Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS (HKSA)

ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN KALANON DAN


PREDIKSI AKTIVITAS SENYAWA TURUNAN ESTRADIOL

Khairunnisa Azzahra 3311151005, Elvina Iskandar T 3311151025


Program Studi Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani

ABSTRAK

Kalonon merupakan turunan senyawa kumarin yang diduga berpotensi memiliki


aktivitas antikanker. Aktivitas tersebut dibandingkan dengan senyawa estradiol dan
turunannya sebagi sneyawa prediksi. Aplikasi yang digunakan diantaranya Marvin
Sketch, Easy QSAR dan Toxtree. Analisis data berdasarkan nilai log P dari kedua
senyawa dan turunannya. Hasil yang diperoleh adalah Benzoilglisin Ester Kalanon
memiliki aktivitas antikanker lebih besar dari Estradiol beserta turunannya.

PENDAHULUAN aktivitas dari struktur senyawa


Kalonon merupakan turunan senyawa estradiol dan turunannya. Data yang
kumarin yang diduga berpotensi menjadi acuan adalah data log P dari
memiliki aktivitas antikanker, masing-masing struktur kalanon dan
dibuktikan dengan jurnal penelitian estradiol, didukung beberapa aplikasi
yang kami kutip. Berdasarkan yang menunjang dengan fungsi yang
penelitian tersebut diperoleh sebelas berbeda-beda diantaranya apikasi
senyawa yang merupakan gugusan marvin sketch untuk mengidentifikasi
homolog dari struktur kalanon sifat fisika kimia dari struktur,
memiliki aktivitas dengan kadar yang easyQSAR untuk mengetahui
beragam. Kami mengembangkan hasil hubungan aktivitas dengan struktur
tersebut dengan membandingkan pembanding serta struktur predisksi,

1
dan Toxtree untuk mengetahui tingkat ester kalanonh μg/mL
-0,22
toksisitas.
Senyawa kalanon dan aktivitas
HASIL DAN PEMBAHASAN
No Nama Nilai Log P  Generate QSAR equation
Senyawa IC50
IC50 = 6.364734443504E+001
1 Kalanona 59,4 0,43 + 2.103885278472E+000*
μg/mL

2 Kalanola 52,50 -0,42


 (logP) = 27.06 %
μg/mL

3 Kalanil 75,2
 Plot QSAR
oktanoat μg/mL
2,32
4 Oksim 83,6
kalanona μg/mL
1,08
5 Benzoilfenilala 52,04
nin ester μg/mL
kalanona
1,24
6 Isobutil 105,5
kalanonc μg/mL
1,8
7 Gemdiol 52,04
kalanond μg/mL
-0,02
8 2,4- 47,09
dinitrofenilhidr μg/mL
azon kalanone Hubungan kuantitatif struktur
-8,07
kimia dan aktivitas biologis obat
9 2,4,6- 47,69
trinitrofenilhid μg/mL (HKSA) merupakan bagian penting
razon kalanonf
-12,75 rancangan obat, dalam usaha untuk
10 3,5- 40,37 mendapatkan suatu obat baru dengan
dinitrobenzoil μg/mL
aktivitas yang lebih besar, keselektifan
ester kalanong
-8,5 yang lebih tinggi, toksisitas atau efek
11 Benzoilglisin 36,48

2
samping sekecil mungkin dan numerik dan menyimulasikan
kenyamanan yang lebih besar. aktivitas dengan persamaan
fisika kuantum dan klasik.
 Analisis QSAR kalanon dan
turunan  Analisis QSAR Estradiol dan
No. ACTUAL PREDICTED turunan
No Senyawa Log P Aktivita
Prediksi s
1 59.40 64.55
1 Estradiol 5.17 74.52
2 52.50 62.76 2 3-2- 5.17 74.52
Tetrahidropira
3 75.20 68.533
nil-Estradiol
4 83.60 65.92
3 17-2- 6.07 76.42
5 52.00 66.26 Tetrahidropira
6 105.50 67.43 nil-Estradiol

