Ketenagaan
No. Jenis Tenaga Jumlah
PNS PTT THL Sukwan
1 Dokter Umum 2 1 0 1 0
2 Dokter Gigi 1 0 0 0 0
3 Bidan 34 11 7 7 8
4 Perawat 6 4 0 1 1
5 Perawat Gigi 1 0 0 1 0
6 Sanitarian 1 1 0 0 0
7 Apoteker 1 1 0 1 0
8 Analis Kesehatan 1 1 0 0 0
9 Nutrisionis 1 1 0 0 0
10 Pekarya Kesehatan 2 0 0 2 0
Jumlah 50 20 7 13 9
Sumber: Data Kepegawaian Puskesmas Campaka 2015

2.4.2. Sumber Dana


Pembiayaan Puskesmas Campaka berasal dari Pemerintah Tingkat
Kabupaten (APBD II), Pemerintah Provinsi (APBD I), dan Pemerintah Pusat
(APBN). Pemanfaatan masing-masing sumber dana tersebut berbeda, di mana
APBD II lebih banyak digunakan untuk pelayanan administrasi perkantoran,
APBD I untuk struktur fisik dan kegiatan, dan APBN untuk pembangunan dan
kegiatan. Saat ini, terdapat Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang terutama
digunakan untuk operasional puskesmas yang bersifat promotif dan preventif.
Secara lebih mendetail, jumlah dan jenis sumber dana yang digunakan oleh
Puskesmas Campaka selama tahun 2015 adalah:

17
Tabel 2.12 Pembiayaan Puskesmas Campaka Menurut Sumber Dana (2015)
Tahun
No. Sumber Dana
2014 2015
1 APBD II 190.000.000 180.000.000
2 BOK 67.000.000 80.000.000
3 BPJS 373.946.200 672.075.962
Jumlah 459.946.200 932.075.962
Sumber: Data Bendahara Puskesmas Campaka 2015

2.4.3. Bangunan Puskesmas Campaka


Tabel 2.13 Jenis dan Jumlah Bangunan Puskesmas Campaka Tahun 2015
No. Bangunan Jumlah
1 Gedung Rawat Jalan 1 unit
2 Gedung PONED 1 unit
3 Puskesmas Pembantu 3 unit

2.4.4. Alat Kesehatan


 Bidan kit : 1 unit
 KB kit : 1 unit
 Imunisasi kit : 1 unit
 Mikroskop : 1 unit
 Sterilisator basah : 1 unit
 Stetoskop binaural : 3 unit

2.5 Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas


 Puskesmas induk : 1 (Desa Campaka)
 Puskesmas pembantu : 3 (Desa Benteng, Cirende, dan Cijunti)
 Praktek dokter umum :-
 Praktek dokter spesialis :1
 Praktek bidan :-
 Rumah bersalin :-
 BKIA :1
 Balai pengobatan :1

18
 Laboratorium :4
 Apotik :-
 Toko obat :1
 Posyandu : 46
 Posbindu : 10
 Kelurahan siaga ada/aktif : 10
 Jumlah kader ada/aktif/terlatih : 230
 Jumlah dukun ada/terlatih : 10
 Pusling :1
 Kendaraan roda 4 :4
 Kendaraan roda 2 :3
 BP Desa :4

19
BAB III
Capaian Program

Pencapaian kinerja program dalam pemanfaatan Bantuan Operasional


Kesehatan dalam periode bulan Januari hingga Desember tahun 2015 di
Puskesmas Campaka telah mencapai 100%. Lokakarya mini (lokmin) bulanan dan
tribulanan telah berjalan sesuai dengan POAC Puskesmas.

3.1. Capaian Program Menurut SPM


A. Program KIA
 Pemeliharaan Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas
Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
Bidang Yandas
 K1 Akses 1241 100 1249 100,6 + 0,6%
 K1 Murni 1241 100 1249 100,6 + 0,6%
 K4 1241 95 1194 96,2 + 1.2%
Kunjungan
 Penjaringan 248 90 164 66,0
Risti Bumil
 Linakes 1264 90 1120 88,6 - 1,4%
 Nifas 1264 90 1167 92.3 + 2,3%
Lengkap
 Penanganan 248 90 63 25,4 - 64,6%
Komplikasi
Bulin
 Penanganan 131 90 102 77,8 - 12,2%
Komplikasi
Neo
 KN1 875 90 1209 138 + 48%
 KN3 875 90 1129 129 + 39%
KB dan lain-lain
 Peserta KB 9031 90 2758 30,5 - 59,5%
Aktif
 MKJP 9031 45 302 3.3 - 41.7%
 KK Rawan 57 100 40 49 - 51%
 Keswa 20 20 12 14,2 - 5.8%
 Lansia 3103 30 2569 6,89 - 23.11%
 UKS 4067 100 4067 100 -

20
 Kesorga 10 100 5 50 - 50%
 Kestrad 10 100 7 70 - 30%

 Perawatan dan Pemeliharaan Bayi Baru Lahir


Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
Bidang Yandas
 Penanganan 131 90 102 77,8 - 12,2%
Komplikasi
Neo
 KN1 875 90 1209 138 + 48%
 KN3 875 90 1129 129 + 39%

