Anda di halaman 1dari 51

40 HADIST SOHIH

PETUNJUK NABI SAW


UNTUK PARA WANITA AGAR HIDUP BAHAGIA

M. FAHRUR ROZI

Editor : Santri Putri Ash-Shomadiyah Makam Agung Tuban


DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................. ii
Mukodimah.........................................................................................................

1. Hadits Pertama (wanita sholikhah) ..............................................................


2. Hadits Kedua (sebaik_baik wanita) .............................................................
3. Hadits Ketiga (kemuliaan seorang ibu) .......................................................
4. Hadits Keempat (larangan durhaka pada ibu) .............................................
5. Hadits kelima (menikahi wanita beragama) ................................................
6. Hadits keenam (perawan atau janda) ...........................................................
7. Hadits ketujuh (melamar dan melihat wanita).............................................
8. Hadits kedelapan (mahar menikahi wanita) ................................................
9. Hadits kesembilan (walinya wanita) ...........................................................
10. Hadits kesepuluh (memahami wanita) ........................................................
11. Hadits kesebelas (hak istri) .........................................................................
12. Hadits kedua belas (kewajiban istri)...........................................................
13. Hadits ketiga belas (merawat anak perempuan) ..........................................
14. Hadits keempat belas (hubungan intim suami istri) ....................................
15. Hadits kelima belas (menjaga rahasia wanita) ............................................
16. Hadits keenam belas (akikahnya anak perempuan).....................................
17. Hadist ketujuh belas (sholatnya wanita di masjid) ......................................
18. Hadits kedelapan belas (sholatnya wanita di rumah) ..................................
19. Hadits kesembilan belas (infaknya wanita) .................................................
20. Hadits kedua puluh (bersedahlah wahai wanita) .........................................
21. Hadits kedua puluh satu (majlis ta’lim).......................................................
22. Hadits kedua puluh dua (berpergian nya wanita) ........................................
23. Hadits kedua puluh tiga (wanita haids) ......................................................
24. Hadits kedua puluh empat (wanita yang melahirkan) .................................
25. Hadits kedua puluh lima (jihadnya wanita) .................................................
26. Hadits kedua puluh enam (surganya wanita)...............................................
27. Hadits kedua puluh tujuh (auratnya wanita) ................................................
28. Hadits kedua puluh delapan (ketika wanita menjadi fitnah) .......................
29. Hadits kedua puluh sembilan (wanita pembawa berkah) ............................
30. Hadits ketiga puluh (cara wanita mengingatkan imam lupa) ......................
31. Hadits ketiga puluh satu (kepemimpinan wanita) .......................................
32. Hadits ketiga puluh dua (nasib wanita yang kufur suami) ..........................
33. Hadits ketiga puluh tiga (bergaul dengan wanita) .......................................
34. Hadits ketiga puluh empat (larangan pornografi dan pornoaksi bagiwanita)
35. Hadits ketiga puluh lima (larangan wanita menyerupai pria) .....................
36. Hadits ketiga puluh enam (larangan wanita menyambung rambut,membuat tato,dan
meruncingkan gigi) ......................................................................................
37. Hadits ketiga puluh tujuh (larangan wanita meratapi mayit,mencukur rambut dan merusak
pakaiannya ketika ada keluarga yang meninggal) .......................................
38. Hadits ketiga puluh delapan (wanita dalam bertetangga)............................
39. Hadits ketiga puluh sembilan (wanita boleh memakai sutera dan emas sedangkan pria tidak
boleh) ...........................................................................................................
40. Hadits keempat puluh (wanita dan binatang) ..............................................
41. Hadits keempat puluh satu (pendidikan dan keterampilan wanita) .............
42. Hadits keempat puluh dua (wanita sempurna) ............................................
MUKODIMAH

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam pencipta langit, bumi dan rembulan.
Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada baginda rosulullah SAW, panutan umat dan
idola kita yang mengangkat derajat wanita dari jurang kehinaan menuju gunung kemulyaan.
Semoga juga terlimpahkan kepada para keluarga, para sahabatnya dan para pengikutnya dengan
sholawat dan salam yang menyebabkan pembacanya selalu dipenuhi kebahagiaan, Amma ba’du.
Ketika membaca mukadimah kitab arbain karya Imam Nawawi yang populer dengan
Arbain Nawawiyah terdapat beberapa fadhilah (keutamaan-keutamaan) yang akan diperoleh bagi
para penghafal 40 hadist diantaranya : besok dihari kiamat dikumpulkan bersama para syuhada’
(orang-orang yang mati syahid) dan para ulama’, dibangunkan dari kuburan menjadi seorang ahli
fikih yang alim, dicatat dalam golongan para ulama’ dan dimasukkan surga melewati pintu mana
saja yang ia sukai, serta mendapatkan syafaatnya Nabi Muhammad SAW sebagaimana sabda
beliau: “barang siapa yang menjaga ( menghafalkan) atas umatku 40 hadist dari sunahku maka
aku (nabi) memasukkannya di hari kiamat dalam syafaatku” (HR Ibnu Najar : Al Jamius
Shoghiir : 170/2). Hadist ini dishohihkan oleh Al Huffadz Jalaludin Asy Syuyufi, maka
walaupun penulis bukan seorang ulama’ apalagi ahli hadist, tetap berkeinginan untuk
mengumpulkan 40 hadist dalam tema berbeda dan berbahasa Indonesia agar mudah dibaca
dengan harapan dapat mengamalkan hadist-hadist tersebut dan mendapatkan fadhilahnya serta
ikut serta memasyarakatkan cinta hadist dan mengamalkan sunnah.
Kumpulan-kumpulan hadist yang ada dibuku ini berisi tentang tema-tema yang secara
khusus membahas wanita baik sebagai obyek maupun subyek dalam masyarakat, keluarga
maupun pribadi. Penulis mngumpulkannya dari kitab-kitab hadist yang sangat populer di
pesantren maupun di luar pesantren yang pernah dipelajari penulis pada para ustad, para kyai dan
guru-guru kami ketika masih mondok diantaranya: Riyadhus Sholikkin (berguru pada KH
Khusnan Dimyatidan KH Ahmad Musyafa’), Jawahirul Bukhori dan At Tajridhus Shorih
Resume Shahih Bukhori (Ngaji pada KH Khusnan Dimyati Binangun Singgahan Tuban),
Bulughul Maram (Ngaji pada KH Ahmad Musyafa’, KH Abdul Mu’ti dan Ustad A. Setiyono),
Al Jamius Shoghiir (Mendengar sebentar dari KH Baqir Adlan Kranji Paciran) dan Shahih
Bukhori(ngaji sebentar pada KH Ahmad Musyafa’ Tuban yang menurut beliau bersanad pada
KH Hasyim Asy’ari Tebu Ireng Jombang), 40 hadist yang menjadi tema utama berbahasa arab
semua hadist shahih dan dapat dilacak di sumber aslinya selain satu hadist ketrampilan wanita
yang berstatus hasan, sedangkan hadist-hadist pendukung yang berbahasa Indonesia kebanyakan
shahih dan hasan serta ada yang dhoif.
Buku ini penulis persembahkan kepada semua wanita muslimah terkhusus kepada ibu,
istri, dua putri penulis: Asna Fatin Nuri Sirrin dan Fahra Dini Nailal Izzi (semoga menjadi anak
sholehah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa) dan para santri
putri Pondok Pesantren Ash Shomadiyyah Makam Agung dibawah asuhan Agus Riza
Sholahudin Habibi yang mengedit buku ini dan semua pembaca dimanapun berada. Semoga
buku ini bermanfaat di dunia dan di akhirat. Amin.
Tuban,18 November 2015 M
6 Syafar 1437 H

M.FAHRUR ROZI,S.Pd.I
Kata Pengantar

Alhamdulillahirobbil alamin,segala puji bagi Allah SWT sang penggenggam


kekuasaan,Dialah maha besar dari yang besar.Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad sang
pemimpin umat,kita menantikan belas kasih dan sayangnya dihari kiamat dengan mendapat
syafaatnya.Merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi diri saya pribadi sebagai pemangku
dari warisam mulia bernama ma’had Ash Shomadiyah ini dengan terbitnya sebuah karya kecil
dengan faidah berjuta-juta faidah,yakni kumpulan dan nukilan hadist Nabi SAW yang
dikhususkan mengenai “wanita”.Ya,wanita adalah makhluk sejuta keistimewaan,sampai-sampai
ada pepatah “surga berada dibawa kaki ibu”.Pembahasan wanita akan lebih berbobot secara
akademik karena dari hadist Nabi SAW.Semoga terbit lagi karya dari padepokan mulia Ash
Shomadiyah ini.

Pengasuh Pondok

Riza Salahudin Habibi


HADIS PERTAMA
WANITA SHOLIHAH

‫سلَّ َم قَا َل اَلدُّ ْنيَا‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬


َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ‫ّللا‬ ُ ‫ّللاُ َع ْن ُه َما ا َ َّن َر‬
ِ ‫س ْو َل ه‬ ‫ي ه‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْب ِدهللاِ اب ِْن َع ْم ٍر َواب ِْن ْال َع‬
ِ ‫اصى َر‬ َ ‫ع ْن‬
َ
َّ ‫َمتَاع َو َخي ُْر َمتَاعِ لده ْنيَا ا َ ْل َم ْرأَة ُ ال‬
‫ َر َواهُ ُم ْس ِلم‬. ُ‫صا ِل َحة‬

Artinya: Dari Abdillah bin Amr bin Ash RA bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW bersabda:
“Dunia adalah harta benda (perhiasan) dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita
sholihah” (HR. Muslim, Riyadus Sholihin: 151).

Nabi Muhammad SAW juga bersabda: “apakah tidak aku khabarkan kepadamu dengan
sebaik-baik harta simpanan seseorang ,yaitu: wanita sholihah, jika dipandang maka ia
menggembirakannya, jika di perintah ia mentaatinya dan apabila ia ditinggal bepergian maka ia
menjaga amanatnya”. (HR Abu Dawud)
Imam Hakim meriwayatkan hadits dari sahabat Sa’ad, Rosulullah SAW bersabda: “tiga
perkara yang membahagiakan (pemiliknya mujur) yaitu wanita sholihah, jika dilihat ia
mengagumkan dan jika ia ditinggal pergi suaminya ia bisa dipercaya dengan dirinya dan harta
benda suaminya, kendaraan yang membantu pemiliknya bertemu teman-temannya dan rumah
yang luas,,, (al Jami’us Shoghir:140) Nabi SAW juga bersabda, tiga hal dari nikmat dunia paling
nikmat walaupun seseorang tidak punya nikmat sekali yaitu kendaraan yang bisa di naiki, wanita
sholihah dan rumah yang luas (HR. Ibnu Abi Syai’bah, Al Jami’us Shoghir: 136)
Imam Ath-Thoyalisiy meriwayatkan dari Saad, Nabi SAW bersabda (tanda penyebab)
kebahagian bagi anak Adam ada tiga, yaitu: istri sholihah, kendaraan baik dan rumah yang luas
dan (tanda penyebab) celakanya anak Adam itu ada tiga, yaitu: kendaraan buruk, istrri jelek
pekertinya dan rumah buruk. (Al Jami’us Shoghir:33/2). Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“barang siapa diberi rizki oleh Allah (dengan) wanita sholihah maka sungguh Allah telah
menolongnya atas separo agamanya maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah dalam separo
yang lain”(HR Al hakim). Nabi juga bersabda: Hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir dan
istri sholihah yang membantumu atas urusan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik barang
yang sangat disimpan manusia. (HR. Baihaqi, Al Jami’us Shoghir: 87).
HADITS KEDUA
SEBAIK-BAIK WANITA

ُ ‫ت َوت َ ْح َف‬
ُ‫ َر َواه‬.‫ظ َغ ْي َبت َ َك ِفى َن ْف ِس َها َو َما ِل َك‬ َ ‫ت َوت ُ ِط ْيعُ َك اِذَا ا َ َم ْر‬
َ ‫ص ْر‬ َ ‫س ُّر َك اِذَا أ َ ْب‬
ُ َ ‫اء َم ْن ت‬ َ ‫َخي ُْرال ِنه‬
ِ ‫س‬
‫سالَ ٍم‬
َ ‫ّللاِ ب ِْن‬ ‫ع ْن َع ْب ِد ه‬ َّ
َ ‫الطب َْرانِى‬

Artinya: Sebaik-baik wanita adalah seorang wanita yang menyenangkanmu jika engkau
melihatnya, mentaatimu jika engkau memperintahnya dan ia menjaga dirinya dan
hartamu jika kamu tidak ada karena bepergian”. (HR. Tabroni dari Abdullah bin
Salam di kitab Al Jami’us Shoghir 9/2) diberi rumus shohih oleh Jalaluddin Asy-
Syuyuti.

Imam Ahmad Nasa’i dan Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
“sebaik-baik wanita adalah seorang wanita yang menyenangkan suami jika melihatnya,
mentaatinya jika di perintah suami dan tidak berkhianat kepada Allah dalam dirinya dan harta
bendanya dengan sesuatu yang membuat suami benci”. (Al Jami’us Shoghir, Imam Syuyuti: 9/2)
Diriwayatkan dari sahabat Anas, Rosulullah SAW bersabda: “sebaik-baik wanita seluruh
alam ada empat yaitu: Maryam putri Imraan, Khodijah binti Khuwailid, Fatimah putri Nabi
Muhammad dan Asiyah istri Fir’aun. (HR. Ahmad, Al Jami’us Shoghir: 11/2).
Dari sahabat Ali, Nabi SAW bersabda: sebaik-baik wanita seluruh alam adalah Maryam
istri Imraan dan sebaik-baik wanita seluruh alam adalah Khodijah binti Khuwailid”. (HR.
Bukhori muslim).
Imam Ad Dailami meriwayatkan Hadits dari Anas RA, Nabi SAW bersabda: “ sebaik-
baik wanitamu adalah wanita yang menjaga kesucian (afifah) yang berkobar-kobar syahwatnya
yaitu: menjaga kemaluannya dan berkobar-kobar syahwatnya terhadap suaminya”. (Al Jami’us
Shoghir,11/2) Rosulullah SAW juga bersabda: “sebaik-baik wanitamu adalah wanita yang
banyak anak, sangat mencintai suami, ,,, jika bertakwa kepada Allah ,,, (HR. Baihaqi). Nabi
SAW juga bersabda: “sebaik-baik wanita umatku adalah mereka paling cerah wajahnya dan
palingg sedikit maharnya. (Ibnu Adiy).
HADIST KETIGA
KEMULIAAN SEORANG IBU

ِ‫ّللا‬
‫سو َل ه‬ ُ ‫سلَّ َم فقَا َل يَا َر‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫ص َل‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ِ‫ّللا‬َّ ‫س ِل‬ُ ‫ِلى َر‬ َ ‫ قَا َل َجا َء َر ُجل ا‬:ُ‫ّللا‬ ‫ي ه‬َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫َو‬
‫ص َحابَ ِت ْي؟ قَا َل ا ُ ُّم َك قَا َل ث ُ َّم َم ْن؟ قَا َل ا ُ ُّم َك قَا َل ث ُ َّم َم ْن؟ قَا َل ا ُ ُّم َك قَا َل ث ُ َّم‬َ ‫اس ِب ُحس ِْن‬ ِ َّ‫َم ْن ا َ َح ُّق ا لن‬
‫ع َليْه‬
َ ‫َم ْن؟ قَا َل اَب ُْو َك ُمت َ َف ٌّق‬

Artinya :Dari Abu Harairah R.A berkata ” telah datang kepada Rosulullah SAW seorang laki-
laki lalu bertanya “ Duhai Rosulullah siapakah manusia yang paling berhak dengan
kebaikan pergaulanku? Nabi menjawab : Ibumu. Laki-laki ini bertanya lagi ,lalu siapa?
Nabi menjawab : Ibumu. Dia bertanya lagi, lalu siapa? Nabi menjawab : Ibumu. Dia
bertanya lagi, lalu siapa? Nabi bersabda “Ayahmu”(HR Bukhori Muslim, Riyadhus
Sholikhin :163)

Dalam riwayat shohih yang lain laki-laki ini bertanya : Siapakah orang yang paling
berhak untuk dipergauli dengan baik? Nabi bersabda:” Ibumu, kemudian ibumu, kemudian
ayahmu lalu yang paling dekat denganmu: yang paling dekat denganmu” (Riyadus
Sholikhin:163)
Imam Thobroni meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah R.A, Nabi SAW bersabda,
“orang yang bahagia adalah orang yang bahagia di dalam perut ibunya dan orang yang celaka
adalah orang yang celaka di dalam perut ibunya” (Al Jamius Shoghir dengan Rumus Sohih).
Nabi Muhammad SAW bersabda :” Dan jika kedua orang tuamu bersama-sama memanggilmu
maka jawablah panggilan ibumu dulu ”(HR Ad Dailamiy, Al Jamius Shoghir :62).