7 52.00 63.61 4 3,17-Bis-2- 6.26 76.82


Tetrahidropira
8 47.00 46.67
nil-Estradiol
9 47.60 36.82
Analisis QSAR estradiol
10 40.30 45.76
memperlihatkan nilai log P dari
11 36.40 63.18
senyawa Estradiol dan turunannya
Hubungan aktivitas turunan
berkisar antara 5.17 sampai dengan
kalanon dengan prediksi
6,26. Nilai log P berkaitan dengan
didapatkan persamaan
distribusi obat dalam tubuh. Semakin
IC50=6.364734443504E+001+
positif nilai Log P senyawa akan
2.103885278472E+000*
cenderung berada pada fase non polar
dengan menggunakan software
daripada fase polar, sedangkan
Easy QSAR merupakan salah
semakin negatif nilai log P senyawa
satu software kimia komputasi
akan cenderung berada pada fase polar
yang mewakili struktur
daripada fase non polar, yang berarti
molekul sebagai model
senyawa tersebut hanya larut dalam

3
cairan tubuh saja dan sulit untuk tidak dapat berikatan dengan reseptor.
menembus membran biologi, sehingga

 Kurva Hubungan Aktivitas Kalanon dengan


Prediksi Aktivitas Estradiol Aktivitas Aktivitas
Kalanon Estradiol
(µg/ml) (µg/ml)
Kurva Hubungan Aktivitas 59.4 74.520
Kalanon dengan Prediksi 52.5 74.520
75.2 76.520
Aktivitas Estradiol
83.6 76.820
120 52
Aktivitas LC 50 (µg/ml)

100 Aktivitas 105.5


80 Kalanon 52
47
60
Prediksi 47.6
40 Aktivitas 40.3
20 Ergosterol
36.4
0

Aktivitas kalanon beserta jika daya hambat terhadap sel


turunannya dengan prediksi aktivitas leukemia L1210 di bawah 10 µg/mL
Estradiol dan turunannya (Pranowo, 1998, dalam Harjono,
dengandigunakan software Easy 2006). Berdasarkan kenyataan
QSAR memperlihatkan hasil yang tersebut, diperlukan suatu senyawa
fluktuatif , hal ini dibuktikan dengan obat dari turunan kalanon baru yang
kurva yang dihasilkan. lebih aktif dengan IC50 yang lebih
Hasil Penelitian sebelumnya rendah. Nilai IC50 Senyawa Kalanon
menunjukan bahwa aktivitas kalanon dan Turunannya.
dan turunannya masih relatif rendah. Kalanon dan beberapa senyawa
Sementara itu, suatu senyawa turunannya mempunyai potensi
dikatakan sebagai senyawa antikanker sebagai antikanker, namun

4
aktivitasnya masih relatif rendah Calophyllum teysmannii yang tumbuh
dengan senyawa paling aktif yaitu di hutan tropis Kalimantan dan
benzoilglisin ester kalanon yang Malaysia, mudah diisolasi dan
mempunyai IC50 36,48 µg/mL dimodifikasi. Sedangkan estradiol
terhadap sel Leukimia. merupakan senyawa sintetis yang
Aktivitas Estradiol mendekati digunakan sebagai antikanker pada
aktivitas kalanil oktanoat (sekitar 75) organ reproduksi. Selain itu dilihat dari
dibuktikan pada kurva hub kalanon struktur kalanon lebih menyerupai obat
dan ergosterol titik yang berimpit pada sintetis yaitu metrotreksat
kalanil oktanoat. dibandingkan senyawa
Faktor yang mempengaruhi estradiol.Sehingga jika dibandingkan,
Benzoilglisin Ester Kalanon lebih kalanon memiliki aktivitas antikanker
efektif dibandingkan Senyawa yang lebih baik dalm mengobati
Estradiol adalah kalanon merupakan penyakit leukemia.
senyawa yang diisolasi dari spesies

 Analisis toksisitas
N Senyawa Kelas Q Q Q3 Q Q Q Q7 Q Q1 Q1 Q1 Q Q
O 1 2 4 5 6 8 0 1 2 22 33
1 Estradiol Class N N No - N N Ye N No No No N N
High o o o o s o o o
(Class
III)

2 3-2- Class N N No - N N Ye N No No No N N
Tetrhidrop High o o o o s o o o
iranil- (Class
estradiol III)

3 17-2- Class N N Ye N - - - - - - - - -
Tetrhidrop High o o s o
iranil- (Class
estradiol III)
4 3,17-bis-2- Class N N No - N N Ye N No Ye - - N