 Program Imunisasi
Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
 BCG 886 98 883 99,6 + 0,6%
 DPT-HB 1 1016 98 884 87,0 - 11,0%
 DPT-HB 3 1016 98 847 83,3 - 14,7%
 Polio 3 886 90 819 92,4 + 2,4%
 Campak 1016 90 821 80,8 - 9,2%
 BIAS 673 100 642 95,39
Campak
 BIAS Dt 693 100 653 94,23 - 5.77%
 BIAS td 1411 100 1348 94,54 - 5.46%
 IDL 1016 95 1.016 99.4 + 4.4%
 TT1 Bumil 1241 90 551 55,8 - 34,2%
 TT2 Bumil 1241 90 395 40,0 - 50,0%
 TT2 + 1241 95 740 75.1 - 19.9%

 Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)


Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
Program Diare
 Diare Ringan 966 100 1905 197,1 + 97,1%
Program Ispa
 Pneumonia 0 0 0 0 -
Berat
 Pneumonia 451 86 144 31,9 - 54,1%
 Bukan 0 0 0 0 -
Pneumonia

21
Program TB Paru
Diperiksa
 Suspek 450 100 116 25,7 - 74,3%
 Kambuh 0 0 0 0 -
 BTA – dan 9 100 9 100 -
RO +
 BTA + 116 80 22 18.97 - 61.03%
Program TB Paru
Diobati
 BTA (+) 27 80 24 88.89 + 8.89%
 Kambuh 0 0 0 0 -
 BTA – dan 9 100 9 100 -
RO +
Program Kusta
 Tipe PB 1 100 1 100 0%
 Tipe MB 4 100 4 100 0%
 RFT 5 100 5 100 0%
 RFT 5 100 5 100 0%
Kumulatif
 Prevalensi
Program Surveilans
 TN 0 0 0 0
 K3JH 27 100 27 100
Program P2BB
 DHF 8 100 22 275 + 175%

 Program Kesehatan Lingkungan


Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
 Cakupan Air 14009 80 6787 48.45 - 31.55%
Bersih
 Cakupan 14009 75 6598 47.1 - 27.9%
Jaga
 Cakupan 14009 80 10454 86,67 + 6.67%
SPAL
 Cakupan 14009 75 11265 80.41 + 5,41%
Rumah Sehat
 Cakupan 28 75 24 85,7 + 10,7%
TTU
 Cakupan 249 75 17 6.83 - 68,17%
TPM

22
 Promosi Kesehatan, Gizi, dan Jamkesmas
Realisasi
Indikator Sasaran Target Kesenjangan
Cakupan %
Program Promkes
Jumlah Posyandu
 Pratama 46 0
 Madya 46 30
 Purnama 46 9
 Mandiri 46 7

Desa Siaga
 Pratama 4 100 4 100 -
 Madya 5 100 5 100 -
 Purnama 1 100 1 100 -
 Mandiri 0 100 0 100 -

Program Gizi
 Vit A 4530 100 2681 59.18 - 40.82%
(1-5 th)
 Vit A 1016 100 1016 100 -
(6-11 bln)
 Vit A Nifas 1184 100 1137 96
 D/S 4530 85 2871 63.4 - 21.6%
 N/S 4530 40 2854 63 + 23%
 K/S 4530 100 4530 100 -
 N/D 4530 60 4266 94.19 + 24.19%
 Timbangan 46 100 46 100 -
 KMS 3405 100 3405 100 -
 ASI 1016 90 639 62.9 -27.1%
Eksklusif
 Fe1 Bumil 1241 90 1005 80.98 - 9.02%
 Fe3 Bumil 1241 90 947 76.31 - 13.69%
 Fe Bufas 1184 90 1137 96 - 6%
 Desa dengan 10 100 10 100 -
garam
beryodium
baik
 Gizi Buruk 3405 75 2 0,058
 BGM 3405 75 20 0,587

23
BAB IV
Kesimpulan

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang


bersifat menyeluruh dan terpadu, Puskesmas Campaka selama bulan Januari 2015
sampai dengan bulan Desember 2015, telah melaksanakan baik upaya kesehatan
wajib maupun upaya kesehatan pengembangan. Pada umumnya pelaksanaan
program sudah mencapai target yang ditetapkan, walaupun pada beberapa
program masih terdapat banyak kekurangan sehingga hasil kegiatan tidak seperti
yang diharapkan.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dalam pelaksanaan program-
program tersebut di atas, Puskesmas Campaka tidak dapat berdiri sendiri akan
tetapi sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan instansi lain baik
pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri.
Dari hasil kegiatan dan analisis kegiatan terlihat bahwa pengetahuan dan
kesadaran masyarakat tentang kesehatan sudah cukup baik, namun masih
memerlukan peningkatan. Sedangkan dalam upaya kesehatan perlu ditingkatkan
seperti peningkatan promotif dan preventif serta pemberdayaan masyarakat yang
belum optimal. Selain itu, diperlukan pula pengumpulan dan pengolahan data
yang lebih baik untuk perkembangan Puskesmas Campaka.
Diharapkan di tahun mendatang program di Puskesmas Campaka dapat
mencapai hasil yang lebih baik.

24
PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPAKA
KECAMATAN CAMPAKA KABUPATEN PURWAKARTA

25