Diriwayatkan dari sohabat Anas, Nabi Muhammad SAW bersadba:


‫ْب‬ ِ ‫ضا ُء َو ْالخ‬
ُ ‫َطي‬ َ َ‫ر َواهُ ْالق‬.ِ َ ‫ا َ ْل َجنَّةُ تَ ْح‬
َ ‫ت ا َ ْقدَ ِام اْالُ َّم َهات‬

Artinya ; “ Surga di bawah telapak kaki ibu” (HR Al Qodho’i Al Jamius Shoghir : 145)

Dari Asma’ binti Abu Bakar RA berkata “ Ibuku datang kepadaku sedangkan dia musrikah (Non
Muslim) di masa Rosulullah SAW lalu aku meminta fatwah kepada Nabi SAW lalu aku
bertanya,ibu telah datang kepadaku sedangkan dia suka apakah aku temui ibuku? Nabi bersabda :
“iya temui Ibumu” (HR Bukhori Muslim , Riyadus Sholihin: 166).
HADIST KEEMPAT
LARANGAN DURHAKA KEPADA IBU

‫ قَا َل ا َِّن ه‬,‫سلَّ َم‬


َ‫ّللا‬ َ ‫علَ ْي ِه و‬َ ُ‫ّللا‬ ‫صلَى ه‬ َ ِ‫ي‬‫عن النَ ِب ه‬ْ ُ‫ع ْنه‬ َ ُ‫ّللا‬
‫ي ه‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ش ْعبَةَ َر‬ َ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ِعي‬
ُ ‫ْس َال ُم ِغي َْرةِ ب ِْن‬ َ ‫َو‬
‫س َؤ ِل‬ ِ ‫ت َو َوأْ دَ ْالبَنَا‬
ُّ ‫ت َو َك ِرهَ لَ ُك ْم قِ ْي َل َوقَا َل َو َكثْ َرةُال‬ ِ ‫عقُوقَ اْالُ َّم َها‬
ٍ ‫ت َو َم ْنعًا َوهَا‬ ُ ‫ع َل ْي ُك ْم‬
َ ‫ت َ َعالَى َح َّر َم‬
َ ‫عةَ ْال َما ِل ُمت َ َف ٌّق‬
‫علَيْه‬ َ ِ‫َوا‬
َ ‫ضا‬

Artinya : Dari Abi Isa Maghiroh bin Syu’bah RA dari Nabi Muhammad SAW bersabda :”
Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan kepadamu durhaka kepada ibumu, dan
melanggar apa yang diwajibkan dan melakukan apa yang dilarang dan memendam anak
perempuan hidup-hidup. Dan Allah benci kepadamu berkata ini itu, banyak bertanya
dan menyia-nyiakan harta benda”. (HR Bukhori Muslim, Riyadus
Sholikhin:174)

Diriwayatkan dari Abdullaah bin Amr bin Ash bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW
bersabda:” Termasuk dari besarnya dosa adalah mencaci makinya seseorang kepada kedua orang
tuanya. Lalu para sahabatnya bertanya”Duhai Rosulullah apakah (mungkin) seseorang memaki
kedua orang tuanya? Nabi bersabda” ya, seseorang memaki bapaknya orang lain lalu orang itu
memaki bapaknya dan seseorang memaki ibunya orang lain lalu orang itu memaki ibunya”. (HR
Bukhori Muslim)
Dalam riwayat sohih lain Rosulullah SAW bersabda,”Susungguhnya sebagian dari paling
besarnya dosa besar adalah jika seseorang melaknat kedua orang tuanya, di katakan : Duhai
Rosulullah bagaimanakah seseorang laki-laki (bisa) melaknat kedua orang tuanya ? Nabi
Muhammad bersabda “ Dia memaki bapaknya seseorang lain lalu orang itu memaki bapaknya
dan dia memaki ibunya orang lain lalu orang itu memaki ibunya”. Nabi Muhammad juga
bersabda “Dosa- dosa besar itu adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua,
membunuh seseorang dan sumpah palsu” (HR Bukhori).
HADIST KELIMA
MENIKAHI WANITA BERAGAMA

‫ ت ُ ْن َك ُح اْل َم ْرأ ة ُ ِالَ ْر بَ ٍع‬: ‫سله َم قَا َل‬


‫علَ ْي ِه َو ه‬
َ ُ‫ى ا هلل‬ َ ِ ‫ع ِن النه ِيي‬
‫صل ه‬ َ ُ‫ض هللاُ َع ْنه‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْى ُه َر ي َْر ة َ َر‬ َ ‫َو‬
‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ت يَدَا َك ُمت َ َف ٌّق‬ْ َ‫ت ا ل ِده ي ِْن ت َ ِر ب‬ ْ ‫س ِب َها َو ِل َج َما ِل َها َو ِل ِد ْي ِن َها فَا‬
ِ ‫ظفَ ْر ِبذَا‬ َ ‫ِل َما ِل َها َو ِل َح‬

Artinya : Dari Abu Hurairoh RA dari Nabi SAW bersabda “wanita dinikahi karena empat
perkara yaitu karena hartanya ,karena nasabnya,karena cantiknya dan karena
agamanya ,maka perolehlah (pilihlah) wanita yang beragama ,pasti berdebu tanganmu
atau bahagia .(HR. Bukhori muslim).

Makna hadist ini menurut Imam Nawawi dalam Riyadus Sholikhin halaman 186 adalah
sesungguhnya orang-orang dalam kebiasaannya memilih wanita untuk dinikahi berdasarkan 4 hal
diatas maka kamu harus bersemangat memilih wanita berdasarkan agamanya dan bersemangat
bergaul dengannya berdasarkan agamanya.
Diriwayatkan dari sahabat Ali dan Ibnu Abbas ,Nabi SAW bersabda ,”jika seorang laki-
laki menikahi wanita karena agama dan kecantikannya maka dalam diri wanita tersebut ada
penghalang dari kesempitan dan kemiskinan.”(HR Imam Syairoziy ,Al Jamius Shoghir :23),Nabi
SAW juga bersabda ,menikahlah dengan wanita perawan karena sesungguhnya mereka lebih
manis mulutnya ,dan lebih banyak mendatangkan anak rahimnya dan lebih rela dinafkahi sedikit
“(HR.Thobroni),Nabi SAW juga bersabda ,”menikahlah dengan wanita yang sangat mencinta
dan banyak anak karena sesunggunya aku memperbanyak umat denganmu “(HR Nasa’i ,Al
Jamius Shoghir :130). Nabi SAW juga bersabda, “ menikahlah dengan para wanita karena
sesungguhnya mereka mendatangkan harta benda” (HR. Al Bazar).

Imam Muslim, Ahmad, Thurmudzi, dan Nasa’i meriwayatkan hadist dari Jabbir, Nabi
SAW bersabda, “sesungguhnya wanita dinikahi karena agamanya, hartanya, dan kecantikannya,
maka hendaknya amu memilih wanita yang beragama maka berdebu tanganmu atau bahagia” (Al
Jamius Shoghir, 85)

HADIST KEENAM

PERAWAN ATAU JANDA


‫ الَ ت ُ ْن َكى ُح اْالَ ِيه ُم َحتهى‬:‫سلَّ َم قا َ َل‬
َ ‫ص َل ا هللُ َءلَ ْي ِه َو‬ َ ‫ي ا هللُ َع ْنهُ ا َ َّن النه ِب‬
َ ‫ي‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َر ي َْر ة َ َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫َو‬
َ ‫ْف اِ ْذ نَها َ قَا َل ا َ ْن ت َ ْس ُك‬
ُ‫ت َر َواه‬ ُ ‫ت ُ ْستَأ َم َر َو الَ ت َ ْن َك ُح اْل ِب ْك ُر َحتَّى ت ُ ْستَأ َ ذَنَ قَا لُ ْوا يَا َر‬
َ ‫سو ُل هللاِ َو َكي‬
‫ي‬ ِ ‫الُبخ‬
ُّ ‫َار‬

Artinya : Dari Abu hurairoh RA bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda “ Janda tidak
boleh dinikahkan sehingga di ajak berkonsultasi dan tidak boleh dinikahkan seorang
perawan sehingga diminta izinnya, Para sahabat bertanya “bagaimana ( cara
mengetahui ) izinnya ? Nabi menjawab : jika ia diam “(HR. Bukhori ,At Tajridus
Shoriihk : 120/2)

Di riwayatkan dari Aisyah RA berkata ‘’aku bertanya ya rasulullah sesungguhnya


perawan itu pemalu? Nabi bersabda “Ridhonya adalah diamnya “ (HR. Bukhori ) .Dari Khonsa’
Binti Khidzam Al Ansyoriyah RA bahwa bapaknya telah menikahkannya padahal dia adalah
janda lalu dia tidak suka pernikahan itu lalu dia mendatangi rosulullah SAW kemudian nabi
menolak pernikahannya “(HR. Bukhori ).
Imam Ahmad dan Ibnu Majah meriwayatkan hadist dari Amirah Al kindi ,Nabi SAW
bersabda “Janda menyatakan dari dirinya sedangkan perawan ridhonya adalah diamnya“ (Al
Jamius Shoghir ,143).Rasululloh SAW bersabda ,”Janda lebih berhak dengan dengan dirinya dari
pada walinya sedangkan perawan, bapaknya minta izin kepadanya dan izinnya adalah
diamnya.(HR.muslim ,Al Jamius Shoghir : 143).
Imam Bukhori, Muslim ,Ahmad,Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari
jabir ,Nabi SAW bersabda ,“maka mengapa tidak (menikahi ) perawan yang kau (bisa) bersenda
gurau dengannya dan dia bersenda gurau denganmu serta kamu saling tertawa dengannya dan dia
saling tertawa denganmu” (Al Jamius Shogir,77/2).Rasululloh SAW bersabda “maka mengapa
tidak (menikahi ) perawan yang kamu (bisa) menggigitnya (berpegang teguh padanya ) dan dia
(bisa) menggigitmu”(HR.Thohroni).
Dari Jabir RA, Nabi SAW berkata kepadaku “apakah kamu telah menikah wahai
jabir”.aku berkata “ya”.nabi bertanya .”apakah dia perawan atau janda?”aku berkata .”tidak tapi
janda .”nabi bersabda “maka kenapa tidak perawan yang (bisa) bersenda gurau denganmu ?aku
berkata .”duhai kanjeng rosul sesungguhnya bapakku terbunuh dalam perang uhud dan beliau
meninggalkan 9 anak perempuan jadi 9 saudariku maka aku tidak suka mengumpulkan bersama
mereka anak perawan yang masih bodoh seperti mereka tetapi wanita yang bisa menyisir mereka
dan merawat mereka ,Nabi bersabda .”engkau benar “(HR. Bukhori, Jawahirul Bukhori :361)
HADIST KETUJUH
MELAMAR DAN MELIHAT WANITA

‫ب ا َ َحد ُ ُك ُم ْال َم ْرأَة َ فَا ِِن‬ َ ‫ اِذَا َخ‬:‫سلَّ َم‬


َ ‫ط‬ َ ُ‫صلًّى هللا‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫ّللاُ قَا َل قَا َل َر‬
‫ى ه‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن َجا ِب ٍر َر‬ َ ‫َو‬
‫اح َها َف ْليَ ْف َع ْل َر َواهُ ا َ ْح َمد ُ َواَب ُْو دَ ُاودَ َو ِر َجالُهُ ِئقَات‬
ِ ‫ع ْوهُ اِلَى ِن َك‬ُ ‫ظ َر ِم ْن َها اِلَى َما يَد‬ ُ ‫ع ا َ ْن يَ ْن‬
َ ‫طا‬َ َ ‫ا ْست‬
‫ص َّح َحهُ ْال َحا ِك ُم‬َ ‫َو‬

Artinya: Dari Jabir RA. Berkata, Rosulullah SAW Bersabda, “jika salah seorang diantara kamu
melamar wanita maka jika ia mampu untuk melihatnya kepada apa yang menariknya
untuk menikahinya maka lakukanlah” (HR Ahmad dan Abu Dawud. Sedangkan para
perawinya adalah dapat dipercaya dan disohihkan oleh Imam Hakim/ Bulughul Marom,
209).

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa sesungguhnya Nabi SAW Besabda kepada
seorang laki-laki yang menikahi wanita: Apakah kamu sudah melihatnya? Laki-laki itu
menjawab: tidak,Nabi bersabda, “pergilah lalu lihatlah wanitanya (HR Muslim, Bulughul
Marom: 210).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA berkata, Rosulullah SAW. Bersabda,“salah seoranng
diantara kamu tidak boleh melamar diatas lamaran saudaranya sehingga pelamar sebelumnya
meninggalkannya atau memberi izin kepadanya” (HR Bukhori Muslim, Bulughul Marom:210).
Diriwayatkan dari Jabir bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “jika salah seorang
kamu melamar seorang wanita maka tidak ada dosa atasnya untuk melihatnya walaupun wanita
itu tidak mengetahuinya (HR Abu Dawud, Thobroni, dan Ahmad). Sahabat Mughiroh bin
Syu’bah berkata, “aku telah melamar seorang gadis dari seorang anshor lalu aku menyampaikan
kepada Nabi SAW. Lalu beliau bertanya kepadaku “ kamu telah melihatnya, lalu aku menjawab
tidak (belum). Lalu beliau bersabda, ”lihatlah padanya karena bisa lebih patut, untuk
melanggengkan kasih sayang diantara kamu (HR Ibnu Najar, I’aanatut Tholibin:257/3).
Diriwayatkan dalam musnadnya Imam Ahmad bahwa Nabi SAW Mengutus seorang wanita yang
akan melamar wanita lain untuk beliau maka beliau bersabda: lihatlah wajahnya, kedua telapak
tangannya, dan urat ketingnya (urat diatas tumit) dan ciumlah gigi selebar mulutnya atau muka
pipinya (I’aanatus Tholibin ,258/3).
HADIST KEDELAPAN
MAHAR MENIKAHI WANITA

)َ‫صدَا قَها‬ َ َ‫سلَّ َم (ا َ نَّهُ ا َ ْعتَق‬


َ َ ‫ص ِفيَّةَ َو َج َع َل ِعتْقَها‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬ ‫صلَّى ه‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ِ ‫ع ِن النَّ ِبي‬
َ ُ‫ّللا‬
‫ي ه‬ ِ ‫ع ْن اَن ٍَس َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫َو‬
‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ُمت َ َفق‬

Artinya: “Dari Anas RA dari Nabi SAW Bahwa sesungguhnya beliau telah memerdekakan
Shofiyah dan menjadikan kemerdekaannya sebagai mahar mas kawinnya” (HR
Bukhori Muslim, Bulughul Marom:222).

Shofiyah adalah salah satu istri-istri Nabi SAW Ummil Mukminin. Shofiyah adalah putri
Haiyin bin Akhtob salah satu cucu Nabi Harun bin Imron AS, ketika menjadi tawanan kaum
muslim dalam perang khoibar, Nabi SAW memilihnya lalu memerdekakannya dan menikahinya
dan menjadikan kemerdekaannya menjadi mahar mas kawinnya (Tahrij Bulughul Marom, 222).
Diriwayatkan dari Abi Salamah bin Abdur Rohman sesungguhnya beliau berkata: aku
telah bertanya kepada Ummil Mukminin Aisyah RA berapakah jumlah mahar mas kawin
Rosulullah SAW? Beliau menjawab: mahar mas kawinnya Nabi SAW. Untuk para istri beliau
adalah 12 Uqiyah dan 1 Nasya. Aisyah berkata: Apakah kamu tahu apa itu Nasya? Abi Salamah
menjawab: aku tidak tahu. Beliau berkata, separuh Uqiyah maka mahar beliau adalah 500
Dirham maka ini adalah mahar mas kawin Rosulullah SAW untuk para istrinya. (HR Muslim,
Bulughul Marom:223).
Dari Sahal bin Sa’ad Al Saidiy berkata, seorang wanita datang kepada Rosulullah SAW
lalu berkata: Duhai Kanjeng Rosul aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu kemudian
beliau melihat wanita tersebut lalu beliau meninggikan pandangan kepadanya dan melihat keatas
dan kebawah lalu mengangan–anganya lalu beliau menundukkan kepala beliau, maka ketika
wanita tersebut mengetahui bahwa Nabi tidak memutuskan sesuatu kepadanya, dia duduk lalu
berdirilah seorang laki-laki dari para sahabatnya lalu berkata: Duhai Kanjenng Rosul jika engkau
tidak berkeinginan pada wanita tersebut maka nikahkanlah aku padanya, Nabi bertanya, apakah
kamu memiliki sesuatu? Dia menjawab: tidak, demi Allah ya Rosul lalu Nabi berkata: pergilah
pulang ke keluargamu lalu lihatlah apakah kamu memiliki sesuatu lalu dia pulang kemudian
kembali lalu berkata: tidak demi Allah aku tidak memiliki sesuatu lalu Nabi berkata: lihatlah
walaupun cincin dari besi lalu dia pergi dan kembali ia berkata tidak punya apa-apa walaupun
cincin dari besi. Tetapi, hanya sarung ini Nabi berkata apa yang akan kamu perbuat dengan
sarungmu? Lalu duduklah laki-laki tersebut. Nabi bertanya apakah kamu memiliki hafalan
Qur’an…? Sampai Nabi bersabda: pergilah sungguh aku (nikahkan) milikkan kamu dengan
wanita itu dengan hafalan Al-Qur’anmu (HR Bukhori, Muslim).
HADIST KESEMBILAN
WALINYA WANITA

ْ ‫ اَيُّ َها ا ِْم َرأَةٍ َن َك َح‬:‫سلَّ َم‬


‫ت‬ َ ُ‫صلَّى هّللا‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫س ْو ُل هّللا‬ ْ َ‫ع ْن َها قَا ل‬
ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ت‬ َ ُ‫ى هّللا‬ ِ ‫شةَ َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫ع ْن‬
َ ِ‫عا ئ‬ َ ‫َو‬
‫ فَا ِْن دَ َخ َل ِب َها فَلَ َها ا َ ْل َم ْه ُر ِب َما ا ْستَ َح َّل ِم ْن فَ ْر ِج َها فَا ِْن ا ْشت َ َج ُرؤا‬,‫ِب َغي ِْراِ ْذ ِن َو ِل ِيه َها فَ ِن َكا ُح َها َبا ِطل‬
ُ ‫ص َّح َحهُ اَب ُْو َع َوا نَةَ َواِ ْب ُن ِحب‬
‫َّان‬ َ ‫ي لَهُ ا َ ْخ َر َجهُ ْْل ْر َبعَةُ اِالَّ ال ِنه‬
َ ‫سائِ ْي َو‬ َّ ‫ي َم ْن الَ َو ِل‬ َ ‫س ْل‬
ُّ ‫طا ُن َو ِل‬ ُّ ‫فَال‬
‫َو ْال َحا ِك ُم‬