5
Tetrhidrop High o o o o s o s o
iranil- (Class
estradiol III)

Keterangan:
Q1. Normal constituent of the body
Q2. Contains functional groups associated with enhanced toxicity
Q4. Elements not listed in Q3 occurs only as a Na,K,Ca,Mg,N salt, sulphamate,
sulphonate, sulphate, hydrochloride
Q3. Contains elements other than C,H,O,N,divalent S
Q5. Simply branched aliphatic hydrocarbon or a common carbohydrate
Q6. Benzene derivative with certain substituents
Q7. Heterocyclic
Q8. Lactone or cyclic diester
Q10. 3-membered heterocycle
Q11. Has a heterocyclic ring with complex substituents.
Q12. Heteroaromatic
Q22. Common component of food
Q33. Has sufficient number of sulphonate or sulphamate groups
Pengujian toksisitas pada senyawa obat diperlukan karena berhubungan dengan
absorbsi,distribusi, metabolisme dan ekskresi dalam tubuh. Prediksi toksisitas
dilakukan terhadap 4 senyawa estradiol beserta turunannya secara komputasi
menggunakan perangkat lunak Toxtree. Hasil yang didapatkan prediksi toksisitas
dengan Toxtree menunjukkan potensi mutagenisitas dan karsinogenisitas didasarkan
pada semua senyawa yang diuji termasuk kelas III yang artinya sangat toksik.

6
1. Estradiol 3. 17-2-Tetrhidropiranil-estradiol

Preferred IUPAC Name = 3‐


Preferred IUPAC Name = [(3aS,3bS,9bS,11aR)‐1,11a‐
(3aS,3bS,9bS,11aR)‐11a‐methyl‐1‐ dimethyl‐
(oxan‐4‐yl)‐ 1H,2H,3H,3aH,3bH,4H,5H,9b
1H,2H,3H,3aH,3bH,4H,5H,9bH,10H,1 H,10H,11H,11aH‐
1H,11aH‐ cyclopenta[a]phenanthren‐7‐
cyclopenta[a]phenanthren‐7‐ol yl]oxane
4. 3,17-bis-2-Tetrhidropiranil-
2. 3-2-Tetrhidropiranil-estradiol estradiol

Preferred IUPAC Name = Preferred IUPAC Name = 2‐


(3aS,3bS,9bS,11aR)‐11a‐ [(3aS,3bS,9bS,11aR)‐11a‐
methyl‐1‐(oxan‐4‐yl)‐ methyl‐1‐(oxan‐4‐yl)‐
1H,2H,3H,3aH,3bH,4H,5H,9b 1H,2H,3H,3aH,3bH,4H,5H,9b
H,10H,11H,11aH‐ H,10H,11H,11aH‐
cyclopenta[a]phenanthren‐7‐ol cyclopenta[a]phenanthren‐7‐
yl]oxane

7
KESIMPULAN Program Studi Kimia, Jurusan
1. Aplikasi yang digunakan MIPA, FST Universitas
diantaranya Marvin Sketch, Jenderal Soedirman,
Easy QSAR dan Toxtree. Purwokerto
2. Persamaan HKSA yang Harjono, 2006, Hubungan
menghubungkan struktur Kuantitatif Struktur Aktivitas
senyawa turunan kalanon Senyawa Antikanker
dengan aktivitas antikanker Turunan Kalanon dengan
yaitu : IC50 = Metode Principal Component
6.364734443504E+001 + Regression (PCR), Skripsi,
2.103885278472E+000* Universitas Jenderal
3. Hasil yang diperoleh dengan Soedirman, Purwokerto
software Easy QSAR adalah (Tidak dipublikasikan).
Benzoilglisin Ester Kalanon
Pranowo, H.D. 1998. Pengantar
memiliki aktivitas
Kimia Komputasi. Austrian-
antikanker lebih besar dari
Indonesian Cbackward for
Estradiol beserta turunannya.
Computational Chemistry
(AIC), Jurusan Kimia
DAFTAR PUSTAKA
Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Eva Vaulina Y.D.*, Mochammad
Chasani, Mokhammad
Abdulghani , Hubungan
Kuantitatif Struktur-Aktivitas
(Hksa) Antikanker Senyawa
Turunan Kalanon Dengan
Metode Semi Empiris Pm3
(Parameterized Model 3)