Artinya: Dari Aisyah RA berkata, Rosulullah SAW bersabda: “wanita manapun yang menikah
dengan tanpa izin walinya maka nikahnya batal. Jika seseorang telah berhubungan
badan dengannya maka wanita tersebut berhak mendapatkan mahar sebab dia telah
minta menghalalkan kemaluan wanita itu, maka jika para wali menolak menikahkan
wanita maka sang penguasa (pemerintah) adalah walinya wanita yang tidak ada wali
baginya (HR. Imam empat selain Imam Nasya’i dan dishohihkan oleh Abu Awanah ,
Ibnu Hibbar dan Imam Al Hakim : Bulughul Marom/ 212)”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh RA berkata, Rosulullah SAW bersabda: seorang


wanita tidak boleh menikahkan wanita lain dan tidak boleh menikahkan dirinya sendiri (HR.
Ibnu Majah, Bulughul Marom : 212). Nabi Muhammad SAW bersabda: tidak ada pernikahan
kecuali dengan seorang wali (HR. Ahmad, Bulughul Marom :211).
Dari Ibnu Amr, Nabi SAW bersabda: “wanita manapun yang menikah dengan tanpa
seizin walinya maka nikahnya batal maka jika seseorang telah berhubungan badan dengannya
maka wanita itu berhak mendapatkan maskawinnya sebab dia telah minta menghalalkan
kemaluannya dan keduanya dipisahkan dan jika keduanya belum berhubungan badan maka
keduanya dipisahkan serta penguasa (pemerintah) adalah walinya orang yang tidak punya wali
baginya (HR. Thobroni, Al Jamius Shoghir: 119)”.
Dari Hasan dari Samuroh RA dari Nabi SAW bersabda: wanita manapun yang
dinikahkan oleh dua wali maka dia bagi wali yang pertama dari dua wali tersebut (HR. Ahmad,
Bulughul Marom: 213). Hukum ini jika salah satu akadnya mendahului yang lain atau sebelum
yang kedua ,apabila akad kedua wali terjadi dalam satu waktu (bersamaan) maka keduanya batal.
HADIST KESEPULUH
MEMAHAMI WANITA

:‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هّللا‬


َ ‫ع َل ْي ِه َو‬ ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ى هّللاُ َع ْنهُ قَا َل‬
َ ِ‫س ْو ُل هّللا‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫َو‬
ْ َ‫ضلَعٍ اَع َْالهُ فَا ِْن ذَ َهب‬
ُ‫ت ت ُ ِق ْي َمه‬ ‫ضلَعٍ َوا َِّن اَع َْو َج َمافِى ال ِ ه‬ ْ َ‫اء َخي ًْرافَا َِّن ْال َم ْرأَة َ ُخ ِلق‬
ِ ‫ت ِم ْن‬ ِ ‫س‬َ ‫ص ْوا ِبال ِنه‬
َ ‫اِ ْست َ ْو‬
.‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ ُمت َ َفق‬،‫اء‬
ِ ‫س‬ َ ‫َكس َْرتَهُ َواِ ْنت َ َر ْكتَهُ لَ ْم يَزَ ْل اَع َْو َج فَا ْست َ ْو‬
َ ‫ص ْوابِال ِنه‬

Artinya: Dari Abu Hurairoh RA berkata, Rosulullah bersabda: “hendaknya kalian bersungguh-
sungguh berwasiat (bergaul) dengan wanita secara baik karena sesungguhnya wanita
diciptakan dari tulang rusuk dan sesungguhnya paling bengkoknya tulang rusuk adalah
yang paling atas, maka jika kamu pergi untuk meluruskannya maka kamu (bisa)
meremukkannya dan jika kamu membiarkannya maka akan selalu bengkok maka
berwasiatlah dengan para wanita (HR. Bukhori Muslim, Riyadhus Sholihin: 148)”.

Dalam satu riwayat lain dishohih Bukhori Muslim Nabi SAW bersabda, “wanita itu
seperti tulang rusuk jika kamu meluruskannya maka kamu memecahkannya dan jika kamu
bersenang-senang dengannya maka kamu bersenang-senang dengannya dan dia dalam keadaan
bengkok, dalam riwayat Muslim :Sesungguhnya wanita di ciptakan dari tulang rusuk yang tidak
akan pernah lurus untukmu dalam satu jalan,maka jika kamu bersenang-senang dengannya dan
dia dalam keadaan bengkok dan jika kamu pergi untuk meluruskannya maka kamu
memecahkannya, sedangkan pecahnya adalah mentalaqnya” (Riyadhus Sholikhin,148).
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh RA, Rosulullah SAW bersabda: “tidak boleh seorang
mukmin membenci seorang mukmin wanita (istrinya) jika ia tidak suka budi pekerti darinya
maka ia ridho (rela/ suka) budi pekertinya yang lain” (HR.Muslim, Riyadhus Sholihin: 149).
Dalam haji wada’ Nabi SAW berpidato setelah memuji Allah mengingatkan dan memberi
nasehat kemudian beliau bersabda: “ingatlah berwasiatlah (bergaullah) dengan wanita secara
baik karena sesungguhnya mereka adalah tawanan (pembantu) disisimu dimana kamu tidak
memilikinya sama sekali dari mereka selain itu kecuali jika mereka melakukan perbuatan buruk
secara nyata. Jika mereka berbuat buruk maka tinggalkanlah dalam tempat tidurnya, dan
pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika mereka telah menaatimu maka
janganlah berbuat aniaya kepadanya… (HR. Thurmudhi, Riyadhus Sholihin: 150)”.
HADITS KESEBELAS
HAK ISTRI

‫علَ ْي ِه؟‬
َ ‫س ْو َل هللاِ َما َح ُّق زَ ْوجِ ا َ َح ِد نَا‬ َ َ‫ قُ ْلتُ ي‬: ‫ع ْنهُ قَا َل‬
ُ ‫ار‬ َ ُ‫ي هللا‬ ِ ‫ع ْن َح ِكي ِْم ب ِْن ُم َعا ِويَةَ َع ْن ا َ ِب ْي ِه َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫َو‬
ِ ‫ب ْال َو ْجهَ َو َالت ُ َق ِبه ْح َو َالت َ ْه ُج ْر ا َِّال فِي ْالبَ ْي‬
ُ‫ت َر َواه‬ ِ ‫ْت َو َالتَض ِْر‬ ُ ‫ت َوتَ ْك‬
َ َ ‫س ْوهَا اِذَاا َكت‬
َ ‫سي‬ َ ‫ط ِع ُم َها اِذَاا َ َك ْل‬
ْ ُ ‫قَا َل ت‬
.‫حا ِك ُم‬ َ ‫َّان َو ْال‬
ِ ‫ص َّح َحهُ اِب ُْن ْال ِحب‬
َ ‫سائِي َواِب ُْن َما َج ْه َو‬ َ َّ‫ا َ ْح َمد ُ َواَب ُْو دَ ُاودَ َوالن‬
Artinya: dari Hakim bin Muawiyah dari Bapaknya RA berkata aku bertanya kepada kanjeng
Rosul: duhai Rosul apakah hak istri salah seorang dari kami atasnya? Nabi bersabda, “berilah
makan jika kamu telah makan, berilah dia pakaian jika kamu telah berpakaian, jangan memukul
wajahnya, jangan menjelek-jelekannya dan janganlah memutuskannya kecuali di dalam rumah
(HR Ahmad Abu Dawud , Nasa’i dan Ibnu Majah dan di sohihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim,
Bulughul marom: 220)

Di riwayatkan dari Muawiyah bin Haidah RA Nabi SAW bersabda , “hak wanita atas
suaminya adalah memberinya makan jika suaminya telah makan, memberinya pakaian jika
suaminya telah berpakaian, tidak boleh memukul wajahnya , tidak boleh menjelek-jelekannya
dan tidak boleh meninggalkannya kecuali di dalam rumah” (HR Thobroni, Al Jamius Shoghir:
149)

Dari Jabir RA beliau berkata: kita telah bersama Nabi SAW dalam sebuah peperangan maka
ketika kami pulang di kota Madinah maka kami pergi untuk masuk rumah lalu Nabi SAW
bersabda “berpelan-pelanlah (berlaku ramah) sehingga kamu masuk dalam waktu malam yakni
waktu isya’ supaya wanita yang kusut rambutnya menyisir rambutnya dan supaya wanita yang
suaminya berpergian memotong rambutnya / macak / berparas cantik” (HR Bukhori Muslim,
Bulughul Marom: 219), dalam riwayat lain Nabi bersabda, “jika salah seorang dari kamu lama
berpergian maka janganlah mendatangi keluarganya di waktu malam”(HR Bukhori).

HADIST KEDUA BELAS


KEWAJIBAN ISTRI
‫االر ُج ُل ْام َر اَتَهُ اِلَى‬
َّ ‫ع‬ َ َ‫ اِذَاد‬: ‫سلَّ َم‬
َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ي هللاُ قَا َل‬ َ ‫ض‬ِ ‫ع ْن ا َ ِبى ُه َري َْرة ََر‬ َ ‫َو‬
‫علَيْه‬
َ ‫ ُمت َ َفق‬،‫ص ِب َح‬ ْ ‫علَ ْي َها َل َع َنتْ َه‬
ْ ُ ‫اال َم َال ِئ َكةُ َحتَّى ت‬ َ َ‫ضبَان‬
ْ ‫غ‬ َ َ‫فِ َرا ِش ِه فَلَ ْم تَأْتِ ِه فَب‬
َ ‫ات‬

Artinya: Dari Abu Hurairah RA berkata: Rosulullah SAW bersabda, “jika seorang suami
mengajak tidur istrinya ke tempat tidurnya lalu sang istri tidak mendatanginya (menolak)
kemudian suami semalam (menjadi ) marah padanya maka para malaikat melaknatnya sampai
dia masuk subuh (HR Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin: 152).

Dalam riwayat lain dari Imam Bukhori Muslim Nabi SAW bersabda “jika semalam istri
(menjadi) meninggalkan tempat tidur suaminya maka para malaikat melakntnya sehingga ia
masuk subuh”. Dalam riwayat yang lain rosulullah SAW bersabda “Demi Dzat yang diriku
dalam genggamannya (kekuasaannya) tidak ada dari seorang suami yang mengajak tidur istrinya
ke tempat tidurnya lalu istri menolaknya kecuali apa yang ada di langit (para malaikat) benci
kepadanya sehingga suami ridho kepadanya” (Riyadhus Sholikhin: 152).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rosulullah SAW bersabda “tidak halal bagi istri
berpuasa sedangkan suaminya menyaksikan (ada) kecuali dengan izinnya dan istri tidak boleh
mengizinkan (masuk) dalam rumahnya kecuali dengan izinnya”(HR Bukhori Muslim).Nabi
SAW bersabda “jika aku telah memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain maka
sungguh aku perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya”(HR Thirmidzi,Riyadhus
Solikin:153).Imam Thirmidzi berkata: ini hadist hasan sohih.

Imam Thobroni meriwayatkan hadist dari Tamim Ad Daariy, Nabi SAW bersabda “hak
suami atas wanita (istrinya) adalah istri tidak meninggalkan tempat tidurnya, berbuat baik dalam
pembagian (harta atau giliran) nya, mentaati perintah suami, tidak keluar rumah kecuali dengan
izinnya dan tidak memasukkan ke dalam rumahnya seseorang yang tidak di sukai suami” (Al
Jamius Shoghir: 149) Nabi SAW juga bersabda,“hak suami atas istrinya adalah jika suami
memiliki luka bernanah maka istri membersihkannya (menaruh kasihan) sampai terpenuhi
haknya” (HR Al Hakim).

HADIST KETIGA BELAS


MERAWAT ANAK PEREMPUAN
ِ ‫عا َل ا َ ْل َج‬
‫اريَتَي ِْن َحتَّى ت َ ْبلُغَا َجا َء‬ َ ‫سلَّ َم قَا َل َم ْن‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ُ‫ع ْنه‬
َ ِ ‫ع ِن النَّ ِبي‬ َ ُ‫ّللا‬ َّ ‫ي‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن اَن ٍَس َر‬ َ ‫َو‬
)‫(ر َواهُ م ْس ِلم‬ َ َ ‫يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة اَنَا َو ُه َو َك َهاتَي ِْن َوض ََّم ا‬
َ ُ‫صا ِب َعه‬

Artinya: Dari Anas RA dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda “barang siapa mencukupi
nafkah 2 anak perempuan sampai baligh maka di hari kiamat dia datang, aku (nabi) dan
dia seperti 2 jari ini (sangat dekatnya) dan beliau mengumpulkan jari-jari tangannya”
(HR Muslim, Riyadhus Sholihin:146)

Diriwayatkan dari Aisyah RA berkata “telah masuk kerumahku seorang wanita dan dia
bersama 2 anaknya meminta-minta lalu aku tidak menemukan apa-apa disisiku kecuali hanya
satu kurma lalu aku memberikannya kepadanya lalu dia membaginya diantara kedua anaknya
dan tidak ikut makan kurma kemudian dia berdiri lalu keluar lalu kemudian masuklah Nabi SAW
kepada kami lalu aku menceritakannya (soal meminta tadi) lalu dia bersabda “Barang siapa diuji
dari anak-anak perempuan dengan sesuatu (masalah) lalu dia berbuat baik kepada mereka maka
anak-anak perempuan tersebut (besok) menjadi penghalang dari neraka padanya” (HR Bukhori
muslim).
Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda,”tidak ada seorang pun dari umatku yang
mencukupi nafkah 3 anak perempuan atau 3 saudara perempuan lalu dia berbuat baik pada
mereka kelak mereka (besok) menjadi penghalang padanya dari (masuk) neraka” (HR Baihaqi,
Al jami’us shaghir: 135).
Ibu Aisyah pernah kedatangan seorang wanita miskin yang membawa 2 anak
perempuan lalu beliau memberinya 3 kurma lalu si ibu tadi membagikan masing-masing anaknya
satu kurma. Lalu ketika dia akan memakan satu kurmanya, kedua anaknya meminta maka kurma
tersebut dibelahnya untuk kedua anaknya lalu beliau terkagum-kagum terhadap sikap ibu tadi
lalu menceritakannya kepada Rasulullah Saw kemudian nabi SAW bersabda, “sesungguhnya
Allah sungguh mewajibkan surga atas wanita tadi sebab kedua anaknya atau memerdekakanya
sebab tadi dari api neraka” (HR Muslim)

HADIST KEEMPAT BELAS

HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTRI


‫الر ُج ُل ا َ ْمرأَتَهُ ِم ْن دُب ُِرهَا فِى قُبُلُ َها َكانَ ْالولَد‬ َّ ‫َت اَليَ ُهود ُ تَقُو ُل اِذَا اَتَى‬ ْ ‫ِّللاِ قَا َل َكان‬ َ ‫ع ْن َجا ِب ِرب ِْن‬
َّ ‫ع ْبد‬ َ ‫َو‬
)‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ساؤُ ُك ْم َح ْرت لَ ُك ْم َفا ْءت ُ ْوا َح ْرئَ ُك ْم ا َ َّنى ِش ْئت ُ ْم" ( ُمت َ َفق‬ ْ َ‫ َفنَزَ ل‬:‫ا َ ْح َو َل‬
َ ِ‫ت "ن‬
Artinya: ”Dari Jabir bin Abdullah berkata: konon orang-orang yahudi berkata jika seorang laki-
laki mendatangi (hubungan badan) dengan isterinya dari duburnya dalam alat
kelaminnya maka anaknya menjadi juling (kero) lalu turunlah ayat: wanita-wanitamu
adalah sawah ladang bagimu, maka datangilah sawah ladangmu dari arah mana
engkau menyukainya” (HR bukhori muslim, Bulughul marom: 220).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA berkata: Rosulullah SAW bersabda “jika


sesungguhnya salah seorang dari kamu ingin mendatangi keluarganya (hubungan intim pada
istri) maka berdo’a bismillahi allahumma janibnas syaithon wa jannib syaithona maa rozaqtana
(dengan nama allah, ya allah jauhkanlah syetan pada kami dan jauhkanlah syetan pada apa(anak)
yang telah engaku rezekikan pada kami). Sesungguhnya jika ditakdirkan anak diantara keduanya
maka syetan tidaklah berbahaya padanya selamanya” (HR Bukhori Muslim). Nabi muhammad
bersabda “wanita mengungguli pria dengan 99 bagian kenikmatan tetapi Allah menaruh rasa
malu pada mereka” (HR Baihaqi, Al Jami’us Shagir: 76/2)
Imam Ahmad, Muslim, Hakim, dan Ibnu Majah meriwayatkan hadist dari sahabat Anas,
Nabi bersabda, “air (mani) pria itu tebal dan putih, sedangkan air (mani) wanita tipis dan kuning.
Maka manakah yang mendahului maka menyerupainya/anaknya” (Al Jami’us Shagir: 140/2).
Nabi bersabda “air lelaki putih dan air (mani) wanita kuning, ketika keduanya berkumpul lalu
mani laki-laki mengungguli mani perempuan maka (anak) menjadi laki-laki (bisa sifatnya)
dengan izin Allah dan jika mani perempuan melebihi mani laki-laki maka menjadi anak
perempuan dengan izin Allah” (HR Muslim, Al Jami’us Shagir:141). Rasulullah bersabda, “
mani pria putih tebal dan mani perempuan kuning tipis, manakah yang mengalahkan temannya
maka (anaknya) menyerupainya dan jika berkumpul bersamaan maka (anak) dari istri dan dari
suami” (HR Abu Syeih, Al Jami’us Shagir:187).
Dari Umi Salamah : bahwa sesungguhnya Ummu Sulaiman dia adalah istri Abi Tholhah
berkata,” Duhai Kanjeng Rosul, sesungguhnya Allah tidak (akan) malu dari (menerangkan)
kebenaran, maka apakah (wajib) mandi atas wanita jika dia bermimpi (basah) ?Nabi menjawab:
ya, jika dia melihat air mani.(HR.Bukhori Muslim, Bulughul Maram: 33).
Diriwayatkan dari sahabat Anas RA berkata, Rosulullah SAW telah bersabda dalam
(persoalan) wanita yang melihat dalam tidurnya (mimpi basah) seperti apa yang dilihat oleh pria
(dalam mimpi) beliau bersabda,”.dia (harus) mandi” (HR Bukhori Muslim).Imam Muslim
menambahkan (redaksi), “lalu Umu Salamah bertanya: Apakah ini bisa ada (pada wanita) ? Nabi
menjawab: ya,maka dari mana keserupaan?”, maksudnya : Sesungguhnya anak ada yang
menyerupai ayahnya , ada yang menyerupai ibunya dan menyerupainya paman dari bibinya
maka air mani manapun yang mengalahkan (menang/mayoritas) maka keserupaan bagi yang
menang (Ta’liqot Bulughul Marom:33).
Umi Salamah bertanya kepada Rosulullah SAW :Sesungguhnya aku adalah wanita yang
mengikat rambut kepalaku apakah aku melepaskannya? (menguraikannya) untuk mandi jinabat?
Dalam riwayat lain: untuk mandi haid? Nabi bersabda “tidak”, sesungguhnya cukup bagimu
menumpahkan (air) atas kepalamu 3X tumpahan” (HR .Muslim,Bulughul Maram:35).
HADIST KELIMA BELAS
MENJAGA RAHASIA WANITA

ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ي هللاُ َع ْنهُ قَا َل‬


‫س ْو ُل هللاِ صلى هللا عليه وسلم ( اِ َّن‬ ِ ‫س ِع ْي ٍد ْال ُخد ِْري ِ َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫ع ْن اِ ِب ْي‬
َ ‫َو‬
) ‫ش ُر ِس َّرهَا‬ ِ ‫ِلى ْام َرأَتِ ِه َوت ُ ْف‬
ُ ‫ضى اِلَ ْي ِه ث ُ َّم يَ ْن‬ َّ َ ‫اس ِع ْندَ هللاِ َم ْن ِزلَةً يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة ا‬
ِ ‫لر ُج ُل يُ ْف‬
َ ‫ض ْي ا‬ ِ َّ‫ش ََّر الن‬
.‫ا َ ْخ َر َجهُ ُم ْس ِلم‬

Artinya: Dari Abi Said Al Khudry berkata “Rosulullah SAW bersabda ,” Sesungguhnya buruk-
buruknya manusia disisi Allah pangkatnya dihari kiamat adalah laki-laki (suami) yang
mendatangi (berhubungan badan ) dengan wanitanya (istrinya) dan ia berhubungan
badan dengannya kemudian dia menyebarkan rahasia wanitanya”. (H.R Muslim,
Bulughul Marom : 220).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud R.A berkata: Rosulullah SAW bersabda :” Janganlah
seorang wanita memperhatikan wanita lain lalu menerangkan sifatnya kepada suaminya seakan-
akan suaminya melihat kepadanya”. (H.R Bukhari Muslim, Riyadlus Sholikhin :649 ). Imam
Nawawi memasukkan hadits ini ke dalam bab larangan menceritakan sifat-sifat kebaikan wanita
kepada seorang pria kecuali hal itu dibutuhkan untuk tujuan syar’i seperti menikahinnya dan
sebagainya.
Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda : ” Malu itu 10 juz ( bagian) maka yang sembilan
juz dalam wanita dan yang satu dalam pria”. (H.R Ad-Dailami, Al-Jami’us Shoghiir : 153),
Rosulullah SAW bersabda:“ Malu sebagian dari iman”. (H.R Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A , Nabi SAW bersabda :” Maafkanlah dari wanita-
wanitanya manusia maka wanita –wanitamu (akan) memaafkanmu… “. (H.R Hakim, Al-Jami’us
Shoqhiir :60). Nabi SAW juga bersabda:“ Maafkanlah maka wanita-wanitamu (akan)
memaafkanmu”. (H.R Ibnu Adi). Nabi SAW juga bersabda:“ Maafkanlah maka wanita-
wanitamu (akan) memaafkanmu dan berbuat baiklah kepada ayah-ayahmu maka anak-anakmu
(akan) berbuat baik kepadamu…”. (H.R Thobroni Al-Jami’us Shoghiir : 60/2).

HADITS KEENAM BELAS


AKIKAHNYA ANAK PEREMPUAN
ِ َ ‫ع ِن ْالغُالَ ِم شَات‬
‫ان‬ َ ‫س ْو َل هللاِ صلى هللا عليه وسلم ا َ َم َر ُه ْم ا َ ْن يُ َع َّق‬ ُ ‫ى هللاُ َع ْن َها (ا َ َّن َر‬َ ‫ض‬ ِ ‫شةَ َر‬ َ ‫ع ْن‬
َ ِ‫عائ‬ َ ‫َو‬
.ُ‫ص َّح َحه‬
َ ‫ي َو‬ ِ ‫ع ِن ْال َج‬
ُّ ‫اريَ ِة شَاة َر َواهُ اَلتِ ه ْر ِم ِذ‬ ِ َ ‫ُم َكافِئَت‬
َ ‫ان َو‬

Artinya:“ Dari Aisyah R.A:” Bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW memerintahkan kepada
mereka (para sahabat) untuk mengakikahi anak laki-laki 2 kambing yang sama umur
dan gemuknya dan 1 kambing untuk anak perempuan”. (H.R Thirmidzi, Bulughul
Maram : 309). Beliau menshohihkan hadits ini dan Imam Ahmad juga meriwayatkan
hadits ini dari Umi Kurzin Al-ka’biyah.

Diriwayatkan dari Samurah R.A bahwa Rosulullah SAW bersabda:“ Setiap anak
digadaikan dengan akikahnya yang disembelih untuknya dari hari ketujuh kelahiranya, dicukur
dan diberi nama”. (H.R Ahmad) dan dishohihkan Imam Thirmidzi, Nabi SAW bersabda:“ Untuk
laki-laki itu 2 akikah (kambing) dan untuk anak perempuan 1 akikah”. (H.R Thobroni, Al-
jami’us Shoghiir : 67/2).
Dari Asma’ binti Yazid, Nabi SAW. Bersabda:“ Akikah itu hak atas anak laki-laki 2
kambing yang sama (umur dan daagingnya) dan untuk anak perrempuan 1 kambing”. (H.R
Ahmad, Al Jami’us Shogiir : 69/2), Nabi SAW. Bersabda:“ Akikah itu desembelih hari ke-7 atau
ke-14 atau ke-21”. (H.R Thobroni).
Diriwayatkan dari Ummi Kurzin, Nabi SAW bersabda:“ Atas anak lelaki 2 kambing yang sama
(umur dan dagingya) dan untuk anak perempuan 1 kambing”. (H.R Ahmad Abu Dawud, Nasa’i,
Ibnu Majah). Diriwayatkan dari Salman bin Amir dan dari Aisyah, Nabi SAW bersabda:” Untuk
anak laki-laki 2 kambing dan untuk anak perempuan 1 kambing tidak bahaya bagimu apakah
(kambing) laki-laki atau perempuan”. (H.R Thirmidzi, Al-jami’us Shoghiir : 67).
HADIST KETUJUH BELAS
SHOLATNYA WANITA DI MASJID

‫الر َجا ِل ا َ َّو‬


‫ف ِه‬ ُ ‫سلَّ َم ( َخي ُْر‬
ِ ‫صفُ ْو‬ َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬ ُ ‫ى هللاُ َع ْنهُ قَا َل َر‬
َ ُ‫س ْو ُل هللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫َو‬
‫اء ا َ ِخ ُرهَا َوش َُرهَا ا َ َّولُ َها) روه مسلىم‬ ُ ‫ْل َها َوش َُرهَا ا َ ِخ ُرهَا َو َخي ُْر‬
ِ ‫صفُ ْو‬
َ ‫ق ال ِنه‬
ِ ‫س‬

Artinya : Sebaik-baik barisan sholat para pria adalah permulaanya dan seburuk-buruk barisannya
adalah terakhirnya sedangkan sebaik-baik barisan sholat para wanita adalah
terakhirnya dan seburuk-buruk barisannya adalah permulaanya(H R Muslim,Bulughul
marom : 91 ).

Sayid Muhamad Amin Khutbiy yang menta’liq bulughul marom memberi catatan hadist
berlaku jika para wanita sholat berjamaah bersama pria, adapun jika yang sholat berjamaah
hanya para wanita maka barisan mereka seperti barisan para pria yang paling utama (Afdhhol)
adalah permulaanya.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda “Jika istri minta izin kepada salah
seorang diantara kamu untuk pergi ke masjid maka janganlah melarangnya” (HR Bukhari
Muslim, Al Jamius Shoghir; 19). Dikatakan pada para wanita (yang sholat di masjid bersama
Nabi) : jangan tinggikan kepalamu (HR Bukhari, Tajridus Shorikh:37).
Duriwayatkan dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda “Izinkanlah untuk para wanita pada
malam hari (pergi) ke masjid” (HR Musllim, Al Jamis Shoghir ; 5). Rosulullah SAW juga
bersabda “Izinkan bagi para wanita untuk sholat di masjid pada malam hari” (HR At Thoyalisiy)
.
Dari Abu Hurarah RA, Rosulullah SAW bersabda “Jika wanita keluar ke masjid maka
hendaknya mandikanlah dari wangi-wangian (tidak pakai parfum) sebagaimana dia mandi dari
jinabat (HR Nasa’i, Al Jamius Shoghir : 24) Nabi SAW bersabda “Jika wanita pakai wangi-
wangian untuk selain suaminya maka sungguh ia (minyak wangi) adalah api dan cela”(HR
Thobrori, Al jamius Shoghir ; 23) Nabi SAW bersabda “ wanita manapun yang pakai minyak
wangi lalu keluar ke masjid maka tidak di terima sholatnya sehingga dia mandi” (HR Ibnu
Majah, Al Jamius Shoghir ; 120)
HADIST KEDELAPAN BELAS
SHOLATNYA WANITA DI RUMAH

‫ص َال‬ َ ‫ع َها ا َ ْف‬


َ ‫ض ُل ِم ْن‬ َ ‫ص َالت ُ َهافِى َم ْخ ِد‬ َ ‫ص َالة ُ اْ لَ َم ْرا َءةِ فِى بَ ْيتِ َها اَ ْف‬
َ ‫ض ُل ِم ْن َص َال تِ َها فِى ُح ْج َر ِت َه َاو‬ َ
)‫ روه بوداوودا عن اِب ُْن مسعود ورواه الحاكم عن ام لىلمة(صحح‬.‫تِ َهافِى بَ ْيتِ َها‬
Artinya:Nabi bersabda "sholatnya wanita di rumahnya itu lebih utama dari pada sholatnya di
kamarnya dan sholatnya dikamar kecil dalam rumah besar itu lebih utama dari pada
sholatnya di rumahnya” (H.R. Abu Dawud Al Hakim, Al Jamius Shoghir ;48/2). Di
kasih rumus sokhih oleh Imam Jalalludin Suyuti.

Diriwayatkan dari Umi Hamid, Nabi SAW bersabda “sholatmu wahai perempuan di
rumahmu itu lebih utama dari pada sholatmu di kamarmu dan sholatmu di kamarmu lebih utama
dari pada sholatmu di tingkat rumahmu dan sholatmu di tingkat rumahmu lebih utama dari pada
sholatmu di masjid secara berjamaah” (H.R. Ahmad, Thobrori, AlJamisShoghir: 48/2), Nabi
SAW juga bersabda“sholatnya wanita sendirian mengungguli atas sholatnya di masjid jamik
dengan 25 derajat (H.R. Ad Dailami).
Dari Umi Salamah, Nabi SAW bersabda “sebaik-baik sholatnya wanita adalah dibagian
dalam rumahnya” (H.R. Thobrori, Al Jamius Shoghir : 10/2). Nabi SAW juga bersabda “sebaik-
baik masjid para wanita adalah di bagian dalam rumahnya” (H.R. Ahmad, Al Jamius
Shoghir:11/2)“sebaik-baik masjid para wanita adalah di bagian dalam rumahnya” (H.R. Ahmad,
Al Jamius Shoghir:11/2)
HADITS KESEMBILAN BELAS
INFAKNYA WANITA

‫ أ َ ْن ِف ِق ْي‬: ‫ قَا َل‬،‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬


َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫س ْو َل هللا‬ ُ ‫ أ َ َّن َر‬.‫ي هللاُ َع ْن ُه َما‬
َ ‫ض‬ِ ‫ت أ َ ِب ْي َب ْك ٍر َر‬
ِ ‫ع ْن أ َ ْس َما َء ِب ْن‬
َ ‫َو‬
ِ ‫ َر َواهُ البُخ‬.‫علَي ِْك‬
‫َارى‬ َ ُ‫علَي ِْك َو َالت ُ ْو ِع ْي َفي ُْو ِعى هللا‬َ ُ‫ص هللا‬ ِ ‫ص َفي ُْح‬ ِ ‫َو َالت ُ ْح‬

Artinya:“ Dari Asma’ binti Abu Bakar RA. Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda;
Berinfaklah (kamu perempuan) dan jangan kamu hitung maka (menjadi sebab),Allah
menghitung atas kamu dan janganlah kamu mengumpulkan/mengambil semua (maka
menjadi sebab) Allah mengambil atas kamu ”. (HR. Bukhori, Jawahirul Bukhori:300).

Diriwayatkan dari Aisyah, Nabi Saw bersabda, “ Jika seorang wanita berinfak dari rumah
suaminya tanpa merusak (ekonomi keluarga)” maka dia mendapatkan pahalanya, sebab dia
berinfak dan suaminya mendapatkan pahalanya sebab bekerjanya serta bagi bendahara
(mendapatkan pahala) seperti itu (juga) yang tidak mengurangi sebagian dari pahala sebagian
yang lain sama sekali ”. (HR. Bukhori Muslim, Al Jamius Shogiir: 22).
Dari Abu Hurairah RA. Nabi SAW bersabda, “ Jika wanita berinfak dari rumah suaminya
dengan tanpa perintahnya maka wanita tadi mendapat separuh pahalanya ”. (HR. Bukhori
Muslim, Al Jamius Shogiir: 22). Rasulullah SAW Bersabda “… dan wanita manapun yang
muslimah memerdekakan (budak) perempuan yang muslimah maka dia menjadi pembebasnya
dari api neraka … ”. (HR. Thurmudzi, Al Jamius Shogiir: 120).
Diriwayatkan dari Umi Majid, Rasullullah SAW bersabda, “ Letakkanlah (kamu perempuan)
dalam tangan orang miskin (berinfak) walaupun kuku binatang lembu/unta yang dibakar ”. (HR.
Ahmad, Al Jamius Shogiir: 52/2). Nabi SAW bersabda, “ Sebaik-baik kamu semua wahai wanita
adalah yang paling panjang tangannya dalam berinfak ”. (HR. Ya’la, Al Jamius Shogiir: 12/2).
HADITS KEDUA PULUH
BERSEDEKAHLAH WAHAI WANITA

َ ُ‫صلَّى هللا‬
‫علَ ْي ِه‬ َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ْ َ‫ قَال‬.‫ي هللاُ َع ْن َها‬
ُ ‫ َر‬: ‫ت قَا َل‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْب ِدهللاِ ب ِْن َم ْسعُ ْود َِر‬ َ ِ‫َب الثَّقَ ِفيَّ ِة ْام َرأَة‬
َ ‫ع ْن زَ ْين‬ َ ‫َو‬
َ ‫ ُمتَ َفق‬... ‫اء َولَ ْو ِم ْن َح ْل ِي ُك َّن‬
‫علَ ْي ِه‬ ِ ‫س‬َ ‫صدَّ ْقنَ يَا َم َعش ََرال ِنه‬َ َ ‫ ت‬،‫سلَّ َم‬
َ ‫َو‬

Artinya: Dari Zainab Ass Tsaqofiyah istri Abdullah bin Mas’ud RA berkata : Rasullullah SAW
bersabda “ Bersedekahlah wahai golongan kaum wanita walupun dari perhiasanmu … ”.
(HR. Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin: 167).

Zainab berkata: lalu aku kembali ke Abdullah bin Mas’ud lalu aku berkata:
Sesungguhnya engkau adalah pria yang ringan pemilik tangan dan sesungguhnya Rasulullah
SAW telah memerintahkan kepada kami (kaum wanita) untuk bersedekah maka datangilah
padanya lalu memintanya maka jika itu mencukupi dariku dan jika tidak maka akan aku berikan
kepada selainmu lalu Abdullah berkata: balik (ya) kamu yang mendatanginya. Kemudian aku
(Zaenab) barangkat (menuju Nabi) maka ketika kami sampai didepan pintu rumah Nabi Saw.Ada
perempuan dari sahabat Anshor dimana hajatku seperti hajatnya dan Rasulullah memiliki
kewibawaan atasnya, lalu bilal keluar untuk kami lalu kami berkata kepada bilal, datangilah
Rasullullah SAW lalu sampaikan kepada Beliau bahwa sesungguhnya ada 2 wanita didepan
pintu yang akan bertanya: apakah sedekah keduanya atas kedua suaminya dan anak-anak yatim
yang didalam kamar mencukupi? Dan jangan kabarkan kepada beliau siapa kita? Lalu Bilal
masuk kedalam, Rasulullah SAW lalu bertanya kepada beliau lalu Rasulullah bertanya kepada
Bilal: siapakah keduanya? Wanita dari Anshor dan Zaenab lalu Nabi bertanya kepadanya:
Zaenab-Zaenab yang mana? Bilal menjawab istri Abdullah lalu Nabi bersabda:

‫علَ ْي ِه‬ َّ ‫ أ َ ْج ُر ْالقَ َرابَ ِة َوا َ ْج ُرال‬: ‫ان‬


َ ‫صدَقَ ِة ُمتَفَق‬ ِ ‫لَ ُه َماا َ ْج َر‬
Artinya: “ Bagi keduanya dua pahala : yaitu pahala kekerabatan dan pahala sedekah ”. (HR.
Bukhori Muslim, Riyadhus Sholihin : 168).
HADIS KEDUA PULUH SATU
MAJLIS TA’LIM PUTRI

‫سلَّم فَقَا‬
َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ ُ‫لى هللا‬
َ ‫ص‬ َ ‫س ْو ُل‬
َ ِ‫ّللا‬ ُ ‫ِلى َر‬ ِ ‫ي َّللاُ َع ْنهُ قَا َل جا َ َء‬
َ ‫ت ا ِْم َراَة ا‬ َ ‫ض‬ َ ‫ع ْن ا َ ِب ْي‬
ِ ‫س ِع ْي ٍد ال ُخد ِْري َر‬ َ ‫َو‬
‫علَّ َم َك هللا ث ُ َّم‬ َ َ ‫ِك يَ ْوما ً ناَتِي َْك فِ ْي ِه ت ُ َع ِلهمنا َ ِم هما‬َ ‫الرجا َ ُل ِب َح ِد ْي ِئ َك فا َ ْج َع ْل لَنا َ ِم ْن نَ ْفس‬ِ ‫َب‬ َ ‫ّللا ذَه‬
ِ َ ‫س ْو َل‬ ُ ‫ت يا َ َر‬ ْ َ‫ل‬
‫علَّ َمهُ هللاُ ث ُ َّم‬
َ َ ‫سلَّ َم فَعَلَّ َم ُه َّن ِم هما‬
َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ ُ ‫ّللا‬
َ ‫لى‬َ ‫ص‬ َ ‫ي‬ ُّ ِ‫قا َ َل ا ِْجت َ ِم ْعنَ َي ْو َم َكذَا َو َكذَا فا َ ْجت َ َم ْعنَ فاَتا َ ُه َّن النَّب‬
‫ت اِ ْم َراة َواثْ َني ِْن فَقا َ َل‬ ْ ِ‫قا َ َل ما َ ِم ْن ُك َّن ِم ِن ْام َر ا َ ةٍ تُقَ ِد ُم ئَالَئَةً ِمنَ ْال َولَ ِد ا‬
ْ َ‫الكاَنُ ْو لَها َ ِحجاَبا ً ِمنَ النها َ ِر فَقا َ ل‬
‫علَ ْي ِه‬
َ ‫سلَ هم واث َني ِْن ُمت َ َف ٌّق‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ِ‫لى هللا‬
َ ‫ص‬ ِ ‫س ْو ُل‬
َ ‫ّللا‬ ُ ‫َر‬
Artinya :Dari Abi said Alkhudriy RA berkata ,telah datang seorang wanita (sowan) ke kanjeng
Rosul SAW lalu dia berkata wahai kanjeng Rosul para lelaki telah pergi dengan
hadistmu maka jadikanlah kepada kami dari dirimu satu hari yang kami bisa
mendatangi engkau yang engkau ajarkan kepada kami dari ilmu yang telah diajarkan
Allah kepada tuan kemudian Nabi bersabda ‘’ Berkumpullah kamu (para wanita) di
hari ini dan itu lalu mereka berkumpul (dalam majlis ta’lim putri) lalu Nabi
mendatangi mereka lalu mengajarkan kepada mereka (para wanita) dari ilmu yang
diajarkan Allah kepada beliau lalu beliau bersabda ‘’tidak ada dari kamu para wanita
yang mendahuluinya tiga anak (meninggal dunia) kecuali mereka menjadi penghalang
baginya dari api neraka lalu ada perempuan bertanya ,dua (yang meninggal) lalu
kanjeng Rosul SAW bersabda ‘’dan dua anak yang meninggal “(HR Bukhori Muslim
,Riyadhus sholikhin ;418)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa sesungguhnya Rosulllah SAW telah bersabda
“Dan barang siapa (termasuk wanita) yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah
memudahkannya jalan menuju ke surga “ (HR Muslim) Rosullulah SAW bersabda “Barang siapa
keluar dalam rangka mencari ilmu maka dia dalam jalan Allah sehingga kembali “(HR Thirmidhi
,Riyadhus Sholikhin;530)

HADIST KEDUA PULUH DUA

BERPERGIANNYA WANITA
‫سلَّ َم الَ يَ ِح ُّل ِال ْم َراَةٍ تُؤْ ِم ُن ب ِاهللِ َو ْاليَ ْو ِم‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫لى هللا‬
َ ‫ص‬ ُ ‫ع ْنهُ قا َ َل النَّ ِب‬
َ ‫ي‬ َ ُ‫ي هللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫َو‬
‫ْس َم َعها َ ُح ْر َمة َر َواهُ ا ْلبُخاَرى‬ َ ‫اْالَ ِخ ِرا َ ْن تُساَفِ َر َم ِسي َْرة َ يَ ْو ِم َولَ ْيلَ ٍة لَي‬

Artinya :Dari Abu Hurairah RA berkata “Nabi SAW bersabda “tidak halal(boleh) bagi wanita
yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berpergian dalam perjalanan sehari dan
malam (dimana) tidak ada bersamanya(lelaki) muhrimnya “(HR Bukhori ,jawahirul
Bukhori:143)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ,Nabi SAW bersabda,”wanita tidak boleh berpergian
kecuali bersama mahramnya (keluarga dekatnya yang tidak boleh dikawin)dan tidak boleh
seorang pria mendatanginya kecuali bersama mahramnya (HR Bukhori Muslim ,Al jamius
Shoghir :200 / 2) Nabi SAW bersabda “seorang wanita tidak boleh berpergian 3 hari kecuali
bersama mahramnya ”(HR Ahmad).
Dari Abu Hurairah RA berkata Nabi SAW bersabda “tidak boleh seorang wanita berpergian
sejauh 1 barid (+_12 mil) kecuali bersama mahram yang menjaganya “(HR Abu Dawud ,Al
Jamius Shogir:200 / 2)
Diriwayatkan dari Anas RA ,Nabi SAW bersabda “wanita manapun yang keluar
(berpergian) dari rumahnya dengan tanpa izin suaminya maka dia dalam murka Allah SWT
sehingga dia kembali kerumahnya atau suaminya meridhoinya “(HR Al khotib ,Al Jamius
Shogir:118)
Diriwayatkan dari Abu Musa RA ,Nabi SAW bersbda “wanita manapun yang memakai wangi –
wangian (minyak wangi ) lalu keluar (berpergiaan) lalu melewati kaum agar mereka mencium
parfumnya maka dia wanita pezina dan setiap mata(memandangnya) berzina (HR Ahmad Al
Jamius Shogir :119) ,Nabi SAW bersabda “tidak boleh bagi wanita berangkat berhaji kecuali
dengan izin suaminya dan tidak halal (boleh) bagi perempuan untuk berpergian 3 malam kecuali
bersama mahramya yang menjaganya (HR Baihaqi ,Al Jamius Shogir :137 / 2 )
HADIST KEDUA PULUH TIGA
WANITA HAIDZ (MENSTRUASI)

‫ْف تَ ْغت َ ِس ُل‬ ِ ‫غ ْس ِل َها ِمنَ ْال َم ِحي‬


َ ‫ْض فَا َ َم َرهَا َكي‬ ُ ‫ع ْن‬ َ ‫ي‬ َ ‫ت النَّ ِب‬ْ َ‫سأَل‬
َ ً ‫ي هللا ُ َع ْن َها أ َ َّن ْام َرأَة‬ ِ ‫شةَ ََر‬
َ ‫ض‬ َ ‫ع ْن‬
َ ِ‫عائ‬ َ ‫َو‬
‫اجتَذَ ْبت ُ َها‬ َ َ‫س ْب َحانَ هللاِ ت‬
ْ ‫ط َّه ِري َف‬ َ َ ‫ْف اَت‬
ُ ‫ط َّه ُر ِب َها َقا َل‬ َ ‫ت َكي‬ ْ َ‫ي ِب َها قَال‬ َ َ ‫صةً ِم ْن ِمسْكٍ فَت‬
ْ ‫ط َّه ِر‬ ْ ‫قَا َل ُخذ‬
َ ‫ِي فِ ْر‬
‫ي‬ ِ ‫ي فَقُ ْلتُ تَت َ َب ِع ْي ِب َهااَث َ َرالد َِّم َر َواهُ ْالبُخ‬
ْ ‫َار‬ َّ َ‫اِل‬

Artinya : Dari Aisyah RA Sesugguhnya ada seorang wanita bertanya tentang (cara)
membersihkan dari (darah) haidnya lalu beliau memerintahkannya.dia bertanya :
bagaimana kami mandi ? Nabi SAW bersabda “ambilah sebagian dari minyak misik
lalu sucikanlah dengannya” wanita ini bertanya, bagaimana aku mensucikan
dengannya? Nabi bersabda “subhanallah ( maha suci Allah ) sucikanlah ! lalu aku (
Aisyah ) menariknya untukku ( menerangkannya ) lalu aku berkata : ikutilah
dengannya pada bekas darah ” ( HR Bukhori , At Tajridus Shorikh : 33 ).

Diriwayatkan dari Aisyah RA berkata : Kami keluar ( berpergian ) yang tidak aku
melihatnya kecuali ( untuk ) berhaji , ketika kami di sarap ( tempat dekat mekah ) aku
mengalami haidz,lalu Rasulullah SAW masuk padaku sedangkan aku lagi menangis Nabi
bertanya : apa yang terjadi padamu apakah kamu lagi haidz ? aku menjawab : ya , Nabi SAW
bersabda “ ini (haidz) telah diwajibkan oleh Allah atas wanita – wanita keturunan Adam maka
kerjakanlah apa yang dilakukan oleh orang haji selain kamu tidak boleh Thowaf di baitullah ” (
HR Bukhori , Jawahirul Bukhori : 92 ). Aisyah berkata : aku telah menyisir rambut Nabi SAW
padahal aku lagi haidz ( HR Bukhori ).
Dari Abi said Al Khudriy , Rosulullah SAW bersabda “ Bukankah jika seorang wanita
haidz tidak sholat dan tidak puasa ” ( HR Bukhori Muslim , Bulughul Marom : 41 ). Nabi SAW
juga bersabda : Berbuat segala sesuatu ( pada wanita haidz ) selain nikah / hubungan seks ( HR
muslim ), Dari Aisyah RA berkata “ Rosulullah SAW memerintahkan kepadaku lalu aku pakai
jarik/sarung lalu beliau bermesraan denganku padahal aku sedang haidz ” ( HR Bukhori Muslim
, Bulughul Marom : 40 )
Dari Hamnah Binti Jahsyina berkata: Aku telah mengalami haid dengan haid yang
banyak lagi sangat/berat lalu aku mendatangi Nabi SAW untuk minta fatwah (pertimbangan)
kepada beliau kemudian Nabi SAW bersabda, “ sesungguhnya itu (yang dialaminya) adalah
gangguan dari syetan, maka oleh sebab itu kamu haid 6 hari atau 7 hari kemudian mandilah.
Ketika kamu telah bersih (suci) maka sholatlah 24 atau 23 (hari) dan berpuasalah serta sholatlah.
Karena sungguh itu bisa mencukupimu dan sebagaimana itu (praktek diatas) maka lakukanlah
setiap bulan sebagaimana para wanita haid, kemudian jika kamu kuat untuk mengakhirkan sholat
dzuhur dan menyegerakan sholart asyar kemudian kamu mandi ketika (telah) suci dan sholat
dzuhur dan asyar secara bersama (dijamak) kemudian kamu mengakhirkan sholat maghrib dan
menyegerakan sholat isya kemudian kamu mandi dan menggumpulkan(menjamak) diantara dua
sholat maka lakukanlah dan mandilah beserta (waktu) subuh dan sholatlah”. Perawi berkata:
perkara ini adalah yang paling mengagumkan diantara 2 perkara menurutku (HR. Imam lima
selain Nasyai, Bulughul Marom: 39).
Dari Aisyah berkata: telah datang Fatimah binti Abi Hubaisy (sowan) ke Nabi SAW lalu
dia berkata: duhai kanjeng Rosul sesungguhnya aku mengalami istikhadhoh (keluar darah di luar
waktu haidz) lalu aku tidak suci-suci: apakah (boleh) aku meninggalkan sholat? Nabi menjawab:
tidak boleh, sesungguhnya itu adalah urat/keringat/air sedikit dan ia bukan haidz. Lalu jika
haidzmu menghadap (datang) maka tinggalkanlah sholat dan jika haidzmu berpaling (mampet)
maka bersihkanlah darah darimu kemudian sholatlah (HR Bukhori Muslim,Bulughul
Marom:25).
HADIST KEDUA PULUH EMPAT
WANITA YANG MELAHIRKAN

‫ع َّز َو َج َّل َو َّك َل‬َ َ‫سلَّ َم قَا َل ا َِّن هللا‬


َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ُ‫ى هللا‬
َّ ‫صل‬ َ ُ‫ي هللاُ َع ْنه‬
َ ِ ‫ع ِن النَّ ِبي‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ع ْن اَن ٍَس ب ِْن َما ِلك ٍ َر‬ َ ‫َو‬
‫ي خ َْلقَهُ قَا َل اَذَ َكر‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ضغَةً فَ ِاذَا ا َ َرادَ هللاُ ا َ ْن َي ْق‬
ْ ‫علَقَةً يَا َربه ِ ُم‬ َ َ‫طفَةً ي‬
َ ِ ‫اربه‬ ْ ُ‫الر ِحي ِْم َملَ ًكا يَقُ ْو ُل يَا َربه ِ ن‬
َّ ‫ِب‬
ْ ‫ط ِن ا ُ ِ هم ِه َر َواهُ ْالبُخَا ِر‬
‫ي‬ ْ َ‫ب ِفي ب‬
ُ َ ‫الر ْز ُق َو ْاْلَ َج ُل فَيُ ْكت‬
‫س ِعيْد َف َما ِ ه‬ َ ‫ا َ ْم ا ُ ْنثَى‬
َ ‫ش ِقي ا َ ْم‬

Artinya : Dari Anas bin malik RA dari Nabi SAW bersabda “ sesungguhnya Allah SWT telah
menugaskan seorang malaikatdalam rahim wanita lalu dia berkata , Duhai Tuhan (lagi)
menjadi mani yang bercampur (nutfah), Duhai Tuhanku (lagi) menjadi segumpal darah
, Duhai Tuhanku (lagi) menjadi segumpal daging kemudian ketika Allah berkehendak
untuk memutuskan makhluknya Dia (malaikat) berkata : apakah lelaki atau perempuan
, celaka atau bejo lalu apa rezekinya dan ajalnya lalu ditulis dalam perut ibunya ( HR
Bukhori , Jawahirul Bukhori : 97 ).

Diriwayatkan Dari Harmalah bin Nu’man , Nabi SAW bersabda “ wanita yang banyak
anak lebih dicintai oleh Allah daripada perempuan cantik yang tidak beranak. Sesungguhnya aku
(berlomba) memperbanyak umat denganmu dihari kiamat nanti ” (HR Ibnu Qoni’ ,Al Jamius
Shoghir : 65 ).Nabi SAW bersabda “ Sesungguhnya spermanya lelaki itu putih kental darinya
keberadaan tulang dan urat urat dan sesungguhnya spermanya wanita kuning encer darinya
keberadaan daging dan darah ”(HR Thobroni , Al Jamius shoghir : 100 ), Nabi SAW juga
bersabda “ Pilihlah (wanita) untuk spermamu karena sesungguhnya wanita (akan) melahirkan
(anak) yang serupa saudara saudara lelakinya dan saudari-saudari perempuannya ” (HR Ibnu Adi
, Al Jamius Shoghir : 130 ).
Dari Ibnu Abbas RA , Nabi SAW bersabda “ wanita haidz dan wanita nifas (yang baru
melahirkan ) jika telah datang atas waktunya maka keduanya mandi ,berihrom dan melakukan
semua manasik haji selain thowaf dibaitullah” (HR Ahmad , Jamius Shoghir : 150 ).
HADIST KEDUA PULUH LIMA
JIHADNYA WANITA

‫ ِج َها ِد َال قِتا َ َل‬,‫اء ِجهاد ؟ قَا َل نَ َع ْم‬


ِ ‫س‬َ ‫علَي ال ِنه‬ ُ ‫ت قُ ْلتُ يا َ َر‬
َ : ‫س ْو َل هللا‬ ْ ‫ي هللا َع ْنها َ قا َ َل‬
َ ‫ض‬ ِ ‫شةَ َر‬ َ ِ‫عائ‬ َ ‫ع ْن‬ َ ‫َو‬
‫ي‬ ِ ‫صلُهُ فِي ْالبُخ‬
ُّ ‫َار‬ ْ َ ‫ ُه َو ا َ ْل َح ُّج َو ْالعُ ْم َرةِ َر َواهُ اِب ُْن َما َج ْه َوا‬,‫فِ ْي ِه‬

Artinya: Dari Aisyah RA berkata, aku bertanya ;duhai kang mas rasul apakah atas wanita (ada)
jihad? Nabi menjawab ; ya jihad yang tidak ada peperangan didalamnya yaitu haji dan
umrah (HR Ibnu Majah ,Bulughul Marom;283 ) asal hadist ini di sahih Bukhori.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda; jihadnya orang tua renta,anak
kecil, golongan lemas dan para wanita adalah haji dan Umrah ( HR Nasa’i, Al Jamius
Shoghiir:144). Nabi SAW bersabda jihad ada 4 yaitu amar makruf, nahi munkar, jujur dalam
adaerah kesabaran dan membenci orang fasik ‘’(HR Abu Nu’aim, Al Jamius Shogiir :146)
Dari Anas bin Malik RA dari bibiknya Umu Haram binti Milkhan berkata:dalam suatu
hari Nabi SAW tidur dekat dariku (dirumahnya) lalu beliau bangun sambil tersenyum lalu aku
bertanya; apa yang menyebabkan tuan tertawa ? Nabi bersabda; orang-orang dari umatku di
perlihatkan atas aku ( dalam mimpi) mereka menyeberangi laut hijau ini seperti raja- raja
bersama pasukanya , Ummu Haram berkata; maka do’akanlah kepada Allah agar menjadikanku
dari golongan mereka lalu beliau mendo’akanya, lalu beliau( Nabi SAW) tidur yang ke dua (
tidur lagi) kemudian biliau melakukan yang seperti tadi ( tersenyum) lalu Ummu Harom berkata
seperti ucapanya tadi kemudaian Nabi SAW menjawab pertanyaan seperti jawaban di atas, lalu
Ummu Harom berkata ; berdo’alah kepada Allah agar menjadikanku dari golongan mereka lalu
Nabi SAW bersabda; kamu dari golongan orang –orang yang pertama kemudian ( selang waktu
lama) Ummu Haram bersama suaminya Ubaidah bin Shomit ikut berperang bersama orang-
orang islam dalam kelompok pertama yang menyeberangi laut bersama Muawiyah ( khalifah
islam) , maka ketika mereka menyelesaikan perangnya dalam beberapa khafilah maka mereka
turun di negeri syam (suriyah) lalu di dekatkan kepada Ummu Harom, Sebuah kuda untuk di
naikinya lalu kuda itu membantingnya lalu Ummu Harom meninggal dunia ‘’ ( HR Bukhori ,
Sahih Bukhori :137/2).

HADIST KEDUA PULUH ENAM


SURGANYA WANITA
ُ‫ت ا َ ْل َجنَّةَ َر َواه‬
ْ َ‫ت زَ ْو َج َها دَ َخل‬ ْ ‫ع‬ َ َ ‫ت فَ ْر َج َها َوا‬
َ ‫طا‬ َ ‫ش ْه َرهَا َو َح ِف‬
ْ ‫ظ‬ َ ‫ت‬ ْ ‫صا َم‬
َ ‫س َها َو‬َ ‫ت ا َ ْل َم ْرأَة ُ ْخ ْم‬
ْ َ‫صل‬
َ ‫اِذَا‬
)‫ص ِحيْح‬ َ ( ‫سنَ ْه‬َ ‫ِالر ْح َم ِنب ِْن َح‬ َ ‫ع ْن‬
َّ ‫ع ْبد‬ َ )‫ي (طب‬ ُّ َ ‫الر ْح َم ِن ا‬
ْ ‫لز ْه ِر‬ َّ ‫ع ْب ِد‬ َ )‫ع ْن اَن ٍَس (حم‬
َ ‫ع ْن‬ َ ‫ْالبَزَ ُر‬

Artinya ; Nabi SAW bersabda ,’’jika wanita shalat lima waktu , puasa dibulan ramadhan ,
menjaga kemaluanya dan mentaati suaminya maka dia masuk surga (HR.Bazar,
Ahmad, Thohroni, Al Jamius Shogiir:30) di beri rumus shohih oleh Jalalludin As
suyuti.

Diriwayatkan dari Ummi Salamah RA berkata, Rasullulah SAW bersabda,” wanita


manapun (yang beragama islam) yang meninggal dunia sedangkan suaminya ridho kepadanya
maka dia masuk surga’’( HR Thurmudi, Riyadhus sholihin :153).
Nabi bersabda kepada bibiknya sahabat Hashin bin Mukhshin RA ‘’ lihatlah dari mana
kamu darinya karena sesungguhnya dia (suamimu) adalah surgamu dan nerakamu ‘’ (HR
Thobroni , Al Jamius Shogiiir:109).
Dari Atho’ bin Abi Robbah berkata ; Ibnu Abbas RA telah berkata kepadaku ;maukah engkau
aku lihatkan wanita ahli surga ??? lalu aku jawab; tentu iya ; Ibnu berkata ; inilah (dia ahli
surga) yaitu wanita hitam yang mendatangi Nabi SAW lalu berkata; sesungguhnya aku
terjangkit penyakit ayan dan sesungguhnya terbuka (terlihat aurotku ) maka berdo’alah kepada
Allah untuku, Nabi SAW berkata ,’’ jika kamu ingin bersabar maka bagimu surga dan jika kamu
ingin maka aku do’akan agar kamu sembuh lalu wanita berkata ; aku bersabar (agar masuk
surga) , kemudian berkata sesungguhnya aku terbuka (terlihat) maka engkau do’akan agar tidak
terlihat lalu Nabi SAW mendo’akanya ‘’ (HR. Bukhori Muslim ,Riyadhus Sholikhiin:34)
HADIST KEDUA PULUH TUJUH
AURATNYA WANITA

ُ ‫ص ِلهى ْألفَ ْج َر فَيَ ْس َهد‬


َ ُ‫سلَّ َم ي‬
َ ‫علَ ْى ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ُ‫ّللا‬ ُ ‫ت لَقَ ْد َكانَ َر‬
َّ ‫س ْو ُل‬
َ ِ‫ّللا‬ ْ َ‫عتْهُ قَال‬ ِ َ ‫سة‬
َّ ‫رضي‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ‫ع ْن‬
َ ِ‫عائ‬ َ ‫َو‬
ُ‫ت فِى ُم ُر ْو ِط ِه َّن ث ُ َّم َي ْر ِج ْعنَ اِلَى بُي ُْو ِت ِه َّن َمايَ ْع ِرفُ ُه َّن ا َ َحد ُ َر َواه‬
ٍ ‫ت ُمتَلَ ِف َعا‬
ِ ‫ساء ِمنَ ُمؤْ ِمنَا‬َ ِ‫َم َعهُ ن‬
‫ي‬ ِ ‫ْالبُخ‬
ُ ‫َار‬

Artinya:“Dari Aisyah RA berkata,sungguh Rasullulah SAW melakukan sholat fajar


(subuh),maka wanita wanita mukmin menyaksikan (ikut sholat) bersama Rasullulah
SAW dengan tertutup pakaian , kemudian mereka kembali ke rumah mereka , tidak
diketahui oleh seorangpun ( HR Bukhori , At Tajridus Shorihk : 39 )”

Diriwayatkan dari Abi Said RA bahwa Rasulullah SWT telah bersabda “seorang pria
tidak boleh melihat auratnya pria lain dan tidak boleh pula wanita (melihat) auratnya wanita lain
dan tidak boleh pria mendatangi ke pria lain dalam satu pakaian dan tidak boleh pula wanita
mendatangi wanita lain dalam satu pakaian “ (HR Muslim , Riyadhus Sholikhiin : 620 )
Dari Abu Umamah RA , Nabi SAW bersabda “wanita manapun yang melepas
pakaiannya diluar rumahnya maka Allah SWT merobek pelindungnya” (HR Ahmad ,Al Jamius
Shoghiir : 119 ). Nabi SAW juga bersabda “Wanita manapun yang meletakkan pakaiannya diluar
rumah suaminya maka sesungguhnya dia telah merobek tirai (pelindung) antara dia dan Allah
SWT “ (HR Hakim , Al Jamius Shoghiir : 118 )
Diriwayatkan dari Ali RA , Nabi SAW bersabda “Auratnya pria atas pria lain seperti
auratnya wanita atas pria lain dan auratnya wanita atas wanita lain seperti auratnya wanita atas
pria” (HR Hakim , Al Jamius Shoghiir : 67/2).Dari Ibnu Masud, Nabi SAW bersabda,”wanita
adalah aurat maka ketika dia keluar,Syetan berdiri tegak menaikinya/mengganggunya “ (HR
Thurmudzi , Al Jamius Shoghiir : 186)
HADIST KEDUA PULUH DELAPAN
KETIKA WANITA MENJADI FITNAH

ً‫ َمات َ َر ْكتُ بَ ْعدِي فِتْنَة‬: ‫سله َم قَا َل‬


َ ‫ع َلى ِه َو‬ َّ ‫صلَى‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ‫ع ِن النَّ ِبي‬ َّ َ ‫ي‬
َ ‫ّللاُ َع ْن ُه َما‬ َ ‫ض‬ ِ ‫سا َمةَ ِبه ِن زَ ْي ٍد َر‬
َ ُ ‫ع ْن ا‬
َ ‫َو‬
‫علَ ْى ِه‬
َ ‫اء ُمت َ َفق‬ ِ ‫س‬َ ‫لرجا َ ِل ِمنَ ال ِنه‬ ‫علَى ا َ ِ ه‬ َ َ‫ي ا‬
َ ‫ض ُّر‬ َ ‫ِه‬

Artinya : Dari Usamah Bin Zaid RA dari Nabi SAW beliau bersabda “tidak aku tinggalkan
sesudahku (meninggal) fitnah yang lebih berbahaya atas para pria dari para wanita “
(HR Bukhori Muslim ,Riyadhus Sholikhiin :150 ).

Diriwayatkan dari Muadz Bin jabal , Nabi SAW bersabda” telah menimpamu fitnahnya
kesulitan lalu kamu bersabar dan sesungguhnya yang paling aku kuwatirkan atas kamu adalah
fitnahnya kemakmuran dari arah wanita jika mereka memakai gelang gelang emas ,mengenakan
mentel Sam (Syiria), berbalut serban Yaman ,mereka menyusahkan suami kaya dan membebani
suami fakir dengan apa yang tidak terwujud”(HR Khotib , Al Jamius Shoghiir : 43). Nabi
Muhammad SAW bersabda “sesungguhnya dalam hartanya pria ada fitnah dan dalam istri atau
anaknya ada fitnah” (HR Thobrioni , Al Jamius Shoghiir :93).
Dari Ibnu Mas’ud ,NAbi SAW bersabda “Sesungguhnya Allah telah mencatat
(menentukan) cemburu atas wanita dan jihad atas pria maka barang siapa bersabar dari para
wanita dengan iman dan mencari pahala Allah maka baginya seperti pahalanya orang yang mati
Syahid” (HR Thobroni ,Al Jamius Shoghiir :71). Nabi SAW bersab,“…dan wanita (yang
meninggal) pecemburu atas suaminya seperti orang yang berjuang di jalan Allah maka baginya
pahala orang yang mati Syahid…” (HR Ibnu Asakir, Al Jamius Shoghiir : 72/2).

HADIST KEDUA PULUH SEMBILAN


WANITA PEMBAWA BERKAH
َ ( َ ‫شة‬
)‫ص ِحيْح‬ َ ‫س ُر ُه َّن ُمؤْ نَةً َر َواهُ ا َ َح َمد ُ َولَل َحاك ُم َو ْالبَ ْي َه ِق ْي‬
َ ‫ع ْن‬
َ ِ‫عائ‬ َ ‫اء بَ َر َكةً ا َ ْي‬
ِ ‫س‬ َ ‫ا َ ْع‬
َ ‫ظ ُم ال ِنه‬

Artinya: Nabi SAW bersabda,” wanita yang paling besar berkahnya adalah mereka yang paling
mudah biaya hidupnya” (HR Ahmad, Hakim dan Baihaqi dari Aisyah). Diberi rumus
shohih oleh jalaludin As Shuyuti (Al jamius Shogir:47).

Diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW, Bersabda “ sebaik-baik wanita umatku
adalah mereka yang paling bersinar wajahnya dan paling sedikit maharnya”(HR Ibnu Adi,Al
Jamius Shoghir:11/2). Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda, “sebaik-baik mereka (kaum
wanita) adalah mereka yang paling mudah (murah) mahar kawinnya” (HR Thobroni, Al Jamius
Shoghir:12/2). Ada hadist mursal dari Ibnu Siriin yang artinya: “tinggalkanlah wanita-wanita
cantik yang mandul dan nikahilah wanita-wanita hitam yang banyak anak karena sesungguhnya
aku (akan berlomba)banyak-banyakan umat denganmu di hari kiamat nanti” (HR Abdur Razaq,
Al Jamius Shoghir : 16/2). Nabi SAW bersabda, “sebagian dari berkahnya wanita adalah
bergegas-gegas dengan anak wanita” (HR Ibnu Asakir, Al Jamius Shoghir : 157).
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “. . .Allah menyayangi wanita (istri) yang
bangun malam lalu sholat kemudian membangunkan suaminya lalu suaminya sholat jika ogah
maka dia menyiratkan air di wajahnya”, (HR Al Jamius Shoghir:23). Nabi SAW bersabda, “ jika
seorang pria bangun malam dan membangunkan keluarganya (istrinya) dan sholat dua rakaat
maka keduanya ditulis dari golongan orang-orang pria yang ahli berdzikir kepada Allah dan
perempuan-perempuan yang berdzikir kepada Allah” (HR Abu Dawud, Al Jamius Shoghir:19).
HADIST KETIGA PULUH
CARA WANITA MENGINGATKAN IMAM LUPA

‫ (اَلت َّ ْس ِبيْحِ ِل ِ ه‬: ‫سلَ َم‬


‫لر‬ َّ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّي‬
َ ‫ّللا‬ َ ِ‫ّللا‬ ُ ‫قَا َل َر‬:‫ّللا َع ْنهُ قَا َل‬
َّ ‫س ْو ُل‬ َّ ‫ي‬ َ ‫ض‬ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫َو‬
َّ ‫ زَ ادَ ُم ْس ِلم (فِ ْي ال‬,‫علَ ْي ِه‬
)ِ‫صالَة‬ َ ‫اء) ُمتَفَق‬
ِ ‫س‬ ْ َّ ‫َجا ِل َوالت‬
َ ‫ص ِفيْق ِلل ِنه‬

Artinya: Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulallah SAW bersabda, “ membaca tasbih bagi
(makmun) laki-laki dan bertepuk tangan bagi (makmun) wanita” (HR Bukhori Muslim,
Bulughul Marom : 58), imam muslim menambah redaksi di dalam sholat.

Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad Al Saidiy RA bahwa Rasulallah SAW telah sampai
kepada beliau kalau diantara suku bani Amr bin Auf terjadi sesuatu kemudian rasulullah keluar
untuk mendamaikan mereka lalu kanjeng Rasul tertahan diantara mereka sedangkan waktu
sholat telah tiba maka Bilal datang ke Abu bakar lalu dia berkata : wahai Abu bakar sekarang
kanjeng Rasul tertahan mendamaikan kaum sedangkan waktu sholat tiba apakah engkau bersedia
menjadi imam para manusia, Abu Bakar menjawab : ya, jika kamu berkehendak, lalu bilal
membaca iqomat dan majulah Abu bakar menjadi imam, lalu bertakbir dan datanglah kanjeng
Rasul berjalan dalam barisan-barisan sampai berdiri dalam barisan pertama, lalu para makmum
bertepuk-tepuk sedangkan Abu bakar tidak menoleh dalam sholatnya, maka ketika banyak
makmum yang bertepuk, Abu bakar menoleh lalu nabi memberi isyarat kepadanya dan
memerintahkanya untuk tetap sholat menjadi imam maka (tetapi) Abu bakar : mengangkat
tanganya lalu memuji Allah dan kembali segera dibelakang kanjeng Rasul sehingga beliau
masuk berdiri dalam shaf lalu kanjeng nabi maju untuk menjadi imam sholat, maka ketika selesai
sholat beliau menghadap orang-orang (para makmum) lalu beliau bersabda “ wahai manusia apa
yang terjadi pada kamu ketika menimpa sesuatu padamu dalam sholat kamu segera bertepuk
tangan,sesungguhnya bertepuk tangan itu bagi wanita, Barang siapa yang menimpa (lupa)sesuatu
dalam sholatnya maka katakanlah : subhanallah. . .(HR bukhori, Shohih Bukhori : 214). Nabi
SAW bersabda, “ jika syetan melupakan aku sesuatu dari sholatku maka hendaknya bertasbih
kaum laki-laki dan bertepuk tangan para wanita” (HR Abu Dawud, Al Jamius Shoghir : 107).
HADIST KETIGA PULUH SATU
KEPEMIMPINAN WANITA

َ‫ام ا َ ْل َج َم ِل بَ ْعد‬
َ َّ‫سلَّ َم اَي‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ‫صلَي هللا‬ َ ِ‫س ْو ِل هللا‬ ُ ‫س ِم ْعت ُ َها ِم ْن َر‬ َ ‫ي هللاُ ِب َك ِل َم ٍة‬َ ‫ لَقَ ْد نَ َف َع ِن‬: ْ‫ع ْن ا َ ِب ْي بَ ْك َرة‬
َ ‫َو‬
‫سلَّ َم ا َ َّن‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ِ‫صلَي هللا‬ َ ِ‫س ْو َل هللا‬ُ ‫ب ْال َج َم ِل فَاُقَاتِ َل َم َع ُه ْم قَا َل لَ َّما بَلَ َغ َر‬ِ ‫ص َحا‬ َ ‫َما ِكدْتُ ا َ ْن أ َ ْل َحقَ ِبا‬
ً ‫ لَ ْن يُ ْف ِل َح َق ْوم َولَّ ْوا ا َ ْم َر ُه ْم ا َ ْم َرأ َة‬:‫سالَ َم‬ َّ ‫علَ ْي ِه ال‬
َّ ‫صالَ ة ُ َو‬ َ ‫ت ِكس َْري قَا َل‬ َ ‫س قَ ْد َملَّ ُك ْو‬
َ ‫علَ ْي ِه ْم بِ ْن‬ ِ َ‫ا َ ْه َل ف‬
َ ‫ار‬
‫ي‬ ِ ‫َر َواهُ ْالبُخ‬
ُّ ‫َار‬

Artinya: Dari Abi Bakrah: sungguh Allah telah memberi manfaat kepadaku dengan kalimat yang
telah aku dengar langsung dari Rasulullah SAW pada waktu perang jamal sesudah
hampir aku ikut menyusul dengan para penunggang unta (Aisyah bersama pasukanya).
Lalu aku berperang bersama mereka beliau (Abi Bakrah) berkata: ketika telah sampai
(berita) kepada Rosulullah Saw bahwa penduduk persi (iran sekarang) telah
mempercayakan kekuasaan mereka kepada putri kisra (Busaan) maka Nabi SAW
bersabda: “ Tidak (akan) sukses kaum yang menyerahkan kepemimpinan urusan
mereka kepada wanita” (HR Bukhori, Jawahirul Bukhori : 367) mazhab mayoritas
ulama: Wanita tidak boleh menguasai pemerintahan dari kehakiman sedangkan imam
Thobari memperbolehkan. Pendapat ini merupakan salah satu riwayat Imam Maliki.

Dari Robi Al Anshoriy, Nabi SAW bersabda: “Pekerti buruk adalah sial dan mentaati wanita
adalah penyesalan dan bagusnya watak adalah pertumbuhan,” (H.R Ibnu Mandah, Al Jamius
Shoghir: 34/2). Dari Ibnu Umar RA berkata Aku telah mendengar Rosulullah SAW bersabda: “
Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu (akan) di mintai pertanggungjawaban terhadap
rakyatnya .... dan wanita adalah pemimpin dirumah suaminya dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas rakyatnya… (HR Bukhori muslim Riyadus Sholikhin: 158) Nabi SAW
bersabda: “ Hancurlah laki-laki ketika tunduk taat kepada perempuan” (HR Ahmad, Al Jamius
Shoghir :195/2).
HADIST KETIGA PULUH DUA
NASIB WANITA YANG KUFUR SUAMI

َ َّ‫سلَّ َم ا ُ ِريْتُ اَلن‬


‫ار فَ ِاذًا ا َ ْكث َ ُرا َ ْه ِل َها‬ َ ‫ع َل ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَي هللا‬ َ ‫ي‬ ُّ ‫ قا َ َل اَلنَّ ِب‬:‫ي هللاُ َع ْن ُه َما قَا َل‬
َ ‫ض‬ ِ ‫َّاس َر‬ ٍ ‫عب‬َ ‫ع ْن اَب ِْن‬ َ ‫و‬
‫ت اِلَي ا ِْحدَا ُه َّن‬ َ ‫سانَ لَ ْوا َ ْح‬
َ ‫س ْن‬ َ ‫سا ُء يَ ْكفُ ْرنَ قِ ْي َل اَيَ ْكفُ ْرنَ ب ِاهللِ؟ قَا َل يَ ْكفُ ْرنَ ا َ ْل َع ِسي َْر َويَ ْكفُ ْرنَ ا َ ْالا ِْح‬
َ ‫اَل ِنه‬
ُّ ‫ط َر َواهُ ا َ ْلبُخَا ِر‬
‫ي‬ ُّ ‫اراَيْتُ ِم ْن َك َخي ًْرا َق‬ ْ َ‫ش ْيئًا قَال‬
َ ‫ت َم‬ ْ َ ‫الدَّ ْه َرث ُ َّم َرأ‬
َ ‫ت ِم ْن َك‬

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA berkata: Nabi Saw telah bersabda: “Aku telah diperlihatkan neraka
maka ketika melihatnya mayoritas penduduknya adalah para wanita yang kufur, di
katakan (ditanyakan) apakah (karena) mereka kufur kepada Allah?” Nabi bersabda: “
mereka mengkufuri suami dan mengkufuri perbuatan baik : jika kamu berbuat baik
kepada salah satu dari mereka selama sethun kemudian dia melihat sesuatu (yang tidak
disukainya) darimu maka dia berkata: Aku tidak (pernah) melihat kebaikan sama
sekali darimu. (HR Bukhori,Tajridus Sorikh:11).

Dari Abi Said Al Khudri berkata : Telah keluar (rumah) kanjeng Rosul kepada kita di hari
raya idul adha atau fitri menuju tempat sholat (lapangan) lalu beliau melewati kaum wanita lalu
beliau bersabda: “ Wahai golongan wanita (banyaklah) bersedekah karena sesungguhnya aku di
perlihatkan kamu (para wanita) sebagai paling banyaknya ahli neraka lalu mereka (para wanita)
bertanya: Sebab apa duhai Rosul? Nabi Bersabda: “ memperbanyak melaknat (misoh) dan
mengkufuri suami aku tidak melihat dari kurangnya akal dan agama lebih menyingkirkan pada
akal lelaki bijaksana” dari salah satu kamu ,mereka (para wanita)bertanya: Apa kurangnya akal
dan agama kami? Nabi bersabda: “ bukankah kesaksian wanita seperti separo kesaksian laki-laki
mereka menjwabnya. Ya, Nabi bersabda: Maka itulah kurangnya akalmu ; bukankah wanita
haidz tidak sholat dan puasa : mereka menjawabnya. Nabi bersabda : maka itulah dari kurangnya
agamanya” (HR Bukhori, Al Tajridus Shorikh:32)

HADIST KETIGA PULUH TIGA

BERGAUL DENGAN WANITA


‫الَ يَ ْخلُ َو َّن أ َ َحد ُ ُك ْم‬: ‫ قَا َل‬.‫سلَّ َم‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬ ُ ‫ع ْن ُه َماأ َ َّن َر‬
َ ِ‫س ْو َل هللا‬ َ ُ‫ي هللا‬
َ ‫ض‬ ِ ‫اس َر‬ ٍ َ‫عب‬َ ‫ع ْن ِإب ِْن‬ َ ‫َو‬
‫علَ ْي ِه‬ ْ ‫ام َرأَةٍ ِإ َّالذ‬
َ ‫ ُمت َ َفق‬،‫ِى َم ْح َر ٍم‬ ْ ‫ِب‬

Artinya : Dari Ibnu Abbas RA bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda "Sungguh
janganlah salah satu diantara kalian berduaan dengan wanita kecuali dengan
mahramnya /kerabatnya yang tidak boleh di nikahi "(HR Bukhori Muslim,Riyadus
sholikin : 620).

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir RA bahwa Rosulullah SAW bersabda “ kuwatirlah
kamu dalam masuk (bergaul) dengan para wanita…’’ (HR Bukhori Muslim,Riyadus sholikin :
620).Dari Buraidah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda’’kemuliaan wanita wanitanya para
pejuang (mujahidin) atas orang orang yang duduk (tidak ikut pergi berperang) seperti kemuliaan
ibu ibu mereka” (HR muslim).
Dari Saad bin Masud, Nabi SAW bersabda ‘’kuwatirlah kamu dalam bercakap cakap
dengan para wanita karena tidak ada seorang pria yang berduaan dengan wanita yang tidak
(bersama) muhrim baginya kecuali dia menghendaki dengannya’’ (HR Hakim,Al Jamius Shoghir
: 117)
Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar ‘’konon sang Nabi SAW bersalaman dengan
tangannya para wanita dari bawah pakaian /pakai kaos tangan’’ (HR Thobroni, Al Jamius
Shoghir : 118). Hadits ini dikasih rumus dhoif. Dari Jarir RA, konon kanjeng rosul SAW
melewati para wanita lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka ‘’(HR Ahmad, Al Jamius
Shoghir : 121) hadits ini di beri rumus hasan. Nabi SAW juga bersabda ‘’tidak ada bagi wanita
salam dan tidak ada pula salam atas mereka ‘’ (HR Abu Nuaim, Al Jamius Shoghir : 137/2).
Nabi SAW Bersabda ‘’sesungguhnya wanita menghadap dalam gambarnya syetan dan berpaling
dalam gambarnya syetan maka ketika salah seorang kamu melihat wanita lalu
mengagumkannya, datangilah keluarganya (istrinya) karena itu mendatangkan apa yang (ada)
dalam dirinya (HR Muslim, Al Jamius Shoghir : 85).
HADITS KETIGA PULUH EMPAT
LARANGAN PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGI WANITA

ِ َّ‫ان ِم ْن أ َ ْه ِل الن‬
‫ارلَ ْم‬ ِ :‫سلَّ َم‬
ِ َ‫ص ْنف‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬ َ ِ‫سو ُل هللا‬ ُ ‫قَا َل َر‬:‫ي هللاُ قَا َل‬ َ ‫ض‬ِ ‫ع ْن أ َ ِب ْي ُه َرئِ َرة ََر‬
َ ‫َو‬
‫اريَات َمائِ َالت‬ ِ ‫ع‬َ ‫ساء َكا ِسيَات‬ َ ِ‫ َون‬،‫اس‬ َ َّ‫ب ْالبَقَ ِر يَض ِْرب ُْونَ ِب َها الن‬
ِ ‫ قَ ْوم َم َع ُه ْم ِسيَاط َكا َ ْذنَا‬: ‫أ َ َر ُه َما‬
‫ت ْال َمائِلَ ِة َاليَ ْد ُخ ْلنَ ْال َجنَّةَ َو َاليَ ِج ْدنَ ر ْي َح َه َاوإِ َّن ِر ْي َح َهالَي ُْو َجد ُِم ْن‬
ِ ‫س ُه َّن َكا َ ْس ِن َم ِةالَب ُْح‬
ُ ‫ُم ِم َالت ُر ُء‬
‫ َر َواهُ ُم ْس ِلم‬.‫َم ِسي َْرةٍ َكذَ َاو َكذَا‬
Artinya :Dari Abu Hurairah RA bersabda : Rosulullah bersabda ‘’dua golongan dari ahli neraka
yang aku tidak melihatnya (tidak ada di zaman nabi) yaitu : 1 sekelompok kaum yang
membawa cambuk seperti ekornya sapi untuk memukul manusia (termasuk pemimpin
diktator) ,2 wanita wanita berpakaian yang telenjang yang menyimpang yang mengajak
perbuatan tercela (dimana) kepala mereka seperti punuknya peramal (pesulap) yang
menyimpang, mereka tidak (akan) masuk surga dan tidak bisa menycium baunya surga,
dan sesungguhnya baunya bisa di cium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR
Muslim, Riyadhus Sholikhin : 621).

Imam Nawawi pengarang Riyadus Sholikhin menjelaskan bahwa (kasiat) adalah


berpakaian dengan nikmat allah tapi telanjang dari mensyukurinya, menutupi sebagian badan
dari membuka sebagian badan lain untuk memperlihatkan kecantikannya dan sejenisnya atau
memakai pakaian tipis yang bisa dilihat warna kulit badannya, sedangkan (mailat /menyimpang)
adalah menyimpang dari taat kepada Allah dan segala perkara yang wajib di jaga. Dan makna
(mumilat) adalah mengajak orang lain berbuat tercela (Riyadus Sholikhin, 622). Nabi SAW
bersabda ‘’ seburuk buruk wanita adalah wanita yang mempertontonkan perhiasan dan
kecantikannya pada orang lain dan wanita yang berjalan dengan sombong, mereka adalah
munafik perempuan yang tidak akan masuk surga dari mereka kecuali seperti gagak yang
bercelak / sedikit (HR Baihaqi, Al Jamius Shoghir : 11/2). Nabi SAW bersabda ‘’ wanita wanita
yang melepaskan ( pakaiannya) dan wanita wanita yang mempertontonkan (auratnya) adalah
orang orang munafik wanita ‘’ (HR Abu Nuaim, Al Jamius Shoghir : 185 /2).

HADITS KETIGA PULUH LIMA


LARANGAN WANITA MENYERUPAI PRIA
‫سلَّ َم‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫ لَ َعنَ َر‬: ‫ع ْن ُه َما قَا َل‬
َ ُ‫ى هللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫َّاس َر‬ َ ‫ع ْن اِب ِْن‬
ٍ ‫عب‬ َ ‫َو‬
‫صلَى‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫ َو ِفى ِر َوايَ ٍة لَ َعنَ َر‬.‫اء‬ َ ‫ت ِمنَ ال ِنه‬
ِ ‫س‬ ٍ ‫اح َال‬ ِ ‫الر َجا ِل َو ْال ُمت َ َر‬
‫ْال ُم َخ ِنثِيْنَ ِمنَ ِ ه‬
ِ ‫الر َجا ِل َر َواهُ ْالبُخ‬
‫َاري‬ ‫اء ِب ِ ه‬
ِ ‫س‬َ ‫ت ِمنَ ال ِنه‬ َ َ‫اء َو ْال ُمت‬
ِ ‫ش ِبه َها‬ ِ ‫س‬َ ‫الر َجا ِل ِباال ِنه‬ َ َ ‫سلَّ َم ْال ُمت‬
‫ش ِبه ِهيْنَ ِمنَ ِ ه‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫هللا‬

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA telah berkata:” Rosulullah SAW telah melaknat para lelaki
bertingkah laku perempuan dari orang-orang laki-laki, dan orang-orang perempuan
bertingkah laku laki-laki dari wanita, dalam satu riwayat: Rosulullah SAW melaknat
orang-orang laki-laki yang menyerupai dengan wanita dan orang-orang perempuan yang
menyerupai dengan pria-pria”. (HR Bukhori, Riyadhus Sholikhin: 621).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata:” Rosulullah SAW telah melaknat pria yang
memakai pakaian dengan pakaian wanita dan melaknat perempuan yang memakai pakaian pria”.
(HR Abu Dawud). dengan isnad yang shohih (Riyadhus Shilikhin: 621).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:” Allah telah melaknat lelaki yang
memakai pakaian dengan pakaian wanita dan (melaknat) wanita yang memakai pakaian dengan
pakaian pria.( HR Hakim, Al Jami’us Shoghiir: 124). Dengan rumus shohih. Nabi SAW.
bersabda, “ Allah melaknat wanita-wanita yang bertingkah laku pria”. (HR Abu Dawud, Al
Jami’us Shoghiir: 124).
Dari Ibnu Abbas, Rosulullah SAW bersabda:“ Allah telah melaknat (menjauhkan
rahmatnya) wanita-wanita yang menyerupai dengan para pria dan para lelaki yang menyerupai
dengan para perempuan”. (HR Ahmad, Al Jami’us Shoghiir: 124). Nabi SAW. Bersabda:“ Allah
telah melaknat para pria yang bertingkah laku perempuan dan para wanita bertingkah laku para
pria”. (HR Turmudzi, Al Jami’us Shoghiir: 124). Nabi SAW bersabda:” Tidak masuk surga tiga
golongan yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tua, suami yang tidak punya rasa
cemburu dan wanita yang berperilaku pria”. (HR Hakim, Al Jami’us Shoghiir: 141). Dan dalam
riwayat lain,” Allah tidak melihat mereka di hari kiamat “.(H.R Ahmad, Al-Jami’us Shoghiir:
142).
HADITS KETIGA PULUH ENAM
LARANGAN WANITA MENYAMBUNG RAMBUT,
MEMBUAT TATO, DAN MERUNCINGKAN GIGI

ُ ‫اصلَةَ َو ْال َم ْو‬


َ‫ص ْو لَة‬ ِ ‫سلَّ َم لَ َعنَ ْال َو‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ُ‫صلَى هللا‬ ُ ‫ع ْن ُه َما ا َ َّن َر‬
َ ِ‫س ْو َل هللا‬ َ ُ‫ي هللا‬َ ‫ض‬ ِ ‫ع َم َر َر‬ ُ ‫ع ْن اِب ِْن‬َ ‫َو‬
َ ‫ ُمت َ َف ٌّق‬.َ‫وا َ ْل َوا ِش َمةَ وا َ ْل ُم ْستَ ْو ِش َمة‬
.‫علَ ْي ِه‬

Artinya: Dari Ibnu Umar RA bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW melaknat wanita yang
menyambung rambut,wanita yang di sambung rambutnya, wanita yang membuat tato
dan wanita yang minta dibuatkan tato”. (HR Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin:
624).

Dari Asma’ RA: sesungguhnya wanita bertanya kepada Nabi SAW lalu dia berkata:”
Duhai kanjeng Rosul sesungguhnya putriku terjanggkit penyakit campak kemudian rontok
rambutnya dan sesungguhnya aku mejodohkannya (untuk di nikahkan) apakah aku (boleh)
menyambung rambutnya, lalu Nabi bersabda:” Allah melaknat wanita yang menyambung
rambuntnya, atau rambut selainnya dengan rambut lain (Al-wasilah) dan wanita yang disambung
rambutnya” (HR Bukhori Muslim). Dalam riwayat lain Allah melaknat wasilah dan wanita yang
meminta di sambungkan rambutnya”. (Riyadhus sholikhin,: 624)
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA sesungguhnya beliau berkata:” Allah melaknat
wanita membuat tato, wanita yang minta ditato, wanita yang mencabut alis wanita lain dan
ditipiskan supaya bagus, wanita yang meminta di cabut bulu alisnya dan wanita yang minta
direnggangkan giginya agar bagus, wanita yang merubah ciptaan Allah, lalu seorang wanita
kepada Ibnu Mas’ud RA tentang masalah itu . Lalu beliau berkata:” Demi apa yang ada padaku
sungguh aku akan melaknat orang yang dilaknat oleh Rosulullah SAW Padahal itu terdapat
dalam kitab Allah . Allah berfirman:” Dan apa yang dibawa Rosul kepadamu maka ambillah dan
apa yang dia larang kepadamu maka berhentilah”. (H.R Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin:
625).

HADIST KETIGA PULUH TUJUH


LARANGAN WANITA MERATAPI MAYIT, MENCUKUR RAMBUT DAN
MERUSAK PAKAIANNYA KETIKA ADA KELUARGA YANG MENINGGAL

‫سهُ فِ ْي ِح ْج ِر‬ُ ْ‫علَ ْي ِه َو َرأ‬ َ ‫ع ْنهُ فَغُش‬


َ ‫ِي‬ َ ُ‫ي هللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ي َر‬ ْ ‫سى ْاْل َ ْش َع ِر‬ َ ‫ َو ِج َع اَب ُْو ُم ْو‬: ‫ع ْن ا َ ِب ْي ب ُْردَ ْه قا َ َل‬ َ ‫َو‬
َ ‫ اَنَا َب ِرئ ِم َّم ْن بَ ِر‬: ‫سيْأ ً فَلَ َّما اَفَاقَ قَا َل‬
‫ئ‬ َ ‫علَ ْي َها‬ ِ َ‫ْام َرأَةٍ ِم ْن ا َ ْه ِل ِه فَأ ْقبَلَت ت‬
َ َّ‫ص ْي ُح ِب َرنَّ ٍة فَلَ ْم يَ ْستَ ِط ْع ا َ ْن يَ ُرد‬
‫صا ِلقَ ِة‬
َّ ‫ئ ِمنَ ال‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
َ ‫سلم َب ِر‬ َ ‫صلى هللا‬
َ ‫سو َل هللا‬ َ ‫علَ ْيه ِ َو‬
ُ ‫" ا َِّن َر‬.‫سلم‬ َ ‫صلى هللا‬ َ ِ‫سو ُل هللا‬ ُ ‫ِم ْنهُ َر‬
َّ ‫َو ْل َحا ِلقَ ِة َوال‬
َ ‫شاقَّ ِة ُمتَفَ ٌّق‬
.‫علَ ْي ِه‬

Artinya : Dari Abu Burdah berkata : Abu Musa Al-As’ary RA telah sakit lalu beliau jatuh
pingsan dan kepala beliau dalam pangkuan wanita dari keluargannya lalu wanita ini
menjerit dengan mengeraskan suara tangisannya lalu Abu Burdah tidak mampu
mengembalikan ( keadaan ) atas-nya sama sekali, ketika beliau mbah Abu Musa sadar
beliau berkata : Saya bebas dari orang yang telah dibebaskan oleh Rosulullah SAW,
“Sesungguhnya Rosulullah SAW telah bebas ( tidak dimasukkan golongan beliau )
dari wanita yang mengeraskan suaranya dengan meratapi mayit, wanita yang
mencukur rambutnya ketika ada musibah dan wanita yang menyobek bajunya “.(
HR.Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin : 628 ).

Dari umi Athiyah RA berkata “ Rosulullah telah mengambil baiat(sumpah setia) atas
kami( para wanita ) untuk tidak meratapi mayit”.( HR. Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin :
629 ). Nabi SAW bersabda “ Allah telah melaknat wanita yang meratapi mayit dan wanita yang
mendengarkannya dengan penuh perhatian “.( HR. Ahmad, Al Jamius Shoghiir : 124/2 ).
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA berkata : Rosulullah SAW telah bersabda : “ Bukan
termasuk dari golongan kita, orang yang memukul pipi, menyobek saku dan memanggil dengan
panggilan jahiliyah “.( HR. Bukhori Muslim, Riyadhus Sholikhin : 628 ). Nabi SAW bersabda : “
Wanita yang meratap ketika belum bertaubat sebelum meninggalnya, besok dihari kiamat akan
diberdirikan dan diberikan pakaian jubah dari Ter dan baju besi dari Kudis”.( HR. Muslim, Al
Jamius Shoghiir : 188/2 ).

HADIST KETIGA PULUH DELAPAN


WANITA DALAM BERTETANGGA

ِ ‫سا َء ْال ُم ْس ِل َما‬


‫ت‬ َ ِ‫ قَا َل رسول هللا صلى هللا عليه وسلم يَا ن‬: ‫ي هللاُ َع ْنهُ قَا َل‬ ِ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُه َري َْرة َ َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫َو‬
.‫علَ ْي ِه‬ َ ‫ار ِت َها َولَ ْوفِ ْر‬
َ ‫سنَ شَاةٍ ُمتَفَ ٌّق‬ َ ‫الَتَ ْح ِق َر َّن َج‬
َ ‫ارة ُ ِل َج‬
Artinya : Dari Abu Hurairah RA berkata : Rosulullah SAW bersabda : “ Wahai para wanita
muslimah janganlah wanita bertetangga memandang hina pada tetangga wanita
lainnya walaupun dengan kuku/kikil kambing “.( HR. Bukhori Muslim, Riyadhus
Sholikhin : 77 ).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rosulullah SAW telah bersabda : “Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak menyakiti tetangganya, barang siapa iman
kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya memuliakan tamunya dan barang siapa beriman
kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata baik atau hendaknya diam” (HR.
Bukhori Muslim,Riyadhus Sholikhin:160). Dari Abu Syuraikh Al Khuzai RA sesungguhnya
Nabi SAW bersabda : “ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia
berbuat baik kepada tetangganya “. ( HR. Muslim ).
Dari Aisyah RA berkata : Aku bertanya wahai Rosulullah sesungguhnya aku memiliki
dua tetangga maka kepada siapakah aku memberikan hadiahku ? Nabi menjawab : “ Kepada
yang paling dekat pintunya denganmu “. (HR. Bukhori, Riyadhus Sholikhin:161). Dari Abdullah
bin Umar berkata, Rosulullah SAW bersabda : “ Sebaik – baik teman di sisi Allah adalah mereka
yang paling baik kepada temanya dan sebaik – baik para tetangga di sisi Allah SWT adalah
mereka yang paling baik kepada tetangganya. ( HR. Thirmidzi, Riyadhus Sholikhin : 161 ). Nabi
SAW bersabda : “ Sholat jumat itu hak yang wajib atas setiap muslim dalam berjamaah kecuali
empat orang yaitu :” Budak yang dimiliki, wanita, anak kecil, atau orang sakit “. ( HR. Abu
Dawud, Al Jamius Shoghiir : 145 ). Rosulullah SAW bersabda di atas mimbar tidak halal ( boleh
) bagi wanita yang beriman kepada Allah di hari akhir untuk membatasi diri ( tidak keluar rumah
) atas mayit di atas tiga malam kecuali atas suami ( yang meninggal ) 4 bulan dan 10 hari “. (
HR. Bukhori, Jawahirul Bukhori : 131 ).
HADIST KETIGA PULUH SEMBILAN
WANITA BOLEH PAKAI SUTERA DAN EMAS
SEDANGKAN PRIA TIDAK BOLEH

ُ َ‫ ُح ِ هر َم ِلب‬: ‫ قَا َل‬,‫سلَّ َم‬


‫اس‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫س ْو َل هللا‬ ُ ‫ي هللاُ َع ْنهُ ا َ َّن َر‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ي ِ َر‬ ‫س ا َ ْْل َ ْش َع ِر ه‬َ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُم ْو‬
َ ‫َو‬
.‫ص ِحي ْْح‬
َ ‫سن‬ َ ‫ْث َح‬ َ ‫ َح ِد ي‬: ‫ِي َوقَا َل‬ ْ ‫ َر َواهُ الت ُّ ْر ُمذ‬. ‫ ِال ِانَا ِت ِه ْم‬،‫علَى ذ ُ ُك ْو ِرا ُ َمتِ ْي َوا ُ ِح َّل‬ َ ‫ب‬ِ ‫ْال َح ِري ِْر َوالذَّ َه‬

Artinya : Dari Abu Musa Al Asriy RA bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda “
Diharamkan memakai sutera dan emas atas para lelakinya umatku dan dihalalkan
bagi para wanitanya.” (HR Thirmidhi, Riyadhatus Sholikhin: 375). Imam Thirmidhi
berkata ini adalah Hadist hasan shohih.

Dari Ali RA berkata: Aku telah melihat Rasulullah SAW mengambil sutera lalu beliau
menjadikannya disebelah kanannya dan (mengambil) emas lalu menjadikannya sebelah kirinya,
kemudian beliau bersabda , “Sesungguhnya dua barang ini haram atas lelakinya umat ini.” (HR
Abu Dawud, Riyadhatus Sholikhin: 376).

Diriwayatkan dari Anas RA, Nabi SAW bersabda, “ Bantulah atas para wanita dengan
telanjang (mengurangi demam belanja banyak pakaian), karena sesungguhnya salah satu dari
mereka jika banyak pakaiannya dan bagus perhiasannya maka menimbulkan kekaguman untuk
keluar rumah.” (HR. Ibnu Adi, Al Jamius Shaghiir: 40). Nabi SAW bersabda, “Pakailah celana
panjang karena sesungguhnya Ia adalah pakaianmu yang paling menutupi, dan jagalah wanita-
wanitamu dengannya ketika mereka keluar rumah.”(HR. Ibnu Adi, Al Jamius Shaghiir: 7). Nabi
SAW bersabda, “ Dihalalkan emas dan sutera untuk wanita-wanita umatku dan diharamkan atas
para lelakinya.” (HR. Ahmad, Al Jamius Shoghiir: 13).

HADIST KEEMPAT PULUH


WANITA DAN BINATANG
ٍ‫ت ْام َرأَة فِ ْي ِه َّرة‬ ِ َ‫ع ِذهب‬ُ :‫ قَا َل‬, ‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫س ْو َل هللا‬ ُ ‫ي هللاُ َع ْنهُ ا َ َّن َر‬ َ ‫ض‬ ُ ‫ع ْن اِ ب ِْن‬
ِ ‫ع َم َر َر‬ َ ‫َو‬
‫ي ت َ َر َكتْ َها تَا ْء ُك ُل‬
َ ‫ستْ َها َو َال ِه‬
َ َ‫ي َحب‬ َ ‫سقَتْ َها اِ ْذ ِه‬ ْ َ‫ي ا‬
َ ‫ط َع َمتْ َها َو‬ َ ‫ار َال ِه‬
َ ‫ت فِ ْي َها النه‬ْ ‫ت فَدَ َخ َل‬ْ َ ‫س َج َنتْ َها َحتَّى َمات‬َ
.‫علَ ْي ِه‬ ِ ‫ِم ْن َخشَائِس ْاْل َ ْر‬
َ ‫ ُمتَفَق‬, ‫ض‬

Artinya : Dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “ Telah
disiksa seorang wanita sebab karena kucing yang dia memenjarakannya sehingga mati
lalu sebab itu dia masuk neraka, dia tidak memberinya makan dan memberinya
minum. Padahal dia menahannya dan tidak membiarkanya memakan serangga-
serangga yang di tanah.” (HR Bukhari Muslim, Riyadhatus shalikhin: 610).

Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda,” wanita masuk neraka sebab karena kucing yang
dia ikat tetapi dia tidak memberinya makan dan tidak meninggalkannya makan serangga yang
ada di tanah sehingga kucingnya mati.”(HR Bukhari muslim, Al Jamius Shaghiir: 15/2).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “ Telah diampuni (dosanya)
wanita pezina (pelacur) yang melewati anjing yang berada dikepala(di pinggir) sumur yang
terengah-engah menjulurkan lidahnya hampir-hampir dahaga membunuhnya. Lalu wanita
tersebut mencopot sepatu khufnya (bot) lalu mengikat dengan tali tudungnya (tutup kepala
wanita) lalu dia mencopot (melepaskan)nya ke air (untuk memberi minum anjing) maka dari
situlah dia diampuni dosanya.”(HR Bukhari, Al Jamius Shoghiir ;72), Nabi SAW
bersabda,”kemesuman wanita pelacur seperti kemesuman seribu pria mesum dan kebaikan
wanita seperti amalnya 70 orang jujur/para waliyullah”(HR. Abu Syeikh, Al jamius Shoghiir :
74/2). Nabi SAW bersabda, “wanita yang mengubur hidup-hidup anak (aborsi) dan yang diminta
mengubur hidup-hidup anak dalam neraka.” (HR Abu Dawud, Al Jamius Shoghiir ; 197/2).

HADIST KEEMPAT PULUH SATU


PENDIDIKAN DAN KETERAMPILAN WANITA

‫ت ا َ ِل َع ْر ِش فَتَ َعلَّ ُم ْو ُه ًّن‬ ْ ‫طا ِن ْي ِهما َ ِم ْن ك ْن ِز ِه الهذ‬


َ ‫ِي تَ ْح‬ ِ َ ‫س ْو َرة َ اَ ْلبَقَ َرةِ ِبا َ َيت‬
َ ‫ين ا َ ْع‬ ُ ‫اِنَ هللا تَعاَلَى َخت َ َم‬
َ ‫ َر َواهُ ْالحا َ ِك ُم‬.‫عاء‬
َ ‫ع ْن اَبِ ْي دَ ٍ هر( َح‬
)‫س ْن‬ َ ُ ‫صالَ ة َوقُ ْرأ َ ْن ا َ ْود‬
َ َ ‫سا َ َء ُك ْم َوا َ ْب ْنا َء ُك ْم فَانِه ُهمأ‬
َ ِ‫ع ِله ُم ْو ُه َّن ن‬
َ ‫َو‬
Artinya : Nabi SAW bersabda “ Sesungguhnya Allah SWT telah mengakhiri Surat Al-Baqarah
dengan 2 ayat yang diberikan oleh kepadaku dari gudang-Nya yang berada dibawah
Arsy maka belajarilah dan ajarkanlah kepada wanita-wanitamu dan anak-anakmu
karena sesungguhnya kedua ayat itu adalah sholat (do’a) dan Qur’an atau do’a” (HR
Hakim, Al Jamius Shoghiir : 70). Diberi rumus hadist hasan oleh Jalaludin Ash
Shuyuti.

Dari Qurroh bin Habiirah, Nabi SAW bersabda,”merugikan(mebahayakan) bagi


pemadaian sebuah hijab (dinding) yang tidak tertutup dan air yang tidak suci mensucikan, tidak
halal bagi pria untuk memasukinya kecuali dengan sapu tangan dari kaum muslimin yang tidak
menfitnah para wanita mereka. Laki-laki adalah pemimpin yang bijaksana atas para perempuan
ajarkanlah mereka (para wanita) dan perintahkanlah mereka bertasbih” (HR Baihaqi, Al Jamius
Shoghiir : 51).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW bersabda, “ Ajarkanlah anak-anakmu
berenang dan melempar dan (ajarkan) pada wanita pemintalan benang tenun” (HR Baihaqi, Al
Jamius Shoghiir : 62 / 2). Nabi SAW juga bersabda,” Ajarkanlah anak-anakmu berenang dan
memanah (melempar) dan terbaik-baik mainan wanita mukminah didalam rumahnya adalah
memintal benang tenun dan apabila kedua orang tuamu memanggil maka penuhi (panggilan)
ibumu “ (HR Daritami, Aljamius shoghiir : 62). Nabi SAW bersabda, “ Ajarkanlah anak
lelakimu surat Al-Maidah dan ajarkanlah anak perempuanmu surat An-nur” (HR Baihaqi).
Diriwayatkan dari sahabat Usman bin Affan RA bahwa sesungguhnya beliau
menawarkan harta benda (uang) kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud RA tapi beliau tidak
senang mengambilnya lalu Usman berkata kepada Ibnu Mas’ud :berikanlah kepada anak-anak
perempuanmu lalu Ibnu Mas’ud berkata kepada Usman:Apakah kamu khawatir kepada anak-
anak perempuanku mengalami kefakiran (melarat) ? padahal aku sunggu telah memerintahkan
mereka (anak-anak perempuan) untuk membaca surat Al waqiah dan sesungguhnya aku telah
mendengar Nabi SAW bersabda ,”Barang siapa membaca surat Al waqiah setiap malam maka
tidak (akan) tertimpa kefakiran (kemelaratan hati) selama-lamanya”(Syeh Ahmad Ad
Daerobi,2004:26/Al Adzkar,Imam Nawawi:102).
HADIST KEEMPAT PULUH DUA
WANITA SEMPURNA

َ‫سلَ َم َك َم َل ِمن‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ ُ ‫قَا َل َر‬:‫ي هللا َع ْنهُ قَا َل‬
َ ‫س ْو ُل هللا‬
َ ُ‫صلى هللا‬ ِ ‫س اَْل َ ْش َع ِري َر‬
َ ‫ض‬ َ ‫ع ْن ا َ ِب ْي ُم ْو‬
َ ‫َو‬
َ َ ‫شة‬
‫علَي‬ ْ َ‫اءاِالَّ َم ْريَ ُم ِب ْنتُ ِع ْم َرانَ َوا ِسيَةُ ْام َرأَة ُ فِ ْر َع ْونَ َوف‬
َ ‫ض ُل‬
َ ِ‫عائ‬ ِ ‫س‬َ َّ‫الر َجا ِل َكثِيْر َولَ ْم يَ ْك ُم ْل ِمنَ الن‬
‫ِه‬
‫ي‬ ِ ‫الطعَ ِام َر َواهُ اْ لَبُخ‬
ْ ‫َار‬ َّ ‫سا ئِ ِر‬ َ ‫علَي‬ َ ‫ض ِل الث َ ِر ْي ِد‬ْ َ‫اء َكف‬ ِ ‫س‬َ ‫ال ِنه‬
‫س‬
Artinya : Dari Abi Musa Al Asy’Ariy RA berkata : Rasulullah SAW telah bersabda : banyak
sekali dari para kaum laki-laki yang sempurna dan tidak sempurna dari para wanita
kecuali Mariyam binti Imron dan Asiyah istri Firaun, dan keutamaannya Aisyah atas
wanita-wanita lain seperti keutamaannya Roti tsarid (roti yang diremuk dan direndam
dalam kuah) atas makanan-makanan lainnya” (HR Bukhori, Sohihkul Bukhori 308 /
2).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda :seutama-utamanya wanita dari
surga adalah Khodijah binti Khuwailid (istri Nabi SAW pertama), Fatimah binti / putri
Muhammad SAW, Mariyam binti Imron dan Asiyah binti Muzaakhim istri Firaun “ (HR Ahmad,
Al Jamius Shoghiir : 51). Nabi SAW bersabda“ Aisyah adalah istriku disurga” (HR Ibnu Sa’ad,
Al Jamius Shoghiir : 57 / 2).
Dari Abu Sa’id, Nabi SAW bersabda“ Fatimah adalah pimpinannya (sayidah) wanita-
wanita ahli surga kecuali Mariyam binti Imron” (HR Hakim, Al Jamius Shoghiir 74 / 2). Nabi
SAW bersabda“ Fatimah adalah sepotong daging dariku maka barang siapa membencinya maka
dia membenciku “ (HR Bukhori Al Jamius Shoghiir / 74 ). Nabi SAW bersabda :setiap lelaki ada
hawari (para penolong )dan bagi wanita ada hawariyah (penolong wanita )… dan penolong-
penolongnya wanita adalah Aisyah “(HR Ibnu Asahir , Al Jamius Shoghiir : 126 / 2). Dari Ibnu
Abbas : konon nabi memerintahkan putri-putrinya dan istri-istrinya untuk keluar (rumah) dalam
dua hari raya “ (HR Ahmad , Al Jamius Shoghiir : 110/2).
Diriwayatkan dari Anas , Nabi SAW bersabda , “Wali Abdal ada 40 pria dan 40 wanita
ketika meninggal dunia satu wali pria Allah mengganti posisinya dengan pria lain dan ketika
meninggal satu wali wanita maka Allah mengganti posisinya dengan wanita lain , “ (HR Dailami
, Al Jamius Shoghiir : 122).
DAFTAR PUSTAKA

Al Asqolaniy,Ibnu Hajar.1378H.Bulughul Maram.Jidah Indonesia:Al Haromain


Al Bukhoriy, Muhammad Ismail.Tanpa Tahun.Matan Shohih Bukhori.Jidah Indonesia: Al
Haromain
Al Nawawiy, Abu Zakariya bin Saraf.Tanpa Tahun.Riyadus Sholikhiin.Surabaya:Maktabah
Syekh Muhammad Nabhan
Al Suyutiy, Abdur, Rohman.Tanpa Tahun.Al Jamius Shogir.Indonesia: Dar Ihya’ Al Kutub Al
Arobiyah
Az Zubaidiy,Abdul Abas Ahmad.Tanpa Tahun.At Tajridus Shorikh.Surabaya : Al Hidayah
Imaroh, Musthufa Ahmad. 1371 H. Jawahirul Bukhori. Surabaya: Al-Hidayah